YEH MALET
Data Curah Hujan
Tabel 1 Data Hujan Harian Maksimum di Sta. Telengan
No
Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Curah
Hujan
(mm)
85.00
89.00
95.00
95.00
80.00
80.00
87.00
99.00
70.00
95.00
Sumber: BWS-Bali Penida (2016)
Uji Konsistensi Data Hujan
Data yang sudah lengkap kemudian diuji dengan uji konsistensi.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data yang didapat ini
memenuhi syarat dan layak dipakai atau tidak. Cara menguji konsistensi data,
yaitu dengan Metode RAPS (Rescaled Adjusted partial Sums).
Metode RAPS (Rescaled Adjusted partial Sums).
Metode yang digunakan untuk pengujian data yaitu metode RAPS
(Rescaled Adjusted partial Sums) yaitu pengujian dengan menggunakan data
hujan tahunan rata-rata
dari
stasiun
yang
sudah
ditetapkan
dengan
melakukan pengujian kumulatif penyimpangan kuadrat terhadap nilai reratanya.
1. Hitung rata-rata hujan tahunan:
Y=
Yi 875
=
=87,50
n
10
2. Hitung nilai Sk*:
Misal data hujan tahun 2006
Sk*= Yi-Y= 85 87,50 = -2,50
3. Hitung nilai simpangan rata-rata
1|
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
( YiY ) 728,5
Dy =
=
=72,85
n
10
2
4. Hitungan nilai Dy
Dy= Dy 2= 72,85=8 , 5 4
5. Hitung nilai Sk**
Sk**= Sk*/Dy, dengan k = 0,1,,n
Sk**= -2,50/8,54 = -0,29
6. Tentukan nilai absolute Sk**
7. Tentukan Sk** max dan Sk** min
Sk** max = 1,35
Sk** min = -2,05
8. Tentukan nilai Q dan R hitung
Nilai statistik Q = Sk** max = 1,35
Nilai statistik R = Sk** max Sk** min = 1,35 (-2,05) = 3,40
9. Hitung Nilai
Q
n
dan
R
n
Q 1, 35
=
=0,4 3
n 10
R 3, 4 0
=
=1,07
n 10
10. Dengan menggunakan taraf signifikan 90% maka didapat
Q
kritis=1,05
n
R
kritis=1,21
n
Tabel 2 Hasil Uji Konsistensi Data Untuk Stasiun Grokgak Dengan Metode
RAPS
No
1
2
3
4
2|
A N A L I S I S
Tahun
2006
2007
2008
2009
H I D R O L O G I
Sta. Grokgak
Hujan 1 hari
(mm)
85.00
89.00
95.00
95.00
D A N
P E N A M PAN G
Sk*
(Yi-Y)
Sk**
6.25
2.25
56.25
56.25
-0.29
0.18
0.88
0.88
-2.50
1.50
7.50
7.50
Y E H
M A L E T
5
6
7
8
9
10
2010
2011
2012
2013
2014
2015
80.00
80.00
87.00
99.00
70.00
95.00
-7.50
-7.50
-0.50
11.50
-17.50
7.50
56.25
56.25
0.25
132.25
306.25
56.25
-0.88
-0.88
-0.06
1.35
-2.05
0.88
Sumber: Hasil Analisis (2016)
Q 1, 35
=
=0,4 3<1,05 OK
n 10
R 3, 4 0
=
=1,07 <1,21 OK
n 10
Maka data tersebut sudah konsisten
3
Analisis Distribusi Curah Hujan
Dalam analisis frekuensi curah hujan data hidrologi dikumpulkan,
dihitung, disajikan dan ditafsirkan dengan menggunakan prosedur tertentu, yaitu
metode statistik. Pada kenyataannya bahwa tidak semua varian dari suatu variabel
hidrologi terletak atau sama dengan nilai rata-ratanya. Variasi atau dispersi adalah
besarnya derajat atau besaran varian di sekitar nilai rata-ratanya. Cara mengukur
besarnya dispersi disebut pengukuran dispersi (Soewarno, 1995).
3.1 Pengukuran Dispersi
Untuk memudahkan perhitungan dispersi maka dilakukan perhitungan
parameter statistik untuk nilai (Xi-X), (Xi-X)2, (Xi-X)3 dan (Xi-X)4
terlebih
dahulu, dimana :
Xi = besarnya curah hujan daerah ( mm )
X = rata-rata curah hujan daerah ( mm ).
Hasil perhitungan parameter statistik dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3 Parameter Statistik Curah Hujan
No
.
Tahun
1
2
3
2006
2007
2008
3|
A N A L I S I S
Curah
hujan
rata-rata
85.00
89.00
95.00
H I D R O L O G I
(XiXr)
(Xi-Xr)2
(Xi-Xr)3
(Xi-Xr)4
-2.50
1.50
7.50
6.25
2.25
56.25
-15.63
3.38
421.88
39.06
5.06
3164.06
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
No
.
Tahun
4
5
6
7
8
9
10
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
Curah
hujan
rata-rata
95.00
80.00
80.00
87.00
99.00
70.00
95.00
Jumlah
(XiXr)
7.50
-7.50
-7.50
-0.50
11.50
-17.50
7.50
(Xi-Xr)2
(Xi-Xr)3
(Xi-Xr)4
56.25
56.25
56.25
0.25
132.25
306.25
56.25
728.50
421.88
-421.88
-421.88
-0.13
1520.88
-5359.38
421.88
-3429.00
3164.06
3164.06
3164.06
0.06
17490.06
93789.06
3164.06
127143.63
Sumber: Hasil Analisis (2016)
Berikut ini adalah macam pengukuran dispersi antara lain sebagai berikut :
1. Deviasi Standar (S)
Perhitungan standar deviasi digunakan Persamaan sebagai berikut :
S=
( XiX )
n1
Keterangan :
S = deviasi standar
Xi = nilai varian
X = nilai rata-rata
n = jumlah data
S=
728 ,50
=9 ,00
101
2. Koefisien Skewness (Cs)
Kemencengan ( Skewness ) adalah suatu nilai yang menunjukkan
derajat ketidaksimetrisan dari suatu bentuk distribusi. Perhitungannya
digunakan persamaan sebagai berikut :
Keteranagan :
CS = koefisien kemencengan
Xi = nilai varian
X = nilai rata-rata
n = jumlah data
4|
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
S = standar deviasi
Cs=
10.(3429,0 0)
=0 , 6540
( 101 )( 102 ) . 9 , 003
3. Pengukuran Kurtosis ( Ck )
Koefisien kurtosis digunakan untuk menentukan keruncingan kurva
dari bentuk kurva distribusi, yang umumnya dibandingkan dengan
distribusi normal. Perhitungannya digunakan persamaan sebagai
berikut :
Keterangan :
Ck = koefisien kurtosis
Xi = nilai varian
X = nilai rata-rata
n = jumlah data
S = standar deviasi
2
Ck=
10 .(127143 ,6 3)
=0 , 10
(101 ) ( 102 ) (103). 9 , 004
4. Koefisien variasi ( Cv )
Koefisien variasi adalah nilai perbandingan antara deviasi standar
dengan nilai rata-rata hitung suatu distribusi. Perhitungannya
menggunakan persamaan sebagai berikut :
Keterangan :
Cv = koefisien variasi
S = standar deviasi
X
= nilai rata-rata
Cv=
5|
A N A L I S I S
9 , 00
=0,1 0
8 7 , 50
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
3.2 Pemilihan Jenis Sebaran
Dalam statistik dikenal beberapa jenis distribusi, diantaranya yang
banyak digunakan dalam bidang hidrologi adalah sebagai berikut :
1. Distribusi Normal
2. Log Normal
3. Distribusi Gumbel
4. Distribusi Log Pearson Tipe III
Tabel 4 Penentuan Distribusi Frekuensi
Jenis Distribusi
Cs
Ck
Cs
Ck =
Cs =
Cs =
Ck =
Gumbel
Normal
Log Normal
Log Pearson Type
III
Syarat
1.1396
5.4002
0
0
3Cv + Cv3
3.98
3
Cs
Perhitungan
-0,65
-0,10
-1,13
-0,10
Keterangan
Diterima
Diterima
Ditolak
Ditolak
-0,65
Ditolak
-0,10
Ditolak
-0,65
Diterima
Sumber : Hasil Analisis (2016)
Berdasarkan penentuan distribusi pada tabel diatas distribusi yang
memenuhi syarat adalah distribusi Gumbel dan log pearson III. Untuk menganalisis
curah hujan rencana dipilih distribusi log pearson III.
3.3 Analisis Curah Hujan Rencana dengan Metode Log
Person Type III
Tabel 5 Perhitungan Curah Hujan (X)
6|
CH
1
2
3
4
5
6
7
8
70.00
1.8451
-0.0947
0.0090
-0.0009
80.00
1.9031
-0.0368
0.0014
0.0000
80.00
1.9031
-0.0368
0.0014
0.0000
85.00
1.9294
-0.0104
0.0001
0.0000
87.00
1.9395
-0.0003
0.0000
0.0000
89.00
1.9494
0.0095
0.0001
0.0000
95.00
1.9777
0.0379
0.0014
0.0001
95.00
1.9777
0.0379
0.0014
0.0001
A N A L I S I S
Log Xi (Log Xi- Log X)
Ranking
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
(Log Xi-LogX)
M A L E T
(Log Xi-LogX)
9
10
Jumlah
Rata-Rata
95.00
1.9777
0.0379
0.0014
0.0001
99.00
1.9956
0.0558
0.0031
0.0002
875.00
19.3984
0.0193
-0.0006
87.50
1.9398
0.0019
-0.0001
Sumber: Hasil Analisis (2016)
Hitung harga rata-rata :
1 9 , 3984
log X =
=1, 9398
10
S=
Simpangan baku :
0,0 193
9
0,5
=0,0 463
Koefisisen Kemencengan:
Xilog X
log
n
i=1
G=
Hitung logaritma hujan dengan periode ulang T dengan rumus (interpolasi
linier) :
log X T =log X + K . s
Berikut adalah hasil hitung logaritma hujan dengan periode ulang T yang telah
ditabelkan
Tabel 6 Perhitungan Log Person Type III
7|
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
No
Kala Ulang
Frekuensi
T (Tahun)
(K)
1
2
5
10
25
50
100
1
2
3
4
5
6
7
Log Xt
-5.716
0.14
0.852
1.154
1.427
1.579
1.7
Hujan Rancangan
X
1.675
1.946
1.979
1.993
2.006
2.013
2.019
47.334
88.374
95.344
98.463
101.371
103.028
104.365
Sumber: Hasil Analisis ( 2016)
3.4 Pengujian Kecocokan Sebaran
Untuk menentukan kecocokan (the goodness of fit test) distribusi frekuensi
dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat
menggambarkan/mewakili distribusi frekuensi tersebut diperlukan pengujian
parameter. Pengujian parameter pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara,
yaitu Smirnov-Kolmogorov dan Chi-Kuadrat
3.4.1 Uji Smirnov Kolmogorov
Untuk mengetahui apakah perhitungan dengan metode Log-Person
Type III dapat dipakai, maka dilakukan pengujian lebih lanjut dengan Uji
Smirnov- Kolmogorov. Pengujian ini dilakukan dengan memplot data pada
kertas probabilitas Log-Person Type III serta dicari jarak penyimpangan
terbesar terhadap kurva teoritis. Jarak penyimpangan terbesar merupakan
maks
dan harus lebih kecil dari kritis (Bambang Triatmodjo, Hidrologi
Terapan).
Langkah-Langkah Perhitungan :
1. Data hujan diurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil, kemudian
tentukan nilai peluang empiris P(X) dengan rumus
P ( x )=
m
x 100
(n+1)
Dengan : m = no. urut data
8|
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
n = jumlah data
2.
Plot data hujan pada kertas probabilitas Log-Person Type III
3.
Gunakan titik-titik pada penggambaran di kertas probabilitas
untuk mencari maks.
4.
Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada gambar dan tabel
berikut ini :
9|
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
maks=0, 15
Gambar 1 Penggambaran data pada kertas probabilitas Log Pearson III
10 |
M A L E T
A N A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
Tabel 7 Pengamatan Uji Smirnov-Kolmogorov
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Xi
P. Empiris
(mm)
Pe (%)
70.00
80.00
80.00
85.00
87.00
89.00
95.00
95.00
95.00
99.00
9,09
18,18
27,27
36,36
45,45
54,55
63,64
72,73
81,82
90,91
Sumber: Hasil Analisis (2016)
Keterangan:
1 . Dari tabel 2.5 dengan jumlah (n=10) dan derajat kepercayaan 5% atau
0,05 didapatkan harga cr =41% atau 0,41
2. Harga hit = 15 %
3. Dengan cr > hit, 41% > 15 % berarti distribusi dengan metode Log
Person Type III dapat diterima.
3.4.2 Uji Chi Kuadrat
Uji Chi Kuadrat dimaksudkan untuk menentukan apakah persamaan
distribusi peluang yang telah dipilih dapat mewakili dari distribusi statistik
sampel data yang dianalisis.
K = 1+3,332 log n
Keterangan :
K
= Jumlah kelas
= 10
11 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Sehingga:
K = 1+3,332 log 10 = 4,332~5
Derajat bebas ( number of degress of freedom)
Dk = K ( + 1)
Dimana:
= jumlah parameter
= 2 ( Triatmodjo, 2010)
Dk
= 5 (2 + 1)
=2
Banyak Data
= 10
Derajat Kebebasan
=2
Banyak pengamatan (Ef) = n/K=10/5=2
taraf signifikan
= 5% (Triatmodjo, 2010)
Sehingga dari tabel diperoleh
X=
cr adalah 5,991
X maks X min
K1
9 9 ,007 0, 00
=7 , 25
51
X awal =X min 1/2. X
= 70,00 1/2 x 7,25 = 66,38
Perhitungan selanjutnya dilakukan dengan sistem tabulasi sebagai berikut:
Tabel 8 Pengujian Nilai Distribusi Frekuensi Log Person Type III dengan
Metode Chi Kuadrat
Kisaran Data
Expected
Observed
Frequency
frequency
2
2
2
2
2
10
1
2
2
4
1
10
66,38 < X < 73,63
73,63 < X < 80,88
80,88 < X < 88,13
88,13 < X < 95,38
X > 95,38
Jumlah
(Ef-Of)
1
0
0
-2
1
Sumber: Hasil Analisis ( 2016)
12 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
(Ef-Of)
4
0
0
4
1
9
Keterangan:
1. Dari hasil tabulasi diatas didapat
2. Dengan X
hit < X
X=
( Ef Of )
9
=
Ef
10
= 0,9
cr (0,9 < 5,991) berarti distribusi dengan metode
Log Person III dapat diterima.
4
Hujan Rancangan efektif
Dalam perhitungan banjir rancangan, diperlukan masukan berupa hujan
rancangan yang didistribusikan kedalam hujan jam-jaman (hyetograph). Untuk
mengubah hujan rancangan kedalam hujan jam-jaman perlu didapatkan terlebih
dahulu suatu pola distribusi hujan jam-jaman.
Perhitungan ini didasarkan pada rumus Mononobe, didapatkan hasil-hasil
sebagai berikut :
Intensitas hujan rerata dicari dengan rumus
2
t 3
T
R
I t = 24
t
Tabel 9 Hitungan Hyetograph dengan metode ABM
No
.
Td
(jam)
t
(mm/jam)
It
(mm/jam)
[Link]
(mm)
p
(mm)
Prosentase
hujan
sampai
jam ke-t
1.
2.
3.
4.
5.
6.
1,0
2,0
3,0
4,0
5,0
6,0
0~1
1~2
2~3
3~4
4~5
5~6
0,550
0,346
0,264
0,218
0,188
0,166
0,550
0,693
0,794
0,874
0,941
0,996
0,550
0,143
0,100
0,080
0,067
0,059
55,03%
14,30%
10,03%
7,99%
6,75%
5,90%
Sumber : Hasil Analisis ( 2016)
13 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Distribusi Hujan
60
50
40
Prosentase Hujan (%)
30
20
14.3
10.08.0
10
0
6.7 5.9
55.0
1 2 3 4 5 6
waktu ( jam )
Gambar 2 Distribusi Hujan Jam-jaman
Tabel 10 Distribusi Hujan Jam-jaman
Jam
ke
1
2
3
4
5
6
Rasio
55,03
%
14,30
%
10,03
%
7,99%
6,75%
5,90%
Komulati
f
Hujan Jam-Jaman (mm)
10
20 Th 25 Th 50 Th
Th
5 Th
55,03%
14.5
9
15.7
4
16.26
16.63
16.74
17.01
17.23
69,34%
3.79
4.09
4.23
4.32
4.35
4.42
4.48
79,37%
2.66
2.87
2.96
3.03
3.05
3.10
3.14
87,36%
94,10%
100,00%
2.12
1.79
1.56
88.3
7
0.3
26.5
1
2.28
1.93
1.69
95.3
5
0.3
28.6
0
2.36
1.99
1.74
2.43
2.05
1.79
101.3
7
0.3
2.47
2.08
1.82
103.0
3
0.3
2.50
2.11
1.85
0.3
2.41
2.04
1.78
100.7
5
0.3
29.54
30.23
30.41
30.91
Probabilitas Hujan Harian
Koefisien Pengaliran
Hujan Efektif
98.46
Sumber: Hasil Analisis (2016)
14 | A N
A L I S I S
100
Th
2 Th
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
104.37
0.3
31.31
Analisa Debit Banjir Rancangan
Untuk memperoleh angka-angka kemungkinan besar debit banjir pada banjir
yang diakibatkan oleh luapan sungai, analisis dilakukan dengan menggunakan data
banjir terbesar tahunan atau curah hujan terbesar tahunan yang sudah terjadi.
Perhitungan debit banjir menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS)
Nakayasu. Rumus Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu.
5.1 Perhitungan Hidrograf Satuan Dengan Metode
Nakayasu
Penggunaan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu, diperlukan beberapa
karakteristik parameter daerah alirannya. Parameter yang digunakan dalam
perhitungan dengan menggunakan metode ini :
Q p=
A.
1
3,6 0,3Tp+ T 0,3
Tp=t g + 0,8T r
t g=0,4 +0,058 L
untuk L > 15 km
t g=0,21 L0,7
untuk L < 15 km
T 0,3 =. t g
t r=0,5 t g sampai t g
Keterangan :
15 | A N
Qp
= debit puncak banjir
= luas DAS (km2)
Re
= curah hujan efektif (1 mm)
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Tp
= waktu dari permulaan banjir sampai puncak hidrograf (jam)
T0,3
= waktu dari puncak banjir sampai 0,3 kali debit puncak (jam)
tg
= waktu konsentrasi (jam)
Tr
= satuan waktu dari curah hujan (jam)
= koefisien karakteristik DAS biasanya diambil 2
= panjamg sungai utama (km)
Bentuk hidrograf satuan diberikan oleh persamaan berikut :
a.
Pada kurva naik (0<t<Tp)
t 2,4
QT =QP
Tp
( )
b.
Pada kurva turun (Tp<t<Tp+T0,3)
(t T )/T
Qr=Q p x 0,3
p
c.
Pada kurva turun (Tp + T0,3<t<Tp+ T0,3 + 1,5T0,3)
tT + 0,3 T )] /(1,5 T )
Qt =Q p x 0,3[( ) (
p
d.
0,3
0,3
Pada kurva turun (t > Tp + T0,3 + 1,5T0,3)
tT + 0,3 T )] /(2T )
Qt =Q p x 0,3[( ) (
p
e.
0,3
0,3
0,3
Pada kurva turun (Tp + T0,3<t<Tp+ T0,3 + 1,5T0,3)
[( tT )+( 0,3 T )] /(1,5 T )
Qt =Q p x 0,3
p
0,3
0,3
Parameter DAS pada perhitungan banjir Rancangan Metode Nakayasu
Parameter DAS
Luas
= 0,98 km2
Panjang sungai = 1,2 km
=2
Re
= 1 mm
C
= 0,3
1. Parameter tg
Panjang sungai < 15 km maka rumus yang digunakan
t g=0,21 . 1,20,7=0, 24 jam
2.
Parameter tr
t r=0,75 x 0,24=0, 18
3. Parameter Tp
16 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Tp=0,24 +0,8 x 0, 18=0,38 jam
4. Parameter T0,3
T 0,3 =2 x 0, 24=0, 48 jam
0,3= 0,38+ 0, 48=0,86 jam
Tp+T
T p +T 0,3 +1,5 T 0,3=0, 38+0, 48+ ( 1,5 x 0, 48 )=1 , 57 jam
5.
Parameter Qp (Debit puncak)
Q p=
6.
1
0.98 x 1
=0 , 4 6 m3 /dt
3,6 0,3 x 0, 38+0, 48
Mencari Ordinat Hidtograf
a.
Pada kurva naik (0<t<Tp)-------------------------- 0 < t < 0,38
t 2,4
QT =0 , 4 6
0,38
( )
b.
Pada kurva turun (Tp<t<Tp+T0,3)-----------------0,38 < t < 0,86
Qr=0,46 x 0,3(t0,38)/0, 48
c. Pada kurva turun (0,86<t<1,57)
Qt =0 , 4 6 x 0,3[ (t 0,38)+ (0,3 x 0, 48 )] /(1,5 x 0,48)
d.
Pada kurva turun (t > 1,57)
Qt =0,46 x 0,3[ (t0, 38)+(0,3 x 0,48) ] /(2 x 0,48)
Berikut adalah hasil perhitungan ordinat hidrograf yang telah
ditabelkan :
17 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Tabel 11 Ordinat Hidrograf
t (jam)
Ordinat
t (jam)
Ordinat
0.00
0.08
0.13
0.18
0.23
0.28
0.33
0.38
0.43
0.48
0.53
0.59
0.64
0.70
0.75
0.80
0.86
0.93
1.00
1.07
1.15
1.22
1.29
1.36
1.43
1.50
0.000
0.011
0.036
0.078
0.139
0.223
0.330
0.462
0.410
0.363
0.316
0.276
0.240
0.209
0.182
0.159
0.139
0.123
0.109
0.097
0.086
0.076
0.067
0.060
0.053
1.57
1.65
1.72
1.79
1.86
1.93
2.00
2.08
2.15
2.22
2.29
2.36
2.43
2.51
2.58
2.65
2.72
2.79
2.86
2.93
3.01
3.08
3.15
3.22
24.00
0.047
0.042
0.038
0.035
0.032
0.029
0.026
0.024
0.022
0.020
0.018
0.017
0.015
0.014
0.013
0.012
0.011
0.010
0.009
0.008
0.007
0.007
0.006
0.006
0.005
0.000
Sumber : Hasil Analisis (2016)
18 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Gambar Ordinat HSS Nakayasu
0.50
0.45
0.40
0.35
Debit (m3/dt) 0.30
0.25
0.20
0.15
0.10
0.05
0.00
0.00
2.00
4.00
6.00
8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00 24.00
Waktu (jam)
Gambar 3 Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu
Tabel 12 Rekapitulasi Debit Banjir Rancangan
t
0.0
0
0.0
8
0.1
3
Qp 2
thn
(m3/dt
)
Qp 5
thn
(m3/dt
)
Qp 10
thn
Qp 20
thn
Qp 25
thn
Qp 50
thn
Qp 100
thn
Qp 200
thn
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.00
0.17
0.18
0.19
0.19
0.19
0.19
0.20
0.20
0.57
0.61
0.63
0.65
0.65
0.66
0.67
0.68
H I D R O L O G I
D A N
19 | A N
A L I S I S
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
t
0.1
8
0.2
3
0.2
8
0.3
3
0.3
8
0.4
3
0.4
8
0.5
3
0.5
9
0.6
4
0.7
0
0.7
5
0.8
0
0.8
6
0.9
3
1.0
0
1.0
7
1.1
5
1.2
2
1.2
9
1.3
6
1.4
Qp 2
thn
(m3/dt
)
Qp 5
thn
(m3/dt
)
Qp 10
thn
Qp 20
thn
Qp 25
thn
Qp 50
thn
Qp 100
thn
Qp 200
thn
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
1.30
1.40
1.45
1.48
1.49
1.52
1.54
1.55
2.45
2.64
2.73
2.79
2.81
2.86
2.89
2.92
4.08
4.41
4.55
4.66
4.68
4.76
4.82
4.87
6.27
6.77
6.99
7.15
7.20
7.32
7.41
7.49
9.07
9.79
10.11
10.35
10.41
10.58
10.72
10.83
9.45
10.19
10.53
10.77
10.84
11.01
11.16
11.28
9.39
10.14
10.47
10.71
10.78
10.95
11.09
11.21
9.00
9.71
10.03
10.26
10.32
10.49
10.63
10.74
8.40
9.06
9.36
9.57
9.63
9.79
9.92
10.02
7.62
8.22
8.49
8.68
8.74
8.88
9.00
9.09
6.66
7.19
7.42
7.59
7.64
7.76
7.86
7.95
5.81
6.27
6.48
6.63
6.67
6.78
6.87
6.94
5.07
5.47
5.64
5.78
5.81
5.91
5.98
6.05
4.41
4.76
4.92
5.03
5.06
5.15
5.21
5.27
3.88
4.18
4.32
4.42
4.45
4.52
4.58
4.63
3.41
3.68
3.80
3.89
3.92
3.98
4.03
4.07
3.01
3.25
3.36
3.43
3.46
3.51
3.56
3.59
2.66
2.87
2.97
3.03
3.05
3.10
3.14
3.18
2.36
2.54
2.63
2.69
2.70
2.75
2.78
2.81
2.09
2.25
2.33
2.38
2.40
2.44
2.47
2.49
1.85
2.00
2.06
2.11
2.12
2.16
2.19
2.21
1.64
1.77
1.83
1.87
1.88
1.91
1.94
1.96
H I D R O L O G I
D A N
20 | A N
A L I S I S
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
t
3
1.5
0
1.5
7
1.6
5
1.7
2
1.7
9
1.8
6
1.9
3
2.0
0
2.0
8
2.1
5
2.2
2
2.2
9
2.3
6
2.4
3
2.5
1
2.5
8
2.6
5
2.7
2
2.7
9
2.8
6
2.9
3
Qp 2
thn
(m3/dt
)
Qp 5
thn
(m3/dt
)
Qp 10
thn
Qp 20
thn
Qp 25
thn
Qp 50
thn
Qp 100
thn
Qp 200
thn
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
1.46
1.57
1.62
1.66
1.67
1.70
1.72
1.74
1.29
1.39
1.44
1.47
1.48
1.50
1.52
1.54
1.16
1.25
1.29
1.32
1.33
1.35
1.37
1.39
1.05
1.13
1.17
1.20
1.20
1.22
1.24
1.25
0.95
1.02
1.06
1.08
1.09
1.11
1.12
1.13
0.86
0.93
0.96
0.98
0.99
1.01
1.02
1.03
0.79
0.85
0.88
0.90
0.90
0.92
0.93
0.94
0.72
0.78
0.80
0.82
0.82
0.84
0.85
0.86
0.66
0.71
0.73
0.75
0.75
0.77
0.78
0.78
0.60
0.65
0.67
0.68
0.69
0.70
0.71
0.72
0.55
0.59
0.61
0.63
0.63
0.64
0.65
0.65
0.50
0.54
0.56
0.57
0.57
0.58
0.59
0.60
0.46
0.49
0.51
0.52
0.53
0.53
0.54
0.55
0.42
0.45
0.47
0.48
0.48
0.49
0.49
0.50
0.38
0.41
0.43
0.44
0.44
0.45
0.45
0.46
0.35
0.38
0.39
0.40
0.40
0.41
0.41
0.42
0.32
0.34
0.36
0.36
0.37
0.37
0.38
0.38
0.29
0.31
0.32
0.33
0.33
0.34
0.34
0.35
0.27
0.29
0.30
0.30
0.31
0.31
0.31
0.32
0.24
0.26
0.27
0.28
0.28
0.28
0.29
0.29
0.22
0.24
0.25
0.25
0.25
0.26
0.26
0.27
H I D R O L O G I
D A N
21 | A N
A L I S I S
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
t
3.0
1
3.0
8
3.1
5
3.2
2
24.
00
Qp 2
thn
(m3/dt
)
Qp 5
thn
(m3/dt
)
Qp 10
thn
Qp 20
thn
Qp 25
thn
Qp 50
thn
Qp 100
thn
Qp 200
thn
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
(m3/dt)
0.20
0.22
0.23
0.23
0.23
0.24
0.24
0.24
0.19
0.20
0.21
0.21
0.21
0.22
0.22
0.22
0.17
0.18
0.19
0.19
0.19
0.20
0.20
0.20
0.15
0.17
0.17
0.18
0.18
0.18
0.18
0.18
0.07
0.08
0.08
0.08
0.08
0.08
0.09
0.09
Sumber : Hasil Analisis (2016)
Hidrograf Debit Banjir Rencana Metode Nakayasu
12
10
Qp 2 thn
Qp 5 thn
Qp 10 thn
Debit (m3/dt)
Qp 20 thn
Qp 25 thn
Qp 50 thn
Qp 100 thn
Qp 200 thn
2
0
10 12 14 16 18 20 22 24
Waktu (jam)
Gambar 4 Grafik hidrograf debit banjir rancangan metode Nakayasu
22 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T
Tabel 13 Debit banjir Rencana Periode Ulang T tahun
Kala
Ulang
(thn)
Q Banjir
Rencana
(m3/dt)
2
5
10
20
25
50
100
200
9.45
10.19
10.53
10.77
10.84
11.01
11.16
11.28
Sumber : Hasil Analisis (2016)
23 | A N
A L I S I S
H I D R O L O G I
D A N
P E N A M PAN G
Y E H
M A L E T