Anda di halaman 1dari 9

ANALISA INDUSTRI NIKEL

PT. BFI FINANCE,Tbk


CREDIT UNIT || CREDIT COMMERCIAL REPORT
Overview Nikel

A. Unsur dan Proses Terbentuknya Nikel


Nikel merupakan unsur kimia metalik simbol Ni dalam tabel periodeik dengan nomor atom 28
Nikel merupakan logam tahan karat dimana dalam keadaan murni dapat bersifat lembek tetapi
jika dipadukan dengan besi, kroom, dan logam lainnya dapat membentuk baja tahan karat dan
keras
Faktor faktor yang mempengaruhi pembentukan bijih nikel :
1. Batuan asal
Adanya batuan asal merupakan syarat utama untuk terbentuknya endapan nikel, batuan asal
terbentuknya nikel adalah batuan ultra basa
2. Iklim
Adanya pergantian musim kemarau dan musim penghujan dimana terjadi kenaikan dan
penurunan permukaan air tanah juga dapat menyebabkan terjadinya proses pemisahan dan
akumulasi unsur-unsur. Perbedaan yang cukup besar akan membantu terjadinya pelapukan
mekanis, dimana akan terjadi rekahan-rekahan dalam batuan yang akan mempermudah
proses atau reaksi kimia batuan
3. Reagen kimia dan Vegetasi
Yang dimaksud reagen adalah unsur-unsur dan senyawa yang membentu mempercepat proses
pelapukan, sehingga menyebabkan dekomposisi bebatuan
4. Struktur
Struktur yang dominan dalam pembentukan batuan ultra basa adalah struktur kekar
dibandingkan dengan struktur patahan
5. Topografi
Keadaan topografi setempat akan sangat mempengaruhi sirkulasi air beserta reagen-reagen
lain. Untuk daerah landai, maka air akan bergerak perlahan sehingga penetrasi lebih dalam
melaui rekahan-rekahan atau pori-pori batuan. Sedangkan pada daerah curam secara teoritis
jumlah air yang meluncur (run off) lebih banyak daripada air yang meresap ini dapat
menyebabkan pelapukan kurang intensif
6. Waktu
Waktu yang lama akan mengakibatkan pelapukan yang cukup intensif hak ini dikarenakan
akumulasi unsur nikel cukup tinggi
B. Nikel di Indonesia dan Wilayah Penyebaran Nikel di Indonesia
1. Nikel di Indonesia
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751
Di Indonesia Nikel pertama kali ditemukan pada tahun 1901 di Sorowako, Sulawesi
Selatan oleh ilmuawan Belanda bernama Kruyt yang meneliti bijih besi di pegunungan
verbeek dan menemukan kandungan nikel di dalamnya
Pada tahun 1937 seorang ahli geologi INCO LIMITED bernama Flat Elves di undang oleh
sebuah perusahaan eksplorasi Belanda untuk melanjutkan studi endapan nikel laterit
Tahun 1966 Studi dilanjutkan oleh Pemerintah republik Indonesia dilakukan di Daerah
sulawesi, kemudian pada tahun 1967 pemerintah juga mengundang perusahaanperusahaan dari seluruh dunia untuk mengjukan proposal bagi eksplorasi dan
pengembangan endapan mineral di Pulau Sulawesi.

