Anda di halaman 1dari 51

Himmatul Ulya

201210340311188
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 PENGENALAN SOFTWARE
Program ini waternet ini dirancang untuk melakukan simulasi aliran air atau
fluida lainnya (bukan gas) dalam pipa baik dengan jaringan tertutup (loop) maupun
jaringan terbuka dan sistem pengaliran (distribusi) fuida dapat menggunakan sistem
gravitasi, sistem pompanisasi maupun keduanya.

WaterNet dirancang dengan

memberikan banyak kemudahan sehingga pengguna dengan pengetahuan minimal


tentang jaringan distribusi (aliran dalam pipa) dapat menggunakannya juga.
Inputdata dibuat interaktif sehingga memudahkan dalam simulasi jaringan dan
memperkecil kesalahan pengguna saat menggunakan WaterNet. Hasil hitungan yang
tidak dapat diedit, ditampilkan dan dilindungi agar tidak diedit oleh pengguna.
Secara umum pointer mouse akan menunjukkan karakteristik apakah data dapat
diubah, diganti atau tidak.
Fasilitas WaterNet dibuat agar proses editing dan analisa pada perancangan dan
optimasi jaringan distribusi air dapat dilakukan dengan mudah. Output WaterNet
dibuat dalam bentuk database, text maupun grafik yang memudahkan pengguna
untuk selanjutnya memprosesnya langsung menjadi hardcopy atau proses lebih
lanjut dengan program lain sebagai laporan yang menyeluruh.
Kemampuan dan fasilitas WaterNet dalam simulasi jaringan pipa secara garis besar
adalah sebagai berikut :

Menghitung debit dan tekanan di seluruh jaringan pipa pada setiap node yang
merupakan titik dengan elevasi tidak berubah dengan instalasi reservoir, pompa,
katup, dan tangki.

Menghitung demand atau air yang dapat diambil pada sebuah node jika tekanan
pada node tersebut telah ditentukan.

Fasilitas pompa dengan persamaan Q - H (debit terhadap head) mengikuti


persamaan daya tetap (constant power), Parabola (satu titik) dan Parabola (3
titik). Pengguna menentukan debit dan tekanan (head) rencana pompa tersebut
atau menggunakan power pompa pada tipe pompa daya tetap. Fasilitas pompa
dilengkapi dengan waktu saat pompa bekerja (on) dan tidak bekerja (off). Pompa
dapat diatur penggunaan waktunya pada jam-jam tertentu oleh pengguna, atau
1

Himmatul Ulya
201210340311188
bekerja terus sepanjang simulasi. Pompa juga dapat diatur sistem kerjanya
berdasarkan elevasi tangki yang disuplai, sehingga pompa secara otomatis tidak
berkerja pada saat tangki telah penuh dan bekerja kembali saat tangki hampir
kosong.

Fasilitas default diberikan untuk memudahkan pengguna dalam input data. Data
default akan digunakan untuk setiap pipa, pompa, node yang ditentukan oleh
pengguna.

Fasilitas pustaka untuk kekasaran pipa dan kehilangan tinggi tenaga sekunder.
Fasilitas ini mempermudah pengguna untuk menentukan atau memperkirakan
nilai diameter kekasaran pipa serta kehilangan tinggi tenaga sekunder di setiap
belokan, sambungan dan lain-lain.

Fasilitas katup PRV (Pressure Reducing Valve), FCV (Flow Control Valve), PBV
(Pressure Breaking Valve) dan TCV (Throttling Control Valve) yang sangat
diperlukan oleh jaringan pipa.

Fasilitas tipe aliran BERUBAH yang sangat berguna untuk simulasi perubahan
elevasi di dalam tangki akibat fluktuasi pemakaian air oleh masyarakat yang
dipengaruhi oleh jumlah pemakaian air berdasarkan jam jaman. Pada akhirnya
fasilitas ini dapat digunakan untuk menghitung volume tangki yang optimal
serta menguji kinerja jaringan untuk debit yang fluktuatif. Pengguna dapat
memeriksa tinggi tekanan dan debit di setiap node, serta debit dan kecepatan
aliran di setiap pipa, untuk mengoptimalkan jaringan. Fasilitas tipe aliran
BERUBAH menghitung distribusi aliran dan tekanan di seluruh jaring pipa
setiap time step (interval waktu) 60 menit, 30 menit, 15 menit dan 6 menit.

Fluktuasi kebutuhan air di setiap node dapat ditentukan oleh pengguna. Fasilitas
ini membuat simulasi jaringan distribusi menjadi lebih realistis karena
kebutuhan setiap node dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan sebenarnya pada
lokasi perencanan, misalnya kebutuhan air untuk perumahan, pabrik, rumah
sakit, sekolah, hydran kebakaran dan lain lain yang berbeda setiap jamnya.
Kebutuhan di setiap node tidak hanya terbatas pada satu tipe kebutuhan sesuai
dengan kondisi yang mungkin terjadi di lapangan. Waternet menyediakan tipe
campuran dengan berbagai kebutuhan untuk tiap tipe.

Fasilitas editing dalam bentuk grafik interaktif sangat memudahkan pengguna


dalam merencanakan jaringan pipa. Fasilitas ini meliputi menggambar dan
2

Himmatul Ulya
201210340311188
menentukan pipa baik arah maupun hubungan (sambungan) antara pipa satu
dengan pipa lainnya dalam jaringan, menentukan letak pompa, reservoir, tangki
dan katup. Menghapus pipa, reservoir, tangki, pompa dan katup yang tak
dikehendaki. Fasilitas notasi node dan pipa yang memudahkan pengguna
mengingat lokasi yang dimaksud dan secara sepintas melihat data jaringan
maupun hasil hitungan. Editing dapat juga dilakukan dengan berfokus pada tabel
misalnya tabel data node atau pipa. Pada saat yang sama lokasi yang diedit pada
tabel ditunjukkan pada gambar jaringan pipa. Dengan demikian pengguna dapat
mengenali pipa atau node yang sedang diedit dan bukan sekedar berhadapan
dengan angka-angka seperti nomer node dan pipa.

Hasil hitungan secara keseluruhan dapat ditampilkan dengan fasilitas lain baik
dalam bentuk grafik maupun tabel.WaterNet menyediakan fasilitas untuk
menampilkan grafik tekanan, kebutuhan maupun perubahan elevasi atau
kedalaman dalam tangki serta fasilitas untuk menampilkan hasil dalam tabel
berformat text. Hasil tampilan tersebut akan dengan mudah dianalisis, dan jika
hasil menunjukkan bahwa jaringan belum memuaskan, jaringan dapat dengan
mudah diedit kembali.

Fasilitas mengubah posisi node dan pipa yang tidak diinginkan dapat dilakukan
dengan sangat mudah mengikuti gambar peta yang ada. Dalam hal ini, jika
penggambaran pipa dipilih dengan tipe skalatis (pilihan diberikan oleh
WaterNet), maka perpindahan node juga merupakan perubahan panjang pipa
yang berhubungan dengan node tersebut.

Fasilitas penggambaran secara skalatis juga merekam panjang pipa baik pipa
lurus maupun belok, berdasarkan koordinat x,yz. Maksudnya panjang pipa
dihitung berdasarkan lokasi x,y serta ketinggian atau elevasi kedua ujung pipa.

Fasilitas Link Importance sangat dibutuhkan untuk melihat tingkat layanan tiap
pipa terhadap keseluruhan jaringan sehingga jumlah pipa dalam suatu jaringan
distribusi dapat dihemat (dikurangi), atau sebaliknya, jika Link Importance dari
sebuah pipa terlalu tinggi maka perlu dipikirkan kemungkinan pipa parallel.

Kontur dapat dibuat berdasarkan peta kontur topografi yang dapat


mempermudah input elevasi node mengikuti kontur yang dibuat.

