0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan6 halaman

Makalah Smps

SMPS merupakan jenis power supply yang mengubah tegangan AC menjadi DC dengan menggunakan saklar frekuensi tinggi, transformator, dan regulator tegangan. SMPS memiliki efisiensi tinggi hingga 91% dan banyak digunakan pada perangkat elektronik modern seperti VCD, TV, dan handphone.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan6 halaman

Makalah Smps

SMPS merupakan jenis power supply yang mengubah tegangan AC menjadi DC dengan menggunakan saklar frekuensi tinggi, transformator, dan regulator tegangan. SMPS memiliki efisiensi tinggi hingga 91% dan banyak digunakan pada perangkat elektronik modern seperti VCD, TV, dan handphone.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH PRAKTIK PERAWATAN DAN PERBAIKAN

Topik : Switch-Mode Power Supply


Nama : Sarah Hafidzah
Kelas : Tek.Telekomunikasi 5A
NIM

: 1314030071

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016

BAB 1
PENDAHULUAN
1

Latar Belakang
Perkembangan teknologi pada jaman sekarang ini sangat cepat, terutama teknologi pada

bidang elektronika. Untuk membuat sebuah alat elektronika sekarang ini haruslah yang dapat
bekerja sebaik mungkin dengan kualitas yang baik juga. Dalam dunia telekomunikasi tidak
terlepas dari peralatan elektronika, seperti halnya pada power supply. Power supply dalam dunia
telekomunikasi sangatlah penting, sebab komponen ini yang akan membagi tegangan bagi
seluruh komponen lainnya dalam suatu perangkat elektronika. Power supply berfungsi sebagai
pengubah arus dari tegangan AC jadi arus DC. Power supply juga dapat digunakan pada
frekuensi tinggi, power supply yang digunakan untuk jenis ini yaitu switch mode power supply
(SMPS). SMPS merupakan jenis Power Supply yang langsung menyearahkan (rectify) dan
menyaring (filter) tegangan Input AC untuk mendapatkan tegangan DC. Tegangan DC tersebut
kemudian di-switch ON dan OFF pada frekuensi tinggi dengan sirkuit frekuensi tinggi sehingga
menghasilkan arus AC yang dapat melewati Transformator Frekuensi Tinggi.
Pada SMPS ini, power factor correction diletakkan pada bagian output dari rectifier dengan
menggunakan Boost converter. Boost converter bekerja pada kondisi tidak kontinyu, karena
dalam kondisi tidak kontinyu tidak muncul arus balik (IRR) pada komponen diode dari boost
converter, sehinga diode yang lebih murah dapat digunakan. Selain itu pada kondisi tidak
kontinyu mengakibatkan rugi I2R rendah dan ripple arus yang rendah mengakibatkan rugi inti di
inductor rendah.
Dengan demikian teknologi SMPS ini sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dalam
permbuatan sebuah alat elektronik sehingga dapat menghasilkan alat dengan cepat dan bentuk
fisik yang cukup simple dan sesuai dengan keinginan dari desainer.
2

Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini, antara lain:
a
b
c
d

Memenuhi tugas mata kuliah Maintenance dan Repair.


Mengetahui pengertian dari SMPS.
Mengetahui perangkat yang digunakan dalam Teknologi SMPS.
Mengetahui Komponen yang terdapat pada SMPS.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pengertian SMPS
Switch-Mode Power Supply (SMPS) adalah jenis Power Supply yang langsung
menyearahkan (rectify) dan menyaring (filter) tegangan Input AC untuk mendapatkan tegangan
DC. Tegangan DC tersebut kemudian di-switch ON dan OFF pada frekuensi tinggi dengan
sirkuit frekuensi tinggi sehingga menghasilkan arus AC yang dapat melewati Transformator
Frekuensi Tinggi.
Pada SMPS ini, power factor correction diletakkan pada bagian output dari rectifier
dengan menggunakan Boost converter. Boost converter bekerja pada kondisi tidak
kontinyu, karena dalam kondisi tidak kontinyu tidak muncul arus balik (IRR) pada
komponen diode dari boost converter, sehinga diode yang lebih murah dapat digunakan.
Selain itu pada kondisi tidak kontinyu mengakibatkan rugi I2R rendah dan ripple arus
yang rendah mengakibatkan rugi inti di inductor rendah.
Boost converter ini dihubungkan seri dengan buck conveter untuk supply beban 24 V/ 60 W.
Boost converter sebagai power factor correction (PFC) di desain menghasilkan tegangan output
sebesar 50 V dan arus 3 A. Sedangkan buck converter di desain menghasilkan tegangan keluran
24 V dengan arus 2,5 A.
2.2 Prinsip-prinsip Kerja dalam SMPS
a. Penyearah
Tegangan keluaran dari trafo masih berupa pulsa-pulsa frekwensi tinggi dan kemudian
dirubah menjadi tegangan dc menggunakan diode penyearah dan filter elco.
b. Konverter
Merubah tegangan dc menjadi tegangan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.
c. Regulasi
Membuat agar besarnya tegangan keluaran stabil terhadap perubahan tegangan masukan
dan perubahan beban.
d. Isolasi
Mengisolasi bagian sekunder dari bagian primer, dengan tujuan agar chasis bagian
sekunder kalau dipegang tidak timbul bahaya kena sengatan listrik.
e. Proteksi
Mampu melindungi peralatan dari tegangan keluaran yang over dan melindungi power
supply dari kerusakan jika terjadi suatu kesalahan.
2.3 Diagram blok SMPS

