Anda di halaman 1dari 28

Permutasi, Kombinasi, Peluang

TELAAH KURIKULUM SMA


ATURAN PENCACAHAN

OLEH:
Dita Nur Islania

(13-131-02518)

Nisa Helmi Latifah (13-131-02524)


Andi Setiyawan

(13-131-02525)

Program Studi Pendidikan Matematika


Universitas Widya Dharma
Klaten

Permutasi, Kombinasi, Peluang

ATURAN PENCACAHAN
A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar

Kompetensi Dasar

Pengalaman Belajar

Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa


mampu:
1. Memiliki motivasi internal, kemampuan
bekerjasama, konsisten, sikap disiplin,
rasa percaya diri, dan sikap toleransi

Melalui pembelajaran materi aturan


pencacahan, siswa memperoleh
pengalaman belajar:

Berdiskusi, bertanya dalam


menemukan konsep dan prinsip aturan

dalam perbedaan strategi berpikir dalam

pencacahan melalui pemecahan

memilih dan menerapkan strategi

masalah otentik yang bersumber dari

menyelesaikan masalah.

fakta dan lingkungan.

2. Mendeskripsikan dan menerapkan


berbagai aturan pencacahan melalui

autentik dengan pola interaksi edukatif.

beberapa contoh nyata serta menyajikan

alur perumusan aturan pencacahan

Berkolaborasi memecahkan masalah

Berpikir tingkat tinggi dalam

(perkalian, permutasi dan kombinasi)

menyelidiki, memanipulasi, dan

melalui diagram atau cara lainnya.

mengaplikasikan konsep dan prinsipprinsip aturan pencacahan dalam

3. Menerapkan berbagai konsep dan

memecahkan masalah otentik.

prinsip permutasi dan kombinasi dalam

pemecahan masalah nyata.

Berdiskusi, bertanya dalam


menemukan konsep dan prinsip aturan

4. Mendeskripsikan konsep ruang sampel


dan menentukan peluang suatu kejadian

pencacahan melalui pemecahan

dalam suatu percobaan.

masalah otentik yang bersumber dari


fakta dan lingkungan.

5. Mendeskripsikan dan menerapkan

aturan/ rumus peluang dalam

autentik dengan pola interaksi edukatif.

memprediksi terjadinya suatu kejadian


dunia nyata serta menjelaskan alasan-

Berkolaborasi memecahkan masalah

Berpikir tingkat tinggi dalam


menyelidiki, memanipulasi, dan

alasannya.
6. Mendeskripsikan konsep peluang dan

mengaplikasikan konsep dan prinsip-

harapan suatu kejadian dan

prinsip aturan pencacahan dalam

menggunakannya dalam pemecahan

memecahkan masalah otentik.

Permutasi, Kombinasi, Peluang

masalah.
7. Memilih dan menggunakan aturan
pencacahan yang sesuai dalam
pemecahan masalah nyata serta
memberikan alasannya.
8. Mengidentifikasi masalah nyata dan
menerapkan aturan perkalian, permutasi,
dan kombinasi dalam pemecahan
masalah tersebut.
9. Mengidentifikasi, menyajikan model
matematika dan menentukan Peluang
dan harapan suatu kejadian dari masalah
kontektual.

B. Peta Konsep

Permutasi, Kombinasi, Peluang

C. Materi Pembelajaran

1. Menemukan
Kombinasi)

Konsep

Pencacahan

(Perkalian,

Permutasi,

dan

a. Aturan Perkalian
MASALAH 1.1
Pada pemilihan pengurus OSIS SMA N 1 JOGONALAN terpilih tiga
kandidat, yaitu Andi, Dita, dan Sandi yang akan dipilih menjadi ketua,

sekretaris dan bendahara. Aturan pemilihan adalah setiap orang hanya


boleh dipilih untuk satu jabatan. Berapakah kemungkinan cara untuk
memilih dari tiga orangmenjadi pengurus OSIS?

