Anda di halaman 1dari 20

KRITERIA KERUNTUHAN

BATUAN

Kuliah ke-10
23 November 2016
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Kriteria Mohr
Kriteria Mohr Coulomb
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum
Pendahuluan
Kriteria keruntuhan batuan
ditentukan berdasarkan
hasil-hasil percobaan
(eksperimen).
Ekspresi dari kriteria ini
mengandung satu atau
lebih parameter sifat
mekanik batuan dan
menjadi sederhana jika
dihitung dalam 2 dimensi
dengan asumsi regangan
bidang (plane strain) atau
tegangan bidang (plane
stress).
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Kriteria Mohr
Kriteria Mohr Coulomb
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum
Teori Mohr

Teori Mohr menganggap bahwa untuk suatu


keadaan tegangan 1 > 2 > 3, 2 (intermediate
stress) tidak mempengaruhi keruntuhan batuan.
Kuat tarik tidak sama dengan kuat tekan.
Hipotesa : tegangan normal (normal stress) dan
tegangan geser (shear stress) yang bekerja pada
permukaan rupture memainkan peranan pada
proses failure batuan.
Kriteria ini dapat ditulis : = f ()
dan dapat digambarkan pada (, ) oleh sebuah
kurva.
Kriteria Mohr : = f()

Keruntuhan (failure)
terjadi jika lingkaran
Mohr Menyinggung
kurva Mohr (kurva
intrinsik) dan
lingkaran tersebut
disebut lingkaran
keruntuhan. Kurva
Mohr merupakan
selubung keruntuhan
dari lingkaran-
lingkaran Mohr saat
keruntuhan.
Lingkaran Mohr dan kurva instrinsik hasil pengujian triaksial
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Kriteria Mohr
Kriteria Mohr Coulomb
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum
Kriteria Mohr Coulomb
Pada kriteria Mohr-Coulomb selubung
keruntuhan dianggap sebagai garis lurus
untuk mempermudah perhitungan. Kriteria
ini didefinisikan sebagai berikut :
=c+
Dimana
= tegangan geser, c = kohesi
= tegangan normal
= koefisien geser dalam batuan = tan
Kriteria keruntuhan Mohr Coulomb
Faktor keamanan ditentukan berdasarkan
jarak dari titik pusat lingkaran Mohr ke
garis kekuatan batuan (kurva intrinsik)
dibagi dengan jari-jari lingkaran Mohr.

Faktor keamanan ini menyatakan


perbandingan keadaan kekuatan
batuan terhadap tegangan yang bekerja
pada batuan tersebut.
Penentuan Faktor Keamanan

3
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Kriteria Mohr
Kriteria Mohr Coulomb
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum

Kriteria ini menganggap


bahwa batuan mengalami
karuntuhan oleh fracture
fragile (brittle) yang
diakibatkan oleh tarikan yang
dikenakan pada batuan
tersebut. Keadaan ini dapat
disamakan dengan
pengenaan tegangan utama -
3 yang besarnya sama
dengan kuat tarik uniaksial
(t) batuan.
3 = t
Pokok Bahasan

Pendahuluan
Kriteria Mohr
Kriteria Mohr Coulomb
Kriteria Tegangan Tarik Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum
Kriteria Tegangan Geser Maksimum

Kriteria keruntuhan
tegangan geser maksimum
berlaku untuk batuan isotrop
dan ductile.
Kriteria ini merupakan fungsi
dari tegangan 1 dan 3.
Menurut kriteria ini,batuan
mengalami keruntuhan jika
tegangan geser maksimum
max sama dengan kuat
geser (shear strength)
batuan S.
dimana 1 dan 3 adalah tegangan utama
mayor dan tegangan utama minor, sedangkan
tegangan utama intermediate (2) tidak
berperan di dalam kriteria ini.
Harga parameter kekuatan geser
tanah/batuan dapat ditentukan dengan
pengujian di laboratorium, yaitu terutama
dengan melakukan dua pengujian pokok
yaitu uji geser langsung (direct shear) dan
uji triaksial (uji tekan terkekang /confined
compression).