reaksi Redoks:
Ada unsur bebas yang terlihat (terdapat sebagai pereaksi atau hasil) sebab muatan dan
BO-nya sama dengan 0, dan senyawa tidak 0 tapi positif atau negatif. Unsur bebas
dalam reaksi terjadi dari senyawa atau berubah menjadi senyawa hingga terjadi
perubahan.
Ada unsur yang diketahui dapat berubah nilai valensi atau BO, ini membutuhkan
pengetahuan tentang valensi atau BO unsur-unsur.
(Harjadi.1993:36-37)
(Pharing.2003:30-31) Menyatakan bahwa melalui persamaan reaksi setara dapat kita
lakukan perhitungan jumlah partikel zat reaktan dan zat hasil reaksi. persamaan reaksi
setara adalah persamaan reaksi yang atom-atom jenisnya jumlahnya sama pada ruas
kiri dan kanan. Peramaan reaksi dapat disertakan dengan cara mengatur angka didepan
reaktan (koefisien) dan hasil reaksi.
Langkah-langkah penyertaan reaksi (Pharing.2003:30-31) :
Tulis persamaan reaksi yang belum setara
Tetapkan koefisien zat yang lebih rumit, ialah zat yang umumnya lebih banyak
Aturlah besarnya koefisien reaktan dan hasil reaksi agar reaksi setara
Jika diinginkan, maka kalikanlah dengan bilangan bulat terkecil hingga menghilangkan
koefisien yang berbentuk pecahan.
Reaksi penetralan merupakan reaksi antara asam dan basa. Reaksi asam basa dalam
medium air biasanya menghasilkan air dan garam yang merupakan senyawa ionik yang
terbentuk dari suatu kation selain H+ dan anion OH- dan juga O2.
Asam + basa garam + air
semua garam merupakan elektrolit kuat
contoh :
HCl (aq) + NaOH(aq) NaCl(s) + H2O(l)
jika kita lihat reaksi diatas dengan jumlah mol dari asam basa yang sama, pada akhir
reaksi hanya akan menghasilkan garam dan tidak ada asam basa yang tersisa. ini
merupakan ciri-ciri dari penetralan asam basa (Chang.Rayrion.2004:99).
Ada lima jenis reaksi kimia biasa. jenis pertama ialah sintesis atau jenis senyawa dari 2
zat atau lebih. jenis ini dinamakanRreaksi Penggabungan.
A + Z AZ
Jenis kedua disebut Reaksi Penguraian, yaitu terpecahnya suatu senyawa menjadi 2 zat
atau lebih, biasanya dengan penambahan kalor.
AZ A + Z
jenis rekasi ketiga, dinamakan Reaksi Penggantian, disini satu unsur menggantikan
unsur lain dalam senyawa. unsur yang digantikan adalah yang letaknya lebih bawah
dalam deret elektromotif (deret elektromotif: Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Zn, Fe, Cd, Ni,
Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Au).
A + BZ AZ + B
jenis reaksi keempat dinamakan Penggantian Rangkap, dua zat dalam larutan bertukar
pasang, artinya anion dari salah satu zat bertukar dengan senyawa anion lain.
X + BZ AZ + BX
Jenis reaksi kelima ialah Reaksi Netralisasi, asam dan basa bereaksi membentuk garam
dan air.
HX + BOH BX + HOH
reaksi netralisasi sesungguhnya merupakan jenis khusus dari reaksi penggantian rangkap
dengan satu kation hidrogen dan satu anion hidroksida. hidrogen dalam asam
menetralkan hidroksida dalam basa untuk membentuk air. jika rumus air ditulis sebagai
HOH, persamaan reaksi lebih mudah diimbangkan. disamping kelima reaksi itu perlu
pula di kaji reaksi oksiodasi reduksi (redoks). banyak logam reaksi dengan asam
membentuk garam dari logam tersebut dan gas hidrogen. beberapa logam tak aktif
dapat bereaksi dengan asam nitrat (HNO3). yang terjadi bukan gas hidrogen melainkan
oksidasi dari nitrogen (Epinur, dkk. 2012: 47-48).
Sunarya, Yayan (2012: 248-253) menyatakan bahwa :
reaksi-reaksi kimia terdiri dari reaksi reduksi oksidasi (redoks)
pada bagian ini akan dibahas terminologi yang digunakan untuk menjelaskan reaksi
reduksi oksidasi (redoks) kemudian jenis-jenis reaksi redoks.
Terminologi
ketika besi dicelupkan kedalam larutan tembaga (II) sulfat yang berwarna biru, besi
menjadi terlapisi oleh logam tembaga yang warnanya kemerah-merahan. persamaan
elemennya :
Fe + CuSO4 FeSO4 + Cu
persamaan ion brsihnya adalah :
Fe0+ + Cu2+ Fe2+ + Cu
Reaksi disproporsionasi
merupakan reaksi dimana pereaksi mengalami oksidasi dan juga reduksi, dengan kata
lain reduktor dan oksidatornya adalah senyawa yang sama.
contoh reaksi dalam larutan air
+1
0
+2
+
2Cu (aq) Cu(s) + Cu2+(aq)
Reaksi redoks dalam anion
tidak semua reaksi redoks sesederhana reaksi yang bukan redoks. misalkan pada uji
standar bromin dalam larutan air. sejumlah kecil arutan yang diduga mengandung ion
bromida diolah dengan KMnO4 dalam suasana asam. jika terdapat ion bromida akan
dihasilakan Br2. Keberadaan Br2 dapat dideteksi, sebab Br2 larut dalam cairan tertentu
yang tiodak larutdalam air mengahasilkan lapisan berwarna ungu. persamaan reaksi :
10Br-(aq) + 2MnO-4(aq) + 16H+(aq) 5Br2(aq) + 2Mn22+(aq) + 8H2O(l)
DAFTAR PUSTAKA
Epinur, dkk. 2012. Penuntun Praktikun Kimia Dasar. Jambi : UNJA
Harjadi. 1993. Materi Pokok Kimia Dasar. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti
Pharing. 2003. Kimia. Surabaya : Media Ilmu
Sunarya. Yayan. 2012. Kimia Dasar 2. Bandung : Yrama Widya
BAB V
REAKSI REDUKSI OKSIDASIBAB I PENDAHULUAN
1.1
Tujuan Praktikum
1.