Alternatif Penyelesaian
Ada beberapa metode untuk menghitung banyak cara pemilihan tersebut.
a. Cara Mendaftar
Mari kita coba untuk memilih tiap tiap jabatan, yaitu :
Jabatan ketua OSIS
Untuk jabatan ini dapat dipilih dari ketiga kandidat yang ditunjuk yaitu
Andi (A), Dita (D), dan Sandi (S).
Jabatan sekretaris OSIS
Karena posisi ketua sudah terisi oleh satu kandidat maka posisi
sekretaris hanya dapat dipilih dari 2 kandidat yang tersisa.
Jabatan bendahara OSIS
Karena posisi ketua dn sekretaris sudah terisi maka posisi bendahara
hanya ada satu kandidat.
Dari uraian di atas banyak cara yang dapat dilakukan untuk memilih tiga
kandidat untuk menjadi pengurus OSIS adalah = cara.

Permutasi, Kombinasi, Peluang

b. Cara Diagram
Untuk dapat lebih memahami uraian diatas perhatikan diagram berikut

Ketua

Sekretaris

Bendahara

A, D, S

A, S, D

D, A, S

D, S, A

S, A, D

S, D, A

Pengurus OSIS
terpilih

MASALAH 1.2
Seorang manager supermarket ingin menyusun barang berdasarkan
nomor seri barang. Dia ingin menyusun nomor seri yang dimulai dari
nomor 3000 sampai dengan 8000 dan tidak memuat angka yang sama.
Tentukana banyak nomor seri yang disusun dari angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
8.

Alternatif Penyelesaian

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Mari kita uraikan permasalahan diatas.


a. Setiap bilangan yang berada diantara 3000 dan 8000 pasti memiliki banyak
angka yang sama yakni 4 angka jika ditampilkan dalam bentuk kolom
menjadi:
X

Satuan

Puluhan
Ratusan
Ribuan

b. Untuk mengisi ribuan hanya dapat diisi angka 3, 4, 5, 6, 7. Artinya

terdapat 5 cara mengisi ribuan.


c. Untuk mengisi ratusan dapat diisi angka 1 sampai 8, tetapi hanya ada 7

yang mungkin. Mengapa?


d. Untuk mengisi puluhan dapat diisi angka 1 sampai 8, tetapi hanya ada 6

yang mungkin. Mengapa?


e. Untuk mengisi satuan dapat diisi angka 1 sampai 8, tetapi hanya ada 5

yang mungkin. Mengapa?


Dengan demikian, banyak angka yang dapat mengisi keempat posisi tersebut
adalah :
5

Banyak susunan nomor seri barang yang diperoleh adalah :


= . cara

Dari pembahasan masalah diatas, dapat kita simpulkan dalam aturan perkalian
berikut ini.

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Definisi 1.1
Aturan Perkalian :
Jika terdapat unsur yang tersedia, dengan :
= banyak cara untuk menyusun unsur pertama
= banyak cara untuk menyusun unsur kedua setelah unsur
pertama tersusun

= banyak cara untuk menyusun unsur setelah objek - unsur


sebelumnya tersusun
Maka banyak cara untuk menyusun unsur yang tersedia adalah:

Matematika merupakan bahasa simbol. Oleh karena itu, penulisan aturan perkalian di
atas dapat disederhanakan dengan menggunakan faktorial.
b. Faktorial
Pada pembahasan di atas kamu telah melakukan perkalian 3 2 1 = 6.
Coba anda lakukan perkalian berikut:
1) 5 4 3 2 1 = ...
2) 7 6 5 4 3 2 1 = ...
3) 9 8 7 6 5 4 3 2 1 = ...
Perkalian perkalian semua bilangan bulat positif berurut dalam matematika
disebut faktorial, yang biasa disimbolkan dengan !.
Maka perkalian tersebut dapat dituliskan ulang menjadi:
1) 3 2 1 = 3!
2) 5 4 3 2 1 = 5!
3) 7 6 5 4 3 2 1 = 7!
4) 9 8 7 6 5 4 3 2 1 = 9!
Secara umum faktorial dapat didefinisikan sebagai berikut:

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Definisi 1.2
a) Jika bilangan asli maka ! Didefinisikan dengan:
! = ( ) ( ) ( )
Atau
! = ( ) ( ) ( )
b) ! =

Contoh:
1. Hitunglah:
a. ! + !

b. ! !

c.

