Anda di halaman 1dari 105

@

PENERBIT AI{DI

ANAffi[S
f,KONOMI
Tf,ru[K
ROBRT J. HODORTI

PNBBIT RNDI VCGVRHRRTR


I
i
I

Anellsis Ekonomi Teknik


Oleh: Robert J, Kodoatie

HakCipta@ 1995, 2OO5 padaPenulis.

Hak Ctpta dilindurEt undarg-urulang. Dilarang memperbanAak atau memtndohkan


sebagion atau selurult isi buku int dalam bentuk awpun, Ltatk secaro elektronis
maupun mekanis, termasuk memdotocopg, merekam atau dengan slstem
pngtmpo..nan laurnga, tanpa izin terhrlls don Penulis.

Penerbit:
A-IVDI
JL. Beo 38-40,
Telp. (O274) 561881 (Hunttng), Fax. (O274) 588282 Yogyakarta 5528)

Percetakan:
ANDI OFFSET
JL. Beo 3B-4O.
Telp. (0274) 561881 (Hunttng), Fox. (0274) 588282 Yoggakarta 55281

Perpustakann Nasional: Katalog d:lam tgftllatr


Kodoatte. RobertJ.
Anaiisis Ekonomi Tekntk / Robert J. Kodoatte ;
- Ed. II. - Yoggakarta: ANDI:
09-08
xiu + 194 hlm .: 16 x 23 CnL
109876,543
ISBN: 979-731-760-9
l. Jttdul
.I. ENGINEERING ECONOMIC
'
-!f yrn wouil lrww k ,olun ol **r, t h [0,** !0ru
fr' anl y
DDC'21: 33a. a26
n.wank,riu
KATA PENGANTAR

Ekonomi Teknik adalah suatu obyek yang menarik karena ilmu ini
merupakan perpaduan dari Ilmu Ekonomi dan Ilmu Teknik. Ekonomi
Teknik pada rekayasa pembangunan dipakai sebagai alat untuk
menentukan kelayakan suatu proyek serta untuk mengevaluasi dalam
pengambilan kebijakan pembangunan dari sudut pandang ekonomi.
Prinsipnya merupakan suatu analisis tentang alternatif proyek yang
diajukan sesudah melalui/bersamaan dengan analisis teknis, sosial dan
lingkungan dan lainnya sehingga proyek dapat diketahui apakah layak
atau tidak secara ekonomi

Karena buku analisis ekonomi teknik yang ditulis dalam bahasa


Indonesia masih relatif sedikit, maka kami susun buku kecil ini yang
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu
tersebut. Teori kami buat sesederhana dan sesedikit mungkin dan kami
berikan banyak contoh soal untuk memudahkan pemahaman dan
pengertiannya.

Pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih kepada Prof. Ir.
Joetata Hadihardaja, Pembantu Rektor I Bidang Akademis Universitas
Diponegoro dan GurD Besar Fakultas Teknik, yang telah memberikan
bimbingan dan dorongan bagi kami untuk aktif menulis serta berkenan
memberikan untaian kata-kata berharga di awal buku ini. Terima kasih
pula kami haturkan kepada Bapak Ir. H. Nirmolo Supriyono selaku Ketua
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang telah
memberikan nasihat sekaligus semangat serta berkenan memberikan kata
l

vi Analisis Ekonomi Teknik


)

sambutan yang berharga. Juga terima kasih kami tujukan pada rekan-
rekan sesama staf pengajar di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro yang membantu memberikan dukungan moril
dan material untuk penyelesaiannya. Akhirnya kami sampaikan pula
penghargaan dan terima kasih kepada istri dan putra-putri tercinta; Tri
Woro, Prima dan Wisnu yang dengan penuh kesabaran telah membantu.
Kami menyadari bahwa buku kecil ini masih jauh dari sempurna,
namun kami berharap agar buku ini dapat bermanfaat.

KATA SAMBUTAN I
Penulis
Dalam rangka mengejar ketinggalan di segala bidang akibat
penjajahan selama kurang lebih 350 tahun, maka pembangunan
merupakan kunci untuk menuju kehidupan masyarakat yang lebih
sejahtera. Khususnya pembangunan bidang pendidikan, yang dapat
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam peningkatan nilai
tambah dari karya-k ary any a.

Seperti diketahui, bahwa pendidikan dapat dilaksanakan secara


formal (sekolah) maupun non formal (luar sekolah) di mana keduanya
saling melengkapi (complementary). Pendidikan formal dari SD, SMP,
SLTA, S1, 52, 53 atau DI, DII, DIII, Spl dan SptI, sedangkan
pendidikan non formal antara lain: kursus, pelatihan, seminar, workshop.
Guna mensukseskan kedua kegiatan tersebut, maka peranan buku
sangat besar, oleh karena itu dengan dibuatnya buku yang berjudul:
Analisis Ekonomi Teknik oleh Saudara Ir. Robert J. Kodoatie M.Eng.,
patut disambut dan dihargai dengan baik, karena dapat menambah bahan
bacaan guna memperluas wawasan bagi siapa saja yang memerlukannya.
Namun demikian suatu kegiatan pembangunan tidak hanya ditinjau
terhadap satu aspek saja, tetapi aspek lain perlu diperhatikan antara lain:

Aspek ekonomi \
Aspek teknik
Aspek fungsi
Aspek estetika
vlu

Aspek lingkungan
Aspek psikologis
Aspek politis

Kesemuanya perlu dipertimbangkan dan alternatif yang paling


menguntungkan dapat memberi input bagi pengambil keputusan.