Himmatul Ulya
201210340311188

Masih banyak fasilitas lain yang tersedia yang dirasakan sangat membantu
dalam usaha menghitung dan merencanakan jaringan distribusi air atau fluida
dalam pipa.

Himmatul Ulya
201210340311188
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Aliran air dalam pipa


Di dalam pipa air mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Kalimat ini
dapat diartikan sebagai selama air mengalir, tinggi tekanannya berkurang. Atau
dengan kata lain energinya berkurang. Berkurangnya energi atau tinggi tekanan
merupakan fungsi debit, panjang pipa, diameter pipa dan koefisien gesek pipa.
2.2 Kehilangan energi utama (Major)

Secara matematis dapat ditulis sebagai (lihat persamaan 2.2.1 ):

(3.1)

GAMBAR 2.2.1
dengan :
hf : kehilangan energi atau tekanan (major atau utama) (m)
Q : debit pipa (m3/detik)
f

: koefisien gesek

L : panjang pipa (m)


D : diameter pipa (m)
5

Himmatul Ulya
201210340311188
g

: percepatan gravitasi bumi (m/detik2)

Perhatikan kehilangan tenaga pada Gambar 2.2.2 yang ditunjukkan oleh posisi
titik titik yang membentuk garis yang disebut EGL (Energy Grid Line). Energi awal
adalah setinggi muka air, kemudian turun sepanjang aliran dan akhirnya minimum
di ujung pipa. Tinggi tekanan energi diukur dari suatu datum tertentu. Datum adalah
garis atau bidang horisontal (datar) yang dapat dipilih sesuka kita. Selain garis
energi, terdapat pula garis HGL (Hydraulic Grid Line) yang merupakan garis yang
menunjukkan tekanan air di setiap titik yang ditinjau. Perbedaaan tinggi antara EGL
dan HGL adalah V2/2g.
Selain kehilangan energi akibat gesekan dengan pipa terjadi pula kehilangan
energi akibat sambungan pipa dengan tangki dan pada saat air keluar dari pipa. Pada
saat air mulai masuk pipa EGL turun tajam walaupun dalam kuantitas yang tidak
begitu besar. Kehilangan energi ini disebut kehilangan energi minor dan akan
dibahas lebih lanjut paada bab lain.
Koefisien gesek sebenarnya merupakan fungsi dari kekasaran relatip pipa dan
angka Reynold. Namun demikian dalam perancangan untuk kasus turbulen
sempurna, koefisien gesek ini hanya dianggap tergantung pada kekasaran pipa
saja.Tentu, dengan bertambahnya usia, pipa menjadi rusak sehingga kekasarannya
bertambah. Dalam hal ini perubahan kekasaran pipa perlu diakomodasi.
6

Himmatul Ulya
201210340311188
Kekasaran beberapa pipa pipa baru diberikan pada Tabel 2.2.1 Selanjutnya harga f
(koefisien kekasaran) dapat dilihat pada Gambar 2.2.3
Tabel 2.2.1. Diameter kekasaran beberapa bahan (material) pipa baru

Material

Kekasara
n (e)
dalam
mm

Asbestos Cement (Asbes semen)

0.0015

Brass (tembaga)

0.0015

Brick (batu bata)

0.6

Cast Iron, New (Besi tuang, baru)

0.26

Concrete
Steel forms (Dicetak dengan baja)
Wooden forms (Dicetak dengan
Kayu)
Centrifugally spun
Copper
Corrugated metal
Galvanized iron
Glass
Lead

0.18
0.6
0.36
0.0015
45
0.15
0.0015
0.0015
0.0015

Himmatul Ulya
201210340311188
Plastic
Steel

0.0048

Coal-tar enamel

0.045

New unlined

0.9

Riveted

0.18

Wood stave

Harga kekasaran material pipa pada tabel 2.2.1 masih tergantung pada banyak
hal seperti pabrik pembuatnya, pengaruh kemampuan manusia. Pada usia pipa yang
lebih tua (setelah pipa dipakai) keksaran akan naik.Ada baiknya, untuk proyek
proyek yang cukup besar jika kekasaran pipa yang akan digunakan diuji dulu di
laboratorium. Dengan demikian perencanaan jaringan pipa dapat lebih mendekati
kenyataan.
2.3 KEHILANGAN ENERGI KARENA SAMBUNGAN FITTING
Selain kehilangan energi karena gesekan dengan dinding pipa, selama
pengalirannya, dimungkinkan kehilangan energi karena air harus membelok
sehingga terjadi turbulensi. Demikian pula jika terjadi penyempitan dan pembesaran
secara tiba tiba. Kehilangan energi juga akan terjadi jika air harus melalui katup.
Seperti diketahui, katup mengganggu aliran sehingga dapat mengurangi atau bahkan
menghentikan aliran sama sekali.
Kehilangan energi di tempat tempat tersebut disebut sebagai kehilangan energi
minor. Walaupun disebut minor, kehilangan di tempat tempat tersebut mungkin saja
jauh lebih besar dibandingkan dengan kehilangan energi akibat gesekan dengan
pipa. Dengan demikian kehilangan energi tersebut harus diperhatikan dalam
perhitungan. Pada kondisi lain, saat pipa sangat panjang, kehilangan minor atau
sekunder mungkin menjadi tidak signifikan terhadap kehilangan energi utama.
Kehilangan energi minor dalam bahasa matematika ditulis sebagai:

Himmatul Ulya
201210340311188

dengan :
k

: koefisien kehilangan energi minor

: kecepatan aliran
Koefisien k bervariasi tergantung pada bentuk fisik belokan, penyempitan, katup

dan sebagainya. Harga k ini (selain katup) biasanya berkisar antara 0 s/d 1. Berikut
diberikan koefisien k untuk berbagai macam fitting pada Tabel 3.2 menurut
(Haestad, 1998). Tentu saja angka yang ditunjukkan masih berupa pendekatan,
karena harga k yang sebenarnya merupakan fungsi dari bahan, kehalusan
pembuatan fitting, umur fitting dan faktor manusia.
Tabel. 2.3.1 Koefisien Kehilangan Energi Minor pada fitting
Fitting

belokan halus 90o

awal
masuk

Fitting

ke

0.03

pipa

0.05

bell

0.12

radius belokan/D =

0.16 0.18

0.19 0.25

radius belokan/D =

0.35 0.40

melengkun

0.25

0.50

radius belokan /D

membelok

0.80

=1

tajam

0.05

projecting

belokan tiba tiba

0.10

0.18

(mitered)

0.20

Kontraksi

0.37

0.35

tiba tiba

0.49

0.80

D2/D1=0.8

D2/D1=0.5

D2/D1=0.2

0.05

0.07
Kontraksi

0.08

0.30 0.40
0.75 1.80

Te (Tee)

Himmatul Ulya
201210340311188
konis

Aliran searah (line

D2/D1=0
.8

0.16
D2/D1=0

.5
D2/D1=0

Aliran bercabang

0.75

Persilangan
aliran searah (line

.2
0.03
Ekspansi

0.08

tiba-tiba

0.13

.8

0.50

0.57
0.92

D2/D1=0

flow)

flow)

0.30

Aliran Bercabang

0.50

45o Wye
Aliran searah (line

D2/D1=0
.5

flow)
Aliran bercabang

D2/D1=0
.2
Ekspansi
konis
D2/D1=0
.8
D2/D1=0
.5
D2/D1=0
.2

Dari tabel 2.2.2. tampak bahwa harga k fitting sangat variatip, tergantung pada
berbagai faktor. Selain itu pengaruh peBantuan manusia (man work) kadang sangat
berpengaruh terhadap kehilangan tenaga pada fitting, terutama untuk berbagai
macam sambungan. Pipa telah direncanakan dan diproduksi oleh pabrik dengan
memperhitungkan kehilangan energi yang sekecil kecilnya. Misalnya penyambung
pipa dibuat dengan ukuran diameter yang tepat dapat mengakomodasi diameter luar