!
!

Alternatif penyelesaian
a. ! + ! = ( ) + ( )
= + =
b. ! ! = ( ) ( )
= =

c.

!
!

()
()

c. Permutasi
1. Permutasi dengan unsur yang berbeda

Masalah 1.3

Seorang resepsionis klinik ingin mencetak nomor antrian pasien


yang terdiri tiga angka dari angka 1, 2, 3, dan 4. Tentukan banyak
pilihan nomor antrian dibuat dari: a. Tiga angka pertama. b. Empat
angka yang tersedia.

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Alternatif Penyelesaian

a. Jika resepsionis menggunakan angka 1, 2, 3 maka nomor antrian yang


dapat disusun adalah:
123 132 213 231 312 321
Terdapat 6 angka kupon antrian.
b. Jika nomor antrian disusun dengan menggunakan angka 1, 2, 3, dan 4,
maka susunan nomor antrian yang diperoleh adalah:
123 142 231 312 341 421
124 143 234 314 342 423
132 213 243 321 412 431
134 214 241 324 413 432
Sehingga terdapat 24 pilihan nomor antrian.

Mari kita cermati bagaimana menyelesaikan masalah di atas dengan


menggunakan konsep faktorial.
1. Jika nomor antrian disusun dengan menggunakan angka 1, 2, 3 maka
banyak susunan nomor antrian adalah:
= =

= ! = ()!

2. Jika nomor antrian disusun dengan menggunakan angka 1, 2, 3, dan 4


maka banyak susunan nomor antrian adalah:
= =

!
!
= =

! ( )!

Demikian selanjutnya jika diteruskan, banyak susunan k angka dari n


angka yang disediakan yang dapat dibuat adalah:
!
()!

dengan

Permutasi, Kombinasi, Peluang


Definisi 1.3
Permutasi unsur dari unsur yang tersedia biasa dituliskan
atau n serta (, ) dengan .
1) Banyak permutasi unsur ditentukan dengan aturan
= ( ) ( ) = !
2) Banyak permutasi unsur dari unsur yang tersedia, dapat
ditentukan dengan:
=

!
( )!

Perhatikan permutasi dibawah ini :


!

1)
= ()! =

! !
!

2)
= ()! =

3)
= ()! =
!

4) = ()! =

!
!

! !
!

= !

= !

5)
= ()! =

!
!

= !

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan sifat berikut.


Sifat 1.1
!

Diketahui = ()! , dengan .


!

1) Jika = , maka = ()! = !


!

2) Jika = , maka = ()! =


!

3) Jika = , maka = ()! = !


Bukti :
!

1) Diketahui = ()! , dengan , dan = atau = +


, maka:
!

= ()! = ()! = (+) = ! = !


10

Permutasi, Kombinasi, Peluang


!

2) Diketahui = , dan = ()! , dengan , maka:


!

= ()! = ()! =

()!
()!

=
!

3) Diketahui = atau = , dan = ()! , dengan ,


maka:
=

!
!
! !
=
= = = !
( )!
( )! !

2. Permutasi dengan unsur unsur yang sama


Masalah 1.4
Pada sebuah upacara pembukaan turnamen olahraga disusun beberapa bendera
klub yang ikut bertanding. Terdapat 3 bendera berwarna putih, 2 bendera
berwarna biru, dan 1 bendera berwarna merah. Tentukanklah susunan bendera
yang ditampilkan pada acara upacara pembukaan tersebut!

