Anda di halaman 1dari 4

RUMAH SAKIT AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA

MAKASSAR
Jl. Jend. M Jusuf No. 57 A Makassar Telp. (0411) 3620285 Fax (0411) 3613914
MAKASSAR

KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA MAKASSAR
NOMOR : Kepeg
TENTANG
PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI
RUMAH SAKIT AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA MAKASSAR

DIREKTUR RSAJ MAKASSAR


Menimbang : a. Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan farmasi Rumah Sakit
Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar; perlu dilakukan pengelolaan
perbekalan farmasi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf
Putera Makassar.
b. Bahwa untuk maksud tersebut pada butir (a) di atas perlu ditetapkan dengan
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar
tentang Pengelolaan Perbekalan Farmasi Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf
Putera Makassar.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagai mana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor
59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Repiblik Indonesia Nomor 5063);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
4. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5062);
5. Keputusan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama : Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera
Makassar.
Kedua : Pengelolaan Perbekalan Farmasi di RSAJ Makassar sebagaimana tercantum
dalam lampiran keputusan ini.
Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan : di Makassar
Ditetapkan
Pada : di: Cibinong
Tanggal Januari 2011
Pada tanggalRSAJ
Direktur : Januari 2011
Makassar
Direktur RSUD Cibinong
Kabupaten Bogor

Prof,dr.John, MF.Adam SpPd


Dr. Radianti,NIP.
MARS
NIP. 19571203 199003 2 002
LAMPIRAN : Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera
Makassar
Nomor : Kepeg
Tanggal : Januari 2011

PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI


DI RUMAH SAKIT AKADEMIS JAURY JUSUF PUTERA MAKASSAR

I. Pendahuluan
1. Pengelolan perbekalan farmasi adalah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang
menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan
penggunaan perbekalan farmasi dengan memanfaatkan sumber-sumber yang
tersedia seperti tenaga, dana dan sarana dalam upaya mencapai tujuan pelayanan
farmasi.
2. Perbekalan farmasi adalah barang-barang yang dikelola dalam pelayanan farmasi
antara lain obat-obatan, alat kesehatan habis pakai, bahan habis pakai, reagensia
dan gas medis.

II. Tujuan Pengelolaan Perbekalan Farmasi


1. Terlaksananya pengelolaan perbekalan farmasi yang bermutu, efektif dan efisien.
2. Terwujudnya sistem informasi pengelolaan perbekalan farmasi yang dapat
digunakan sebagai dasar perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi.
3. Terlaksananya pengendalian mutu perbekalan farmasi.

III. Pengelolaan Perbekalan Farmasi


1. Perencanaan Perbekalan Farmasi.
Instalasi Farmasi membuat perencanaan untuk kebutuhan perbekalan farmasi satu
tahun dan disesuaikan dengan dana yang tersedia.
2. Pengadaan Perbekalan Farmasi.
Pengadaan perbekalan farmasi dilakukan secara tender dan atau penunjukan
langsung.
3. Penerimaan Perbekalan Farmasi.
Penerimaan perbekalan farmasi dilakukan oleh Panitia Pemeriksa Barang dan
Bendahara Obat, Alat Kesehatan dan Bahan Habis Pakai.
4. Produksi Perbekalan Farmasi.
Produksi perbekalan farmasi didasarkan pada kebutuhan, baik jenis maupun
jumlahnya.
5. Penyimpanan Perbekalan Farmasi.
Penyimpanan perbekalan farmasi disusun dengan sistem FIFO (First In First Out),
ditempatkan pasa rak dan lemari yang tersedia berdasarkan bentuk dan jenisnya,
dikelompokkan berdasarkan sumber pendanaan, perbekalan farmasi yang berbahaya
ditempatkan terpisah pada rak tersendiri.
6. Pendistribusian Perbekalan Farmasi.
Penyaluran perbekalan farmasi ke poli klinik atau ruangan perawatan dan instalasi
lain sesuai dengan permintaan yang ditulis pada lembar permintaan, penyerahan
perbekalan farmasi untuk pasien berdasarkan resep.

Ditetapkan : di Makassar
Pada Tanggal : Januari 2011
Direktur RSAJ Makassar

Prof.dr.John MF Adam,SpPd
NIP.