Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR

Oleh
POKJA REMAJA

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
INSAN CENDEKIA MEDIKA
JOMBANG
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR
Topik

: Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar

Tempat

: Mushola Dusun Sentanan

Sasaran

: Anak-anak di TPQ

Hari / tanggal

: 2016

Pukul

: 15.00 WIB - selesai

Alokasi waktu

: 30 menit

Penyuluh

: Pokja Remaja

A. Latar Belakang
Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals atau disingkat dalam
MDGs), hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsabangsa (PBB) yang telah dijalankan mulai September 2000, memiliki beberapa poin sasaran
salah satunya yaitu tercapainya kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015
(Bappenas, 2004). Pencapaian kesejahteraan rakyat didukung oleh kesehatan masyarakat salah
satunya meliputi kesehatan anak-anak. Kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal
pokok dalam rangka kemajuan kehidupan bangsa.
Jumlah anak yang besar yakni 30% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 73 Juta orang
dan usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai- nilai perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahaan untuk mempromosikan
PHBS, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Saat ini di Indonesia terdapat lebih
dari 250.000 baik dari sekolah negeri, swasta maupun sekolah agama.
Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman
penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga
merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :
Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat
di kantin sekolah, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, olahraga yang teratur dan

terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan
mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, membuang sampah pada tempatnya.
Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan kebersihan dengan membersihkan
tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan
memutuskan mata rantai mikroorganisme sebagai sumber penyakit. Mencuci tangan dengan
sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit, hal ini dilakukan karena
tangan seringkali menjadi pembawa mikroorganisme dan menyebabkan mikroorganisme
berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak
langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas, dan lain sebagainya).
Selain mencuci tangan, menggosok gigi adalah tindakan yang perlu diajarkan kepada anakanak sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang baik dan sehat. Menggosok gigi merupakan
cara yang paling mudah dan efektif untuk menjaga kebersihan gigi dan gusi dari plak dan sisa
makanan. Menyikat gigi harus dilakukan dengan baik dan benar agar debris atau sisa makanan
benar-benar dapat dihilangkan dari permukaan gigi (Karinta, 2011).
World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 menyatakan bahwa angka kejadian
karies pada anak anak adalah sebesar 60-90% (Kompas, 2009) .Berdasarkan Survei Kesehatan
Rumah Tangga (SKRT, 2004), prevelansi karies di Indonesia mencapai 90,05% dan ini tergolong
lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Jumlah penderita karies di
Indonesia didominasi oleh anak kelompok usia kurang dari 12 tahun sebesar 76,2% atau delapan
dari sepuluh anak Indonesia mengalami masalah gigi berlubang yang disebabkan oleh kebiasaan
menyikat gigi yang salah (Dumiyani, 2012). Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Notohartojo (2011) kebiasaan menyikat gigi 90% berpengaruh terhadap risiko kejadian karies
gigi. Selain itu Cacingan : 40-60% (Profil Dep Kes Tahun 2005), Anemia : 23,2 % (Yayasan
Kusuma Buana Tahun 2007).
Munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10), ternyata
umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah
merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS).
Promosi Kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui
proses pembelajaran bersama masyarakat, khususnya masyarakat pendidikan di sekolah. Promosi

kesehatan ini dilakukan agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan
kegiatan yang bersumber pada masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat dan
didukung oleh kebijakan secara internal maupun lingkungannya yang berwawasan kesehatan.
Dalam konteks menolong diri sendiri dimaksudkan bahwa masyarakat sekolah mampu
berperilaku mencegah timbulnya masalah-masalah kesehatan, memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan serta mampu pula mengatasi apabila masalah kesehatan tersebut terlanjur
terjadi di lingkungan mereka.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran memahami tentang cara menggosok gigi yang baik
dan benar
Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit anak-anak dapat :
1. Menyebutkan pengertian menggosok gigi
2. Mampu menyebutkan manfaat menggosok gigi
3. Mampu menyebutkan akibat bila tidak menggosok gigi
4. Mampu menyebutkan waktu yang tepat untuk menggosok gigi
5. Mampu menyebutkan cara menggosok gigi yang baik dan benar