Alternatif Penyelesaian
Banyak unsur yang tersedia 6, yaitu 3 bendera berwarna putih, 2 bendera
berwarna biru dan 1 bendera berwarna merah. Diperoleh banyak permutasi
dari 6 unsur yang memuat 3 unsur yang sama dan 2 unsur yang sama
adalah
!

,, = !.!.! susunan
Dari pembahasan tersebut dapat kita rumuskan pola secara umum
permutasi unsur dengan melibatkan sebanyak , , , , unsur
yang sama adalah sebagai berikut.

Sifat 1.2
Misalkan dari unsur terdapat , , , , unsur yang
sama dengan + + , + . Banyak permutasi
dari unsur tersebut adalah
, , ,, =
11

!
! ! ! , !

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Contoh :
Berapa banyak susunan yang dapat dibentuk dari 3 huruf yang diambil dari
huruf huruf pembentuk kata KOGNITIVISTIK ?

Alternatif Penyelesaian
Tersedia 13 unsur dalam kata tersebut. Dari 13 unsur yang tersedia
memuat 4 huruf I yang sama, 2 huruf K yang sama dan 2 huruf T yang
sama.
Jika kita partisi banyak huruf pembentuk kata KOGNITIVISTIK adalah
sebagai berikut:
+ + + + + + + = + + + + + +
+ =

Jadi, diperoleh
!
! ! !, !

!
!.!.!.!.!.!.!.!

= . . cara

3. Permutasi Siklis
Masalah 1.5
Beny (B), Edo(E), dan Lina(L) berencana makan bersama
disebuah restoran. Setelah memesan tempat, pramusaji menyiapkan
sebuah meja bundar untuk mereka. Selang beberapa waktu Siti dating
bergabung dengan mereka. Berapa banyak cara keempat orang
tersebut duduk mengelilingi meja bundar tersebut?

12

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Alternatif Penyelesaian

E
L

(i)

(ii)

L
(iii)

L
S

(iv)

(v)

(vi)

Terdapat 6 cara posisi duduk mengitari meja bundar tersebut.Ternyata,


pola ( )! Akan menghasilkan banyak cara dengan banyak cara yang
diperoleh dengan cara manual, yaitu (4 1)! = 3! = 6 cara.
Secara umum, jika terdapat unsur yang disusun melingkar, maka banyak
susunan unsur yang mungkin disebut permutasi siklis, dinyatakan dalam
sifat berikut ini.

Sifat 1.3
Misalkan dari unsur yang berbeda yang tersusun melingkar. Banyak
permutasi siklis dari unsur tersebut dinyatakan:
= ( )!

13

Permutasi, Kombinasi, Peluang

d. Kombinasi
Cara menyusun unsur dengan memperhatikan urutan telah dikaji pada
sub pokok bahasan permutasi. Selanjutnya, dalam percakapan sehari-hari kita
mungkin pernah mengatakan kombinasi warna pakaian kamu sangat tepat
atau tim sepakbola itu merupakan kombinasi pemain-pemain handal. Apakah
kamu memahami arti kombinasi dalam kalimat itu?
Masalah 1.6
Hasil seleksi PASKIBRA Kabupaten Bantul tahun 2012,

