Anda di halaman 1dari 19

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Lati (PT.

Indo Pusaka Berau)


PLTU adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Pembangkit ini memiliki
alat pembakaran yang dinamakan dengan Boiler sehingga dihasilkan uap panas kering
(steam) yang akan digunakan untuk memutar sudu-sudu turbin. Sudu-sudu turbin yang
berputar akan memutar poros turbin yang terhubung langsung dengan poros generator,
sehingga akan menghasilkan energi listrik. Seperti yang kita ketahui bahwa generator
berfungsi untuk mengubah energi mekanik (poros turbin yang berputar) menjadi energi listrik
yang nantinya akan disalurkan ke gardu induk melalui transformator.

PLTU Lati

PT. Indo Pusaka Berau adalah perusahaan modal bersama yang mengoperasikan
pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara berkapasitas 2 x 7 MW di Kabupaten
Berau - Kalimantan Timur. PT. Indo Pusaka Berau adalah perusahaan joint venture yang
didirikan oleh Konsorsium Indo Pusaka Berau yang terdiri dari 3 (tiga) anggota konsorsium
yaitu PT. Indonesia Power dengan keahlian dan pengalaman membangun dan
mengoperasikan pembangkit listrik, Pemerintah Kabupaten Berauyang bertanggung jawab
terhadap perijinan, lokasi lahan dan penyediaan batu bara dan PT. Pusaka Jaya Baru
(Perwakilan Shandong Machinery I & E Group Co) bekerjasama dengan pabrik mesin yang
melakukan instalasi PLTU.
Konsorsium tersebut dibentuk dengan nama Konsorsium Indo Pusaka Berau sesuai
Surat Perjanjian Konsorsium tanggal 23 Desember 2002 dalam rangka pembangunan PLTU
Lati ( 2 x 7 MW ) di Tanjung Redeb. Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pelaksanaan
proyek pembangunan PLTU mulut tambang Berau 2x7 MW mulai dari contract signing untuk
equipment pada 4 February 2003 dengan Shandong Machinery I&E Group Corporation,
kontrak pekerjaan pondasi dengan PT. Pusaka Jaya International pada 2 September 2003 dan
kontrak konstruksi, sipil, mekanikal, dan elektrikal denganPT. Pusaka Jaya International pada
31 Juli 2003. PLTU unit 1 sinkron pada 28 Pebruary 2004 dan PLTU unit 2 sinkron pada 25
Desember 2004.
Mulai tanggal 12 Januari 2005 pengusahaan PLTU ini resmi dilaksanakan oleh PT.
Indo Pusaka Berau sebagai langkah untuk merintis dan memulai kemandirian bisnis sektor
pembangkitan tenaga listrik di Indonesia, dengan membangun PLTU berbahan bakar batu
bara dengan kapasitas terpasang 2x7 MW.

1
Pada saat Perusahaan didirikan komposisi Pemegang Saham PT Indo Pusaka Berau
adalah adalah sebagai berikut; PT Indonesia Power sebanyak 50%, Pemerintah Kabupaten
Berau sebanyak 35% dan PT Pusaka Jaya Baru sebanyak 15%. Pada tahun 2012 terjadi
pengalihan saham sebanyak 10% dari Pemegang Saham PT Pusaka Jaya Baru kepada
Pemerintah Kabupaten Berau yang mengakibatkan komposisi saham menjadi : PT Indonesia
Power sebanyak 47%, Pemerintah Kabupaten Berau sebanyak 49%, dan PT Pusaka Jaya Baru
sebanyak 4%.
Energi Listrik yang diproduksi oleh PLTU Lati , disalurkan kepada 2 konsumen yaitu PT.
PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur, Cabang Berau, dan PT. Berau Coal salah satu
perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Berau.

PRINSIP KERJA PLTU


Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu :
Pertama,energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk
uap bertekanan dan temperature tinggi.
Kedua, energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran.
Ketiga, energi mekanik diubah menjadi energy listrik.
PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus
tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang.
Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut :

Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan
pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan
bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap.
Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperature tertentu diarahkan
untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.
Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energy
listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika turbin
berputar dihasilkan energy listrik dari terminal output generator
Keempat, Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air
pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat hasil
kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini
berlangsung terus menerus dan berulang-ulang.