10

Himmatul Ulya
201210340311188
pipa yang akan disambung dan panjang pipa yang masuk ke dalam sambungan
tertentu. Jika peBantu tidak memasukkan pipa yang akan disambung secara
sempurna sesuai dengan yang dimaksud oleh pabrik pipa, maka akan terjadi
ekspansi tiba-tiba pada sambungan tersebut beberapa kali sehingga menambah
kehilangan energi.
Sulit kiranya untuk menguji harga k untuk setiap bentuk belokan dan katup yang
akan dipakai dalam jaringan penyedia air. Biasanya jenis jenis belokan yang
digunakan sudah baku, sehingga pengujian koefisien tidak terlalu banyak.
Katup agak lain dengan belokan dan penyempitan (perubahan diametr pipa).
Katup dapat diatur menutup dan membuka, yang berarti mengubah diameter pipa
secara variatip. Dengan demikian kehilangan energi yang disebabkan oleh katup
sangat variatip, atau k katup sangat bervariasi tergantung pada posisi katup. Pada
Hakekatnya harga k katub dapat berkisar antara 0 hingga tak terhingga. Kejadian
Fisik pada fitting ditunjukkan pada gambar 2.3.1

11

Himmatul Ulya
201210340311188
2.4 JARINGAN PIPA
Sebelumnya telah dibahas secara sederhana, kehilangan energi akibat gesekan
dengan pipa dan kehilangan energi akibat sambungan dan fitting. Aliran pada
jaringan pipa lebih rumit dari sekedar menyelesaikan satu persamaan seperti yang
telah dibahas pada bab sebelumnya
Pada jaringan pipa, ada dua persamaan yang diharus dipenuhi yaitu
a.

persamaan kontinuitas massa

b.

persamaan energi

Dua persamaan tersebut berlaku untuk setiap pipa dalam jaringan. Dengan demikian
persamaan untuk semua pipa harus diselesaikan bersama-sama. Hal ini
membutuhkan cara coba-coba.
Penyelesaian aliran pada jaringan pipa misalnya dilakukan dengan metoda
Hardy Cross, yang mencoba arah aliran dan debit aliran pada semua pipa. Jika
ternyata persamaan kontinuitas dan energi belum terpenuhi maka percobaan diulang
dengan menggunakan harga yang baru yang telah dikoreksi. Demikian seterusnya
hingga akhirnya diperoleh hasil yang teliti.

12

Himmatul Ulya
201210340311188
BAB III
PENGENALAN WATERNET
Untuk memulai Program WaterNet, klik Start pada Window (di
bagian pojok kiri bawah), klik Program File, dan temukan program
WaterNet. Program WaterNet digunakan untuk perencanaan dan
optimasi jaringan distribusi fluida dalam pipa
Jika anda suka, anda dapat membuat shortcut untuk kedua
program tadi di desktop anda sehingga mudah diakses.
Setelah anda klik Program WaterNet, anda langsung terhubung
dengan Program WaterNet yang siap membantu anda. Tampilan
pertama yang dimunculkan adalah jendela peretujuan seperti terlihat
pada Gambar 1.1.
Klik tombol setuju, agar anda dapat menggunakan WaterNet. Jika
anda klik tombol tidak setuju, anda keluar dari WaterNet. Jika anda
klik

tombol

setuju berarti

anda

menyetujui

persyaratan yang

ditampilkan pada jendela Selamat Datang tersebut yang pada intinya


menyebutkan bahwa anda bertanggung jawab sepenuhnya pada hasil
rancangan, optimasi, hitungan atau hal lain yang berkaitan dengan
penggunaan program WaterNet.
Gambar 1.1. selalu muncul saat WaterNet dibuka. Selain diingatkan
pada konsekuensi yang harus anda tanggung jika menggunakan
WaterNet, anda juga diingatkan pada tempat anda bertanya atau
berkonsultasi melalui internet.

13

Himmatul Ulya
201210340311188

Layar
Waternet
Layar WaterNet terdiri dari tiga bagian utama yaitu Jendela
Grafik, Tombol (Perintah dan Pilihan) dan Menu Utama. Gambar layar
WaterNet dapat dilihat pada gambar 2.1.
Jendela Grafis
Jendela

Grafis

yaitu

lembar

kerja

pada

WaterNet

yang

merupakan daerah tempat menggambar (grafis) dua dimensi dan


penggambarannya bergantung pada tombol yang terpilih pada
Tombol Pilihan WaterNet.
Tombol
Secara garis besar Tombol terdiri dari dua bagian yaitu Tombol
Perintah dan Tombol Pilihan. Tombol Perintah merupakan tools yang
terletak di bawah Menu Utama arah horisontal, sedang Tombol Pilihan
pada arah vertikal (Gambar 2.2).
Sebelum anda membuka file baru, atau editing file lama, maka
Tombol (tools) tidak akan berfungsi.

14

Himmatul Ulya
201210340311188

Tombol Perintah

15

Himmatul Ulya
201210340311188

16

Himmatul Ulya
201210340311188
Mulai Waternet
Jalankan program waternet anda, buatlah file baru dengan klik
pada kotak Open New File dan isilah default datanya sesuai dengan
keinginan anda, atauseperti gambar 3.1. Ingatlah untuk memilih
Skematik pada default pipa identifikasi pipa, node dan pompa yang
telah anda isikan dapat diubah lagi sesuai dengan keinginan
perencana

setelah

program

waternet

dijalankan

dengan

menggunakan tombol editing.

Klik Ok
Setelah pengisian default selesai klik Ok akan akan muncul
jendela seperti pada gambar 3.2 berikut untuk mengatur ukuran,
orientasi

dan

margin

kertas

yang

akan

digunakan

dalam

penggambaran jaringan anda


17

Himmatul Ulya
201210340311188

18

Himmatul Ulya
201210340311188

19

Himmatul Ulya
201210340311188
Gunakan Tombol Pipa untuk menggambar jaringan pipa.
Sebagai contoh adalah gambar 3.4. Pipa satu dengan pipa lain dapat
disambung dengan mudah dengan memulai gambar pipa baru dari
titik sedekat mungkin dengan node yang akan anda sambung. Jika
jarak awal pipa baru anda cukup dekat, WaterNet akan secara
otomatis menyambung pipa tersebut dengan pipa yang lama.

Setiap pipa yang selesai digambar diberi nomor, demikian juga


node atau ujung ujung pipa tersebut secara otomatis. Pada Gambar
3.4, pipa nomor 1 dibuat yang pertama kali, selanjutnya pipa nomor 2
dan seterusnya. Jaringan pipa sederhana tersebut telah disimpan
dalam database WaterNet. Jaringan pipa ini belum dapat di-run
karena belum ada node yang mempunyai reservoir atau tangki
sehingga belum mempunyai elevasi tekanan air. Oleh karena itu akan
dipasang

reservoir

pada

Node

1.