panitia

harus memilih 3 PASKIBRA sebagai pengibar bendera dari 5 PASKIBRA


yang terlatih, yaitu Abdul(A), Beny(B), Cyndi(C), Dayu(D), dan Edo(E). 3
PASKIBRA yang dianggap memiliki kemampuan sama ,sehingga tidak
diperhatikan lagi PASKIBRA yang membawa bendera atau pengerek
bendera. Berapa banyak pilihan PASKIBRA yang memiliki panitian sebagai
pengibar bendera?
Alternatif Penyelesaian
Mari kita selesaikan masalah ini dengan cara manual, sambil memikirkan
bagaimana pola rumusan untuk menyelesaikannya.
Adapun pilihan-pilihan yang mungkin sebagai pengibar bendera adalah
sebagai berikut:
Pilihan 1: Abdul, Badu, Cyndi
Pilihan 2: Abdul, Badu, Dayu
Pilihan 3: Abdul, Badu, Edo
Pilihan 4: Abdul, Cyndi, Dayu
Pilihan 5: Abdul, Cyndi, Edo
Pilihan 6: Abdul, Dayu, Edo
Pilihan 7: Badu, Cyndi, Dayu
Pilihan 8: Badu, Cyndi, Edo
Pilihan 9: Badu, Dayu, Edo
Pilihan 10: Cyndi, Dayu, Edo

14

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Terdapat 10 pilihan PASKIBRA sebagai pengibar bendera.


Dengan menggunakan faktorial, 10 cara yang ditemukan dapat dijabar sebagai
berikut:

= ! atau = ()() = !!

Dari pembahasan diatas, memilih k unsur dari n unsur tanpa memperhatikan


urutan unsur yang dipilih disebut kombinasi. Kombinasi k unsur dari n unsur
yang didefinisikan sebagai berikut.

Definisi 1.4
Kombinasi k unsur dari n unsur biasa dituliskan ;;C(n,k) atau

Banyak kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia, tanpa


memperhatikan urutan susunannya dapat ditentukan dengan
=

!
, ,
( )!. !

Contoh:
Selidiki hubungan
Alternatif Penyelesaian
!

Pada definisi permutasi = ()! Sedangkan definisi kombinasi =


!
()!.!

Dari keduanya diperoleh hubungan =

Secara hitungan matematis, hubungan =


15

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Sifat 1.4
!

Diketahui = ()!.!
!

a. Jika n-k=1,maka = ()!.! =


b. Jika k = 1,maka =

!
()!.!

c. Jika n = k, maka = ()!.! =


!

d. Jika =()! , =

2. Peluang Suatu Kejadian


Kamu sudah mempelajari konsep peluang pada kelas X. Dengan pengalaman
belajar itu, kita akan mengembangkan konsep peluang dengan memperhatikan
banyak cara semua kejadian mungkin terjadi dan banyak cara suatu kejadian
mungkin terjadi. Dengan demikian, pada sub bab ini, kita akan mendalami
bagaimana menentukan banyak anggota ruang sampel kejadian dengan
menggunakan konsep aturan pencacahan. Mari kita mulai sub bab ini dengan
mengkaji ruang sampel suatu kejadian.
a. Konsep Ruang Sampel
Pernahkah kamu bermain ular tangga? Pada permainan ular tangga
sebelum memindahkan biji permainan pemain terlebih dahulu melambungkan
sebuah dadu bersisi enam satu kali. Dari situ kemungkinan nilai mata dadu
yang muncul adalah 1, 2, 3, 4, 5, atau 6. Jika S merupakan himpunan semua
nilai mata dadu yang mungkin muncul, maka S={1,2,3,4,5,6}. Maka S disebut
ruang sampel, dan anggota-anggotanya yaitu 1,2,3,4,5 dan 6 disebut titik
sampel. Dan himpunan bagian dari ruang sampel disebut kejadian.
Menuliskan Himpunan Kejadian dari Suatu Percobaan

16

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Untuk

mempermudah

menentukan

ruang

sampel,

kita

adapat

menggunakan diagram pohon atau tabel. Misalnya dalam menentukan


ruang sampel percobaan pelemparan dua koin berikut.