Mempelajari reaksi reduksi2.
Mempelajari reaksi oksidasi
1.2
Pre-lab
1. Jelaskan pengertian reaksi reduksi! Reduksi didefinisikan sebagai
penangkapan elektron dan pelepasan oksigen darisenyawa (Reger, 2009).
2. Jelaskan pengertian reaksi oksidasi! Oksidasi adalah pelepasan elektron
atau penaikkan bilangan oksidasi (Sutresna,2007).
3. Apa fungsi larutan CuSO4 dan AgNO3? Larutan CuSO4
berfungsi sebagai larutan garam dari logam Cu, dalam reaksi katoda Cu+ +
2e Cu2+, dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak mengambil elektron
danmenjadi logam tembaga yang menempel pada besi katoda. Dalam reaksi anoda
Cu (s)Cu2+ (aq) + 2e - .dalam hal ini ion Cu2+ akan bergerak memberikan
elektron.danterjadilah peristiwa reduksi oksidasi. Larutan AgNO3 berfungsi
sebagai larutan garam dari logam Ag. Dalam reaksi anodaAgNO3, ion NO3- tidak
akan larut dalam air sehingga molekul air dan atom Ag+ bersaing untuk
beroksidasi (Ebbing, 2010).
Nama Andreas Bimanda Cahyadi
NIM 145100100111015
Kelas A
Kelompok A1
Tinjauan Pustaka1.3.1
Pengertian Reaksia.
Redoks
Redoks adalah suatu reaksi kimia di mana ada pemindahan elektron dari
satureaktan ke reaktan yang lainnya (Stoker, 2012).Contoh reaksi redoks:1)
KorosiKorosi adalah reaksi redoks spontan yang mengakibatkan terjadinya
karat pada besi, perak sulfida dari perak, dan patina (tembaga karbonat) daritemba
ga.2)
ElektrolisisElektrolisis ialah proses dimana energi listrik digunakan untuk
mendorongagar reaksi redoks berlangsung tidak spontan bisa terjadi.3)
Termodinamika Sel GalvanikVoltase yang diukur dalam sel galvanik dapat
dipecah menjadi potensialelektroda dari anoda (tempat oksidasi) dan katoda
(tempat reduksi).Voltase ini dapat dihubungkan dengan perubahan energi bebas
Gibbs dankonstanta kesetimbangan dari proses redoks.
b.
Spontan dan Non-Spontan
Reaksi redoks spontan adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta
dandisertai pembebasan energi berupa panas yang ditandai dengan perubahan
suhu(Salirawati, 2008).Reaksi redoks non-spontan terjadi apabila harga E sel
negatif. Suatu reaksikimia (termasuk reaksi redoks) yang tidak spontan tidak
terjadi apapun(Salirawati, 2008).
1.3.2
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks
(Oxtoby, 2004)
a.
Energi ionisasiSemakin eletropositif elemen maka akan lebih mudah untuk
melepaskanelektronnya, atau energi ionisasinya semakin rendah sehingga
potensialoksidasinya berkurang sedangkan potensial reduksinya akan naik. b.
Afinitas elektronSemakain eletronegatif elemen maka afinitas elektron
juga akan bertambah sehingga potensial reduksinya juga naik.
c.
Energi atomisasiPotensial standar reduksi diukur dalam keadaan atomik sehingga
energiatomisasi juga turut menentukan besaran potensial standar reduksi.d.
Energi solvasiJika proses redoks dilakukan pada fase cair maka energi solvasi
jugamempengaruhi besaran potensial reduksi standard.e.
Energi ikat kovalenEnergi ikat kovalen yang besar mendukung kespontanan
reaksi; potensialstandard reduksi sebanding dengan energi ikat kovalen.f.
OksigenSesuai dengan prinsip reaksi redoks dimana juga terjadi penambahan
dan pengurangan oksigen di dalam senyawa.
DAFTAR PUSTAKA
Ebbing, Darrell, Steven D. Gammon. 2010.
General Chemistry, Enhanced Edition.
USA:Cengage Learning.Linsley, Trevor. 2004.
Instalasi Listrik Dasar/3
. Jakarta: ErlanggaOxtoby, David W. 2004.
Prisnip-2 Kimia Modern/1 Ed.4
. Jakarta: Erlangga.
Pudjaatmaka, A. Hadyana. 2004.
Kamus Kimia.
Jakarta: Balai Pustaka
Rahmawati, Huda. 2014. Jurnal Praktikum Kimia Anorganik II Pembuatan ZnSO
4
.
JakartaReger, Daniel, Scott Goode, David Ball. 2009.
Chemistry: Principles and Practice.
USA:Cengage Learning.Salirawati, Das. 2008.
KIMIA.
Bandung: Grafindo Media PratamaStoker, H. Stephen. 2012.
General, Organic, and Biological Chemistry.
USA: CengageLearning.Sutresna, Nana. 2007.
KIMIA.
Bandung: Grafindo Media Pratama.