Anda di halaman 1dari 45

Astronomi Bola

Pembinaan Khusus Tahap I IOAA 2017

Rhorom Priyatikanto

Tim Pembina Olimpiade Astronomi


FMIPA - Institut Teknologi Bandung

c
2016

Rhorom Priyatikanto
Semarang, 10 April 1989
Peneliti di Pusat Sains Antariksa LAPAN
Pendidikan :
SMAN 3 Kota Semarang (20042007)
S1 Astronomi ITB (20072011)
S2 Astronomi ITB (20122014)
S3 Astronomi ITB (20142017)

Prestasi olimpiade :
Medali emas OAN 2004
Medali perunggu OSN Astronomi 2005
Medali emas OSN Astronomi 2006
Third Diplom APAO 2006
Observing assistant IOAA 2008
Team leader IOAA 2015
Team leader IOAA 2016

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

Asia-Pacific Astronomy
Olympiad, Vladivostoc,
2006

c
2016

2 / 45

Daftar Isi
1

Pendahuluan

Geometri Bola

Tata Koordinat
Review Tata Koordinat
Koordinat Bumi
Koordinat Bola Langit
Koordinat
Koordinat
Koordinat
Koordinat
Koordinat

Horisontal (Az, h)
Equatorial 1 (HA, )
Equatorial 2 (, )
Ekliptika (, )
Galaktik (l, b)

Jarak Dua Titik

Transformasi Koordinat

Soal Latihan

Bacaan Lanjut
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

3 / 45

Pendahuluan

Astronomi & Astrofisika berurusan dengan


benda langit yang tersbar dalam semesta
yang belum diketahui tapal batasnya.
Astronomi lahir bersamaan dengan
lahirnya peradaban manusia, menjadi ilmu
yang mempelajar posisi, pergerakan, atau
fenomena benda langit yang lain.
Astrofisika adalah cabang astronomi yang
menggunakan ilmu fisika untuk
menjelaskan fenomena atau proses fisis
yang terjadi di alam semesta.

Melihat keberadaan benda langit dengan


segala dinamikanya adalah aktivitas
astronomis yang paling tua.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

Gambar: Stonehenge di Inggris:


penanda posisi matahari sesuai
musim

c
2016

4 / 45

Pendahuluan

Di keseharian, kita sering kali menyebut arah utara, selatan, atas, bawah,
sebelah kanan, dan sebagainya. Itulah ekspresi posisi.
Posisi objek juga dapat dinyatakan secara kuantitatif, misalnya kota A
berjarak 5 km sebelah timur kota B. Koordinat juga dapat digunakan untuk
menyatakan posisi.
Kita sudah sangat terbiasa dengan koordinat pada bidang datar atau 3D
berbasis kartesian. Namun, tidak semua posisi benda langit dapat dinyatakan
dengan koordinat kartesian semacam itu.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

5 / 45

Pendahuluan
Pada bab ini, kita akan mempelajari bagaimana astronom menentukan posisi
benda langit yang ia amati. Pada bab ini kita akan berurusan dengan sudut dan
geometri, khususnya di permukaan bola.

Konversi sudut
Dalam astronomi, sudut dapat dinyatakan dalam radian, derajat, ataupun satuan
waktu. Ingat kembali konversi sbb:
1 jam = 60 menit = 3600 detik
1 = 600 = 360000
24 jam = 360
2 rad = 360
1 rad 57.3 34370 20626500

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

6 / 45

Geometri Bola
Proyeksi posisi benda langit dapat
dinyatakan pada sebuah bola, yaitu bola
langit (celestial sphere).
Bola langit tidak memiliki radius (ukuran
fisis).
Beberapa komponen dalam bola:
Lingkaran besar: perpotongan antara permukaan
bola dan sebuah bidang yang berimpit dengan
pusat bola.
Lingkaran kecil: lingkaran di permukaan bola selain
lingkaran besar.
Sumbu: garis tegak lurus suatu lingkaran besar.
Tiap lingkaran besar memiliki poros masing-masing.
Kutub: perpotongan sumbu dan permukaan bola.
Busur: bagian dari lingkaran.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

7 / 45

Dasar Geometri Bola

Beberapa besaran dalam bola:


Busur lingkaran besar: ibarat ruas garis pada
geometri bidang datar.
Sudut bola: dua buah busur lingkaran besar dapat
membentuk sudut di permukaan bola.
Segitiga bola: tiga buah busur lingkaran besar
dapat berpotongan membentuk segitiga bola.