AA

A
G

AG

GA

A
G

A
(A,A)
(G,A)

G
(A,G)
(G,G)

Tabel

G
G

GG

Diagram
Baik diagram maupun tabel
diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa ruang sampel dari pelemparan dua
koin adalah {AA,AG,GA,GG}.

b. Konsep Peluang Suatu Kejadian


Pada pelemparan sebuah dadu, kemungkinan yang muncul enam, yaitu
permukaan dadu bernilai satu, dua, tiga, empat, lima, atau enam. Peluang
munculnya tiap satu sisi sama. Dikarenakan dadu memiliki enam sisi dan tiap
sisi bernilai berbeda, maka tiap sisinya berpeluang muncul sebesar

Jika A adalah suatu kejadian yang terjadi pada suatu percobaan dengan
ruang sampel S, di mana setiap titik sampelnya mempunyai kemungkinan
sama untuk muncul, maka peluang dari suatu kejadian A ditulis sebagai
berikut.

() =

()
()

Dengan:
()= Peluang kejadian
()= Banyaknya anggota A
()= Banyaknya anggota ruang
sampel S
17

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Contoh:
Pada percobaan pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang percobaan
kejadian muncul bilangan genap!

Penyelesaian :
= {, , , , , } maka () =
Misalkan adalah kejadian muncul bilangan genap, maka:
= {, , } dan () =

() =

()
()

= =

c. Kisaran Nilai Peluang


Misalkan adalah sebarang kejadian pada ruang sampel dengan
() = , () =

()

Jadi, peluang suatu kejadian terletak pada interval tertutup [, ]. Suatu


kejadian yang peluangnya nol dinamakan kejadian mustahil dan kejadian yang
peluangnya 1 dinamakan kejadian pasti.

d. Frekuensi Harapan Suatu Kejadian


Jika adalah suatu kejadian pada frekuensi ruang sampel dengan
peluang (), maka frekuensi harapan kejadian dari n kali percobaan
adalah.

()
18

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Contoh :
Bila sebuah dadu dilempar 3600 kali, berapakah frekuensi harapan dari
munculnya mata dadu 1?
Jawab :
Pada pelemparan dadu 1 kali, = {, , , , , } maka () =
Misalkan adalah kejadian munculnya mata dadu 1, maka:
= {} dan () = sehingga :
() =

()
()

Frekuensi harapan munculnya mata dadu 1 adalah

() = =

e. Peluang Komplemen Suatu Kejadian


Misalkan adalah ruang sampel dengan () = , adalah kejadian
pada ruang sampel , dengan () = dan adalah komplemen kejadian
, maka nilai ( ) = , sehingga :
( ) =

= = (), maka

() + ( ) =
Jadi, jika peluang hasil dari suatu percobaan adalah , maka peluang hasil itu
tidak terjadi adalah ( ).
f.

Peluang Kejadian Majemuk


1. Kejadian saling lepas

19

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Masalah 1.7
Dua buah dadu dilempar secara bersama-sama. Berapa
peluang munculnya jumlah dadu 5 atau 8 ?

Alternatif Penyelesaian
Dadu terdiri dari angka 1 ,2,3,4,5, dan 6. Maka kita dapati tabel ruang
sampel seperti dibawah ini
1

(1,1)

(1,2)

(1,3)

(1,4)

(1,5)

(1,6)

(2,1)

(2,2)

(2,3)

(2,4)

(2,5)

(2,6)

(3,1)

(3,2)

(3,3)

(3,4)

(3,5)

(3,6)

(4,1)

(4,2)

(4,3)

(4,4)

(4,5)

(4,6)

(5,1)

(5,2)

(5,3)

(5,4)

(5,5)

(5,6)

(6,1)

(6,2)

(6,3)

(6,4)

(6,5)

(6,6)

() =
Ada dua peluang kemungkinan yang terjadi :
a. Jumlah dadu berjumlah 5 kita sebut peluang A berjumlah 4 (warna
ungu)
b. Jumlah dadu berjumlah 8 kita sebut peluang B berjumlah 5 (warna
biru)
Karena munculnya jumlah dadu baerjumlah 5 dan 8 tidak mungkin terjadi
secara bersamaan, maka kejadian ini disebut dengan kejadian saling lepas.
() =

()
()

= ;

() =

( ) = () + ()

( ) = + = =
20

()
()

Permutasi, Kombinasi, Peluang


Karena kejadian dan tidak dapat terjadi secara bersamaan, maka
=

( ) = () + ()
2. Kejadian tidak saling lepas

Masalah 1.8

Dari satu set kartu bridge diambil


sebuah kartu. Berapa peluang terambilnya
kartu berwarna hitam dan As?

