Anda di halaman 1dari 2

ESSAY

Nama saya Monica Br Ginting, Saya mahasiswa Teknologi Hasil Hutan angkatan 52.
Hutan merupakan penghasil kayu dan penghasil produk/jasa lingkungan sebagai kompetisnya.
Jika hutan dibiarkan, maka akan menjadi produk dan menyediakan jasa lingkungan, dan kalau
ditebang, hutan akan menghasilkan devisa yang mampu menaikkan perekonomian negara.
Program Studi Teknologi Hasil Hutan merupakan salah satu program studi yang ada di
Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan IPB yang pastinya akan bergelut di bidang
kehutanan. Alasan saya memilih Teknologi Hasil Hutan IPB karena, dari SMA saya sudah
mengikuti Organisasi Siswa Pecinta Alam (SISPALA). Hingga akhirnya terpikir untuk lebih
mendalaminya di tingkat pendidikan tinggi. Teknologi Hasil Hutan IPB juga sudah terakreditasi
internasional sehingga pasti lulusannya mampu bersaing di dunia internasional. Menjadi
mahasiswa THH tentu membanggakan, apalagi setelah saya ketahui bahwa mahasiswa THH
cenderung bermental wirausaha, ketika dibangku kuliah saja mereka sudah terlatih untuk mampu
melaksanakan pengelolaan sumberdaya hutan berkelanjutan baik kayu maupun non kayu, dan
menciptakan inovasi baru , jadi wajar saja kalau banyak lulusan THH yang membuka usaha
sendiri setelah lulus kuliah.
Teknologi Hasil Hutan juga berperan menciptakan penemuan-penemuan baru dari hasil
hutan, yang dapat digunakan dalam pengembangan pertanian Indonesia, misalnya saja
menciptakan produk ramah lingkungan, penemuan bibit unggul, dan pengelolaan beberapa hasil
hutan yang dapat digunakan dalam sektor pertanian, Pengembangan inovasi ilmu pengetahuan
dan teknologi tersebut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan kualitas kehidupan manusia
generasi kini dan mendatang serta keseimbangan dengan alam. Tak hanya itu, THH juga
berperan mendorong kebijakan pemerintah baik nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota
untuk terwujudnya penataan ruang berbasis ekosistem dan bioregion.
Saya berharap bisa diterima dalam seleksi Beasiswa Karya Salemba Empat ini, karena
saya ingin meringankan beban orang tua saya, saya ingin agar orang tua saya tidak perlu
mengeluarkan uang untuk pendidikan saya, saya punya kakak yang sedang kuliah dan adik yang
masih SMP, kami semua butuh biaya, apalagi keluarga kami masih punya hutang yang harus
dibayar ke bank. Tanggungan keluarga kami setiap bulan sangat besar, ayah dan ibu saya harus
bekerja hingga larut untuk memenuhi semua kebutuhan kami tersebut, apabila bulan ini mereka
tidak bisa memenuhinya, maka bulan depan tanggungan mereka akan lebih banyak lagi. Saya
takut kedua orang tua saya bekerja terlalu keras, saya takut mereka sakit karena terlalu banyak
beban pikiran. Saya memilih beasiswa ini karena beasiswa KSE merupakan beasiswa yang tidak
hanya memberikan bantuan berupa materi namun merupakan beasiswa yang memberikan
pelatihan-pelatihan yang dapat mengasah soft skill penerima beasiswanya.
Beasiswa KSE menyediakan tempat yang tepat bagi para beaswan untuk berbagi,
mengembangkan diri, dan membentuk jaringan, sesuai dengan semboyan kebanggaan KSE yaitu
sharing, networking dan developing. Penerima beasiswa KSE juga akan mendapatkan pelatihan
kepemimpinan yang juga akan diikuti oleh universitas-universitas lain yang tergabung dalam
KSE. Tentunya, pasti sangat menyenangkan punya teman dari berbagai universitas yang punya
niat yang sama berkontribusi untuk bangsa. KSE juga punya banyak kegiatan yang positif seperti
Rumah Sahabat, berwirausaha dengan membuat keripik singkong, dan kegiatan kegiatan seperti
bina desa serta banyak kegiatan lainnya. Dengan berbagai hal tersebut, yang diberikan beasiswa
KSE kepada setiap penerima beasiswanya pada setiap pelatihan atau pembinaan tentunya para
mahasiswa penerima beasiswa KSE tidak hanya sukses dalam hal perkuliahannya saja tetapi juga
sukses dalam hal kepimpinan, komunikasi, pengembangan diri, dan hal lain tentunya.
Setelah lulus saya mempunyai keinginan untuk bekerja di kementrian kehutanan
Indonesia, saya ingin ikut ambil bagian dalam perbaikan hutan-hutan di Indonesia yang
belakangan ini keadaannya sudah semakin kritis, dengan adanya saya dalam kementrian
tersebut,, saya berharap agar setidaknya saya dapat menyelamatkan sedikit dari banyaknya hutan
yang telah rusak. Saya ingin melakukan sosialisasi ke sekolah, instansi ataupun badan-badan lain
tentang pentingnya hutan bagi manusia, saya juga ingin melakukan aksi-aksi seperti tanam seribu
pohon, aksi bersih Indonesia, dan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan masyarakat
dengan alam. Jika saya tidak diterima di kementrian kehutanan, saya ingin membuka usaha saya
sendiri dengan berwirausaha furniture-furniture hasil hutan seperti kursi, lemari, papan, atau
kalau modal saya cukup saya ingin membuka pabrik kertas. Tentunya saya harus memiliki lahan
yang luas terlebih dahulu untuk ditanami pohon agar saya tidak perlu membeli bahan dasarnya
kepada perusahaan yang lain, dan tentunya penebangan yang saya lakukan harus dengan sitem
tebang pilih agar perusahaan saya dapat tetap beroperasi sepanjang tahun. Saya ingin melakukan
semua hal diatas di desa tempat tinggal saya agar saya dapat memajukan kehidupan masyarakat
desa saya tersebut kearah yang lebih baik. Karena seperti kata pepatah , walaupun hujan emas di
negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri, tetap yang di negeri sendiri paling disenangi.
Saya juga tidak menutup kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi, karena saya yakin ilmu yang saya dapat pada tingkat S-1 tidak akan cukup untuk
mewujudkan usaha saya tersebut. Rencananya saya ingin melanjutkan S-2 saya ke luar negeri
karena ada pepatah lagi mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, namun jika kondisi
kurang memungkinkan maka saya akan melanjutkan pendidikan di dalam negeri.