Konsep segitiga bola sangat penting dalam


penentuan posisi benda langit, pengukuran jarak
sudut, serta transformasi sistem koordinat.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

8 / 45

Segitiga Bola

Segitiga bola dibentuk oleh tiga buah lingkaran


besar yang saling berpotongan.
Analog dengan segitiga datar, sudut segitiga bola
biasa disimbolkan dengan huruf kapital (misal A)
sedangkan sisinya dinyatakan dengan huruf kecil
(misal a).
Sifat segitiga bola:
Jumlah dua busurnya lebih besar dari busur ketiga.
(busur = sisi). Misal A + B > C
Jumlah ketiga sudutnya lebih dari 180 .
A + B + C > 180
Setiap sudut dalam segitiga kurang dari 180 .
A < 180 , B < 180 , C < 180

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

9 / 45

Segitiga Bola

Terdapat beberapa segitiga bola dengan sudut istimewa:

Segitiga sama sisi. Besar sudut


sama dengan panjang busur/sisi.
Segitiga sama kaki 90 . Besar sudut
yang diapit dua busur 90 sama
dengan panjang busur di
hadapannya. Misalnya A = a.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

10 / 45

Trigonometri Segitiga Bola

Hubungan sudut dan sisi dalam segitiga bola diatur oleh aturan trigonometri
segitiga bola1 .
Rumus sinus:

sin A
sin B
sin C
=
=
sin a
sin b
sin c

Rumus cosinus: cos c = cos a cos b + sin a sin b cos C


Rumus analog cosinus: sin a cos B = cos b sin c sin b cos c cos A
Rumus empat bagian: cos a cos C = sin a cot b sin C cot B

Bila dilihat sekilas, rumus sinus dan cosinus segitiga bola hampir mirip bila
dibandingkan dengan segitiga datar:
Rumus sinus:

sin A
sin B
sin C
=
=
a
b
c

Rumus cosinus: c 2 = a2 + b 2 2ab cos C

1 Roy&Clarke

(2001) memberikan pembuktian atas hubungan trigonometri tersebut

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

11 / 45

Latihan Soal

Diketahui sebuah segitiga bola memiliki busur a = 90 , b = 70 ,


dan sudut A = 30 . Tentukan panjang busur c dan sudut C .
Seorang anak menggambarkan segitiga di permukaan bola.
Segitiga tersebut memiliki busur a = 60 , b = 60 , dan c = 90 .
Bila sudut A = 60 , apakah anak itu menggambarkan segitiga
bola?
Gambarkan segitiga bola yang memiliki busur a = 60 , b = 120 ,
dan c = 90 . Hitung jarak titik A dan busur a.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

