Anda di halaman 1dari 10

Politeknik Automatic Fire Program Studi

Perkapalan Extingusher Laboratory


Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya Pengemasan Selang Kesehatan Kerja
Pemadam Kebakaran

PRAKTEK

PENGEMASAN SELANG PEMADAM KEBAKARAN

I. TUJUAN

TIU: Mahasiswa diharapkan mapu mengaplikasikan teori perawatan peralatan


pemadam kebakaan

TIK: mahasiswa mapu memahami tentang prosedur penggulungan selang pemadam


kebakaran.

II. TEORI

Pengertian

Fire Hose adalah selang tekanan tinggi yang membawa air atau tahan api lainnya
(seperti busa ) ke api untuk memadamkannya. Fire Hose terdiridari 2 jenis, yaitu Fire
Hose yang dipasang indoor dan Fire hose yang dipasang outdoor. Fire hose indoor
dipasang permanen pada pipa tegak atau pipa system bangunan sedangkan Fire hose
outdoor dipasang pada mobil pemadam kebakaran atau fire hydrant.

Kerusakan selang

Titik berat dari metode pembuatan selang adalah agar tanggung jawab kerusakan
selang dapat perhatian sepenuhnya. Hal ini penting bahwa semua fireman dapat
mengetahui cara memelihara selang dan bagaimana memenuhi panggilan bila terjadi
kebakaran. Kerusakan selang dapat dihindari dengan personil agar hati-hati dalam
menggunakan selang. Kemampuan yang tinggi dan banyaknya pengalaman diperlukan
perusahaan untuk mengji dan memelihara selang. Hal ini dapat memacu sikap hati-hati
dan menambah pengetahuna tentang selang.

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Selang oleh : 1/10
Pemadam kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

Kerusakan selang

Penyebab kerusakan selang antara lkain:

1. Abrasi (gesekan)
2. Mildew ( lapuk)
3. Shock ( kejutan)
4. Asam, minyak, pekumas dan bahan bakar

Abrasi (gesekan)

Orang harus selalu ingat cara meletakkan selang tanpa harus menyeretnya.
Pertanyaan mengenai abrasi adalah berkaitan dengan cara pembenahan selang. Banyak
cara untuk mengemas selang, anatar lain:

1. The roll (or Coil) digulung tunggal


2. Futch Roll (or Roll On the Bright) Digulung ganda
3. Flaking (melipat)
4. Figyre of Eight Model angka 8

Prinsip cara Menggelar Selang

1. Arah lemparan dari sumber air kearah api


2. Gelaran sleang tidak boleh terpuntir
3. Selang tidak boleh ditarik/diseret sepanjang permukaan tanah

Untuk selang gulungan:

1. Dengan dilemparkan mendatar kebawah


2. Dengan dibawa berjalan (khusus komping instantaneous)
3. Untuk lipatan, unjungnya langsung dibawah kearah api

File: Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang 2/10
Pemadam kebakaran
oleh :
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

Standar yang digunakan:

NFPA 1961, Standard on Fire Hose, list specifications for fire


hose
NFPA 1963, Standard for Fire Hose Connections, lists
specifications for fire hose couplings and screw threads
NFPA 1901, Standard for Automotive Fire Apparatus, requires
pumpers to carry varying sizes/amounts of hose.

Jenis-Jenis fire hose

Berdasarkan fungsinya selang pemadam dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Selang Isap (Suctin Hose)


Selang isap yaitu selang yang digunakan mulai dari sumber air sampai bagian
isapan pompa, karena digunakan pad abagian isapan pompa maka diperlukan
selang yang mempunyai kosntruksi yang kokh, kuat, fleksibel namun ringan.
Selang ini memiliki panjang 6-15 ft dengan diameter 3-6
2. Selang Tekan (Discharge Hose)
Selang tekan yaitu selang yang digunakan mulai dari discharge pompa sampai
ke ujung penyemprot (nozzle). Dengan diameter -3 dengan panjang 50ft-
100ft.
Jenis-jenis Discharge Hose:
1. Selang Karet (Rubber Hose)
2. Selang Rembes (Percolated Hose)
3. Selang Tak Rembes (Non Percolated Hose)

Penyambung Selang (Hose Fitting)

Adalah perlatan yang digunakan untuk menyambung antara dua buah selang atau
dengan peralatan lain. Secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Coupling
Alat yang digunakan untuk menyambung antara dua buah selang yang
mempunyai diameter sama, terbuat dari logam campuran antara kuningan,
aluminium dan magnesium.