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Selanjutnya pada tahun 1968 kegiatan eksplorasi skala penuh dimulai mencakup
beberapa bagian dari tiga propinsi di Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan
Sulawesi Tenggara.
Hingga sekarang dengan adanya perusahaan PT Indonesia Nickel Company / INCO (PT.
Vale Indonesia) yang beroperasi di daerah ini, menjadikan Sorowako yang dulunya
penduduknya sedikit, sekarang sudah bertambah banyak karena sebahagian besar
karyawan berdomisili di daerah ini. hampir 70% penduduk di Sorowako adalah pendatang
yang berasal dari hampir semua propinsi di Indonesia dan sebagian kecil berasal dari
ekspatriat.
2. Wilayah Penyebaran Nikel di Indonesia
Dalam dunia pertambangan, Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya dengan
kandungan mineral yang siap diangkat kapan saja
Potensi bijih nikel di Indonesia sudah diketahui sejak lama, sebagai negara yang memiliki
kandungan bahan tambang nikel yang besar
Daerah penyebaran nikel di Indonesia disinyalir terbesar berada di sekitar wilayah
Sulawesi dan Pulau Halmahera (Maluku Utara). Terdapat beberapa wilayah seperti
Kalimantan, dan Papua Barat tetapi defisit sangat kecil.
Untuk di wilayah Sulawesi potensi nikel tersebar di beberapa provinsi yaitu Sulawesi
Selatan (Sorowako), Sulawesi Tengah (Morowali), dan Sulawesi Tenggara (Pomalaa dan
Konawe), sedangkan di Maluku Utara penyebaran di sekitar Pulau Halmahera, Pulau Obo,
Pulau Gee, dan Tanjung Buli
C. Manfaat Penggunaan Nikel
Nikel digunakan dalam berbagai aplikasi komersial dan industri, seperti: pelindung baja
(stainless steel), pelindung tembaga, industri baterai, elektronik, aplikasi industri pesawat
terbang, industri tekstil, turbin pembangkit listrik bertenaga gas, pembuat magnet
kuat,pembuatan alat-alat laboratorium (nikrom), kawat lampu listrik, katalisator lemak, pupuk
pertanian, dan berbagai fungsi lain.
Logam nikel yang yang telah diperoleh dari hasil pengolahan umumnya dijual untuk
memenuhi beberapa kebutuhan komoditas di pasar dunia.
Penggunaan logam nikel untuk industri digunakan untuk pemenuhan berbagai macam
komoditas yang dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Sources image : bahan presentasi kuliah program metalurgi.itb

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Update Informasi Makro

Tahun 2013 pertumbuhan permintaan nikel global


diperkirakan melambat menjadi 1,5% (dari 6,6% di 2012)
sejalan dengan perkiraan menurunnya pertumbuhan
permintaan nikel di Cina. Pola pergerakan pertumbuhan
konsumsi nikel dunia sangat ditentukan oleh konsumsi nikel
Cina mengingat bahwa Cina menjadi negara terbesar
pemakai nikel. Dari total 1,78 juta ton konsumsi nikel
global sebesar 798 ribu ton terserap ke Cina. Menurunnya
pertumbuhan permintaan Cina disebabkan adanya
perlambatan pembangunan proyek fixed asset investment
sehingga adanya perlambatan produksi stainless steel.
Kondisi tersebut didorong oleh adanya rebalancing
perekonomian Cina yang ingin lebih berfokus kepada private
consumption. (sources by. Bloomberg. indonesia)
Sama halnya dengan konsumsi nikel global, Cina juga
mempunyai porsi terbesar dalam hal produksi refined nikel
dunia. Dari total produksi nikel global sebesar 1,8 juta ton
pada tahun 2012, sebesar 567 ribu ton nya dihasilkan
oleh Cina. Tahun 2013 pertumbuhan produksi nikel global
diperkirakan melambat menjadi 0,2% (dari 9,7% di 2012)
sejalan dengan menurunnya pertumbuhan produksi refined
nikel di Cina. Menurunnya pertumbuhan produksi refined
nickel di Cina sejalan dengan banyak dipakainya Nickel Pig
Iron (NPI) sebagai substitusi dari refined nickel dalam
industri besi baja di Cina. Bahan baku pembuatan NPI
sendiri adalah berasal dari nickel ores yang banyak diimpor
Cina dari Indonesia dan Filipina.
Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar.
Dari produksi nikel global sebesar 1,8 juta ton Indonesia
memproduksi nikel sebesar 230 ribu ton, kedua setelah
Rusia yang memproduksi 280 ribu ton. Sementara itu
ditinjau berdasarkan cadangan nikel, Indonesia hanya
berkontribusi sebesar 4,9% dari total cadangan nikel dunia
sebesar 18 juta ton. Beberapa negara dengan cadangan nikel
tertinggi dunia yaitu Australia (30%), New Caledonia (15%),
Brasil (11%), Rusia (7,5%). Kondisi tersebut menggambarkan
betapa tingginya eksploitasi nikel di Indonesia selama ini di
tengah cadangan yang relatif terbatas dibandingkan negara
lain. Oleh sebab itu ekspor mineral tambang termasuk nikel
tidak lagi dilakukan dalam bentuk mentah (ores).