12 / 45

Jawaban Soal no. 1


Diketahui
a = 90
sin a = 1.000

b = 70

A = 30

sin b = 0.940

cos a = 0.000

sin b
sin c
sin a
=
=
=2
sin A
sin B
sin C

B = 28.02
cos b = 0.342

sin c = 2 sin C
p
1 cos2 c = 2 1 cos2 C
1p
cos C =
3 + cos2 c
2

cos c = cos a cos b + sin a sin b cos C


= sin a sin b cos C
cos c = 0.940 cos C

3 + cos2 c

cos2 c = 0.221 3 + cos2 c
0.662
cos2 c =
0.779
cos c = 0.922
cos c = 0.470

c = 157.2
1
sin c
2
C = 11.17

sin C =

Review Tata Koordinat


Posisi sebuah objek di langit secara sederhana dapat dinyatakan dalam tata
koordinat bola langit.
Koordinat horison (altitude - azimuth)
Koordinat equatorial 1 (sudut jam - deklinasi)
Koordinat equatorial 2 (asensiorekta - deklinasi)
Koodinat ekliptika (bujur - lintang ekliptika)
Koordinat galaktik (bujur - lintang galaktik)
Sebelum melangkah ke depan, mantapkan pijakan.
Kita tidak akan membahas sesuatu yang benar-benar baru. Dalam tata
koordinat bola, akan ditemukan banyak analoginya pada tata koordinat
kartesian yang sering kita temui.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

14 / 45

Koordinat Kartesian

Koordinat 2D atau 3D dengan sumbu yang


saling tegak lurus.
Dalam 2D, posisi biasa dinyatakan dalam
(x, y ). Dalam 3D, posisi objek dinyatakan
dalam (x, y , z).
Jarak antara titik A(xA , yA , zA ) dan
B(xB , yB , zB ) dapat dihitung dengan cara:
p
r = (xA xB )2 + (yA yB )2 + (zA zB )2

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

15 / 45

Koordinat Polar

Posisi objek pada bidang datar juga dapat


dinyatakan dalam koordinat polar.
Koordinat polar terdiri atas dua komponen:
Komponen radial (0 r < ):
menyatakan jarak dari titik asal (0,0).
Sudut polar (0 2): sudut yang
dibentuk oleh vektor radial objek dan garis
acuan (sumbu x).

Koordinat polar dan kartesian memenuhi


hubungan:
x = r cos ;
y = r sin
y 
p
r = x 2 + y 2;
= tan1
x

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

16 / 45

Koordinat Bola

Koordinat bola mirip dengan koordinat


polar, tapi untuk ruang 3D.
Dalam koordinat ini, terdapat lingkaran
besar dan sumbu sebagai acuan. Lingkaran
besar biasanya sebidang dengan bidang xy .
Terdiri atas tiga komponen:
Komponen radial (0 r < ):
menyatakan jarak dari titik asal (0,0).
Sudut azimuth (0 2): diukur dari
sumbu x sepanjang lingkaran besar.
Sudut polar (0 ): diukur dari
kutub positif (sumbu z positif).

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

17 / 45

Koordinat Bola

Persamaan konversi yang berguna di


antaranya:
x = r sin cos ;
p
= x 2 + y 2;
y 
= tan1
x 
1
= tan
z

y = r sin sin ; z = r cos


p
r = x2 + y2 + z2

Koordinat bola langit yang akan kita pelajari


merupakan koordinat bola. Tapi dengan
menganggap r = 1.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

18 / 45

Koordinat Bumi (, )
Posisi sebuah titik di permukaan Bumi biasa
dinyatakan dalam koordinat geografis.
Komponen dari koordinat geografis adalah
sebagai berikut:
Equator/khatulistiwa sebagai lingkaran
utama.
Kutub utara dan selatan Bumi sebagai
kutub koordinat.
Bujur geografis (0 2): bentangan
sudut dari garis bujur nol (Greenwich),
diukur sepanjang equator.
Lintang geografis ( 2 2 ): sudut
yang diukur dari equator ke arah kutub
utara (positif) atau selatan (negatif).

Bujur geografis juga dapat dinyatakan


dalam 0 180 Bujur Timur dan 0 180
Bujur Barat.
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

19 / 45

Latihan Soal

Koordinat bola (r , , ) dari titik A dan B berturut-turut adalah (1, 30 , 90 )


dan (1, 300 , 30 ). Bila O menyatakan titik asal, berapakah besar AOB?
Kota A (40 LU, 40 BT) dan kota B (20 LS, 20 BB) akan dihubungkan
dengan terowongan lurus.
1
2

Berapakah jarak terowongan tersebut dari pusat Bumi? Nyatakan dalam R .