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 3/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran
Jenis-jenis Coupling

Ditinjau dari bentuk dan standrnya maka coupling dibagi mnejadi2,


yaitu:

a. Screw/ Ulir
b. Interlock
Instantenous
Machine
Storz
Hemaprodite
Symmetric

2. Adaptor

Adalah alat yang digunakan untuk menyambung antara dua buah selag
yang berbeda ukuran atau berbeda jenis coulingnya. Nama suatu adaptor
didasarkan pada tata letak coupling dan bahwa selang pemadam selalu
digelar mulai dari sumber ke arah api.

3. Cabang (Breeching)

Pada sisten operasi pemadaman alat ini berfungsi untuk membuat


percabangan baik pada isapan pompa maupun discharge pompa. Ditinjau
dari kegunaannya cabang dibagi 2 yaitu:

a. Cabang pembagi

b. Cabang pengumpul
File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :
Pengemasan Sleang oleh : 4/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

Cara Merawat Fire Hose:

Selang pemadam kebakaran setelah digunakan tentunya akan basah bagian luar
maupun dalam. Hal ini jika tidak segera dikeringkan akan mengakibatkan selang
pemadam lengket dan berjamur. Pada kondisi tersebut, selang tidak dapat digunakan
karena air tersumbat. Hal ini akan berdampak negatif pada waktu tindakan karena
petugas harus membuat selang dapat mengalirkan air terlebih dahulu. bisa dengan
memberikan tekanan lebih pada selang. namun hal ini perlu diwaspadai karena bisa
berpotensi fire hose pecah saat diberi tekanan yang tidak mampu diantisipasi oleh
komponen selang pemadam.

Jenis Selang Pemadam Api

1. Selang Kanvas

(Sumber: http://www.indonetwork.co.id/abadi_teknik18/5498682)

Selang pemadam api ini menggunakan bahan kanvas berkualitas tinggi agar tidak mudah rusak
dan bocor saat digunakan. Selang kanvas memiliki ketahanan air hingga mencapai tekanan
13bar, sangat memungkinkan digunakan untuk hydrant pillar yang secara umum hanya berada
di tekanan 10 bar atau kurang. Selang pemadam api kanvas juga sangat cocok untuk kondisi
siklus cuaca yang tidak menentu seperti di Indonesia. Ukuran panjang selang kanvas antara 20
30 meter dengan berbagai ukuran 1,5 2,5 dan 3 inch.

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 5/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran
2. Selang Polyester

(Sumber: http://203.21.74.29/pdimage/63/3802663_elbrus-poly-copy22.gif)

Selang tipe polyester ini sering juga digunakan oleh petugas pemadam kebakaran Indonesia.
Dengan menggunakan bahan utama polyester staple dan polyester filaments akan membuat
selang ini tahan lama dan handal saat digunakan. Ketahanan dari selang jenis polyester sama
dengan selang kanvas yaitu mencapai tekanan 13bar. Selang polyester dapat dipasang dengan
coupling yang sesuai kebutuhan seperti machino, instantaneous, dan storz coupling.

3. Selang Red Rubber

(sumber: Bromindo)

Selang pemadam api red rubber memiliki ciri unik yaitu berwarna merah cerah berbeda dengan
selang kanvas dan polyester yang berwarna putih. Material yang digunakan untukmembuat
selang red rubber adalah karet berkualitas tinggi sehingga cocok digunakan untuk pemadam api
dalam lingkungan proyek dalam sebuah perusahaan. Ukuran umum dari selang pemadam api
red rubber yaitu 1,5 2,5 3 dan 4 sementara panjangnya 20 dan 30 m.

