0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan7 halaman

Islam Iptek

Dokumen tersebut membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam tiga zaman berbeda (zaman klasik, pertengahan, dan modern) serta pandangan beberapa pemikir tentang asal usul alam semesta. Dokumen ini juga menyajikan pandangan Islam mengenai proses penciptaan langit dan bumi dalam enam tahap serta menganalisis aspek-aspek ilmu pengetahuan dari perspektif Timur dan Barat.

Diunggah oleh

Erfin Matarea'o
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4K tayangan7 halaman

Islam Iptek

Dokumen tersebut membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam tiga zaman berbeda (zaman klasik, pertengahan, dan modern) serta pandangan beberapa pemikir tentang asal usul alam semesta. Dokumen ini juga menyajikan pandangan Islam mengenai proses penciptaan langit dan bumi dalam enam tahap serta menganalisis aspek-aspek ilmu pengetahuan dari perspektif Timur dan Barat.

Diunggah oleh

Erfin Matarea'o
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia


Botolempangan Intelektual Area

ISLAM DAN IPTEK


1. SEBUAH PENGANTAR (BRAINSTORMING) :

Untuk beriman dengan baik, maka Ilmu yang di miliki harus benar
Korelasi antara Ilmu, Iman dan Amal
Ilmu tanpa Agama adalah buta dan Agama tanpa Ilmu adalah lumpuh.

EKSISTENSI ILMU DAN AGAMA DALAM 3 (TIGA) ZAMAN :


Zaman Klasik

: Pada zaman ini Agama atau kepercayaan lebih dominan di bandingkan dengan
Ilmu Pengetahuan, hal ini di sebabkan karena pada zaman tersebut manusia
masih mempercayai mitos-mitos dan kepercayaan para leluhur sehingga posisi
Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai suatu ajaran sesat yang bertentangan
kepercayaan para leluhur mereka,

Zaman Pertengahan

: Pada zaman ini Agama atau kepercayaan dan Ilmu Pengetahuan coba di
setarakan, dimana beberapa ilmuan dalam melakukan penelitian ilmiah selalu
menjadikan Agama sebagai ingin membuktikan hasil penelitian yang dilakukan
dengan lebih dominan dibandingkan dengan Ilmu Pengetahuan, hal ini di
sebabkan karena pada zaman tersebut manusia masih mempercayai mitos-mitos
dan kepercayaan para leluhur sehingga posisi di anggap sebagai suatu ajaran
sesat yang bertentangan dengan kepercayaan para leluhur mereka.

Zaman Modern

: Pada zaman ini Ilmu Pengetahuan lebih dominan di bandingkan dengan Agama
atau kepercayaan, hal ini di sebabkan karena pada zaman modern ini manusia
lebih mengagung-agungkan Ilmu Pengetahuan karena dengan Ilmu Pengetahuan
manusia dapat berbuat apa saja yang di inginkan demi memenuhi kebutuhan
hidup.

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

2. SEBUAH KAJIAN SISTEMIK (BRAINWHOSING) :

Universalitas Islam
Aslamah, Uslimuh, Islamah

Taat, tunduk, patuh dan


menyerahkan diri secara
totalitas kepada sesuatu yang
memiliki Nilai Idealitas

ISLAM

Ikatan

Keselamatan

Alam beserta isinya


senantiasa bertasbih
kepada Nilai Idealitas :
(Q.S 17 : 44), (Q.S 61 : 1)

Ciptaan

Rahmatan Lil Alamin

Sistem Nilai
Universalitas

Manusia dalam Piranti Lahiriah (Segitiga Kolektifa) :

Manusia

Akal

Kognitif

Ide

Sarana pemenuhan
kebutuhan intelektual manusia

Rasa

Afektif

Sikap

Sarana pemenuhan kebutuhan


Spiritual manusia

Jasad

Psykomotorik

Kreatifitas

Sarana pemenuhan kebutuhan


Materi manusia

TEKNOLOGI

Sinergitas Ilmu Pengetahuan dan dunia


Spiritual dalam menciptakan Teknologi guna
pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
ILMU
PENGETAHUAN

SPIRITUAL

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

Proses kejadian langit dan bumi :


Beberapa asumsi para pemikir mengenai proses kejadian alam semesta sebagai bentuk awal pemahaman
manusia terhadap korelasi antara Ilmu Pengetahuan dan Agama :
Phytagoras

: Alam semesta ada karena terbentuk oleh angka-angka, sehingga inti dari alam semesta
adalah angka-angka.

Thales

: Alam semesta ada karena terbentuk oleh air, sehingga inti dari alam semesta adalah air
sebagai sumber kehidupan.

Democritos

: Alam semesta ada karena terbentuk oleh atom, sehingga inti dari alam semesta adalah
atom.

Jhon Locke

: Alam semesta ada dengan sendirinya yang di akibatkan oleh sebuah ledakan atau
dentuman besar (Big Bang), sehingga inti dari alam semesta adalah alam itu sendiri.

A. Einstein

: Alam semesta ada karena terbentuk oleh inti-inti atom (proton, electron dan neutron),
sehingga inti dari alam semesta adalah intiinti atom.

Pandangan pemikir Islam mengenai proses kejadian alam semesta atau kejadian langit dan bumi yang
terjadi dalam 6 masa kejadian (Q.S Huud : 7 dan Q.S Al-Haddid : 4). Damanhuri Djamil dalam bukunya
Kesatupaduan Manusia dan Alam mencoba untuk mengintrepertasi 6 masa kejadian tersebut sebagai
berikut :
1. Terbentuknya butiran-butiran Proton, Elektron dan Neutron
2. Terbentuknya zat air
3. Terbentuknya bintang
4. Bintang memancarkan materi alam
5. Materi alam menyiapkan diri
6. Proses pendinginan dan pembekuan.

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

3. SEBUAH REFLEKSI PEMAHAMAN (SEMIDOKTRIN) :


Kelemahan Ilmu Pengetahuan pada tingkatan asumsi dengan pendekatan sosiologi pengetahuan :
PENGETAHUAN

Biasa

Kebiasaan

Pengalaman
Hukum Objektifitas :

Rasional

Sesuatu di katakan
objektif manakala
sesuatu itu dapat
menjelaskan dirinya
sendiri dan dapat
menjelaskan sesuatu
yang lain.

Objektif
Ilmiah

Empiris
Sistimatis

Study

Universal

Kasus

Ontology
ASPEK ILMU PENGETAHUAN

Epistemology

Warna

Aksiology

Pengenalan
utuh suatu
identitas

Manusia sebagai sentral nilai


subjektifitas dalam alam
materi

TUHAN : Sebagai
satu-satunya identitas
Absolut dengan Nilai
Objektifitas sebagai
Pencipta

Redefinisi :
Pemahaman Manusia
terhadap Identitas
Absolut yang menjadi
sentral Nilai
Objektifitas Mutlak
(TUHAN)

Menentukan satu
identitas Absolut dan
universal sebagai
sentral nilai
Objektifitas Mutlak

Warna menjadi tidak


mutlak karena masih
membutuhkan penilaian
subjek yang lain.

Suatu identitas di katakan sebagai subjek


manakala identitas tersebut memiliki posisi
sebagai sentral nilai subjektif

Mencari formula
baru pemahaman
manusia terhadap
Objektifitas Mutlak

Manusia
menjadi
subjek utuh
dengan nilai
relatifitasnya
dalam alam
materi

ESENSI
MANUSIA
EKSISTENSI

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

4. SEBUAH PENEGASAN KOMITMEN (DOKTRINASI) :


Esensi Manusia :

Ilmu Pengetahuan

Kebenaran Relatif

Akal
Filsafat

Kebenaran Spekulatif

Seni

Kebenaran Subjektif

Manusia

Rasa
Tasauf

Kebenaran Super Subjektif

Eksistensi Manusia :
Benar
Akal

Logika

Ilmu

Etika

Iman

Estetika

Amal

Salah
Baik
Manusia

Rasa

ISLAM

Buruk
Indah
Jasad
Jelek

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

Proses penurunan Ilmu Pengetahuan :

TUHAN
SUNATULLAH
KAULIYAH

KAUNIYAH

Al-Quran

Cosmos
Ruh

Manusia

Filsafat

Alam

Jasad
Humaniora

Kosmologi

IPS

IPA

- Ekonomi
- Politik
- Social
- Budaya
- Hankam

- Biologi
- Fisika
- Kimia
- Matematika
- Astrologi

IBADAH

ASPEK-ASPEK
ILMU PENGETAHUAN
ONTOLOGI
Ke-Apa-an
EPISTEMOLOGI
Ke-Bagaimana-an
AKSIOLOGI
Nilai/Fungsi

PANDANGAN
DUNIA TIMUR
Nyata & Gaib
(Q.S 3 : 190)
Pikir & Zikir
(Q.S 3 : 191)
Orientasi Ibadah
(Syarat akan Nilai)

PANDANGAN
DUNIA BARAT
Nyata
Pikir
Up To You
(Tidak Syarat akan Nilai)

dhedy ibrany

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)


Komisariat Teknik Universitas Muslim Indonesia
Botolempangan Intelektual Area

ASPEK-ASPEK ILMU PENGETAHUAN

PANDANGAN DUNIA TIMUR

THEOLOGY

PANDANGAN DUNIA BARAT

IDEOLOGI

ANTROPOLOGY
PERTARUNGAN IDEOLOGI
KOSMOLOGY

dhedy ibrany

Anda mungkin juga menyukai