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Penyebaran cadangan nikel per wilayah, sebagian besar


berada di Sulawesi, Maluku dan Papua Barat. Lebih dari 90%
produk nikel diekspor dalam bentuk ore (mentah).
Secara volume ekspor nikel Indonesia menunjukkan
peningkatan 57% dalam 6 tahun terakhir. Tahun 2012
volume ekspor nikel Indonesia mencapai 48 juta ton dari
4,4 juta ton di tahun 2006. Permen ESDM No.7 tahun 2012
dan penetapan pajak ekspor Ditujukan untuk mengamankan
mineral nasional dari eksploitasi besar-besaran sebelum
tahun 2014 dan mendorong hilirisasi pertambangan. Intinya,
untuk dapat melakukan ekspor nikel ore sebelum tahun
2014 ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemain
nikel. Pasca diberlakukannya regulasi tersebut pada bulan
Mei 2012, data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan
bahwa ekspor nikel ore sampai dengan Desember 2012 tetap
mengalami tren meningkat. Kondisi tersebut salah satunya
bisa dijelaskan karena ekspor nikel ore tetap boleh berjalan
untuk kontrak yang existing, selain itu sebagian besar ekspor
nikel masih didominasi oleh PT. Antam dan PT. Inco (PT.
Vale) sebagai perusahaan nikel yang sudah memenuhi
persyaratan dalam Permen ESDM no.7 tahun 2012 (sources
by. Bloomberg. indonesia)

Tren Harga Nikel Dunia

Tren Harga Nikel Dunia (cut off 30 September 2013)


Jika di lihat dari trend harga di atas memang sejak tahun 2013, harga komoditas nikel terus
mengalami penurunan. Bahkan pada Juli 2013 mencapai titik terendah sejak Mei 2009
(investasi.kontan.co.id/news-harga-nikel-sentuh-titik-terendah) yaitu $ 13.305/ton. Perlahan harha
nikel naik di bulan Agustus, update harga nikel cut off 05 September berada di angka $ 13.650/ton
(Ime.com). Hal ini perlu menjadi perhatian karena akan menggangu stabilitas income pelaku
industri nikel .