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 6/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

III. PERALATAN

1. Selang pemadam kebakaran


2. Nozzle

VI. RANGKAIAN PRAKTEK

1. The roll or coil/ donut rol (digulung tunggal)

2. Dutch roll or roll on the bright (digulung ganda)

3. Twin donut rol

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 7/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

4. Self-locking twin donut rol

5. Flaking (dilipat)

6. Model angka 8 (figure of eight)

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 8/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

V. PROSEDUR KERJA PENGGULUNGAN SELANG

1. The Roll or Coil (digulung tunggal)


Metode ini adalah selang diletakkan dilantai dan mulai digulung dari kompling
female (perempuan). Koplong male(laik-laki) berada diluar gulungan, cara ini
hanya dipakai untuk instantaneous coupling. Untuk coupling yang di Indonesia
sebagian besar tidak menggunakan soupling tersebut.
2. Dutch Roll or Roll on The Bright (digulung ganda)
Selang digelar diatas tanah dan coupling perempuan diletakan dibagian dalam
tekukan kurang lebih 60cm. kemudian digulung bersana-sama, sehingga pada
akhir gulungan, kopling perempuuan tetap berada didalam. Cara memasangnya
kopling laki-laki dipasang pada hydrant dan kopling peremuan dilarikan
kaeraha sumber api. Cara ini hanya dipakai untuk instantaneous coupling,
untuk coupling yang di Indonesia sebagian besar tidak menggunakan coupling
tersebut.
1. Flaking (dilipat)
Pada system ini selang dilipat bagian belakang dan depannya, sehingga kopling
laki-laki dan perempuan saling terpisah dibagian luar dan melindungi bagian
tengah dari lipatan. Cara ini sangat menguntungkan karena kecepatan waktu
menarik selang tergantung dari kecepatan gesekan orang
2. Model angka 8 (figure pf eight)
Variasi dari bentuk lipatan ini dimaksudkan untuk menghindari bentuk
pinggiran yang tajam. Sesuai dengan namanya, bentuknya seperti angka 8, hal
ini sangat menguntungkan untuk menghindari lekukan pada lipatan sehingga
selang dapat bergerak leluasa. Lakukan kegiatan diatas sampaoi benar-benar
mahir melaksanakannya.

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 9/10
Pemadam Kebakaran
Politeknik Automatic Fire Program Studi
Perkapalan Extingusher Laboratory
Negeri Teknik Keselamatan &
Surabaya PengemasanSelangPem Kesehatan Kerja
adamKebakaran

VI. PERTANYAAN DAN TUGAS


1. Dari beberpa model pengemasan sleang pemadam kebakaran yang relah
saudara ketahui sesuaikan masing0masing model dengan kecocokan
peruntukannya
2. Ambilah masing-masing gambar untuk kegiatan saudara sebagai bahan laporan
VII. PUSTAKA

Selang pemadam kebaran (1988), Petrokimia Gresik

http://www.bromindo.com/selang-pemadam-api/, diakses pada tanggal 5 April 2015

http://www.indonetwork.co.id/abadi_teknik18/5498682, diakses pada tanggal 5 April


2015

http://www.slideshare.net/winarsoone/8-alat-pemadaman-kebakaran, dikases pada


tanggal 5 April 2015

http://duniapemadamapi.indonetwork.co.id/3802663/selang-pemadam-kebakaran-fire-
hose-polyester.htm, diakses pada tanggal 5 April 2015

VIII. TUGAS PENDAHULUAN


1. Sebutkan jenis-jenis selang pemadam kebakaran
2. Apa yang dimaksud dengan hoserell
3. Sebutkan perlengkapan selang pemadam kebakran danjelaskan masing-
masing

File : Disusun : Disetujui Kode Revisi : Page :


Pengemasan Sleang oleh : 10/10
Pemadam Kebakaran