Anda di halaman 1dari 34
Oleh: Oleh: Gaby Vanya Aghista Gaby Vanya Aghista Hans Indra Hadi Hans Indra Hadi
Oleh:
Oleh:
Gaby Vanya Aghista
Gaby Vanya Aghista
Hans Indra Hadi
Hans Indra Hadi

DASAR TEORI

Batang Aksial murni adalah batang yang hanya menerima gaya aksial (tarik atau tekan)

Contoh batang aksial murni terdapat pada

truss

yang hanya menerima gaya aksial (tarik atau tekan)  Contoh batang aksial murni terdapat pada truss

momen

tidak ada

yang hanya menerima gaya aksial (tarik atau tekan)  Contoh batang aksial murni terdapat pada truss
yang hanya menerima gaya aksial (tarik atau tekan)  Contoh batang aksial murni terdapat pada truss

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

Suatu struktur yang mengalami gaya tekan harus memenuhi persyaratan berikut:

mengalami gaya tekan harus memenuhi persyaratan berikut: Nn = kuat tekan nominal Ф = faktor reduksi,

Nn = kuat tekan nominal

Ф = faktor reduksi, sesuai dengan ketentuan:

gaya tekan harus memenuhi persyaratan berikut: Nn = kuat tekan nominal Ф = faktor reduksi, sesuai

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

Kelangsingan komponen struktur tekan untuk rangka jembatan, L/ k ≤140

Bukan rangka jembatan L/ k ≤ 200

 Kelangsingan komponen struktur tekan untuk rangka jembatan, L/ k ≤140  Bukan rangka jembatan L/
 Kelangsingan komponen struktur tekan untuk rangka jembatan, L/ k ≤140  Bukan rangka jembatan L/

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

Cek kelangsingan penampang λ = b/t

(tergantung bentuk penampang) Contoh:

KOMPONEN STRUKTUR TEKAN  Cek kelangsingan penampang λ = b/t (tergantung bentuk penampang) Contoh: b/2t b/t

b/2t

KOMPONEN STRUKTUR TEKAN  Cek kelangsingan penampang λ = b/t (tergantung bentuk penampang) Contoh: b/2t b/t

b/t

KOMPONEN STRUKTUR TEKAN  Cek kelangsingan penampang λ = b/t (tergantung bentuk penampang) Contoh: b/2t b/t
KOMPONEN STRUKTUR TEKAN  Cek kelangsingan penampang λ = b/t (tergantung bentuk penampang) Contoh: b/2t b/t

b/2t

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

CEK KUAT TEKAN NOMINAL

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur  Flexural Buckling Nn =

akibat tekuk lentur

Flexural Buckling

Nn = Fcry . Ag

 

untuk λc 1,5 λc 1,5

 

Fcry = 0,6 λc 2 fy

Fcry = 0,6 λ c 2 fy

Fcry = 0,6 λc 2 fy

 
 

λc =

= 0,6 λ c 2 fy Fcry = 0,6 λ c 2 fy   λ c

Nn = ( 0,6 λc 2 ) Ag fy

Nn =

Ag fy

λ

= 0,6 λ c 2 fy Fcry = 0,6 λ c 2 fy   λ c

CEK KUAT TEKAN NOMINAL

CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur λ c = parameter kelangsingan E = Modulus Elastisitas

akibat tekuk lentur

λ c = parameter kelangsingan E = Modulus Elastisitas ( Mpa ) kc = k = faktor panjang tekuk komponen struktur jembatan

λ c = parameter kelangsingan E = Modulus Elastisitas ( Mpa ) kc = k =
λ c = parameter kelangsingan E = Modulus Elastisitas ( Mpa ) kc = k =

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

CEK KUAT TEKAN NOMINAL

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur  Flexural Torsional Buckling

akibat tekuk lentur

 Flexural Torsional Buckling
 Flexural Torsional Buckling

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

CEK KUAT TEKAN NOMINAL

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur  Flexural Torsional Buckling

akibat tekuk lentur

Flexural Torsional Buckling

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur  Flexural Torsional Buckling
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TEKAN CEK KUAT TEKAN NOMINAL akibat tekuk lentur  Flexural Torsional Buckling
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK  Suatu struktur yang mengalami gaya tekan harus memenuhi persyaratan berikut:
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK
Suatu struktur yang mengalami gaya tekan harus memenuhi persyaratan
berikut:
Ф = faktor reduksi
jika dihubungkan dengan rumus a. nilainya sebesar 0,9
jika dihubungkan dengan rumus b. dan semua rumus c. nilainya
sebesar 0,75
Nn = kuat tarik nominal yang besarnya diambil sebagai nilai
terendah di beberapa persamaan di bawah ini:

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK

Keterangan:

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK Keterangan:
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK Keterangan:

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK

Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh baut

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK  Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh baut
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK  Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh baut
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK  Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh baut
PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK  Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh baut

PERENCANAAN KOMPONEN STRUKTUR TARIK

Kasus jika gaya tarik hanya disalurkan oleh las (memanjang dan melintang)

tarik hanya disalurkan oleh las (memanjang dan melintang)  Kasus gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang

Kasus gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang dua sisi

tarik hanya disalurkan oleh las (memanjang dan melintang)  Kasus gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang
tarik hanya disalurkan oleh las (memanjang dan melintang)  Kasus gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang
tarik hanya disalurkan oleh las (memanjang dan melintang)  Kasus gaya tarik disalurkan oleh las sepanjang

TIGA BUAH OBYEK YANG MENGANDUNG BATANG AKSIAL MURNI

1. Jembatan Rumpiang, Marabahan Kalimantan Selatan
1. Jembatan Rumpiang, Marabahan Kalimantan Selatan

TIGA BUAH OBYEK YANG MENGANDUNG BATANG AKSIAL MURNI

2. Jembatan Jalan trans Taman Nasional Ujung Genteng
2. Jembatan Jalan trans Taman Nasional Ujung Genteng

TIGA BUAH OBYEK YANG MENGANDUNG BATANG AKSIAL MURNI

3. Jembatan Jl.Juanda Depok

TIGA BUAH OBYEK YANG MENGANDUNG BATANG AKSIAL MURNI 3. Jembatan Jl.Juanda Depok
TIGA BUAH OBYEK YANG MENGANDUNG BATANG AKSIAL MURNI 3. Jembatan Jl.Juanda Depok

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TARIK

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TARIK

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TARIK

Desain Batang Tarik (Dimisalkan P= 20 ton)

Pu = 4,6 . 20 Pu = 92 ton = 920 KNm

Ф tarik = 0,9

Ф fraktur = 410 MPa

P= 20 ton) Pu = 4,6 . 20 Pu = 92 ton = 920 KNm Ф
P= 20 ton) Pu = 4,6 . 20 Pu = 92 ton = 920 KNm Ф

Ag = 4088 mm 2 Ag = 40,88 cm 2

P= 20 ton) Pu = 4,6 . 20 Pu = 92 ton = 920 KNm Ф

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TARIK

Dari tabel dipilih profil baja sebagai berikut:

H

= 200 mm

B

= 200 mm

tf = 8 mm tw = 12 mm r = 13 mm

Ag = 65,53 cm 2

Ix

= 4720 cm 4

Iy

= 1600 cm 4

ix

= 8,62 cm

iy

= 5,02

zx = 525,48 cm3

Sx = 472 cm3

fr = 70 MPa

Ix = 4720 cm 4 Iy = 1600 cm 4 ix = 8,62 cm iy =
Ix = 4720 cm 4 Iy = 1600 cm 4 ix = 8,62 cm iy =

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TARIK

Cek kuat tarik Syarat Nu ≤ Ф Nn

Ф Nn = 1474 Kn = 920 < 1474 (ok)

Cek kuat fraktur

Syarat Nu ≤ Ф Nn

Ф Nn = 0,75 . Fu . Ae

An = Ag – 4 (luas lubang)

= 6553 – 4 ( 8 . 21 )

= 5881 mm 2

fraktur Syarat Nu ≤ Ф Nn Ф Nn = 0,75 . Fu . Ae An =
fraktur Syarat Nu ≤ Ф Nn Ф Nn = 0,75 . Fu . Ae An =

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Ae = An . U dimana

= 5881 . 0,9

= 5259,9 mm 2

U = 1 – x/L ≤ 0,9

ФNn = 1672 Kn = 920 < 1627 (ok)

AKSIAL TEKAN Ae = An . U dimana = 5881 . 0,9 = 5259,9 mm 2

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Desain Batang Tekan Pu = 4,3 – 20 = 87 ton = 870 kNm

Ф tekan = 0,85 Fy = 250 Mpa Fu = 410 Mpa K = 1

L = 5,5 / sin α = 6,26 m

E = 200000

Pu = 4,3 – 20 = 87 ton = 870 kNm Ф tekan = 0,85 Fy
Pu = 4,3 – 20 = 87 ton = 870 kNm Ф tekan = 0,85 Fy

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Menggunakan profil IWF Sama dengan batang horizontal

IWF = 294 x 302 x 56,8

Ag = 108 mm

bf

= 302 mm

d

= 294

tf

= 12 mm

tw = 12 mm r = 18 mm

h

= 234 mm

Ix

= 16900 cm 4

Iy

= 5520 cm 4

iy

= r min = 7,16 cm

= 12 mm tw = 12 mm r = 18 mm h = 234 mm Ix
= 12 mm tw = 12 mm r = 18 mm h = 234 mm Ix

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Cek Kelangsingan Penampang

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK

Cek penampang

BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK untuk
BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK untuk
BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK untuk
BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK untuk

untuk siku λ < λp

OK

BATANG AKSIAL TEKAN Cek Kelangsingan Penampang Cek penampang untuk siku λ < λ p OK untuk

untuk siku λ < λp

OK

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Cek kuat tekan nominal

= 0,984
= 0,984

Ternyata λc < 1,5

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN Cek kuat tekan nominal = 0,984 Ternyata λ c < 1,5

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN

Maka

PERHITUNGAN BATANG AKSIAL TEKAN Maka Ф en = 0,85 . Fcr . Ag = 0,85 .