Penyajian buku ini, di samping teori juga diberikan contoh yang


diharapkan akan memudahkan pemahamam oleh para pembacanya.
semoga usaha ini bermanfaat bagi suksesnya pembangurun dan disusul
KATA SAMBUTAN II
dengan buku-buku lainnya yang relevan dengan kebutuhan.

Akhirnya diucapkan selamat atas karya ini yang merupakan bukti


nyata atas kepeduliannya terhadap pentingnya buku untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia dalam era pembangunan.

Saya sangat gembira dengan terbitnya buku Analisis Ekonomi


Semarang, 19 September 1994 Teknik tulisan sdr. 1r. Robert J. Kodoatie M.Eng.. Dengan demikian
Pembantu Rektor I Bidang telah dua dosen Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Akademis yang telah dapat menyelesaikan tulisannya dan dibukukan, dengan tiga
Luut, ;uAut. Dosen lain sangat kami harapkan untuk dapat juga
Universitas Diponegoro
menerbitkan buku.
Buku-buku teknik ilmiah berbahasa Indonesia masih dirasa sangat
kurang, baik yang terjemahan, lebih-lebih yang tulisan asli. Buku-buku
teknik berbahasa asing (Inggris) selain harganya cukup mahal saat ini,
juga adanya kendala penguasaan bahasa asing oleh para dosen dan
mahasiswa. Oleh karena itu buku ini sangat membantu baik mahasiswa
Prof. Ir. Joetata Hadihardaja
dan kegiatan belajamya, khususnya dalam bidang ekonomi teknik,
maupun oleh praktisi dalam memahaminya, dan dapat memecahkan
permasalahan di lapangan yang dihadapinya.

Dalam penyajiannya untuk memberikan suatu pengertian telah


diuraikan secara sistematis, dengan banyak contoh penyelesaian soal,
grafik-grafik dan gambar, yang akan sangat membantu para pembaca
dalam memahaminya. "What is a book without pictures" tidak berlaku
untuk buku ini. Pictures diwujudkan dalam grafik maupun gamDarnya'
Semoga karya sdr. Robert J. Kodoatie dapat bermanfaat bagi kita,
terutama dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.
Karya anda yang lain saya nantikan.

Semarang, 17 September 1994

Ketua Jurusan Teknik Sipil DAFTAR ISI


Fakultas Teknik Universitas
Diponegoro

KATA PENGANTAR v
KATA SAMBUTAN I vii
H. Nirmolo Supriyono KATA SAMBI.ITAN II ix
DAFTAR ISI xi
PENDAHULUAN I
BAB I. KONSEP DASAR ANALISIS EKONOMI TEKNIK ll
1.1 Pengertian Dasar ll
1.2 Bunga 13
1.2.1 Bunga Biasa (Slriple lnterest) l4
1.2.2 Contoh Soal Bunga Biasa l4
1.2.3 Bunga yang Menjadi Berlipat
(Compound Interest) 15
1.2.4 Contoh Soal Bunga yang Menjadi Berlipat 15
1.2.5 Laju/Tingkat Bunga Nominal
(No minal Interest Rates) l6
1.2.6 Contoh Soal Laju B.unga Nominal t7
1.2.7 Lajuflingkat Bunga Efektif
(Effe ctive Inte rest Rates) l8
1.2.8. Contoh Soal Laju Bunga Efektif l8
1.3 Beberapa'Istilah Penting dan Rumus Dasar 20
t.4 Contoh Soal Penggunaan Diagram dan Tabel 26
l5 Pembayaran Tahunan Tidak Konstan (Gradient Series) 29
1.5.1 Penggunrum Tabel2 Untuk Gradient Series 3l
1.5.2 Pembayaran Tahunan yang Menurun (Decreasing) 5./.
xu Analisis Ekonomi Teknik Daftar Isi xlu

1.5.3 Contoh Soal Gradient Series


1.6 Dengan Penggandaan yang Menerus
33 BAB IX HUBUNGAN MANFAAT-BTAYA (BENEFTT-COST) 109
9.1. Perbandingan Manfaat dan Bia1,a (B/C) I l0
(continuous compoundi n g)
9.2. Selisih Manfaat dan Biaya (B-C)
36
lll
1.6.1. Prinsip Dasar
Tingkat Pengembalian/Rate of Return (RR)
36
1.6.2. Contoh Soal Penggandaan yang Menerus 38
9.3 lI2
BAB IT PEMBAYARAN HUTANG 4t
9.4. Contoh Soal Hubungan Manfaat dan Bia1.'a ll2.
2.1. Cara Pengembalian 4t
9.5. Penentuan Manfaat 120
2.2. Contoh Soal 49
9.6. Pemilihan Alternatif 122
BAB X. PEMILIHAN BLTNGA DAN PENGARUH INFLASI 127
BAB III. BENTUK PINJAMAN LLINAK
(GRANT COMPONENT OF LOANS)
10.1. Pemilihan Bunga 127
5l 10.2. Pengaruh Inflasi 133
3. I. Prinsip Perhitungan 52
3.2. Contoh Soal
10.3. Contoh Soal Pengaruh Inflasi 134
54
BAB IV. MENENTUKAN HARGA PENJUALAN SUATU
DAFTARPUSTAKA 137
LAMPIRAN TABEL I. FAKTOR BI.INGA PADA BI.INGA
BARANG/JASA 59
4.1. Pengertian 59
KOMPON 139
,
LAMPIRAN TABEL 2. FAKTOR KONVERST*GMDIENT
4.2. Contoh Soal 60
BAB V. LAJU PENGEMBALIAN (MTE OF RETURI'T) 65
,SER/E,Y'KE BENTUK SERAGAM 173
5.1. Pengertian Laju Pengembalian (Rate of Return) 65
LAMPIRAN TABEL 3. FAKTOR BT]NGA I.INTUK BTINGA
EFEKTIF (PENGGANDAAN
5.2. Contoh Soal 67
BAB VI PENGERTIAN BIAYA 7l
KONTTNYU) 181