Berapakah sudut yang dibentuk oleh terowongan dan bidang ekuator Bumi?

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

21 / 45

Jawaban soal no. 1


x = r sin cos ;
1
3;
2
1
xB = ;
4

y = r sin sin ;

z = r cos

1
;
2
1
3;
yB =
4

xA =

yA =

zA = 0
zB =

Jarak kedua titik adalah


r =
=

p
(xA xB )2 + (yA yB )2 + (zA zB )2

Selanjutnya, menggunakan formula cosinus segitiga datar:


r 2 = rA2 + rB2 2rA rB cos(AOB)
cos(AOB) =
AOB =

1
3
2

Jawaban soal no. 2


x = r cos cos ;

y = r cos sin ;

z = r sin

xA = cos 40 cos 40 ;

yA = cos 40 sin 40 ;

zA = sin 40

xB = cos 20 cos 20 ;

yB = cos 20 sin 20 ;

zB = sin 20

r =

p
(xA xB )2 + (yA yB )2 + (zA zB )2

=
Jarak dari pusat Bumi:
r

1
1 r 2
4
Sudut yang dibentuk terowongan terhadap equator:


|zB zA |
= sin1
r
d = R

Koordinat Horisontal (Az, h)


Ketika mengamati benda langit, kita berada
di pusat bola langit.
Koordinat horisontal memiliki komponen
sebagai berikut:
Cakrawala/horison sebagai lingkaran
utama koordinat.
Zenith (titik di atas kepala) dan nadir
(titik di bawah) sebagai kutub koordinat.
Arah mata angin (U-T-S-B) sebagai
titik-titik kardinal.
Sudut azimuth (0 Az 2) diukur dari
titik utara ke arah timur.
Sudut ketinggian/altitude (0 h 2 )
diukur dari horison ke arah zenith.

Koordinat ini adalah sistem yang paling


sederhana. Seperti ketika kita mengarahkan
lampu sorot ke suatu objek.
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

24 / 45

Koordinat Equatorial 1 (HA, )


Dua pengamat yang berada di tempat
berbeda memiliki horison yang berbeda
koordinat yang dibicarakan pun berbeda.
Koordinat equatorial lebih universal.
Komponen utama koordinat equatorial 1
adalah:
Equatorial langit sebagai lingkaran utama.
Kutub utara dan selatan langit sebagai
kutub koordinat.
Titik U-T-S-B sebagai titik kardinal,
meridian pengamat sebagai garis acuan.
Sudut jam/hour angle (0 HA 24 jam)
diukur dari meridian pengamat ke arah
barat sepanjang equator langit.
Deklinasi ( 2 2 ) diukur dari
equator langit ke arah kutub utara langit.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

26 / 45

Koordinat Equatorial 2 (, )
Koordinat HA-dek memang cukup praktis,
tapi kurang universal. Maka dari itu,
didefinisikan sistem koordinaat equatorial 2.
Koordinat equatorial 2 memiliki komponen
yang hampir sama dibandingkan koordinat
HA-dek, yakni:
Equator langit sebagai lingkaran utama.
Kutub utara dan selatan langit sebagai
kutub koordinat.
Koordinat ini menggunakan satu titik di
langit sebagai acuan, yaitu titik gamma.
Asensiorekta (0 24 jam) adalah
sudut yang diukur dari titik gamma ke
arah timur menuju titik jatuh objek. Sudut
ini diukur sepanjang equator langit.
Deklinasi diukur dari equator langit ke arah
kutub utara langit.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

28 / 45

Koordinat Equatorial 2 (, )

Lebih banyak tentang titik gamma:


Menandai perpotongan bidang orbit Bumi
(mengitari matahari) dan bidang equator
langit. Titik lain yang berada di seberang
titik gamma adalah titik libra.
Matahari berada di titik gamma saat
vernal equinox, yakni puncak musim semi
(sekitar tanggal 20 Maret).
Titik gamma mengalami gerak semu
harian sebagaimana bintang.
Local sidereal time (LST ) atau jam
bintang adalah indikator lokasi titik
gamma. LST bermakna sudut jam titik
gamma.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

29 / 45

Koordinat Ekliptika (, )
Pada beberapa kasus, terutama kasus tata
surya, tata koordinat equatorial tidak
nyaman digunakan.
Koordinat ekliptika dapat memberikan
gambaran lebih jelas mengenai posisi objek
di tata surya.
Komponen utama koordinat ekliptika
adalah:
Bidang ekliptika sebagai lingkaran utama.
Kutub utara dan selatan ekliptika sebagai
kutub koordinat.
Titik gamma sebagai acuan/titik asal
koordinat.
Bujur ekliptika (0 2) diukur
sepanjang ekliptika, dari titik gamma ke
arah timur hingga titik jatuh objek.
Lintang ekliptika ( 2 2 )
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

30 / 45

Koordinat Galaktik (l, b)


Seperti koordinat ekliptika yang cocok untuk
kasus internal tata surya, koordinat galaktik
banyak digunakan ketika berurusan dengan
objek dalam galaktik dan ekstragalaktik.
Komponen utama koordinat galaktik adalah:
Piringan/bidang galaksi sebagai lingkaran
utama.
Sumbu yang tegak lurus bidang galaksi
berujung pada kutub utara
( = 12h 51m .4, = +27 .13) dan selatan
( = 0h 51m .4, = 27 .13) galaksi.
Bujur galaksi (0 l 2) diukur dari
pusat galaksi berlawanan arah jarum jam
bila dilihat dari kutub utara galaksi.
Lintang galaksi ( 2 b 2 ) diukur dari
bidang galaksi ke arah kutub utara galaksi.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

32 / 45

Koordinat Galaksi
Kotak Fakta
Piringan galaksi melalui 27 rasi bintang, yakni Sagittarius, Serpens, Scutum,
Aquila, Sagitta, Vulpecula, Cygnus, Cepheus, Cassiopeia, Camelopardalis, Perseus,
Auriga, Taurus, Gemini, Orion, Monoceros, Canis Major, Puppis, Vela, Carina,
Crux, Centaurus, Circinus, Norma, Ara, Scorpius, dan Ophiuchus.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

34 / 45

Jarak Dua Titik


Terdapat beberapa definisi jarak dua titik
dalam geometri bola:
Jarak geodetik: menyatakan jarak
terpendek dua titik, diukur di
permukaan bola.
Jarak co-latitude: menyatakan jarak
terpendek sepanjang lintang
yang sama. Konsep ini ada
pada koordinat geografis.
Jarak garis lurus: menyatakan jarak
terpendek antara dua titik
dalam ruang 3D. Misalkan,
jarak garis lurus antara
Jakarta dan New York
ditempuh dengan menembus
Bumi.
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

35 / 45

Jarak Geodetik

Jarak geodetik antara dua titik (A dan B) pada koordinat bola dengan kutub P
dapat dihitung dengan bantuan segitiga bola ABP.
Berdasarkan formula cosinus, didapatkan:
cos p = cos (90 a) cos (90 b) + sin (90 a) sin (90 b) cos P
= sin a sin b + cos a cos b cos P
Bila radius bola (R) diketahui, maka jarak linier AB = p R
Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

36 / 45

Jarak Co-latitude

Misalkan titik A dan B berada pada lintang dan memiliki selisih bujur = P.
Jarak co-latitude berada pada lingkaran kecil dengan keliling 2R cos , di mana
R menyatakan radius Bumi.
Dengan demikian, jarak co-latitude A dan B adalah:
P
2R cos
2
= P R cos

d=

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

37 / 45

Jarak Garis Lurus

Berdasarkan gambar, tunjukkan bahwa jarak


garis lurus antara A dan B dapat dihitung
dengan persamaan:
p
d = R 2 2 cos p
di mana
cos p = sin a sin b + cos a cos b cos P

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

38 / 45

Transformasi Koordinat

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

39 / 45

Transformasi Koordinat
Terdapat prosedur standar transformasi koordinat titik X
dari sistem koordinat A B, yaitu:
1

Gambarkan bola langit serta kerangka acuan


koordinat A.

Gambarkan objek X pada koordinat A.

Tandai titik potong lingkaran utama A dan lingkaran


utama B. Gambarkan lingkaran utama sistem
koordinat B.

Gambarkan sumbu dan kutub koordinat B.

Buat segitiga bola yang menghubungkan titik X ,


kutub koordinat A dan kutub koordinat B.

Identifikasi panjang busur dan besar sudut segitiga


bola yang terbentuk.

Gunakan aturan sinus dan/atau cosinus untuk


menghitung sudut atau busur yang belum diketahui.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

40 / 45

Transformasi Koordinat (Az, h) (, )

Titik potong kedua lingkaran utama adalah


titik timur dan titik barat.
Ketinggian kutub langit utara dari horison
sesuai dengan lintang pengamat.
Posisi titik gamma ditentukan berdasarkan
LST pengamatan.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

41 / 45

Transformasi Koordinat (, ) (, )

Lingkaran equator langit berpotongan


dengan ekliptika pada dua titik, yakni titik
vernal equinox (titik Aries) dan autumnal
equinox (titik Libra).
Ekliptika menyimpang 23.5 dari equator
langit.
Perlu diperhatikan bahwa dari titik vernal
eqinox ke arah timur, garis ekliptika akan
menyimpang ke utara.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

42 / 45

Transformasi Koordinat (, ) (l, b)

Diketahui posisi kutub utara galaksi G


(G = 12j 51m 24s , G = +27 070 4200 , epoch
2000).
Sudut = 123 adalah sudut antara kutub
utara equator dan pusat galaksi diukur
sepanjang bidang galaksi.
Dengan informasi ini, kedua sistem koordinat
dapat digambarkan dalam satu bola langit.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

43 / 45

Soal Latihan
1

Kota A dan B berada pada lintang = 45 . Kota A berada pada 45 BT


sedangkan kota B berada pada 45 BB. Hitung jarak geodetik, jarak co-latitude
dan jarak garis lurus kedua kota!
Sebuah meteor terbakar pada ketinggian 50 km di atas permukaan Bumi. Pengamat
A melihat meteor tersebut dengan ketinggian h = 60 sedangkan pengamat B
melihatnya pada ketinggian 50 . Perkirakan jarak geodetik kedua pengamat!
Gambarkan bintang X yang tampak pada azimuth Az = 45 dan jarak zenith
= 60 ! Perlu diketahui bahwa = 90 h.
Pada pukul 21.00, bintang X yang mempunyai = 18h , = 30 berada di horison
kota A. Bila diketahui bahwa kota A berada pada lintang +30 , tentukan azimuth
bintang X saat itu!
Bintang X berada pada koordinat galaktik l = 90 dan b = 30 serta berjarak 9000
tahun cahaya dari Matahari.
a. Berapakah jarak bintang tersebut dari piringan galaksi?
b. Bila diketahui jarak Matahari dari pusat galaksi adalah 27000 tahun cahaya,
berapakah jarak bintang X dari pusat galaksi?

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

44 / 45

Bacaan Lanjut

Roth, G
unter D (ed). 2009, Handbook of Practical Astronomy, Heidelberg:
Springer-Verlag.
Roy, A.E. & Clarke, D. 2001, Astronomy Principle and Practice, Philadephia:
IoP Publishing.
Smart, W.M. & Green, R.M. 1977, Textbook on Spherical Astronomy, Sixth
Edition, Cambridge: Cambridge University Press.

Rhorom Priyatikanto (TPOA)

Astronomi Bola

c
2016

45 / 45