Anda di halaman 1dari 26

PMO

(PEMIMPIN, MANAJEMEN, DAN ORGANISASI)


dr. Lilik Lailiyah, M.Kes
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Jember
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin
adalah ilmu/metode yang mengajarkan bagaimana
seseorang menjadi sebuah ‘mercusuar’ dalam sebuah
instansi/lembaga yang mampu menjadi patron bagi para
bawahan2nya. Kepemimpinan adalah salah satu bagian
yang vital dalam hal mengoperasikan sebuah
instansi/lembaga. Sebuah instansi/lembaga harus
memiliki pemimpin yang memiliki kriteria yang mencukupi
sebagai seorang pemimpin untuk menjalankan roda
kegiatan instansi/lembaga secara maksimal sebagai
bagian dari proses menuju cita2 instansi/lembaga.
KRITERIA PEMIMPIN

Bijaksana

Berani Arif

KRITERIA
Berintelektual
PEMIMPIN Cerdas

Berwawasan Tangkas
Luas

Kriteria menjadi seorang pemimpin yang ideal memang memiliki banyak interpretasi, namun satu
hal yang pasti seorang pemimpin yang cakap harus menguasai kecerdasan intelektual,
kecerdasan moral dan kecerdasan spiritual yang merupakan elemen utama dan harus dimiliki
oleh seorang pemimpin.
SIFAT-SIFAT RASUL SEBAGAI ETOS
KEPEMIMPINAN

 Tabligh ( menyampaikan )
 Amanah ( Dapat dipercaya )
 Shiddiq ( Jujur )
 Fathanah ( Cerdas ).
TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN
 Tipe leader otokratis, Leader tipe ini sebagai penguasa tertinggi
mempunyai otoriter atau kekuasaan dalam mengambil ke putusan tanpa
adanya kritik yang mempengaruhi kebijakannya
 Tipe militeristik, Menerapkan sistem militer pada saat menjadi pemimpin
dengan tuntutan kedisiplinan yang tinggi.
 Tipe peternalistis, Pemimpin yang punya kadar ke bapakan tinggi.
 Tipe kharismatik, Pemimpin ini dengan tipe ini mempunyai daya tarik yang
begitu besar sehingga tanpa diminta bawahannya akan memberikan
penghormatan.
 Tipe laissez faire, Pemimpin yang membebaskan bawahannya melakukan
hal sesuka hati nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai, hal ini
karena anggapan bahwa organisasi akan berjalan dengan sendirinya.
 Tipe demokratis, Leader yang memberikan kebebasan pada anggotanya
untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, mengembangkan bakat dan
mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan
kepada bawahannya.
TOKOH PEMIMPIN DALAM BINGKAI
KEISLAMAN DAN KEBANGSAAN
 Dalam dunia islam sendiri, umat muslim patut menjadikan Rasulullah SAW
sebagai nama terdepan yang sangat layak untuk dikedepankan sebagai
sumber inspirasi dan motivasi untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal.
Beliau telah meraih kesuksesan di berbagai bidang yang digelutinya mulai
dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan lingkungan. Pada masa
Rasulullah SAW, islam telah mampu mencapai puncak kesuksesan di
berbagai ruang lingkup kehidupan dan menjadi kebudayaan serta
kekuatan yang sangat disegani dunia ketika itu. Masa2 kejayaan islam
tidak berhenti sampai disitu, pasca Rasulullah SAW meninggal , tongkat
estafet kepemimpinan islam di ambil alih oleh para sahabat terdekatnya
yang dikenal sebagai ‘Khulafaur Rasyidin’ yaitu Abu Bakar Ash-shidiq,
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib
 Dalam konteks kebangsaan, indonesia memiliki para ‘founding father’ (
Bapak Bangsa ) yang mumpuni dan disegani dunia. Siapa yang tidak
mengenal Soekarno, Moh. Hatta, Tan Malaka, Adam Malik serta beberapa
nama lain yang telah berhasil mengantarkan bangsa ini tampil ke depan
panggung sejarah peradaban dunia melalui momentum kemerdekaan 17
agustus 1945. Mereka semua dapat menjadi cambuk motivasi yang hebat
untuk para pemimpin2 penerusnya.
MANAJEMEN
 Manajemen adalah seni mengelola sebuah
instansi/lembaga untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan melalui tangan dan kinerja orang lain.
Dapat juga dikatakan manajemen adalah ilmu
yang mempelajari tentang tata cara mencapai
tujuan sebuah instansi/lembaga melalui karya
orang lain
DASAR-DASAR MANAJEMEN

Planning • Menetapkan tujuan dan menetukan cara-cara untuk


(merencanakan) mencapai tujuan.

