Anda di halaman 1dari 3

BAB 5.

PEMBAHASAN
5.1 Skema Kerja dan Fungsi Perlakuan
Pada praktikum pengukuran sudut curah, mula-mula menyiapkan alat dan bahan yang
akan digunakan. Alat yang digunakan adalah bidang datar dan penggaris. Sedangkan bahan yang
akan diukur sudut curahnya yaitu beras ketan putih, kacang hijau, beras putih, biji kopi, beras
jagung dan beras ketan hitam. Untuk mengukur sudut curah dilakukan dengan cara bahan
dicurahkan atau di pancurkan pada ketinggian 30 cm hingga membentuk kerucut. Setelah
terbentuk gundukan, tinggi gundukan diukur dengan penggaris. Selain tinggi, diameter gundukan
juga dihitung dengan cara mengapit kedua sisi gundukan dan diukur jarak antara kedua sisi
tersebut. Setelah diperoleh tinggi dan diameter gundukan, kemudian dilakukan perhitungan sudut

t
=arc tan
curah yang terbentuk menggukana rumus r .

5.2 Analisa Data


Sudut Curah (angle of repose) merupakan sudut antara permukaan gundukan terhadap
permukaan horizontal. Sudut curah ini terbentuk jika bahan dicurahkan pada bidang datar
melalui sebuah corong dengan satuan (o). Biasanya sudut repos diperlukan untuk menentukan
sudut kemiringan corong pengumpan (hopper) atau kemiringan saringan mesin sortasi. Sudut
repose adalah sudut yang terbentuk antara bidang alas dan bidang miring dari suatu bentuk
segitiga pada saat bahan curah (biji-bijian) dijatuhkan secara bebas atau sampai bahan mulai
jatuh bergulir (AOAC, 1984).
Bahan yang digunakan untuk mengukur sudut curah adalah beras ketan putih, kacang hijau,
beras putih, biji kopi, beras jagung dan beras ketan hitam. Berdasarkan hasil perhitungan sudut
curah didapatkan bahwa sampel yang memiliki sudut curah terbesar hingga terkecil adalah
kacang hijau (44,42o), beras putih (30,96o), beras jagung 24,70o), beras ketan hitam (21,80o),
beras ketan putih (20,30o) dan kopi (19,80o). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa kacang hijau
memiliki sudut curah tertinggi sedangkan kopi memiliki sudt curah terendah. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi sudut curah suatu baha. Hal ini disebutkan dalam literatur menurut
Rusendi (2010), nilai sudut curah dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, kadar air, dan orientasi
bahan. Ukuran sampel akan mempengaruhi sudut curahnya, ukuran yang lebih kecil akan
menyebabkan porositasnya rendah sehingga kerapatan massanya semakin besar dan begitu pula
sebaliknya.Menurut SNI 01-3830-1995, menyatakan bahwa kandungan air kacang hijau sebesar
14%. Menurut SNI 6128:2008 menyatakan bahwa kadar air beras putih 14%. Menurut SNI 10-
2907-2008, menyatakan bahwa kadar air biji kopi sebesar 12,5%. Menurut Direktorat Gizi
(1981), kandungan air pada beras ketan putih dan beras ketan hitam adalah 12%.Menurut SNI
01-2974-1996, beras jagung memiliki kandungan air sebesar 10%. Kandungan air pada bahan
mempengaruhi sudut curah yang terbentuk. Menurut Khalil (1999) menyatakan bahwa semakin
tinggi kandungan air bahan maka semakin tinggi sudut tumbukan yang terbentuk. Kacang hijau
dan beras putih memiliki kadar air yang paling tinggi diantara semua bahan. Namun masih
terjadi penyimpangan yaitu beras jagung memiliki kadar air paling rendah namun sudut curah
yang terbentuk lebih besar dari pada beras ketan hitam. Penyimpangan ini dapat disebabkan oleh
faktor lain seperti ukuran sampel, bentuk dan orientasi bahan. Ukuran sampel dapat
mempengaruhi sudut curah yang terbentuk. Semakin kecil ukuran bahan, maka semakin
porositasnya rendah sehingga kerapatan massanya semakin besar dan begitu pula sebaliknya.
Porositas merupakan bagian yang tidak ditempati oleh partikel atau bahan padatan. Sifat sudut
curah adalah sifat teknik dari suatu bahan berbentuk granular yang dituang dalam suatu
permukaan horizontal maka akan terbentuk suatu gundukan berbentuk kerucut.
BAB 6. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Untuk mengukur sudut curah dilakukan dengan cara bahan dicurahkan atau dipancurkan
dari ketinggian 30 cm hingga membentuk kerucut. Setelah terbentuk gundukan, tinggi
gundukan diukur dengan penggaris. Selain tinggi, diameter gundukan juga dihitung dengan
cara mengapit kedua sisi gundukan dan diukur jarak antara kedua sisi tersebut. kemudian

t
=arc tan
dilakukan perhitungan sudut curah menggunakan rumus r .

2. Sampel yang memiliki sudut curah terbesar hingga terkecil adalah kacang hijau (44,42 o),
beras putih (30,96o), beras jagung 24,70o), beras ketan hitam (21,80o), beras ketan putih
(20,30o) dan kopi (19,80o).
3. Nilai sudut curah dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, kadar air dan orientasi bahan. Semakin
besar kadar air suatu bahan maka semakin besar pula sudut curah yang terbentuk.

6.2 Saran
Seharusnya pada saat sebelum praktikum, semua praktikan harus menguasai materi yang
akan dipraktikumkan sehingga tidak terjadi kesalahan dan memperoleh data yang akurat.