Dari uraian prinsip prinsip kerjadalam SMPS seperti diatas, kita dapat membuat
diagram blok SMPS seperti dibawah ini:

a. Bagian Penyearah : Disini tegangan masukan dari listrik ac 220v disearahkan menjadi
tegangan dc menggunakan diode bridge dan 3 buah elco filter besar yaitu sebuah elco
480V680UF dan 2 buah elco 250V2200UF.
b. Bagian Pencacah: Tegangan masukan dc dicacah dengan menggunakan power switch onoff sehingga menghasilkan tegangan pulsa-pulsa dc dengan frekwensi tinggi. SMPS mesin
las Inverter umumnya bekerja pada frekwensi sekitar 50Hz hingga 60Hz. Sebagai power
switch dapat menggunakan IC K2611, IRFZ24N dan IRF9Z24N.
c. SMPS Controller driver : sebagai pembangkit pulsa PWM (Pulse Wave Modulation).
Sebagai sinyal drive untuk pencacah digunakan IC PC 817 yang berisi rangkaian osilator dan
PWM

sebagai pembangkit pulsa-pulsa PWM. Ada rangkaian SMPS yang tidak

menggunakan SMPS controller driver, dalam hal ini transistor power switching dibuat agar
dapat bekerja dengan cara ber-osilasi sendiri
d. Trafo switching : Tegangan dc yang telah dicacah mempunyai karakteristik seperti tegangan
ac sehingga dapat dilewatkan sebuah trafo atau induktor untuk dinaikkan ataupun diturunkan
tegangannya. Pada rangkaian ini menggunakan trafo E25 15:15
e. Penyearahan dan filtering tegangan keluaran : Tegangan keluaran dari trafo masih berupa
pulsa-pulsa frekwensi tinggi dan kemudian dirubah menjadi tegangan dc menggunakan diode
penyearah dan filter elco.
f. Loop umpan balik : untuk membuat tegangan keluaran agar stabil. Sirkit loop umpan balik
dari tegangan keluaran B+ ke bagian primer digunakan untuk mengendalikan PWM.
g. Rangkaian komparator atau pembanding : sebagai error detektor. Sebuah sirkit
komparator pada bagian sekunder dipakai untuk mendeteksi jika terjadi perubahan tegangan
keluaran B+. Komparator bekerja dengan cara membandingkan tegangan keluaran B+
dengan sebuah tegangan referensi (biasanya berupa tegangan diode zener 6.8v). Output

komparator berupa arus yang kemudian diumpan balikkan ke bagian primer melalui sebuah
photo coupler. Kopling menggunakan photocouler bertujuan untuk meng-isolagi ground
bagian primer yang menyetrum jika dipegang (HOT chasis) dengan ground bagian sekunder
(COLD chasis).
2.4 Keuntungan SMPS
Power supply yang melakukan konversi daya melalui komponen-komponen yang
bersifat rendah rugi-daya-nya (low loss components) seperti kapasitor, induktor, dan
transformator dan yang memakai switch-switch yang selalu dalam kondisi on atau off.
Keuntungan menggunakan power supply switching adalah konversi daya yang dapat
dilakukan dengan kebocoran daya yang minimal, artinya efisiensinya tinggi. Seperti
contoh di atas, efisiensinya mencapai 80%, artinya daya output adalah 80% dari daya
input. Jika inputnya 100 watt, maka outputnya 80 watt. SMPS lainnya dapat mencapai
efisiensi hingga 91%.
2.5 Penggunaan SMPS
Saat ini, SMPS sudah banyak digunakan dipiranti elektronik karena memiliki sistem
proteksi dan efisiensi yang baik.Contoh penggunaannya adalah digunakan pada VCD
Player, TV dan tape recorder bahkan pada handphone.

A. Kesimpulan
SMPS merupakan sebuah tipe atau jenis power supply yang sudah banyak
digunakan saat ini. Power supply jenis ini memiliki efisiensi sangat besar, hingga
91%. Pada dasarnya, power supply jenis ini emnggunakan komponen utama berupa
transformator switching dan rangkaian PWM serta terdapat rangkaian protektor.

Common questions

Didukung oleh AI

The boost converter in an SMPS serves as a power factor correction (PFC) unit. It increases the output voltage from a lower DC input voltage to a higher DC output voltage. The boost converter works in a discontinuous mode, which prevents the reverse recovery current in diodes, allowing for the use of cheaper diodes. It also reduces I2R losses and minimizes ripple current in the inductor core, lowering core losses . This design not only aids in efficiency but also allows for cheaper construction without compromising performance .

Employing a buck converter alongside a boost converter in an SMPS design offers the flexibility to efficiently handle a wide range of output voltage requirements. The boost converter elevates the voltage to a desired level, which is then precisely stepped down by the buck converter to match the specific voltage and power requirements of the load . This dual converter approach enhances the SMPS's efficiency and adaptability, allowing for optimized performance across varying loads and input conditions, while also simplifying the power management for devices that require multiple voltage outputs .

Operating the boost converter in a discontinuous mode within an SMPS is beneficial because it eliminates reverse recovery current (IRR) in diodes, allowing the use of less expensive diodes while also reducing I2R losses and ripple in the inductor . These factors contribute to reduced losses and lower electromagnetic interference, leading to improved efficiency and cost-effectiveness. Additionally, it simplifies the design and reduces thermal stress on components, enhancing the longevity and reliability of the SMPS .

In an SMPS, the rectification process converts AC input voltage into DC voltage using a diode bridge and filtering capacitors. The filtered DC voltage is then switched at high frequencies to produce AC signals that pass through a transformer for voltage adjustment . This step is essential as it facilitates the initial conversion from AC to DC, enabling the SMPS to supply stable and regulated DC output required for electronic devices . The process is crucial as it preconditions the voltage for subsequent stages of switching and transformation .

The feedback loop in an SMPS plays a critical role in ensuring that the output voltage remains stable despite variations in input voltage or load conditions. It involves a feedback circuit that detects any deviation in the output voltage and generates a control signal for the pulse width modulation (PWM) circuit . This control signal adjusts the duty cycle of the PWM, thereby modulating the on-off times of the power switches to bring the output voltage back to its set reference level . Through real-time adjustments, the feedback loop maintains consistent output power, enhancing the overall performance reliability of the SMPS .

The integration of low loss components, such as capacitors, inductors, and transformers, significantly enhances the performance and efficiency of an SMPS by minimizing power dissipation. These components exhibit lower resistive losses (I2R losses), which increases the efficiency of power conversion, allowing the SMPS to achieve efficiency ratings as high as 91% . By reducing wasted energy, the SMPS offers higher output power relative to input power, making it more effective in applications requiring reliable power delivery in a compact form factor .

SMPS ensures safety and reliability through several methods. It includes isolation of the secondary from the primary side to prevent electrical shock from the chassis . Additionally, SMPS uses protective measures such as over-voltage protection to safeguard equipment from output voltage spikes, and feedback control to maintain stable output voltage despite input or load variations . Furthermore, error detection mechanisms are equipped with comparator circuits for real-time voltage adjustments . These features collectively enhance the SMPS’s reliability and safety in electronic applications .

The primary challenges addressed by the isolation technique in SMPS design include preventing electric shock and promoting safety by ensuring that the secondary side's chassis remains safe to touch. Isolation is achieved by using transformers or opto-couplers to separate the electrical continuity between the primary and secondary circuits . This separation prevents high-voltage input from affecting the low-voltage output and minimizes the risk of electrical faults propagating across the system. This technique is critical for user safety and for protecting sensitive circuits connected to the SMPS .

Pulse Width Modulation (PWM) in an SMPS is crucial for controlling the switch mode operation of the power supply. It generates pulse signals that control the on-and-off states of the power switches within the SMPS circuit . By modulating the pulse width, PWM adjusts the energy transferred to the output, hence controlling the output voltage levels. This modulation is key for the efficient functioning and stabilization of the SMPS output .

The primary benefits of using a Switch-Mode Power Supply (SMPS) include high efficiency and minimal power leakage. SMPS utilizes low-loss components like capacitors, inductors, and transformers, and employs switches that are always on or off to maximize power conversion efficiency, reaching up to 91% . This efficiency means that the output power can be a significant portion of the input power, minimizing wasted energy, making them suitable for various electronic devices such as VCD players, TVs, and mobile phones .

Anda mungkin juga menyukai