2
PLTA DENGAN WADUK (RESERVOIR) Air
sungai dialirkan ke kolam melalui saluran terbuka atau tertutup dengan disaring terlebih
dahulu dan ditampung di suatu kolam yang berfungsi untuk:

Mengendapkan pasir
Mengendapkan lumpur
Sebagai waduk (reservoir)

Gambar 2: PLTA dengan kolam tandon

3
Air dari satu sungai atau lebih ditampung di suatu tempat untuk mendapatkan
ketinggian tertentu dengan jalan dibendung. Air dari waduk tersebut dialirkan melalui saluran
terbuka, melalui pintu air ke saluran tertutup yang selanjutnya melalui pipa pesat
menggerakkan turbin untuk membangkitkan tenaga listrik.

Contoh:

PLTA Cirata

Gambar 2 PLTA Cirata

Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten


Daerah
Purwakarta, Jawa Barat
Tipe PLTA Dengan waduk
Mulai beroperasi 1988
Jumlah pembangkit 8
Kapasitas 126 MW tiap pembangkit, total kapasitas 1008 MW
Daya listrik rata-rata pertahun 1428 GWH
Jaringan transmisi 500 KV

Turbin PLTA Cirata


Kapasitas turbin 129.000 KW
Putaran Turbin 187,5 RPM
Tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter
Debit air maksimum 135 m3/detik

4
BAGIAN BAGIAN PLTA CIRATA

5
1. BAGIAN BAGIAN PLTA (dalam diagram)

PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa Tegal
Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Latar belakang
pendirian PLTA ini, dengan letak sungai Citarum yang subur, bergunung-gunung
dan dianugerahi curah hujan yang tinggi. Pembangunan proyek PLTA Cirata
merupakan salah satu cara pemanfaatan potensi tenaga air di Sungai Citarum

No. Nama Alat Keterangan

6
Petunju
k
1 Waduk Tempat menampung air sungai
2 Main Gate Pintu air utama
3 Bendungan Penahan laju sungai
Pipa yang menyalurkan air dari waduk menuju
4 Penstock
sungai
5 Katup Utama Katup buka-tutup
6 Turbin Baling-baling yang digerakkan oleh air
7 Generator Pengubah energi mekanik menjadi energi listrik
8 Draftube Penampung air sebelum dibuang
9 Trailrace Pembuangan air
10 Transformator Pengubah listrik
11 Switch yard Pengatur listrik
12 Kabel Transmisi Distributor listrik
13 Spillways Tempat keluarnya lebihan air waduk

2. DATA TEKNIS PLTA CIRATA


Kapasitas terpasang : 8 x 126 MW = 1.008 MW.
Energi per tahun : 1.428 GWH
Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) = 4.119 km2
Luas Waduk : 6.200 Ha.
Bendungan : tinggi 135 m, panjang puncak 453 m, isi bendungan 3,9 juta
m3.
Terowongan tekan : jumlah 4 buah, diameter 10m, panjang 640 m.
Pipa pesat : jumlah 8 buah, diameter 5,2 m, panjang 202 m.
Turbin : jumlah 8 unit, kapasitas 129.000 kW/unit, putaran 187,5 rpm,
head 112,5, debit maksimum tiap unit 135 m3/detik.
Generator : jumlah 8 unit, kapasitas 140.000 kVA / unit.
Trafo : jumlah 4 unit, kapasitas 280.000 kVA / unit

3. SPESIFIKASI TURBIN PLTA CIRATA

Waduk tenaga air cirata merupakan tipe turbin francis yang merupakan salah
satu jenis tipe turbin reaksi. turbin francis, yaitu air mengalir ke rotor dengan arah
radial dan keluar dengan arah aksial. Dan turbin reaksi adalah turbin yang bekerja
karena adanya perbedaan tekanan.

Guna menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GWH, dioperasikan delapan


buah turbin dengan kapasitas masing-masing 129MW dengan putaran 187,5 RPM.