Reservoir

dipasang

dengan

menggunakan Tombol Reservoir. Gambar jaringan yang terjadi adalah


sebagaimana gambar 3.5. Untuk memudahkan melihat gambar
jaringan pipa pergunakan Menu Utama Zoom atau dengan cara lebih
mudah cukup menekan F2, F3 atau F4

20

Himmatul Ulya
201210340311188
Sekarang reservoir perlu di-edit untuk ditentukan
elevasi muka airnya. Misalnya pada ketinggian 130 m.
Klik Tombol Editing Jaringankemudian klik mouse kiri
pada Node 1. Ganti elevasi 110 m (nilai defaultnya)
dengan 130 m.
Ingat, nodes yang lain mempunyai elevasi 110 m
sesuai dengan default yang telah diisi sebelumnya.
Semua node mempunyai kebutuhan (demand) 1.5
liter/detik dan semua pipa mempunyai panjang 100 m
dengan diameter dan diameter kekasaran sesuai
dengan isian default yang telah dibuat di Pembuatan
File Baru. Anda dapat melihat data tersebut dengan
membuka data node atau pipa dengan Tombol Editing
Jaringan. Klik tombol kemudian klik Node 3 di Jendela
Grafik, hasilnya adalah gambar 3.7.
Terlihat pada jendela node tersebut nomor node
yang sedang di-edit atau ditampilkan pada pojok kiri
atas yaitu node nomor 3. Elevasi node ditampilkan
sebesar 110 m, kebutuhan dasar pada node 1.5
liter/detik. Data lain yang ditampilkan adalah jumlah
pipa yang terkoneksi pada Node 3, serta nomor pipa
masing masing dan node pada pipa tersebut yang
terhubung dengan Node 3. Jendela untuk kehilangan
energi masih kosong atau Not Available (N/A). Jendela
ini baru terisi jika telah dilakukan running.
Demikian pula jika anda klik Pipa 6 akan anda
dapatkan Gambar 3.8. Nomor pipa ditampilkan di
sebelah kiri atas Jendela Edit Pipa. Selain data
diameter, panjang pipa serta diameter kekasaran pipa,
ditampilkan juga status pipa yaitu BUKA. Debit di pipa
belum ada karena belum dilakukan running. Jika nilai
debit positip berarti arah aliran searah dengan arah
pipa sedang negatip menunjukkan arah aliran yang
berkebalikan dengan arah pipa. Arah Pipa 6 yaitu dari
Node 6 ke Node 7

21

Himmatul Ulya
201210340311188
Running Program
Sekarang jaringan sederhana telah siap untuk di-Run. Yang
diperlukan tinggal klik Tombol GO, yaitu perintah untuk running.
Pada saat di-klik GO pada tombol

Menu Utama, maka akan

mendapatkan tampilan yang menunjukkan variabel penting yang


digunakan dalam running. Variabel tersebut meliputi panjang
maksimum dan minimum pipa, diamter kekasaran pipa, viskositas
cairan yang dialirkan, elevasi maksimum dan minimum, jumlah
pompa dan lain lainnya. Tampilan variabel tersebut diharapkan dapat
mengingatkan apakah sudah sesuai dengan yang dimasukkan. Hal
tersebut diperlukan karena kadang-kadang kesalahan terjadi pada
saat seseorang memasukkan bilangan sebagai harga variabel

Pada laporan tersebut tertulis OK dengan lampu hijau di


sampingnya. Pada 3 kotak peringatan tampak bahwa semua node
mempunyai tekanan di atas nol ; semua node terhubung dalam
jaringan dan pompa tak ada. Selain itu terdapat komentar pada pipa
11 yang mengalami aliran laminar. Hal ini bisa disebabkan karena
diameter pipa yang besar. Kondisi laminar ini bukanlah permasalahan
yang besar karena air hanya dalam kondisi diam saja di pipa. Yang
harus menjadi perhatian adalah malah tekanan air di node yang jika
tekanannya melebihi kekuatan pipa dapat membuat pipa pecah. Klik

22

Himmatul Ulya
201210340311188
Tutup, dan anda mempunyai jaringan yang telah dilengkapi dengan
arah aliran (Gambar 3.11)

MembuatKontur
Sekarang kita akan membuat kontur tekanan relatip, tekanan
absolut atau elevasi. Kontur tekanan relatip dan tekanan absolut
hanya dapat dibuat jika WaterNet sudah di-running. Kontur elevasi
dapat dibuat jika file kontur sudah pernah dibuat.
Kontur Elevasi
Sekarang kita akan membuat kontur elevasi dengan elevasi 130,
120, 125 dan 110 m, sebagaimana gambar 3.15.

Pertama kita

membuat file kontur menggunakan Tombol Membuat Contur. Klik


tombol ini kemudian akan muncul jendela sebagaimana gambar 2.15.
Pada jendela terdapat kota isian nama file kontur yang dibuat. Jika
kita tidak menggganti nama file kontur maka WaterNet secara
otomatis memberi nama Contur1.Wtn pada direktori c:\Program
Files\WaterNet. Kemudian klik Contur Baru (hapus yang lama). Isi
elevasi dengan 130 kemudian klik Gunakan. Secara otomatis kita
kembali di Jendela Grafik. Klik mouse kiri di beberapa tempat di
Jendela Grafik yang mempunyai elevasi 130. Setelah selesai klik
mouse kanan. Untuk elevasi 120, 125 dan 110 m dikerjakan dengan
cara yang sama.. Setelah itu klik Selesai & Exit. Kemudian kita
lanjutkan dengan meng-klik TombolConturing.

23

Himmatul Ulya
201210340311188

Untuk membuat kontur elevasi solid blok/diarsir. Klik Input


Contur Topografi dan Hitung akan muncul pertanyaan file kontur
yang akan ditampilkan sebagai kontur solid blok/diarsir. Masukan
nama file kontur yang telah dibuat melalui Tombol Membuat Contur
Elevasi yaitu Contur1.WCn. Setelah WaterNet running. Jika garis
kontur yang dibuat dengan Tombol Membuat Contur Elevasi juga
mau ditampilkan klik Tampilkan Titik Contur Asli. Kemudian klik
Pilih Warna Garis Contur pilih warna merah. Ukuran legenda dapat
diperbesar dengan meng-klik anak panah kanan. Pilihan Selang
Warna digunakan untuk mengubah legenda kontur. Sekarang kita
coba ubah legenda kontur dengan meng-klik Ditentukan Pemakai
maka akan muncul pertanyaan maksimum masukan angka 140
(artinya elevasi 140) dan minimum angka 100. Warna kontur pun
dapat diubah dari Jendela Contur. Warna Top diartikan nantinya warna
elevasi maksimum sedang warna 5 untuk elevasi minimum. Setelah
selesai

meng-edit

klik

Hitung

Contur,

kemudian

klik

Exit.

Sekarang di Jendela Grafik belum ada text Legenda Contur. Untuk


itu klik Tombol Text. Letakan cursor pada posisi Text akan ditulis. Ketik
Legenda Contur di situ.Untuk meng-edit huruf pada text dapat
melalui Tombol Font. Sekarang legenda kontur digeser dekat text. Klik
Tombol Geser Grafik letakan gambar tangan ke legenda kemudian
geser. Sekarang kita telah mendapatkan gambar jaringan pipa
dengan konturnya sesuai dengan gambar 3.15.Namun jika kita
memeriksa elevasi tiap node belum sesuai dengan kontur tadi untuk
menyesuaikan klik Tombol Conturing kemudian klik Elevasi node
belum disesuaikan dengan contur >>. Kemudian klik Exit.