Sumber : www. Ime.com

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Sistem Penambangan Nikel

Sistem Penambangan Nikel


Sumberdaya (resouces) dan cadangan (reserve) nikel umumnya keterdapatannya di alam terletak
tidak terlalu dalam dari permukaan. Oleh karena itu, sistem penambangan yang yang biasa
digunakan pada penambangan nikel di indonesia adalah dengan sistem tambang terbuka seperti
sistem open cast dan atau sistem open pit. Pada kedua sistem tersebut terdiri beberapa
tahapan, antara lain :
1. Clearing & Grubb
Pekerjaan Clear & Grubb membersihkan lahan dari semak-semak dan pohonan kecil
dipergunakan Bulldozer D85 dan chainshaw jika diperlukan untuk menebang pohon
besar.diameter >200 mm, target pekerjaan ini didasarkan atas rencana Land Clearing Plan dari
perusahaan. Pemindahan batang kayu komersial meliputi semua jenis kayu yang berdiameter >
200mm dimana masih layak dipakai merupakan milik perusahaan.
2. Top soil removal
Pekerjaan pengalian lapisan top soil diperkirakan ketebalannya 1 meter, top Soil ini
merupakan lapisan tanah penutup bagian atas yang mengandung unsur hara yang berguna
sebagai media tumbuh dari tanaman. Top soil ini harus diperlakukan secara baik dan akan
ditempatkan pada top soil stock area, dimana nantinya akan dipergunakan dan disebar untuk
reklamasi tambang. Penimbunan top soil peletakkannya harus diatur dengan ketinggian
maksimum 2 meter berjajar, dan timbunan diusahakan harus tetep stabil.
Peralatan yang dipergunakan untuk operasi pekerjaan pemindahan top soil adalah Excavator
untuk alat gali/muat dan Dump Truck sebagai alat angkutnya. Biaya pekerjaan ini termasuk
pada kegiatan pemindahan Overburden dan waste.
3. Overburden & Waste Removal
Overburden merupakan lapisan diantara lapisan atas/top soil dan lapisan bijih/ore , lapisan
overburden ini mayoritas terdiri dari tanah laterit dan batuan lempungan yang mudah
untuk digali. Untuk operasi pekerjaan pemindahan Overburden akan dipergunakan
Buldozer ,Excavator sebagai alat gali/muat dan peralatan angkut Dump Truck atau dump truk
6 x 4, dan batasan maksimum jarak angkut adalah 0.3 Km terukur dari front tambang ke
waste dump area. Apabila jarak angkut overburden melebihi dari rata-rata 0.3 Km,
penambahan atau pengurangan jarak angkut akan diperhitungkan dengan penambahan jarak
angkut (incremenet 100 meter).
Jarak angkut adalah jarak titik tengah lokasi penambangan menuju titik tengah lokasi
pembuangan material diukur mengikuti jalan sebenarnya yang sudah dibuat berdasarkan
desain tambang dan akan ditentukan dan disetujui di lapangan bersama-sama. Sebagian
volume material akan dilakukan direct dozing diperkirakan volume direct dozing 25% dari
total overburden dan waste., Direct dozing merupakan kegiatan pendorongan material yang
dilakukan oleh bulldozer secara tuntas (backfill) ke lokasi area timbunan (dump area).
Volume Overburden dan waste serta penempatan material dan konfigurasi alat yang digunakan
harus sesuai dengan rencana tambang yang dibuat perusahaan dengan acuan batasan ratio
berdasarkan surveyor. Tanah penutup yang telah dikupas tersebut kemudian akan ditimbun
pada lokasi penimbunan (disposal area)
4. Nickel Ore Mining (Penambangan Bijih Nikel)
Penambangan diklasifikasikan atas 2 jenis kualitas ore utama, yaitu limonit dan saprolit.
Sedangkan 1 jenis kualitas ore lagi yaitu low grade saprolit (LGSO) dimana kualitas ore
merupakan transisi antara saprolit dan limonit.
Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Ke tiga jenis ore tersebut ditentukan oleh Tim Eksplorasi dan Perencanaan Tambang.
Pelaksanaan dilapangan akan diawasi oleh grade controller.
Limonit ditambang dan diangkut langsung ke tempat pemisahan ukuran berdasarkan gravitasi
atau Grizzly portable.
Saprolit ditambang sebagian akan diangkut langsung ke tempat penyaringan tetap atau disebut
Grizzly portable dan sebagian lagi akan dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara atau
disebut Stockyard
Penentuan ore akan diangkut langsung ke grizzly atau diangkut ke stockyard oleh grade
control. Hal ini didasari oleh fackor kualitas. Penambangan harus mengikuti prosedur tersebut
dan penentuan lokasi stock akan ditentukan oleh pihak perusahaan.
Operator tambang harus menjaga tidak terjadinya pengotoran ore baik limonit atau saprolit
pada saat penggalian di lokasi penambangan (front). Pembatuan jalan di front ataupun tempat
penggalian harus menggunakan batuan yang tidak mengandung silica tinggi diutamakan
menggunakan batuan/boulder sekitar area penggalian yang masih mengandung nikel.
Selama penggalian operator tambang harus memisahkan boulder yang berukuran besar
sehingga dipastikan tidak terangkut sebagai ore. Boulder dapat diangkut sebagai waste
ataupun dipindahkan ketempat aman yang tidak mengganggu kegiatan gali muat
disekitar area penambangan.
Saprolit yang disimpan di stockyard pada saat diangkut kembali ke grizlly portable dipastikan
diangkut bersih, tidak terjadi pengotoran dari material lain diluar tumpukan ore, dan boulder
yang besar dipisahkan sehingga tidak terangkut ke grizzly.
5. Pengangkutan (Transhipment)
Setelah ditambang, mateial bijih nikel selanjutnya akan diangkut menuju lokasi pengolahan
untuk diolah untuk menghasilkan bahan olahan nikel maupun pelabuhan untuk dikirm meuju
pihak pembeli. Proses pengangkutan bijih nikel maupun bahan olahan nikel menggunakan
kombinasi peralatan dump truck dan kapal tongkang (tug boat)
Ilustrasi Sistem penambangan Nikel Ore

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Portfolio Industri Nikel

A. Portfolio Pertambangan
Sumberdaya (resouces) dan cadangan (reserve) alam yang melimpah di bumi Indonesia
berdampak pada penyebaran portfolio BFI secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dari grafik
dibawah ini :

1.40% 0.10% 0.90% 0.01%


7.27%

25.35%

0.35%
0.12%
9.04%

41.89%

TRANSPORTASI
INDUSTRI/MANUFACTURING
PERTAMBANGAN
PLANTATION
PERHUTANAN
PERTANIAN & PETERNAKAN &
PERIKANAN
PERDAGANGAN & DISTRIBUSI
KONTRUKSI
RENTAL MOBIL PENUMPANG
JASA
EMPLOYEE

13.58%

Sektor pertambangan sangat mendominasi sektor industri portfolio booking dengan persentase
mencapai 41.89% dari 11 sektor industri dengan total amount Rp. 538.374.301.510,. Artinya
ketergantungan pada sektor pertambangan tidak bisa dihindari, hal ini akan menjadi preseden
buruk saat ini dikarenakan penurunan semua harga komoditas termasuk nikel saat ini akan
berpengaruh pada kualitas portfolio.
B. Portfolio Pertambangan Nikel
Sektor pertambangan sendiri saat ini dibagi menjadi beberapa item mulai dari pertambangan
batubara, nikel ore, bauksit, emas, pasir, timah dan minyak & gas bumi. Berikut persentase OSP
amount pertambangan nikel ore apabila dibandingkan dengan beberapa komoditas tambang
lainnya :

2.73%6.43%
0.46%
3.32%
3.41%
12.32%
0.20%
0.01%

71.11%

MINYAK & GAS BUMI


OTHER INDUSTRY
TAMBANG BATU
TAMBANG BATUBARA
TAMBANG BAUKSIT
TAMBANG EMAS
TAMBANG NICKEL ORE
TAMBANG PASIR
TAMBANG TIMAH

Pertambangan nikel saat ini menyumbangkan 12.32 % dari total OSP pertambangan secara
Analisa Industri Nikel Oktober 2013

nasional. Peringkat kedua terbesar setelah pertambangan batubara yang berada diurutam
pertama dengan persentasi 71.11%. Total OSP amount pertambangan nikel ore adalah Rp.
66.346.758.663,- (cut off Agustus 2013). Berada di urutan ketida portfolio pertambangan
adalah timah dengan 6.43%.
Secara nasional pertambangan nikel menyumbangkan 5.16% dari OSP amount leasing
secara keseluruhan
Berikut adalah pergerakan proporsi nikel secara nasional dan pertumbuhannya dalam 1
tahun terakhir (Agustus 2012 s.d Agustus 2013) :
Bulan

OSP Am ount Nike l

OSP Am ount Leas ing

% TNIV Nike l

1,012,739,226,472

3.88%

-3.93%

1,076,105,077,959

3.51%

45,797,051,600

21.23%

1,093,954,816,516

4.19%

November 2012

46,671,526,279

1.91%

1,136,228,995,846

4.11%

Desember 2012

48,944,904,422

4.87%

1,167,084,085,908

4.19%

Januari 2013

48,035,410,743

-1.86%

1,166,463,255,363

4.12%

Februari 2013

55,130,547,717

14.77%

1,199,265,859,740

4.60%

Maret 2013

61,066,181,379

10.77%

1,210,909,964,595

5.04%

April 2013

67,125,476,072

9.92%

1,261,180,011,316

5.32%

Mei 2013

68,923,535,163

2.68%

1,275,282,637,631

5.40%

Juni 2013

68,437,400,390

-0.71%

1,283,040,117,260

5.33%

Juli 2013

69,662,063,078

1.79%

1,284,527,338,118

5.42%

Agustus 2013

66,346,758,664

-4.76%

1,285,238,159,237

5.16%

Agustus 2012

39,323,137,452

September 2012

37,775,915,970

Oktober 2012

% Pertum buhan

Dari tabel di atas proporsi nikel secara nasional bergerak fluktuatif dan bertumbuh.
Proporsi terbesar dalam 1 tahun terakhir berada pada bulan Juli 2013 dengan 5.42%.
dan proporsi terendah ada pada bulan September 2012 dengan 3.51%.
Sedangkan pertumbuhan OSP amount nikel terus tumbuh dalam 1 tahun terakhir. OSP
amount tertinggi berada pada bulan Juli 2013 dengan total amount Rp.
69.662.063.078,-, tetapi terjadi penurunan pada bulan Agustus 2013 -4.76%
Booking nikel secara keseluruhan tidak terpusat di wilayah Sulawesi saja, secara nasional
dalam 1 tahun terakhir penyebarannya tersebar di beberapa regional Sumatera dan regional
Leasing (Jakarta Coorporate). Berikut adalah proporsi OSP amount regional :
Bulan