7
Adapun tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air
maksimum 135 m3 perdetik. Turbin yang digunakan di waduk Cirata adalah Turbin
Francis dengan spesifikasi:

SPESIFIKASI KETERANGAN
Tipe Francis, vertical shaft
Produksi VOEST-ALPINE
Rate Net Head 106,8 m
Rated Output 129,6 MW
Kecepatan 187,5 rpm
Debit Pada Kondisi Diatas 132,5 m3/s
Runaway Speed 400 rpm
Spiral Case Inlet Diameter 4300 mm
Draft Tube Outlet Diameter 6400 rpm
Diameter Runner Dth = 3400 m
Jumlah Runner Blade z = 16
Jumlah Guide Vane z = 24
Bukaan Maksimum Guide Vane 260 mm
Ketinggian Guide Vane 980 mm
Jumlah Servomotor 2
Tekanan Normal Operasi Guide Vane 55 kg/cm2
Tekanan Oli Minimum Guide Vane 38,5 kg/cm2
Langkah Servomotor 440 mm
Diameter Piston Servomotor 400

CARA KERJA PLTA CIRATA

1. PRINSIP KERJA
Air yang berada pada ketinggian tertentu senantiasa mengalirkan air dengan
masa tertentu setiap menit. Seperti masa air yang berada pada suatu ketinggian
memiliki energi potensial gravitasi. Ketika masa air turun ke bawah energy
potensialnya berkurang karna sebagian energi potensialnya dirubah menjadi energi
kinetik.

Sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik, semakin ke bawah energi


kinetik semakin besar. Ek air yang cukup besar akan mengenai sudu-sudu turbin yang
dipasang didasar air terjun dan akan memutarkan poros turbin yang seporos dengan
poros generator Kemudian generator berputar dan menghasilkan energy listrik.

8
Dengan energi potensial yang tinggi maka laju aliran air di ujung pipa akan tinggi
pula. Apabila diameter pipa tidak berubah (semua pipa diameternya sama) maka kita
dapat menentukan laju aliran air tersebut menggunakan rumus dibawah:

Ek = Ep

mv = mgh

Keterangan:

Ek = energy kinetik (J)


Ep = energy potensial (J)
m = massa air (kg)
v = kecepatan air (m/s)

9
g = gravitasi 9.8 (m/s)
h = ketinggian air (m)

Dengan demikian kita juga dapat menentukan debit airnya:


Q = Av
Keterangan:
A= luas penampang
Q = debit air (m3/s)
Besarnya daya listrik sebelum masuk ke turbin secara matematis dapat dituliskan sebagai
berikut:

Pin turbin = hQg

Sedangkan besar daya output turbin adalah sebagai berikut :

Pout turbin = . h . Q . g . turbin

Sehingga secara matematis daya real yang dihasilkan dari pembangkit adalah sebagai
berikut :

Preal = . h . Q. g . turbin . generator . tm

Wkeluaran
generator= Wmasukan x 100%

10
Efisiensi turbin sesuai dengan kondisi beban:

Kutipan dari buku Hydroelectric Handbook, William P. Craeger and Joel D. Justin,
Second Edition John Wiley & Sons, Inc., New York, 1950, hal. 832

Keterangan :
Pin= daya masukan ke turbin (watt) Q = debit air (m3/s)
Pout = daya keluaran dari turbin (watt) h = ketinggian efektif (m)
Preal = daya sebenarnya yang g = gaya gravitasi (m/s)
dihasilkan (watt) W = usaha (j)
= massa jenis fluida (kg/m3)

Daya yang keluar dari generator dapat diperoleh dari perkalian efisiensi turbin dan
generator dengan daya yang keluar secara teoritis. Sebagaimana dapat dipahami dari
rumus tersebut di atas, daya yang dihasilkan adalah hasil kali dari tinggi jatuh dan debit
air, oleh karena itu berhasilnya pembangkitan tenaga air tergantung daripada usaha untuk
mendapatkan tinggi jatuh air dan debit yang besar secara efektif dan ekonomis.

Namun, tidak semua energi potensial dari air diubah menjadi energi listrik. Oleh karena
itu kita mengenal konsep efisiensi:

output
= input x 100%

11
Dengan demikian daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air adalah:

Pdihasilkan = Phitung
Pdihasilkan = hQ

Untuk menghitug beda potensial yang dihasilkan, kita menggunakan rumus GGL
induksi yang dikenal dalam Hukum induksi Faraday yang bunyinya Gaya gerak listrik
(GGL) induksi pada sebuah rangkaian sama dengan kecepatan perubahan fluks yang
melalui rangkaian tersebut. Rumus yang digunakannya adalah:

= N B A sin t

= 2f, terdapat pada rumus gerak melingkar (kecepatan berputar magnet)

