Anda di halaman 1dari 5

KIMIA BAHAN MAKANAN

DAMPAK PENGGUNAAN MSG DAN KESETIMBANGAN NATRIUM


DAN KALIUM DALAM TUBUH

BAHRUN
H311 14 305

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
DAMPAK PENGGUNAAN MSG BERLEBIHAN :
a. Menurunnya fungsi otak
Ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa Monosodium Glutamat
(MSG), mereka menjadi sangat bergairah dan meningkatkan impulsnya sampai
pada tingkat kelelahan yang sangat tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuronneuron tersebut mati seakanakan bergairah untuk mati. Jika banyak sel neuron
yang mati, maka fungsi otak pun bisa menurun, yang tentunya sangat berbahaya
bagi perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu percobaan, anakanak
yang mengonsumsi sup mengandung MSG dan meminum Nutrasweet (soft drink)
darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin (keracunan) enam kali lebih besar
dari excitotoxin yang menghancurkan hypothalamus neuron pada bayi tikus.Jadi ,
MSG dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak dan semakin muda anak yang
mengonsumsi MSG, semakin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada
otak.
b. Kanker
MSG dapat menyebabkan kanker karena Glutamat dapat membentuk
pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini
sangat karsinogenik. Padahal masakan protein lain yang tidak ditambah MSG pun,
bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi
dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti

triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari
penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh.
c. Alergi
MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat
umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi
MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa
peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan
senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut
ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama
Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamine.

d. Hipertensi
Kandungan natrium di dalam MSG beserta sifat adiktif yang ada pada
MSG, dan sebagai salah satu penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi).
e. Obesitas
MSG mengganggu hubungan endokrin antara meta thermoregulatory
modulators (neuropeptida dan leptin) dan brown fat.
f. Kerusakan Retina
Retina adalah suatu lapisan pada mata yang berfungsi menerima cahaya
sebelum diteruskan ke otak untuk diterjemahkan sebagai suatu objek penglihatan.
Berbagai studi telah dilakukan tentang kerusakan retina akibat penggunaan MSG.
MSG dalam dosis tertentu diketahui dapat merusak neuron-neuron (sel-sel saraf)
pada lapisan dalam retina mata.
g. Kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain

sakit kepala (magrain) memperberat keadaan autisme dan hiperaktifitas,


memperberat serangan asma, dan menimbulkan alergi.
h. Diabetes
Glutamat melakukan ikatan dengan reseptornya di dalam pankreas.
Akibatnya, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak dari biasanya.
Dengan dipacunya produksi insulin, otomatis perombakan kadar gula dalam darah
mengalami peningkatan. Itulah yang membuat glutamat bisa sebagai salah satu
faktor penyebab diabetes. Pankreas yang mendapat perlakuan dengan glutamat
mengeluarkan insulin lebih banyak dibandingkan dengan biakan pankreas yang
tanpa glutamat. Inilah yang membuat kelenjar pankreas makin lama mengalami
kerusakan.

KESETIMBANGAN NATRIUM DAN KALIUM DALAM TUBUH


Keseimbangan Natrium/sodium (Na+)

1)

Natrium merupakan kation paling banyak pada cairan ekstrasel serta


sangat berperan dalam keseimbangan air, hantaran impuls saraf dan kontraksi otot.
Ion natrium didapat dari saluran pencernaan, makanan atau minuman kemudian
masuk ke dalam cairan ekstrasel melalui proses difusi. Pengeluaran ion natrium
melalui ginjal, pernapasan, saluran pencernaan dan kulit. Pengaturan konsentrasi
ion natrium dilakukan oleh ginjal, jika konsentrasi natrium serum menurun maka
ginjal akan mengeluarkan cairan sehingga konsentrasi natrium akan meningkat.
Sebaliknya jika terjadi peningkatan konsentrasi natrium serum maka akan
merangsang pelepasan ADH sehingga ginjal akan menahan air. Jumlah normal
135-148 mEq/Lt
Pengaturan keseimbangan sodium

Reabsorpsi dan sekresi ginjal

Aldosteron,meningkatkan reabsorpsi natrium di duktus kolekting nefron

Pengaturan dan distribusi volume cairan ekstrasel

Mempertahankan volume darah

Menghantarkan impuls saraf dan kontraksi otot

Keseimbangan kalium/potassium (K+)

2)

Kalium adalah kation yang paling banyak pada intraseluler. Ion kalium
98% berada pada cairan intasel, hanya 2% berada pada cairan ekstrasel. Kalium
dapat diperoleh melalaui makanan seperti daging, buah-buahan dan sayuran.
Jumlah normal 3,5-5,5 mEq/Lt.
Pengaturan keseimbangan potassium

Sekresi dan konservasi oleh ginjal

Aldosteron meningkatkan pengeluaran

Pemindahan dalam dan luar sel

Insulin membantu memindahkan ke dalam sel dan luar sel,jaringan yang


rusak

Mempertahankan osmolaritas dan cairan intrasel

Transmisi saraf dan impuls elektrik

Pengaturan transmisi impuls jantung dan kontraksi otot

Pengaturan asam basa

Kontraksi tulang dan otot polos