6.1. Biaya Modal (Capital Cost) 7t


6.2. Biaya Tahunan (Anntral Cost) 74
6.3. Contoh Soal 7s
BAB VII PERBANDINGAN BIAYA 83
7 .1. Biaya Tahunan Konstan 85
7.1.1. Pengertian 85
7.1.2. Contoh Soal 86
7.2. Biaya Tahunan yang Bervariasi 94
7.2.l. Pengertian 94
7.2.2. Contoh Soal 94
I .J. Biaya Tahunan Dcngan Varibel yang Terkait 97
7.3.1. Pengertian 97
7.3.2. Contoh Soal 98
BAB VIII PERAN RESIKO DALAM ANALISIS EKONOMI 103
8.1. Pengertian 103
8.2. Contoh Soal 104
PENDAHULU4NI

Sebelum kita melangkah dan menuju pada analisis ekonomi teknik


maka sebaiknya kita mengetahui secara umum langkah kegiatan
rekayasa pembangunan secara keseluruhan; mulai dari terbentuknya ide
atau sasaran yang akan dicapai sampai pada tahapan operasional dan
pemeliharaan. Hal ini dimaksudkan agar letak atau posisi analisis
ekonomi teknik dapat diketahui. secara jelas. Ada hal yang penting
untuk diketahui bahwa analisis ekonomi proyek bukan atau tidak sama
dengan perhitungan rencana anggaran biaya suatu prcyek. Analisis
ekonomi proyek merupakan suatu kajian secara ekonomi apakah suatu
ide, sasaran atau rencana suatu proyek akan dapat diwujudkan dengan
porsi yang layak secara ekonomi; Sedangkan rencana anggaran biaya
suatu proyek fisik merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk
mewujudkan proyek tersebut sesuai dengan desain yang dibuat.
Rekayasa pembangunan pada dasarnya merupakan suatu kegiatan
yang berdasarkan analisis dari berbagai aspek untuk mencapai sasaran
dan tujuan tertentu dengan hasil seoptimal mungkin. Aspek itu dapat
dikelompokkan menjadi 4 tahapan, yaitu :
A-nalisis Ekonomi Teknik Pendahuluan

tahapan studi,
dibuat laporan akhir terlebih.dahulu dibuat konsep laporan akhir
tahapan perencanaan, untuk didiskusikan agar didapatkan kata sepakat.
tahapan pelaksanaan, Laporan bulanan: berisi aktivitas yang dilakukan bulan lalu dan
tahapan operasi dan pemeliharaan, rencana kegiatan yang akan datang, baik menyangkut jadual
pelaksanaan, personil yang terlibat, alat dan material yang
Di dalam empat tahapan itu ada berbagai macam aktivitas yang dipakai, aktivitas yang telah dilakukan hasilnya.
dilaksanakan. Secara makro rekayasa dan tahapan meliputi aktivitas
seperti di bawah ini : Dari sini bisa dilanjutkan pada suatu studi kelayakan di suatu
lokasi yang sudah dipilih secara kasar dalam prastudi kelayakan.
1. Ide Atau Sasaran/Tujuan yang Akan Dicapai Lokasi yang terpilih dalam prastudi ini belum spesifik; artinya, ada
Fada kegiatan ini seseorang. badan, perusahaan swasta ataupun kemungkinan alternatif lokasi yang berbeda pada tahapan berikutnya
pemerintah mendapatkan suatu ide yang baru. Misalnya ide (studi kelayakan).
membuat waduk, jalan tol, PLTA dan sebagainya. Di bawah ini diberikan conroh urutan (outline) prastudi kerayakan di
2, Pra Studi Kelayakan mana analisis ekonomi teknik (diambil dari pra Studi Keleryakan
Jalan TOL Semarang-Boyolali-Solo oleh Fikultas Teknik UXntp.
Dalam kegiatan ini ide itu diterjemahkan dalam bentuk analisis r e88)
dengan tujuan agar "apakah ide itu bisa ditindak-lanjuti dengan
analisis yang iebih detail". Di dalam kegiatan ini analisis yang Judul
dilakukan meliputi aspek teknis, aspek ekonomi, aspek sosial dan Kata Pengantar
aspek lingkungan (istilah umum yang dipakai adalah AMDAL). Daftar Isi
Dengan data yang belurn detail dikumpulkan maka dari keempat Daftar Istilah
analisis itu akan muncul pertanyaan "apakah layak atau tidak Daftar Tabel
layak?" disertai rekomendasi dan alternatif yang dimunculkan. Daftar Grafik, Gambar dan Peta
Umumnya dalam periode keseluruhan aktivitas akan muncul Ringkasan
laporan-laporan: Bab IPENDAHLTLUAN
1.1 Latar Belakang
Laporan Pendahuluan: berisi kegiatan persiapan, rencana keria,
1.2 Maksud dan Tujuan
jadual pelaksanaan, daftar dan jadual personil yang terlibat,
1.3 Lokasi dan Lingkup Studi
daftar dan jadual peralatan, metode yang akan dipakai.
1.4 Metodologi
Laporan Tengahan: berisi kegiatan yang telah dilakukan selama
Bab II TTNJAUAN WILAYAH STUDI
pertengahan waktu dari jadual proyek. Biasanya pengumpulan
2.1 Wilayah Studi dalam Konstelasi Regional
data primer dan sekunder dicantumkan di sini. Analisis dan
2.2 Kondisi Wilayah Studi
perhitungan yang bisa dilakukan dapat dimasukkan ke dalam
2.2.1 Kondisi Fisik Dasar
laporan ini untuk didiskusikan; kemungkinan adanya perubahan-
2.z.LKondisi Tata Guna Lahan
perubahan dalam formula, metode ataupun kegiatan yang masih
2.2.3 Kondisi Sosial Ekonomi
lrarus dilakukan.
2.2.4 Sistem Transportasi dan Kondisi Sarana dan
Laporan Akhir: berisi semua aktivitas yang telah dilakukan serta
Prasarana
analisis dan perhitungan, termasuk hasilnya. Umumnya sebelum
2.2.5 Kondisi Lalu Lintas Jalan Raya
2.2.6 Kondisi Lingkungan Biologis
Analisis Ekonomi Teknik Pendahuluan

Bab III ANALISIS PERTUMBUHAN REGIONAL DAN contoh urutan (outline) studi kelayakan di mana analisis ekonomi
ASPEK LINKTINGAN teknik terlibat dapat dilihat seperti di bawah ini (terjemahan dari
3.1 Aspek Pengembangan Wilayah "generol outline plan a feasibility study report untuk suatu proyek
3.2 Aspek Sosial Ekonomi pengembangan sumber air" dalam buku Water Resources project
3.3 Aspek Evaluasi Dampak Lingkungan (AMDAL) Economics oleh Kuiper, l97l\.
Bab IV TTNJAUAN ROUTE
4.1 Pemilihan Route Alternatif Judul
4.2 Tinjauan Aspek Pengembangan Wilayah dan Sosial Surat Perintah
Ekonomi Daftar Isi
4.3 Tinjauan Aspek Rekayasa Ringkasan
Bab V ANALISIS PERTUMBUHAN LALU LINTAS I. PENDAHULUAN
5.1 Distrubisi Lalu lintas l. Otorisasi
5.2 Pentahapan Pembangunan Jalan Tol 2. Penyelidikan Terdahulu
5.3 Pembebanan Lalu Lintas 3. Maksud dan Tujuan
Bab VI ANALISIS BIAYA OPERASI KENDARAAN 4. Ruang Lingkup
6.1 Pertimbangan Umum 5. Penghargaan dan Ucapan Terima Kasih
6.2 Biaya Operasi Kendaraan di Jalan yang Ada il. URAIAN UMUM
6.3 Biaya Operasi Kendaraan di Jalan Tol L Geographi dan Geologi
6.4 Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan 2. Sejarah dan Pengembangan
Bab VII ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN 3. Kondisi Sosial dan Ekonomi
FINANSIAL 4. Sumber Air
7.1 Rencana Biaya Pelaksanaan Jalan Tol 5. Potensi Lahan
7.2 Analisis Kelayakan Ekonomi 6. Sumber Alam yang Lain
7.3 Analisis Kelayakan Finansial 7. Yuridiksi
Bab MII
REKOMENDASI m. KONDISI AREA DAN SUMBER AIR
DAFTAR PUSAKA ry. PROYEKSI SOSIAL DAN EKONOMI
LAMPIRAN v. PENGEMBANGAN PERTANI,AN
l. Klasifikasi Tanah
Dari contoh di atas terlihat bahwa analisis ekonomi teknik dilakukan 2. Pemasaran untuk Tambahan Tanaman
pada Bab VIL 3. Alternatif,Tata Guna Latmn
3. Studi Kelayakan
4. Masukkan yang Dibutuhkan
5. :Perkiraan Keluaran
Berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan pada prastudi kelayakan
selanjutnya dilakukan studi kelayakan. Pada tahapan ini data primer
u. AKTIFITAS REKLAMASI
dan sekunder dikumpulkan secara lengkap sehingga analisis teknis,
l. KetersEdiaan Air
ekonomi, sosial dan lingkungan dapat dilakukan lebih detail' Dari
2. Alternatif Perencanaan Irigasi
studi ini muncul juga berbagai alternatif dan rekomendasi yang
3. Alternatif Perencanaan Drainase
sudah dikaji secara mendalam. Lokasi yang terpilihpun sudah lebih
uI. PENGEMBANGAN TENAGA AIR
spesifik dibandingkan dengan lokasi pada waktu prastudi kelayakan.
1. Pemasaran Enerji
2. Komposisi Sistem yang Ada
Analisis Ekorromi Teknik Pendahuluan

3. Pengembangan Potensi Hidro 4. Seleksi Perancangan


4. Alternatif Sumber-Sumber Tenaga Hasil rekomendasi dari studi kelayakan menyodorkan beberapa
5. Analisis Sistem/Rangkaian alternatif dengan segala aspek teknis, ekonomis, sosial dan
IX. PENGENDALIAN BANJIR lingkungan secara detail. Pada tahapan ini akan dilakukan seleksi
l. Potensi/Besarnya Kerugian Banjir perancangan dengan berbagai kendala yang ada: misal terbatasnya
2. Altematif Tindakan Pengendalian Banjir sumber dana, lahan ataupun kendala dari sudut lingkungan
3. Manfaat Pengendalian Banjir (AMDAL). Perlu diingat bahwa kendala ini, kelebihan, prioritas
X. PENGEMBANGAN NAVIGASI dan hal-hal lain yang terkait, telah diungkapkan pada studi
1. Kebutuhan untuk Fasilitas Transportasi kelayakan. Pada tahap ini pemilik (Owner) dan pelaku perencana
2. Alternatif Perencanaan Navigasi memutuskan untuk memilih satu alternatif untuk dibuatkan detail
3. Kebutuhan Air desainnya.
4. Manfaat Navigasi
XI. SUPLAI AIR DAN PEMBUANGAN SAMPAH 5. Detail Desain
1. Kebutuhan Air untuk Industri dan Masyarakat Perkotaan Pada alternatif yang terpilih, detail desainnya, menyangkut aspek:
2. Alternatif Sumber Suplai Air
3. Standar Kualitas Air teknis: kekuatan dari bangunan ditinjau dari semua bidang
xII. PENGEMBANGAN MULTI GLTNA keilmuan yang terkait, seperti topographi, geologi, mekanika
XIII. ANALISN SOSIAL DAN EKONOMI tanah, hidrologi dan lain sebagainya. Dari hasil analisis
1. Biaya Proyek perhitungan dengan formula, kriteria, standar, jenis dan bahan
2. Manfaat Proyek konstruksi akan muncul gambar desain yang lengkap. Data
3. Analisis Manfaat dan Biaya primer dan sekunder yang dibutuhkan harus benar-benar
4. Ekonomi Negara lengkap sesuai dengan kebutuhannya. Data ini hanya yang
5. Pertimbangan-pertimbangan Sosial berhubungan dengan alternatif terpilih menyangkut situdsi,
6. Seleksi Perencanaan kondisi lokasi dan tipe bangunan. Jadi bila pada studi kelayakan
XIV. FINANSIAL PROYEK data yang didapatkan digunakan untuk menentukan beberapa
XVI. PELAKSANAANPROYEK alternatif tetapi pada tahapan desain ini hanya data y.ang
1. Jadual Pelaksanaan Fisik berhubungan langsung dengan alternatif terpi I ih.
2. Jadual Pengembangan ekonomis: yaitu menentukan desain yang paling ekonomis
3. Pendidikan dan Latihan menyangkut jenis bahan yang dipakai, jenis konstruksi dan
4. Fasilitas Kredit dan Pemasaran sebagainya dengan harus tetap memenuhi syarat seperti yang
5. Administrasi telah dibuat dalam aspek teknis. Perhitungan Volume (BQ) dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pelaksanaan fisik juga
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI dilakukan pada tahapan ini.
metode pelaksanaan: untuk mendapatkan hasil fisik yang
Dari contoh suatu proyek pengembangan air di atas tampak bahwa memenuhi aspek teknis maka para perencana juga membuat
analisis ekonomi ada pada Bab XIIL metode pelaksanaan yang harus dilakukan oleh para pelaksana
(kontraktor). Dari sini nantinya akan muncul Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) pelaksanaan fi siknya.
Analisis Ekonomi Teknik Pendahuluan I

Prinsipnya, hasil tahapan detail desain ini berupa gambar-gambar


rencana yang sangat lengkap disertai dengan RKS, BQ dan RAB.
1. Ide atau Sasaran/Tujuan yang Akan Dicapai
6. Pelaksanaan Fisik
Pada tahapan ini gambar detail desain diwujudkan dalam bentuk
fisik. Para pelaku pembangunan (kontraktor) harus mematuhi Aralisis Tcknis
gambar kerja, RKS dan ketentuan-ketentuan lain yang ditetapkan Analisis Ekonomi
oleh direksi. Ada kalanya pada tahap ini ada beberapa desain yang Analisis Sosial
Analisis Lingkungan (AMDAL)
tidak bisa diwujudkan karena, misalnya, kondisi site yang berubah
akibat cukup lamanya tenggang waktu antara perencanaan dan
pelaksanaan. Oleh karena itu dimungkinkan untuk diadakan suatu
kajian ulang desain yang dilaksanakan.
7. Operasi dan Pemeliharaan
Sesudah pelaksanaan fisik selesai maka bangunan yang telah dibuat
dioperasikan (dipakai) dan dipelihara sesuai dengan umur bangunan
yang direncanakan. - Analisis Tcknis
Dari kegiatan I sampai dengan kegiatan 7, maka hanya pada
- Analisis Ekonomi
- Analisis Sosial
kegiatan prastudi kelayakan dan studi kelayakan saja analisis ekonomi Tahap Swdi - Analisis Lingkuryian (AMDAL)
dipakai. Secara skematis kegiatan-kegiatan di atas dapat digambarkan
sebagai berikut:

:Tahap Perencanaan

,^r^*r 1",,)*)r,

:Tahap O &P 7. Operasi Dan Pemeliharaan

Gambar l. Tahapan Kegiatan Suatu Proyek Pembangunan


KONSEP DASAR ANALI$S
EKONOMI TEKNIK

1.1 Pengertian Dasar


Menurut Kuiper (1971), ada 2 dasar pemikiran dalam hal keuangan
yang lebih ditekankan pada konsep alami atau logika pemikiran daripada
perhitungan matematis. Dasar pemikiran pertama, yaitu bahwa bila
seseorang meminjamkan uangnya pada orang lain maka ia berhak
mendapatkan suatu bentuk hadiah, di mana hal tersebut dikenal dengan
istilah bunga (interest). Atau peminjirm mempunyai kewajiban untuk
mengembalikan pinjamannya dengan ditambah bunga kepada orang
yang meminjamkannya yang sesuai dengan periode waktu
pengembaliannya.

Dasar pemikiran kedua, yaitu bahwa sejumlah uang tertentu pada masa
sekarang. dengan mendapat bunga dari waktu ke waktu, akan
berkembang menjadi jumlah yang lebih besar pada waktu yang akan
datang, tergantung dari tingkat suku bunga dan periode waktunya.
Sebaliknya sejumlah uang pada suatu waktu yang akan datang adalah
ekuivalen dengan sejumlah uang yang lebih kecil. Hal ini tergantung
pula pada tingkat suku binga dan periode waktunya.
Pemberi pinjaman (lender) dan peminjam (borrower) melihat
bunga dari dua sudut pandang yang sama tetapi sekaligus berbeda.
Pandangan yang sama yaitu bahwa uang yang dipinjam akan terus
t2 Analisis Ekonomi Teknik

sampai tahun 1994 nilai S 24 dollar itu akan sudah dapat berkembang
berlipat ganda (compound) kuantitasnya walaupun tingkat bunganya seperti tabel dibawah ini:
tetap sepanjang waktu (setiap tahun berikutnya, misalnya). Bila
menggunakan bunga biasa (simple interest) maka penambahannya hanya Tahun Nilai Investasi dari $24
tergantung dari periode waktu, akan tetapi bila menggunakan bunga
yang berlipat ganda (compound interest) maka kuantitas penambahan, di
626 $ 24.00
726 $ 8,143.25
samping tergantung dari periode waktu juga tergantung dari bunga 826 s 2,763,02t.69
tersebut, karena setiap saat bunga akan berbunga lagi. Penjelasan tentang 926 $ 937,499.015.1I
976 $ r 7,268,876,484.38
bunga biasa dan bunga yang berlipat ganda ada pada sub-bab 1-2. Untuk 994 $49,29t .230,407 .s0
pandangan yang berbeda: Pemberi pinjaman melihat bunga sebagai
suatu bentuk hadiah atas peluanglkesempatan meminjamkan atau
sebagai kompensasi dari uangnya bila uang tersebut dipakai untuk Dari contoh di atas terlihat bahwa bunga dan lamanya suatu periode
keperluan lain. Sedangkan pihak peminjam melihat bunga sebagai beban waktu berperan penting dalam investasi. Lebih lanjut dikatakan oleh
yang akan selalu bertambah bila periodenya semakin panjang, yang Riggs dkk.bahwaperan penting bunga akan tampak menjadi lebih jelas
harus dibayarkan karena telah mendapatkan suatu kesempatan untuk bila meneliti penggunaan modal (capital). Modal merupakan tulang
meminjam sejumlah uang. Oleh karena itu bagi si peminjam harus punggung lingkungan ekonomi. Karena modal dapat dikonversikan ke
segera memanfaatkan pinjaman tersebut ke dalam suatu aktivitas atau barang-barang produksi, barang-barang konsumen atau suatu bentuk
usaha karena penundaan akan berarti kerugian.
pelayanan; modal mempunyai kekuatan untuk menghasilkan dan
memuaskan kebutuhan. Namun harus diperhatikan bahwa waktu
Tentang hubungan nilai sekarang yang berubah menjadi kira-kira penggunaan suatu modal dan tingkat bunga merupakan faktor-faktor
duakalinya, ada suatu peraturan yang disebut peraturan 72,yaitu: penting yang mempengaruhi keuntungan ataupun kerugian. Secara
72 implisit dua faktor ini lebih banyak menyangkut aspek ekonomis yang
N*: . berupa untung atau rugi.
I
di mana: - N* menunjukkan suatu periode tahun Keberhasilan suatu usaha dalam arti ekonomi juga tak terlepas dari
- i menunjuk besamya suku bunga faktor lain, di luar faktor bunga dan waktu tadi, seperti cara berusaha,
pengelolaan, organisasi. peraturan yang ada, sistem administrasi dan
Aplikasi peraturan itu adalah untuk mengetahui secara cepat
faktor teknis dan lain sebagainya, baik yang menyangkut lingkup
perbandingan nilai sekarang dan yang akan datang pada suatu periode
internal maupun eksternal. Semua faktor ini tidak diuraikan di sini
tahun. Dengan bunga 8%o,nilai sekarang akan berubah menjadi kira-kira
karena berada di luar lingkup dari isi buku ini.
dua kalinya 9 tahun kemudian; dengan bunga 4o/o, nilai sekarang akan
berubah kira-kira dua kalinya 18 tahun kemudian; dengan bunga 2o/o
akan berubah dua kalinya 36 tahun kemudian. 1.2 Bunga
Riggs dkk. (1986) mengungkapkan suatu kata-kata mutiara dalam Sebelum melangkah lebih jauh, pengertian tentang bunga akan
kaitan dengan istilah bunga: "Yang harus kita lakukan untuk menjadi dijelaskan secara singk'at. Menurut Riggs dkk. (19361, ida 2 macam
kaya ialah hidup cukup lama" disertai dengan contoh. Kisah klasik bunga, yaitu bunga biasa (simple interest) dan bunga yang menjadi
dari suku Indian dalam penjualan tanahnya seharga $24 sering disebut berlipat (compound interest); Sedangkan untuk laju/ tingkat bunga juga
"penawaran yang luar biasa". Peter Minuit dari Perusahaan Dust West ada dua, yaitu lajtltingkat nominal (nominal interest rates) dan
Indian membeli tanah dari suku India tersebut dengan harga di atas pada laju/tingkat bunga efektif (effective interest rates).
tahun 1626. Bila suku Indian tersebut dapat menginvestasikan dengan
finokat srrkrr hrrnsa (to/o net tahun maka dari tahun pembelian tersebut
l5
1.2.1 Bunga Biasa (Simple Interest)
1.2.3 Bunga yang Menjadi Berlipat
(Compound Interest)
Rumusnya: BungaBiasa :f =pin bunga vang didap at pada suatu
periode dibungakan tagi
ro".,,Tiii*'
dimana: P jumlah atau nilai sekarang
i tingkat bunga pada suatu periode 1.2.4 Contoh Soal Bunga yang Menjadi
n = waktu Berlipat

Bila seorang meminjam sejumlah uang (p) dengan bunga


Contoh perhilungan I
uang yang harus dikembalikan adalah:
I maka
contoh perhitungan bunga biasa
di atas untuk pe'gembarian 2
F
HTJ]'"
(hargayangakandatang) = p+1:p+pin
: P(l +; p; Padatahunperrama : Fl = 1.000(l +20%)=Rp. 1.200,_
Pada tahun kedua : Fr menjadi p uniuk tahunkedua sehingga
dapat
1.2.2 Contoh Soal Bunga Biasa (simple Interest Rate) ditulis F2 = 1.200 (l + 2yo/r):np. t.++0,_
Dibandingkan dengan bunga
biasa, ada tambahan biaya sebesar Rp. 40,-.
Angka ini merupakan penggandaan
Contoh perhitungan l: 20yo * Rp. 200,-. r"iiputl",
bunga dari tahun pertama sebesar
Seseorang meminjam uang Rp. 1000,- dengan modal pinjaman (p), bunga aun
@;*p;;;:O oip"rgurrt i orJr,, u".u.ryu
bunga i:20yo per tahun. *ur,iu. i"aungkun "puau urnga biasa
Tiga bulan atau ,/o tahun kemudian uang dikembalikan. Berapa hanya ada harga p dan waktu
yrng r"ngrLibatkan pinjaman "uru
besarnya? berlipat.
Bila kita melihat den
ditur
jawab: pada tahun p";;;;":"}T: i? Tf i,oio"
is :

F: P(l +,/o 20%o): 1.000(l+0.05) : pada tahun kedua : F2:Fl( I + i ty = p11*,lXl+il):


Rp. 1.050._
padatahun ketiga : F3 : F2( I + i I)=p11a;;3
fgt+if
Contoh perhitungan 2:
J
Bagaimana bila pengembaliannya 6 bulan kemudian?
pada tahun ke-n : Fn=p(l+i)n
F:P(l +% 20%): 1.000(l+0.1) Rp. L100,_ -+ (l+i) n disebut faktor jumlah
berganda
Band.ingkan dengan rumus
Contoh perhitungan 3: bunga biasa Fn=
P1l+;61.
Bagaimana bila pengembaliannya 2 tahun? bi,, p.u!1 bunga biasa periode n berperan
sebagai faktor pengali dari
jawab: l, maka untut bunga
yang berlipat n berperan sebagai
: faktor pangkat
F P(l + 2 20%): 1.000( I+0.40) = Rp. 1.400,_ dari(l+i).
l6 Analisis Ekonomi Telorik I(onsep Dasar Analisis Ekonomi Tekrrik t7

Contoh perhitungan 2: memberikan hasil yang lebih kecil dibandingkan dengan bila satu tahun
Bagaimana dengan waktu pengembalian 3 bulaq? dibagi menjadi 3 bulanan (4 periode),karena n berperan sebagai pangkat.
Bila kita tentukan bahwa n menunjuk periode 3 bulan maka bunga 20%o Laju/tingkat bunga nominal artinya menggandakan bunga yang ada
per tahun menjadi: %* 20yo = 5o/o sehingga pengembalian 3 bulan pada suatu periode waktu ke periode waktu yang lebih banyak.
adalah: Misalnya, bunga l% perbulan dapat disebut "bunga 12% yang
digandakan per bulan" dalam waktu satu tahun.
F : 1.000(l+ 5o/o71 = Rp. 1.050,-