Keterangan:

= ggl induksi sesaat (volt) A = luas penampang/loop (m)


N = banyak lilitan kumparan = kecepatan sudut (rad/s)
B = besar induksi magnetic t = lama kumparan telah berputar (s)
(Wb/m=T) f = frekuensi

2. CARA KERJA GENERATOR


Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi
energi listrik dari sumber energi mekanis. Agar generator bisa
menghasilkan listrik, ada tiga hal yang harus diperhatikan,
yaitu:

1. Putaran
Putaran rotor dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah pasang kutub pada rotor, sesuai
dengan persamaan:
rpm = 60 . f / P
dimana:
rpm = putaran
f = frekuensi
P = jumlah pasang kutub

12
2. Kumparan
Banyak dan besarnya jumlah kumparan pada stator mempengaruhi besarnya daya
listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit

3. Magnet
Magnet yang ada pada generator bukan magnet permanen, melainkan dihasilkan dari
besi yang dililit kawat. Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR maka akan
timbul magnet dari rotor.
Sehingga didapat persamaan:
E=B.V.L
Dimana:
E : Gaya elektromagnet V : Kecepatan putar
B : Kuat medan magnet L : Panjang penghantar

13
Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan kumparan,
sehingga agar beban yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat
kemagnetannya, yaitu dengan mengatur jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang
masuk, makin besar pula nilai kemagnetannya, sedangkan makin kecil arus yang masuk,
makin kecil pula nilai kemagnetannya.

3. PERHITUNGAN PROSES KEJADIAN LISTRIK


Daya input turbin:
P in turbin= .h.Q.g
= 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 141,8MW

Efisiensi turbin:
output
= input x 100%

129600000
= 145047750 x 100% = 89%

Daya output turbin:


P out turbin = ..Q.g
= 89% x 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 126,5 MW

Data di atas adalah perhitungan daya yang dihasilkan pada setiap turbin sesuai dengan
spesifikasi turbin dan waduk di PLTA Cirata.

CARA KERJA dan PENDISTRIBUSIAN PLTA CIRATA


1. Dalam proses produksi energi listrik, PLTA Cirata memanfaatkan air
sebagai energi primer dari sungai Citarum yang memiliki debit air cukup
besar dan ditampung di waduk cirata
2. Kemudian dialirkan melalui pintu air (water intake) sedangkan pengaturan
air dilakukan dari pusat pengendalian bendungan (dam control center)
3. Selanjutnya masuk kedalam terowongan tekan (headrace tunnel)
4. Sebelum memasuki pipa pesat (penstock) air melewati tangki pendatar
(surge tank) yang berfungsi sebagai pengaman pipa pesat apabila terjadi
tekanan mendadak atau tekanan kejut saat katup utama (inlet valve)
ditutup seketika
5. Setelah katup utama dibuka, air masuk kedalam rumah siput (spiral case)
6. Air yang bergerak deras memutar turbine dan keluar melalui pipa lepas
(tail race)
7. Selanjutnya dibuang ke saluran pembuangan
8. Poros turbin yang berputar tersebut berputar menggerkkan generator
sehingga menghasilkan energi listrik dengan tegangan 16,5 kV disalurkan
ke trafo utama (main transformer)
9. Pada trafo utama listrik tersebut dinaikkan tegangannya menjadi tegangan
ekstra tinggi 500 kV di GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi)
Cirata
10. Selanjutnya ke gardu induk (GITET) dan disalurkan ke sistem interkoneksi
Jawa-Madura-Bali 500 kV

Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali yaitu memikul


beban puncak dan beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan moda
operasi LFC (Load Frequency Control), dimana memiliki fasilitas line
charging bila sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up operasi/
sinkron ke jaringan 500 KV yang relatif cepat yaitu kurang lebih lima
menit.
MODE PEN
GOPER ASIA
N PLTA CIRA
TA