Penyelesaian:
Communify.or
g

Kartu bridge terdiri dari 4 macam:

(kartu sekop), (kartu keriting),

(kartu wajik), (kartu hati)


masing-masing berjumlah 13. Terdiri dari 9 angka, Jack, Queen, King dan
AS
() =

Selanjutnya:

21

Permutasi, Kombinasi, Peluang


a. = kejadian terambil kartu hitam. Ada dua kartu hitam yaitu sekop
dan kriting. masing-masing mempunyai 13 kartu, sehingga () =
= .
b. = kejadian terambilnya kartu as. kartu as pada satu set kartu bridge
terdiri dari 4 kartu, sehingga () =
Kartu hitam dan kartu as dapat terjadi secara bersamaan jika yang terambil
kartu as sekop dan kartu as keriting, sehingga dan adalah kejadian
yang tidak saling lepas.
Sehingga ( ) =
( ) = () + () ( )
( ) =

()
()

()

+ ()

()
()

( ) = + = =
Karena kejadian tidak saling lepas dengan , maka

( ) = () + () ( )

3. Kejadian saling bebas

22

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Masalah 1.9
Berdasarkan beberapa faktor, para pengamat lapangan hijau
menyatakan peluang Manchester United menjuarai Barclays Premier
league adalah 0,99 dan peluang Barcelona menjuarai Champion league
adalah 0,98.
Berapa peluang Manchester United menjuarai Barclays Premier
league dan Barcelona tidak menjuarai Champion league?

Penyelesaian:
() = Peluang Manchester United menjuarai Barclays Premier league
( ) =Peluang Barcelona tidak menjuarai Champion league
() = ,
( ) = , = ,
( ) = () ( )
( ) = , , = ,
Munculnya kejadian tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian
atau sebaliknya. Sehingga dan adalah dua kejadian yang saling bebas,
maka peluang terjadinya kejadian dan sebagai berikut:

( ) = () ()

4. Kejadian tidak saling bebas

Masalah 2.1
Sebuah toples berisi 2 macam permenkaret. Yaitu 4 buah
dengan rasa strawberry dan 6 buah dengan rasa grape. Sambil
menutup mata, Taufiq menganbil satu buah permenkaret, dan lalu
mengambil lagisatu buah.
Berapa peluang kedua buah permekaret terambil dengan rasa
strawberry?

23

Permutasi, Kombinasi, Peluang

Penyelesaian
Pengambilan pertama:
( ) = + =
() =

() = =
Pengambilan kedua:
( ) = + =
Kejadian pertama dan kedua saling berpengaruh, maka dikatakan kejadian
tidak saling bebas.
Permen karet grape dianggap sudah terambil pada kejadian pertama,
sehingga:
(|) = =

(|) = =
( ) = () (|)

( ) = =
Kejadian mempengaruhi peluang kejadian , maka dan adalah dua
kejadian tidak saling bebas, sehingga peluang terjadinya kejadian dan
adalah :

( ) = () (|)

Dengan:
(|) = peluang terjadinya setelah terjadinya

24

Permutasi, Kombinasi, Peluang

D. Kesimpulan
Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep aturan pencacahan, beberapa hal
penting dapat kita rangkum sebagai berikut.
1. Aturan pencacahan merupakan metode untuk menentukan banyak cara/susunan/
pilihan pada saat memilih k unsur dari n unsur yang tersedia. Aturan pencacahan
ini meliputi perkalian berurut (faktorial), permutasi, dan kombinasi.
2. Faktorial dinyatakan dengan ! = ( ) ( ) ( )
.
3. Permutasi adalah susunan k unsur dari n unsur tersedia dalam satu urutan.
Terdapat tiga jenis unsur permutasi yakni 1. Permutasi dengan unsur-unsur yang
berbeda, 2. Permutasi dengan unsur-unsur yang sama, dan 3. Permutasi siklis.
Secara umum banyak permutasi dinyatakan dengan:
!