24

Himmatul Ulya
201210340311188
Tombol yang penting dari kontur ini selain yang tadi adalah
Tombol Mengedit dan menghapus contur. Sekarang coba klik tombol
ini kemudian letakan gambar tangan yang muncul pada salah satu
node kontur elevasi 120, kemudian geser maka garis kontur elevasi
120 berubah. Sedang untuk menghilangkan node-node kontur yang
ada letakan gambar tangan pada node kontur tadi kemudian klik
mouse kanan. Untuk menyimpan perubahan ini klik Menu Utama File
pilih menu Save & Update Contur.
Untuk menghilangkan kontur elevasi ini klik Tombol Conturing
kemudian klik Tutup Contur. Ingat kontur yang kita buat tadi tidak
disimpan di database WaterNet kecuali file Contur1.WCn tadi. Jadi
untuk memunculkan kontur elevasi dilakukan penghitungan kontur
sebagaimana langkah-langkah tadi di atas.
Kontur Tekanan Relatip dan Tekanan Absolut
Sebelum membuat tekanan relatip dan tekanan absolut kit harus
me-running program WaterNet ( klik Tombol GO ). Sekarang baru klik
Tombol Conturing kemudian lihat Pilihan Contur klik check box
Tekanan Relatip dan Tekanan Absolut. Kemudian klik Hitung
Contur, setelah itu klik Exit. Pada Menu Sekunder akan muncul
Tombol Ganti Contur. Klik tombol ini maka akan terdapat tiga
pilihan kontur untuk menampilkannya Jendela Grafik.
Selain kita dapat melihat besarnya angka elevasi, tekanan relatip
dan tekanan absolut dari kontur tesebut berdasarkan warna yang
ada, kita juga dapat melihat nilai-nlai ini dengan Tombol Gauging.
Coba klik Tombol Gauging kemudian pindahkan cursor ke Jendela
Grafik. Geser cursor ke sembarang tempat maka akan tertampil nilai
dari elevasi atau tekanan relatip atau tekanan absolut di posisi
cursor.

Memasukkan Gambar Peta

25

Himmatul Ulya
201210340311188
Selain membuat kontur elevasi, tekanan relatip dan tekanan
absolut

pada

perencanaaan

jaringan

pipa,

kita

juga

dapat

memasukan peta lokasi. File peta lokasi tersebut harus dalam


ekstensi bmp (*.bmp). Tutup dulu kontur yang ada di jendela Grafik
dengan klik Menu Utama View.

Sekarang

klik Menu Utama Insert

kemudian pilih Bitmap (Peta). Akan muncul jendela pertanyaan file


bmp (*.bmp) yang mau dimasukan. WaterNet telah menyediakan
salah satu contoh file bmp (*.bmp). Untuk sementara pilihlah file
tersebut. Maka pada Jendela Grafik akan tertampil peta bersama
gambar jaringan pipa. Ukuran gambar peta dapat diperbaiki dengan
mengklik peta tersebut.
Output
Perhatikan bahwa pada Pipa 11 tidak terdapat arah aliran. Hal ini
karena pada pipa tersebut debit yang dialirkan nol (Q = 0). Ini berarti
Pipa 11 dalam jaringan pipa tidak ada gunanya. Pipa 11 dapat kita
hilangkan atau tutup. Untuk menghilangkan kita klik Tombol Pipa
kemudian kita klik mouse kanan pada Pipa 11, secara otomatis pipa
terhapus.Untuk mengembalikan Pipa 11 klik Tombol Undo. Untuk
menutup Pipa 11 kita klik Tombol Editing Jaringan kemudian klik
mouse kanan pada Pipa 11 maka akan muncul Jendela Edit Pipa 11.
Pada jendela status klik checkbox TUTUP, klik Simpan kemudian
Exit. Kita akan melihat garis Pipa 11 tidak seterang pipa lain. Jika
kita running sekali lagi dalam kondisi Pipa 11 tidak ada / di-nonaktifkan maka pada Jendela Laporan Singkat Hasil Running tidak ada lagi
aliran laminer pada pipa.
Seringkali kita perlu mengetahui hasil running misalnya nodes
yang nilai tekanan relatipnya di atas 100 m (dianggap jenis pipa yang
digunakan akan pecah jika tekanan relatip air yang mengalir di dalam
pipa di atas 100 m). Kita dapat mengetahui dengan cepat melalui
menu Node di Menu Utama Monitoring.

26

Himmatul Ulya
201210340311188
Selain itu kita mempunyai Tombol Gauging, dengan tombol ini
memudahkan kita melihat nilai-nilai yang ada di jaringan. Klik
Tombol Gauging kemudian pilih Relative Pressure Head kemudian
arahkan kursor ke Node 16 maka akan tertampil Erel = 16.
Hasil dari running ini dan gambar jaringan pipa di Jendela grafik
dapat juga dicetak ke printer dengan memilih menu Print di Menu
Utama File. Hasil cetakan dapat dipilih berdasarkan fasilitas yang
disediakan Waternet pada gambar 3.16.

Selain itu kita dapat membuat dalam bentuk file text (*.txt), file
plot (*.plt) atau file bitmap (*.bmp). Kita pilih menu Out put ke file di
Menu Utama File, akan muncul ketiga pilihan tadi, sebagaimana
gambar 3.17. Jika kita sudah memilih dan menyimpan nama file
tersebut, maka untuk file text kita dapat buka di WaterNet melalui
Tombol Buka File Text. Dari file tersebut data Tangki dan Pompa tidak
ada karena tidak terpasang di jaringan pipa yang kita buat. Pipa 11
ada tetapi nilai debit, head loss dan gradien hidrolik tidak ada ini
berarti Pipa 11 dianggap tidak ada dalam jaringan pipa.

27

Himmatul Ulya
201210340311188

File Plot atau Plot File dengan akhiran PLT merupakan file khusus
gambar jaringan anda dalam bentuk vektor. Oleh karenanya file PLT
(yang menggunakan Hewlett Packard Graphic Language dapat anda
akses dari program lain yang mengenalinya seperti misalnya Corel
Draw. Corel Draw dapat mengubah file tersebut ke file lain sehingga
dapat dibaca misalnya oleh AutoCad.
File BMP merupakan jenis bitmap. File ini sudah tak dapat diedit
secara vektor tetapi harus dengan editor file Bitmap seperti Photo
Paint,

PhotoShop

dan

program

lainnya.

Anda

masih

dapat

menambahkan keterangan pada gambar gambar tersebut. File BMP


ber resolusi tidak terlalu tinggi tetapi dapat diperbaiki melalui
PhotoPaint. Jika anda ingin file bitmap yang lebih jelas anda perlu
zoom daerah yang ingin anda salin dalam bentuk bitmap. Seluruh file
dapat anda pindah ke bitmap bagian demi bagian sehingga
semuanya jelas. Setelah itu anda dapat menggabungkankannya
kembali sehingga menjadi satu jaringan penuh melalui program
seperti CorelDraw atau yang lainnya.

Membuat Report Atau Laporan


WaterNet dilengkapi dengan sarana membuat laporan yang
terpisah dari Program WaterNet. File program Report tersedia
bersama sama (dalam satu direktori) dengan WaterNet. Klik program
tersebut dan anda siap membuat laporan. Program report akan
membaca file terakhir yang dihasilkan oleh WaterNet. Report masih
tetap dapat mengakses file tersebut walaupun WaterNet ditutup.
Setelah anda buka anda akan dihadapkan pada jendela pilihan
bagian apa yang akan dibuat laporannya. Klik misalnya Node dan
28

Himmatul Ulya
201210340311188
anda akan memperoleh laporan tentang Node tersebut. Laporan
tersebut dapat anda export ke file HTML atau Text. File juga dapat di
cetak ke printer dengan jumlah halaman yang akan dicetak sesuai
dengan keinginan anda. Pada bagian bawah setiap halaman report
akan dicetak Nama Proyek, Perencana, dan tanggal dicetak. Nama
Proyek dan Perencana dapat anda ganti melalui tombol data default.
Perubahan tanggal dapat dilakukan dengan mengubah setting
window anda. Anda dapat berganti dari laporan Node ke Pipa, Pompa
serta Tangki dan mencetak semuanya.