Mode operasi local manual, yaitu sistem pengoperasian yang dilakukan


oleh operator secara manual dari panel unit kontrol Power house
Mode operasi local auto, yaitu sistem pengoperasian yaitu dilakukan
oleh operator secara automatic dari panel unit kontrol di ruang Power
House.
Mode operasi remote, yaitu sistem pengoperasian yang komputerisasi
d imana unit dioperasikan dari control desk di ruang kontol Switchy
ard yang berjarak sekitar 2 Km dari lokasi pembangkit listrik
Power house bawah tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 235 meter,
lebar 35 meter, tinggi 49 meter, menjadikan power house PLTA cirata sebagai
bangunan bawah tanah terbesar di indonesia. Suasana didalam powerhouse sangat
lembab dan panas. Suasana siang hari atau malam hari tiada berbeda didalam
powerhouse, karena sinar matahari tidak pernah bisa mencapai ruangan tersebut.
Dinding-dindingnya penuh dengan mur dan baut dengan ukuran yang sangat besar.
Mur dan baut ini adalah penahan dinding dari tekanan air waduk yang pastinya sangat
tinggi.

PERAWATAN PLTA CIRATA


Maintenance Preventif yaitu pemeliharaan secara rutin dengan visual
pemeriksaan dan pengecekan tanpa pengukuran besaran. Pelaksanaan
preventif dilakukan satu bulan sekali oleh petugas preventif meliputi
pemeriksaan dan pengecekan keadaan fisik peralatan, pemeriksaan
parameter, serta kebersihan peralatan dan area.
Maintenance Inspection yaitu pemeliharaan secara periodik tahunan
dengan bongkar pasang peralatan untuk mengetahui tanda-tanda peralatan
mulai akan rusak dalam hal ini ditekankan pada pengujian dan kalibrasi
karakteristik relay proteksi. Pelaksanaaan inspeksi pemeliharaan dilakukan
secara periodik yaitu setiap satu tahun sekali oleh tim Inspection (Senior
Teknisi Relay Proteksi).

PROTEKSI/ RELAY PLTA CIRATA


Relay electromechanic induction disc mempunyai piringan metalik (disk)
yang terbuat dari tembaga atau alumunium yang dapat berputar diantara
celah-celah elektromagnet. Relay ini tidak dapat digunakan untuk
tegangan searah (DC) dan cara kerja relay ini dipengaruhi oleh frekuensi
sehingga memakan waktu yang lama untuk men-reset (reset time).
DRS merupakan relay berteknologi digital dengan perangkat keras berupa
card module kode DRS-VE. Set dan perangkat lunak berupa program
khusus untuk sistem produksi yang tersimpan pada EPROM card module.
Relay ini dapat menggunakan tegangan DC dan waktu resetnya relatif
cepat.

PLTA CIRATA
PLTA CIRATA
Lokasi Purwakarta, Jawa
Barat
Tipe Memanfaatkan
potensi air dari
waduk.
Tipe turbin Francis Vertika
Shaft
Jumlah 187,5 rpm
putaran
Daya yang 1008 MW
dihasilkan
Sungai Citarum
Debit air 135 m3/detik
Tinggi Head 112,5 m
Mulai 1988
beroperasi
Daerah Sistem Jawa-
pengguna daya Madura-Bali

A. KELEBIHAN-KEKURANGAN
Kelebihan:
1. Daya yang dihasilkan sangat besar dan menjadi tempat wisata.
2. Letak Turbin Reaksi bisa lebih leluasa (tidak begitu terikat).
3. Turbin Reaksi settingnya tidak merupakan masalah, sedang Turbin Impuls (misal :
Turbin Pelton), turbin harus dipasang diatas muka air belakang.
Kekurangan:
Perawatan, pengawasan, yang tentu lebih memerlukan biaya yang lebih besar
DAFTAR PUSTAKA

Rakhman, 2013. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air. [online]. Dalam
http://rakhman.net/2013/04/prinsip-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air.html
Wikipedia, 2017. Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata. [online]. Dalam
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Air_Cirata
Umm, Jurnal. 2014. Kerja Sama Dengan Pt Pln Persero. [online]. Dalam
http://ft.umm.ac.id/id/umm-news-1189-kerja-sama-dengan-pt-pln-persero-umm-
tambah-pltmh.html
Yefrichan, 2010. Klasifikasi Turbin. [online]. Dalam
http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/31/klasifikasi-turbin/
Havianto, Jonny. 2012. Peluang PLTA Buatan Indonesia. [online]. Dalam http://jonny-
havianto.blogspot.com/2012/12/peluang-plta-buatan-indonesia.html
4Bri, 2011. Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga. [online]. Dalam
http://4bri.blogspot.com/2012/11/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html
Scribd, 2015. PLTA Cirata. [online]