= ()! dengan
4. Kombinasi adalah susunan k unsur dari n unsur tersedia dengan tanpa memperhatikan
urutannya, dinyatakan dengan
!

= ()!.!
5. Jika A adalah suatu kejadian yang terjadi pada suatu percobaan dengan ruang
sampel S, di mana setiap titik sampelnya mempunyai kemungkinan sama untuk
muncul, maka peluang dari suatu kejadian A ditulis sebagai berikut.
() =

25

()
()

Permutasi, Kombinasi, Peluang

SOAL DAN KUNCI JAWABAN

1. Berapa

banyak

susunan

huruf

berbeda

yang

dapat

dibentuk

dari

kata

GELANGGANG?
2. Dalam sebuah kotak terdapat 10 buah bola, 5 buah berwarna merah, 3 buah berwarna
kuning, dan 2 buah berwarna hijau. Bila diambil 3 buah bola sekaligus secara acak,
berapakah peluang terambilnya bola :
a. Ketiganya warna merah
b. Ketiganya berlainan warna
3. Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 3 bola putih, dan 2 bola hijau. Dari dalam kotak
diambil sebuah bola secara acak. Tentukan peuang terambil bola bukan hijau !
4. Sebuah dadu dilempar satu kali. Kejadian A adalah munculnya angka genap
dan kejadian B adalah munculnya angka yang habis dibagi tiga. Tentukan
peluang muncul angka genap atau angka yang habis dibagi tiga !
5. Peluang A untuk hidup 20 tahun lagi adalah 0,75 sedangkan peluang B untuk hidup
20 tahun lagi adalah 0,82. Tentukan peluang bahwa A dan B kedua duanya akan
hidup 20 tahun lagi !

Penyelesaian:
1. Terdapat 10 unsur pada kata GELANGGANG; terdiri dari 4 huruf G, 2 huruf A, 2
huruf N, 1 huruf E, dan 1 huruf L.
Banyaknya susunan huruf yang dapat dibuat adalah:
10(,,,,)

!
!!!!!
......
.

= .

2. () = banyaknya kejadian yang mungkin terjadi


!

() =10 = !()! = !! =

26

Permutasi, Kombinasi, Peluang


a. () = banyaknya kemungkinan terambil ketiganya bola berwarna merah
!

() = 5 = !()! = !! = =
() =

()
()

= =

Jadi, peluang terambil ketiganya bola berwarna merah adalah

b. () = banyaknya kemungkinan terambilnya 1buah boal berwarna merah, 1


buah bola berwarna kuning, dan 1 buah bola berwarna hijau secara bersamaan.
!

() = 5 .3 .2 = !! !! !! =
() =

()
()

= =

Jadi, peluang terambil ketiganya bola berlainan warna adalah .

3. S ={1,2,3, .., 9,10} , n(S) = 10


Misal H = kejadian terambil bola hijau
Bola hijau ada 2, maka n(H) = 2
() =

()
()

= =

= kejadian terambil bola bukan hijau


Jadi, ( ) = () =

4. S: {1,2,3,4,5,6}, n(S) = 6
A : {2,4,6}, n(A) = 3
B: {3, 6}, n(B) =2
={6}, n ( ) = 1
Peluang A atau B :

27

Permutasi, Kombinasi, Peluang


( ) = () + () ( )
=

()

()

+ ()
()

()
()

=+
=

5. Kedua kejadian A dan B hidup 20 tahun lagi adalah dua kejadian saling bebas.
Jadi peluang A dab B kedua duanya masih hidup 20 tahun lagi adalah
( ) = (). ()
= (, ) (, ) = ,

28