Anda di halaman 1dari 3

Ada 3 Bab yang masuk kedalam kelompok kerja administrasi manajemen akreditasi puskesmas

yaitu Bab I, Bab II, dan Bab III. Setelah sebelumnya dibahas mengenai Bab I mengenai
kelompok kerja administrasi puskesmas, Bab II mengenai kepemimpinan dan manajemen
puskesmas. Kali ini, pada Bab III membahas tentang peningkatan mutu puskesmas. Bab III
terdiri dari 1 Standar, 7 Kriteria, 32 EP.
1 Standar 7 Kriteria dan 32 EP tersebut adalah
Kriteria 1 terdiri dari 5 EP
Kriteria 2 terdiri dari 4 EP
Kriteria 3 terdiri dari 3 EP
Kriteria 4 terdiri dari 3 EP
Kriteria 5 terdiri dari 3 EP
Kriteria 6 terdiri dari 5 EP
Kriteria 7 terdiri dari 7 EP
Substansi Bab III berisi tentang upaya-upaya untuk meningkatkan mutu. Substansi standarnya
adalah mutu memperbaiki dan ditingkatkan sesuai dengan konsep yang ada di puskesmas dan
menjadi tanggungjawab Kapus serta seluruh karyawan.
Substansi kriteria tersebut adalah
1.Koordinasi kegiatan
2.Perbaikan kinerja
3.Peran serta
4.Evaluasi kegiatan

5.Pemberdayaan pengguna puskesmas (konsumen/klien/pasien)


6.Berkesinambungan
7.Benchmarking (kaji banding)
Kegiatan Yang Harus Dilaksanakan Puskesmas
Melakukan kegiatan dalam uji telusur untuk membuktikan bahwa penyusunan dokumen
dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan.
Ada uji telusur yang tidak mengisyaratkan pembuktian suatu kegiatan dengan dokumen, tetapi
pendokumentasian harus diadakan untuk menegaskan bahwa kegiatan tersebut ada, yaitu berupa
notulen, daftar hadir, dan sebagainya.
Pelaksanaan perbaikan mutu dan kinerja tidak mengisyaratkan dokumennya tetapi harus di buat
dokumentasi untuk membuktikan bahwa kegiatan tersebut ada yaitu seperti notulen, absen dan
sebagainya.
Kegiatan yang harus dilaksanakan yaitu pengukuran mutu pelayanan puskesmas yang terdapat
pada Bab III, VI, dan IX. Kebijakan mutu puskesmas disusun oleh tim pokja akreditasi
kelompok manajemen.
Pokok pikiran Bab III Akreditasi Puskesmas, mensyaratkan harus adanya:
1.SK penanggungjawab manajemen mutu.
2.Uraian tugas, wewenang dan tanggungjawab penanggungjawab manajemen mutu.
3.Pedoman peningkatan mutu dan kriteria puskesmas.
4.SK kapala puskesmas tantang kebijakan mutu.
5.Bukti yang menunjukan adanya komitmen bersama seluruh jajaran puskesmas untuk
meningkatkan mutu dan kinerja yang berisi tentang pernyataan tertulis dan foto.

Apabila pokok pikiran diatas di tuangkan kedalam elemen penilaian maka menjadi:
1.Pimpinan puskesmas menetapakan penanggungjawab manajemen mutu.
2.Ada kejelasan tugas, wewenang dan tanggungjawab penanggungjawab manajemen mutu.
3.Ada pedoman peningkatan mutu dan kriteria disusun bersama oleh penanggungjawab
manajemen mutu dengan kepala puskesmas dan penanggungjawab upaya puskesmas.
4.Kebijakan mutu dan tata nilai disusun bersama dan dituangkan dalam pedoman manual
mutu/pedoman peningkatan mutu dan kinerja sesuai dengan visi, misi dan tujuan puskesmas.
5.Pimpinan puskesmas, penanggungjawab upaya puskesmas dan pelaksanaan kegiatan
puskesmas berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan kinerja secara konsisten dan
berkesinambungan.