Ф en = 0,85 . Fcr . Ag = 0,85 . 208,1 . 108 = 1910 kN

Syarat

BATANG AKSIAL TEKAN Maka Ф en = 0,85 . Fcr . Ag = 0,85 . 208,1

Nu < Nn 870 < 1910 Kn (ok)

BATANG AKSIAL TEKAN Maka Ф en = 0,85 . Fcr . Ag = 0,85 . 208,1

PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT

SAMBUNGAN BAUT

JENIS BAUT MUTU TINGGI

A. HITAM (A 307)

B. PUTIH (mutu tinggi HSTB); A325,A490 baut mutu tinggi direncanakan untuk menimbulkan gaya jepit Pada Batang 10 Pu = 920 Kn Baut = 20 mm Abaut = 314,286 mm2 Jumlah baut (n) = 16 buah

Baut = 20 mm Abaut = 314,286 mm2 Jumlah baut (n) = 16 buah  S1

S1 = 40 mm

S2 = 60 mm

S

tplat = 22 mm

tf

= 12 mm

= 30 mm

Ae plat = 5292 mm2 Ф = 0,75

= 16 buah  S1 = 40 mm  S2 = 60 mm  S 

PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT

KEKUATAN PLAT

Kekuatan Plat Kuat Leleh

SAMBUNGAN BAUT KEKUATAN PLAT Kekuatan Plat Kuat Leleh Fraktur Ф Pn = 0,9 . Fy .

Fraktur

BAUT KEKUATAN PLAT Kekuatan Plat Kuat Leleh Fraktur Ф Pn = 0,9 . Fy . Ag

Ф Pn = 0,9 . Fy . Ag

Jadi 1474,425 > 920 Kn (OK)

= 0,9 . 250 . 65 = 1474,425Kn

Ф Pn = 0,75 . Fy . Ae

= 0,75 . 250 . 5295,9Kn

Jadi = 9924 > 920 (OK)

> 920 Kn (OK) = 0,9 . 250 . 65 = 1474,425Kn Ф Pn = 0,75

PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT

KEKUATAN BAUT

Kuat Geser

Vd = Ф

Dimana M = jumlah bidang geser = 2 R1 = 0,5 (ulir di luar bidang geser) Vd = 0,75 . 0,5 . 410 . 314,286 . 2. 16 Vd = 1546,29 Kn > 920 kN

r1 . Fu . A baut . M . N

Kuat tumpu Rd = 2,4 . Ф

. D baut . T plat . Fu . N

= 2,4 . 0,75 . 20 . 22. 410 . 16

= 5195,52 > 920 Kn (ok)

. M . N Kuat tumpu Rd = 2,4 . Ф . D baut . T

PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT

Cek Blok Shear

Agt = 4 . S . Tf = 4 . 30 . 12 = 1440 mm 2 Ant = 4S.tf – 4 (d lubang / 2) tf = 960 mm 2

Ags = 4 (S1 + 3 S2 ) tf = 10560 mm2

Ans = 4 (S1 + 3S2 ) tf

- 4 . 3S . D lubang . Tf = 7200 mm2

Ans = 4 (S1 + 3S2 ) tf - 4 . 3S . D lubang .

Fu Ant = 355,2 Kn 0,6 fu Ans = 1598,4 Kn

Ф Nn = Ф ( fy . Agt + 0,6 fu Ans )

= 0,75 (355,2 + 1598,4 )

= 1458 Kn (OK)

0,6 fe Ans > fu Ant retak geser - leleh tarik

= Ф ( fy . Agt + 0,6 fu Ans ) = 0,75 (355,2 + 1598,4

PERHITUNGAN SAMBUNGAN BAUT

Agt = 4S . t = 2640 mm Ant = Agt – 4 ( D lubang / 2 ) t = 2640 – 4 (21/2 ) 22 = 1716 mm 2

Ags = 4 ( S1 + S2 + S2 + S2 ) = 4 ( 40+60+60+60 ) 22 = 19360 mm 2

Ans = Ags – 4 (3,5 D lubang) t = 19360 – 4 (3,5 . 21) 22 = 12892 mm 2

S2 + S2 ) = 4 ( 40+60+60+60 ) 22 = 19360 mm 2 Ans =

KESIMPULAN

Obyek yang kami pilih adalah batang aksial murni karena hanya ada gaya aksial (tarik atau tekan) dan tidak ada momen

Setiap perencanaan batang aksial harus dihitung sesuai dengan peraturan yang ada (kami memakai SNI)

Batang tarik dengan profil IWF 200 x 200 dan tekan dengan profil IWF 294 x 302 kuat dan memenuhi sayarat sebagai batang aksial sesuai ketetapan SNI

IWF 200 x 200 dan tekan dengan profil IWF 294 x 302 kuat dan memenuhi sayarat

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA