Anda di halaman 1dari 29

R., S. Kusriningrum. 2008.

Perancangan
Percobaan. Airlangga University Press.
Surabaya.

Hanafiah, Kemas Ali. 2012. Rancangan


Percobaan: Teori dan Aplikasi. Jakarta:
Rajawali Press.

Montgomery. 2001. Design dan Analysis


Experiment. New York: John Wiley and Sons
Inc.
Merupakan uji lanjutan dari Anova
Hasil yang diperoleh melalui uji F menunjukkan
apabila H0 ditolak belum dapat memberikan
keterangan tentang perlakuan mana yang
berbeda.
Kecuali untuk t = 2, karena jelas bahwa yang satu
tentu berbeda dengan yang lain. Untuk hal ini
cukup membandingkan rataan marjinalnya.
Untuk menentukan perlakuan mana yang berbeda
dengan yg lain bila t > 2, kita perlu
membandingkan perlakuan tsb satu per satu.
Misal: t = 4 (perlakuan A, B, C dan D) pembandingnya
adalah:
y-A dan y-B y-B dan y-C
y-A dan y-C y-B dan y-D
y-A dan y-D y-C dan y-D

y-A , y-B , y-C , y-D adalah rata-rata pengamatan untuk


perlakuan A, B, C dan D.
Banyaknya pasangan yang mungkin untuk
diperbandingkan apabila dinyatakan dengan simbol
kombinasi: 4!
4 = = 6 buah pembandingan
2 2! 2!

Pembandingan seperti di atas disebut dengan


pembandingan berganda
a) Uji Beda Nyata Terkecil (BNT)
b) Uji Beda Nyata Jujur (BNJ)
c) Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) atau
Uji Jarak Duncan dengan Jarak Nyata
Terkecil (JNT)
Uji BNT disebut juga Least Significant Difference (LSD)
Misal ingin membandingkan 2 perlakuan yg punya
rata-rata pengamatan y-A dan y-B , maka:

BNT () = ;( ) x s 1/nA + 1/nB

atau

BNT () = ;( ) x s2 1/nA + 1/nB

Merupakan nilai terkecil utk menunjukkan adanya perbedaan


antara y-A dan y-B
Keterangan:
() = taraf nyata
= 0,05, untuk BNT (5%)
= 0,01, untuk BNT (1%)
;( ) = titik kritis distribusi t untuk taraf nyata
dan derajat bebas dari galatnya
s2 = kuadrat tengah galat = KTG
nA dan nB = banyaknya pengamatan (ulangan) untuk
perlakuan A dan B

Besaran s = s2 1/nA + 1/nB


1/nA + 1/nB

Jika nA dan nB = n maka s 2 / n = 2s2 / n

Besaran di atas disebut galat baku (standard error) dua


nilai tengah atau galat baku beda = se(y-A - y-B)
Jika s2 = KTG, maka:
a) nA nB se(y-A - y-B) = KTG 1/nA + 1/nB

BNT () = ;( ) x KTG 1/nA + 1/nB

b) nA = nB = n se(y-A - y-B) = 2 KTG / n

BNT () = ;( ) x 2 KTG / n

Uji BNT digunakan bila F hit > Ftabel


Sebaiknya untuk perlakuan 3, krn semakin besar
perlakuan akan meningkatkan peluang kesalahan
21 ekor babi yang menerima 3 macam ransum pakan yg
berbeda dengan ulangan 7 kali. Dari hasil analisis sidik
ragam diperoleh bahwa F hitung > F tabel (0,05). Uji F
beda nyata, utk mengetahui perbedaan antara masing-
masing perlakuan, maka dilakukan uji BNT untuk
memperoleh notasi yg membedakan perlakuan yg satu
dengan yang lain.
Ulangan Perlakuan TOTAL
A B C
1 70,2 64,0 88,4
2 61,0 84,6 82,6
3 87,6 73,0 90,2
4 77,0 79,0 83,6
5 68,6 81,0 80,8
6 73,2 78,6 84,6
7 57,4 71,0 93,6
Total 495,0 531,2 603,8 1630,0
Rata-rata 70,71 75,89 86,26
Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F hitung F tabel
keragama bebas kuadrat tengah
n (S.K.) (d.b.) (J.K.) (K.T.) 0,05 0,01

Perlakuan 2 842,5809 421,2904 7,84** 3,55 6,01

Galat 18 967,3715 53,7429


percobaan

Total 20 1809,9524
a) Rata-rata bobot babi utk ketiga perlakuan A, B dan C
berturut-turut: 70,71; 75,89 dan 86,26
b) Tentukan taraf nyata, misal utk = 0,05 dan kemudian
tentukan BNT (5%), sbb:

BNT () = ;( ) x 2 KTG / n

= 0,05;18 x 2 KTG / n

= 2,101 x (2 x 53,7429) / 7 = 8,23


Perlakuan Rata-rata Beda (selisih) BNT (5%)
perlakuan (x- ) (x - - A) (x - - B)

C 86,23 a 15,52* 10,34* 8,23


B 75,89 b 5,18
A 70,71 b

1. Berilah notasi a pada perlakuan C (sebagai awalan)


2. Analisislah dengan mengurutkan dari rata-rata terbesar (C)
dengan rata-rata di bawahnya (B):
C : notasi a
B C B : * (tanda bintang berarti berbeda) sehingga ganti
notasi b
A B A : tb (tidak ada bintang, berarti sama) sehingga notasi
tetap b, sehingga notasi:
A=a
B= b
C=b
KESIMPULAN :
Bobot babi tertinggi diperoleh pada
perlakuan C yang berbeda nyata dengan
perlakuan B dan A. Bobot babi yang
terendah didapat pada perlakuan B dan
A dan antara perlakuan B dan A tersebut
tidak berbeda nyata.
Uji BNJ disebut juga Honestly Significant Difference
(HSD) untuk mengetahui selisih dua perlakuan
berbeda atau tidak
a) nA nB

;(, ) 1 1
BNJ () = +
2

b) nA = nB = n

BNJ () = ;(, )

Perbedaan BNJ dgn BNT adalah pada
nilai kritis yang digunakan, bukan titik
kritis sebaran t student, tetapi titik kritis
taraf nyata teratas dari studentized range
untuk p buah perlakuan.
Titik kritis ini disebut Q(), dimana nilai
tsb bergantung pada p yaitu banyaknya
perlakuan yang akan dibandingkan
dengan db galat, juga taraf signifikansi
yang digunakan
Percobaan PEMUPUKAN = 5 perlakuan (P,Q,R,S,T)
memperoleh keputusan uji 0 ditolak
Rata-rata = 1,616; 1,718; 1,792; 1,904 dan 2,056
Ulangan = 5
Taraf nyata = = 0,05
db galat = 20
KTG = 0,0061
Ujilah dengan BNJ untuk menentukan perlakuan mana yg
memberikan hasil produksi hijauan yg tertinggi!

PENYELESAIAN (BNJ)
0,0061
BNJ (5%) = 0.05; 5,20 5
= 4,24 x 0,0349 = 0,148
Perlakuan Rata-rata (x-) Beda BNJ
pemupukan (5%)
(x- -P) (x- -Q) (x- -R) (x- -S)

T 2,056 0,440* 0,338* 0,264* 0,152* 0,148

S 1,904 0,288* 0,186* 0,112

R 1,792 0,176* 0,074

Q 1,718 0,102

P 1,616
1. Lihat tabel selisih
2. Berilah notasi a pada perlakuan T (sebagai awalan)
3. Analisislah dengan mengurutkan dari rata-rata terbesar (T)
dengan rata-rata di bawahnya (S) dan lihatlah tanda bintang dan
tidak (tb):
Perlakua Selisih Tanda Notasi Keterangan
n
T awalan - a
S T-S * b Ganti notasi
R S-R tb b Notasi Sama
Q S-Q * c Ganti notasi
P Q-P tb c Notasi Sama

4. Jika ada notasi yang sama, harus dicek lagi dengan


membandingkan notasi Q dengan S dan R; dst sampai semua
perlakuan dibandingkan secara ganda
Perlaku Selisih Tanda Notasi Notasi Keterangan notasi akhir
an awal akhir
T awalan - a a

S T-S * b b Notasi tetap

R S-R tb b bc Ditambah notasi c

Q S-Q * c cd Ditambah notasi d

P Q-P tb c d Notasi awal c, tetapi


berubah menjadi d

Notasi akhir (LIHAT TABEL SELISIH) !


S Q : * : betul berbeda: notasi tetap
R Q : tb : sama: maka tambah notasi c
R P : * : seharusnya beda, jadi yg awalnya P notasinya c, maka
diganti dengan d
Q P : tb : sama: maka tambah d
Kesimpulan yg diperoleh:
Produksi tertinggi diperoleh pada
perlakuan T yg berbeda nyata dengan
perlakuan lainnya. Produksi terendah
didapat pada perlakuan P dan Q
Uji Jarak Berganda Duncan disebut juga Duncans
Multiple Range Test (DMRT) = Uji Jarak Duncan untuk
menentukan apakah dua nilai rata-rata atau mean
dengan jarak tertentu, berbeda atau tidak
DIGUNAKAN untuk F hit > F tabel maupun F hit < F
tabel
DMRT tidak menggunakan satu titik kritis, tapi
menggunakan (p-1) titik kritis disebut Jarak Nyata di
student kan (Significant Studentized Range = SSR) atau
Jarak Nyata Duncan (JND)
Selain itu, DMRT juga menggunakan LSR (Least
Significant Range) atau Jarak Nyata Terkecil (JNT)
JADI, untuk menentukan apakah dua
mean/rata-rata pengamatan dengan jarak
tertentu berbeda atau tidak berbeda
dapat digunakan rumus sbb:

LSR = SSR x s.e.

dimana: s.e. = KTG/n


SSR = ; , (dapat dilihat di tabel)
d.b. galat = p(n-1)
Hasil rata-rata pengamatan perlakuan A, B,
C, D, E, F dan G berturut-turut = 6,82; 6,74;
7,02; 6,88; 7,50; 7,96; dan 9,80
Ulangan: 4 kali (n)
KTG = 0,3722
d.b. galat = 21
= 0,05
Lakukan uji jarak Duncan untuk
mengetahui perlakuan mana yang
memberikan hasil tertinggi dan juga
memberikan hasil terendah.
Perl Rata-rata Beda p SSR LSR
aku perlakua
an n (X-) (x- -B) (x- -A) (x- -D) (x- -C) (x- -E) (x- -F)

G 9,80 3,06* 2,98* 2,92* 2,78* 2,30* 1,84* 7 3,33 1,02

F 7,96 1,22* 1,14* 1,08* 0,94 0,46 6 3,29 1,01

E 7,50 0,76 0,68 0,62 0,48 5 3,25 0,99

C 7,02 0,28 0,20 0,14 4 3,18 0,97

D 6,88 0,14 0,06 3 3,09 0,94

A 6,82 0,08 2 2,94 0,90

B 6,74

s.e. = KTG/n = 0,3722/4 = 0,305


SSR perlakuan G = 3,33 (lihat tabel: p=7; db
galat 21; = 0,05)
LSR perlakuan G = 3,33 X 0,305 = 1,02
*)Nilai selisih lebih besar dari LSR
Perlakuan Selisih Tanda Notasi Keterangan Notasi Keterangan
AWAL AKHIR
G awalan - 9,80 a a Tetap
F G-F * 7,96 b Ganti notasi b Tetap
E F-E tb 7,50 b Tetap bc Ditambah c
C F-C tb 7,02 b Tetap bc Ditambah c
D F-D * 6,88 c Ganti notasi c Tetap
A D-A tb 6,82 c Tetap c Tetap
B D-B tb 6,74 c Tetap c Tetap

Karena ada yang sama, maka perlu dilakukan pengecekan ulang:


F-D : * : sudah benar beda, jadi tidak ada perubahan
E-D : tb : harus sama, jadi perlu ditambah c pada E
C-D : tb : harus sama, jadi perlu ditambah c pada C
untuk pembandingan yang lain, maka tetap lihat simbol pada tabel
selisih. Pada kasus ini, ternyata dari perlakuan E sampai B simbolnya
tb, sehingga ketika dicek ulang juga tb, maka tidka ada perubahan.
KESIMPULAN:
Hasil tertinggi diperoleh pada perlakuan
G yang berbeda nyata dengan perlakuan
lainnya. Sedangkan hasil terendah
didapat pada perlakuan B, A, D, C dan E.
HASIL PENELITIAN

Kelompok Perlakuan Jumlah


(induk)
A B C D E

I 74,6 71,7 77,6 76,2 81,4 381,5

II 76,8 75,7 77,3 80,0 81,5 391,3

III 72,1 78,0 77,4 79,3 78,7 385,5

JUMLAH 223,5 225,4 232,3 235,5 241,6 1158,3


Sumber Derajat Jumlah Kuadrat F hitung F tabel
keragaman bebas kuadrat tengah 0,05 0,01
(S.K.) (d.b.) (J.K.) (K.T.)
Kelompok 2 9,71 4,855 1,1113
Perlakuan 4 73,24 18,31 4,19* 3,84 7,01
Galat 8 34,95 4,369
percobaan
Total 14 117,90

Ujilah dengan DMRT ( = 0,05) !