Organizing • Mengatur pekerjaan-pekerjaan, orang-orang dan


(mengorganisasikan) sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan.

Leading • Memotivasi, mengarahkan, mendorong dan


mempengaruhi orang-orang untuk bekerja keras
(memimpin) meraih tujuan organisasi.

Controlling • Memantau kinerja, membandingkan dengan tujuan,


(mengontrol) dan mengambil langkah-langkah perbaikan.
UNSUR MANAJEMEN

MEN • Mengacu pada kebutuhan sumber daya manusia.

MONEY • Mengacu pada modal atau aset pemilik


instansi/lembaga

MATERIALS • Ketersediaan bahan baku atau material sangat vital


dalam proses produksi.

METHODS • Mengacu cara/metode manajemen organisasi yang


digunakan

MACHINE • Mengacu pada sarana infrastruktur pendukung.

MARKET • Mengacu budaya konsumerisme dan orientasi calon


SDM
UNSUR MANUSIA DALAM
MANAJEMEN
 Intinya, semua manusia terllibat dalam sebuah sistem manajemen. Tapi
hanya manusia yang memiliki keunggulan yang bisa menduduki puncak
manajemen. Keunggulan itu biasa kita sebut sebagai sumber daya manusia,
yang di dalamnya terkandung banyak makna.
 Apakah sumber daya manusia itu bersifat produktif atau konsumtif, bersifat
memimpin atau dipimpin, berkualitas atau tidak, dan apakah sumber daya
manusia itu terdidik, terlatih, atau tidak.
 Pentingnya sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan
manajemen adalah sesuatu yang niscaya harus dipenuhi. Sebuah organisasi
besar pasti membutuhkan sumber daya manusia yang handal dibidang
administrasi, keuangan, personalia, hukum, dan lainnya.
 Para ahli sadar bahwa manusia memegang peranan penting dalam
manajemen. Kita bisa bayangkan jika dalam suatu sistem manajemen yang
memiliki uang, peralatan, dan metode tapi memiliki sumber daya manusia
yang kurang baik. Yakinlah sistem manajemen tersebut tidak akan berjalan
dengan seharusnya, apalagi untuk mencapai tujuan.
MODEL-MODEL MANAJEMEN
 Model Planning, Implementation & Evaluation ( P-I-E).
Model tersebut merupakan model paling sederhana, karena hanya meliputi 3 fungsi yakni fungsi
perencanaan, implementasi, dan evaluasi sumberdaya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
 Model Planning, Organizing, Actuating & Controling ( P-O-A-C).
Tetapi pada tahun 1914 dari pengertian diatas mengalami transformasi setelah seorang ahli manajemen
berkebangsaan Prancis Henri Fayol menyebutkan manajemen melaksanakan 5 fungsi utama yakni,
merencanakan (plan) aktivitas yang akan dilakukan, kemudian mengorganisasikan (organize) untuk
mencapai rencana tersebut. Kemudian mengarahkan (direct) sumberdaya yang dimiliki guna
melaksanakan rencana serta memimpin sumberdayanya (leading). Hingga kemudian mengendalikan
(control) sumberdaya agar tetap beroprasi optimal.
 Model perencanaan, pergerakan dan pelaksanaan, serta pengawasan, pengendalian dan penilaian (
P1-P2-P3)
 Model Analisis, Rumusan, Rencana, Implementasi dan Forum komunikasi ( A-R-R-I-F )
Model tersebut dipergunakan oleh organisasi yang bergerak dalam bidang partisipasi kemasyarakatan.
 Model Analisis, Rumusan, Rencana, Implementasi, Monitoring dan Evaluasi ( A-R-R-I-M-E )
Model ini tidak jauh berbeda dengan model nomor 4, namun perbedaannya hanya terletak pada fungsi
monitoring serta evaluasi yang diletakan secara terpisah.
ANALISIS SWOT
ORGANISASI
Organisasi adalah kumpulan/komunitas masyarakat
yang memiliki kesamaan nasib dan tujuan di
dalamnya. Organisasi dapat menjadi sebuah alat
yang efektif sekumpulan masyarakat yang memiliki
tujuan serta cita2 yang sejalan.
KARAKTERISTIK ORGANISASI
 Membutuhkan informasi
 Bersifat dinamis
 Terdapat anggota organisasi
 Memiliki tujuan yang tetap
TEORI ORGANISASI
 TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi
konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang
mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,
peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila
orang-orang bekerja sama.
Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat
tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik
structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga
aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang
sama, yaitu :
a. Teori birokrasi :
dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of
Capitalism.
b. Teori administrasi :
dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta
Mooney dan Reiley dari Amerika.
c. Manajemen ilmiah :
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
TEORI ORGANISASI
 TEORI ORGANISASI NEOKLASIK
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi
(The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori
klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis
dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya,
atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi”
sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik
dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan
dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal
sebagai berikut:
a. Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b. Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior
untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
TEORI ORGANISASI
 TEORI ORGANISASI MODERN
Teori modern ditandai dengan ahirnya gerakan contingency yang
dipelopori Herbert Simon, yang menyatakan bahwa teori organisasi perlu
melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi
suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip
yang saling bersaing. Kemudian Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the
social psychology of organization” mengenalkan perspektif organisasi
sebagai suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-
keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang
penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya
organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika
organisasi ingin tetap bertahan
Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa system
pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan
manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai
satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan
bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan
lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.
BENTUK ORGANISASI
 ORGANISASI LINI
BENTUK ORGANISASI
 ORGANISASI LINI DAN STAF
BENTUK ORGANISASI
 ORGANISASI FUNGSIONAL
BENTUK ORGANISASI
 ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL
STRUKTUR ORGANISASI
 Struktur Organisasi menurut Schermerhorn (1996)
adalah sistem tugas, alur kerja, hubungan pelaporan dan
saluran komunikasi yang dikaitkan secara bersama dalam
pekerjaan individual maupun kelompok.
 Struktur Organisasi dalam sebuah organisasi biasanya
digambarkan dalam bentuk Bagan Struktur Organisasi
(Organization Chart) yaitu suatu diagram yang
menggambarkan pengaturan posisi pekerjaan dalam
Organisasi yang diantaranya juga termasuk garis
komunikasi dan wewenangnya.
BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
 STRUKTUR ORGANISASI FUNGSIONAL
BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
 STRUKTUR ORGANISASI DIVISIONAL
BENTUK STRUKTUR ORGANISASI
 STRUKTUR ORGANISASI MATRIXS
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN,
MANAJEMEN dan ORGANISASI
Seperti yang telah dibahas di awal, Kepemimpinan, Manajemen dan
Organisasi merupakan satu kesatuan perangkat yang tidak bisa
dipisahkan satu sama lain. Keterkaitan ketiga point ini sangat erat dan
saling melengkapi. Kepemimpinan sangat dibutuhkan sebagai kontrol
kendali sebuah metoda manajemen dan menjalankan organisasi,
Manajemen sangat vital urgensinya untuk membuat dan menyusun
kerangka rencana kerja organisasi/lembaga/instansi serta membuat
formulasi yang mujarab untuk menyatukan kualitas SDM dengan
sarana infrastruktur organisasi yang tersedia, sedangkan organisasi
merupakan tempat yang ideal sebagai arena untuk melatih
kepemimpinan seseorang dan sarana pengejewantahan suatu metode
manajemen.
Sinkronisasi antara Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi yang
kuat juga akan menghasilkan suatu pengambilan keputusan yang
akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.