Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN NYERI

SPO

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian

Tujuan
Kebijakan

Prosedur

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

04.03.SPO.20

1 dari 1

Tanggal Terbit :
16 MEI 2016

Ditetapkan
Direktur

Dr.Heri Heriyanto,MM

Asesmen nyeri merupakan asesmen yang dilakukan


terhadap pasien jika didapatkan data subyektif dan/atau
data obyektif bahwa pasien mengalami nyeri
1. Memahami pelayanan apa yang dicari pasien
2. Memilih jenis pelayanan yang terbaik bagi pasien
Setiap pasien rawat inap dan rawat jalan dilakukan
skrining nyeri
dan dilakukan asesmen terhadap rasa nyerinya
1. Asesmen dilakukan oleh dokter atau perawat
2. Cara melakukan asesmen nyeri :
- Mengumpulkan data melalui anamnesis dan
pemeriksaan fisik
- Mengidentifikasi tingkat nyeri dengan skala nyeri
dengan :
Numeric Rating Scale
Instruksi : pasien akan ditanya mengenai intensitas
nyeri yang dirasakan
dan dilambangkan dengan angka antara 0
10.
1

= tidak nyeri

13
= nyeri ringan (sedikit mengganggu
aktivitas sehari- hari)

46
= nyeri sedang (gangguan nyata
terhadap aktivitas sehari-hari)
7 10 = nyeri berat (tidak dapat melakukan
aktivitas sehari- hari

Wong Baker Faces Pain Scale

Instruksi : pasien diminta untuk


menunjuk/memilih gambar mana yang paling
sesuai dengan yang ia rasakan. Tanyakan
juga lokasi dan durasi nyeri :
01
= sangat bahagia karena tidak
merasa nyeri sama sekali
23

= sedikit nyeri

45

= cukup nyeri

67
8- 9

= lumayan nyeri
= sangat nyeri

10
= amat sangat nyeri ( tak
tertahankan )
Comfort Scale
Indikasi : pasien bayi, anak, dan dewasa
di ruang rawat intensif/ kamar operasi/
ruang rawat inap yang tidak dapat dinilai
menggunakan Numeric Rating Scale dan
Wong Baker Faces Pain Scale

Instruksi : terdapat 9 kategori dengan setiap


kategori memiliki skor 1-5, dengan skor total
antara 9-45

3.
4.

Instalasi
Terkait

Kewaspadaan
Ketenangan
Distress pernapasan
Menangis
Pergerakan
Tonus otot
Tegangan wajah
Tekanan darah basal
Denyut jantung basal

Pada pasien dalam pengaruh obat anestesi


atau dalam kondisi sedasi sedang, asesmen
dan penanganan nyeri dilakukan saat pasien
menunjukkan respon berupa ekspresi tubuh
atau verbal akan rasa nyeri
Tingkat nyeri ditulis dalam lembar asesmen
pasien untuk selanjutnya dilakukan intervensi
Dilakukan assesmen nyeri ulang setiap shift dan
atau setiap 30 menit - 1 jam setelah diberikan
intervensi.
Staf Medis Rumah Sakit ASSYIFA Sukabumi
Inst Gawat Darurat
Inst Rawat Inap
IBS