Fasilitas Tangki, Variasi Kebutuhandan Aliran Berubah


Sekarang ini kita akan lebih meng-aktualkan kondisi jaringan
pipa kita ini.Sebelumnyabagi yang memakai versi Student, Pompa
yang digunakan Constant Power. Untuk menyamakan kondisi maka
untuk sementara pompa yang akan kita pakai adalah pompa
Constant Power dengan daya 2 kW dan efisiensi 60 %.
Kebutuhan akan air selama satu hari biasanya tidak konstan
setiap jamnya. WaterNet
dapatmensimulasikan variasi kebutuhan (demand) tersebut sesuai
dengan kenyataan misalnya untuk perumahan, pabrik, kampus dan
sebagainya yang mungkin berubah tiap jamnya. Oleh karenanya akan
lebih optimum jaringan pipa jika dipasangkan tangki. Tangki ini

29

Himmatul Ulya
201210340311188
berfungsi untuk menampung air selama pompa hidup. Selama pompa
mati (istirahat) air disuplai oleh tangki.
Kita adakan perubahan sedikit pada Node 7 dimana lokasinya
merupakan daerah pemukimandan pabrik.

Demand-nya 1,2 lt/s

untuk perumahan dan 5 lt/s untuk pabrik. Klik Tombol Editing


Jaringan, klik kursor pada Node 7 dengan mouse kiri. Klik tombol >
pada Kebutuhan Rerata. Pada Kebutuhan 2 isikan 5. Kemudian Klik
Apply dan klik OK & Exit. Demand Node 6, 17, 10, 12, 14, dan 16
tetap dan merupakan lokasi perumahan. Kita anggap fluktuasi
kebutuhan di tiap Node yang merupakan lokasi perumahan sama
dengan Node 7 (gambar 4.13).
Sekarang tambahkan instalasi tangki pada Node 22. Gunakan
Tombol Tangki. Lakukan perubahan jaringan pipa sebagaimana
gambar 4.9, dimana tangki diletakan pada 5 m di atas elevasi tanah.
Pipa 18 dan Pipa 19 panjangnya 5 m serta Pipa 20 dan Pipa 21
panjangnya

m.

Edit

tangki

menggunakan

Tombol

Editing

Jaringan. Elevasi muka air maksimum 20 m, elevasi muka air


minimum 16 m, elevasi dasar 15 m, elevasi saat awal running 17 m
dan luas tampang tangki 16 m 2. Elevasi minimum diambil 1 m di atas
elevasi dasar oleh karena 1 m kita gunakan untuk pengendapan.

Sekarang

saatnya

membuat

simulasi

lebih

realistis

yaitu

mengubah kebutuhan pada node 7, 6 , 17 , 10 , 12 , 14 , dan 16


yang merupakan fungsi waktu. Variasi kebutuhan ini dapat di-edit
30

Himmatul Ulya
201210340311188
melalui Jendela Edit Node. Klik Tombol Editing Jaringan, klik Node
7 dengan mouse kiri, maka muncul Jendela Edit Node 7. Klik tombol di
bagian ujung kanan text Jenis Kebutuhan akan didapatkan tampilan
sebagaimana Gambar 4.11. Pada gambar tersebut tampak bahwa
koefisien demand tiap jam masih seragam sama dengan 1. Ini berarti
kebutuhan setiap jamnya pada Node 7 selalu tetap. Angka koefisien
demand ini dikalikan dengan kebutuhan dasar (demand) yang telah
yang diisikan pada Node 7 .

31

Himmatul Ulya
201210340311188
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Analisis Kebutuhan Air Bersih Pada Masing-Masing Simpul
Contoh perhitungan diambil pada node 4
Pelayanan (80%)

Jiwa
x 80
= Jumla h Jiwa
64
x 80 =3.25
1576

Sambungan : Rumah Tangga =


Konsumsi

Jiwa 64
= =13unit
5 jiwa 5

: Untuk konsumsi, menurut data kebutuhan air di kota Malang = 120


lt/org/hri, sehingga;
1. Domestik
2. Non-Domestik
3. Total

= Kebutuhan air x jiwa


= 120 lt/org/hri x 64 org = 7680 lt/hri
= 15% x Domestik = 0,15 x 7680 = 1152 lt/hri
= Domestik + Non-Domestik
=7680 lt/hri + 1152 lt/hri

4. Kehilangan
5. QRata-rata
6. Qharianmaks
7. Qjampuncak

= 8832 lt/hri = 0.102 lt/dt


= 30% x Total = 0.3 x 0.102 lt/dt = 0.031 lt/dt
= Total + Kehilangan = 0.102 lt/dt + 0.031 lt/dt
= 0.133 lt/dt
= 1,15 x Qrata-rata = 1.15 x 0.133 lt/dt = 0.15 lt/dt
= 1,50 x Qrata-rata = 1.50 x 0.133 lt/dt = 0.20 lt/dt

Selanjutnya ditabelkan seperti di bawah ini :

32

Himmatul Ulya
201210340311188
Tabel Perhitungan Kebutuhan Air Bersih

Pelayanan

Sambungan

Kehilan

Konsumsi

gan Air

No
Nod

Blok

100
%

1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

2
resevoir
pompa
tanki
H
O
A,B
C
N
M
L
D
K,J
E
I
G,MUS
HOLLA

80%

Jiwa
(80%)

Domesti

Jiwa

Rumah

Kran

(100%

Tangg

Umu

(Unit)

(Unit)

(lt/hr)

(lt/hr)

(lt/hr)

(lt/hr)

(lt/dtk)

(lt/dtk)

Kran

Umum

(Rumah
Tangga)

Q
RataRata

Q
Harian
Maksi
mum

Q Jam
Punca
k

Non
Domest

Total

ik
(lt/dtk

(lt/dtk)

(lt/dtk)

16

17

10

11

12

13

14

)
15

4.06
4.06
3.81
3.30
3.81
4.31
4.57
3.81
8.88
4.06
6.09

3.25
3.25
3.05
2.64
3.05
3.45
3.65
3.05
7.11
3.25
4.87

64
64
60
52
60
68
72
60
140
64
96

80
80
75
65
75
85
90
75
175
80
120

13
13
12
10
12
14
14
12
28
13
19

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

7680
7680
7200
6240
7200
8160
8640
7200
16800
7680
11520

1152
1152
1080
936
1080
1224
1296
1080
2520
1152
1728

8832
8832
8280
7176
8280
9384
9936
8280
19320
8832
13248

0.102
0.102
0.096
0.083
0.096
0.109
0.115
0.096
0.224
0.102
0.153

0.031
0.031
0.029
0.025
0.029
0.033
0.035
0.029
0.067
0.031
0.046

0.133
0.133
0.125
0.108
0.125
0.141
0.150
0.125
0.291
0.133
0.199

0.15
0.15
0.14
0.12
0.14
0.16
0.17
0.14
0.33
0.15
0.23

0.20
0.20
0.19
0.16
0.19
0.21
0.22
0.19
0.44
0.20
0.30

6.35

5.08

100

125

20

12000

1800

13800

0.160

0.048

0.208

0.24

0.31

33

Himmatul Ulya
201210340311188
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

F
Q
P
S
R
V
T
U
X
W

5.08
4.31
4.57
3.55
3.81
4.82
4.06
5.58
3.05
4.06

JUMLAH

100

4.06
3.45
3.65
2.84
3.05
3.86
3.25
4.47
2.44
3.25
80.0
0

80
68
72
56
60
76
64
88
48
64

100
85
90
70
75
95
80
110
60
80

16
14
14
11
12
15
13
18
10
13

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

9600
8160
8640
6720
7200
9120
7680
10560
5760
7680

1440
1224
1296
1008
1080
1368
1152
1584
864
1152

1576

1970

315

0.0

0.0

189120

28368

11040
9384
9936
7728
8280
10488
8832
12144
6624
8832
21748
8

0.128
0.109
0.115
0.089
0.096
0.121
0.102
0.141
0.077
0.102

0.038
0.033
0.035
0.027
0.029
0.036
0.031
0.042
0.023
0.031

0.166
0.141
0.150
0.116
0.125
0.158
0.133
0.183
0.100
0.133

0.19
0.16
0.17
0.13
0.14
0.18
0.15
0.21
0.11
0.15

0.25
0.21
0.22
0.17
0.19
0.24
0.20
0.27
0.15
0.20

2.5

0.8

3.3

3.8

4.9

Keterangan :
Kolom 1

Nomer node mengikuti pada skema yang direncakan pada layout

Kolom 2
Kolom 3
Kolom 4
Kolom 5
Kolom 6
Kolom 7
Kolom 8

Blok rumah yang akan dialirkan air


Persentase pelayanan kebutuhan air (100%)
Persentase pelayanan kebutuhan air (80%)
80% dari jumlah jiwa yang akan membutuhkan air
Jumlah jiwa dari setiap blok
Jumlah sambungan yang masuk kesetiap blok/rumah
Sambungan pada kran umum