C. Materi
Terlampir
D. Metode
-

Ceramah

Tanya jawab

E. Media
-

Leaflet

Flip chart

F. Strategi

a. Kontrak dengan anak-anak (waktu, tempat, topik).


b. Menggunakan penampang materi dari flip chart dan leaflet agar dapat lebih mudah
diperhatikan anak-anak.
c. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
d. Dengan tanya jawab langsung.

G. Kegiatan Penyuluhan
No
1.

WAKTU
3 Menit

KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN

Pembukaan:

PESERTA
Menjawab Salam

Membuka kegiatan dengan


mengucapkan salam

Mendengarkan

Memperkenalkan Dari
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan

Memperhatikan

Menyebut materi yang akan diberikan


Memperhatikan
2.

15 Menit

Pelaksanaan:
Menjelaskan tentang pengertian

Memperhatikan

menggosok gigi
Menjelaskan tentang manfaat

Memperhatikan

menggosok gigi
Menjelaskan tentang waktu yang tepat
untuk menggosok gigi

Memperhatikan

Menjelaskan akibat bila tidak


menggosok gigi

Memperhatikan

Menjelaskan cara menggosok gigi


dengan baik dan benar

Memperhatikan

Memberi kesempatan kepada peserta


untuk bertanya

Bertanya dan
menjawab pertanyaan

yang diajukan
3.

10 Menit

Evaluasi:
Menanyakan kepada peserta tentang
materi yang telah diberikan, dan

Menjawab
pertanyaan

reinforcement kepada anak-anak yang dapat


4.

2 Menit

menjawab pertanyaan.
Terminasi:
Mengucapkan terimakasih atas peran

Mendengarkan

peserta
Mengucapkan salam penutup

Lampiran

Menjawab Salam

Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar

A. Pengertian menggosok gigi


Menggosok gigi adalah membersihkan gigi dengan sikat gigi dan pasta gigi
B. Manfaat Menggosok Gigi
1. Gigi menjadi bersih dan sehat.
2. Mencegah timbulnya caries atau karang gigi, lubang gigi dan penyakit lainnya.
3. Memberikan perasaan segar dalam mulut.
4. Mencegah bau nafas tidak sedap

C. Akibat Tidak Menggosok Gigi


1. Gigi menjadi kuning kecoklatan
2. Bau mulut bertambah
3. Sakit gigi
D. Waktu yang Tepat Untuk Menggosok Gigi
1. Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi setelah sarapan
dan kedua menjelang tidur
2. Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur
3. Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan, dianjurkan untuk kumurkumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang masih
menempel di gigi.
E. Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar
1. Persiapan Alat dan Bahan
a. 1 buah sikat gigi
b. Gelas atau cangkir berisi air
c. Pasta gigi
d. Lap dan handuk kering
2. Cara Kerja
a. Cuci tangan.

b.
c.
d.
e.
f.
b.
a.

Ambil dan dekatkan peralatan.


Keluarkan isi pasta gigi penuh dan merata pada permukaan sikat gigi.
Tutup kembali pasta gigi dan kembalikan pada tempatnya.
Mulailah berkumur dengan air.
Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 deraja
di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
Gerakkan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi
atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar

sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.


b. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
c. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan
hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga
bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi.
Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
d. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan
gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
e. Berkumur- kumur sampai mulut terasa bersih.
f. Lap / keringkan mulut dengan handuk.
g. Rapikan alat alat.
3. Perhatian
a. Kita harus menggunakan sikat gigi sendiri.
b. Menyikat gigi jangan terlalu keras.
c. Jangan sampai tertelan air bekas kumur kumur.
d. Gunakan sikat gigi yang berbulu lembut.

Anda mungkin juga menyukai