Sulaw esi

Sum atera

Leasing

Agustus 2012

38,427,117,579

104,365,809

791,654,064

September 2012

36,992,266,603

36,314,868

747,334,499

Oktober 2012

45,094,738,413

702,313,188

November 2012

46,014,947,261

656,579,018

Desember 2012

46,816,663,719

2,128,240,703

Januari 2013

46,009,541,747

2,025,868,997

Februari 2013

53,208,441,437

1,922,106,279

Maret 2013

59,249,248,170

1,816,933,208

April 2013

65,415,145,906

1,710,330,166

Mei 2013

65,610,160,406

3,313,374,756

Juni 2013

65,610,160,406

3,138,251,209

Juli 2013

66,677,527,377

2,984,535,701

Agustus 2013

63,565,469,178

2,781,289,486

2,781,289,486
4.19%
95.81%
63,565,469,178

Sulaw e s i
Sum ate ra
Le asing

Dari tabel di atas proporsi terbesar berada di region Sulawesi dengan 95.81% dan region
leasing 4.19%. Untuk Sumatera dalam 1 tahun terakhir OSP amount nikel disumbangkan
pada 2 bulan saja yaitu Agustus dan September 2012, selebihnya tidak ada

Analisa Industri Nikel Oktober 2013

Untuk pertambangan nikel saat ini region Sulawesi menjadi region terbesar penyumbang
konsumen yang bergerak di Industri pertambangan nikel, sedangkan hanya ada 2 konsumen
exclude region Sulawesi yaitu Teet Him dan PT Bangun Persada Regatama (region Leasing).
Berikut list customer yang bergerak di pertambangan nikel (cut off Agustus 2013) :
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

CustomerName
ANEKA JASA SOROWAKO PT
INTIMKARA PT
TRI DAYA JAYA CV
SATRIA JAYA SULTRA PT
SARANA PINELCO PT
BANGUN PERSADA REGATAMA, PT
CITRA BUANA CV
RUSFANDY RASYID GOSAL
BAMBANG LEE PRAKASA
BINTANG GUNUNG PRIMA CV
CIPTA PARAMULA SEJATI, CV
MAKKURAGA TAMA CV
RODA JAYA SAKTI, PT
SUMBER SEKAWAN JAYA PT
PHILIP RUDIANA
TET KHIM

TNIV
24,719,541,947
10,364,235,745
10,049,683,000
5,554,936,784
3,294,676,023
2,587,275,292
1,775,118,140
1,573,012,537
1,571,651,471
1,383,957,479
1,309,159,976
867,456,376
809,694,928
335,066,508
289,209,843
213,463,454

%
37.06%
15.54%
15.07%
8.33%
4.94%
3.88%
2.66%
2.36%
2.36%
2.07%
1.96%
1.30%
1.21%
0.50%
0.43%
0.32%

Num Kontrak
10
6
7
3
3
2
3
2
2
2
6
1
1
1
2
2

Industri Type
Sub Kontraktor
Kontraktor Utama
Pemilk Lahan
Kontraktor Utama
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Kontraktor Utama
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment
Rental Heavy Equipment

KPI Industri Nikel

Berikut adalah grafik KPI Industri Pertambangan nikel ore dalam 1 tahun terakhir
(Agustus 2012 s.d Agustus 2013) :

KPI NIKEL
120.00 %
91.55%

100.00 %

84.26%

92.06% 92.88%

98.79% 99.40% 99.46% 99.28% 99.25% 99.04% 98.91% 99.57%


85.38%

80.00 %

FID 06
Collection
OD 30 +
OD 90 +
WO Ratio

60.00 %
40.00 %
20.00 %
0.00 %

0.00 % 3.35 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.00 % 0.49 %

20
13
Ag
t

20
13
Ju
l

20
13
Ju
n

ei
20
13
M

20
13
Ap
r

ar
20
13
M

20
13
Fe
b

20
13
Ja
n

es

20
12

20
12
ov
N

O
kt
20
12

20
12
Se
p

Ag
t

20
12

0.00 %

Secara overall kualitas KPI periode Agustus 2012 s.d Agustus 2013 sangat baik
Hal ini didasarkan pada FID 06, OD 90+, dan WO Ratio stabil di angka 0% artinya selama
kurun waktu 1 tahun terakhir tidak ada kontrak yang core bisnisnya sektor pertambangan
nikel masuk FID 06, dan OD 90+, masih cukup aman
Untuk OD 30+ concern ada pada bulan Oktober 2012 yaitu 3.35%, kemudian turun dan
stabil diangka 0% hingga pada bulan Agustus 2013 naik tidak signifikan menjadi 0.49%
Collection ratio masih baik dan stabil mulai Januari 2013 diatas 98% bahkan pada Agustus
mencapai angka tertinggi 99.57%.
Analisa Industri Nikel Oktober 2013