Kolom 9

Konsumsi pada kran umum

Kolom 10
Kolom 11
Kolom 12
Kolom 13

Konsumsi domestik atau rumah tangga, dimana jiwa x kebutuhan air


Konsumsi Non-domestik didapat dari 15% hasil domestik
Total kosumsi didapat dari pejumlahan domestik dengan non-domestik dalam satuan liter/hari
Total kosumsi didapat dari domestik dengan non-domestik dalam satuan liter/detik

34

Himmatul Ulya
201210340311188
Kolom 14
Kolom 15
Kolom 16
Kolom 17

Kehilangan air yang dihasilkan "Total x 30%". Dimana persentase kehilangan air ini berkisar antara 20-30%
Kebutuhan air rata-rata yang masuk setiap detiknya pada setiap node
Kebutuhan air maksimum didapat dari 1.15 dari kebutuhan air rata-rata
Kebutuhan air pada jam puncak didapat dari "1.50 x kebutuhan air rata-rata"

35

Himmatul Ulya
201210340311188
4.2 Perhitungan Panjang Pipa dan Elevasi Node
Tabel Perhitungan Panjang Pipa
no

Node

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

1 ke 2
2 ke 3
3 ke 4
4 ke 5
5 ke 6
6 ke 7
5 ke 8
5 ke 9
9 ke 10
9 ke 11
11 ke 12
11 ke 13
13 ke 14
13 ke 15
15 ke 16
5 ke 17
17 ke 18
17 ke 19
19 ke 20
20 ke 21
21 ke 22
22 ke 23
21 ke 24
24 ke 25

Skala
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300
1: 4300

Panjang Pipa
(Cm)
Skala (m)
0.3
12.9
2
86.0
2.5
107.5
6.1
262.3
3.1
133.3
3
129.0
6.8
292.4
2.1
90.3
7.7
331.1
2.1
90.3
8.3
356.9
2.2
94.6
6.4
275.2
2.6
111.8
3.2
137.6
2
86.0
6.4
275.2
4.1
176.3
5.6
240.8
2.1
90.3
2.5
107.5
2.2
94.6
3.5
150.5
4.8
206.4

Contoh perhitungan diambil pada pipa 4


Pembacaan gambar
Skala gambar

= 6.1 cm

= 1 : 4300 = 1 cm : 4300 cm = 1 cm : 43 m

36

Himmatul Ulya
201210340311188
Panjang pipa

= Pembacaan gambar x Skala gambar


= 6.1 x 43 = 262.3 meter
Tabel Perhitungan Elevasi Di Setiap Titik Node

Node

Elevasi
(m)

[1]
Reservoir
1
Pompa
2
tanki
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

[2]

Contoh perhitungan diambil pada node 4

380.47

377
x

380.35
379.81
379.49
379.97
380.48
380.67
378.37
379.52
377.21
379.08
376.18
377.97
375.05
376.39
376.43
380.38
379.23
380.38
380.38
380.95
380.64
379.55
380.75
379.95

381

3.
5

9.3

381 x 381 377

0 3 .5
0 9 .3

9.3 x 3543.3 14

3543.3 14
9.3

379.81meter
4.3 Hasil Perhitungan Flow Type Steady
Jenis pipa yang digunakan adalah PVC standar SNI
dengan diameter pipa 4 inc atau 102 mm dan pipa 3 inc

atau 76 mm.

37

Himmatul Ulya
201210340311188

Gambar 4.3.1 Jaringan Pipa tanpa Pompa dan Tangki Air

Gambar 4.3.2 Run Report


Setelah semua data pipa node dimasukkan kemudian di run report hasil
menunjukan stop atau aborted. Hal ini berarti air belum bisa mengalir sampai titik
node terakhir. Pada node 5 relatif head -2.5, node 6 relatif head-3, node 7 relatif
head-3.2,node 8 relatif head -.9, node 9 relatif head 2.3, node 11 relatif head -1.9,
node 13 relatif head -.9, node 17 relatif head -3.1, node 18 relatif head -1.9, node
19 relatif head -3.2, node 20 relatif head -3.4, node 21 relatif head -4.1, node 22
relatif head -3.8, node 23 relatif head -2.7, node 24 relatif head -3.9, node 23 relatif
38

Himmatul Ulya
201210340311188
head -3.1. Dapat dilihat bahwa gaya gravitasi belum mampu mengalirkan air. Maka
jaringan pipa akan dicoba menggunakan satu pompa dan tangki air.

Gambar 4.3.3 Jaringan Pipa dengan Pompa dan Tangki Air

39

Himmatul Ulya
201210340311188

Gambar 4.3.4 Input data Pompa Program Waternet

Gambar 4.3.5 Input data Tanki Air Program Waternet


Gambar 4.3.6 Run Report

40

Himmatul Ulya
201210340311188

Setelah
di run report hasil menunjukkan OK. Hal ini berarti air sudah bisa mengalir sampai
titik node pipa terakhir. Efisiensi pompa ditetapkan sebesar 70 %.

Gambar 4.3.7 Kontur Elevasi Node

41

Himmatul Ulya
201210340311188

Gambar 4.3.8 Kontur Energi Relatif

Gambar 4.3.9 Kontur Energi Absolut

42

Himmatul Ulya
201210340311188

Gambar 4.3.10 Grafik Ketinggian Energi Relatif selama Simulasi

Gambar 4.3.11 Grafik Perhitungan Debit selama Simulasi

43

Himmatul Ulya
201210340311188

Gambar 4.3.12 Grafik Kehilangan Energi

Gambar 4.3.13 Grafik Debit Rencana

44

Himmatul Ulya
201210340311188

45

Himmatul Ulya
201210340311188
REFERENSI PIPA DAN POMPA AIR
Pipa UPVC SNI
Pipa SNI adalah pipa u PVC yang dipergunakan pada sistem/jaringan
perpipaan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 06 - 0084 - 2002), dirancang untuk
mengalirkan air bersih ke masyarakat luas serta berbagai jenis proyek, antara lain:
PDAM, Proyek PU, Real Estate, Industri, Perkebunan, Pertanian, dan lainnya. Pipa SNI
memiliki dua jenis, yaitu: Sistem Sambungan Rubber Ring dan Sistem Sambungan
Solvent Cement (lem).

Sistem Sambungan Rubber Ring adalah sistem penyambungan yang menyatu


antara pipa dan fitting dengan menggunakan semacam ring karet di dalamnya.
Sistem ini membuat pipa anti bocor dan lebih fleksibel. Tersedia pipa
berdiameter 63 - 400 mm.

