Anda di halaman 1dari 1

Nomor 3.

!
Polikristal silicon terdiri dari banyak butir silikon kecil. Bahan ini dapat disintesis
dengan mudah dengan cara membuat silikon cair menjadi dingin menggunakan kristal
benih struktur kristal yang diinginkan. Selain itu, metode lain untuk membuat polikristal
melalui kristalisasi amorph adalah high temperature chemical vapor deposition (CVD).
!
Penggunaan polikristal yang paling terkenal saat ini adalah pada panel surya.
Pengetahuan mengenai panel surya harus juga diikuti dengan pengetahuan mengenai sel
surya. Solar cell, atau yang biasa dikenal sebagai sel surya, merupakan salah satu
sumber energi yang ramah lingkungan dan sangat menjanjikan pada masa yang akan
datang, karena tidak ada polusi yang dihasilkan selama proses konversi energi, dan lagi
sumber energinya banyak tersedia di alam, yaitu sinar matahari, terlebih di negeri tropis
semacam Indonesia yang menerima sinar matahari sepanjang tahun. Menggunakan
kombinasi dari papan surya (photovoltaic panels), pembangkit listrik tenaga angin,
pembangkit listrik tenaga air, sistem penyimpanan energi, mesin untuk menghasilkan air,
sistem energi cadangan dan produk-produk energi yang efisien. Sementara, panel surya,
atau yang biasa disebut juga sebagai solar panel, adalah alat yang merubah sinar
matahari menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif didalam cell
modul tersebut karena perbedaan electron. Hasil dari aliran elektron-elektron akan
menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi battery / aki sesuai
tegangan dan ampere yang diperlukan. Komponen inti dari sistem PLTS ini meliputi
peralatan : Modul Solar Cell, Regulator / controller, Battery / Aki, Inverter DC to AC,
Beban / Load.
!
Penggunaan monokristal dalam panel surya merupakan hal yang sangat lumrah
ditemukan. Panel surya jenis ini, merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya
listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%.
Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya
mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.
!
Dalam pembuatan panel surya, ada juga panel surya yang menggunakan
polikristal. Panel ini memiliki level silikon yang lebih rendah dari panel monocrystalline.
Maka panel ini sedikit lebih murah dan sedikit lebih rendah efisiensinya dari panel
monocrystalline. Panel polikristal Merupakan panel surya / solar cell yang memiliki
susunan kristal acak. Type polikristal memerlukan luas permukaan yang lebih besar
dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan
tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat mendung.
!
Salah satu cara mendapatkan silikon polycrystalline adalah dengan cara
melelehkan silikon dan menuangkannya kedalam bejana sehingga dapat dengan mudah
terbentuk wafer silikon. Dengan cara ini silikon murni dapat diubah hampir seluruhnya
kebentuk wafer silikon sehingga biayanya menjadi lebih efektif. Sayangnya dengan cara
ini selama proses pemadatan materi, struktur kristal yang dibentuk akan menimbulkam
cacat kristal pada penggiran photocell. Sebagai akibat dari cacat kristal ini, solar cell
menjadi kurang efisien.
!
Selain polikristal, selama ini silikon amorf (a-Si) juga telah digunakan sebagai
bahan sel surya fotovoltaik untuk kalkulator. Meskipun memiliki kinerja yang lebih rendah
dibandingkan tradisional c-Si sel surya, hal ini tidak diperlukan dalam kalkulator, yang
menggunakan daya yang sangat rendah.
!
Pertumbuhan teknologi sel surya di dunia memang menunjukkan harapan akan
solar sel yang murah dengan memiliki efisiensi yang tinggi. Sayangnya sangat sedikit
peneliti di Indonesia yang terlibat dengan hiruk pikuk perkembangan tentang teknologi sel
surya ini. Sudah seharusnya pemerintah secara jeli melihat potensi masa depan Indonesia
yang kaya akan sinar matahari ini dengan mendorong secara nyata penelitian di bidang
energi surya ini.