Sistem Sambungan Solvent Cement (lem) adalah sistem penyambungan yang


menyatukan pipa dan fitting dengan berbagai jenis lem pipa PVC yang tersedia di
pasaran. Tersedia pipa berdiameter 20 - 400 mm

46

Himmatul Ulya
201210340311188

Shimizu Pompa Booster ZPS 20-12-180


Shimizu adalah salah satu merk yang sudah memproduksi berbagai alat elektronik
termasuk pompa air shizumu dan perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 dan juga
sudah resmi membuat pabrik elektronik pompa air di indonesia sekitar tahun 2002 di
kota Tangerang. Sampai saat ini saat ini pompa air dari Shimizu memang merupakan
pompa air terbaik. Dalam analisi ini digunakan pompa Shimizu pompa ZPS20-12-180
dengan detail produk seperti dibawah ini :
Detail produk dari Shimizu
Pompa Booster ZPS 20-12180
Spesifikasi :
Tipe Pompa : Booster
Daya Output Listrik : I : 250
Watt; II : 220 Watt; III : 135
Watt
Daya Dorong : 12 meter
(maks)
Total Head : 12 meter
Debit Air : 60 l/m (max)
Inlet : 3/4 inch atau 1/2 inch
Outlet : 3/4 inch atau 1/2 inch
Otomatis : Ya

47

Himmatul Ulya
201210340311188
4.4 Pembahasan
Program waternet ini dirancang untuk melakukan simulasi aliran air atau fluida
lainnya (bukan gas) dalam pipa, baik dengan jaringan tertutup (loop) maupun jaringan
terbuka dan system pengaliran (distribusi) fluida dapat menggunakan system gravitasi,
system pompanisasi maupun keduannya. Fasilitas waterNet dibuat agar proses editing
dan analisa pada perancangan dan optimasi jaringan distribusi air dapat dilakukan
dengan mudah. Dari hasil praktikum ini menunjukkan bahwa :
Jaringan terbuka pipa distribusi melayani kawasan perumahan yang terdiri dari
24 Blok 1 mushola, untuk kondisi eksisting tahun 2016 dengan data pelayanan jumlah
penduduk disuatu pemukiman tersebut sebanyak 1576 jiwa. Adapun target pelayanan
jaringan pipa distribusi ini sebesar 80% dengan unit kebutuhan air sebesar 120
lt/hari/orang untuk kawasan tersebut.
Jaringan pipa distribusi menggunakan pipa u Polyvinly Chloride (PVC) karena
terbuat dari plastic memiliki sifat tahan lama dan tigak gampang rusak serta sangan
cocok untuk system distribusi air bersih. Adapun panjang seluruh jaringan pipa
distribusi ini adalah 3938.8 m. Untuk penentuan diameter pipa yang digunakan harus
disesuaikan dengan ukuran pipa dipasaran. Pipa yang digunakan berdiameter 3 = 0.076
m dan 4 = 102 m, untuk jaringan pipa no 1 sampai 3 menggunakan pipa diameter 4
,sedangan pipa no 4 sampai 24 menggunakan pipa diameter 3.
Hasil analisis dengan menggunakan program bantu waterNet sesuai dengan
input data yang dimasukkan kedalam program dapat dilihat pada lampiran. Hasil
analisis meliputi analisa tekanan air sampai keseluruh wilayah pelayanan untuk tahun
2016 sebagai kondisi eksisting prasarana di wilayah kawasan perumahan tersebut pada
kondisi aliran rata-rata atau kondisi aliran tetap menunjukkan tekanan air pada setiap
titik node masih memenuhi syarat. Artinya tidak ada kendala dalam hal tekanan air.
Padahal kenyataan belum tentu dilapangan pada node-node tertentu air mengalir dengan
baik. Hal ini sangat dimungkinkan karena pada saat simulasi dengan waterNet kondisi
jaringan sangat dianggap baik. Untuk kondisi aliran fluktuatif atau aliran ekstended
pada waktu-waktu tertentu mungkin ada sebagian wilayah yang tidak memenuhi syarat
tekanan, khusunya pada waktu-waktu beban puncak.
Jumlah reservoir dalam jaringan yang dianalisis sebanyak 1 unit, dengan
kapasitas debit yang keluar dari reservoir diwilayah perumahan tersebut tidak terbatas.
Elevasi reservoir = +380.47 m, sedangkan ketinggian topografi wilayah pelayanan
48

Himmatul Ulya
201210340311188
bervariasi sehingga tidak memungkinkan untuk mengalirkan air dari reservoir ke
wilayah pelayanan dengan menggunakan gaya gravitasi. Oleh karena itu digunakan
pompa untuk membantu mendorong tekanan air sehingga dapat melayani seluruh
wilayah perumahan tersebut.
Seluruh titik node didesain dengan tipe kebutuhan aliran yang tidak berfluktuasi
da n ada 24 pipa merupakan pipa luruh, sehingga pemodelan ini tidak cukup realistis
dengan kondisi sesungguhnya.
Dalam analisis ini digunakan 1 unit pompa terletak pada elevasi 380.35 m yang
membantu sulpay tekanan sampai ke wilayah pelayanan. Kapasitas pompa type
Shimizu PS20-12-180 yang digunakan adalah Q = 3.3 lt/detik dan Head max=12 m .
berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan Shimizu pompa ZPS20-12180 dengan spesifikasi tersebut efisiensi nyatana hanya 80% dari kapasitas pompa
tersebut.
Energy relative yang dihasilkan pompa tersebut sudah mencamapi diatas 6 m
keseluruh pemukiman ditandai dengan energy relative max =14.63 m dan energy
relative min = 0.09 m. hal ini menunjukkan bahwa dengan asumsi tinggi rumah
keseluruhan wilayah layanan 2 lantai setinggi 6 m maka air sudah mampu naik sampai
ke lantau 2 tiap rumah tersebut. Apabila terjadi energy relative yang terlampau besar
maka dapat membuat jaringan rusak seperti sambungan pipa yang lepas atau pipa
menajdi pecah. Sambungan pipa yang lepas terutama untuk jenis pipa sambungan yang
memakai perekat.

49

Himmatul Ulya
201210340311188

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil perencanaan dan perhitungan sistem jaringan pipa tersebut,
maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

Diameter pipa yang digunakan untuk pipa 1, 2, 3 adalah 4 inc atau 0.102
mm dan . Pipa 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 21, 22,

23, 24 adalah 3 inc atau 0.076 mm


Energi relatif maksimumterjadi di titik node 14, yaitu 14.63 m. Energi
relatif minimum terjadi di titik node 20, yaitu 9.18 m. Darihasil yang

didapatkan, tekanan air sudah mampu naik lebih dari 6 m.


Kehilangan energi maksimum terjadi pada pipa node 4, yaitu 2,5 m.

Kehilangan energi minimum terjadi pada pipa node 6 dan 22, yaitu 0 m.
Debit maksimum terjadi pada titik nomor 3, yaitu 3.28 liter/detik. Debit
minimum terjadi pada titik node pipa nomor 6, yaitu sebesar 0,11
liter/detik. Debit yang dihasilkan dengan mengandalkan satu pompa dan

tangki air sudah mencukupi kebutuhan air (konsumsi) per blok.


Head pada pompa digunakan 12.54 m dengan discharge 3.07 liter/detik.

5.2 Saran
Dari hasil pengerjaan Laporan Praktikum Waternet mengenai
perhitungan dan perencanaan jaringan pipa ini diharapkan dapat menjadi
pembelajaran serta menjadi sebuah solusi jika memperoleh masalah serupa
dengan tugas yang telah dikerjakan

50

Himmatul Ulya
201210340311188

DAFTAR PUSTAKA

Buku Petunjuk Praktikum Waternet


http://www.rajaharga.com/harga-pompa-air-shimizu/
http://www.lazada.co.id/shimizu-pompa-booster-zps-20-12-1802293871.html

http://www.langgeng.com/id/pipa-pvc-sni/
http://www.hondapowerproducts.co.id/id/products.php?cid=2
http://www.tandonair.com/product/43/242/Penguin-TB-800-8000-ltr

51