1.2.6 Contoh Soal Laju Bunga Nominal


Contoh perhitungan 3:
Bagaimana dengan waktu pengembalian 6 bulan?
Contoh perhitungan I
Ada 2 cara pengembalian:
Uang sejumlah Rp.l.000,- dengan bunga (compound interest) 12%
setiap tahun maka untuk satu tahun akan menjadi:
Cara 1:
Fl2 = Rp.1000,-(1+12%)1 = Rp. 1.120,-
Bila kita tentukan bahwa n menunjuk periode 3 bulan maka bunga 20o/o
per tahun menjadi: y4* 20oA = SYo maka pengembalian 6 bulan adalah:
Contoh perhitungan 2
F : 1.000( I + 5%o72: Rp. l. I 02,50
Uang sejumlah Rp.l.000,- dengan bunga (compound interest) 60/o (angka
6oh didapat dari 12%12 karena periode waktunya dua) setiap satu
Cara 2:
semester (6 bulan) maka untuk satu tahun (2 semester) akan menjadi:
Bila kita tentukan bahwa n menunjuk periode 6 bulan maka bunga 2AYo
per tahun menjadi: Y2* 20oA: 10Yo maka pengembalian 6 bulan adalah: F12= Rp.1000,-(l +eVo72 : Rp. 1.124,-

F = 1.000(l+l0o/o1l: Rp.l.l00,- Contoh perhitungan 3

Dua cara ini


menghasilkan nilai yang berbeda, karena faktor n Uang sejumlah Rp.1.000,- dengan bunga (compound interest) 1%
merupakan faktor pangkat dari penggandaan suatu nilai dengan tingkat perbulan maka untuk satu tahun (12 bulan) akan menjadi :

suku bunga tertentu. Secara lebih detail penjelasannya dapat melihat


pada sub bab 1.2.5 dan sub bab 1.2.7 .
F12:Rp.1000,-(l +tolo1lT : Rp. 1.127,-

Dari tiga contoh tersebut, terlihat bahwa semakin sering di


1.2.5 Laju/Tingkat Bunga Nominal (Nominal Interest Rates) tingkatkan periodenya dengan tingkat bunga nominal, harga yang akan
Dari contoh perhitungan bunga yang berlipat di atas maka satuan datang akan semakin besar; meskipun total periodenya adalah sama.
(unit) n yang dipakai untuk menunjuk periode waktu, bila mana berbeda, Fl2 dengan bunga l2oh per tahun Rp. 1.120,-
akan memberikan hasil yang berbeda-beda pula. Semakin banyak F12 dengan bunga 6%oper semester Rp. L124,-
periode waktunya maka nilai yang akan datang semakin besar. Misalnya, Fl2 dengan bunga lo% per bulan Rp. 1.127,-
untuk satu tahun bila dibagi dua semester (dua periode) akan
18 liouserr Dasnr Analasis Ekonomi Telinik t9
Analisis Ekonomi Teknik

Hal ini sekali lagi disebabkan oleh peran periode (n) sebagai Dari rumus tersebut dapat disimpulkan bahwa trngkat bunga efektif akan
pangkat dari bunga, walaupun perbandingan bunganya proporsional. selalu lebih besar dan tin.ekat bunga nominal. Batasan "lebih besar" itu
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan fuatu tawaran dengan dapat nrerujuk pada rumus di atas.
tingkat suku bunga per bulan, misalnya, akan menghasilkan nilai
2%io
akan datang yang lebih besar bila dibandingkan tawaran bunga 24o/o per Contoh perhitungon 2
tahun. Namun besarnya penambahan 2oh per bulan terhadap 24%o per
tahun (per dua belas bulan) akan mencapai batas maksimal yang L.intuk suatu tingkat bunga nominal: r: l2Vo per tahun
dijelaskan pada sub-bab berikut ini. nraka tingkat bunga efektifnya = 2.7129(a'12) - 1 :0.1275 : l1-75 %o

Dari contoh perhitungan 2 ini dapat disimpulkan untuk suatu


1.2.7 . LaiulTingkat Bunga Efektif (Effeaive I nterest Rates) tingkat bunga nominal r:
12on maka batasan penambahan maksimal
untuk menjadi tingkat bunga efektif adalah sebesar A.l5o/o dengan
Laju/tingkat bunga efektif ialah perbandingan antara bunga yang
periode waktu yang tak terhingga (-). Pada contoh perhitungan i dengan
didapat dengan jumlah uang awal pada suatu periode (misal satu tahun),
dapat ditulis sebagai berikut:
r: loto per bulan. periode w'aktunl'a dari satu tahun menjadi 12 bulan"
penambahan dari la.iu tingkat bunga nominal ke tingkat bunga efektif
F -P hanya sebesar 0.7 % ( lebih kecildari 0.75 %).
Tingkat bunga efektif: dimana:
P Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan tingkat bunga nominal
F-P: bunga yang didapat dan tingkat bunga efektif.
selama suatu periode
T (o,; )

1.2.8 Contoh Soal Laju Bunga Efektif rfvlvrrrfnl:Ji-w !5 ilO ili


j::iit ;20 i25 i30 i40 i45 i
'EFEKTip--'i"j.i2i-l'io.-<i7li6-ts.,iz:.t+0i28.403i34.e86i4e.18:i56.ti1i64.872
,:::li:
Contoh perhitungan I
Uang sejumlah Rp.1.000,- dengan bunga (compound interest) lYo per
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa perbedaan pemakaian tingkat
bulan maka untuk satu tahun (12 bulan) akan menjadi:
bunga nominal dan efektif akan terasa pada tingkat bunga yang besar.
Fl2: Rp.1000,-( I +ll%1l2 : Rp. 1 .127,- Jadi bagi seorang yang akan meminjamkan uangnya atau menyimpan
uangnya di barrk pemakaian tingkat bunga efektif akan lebih dipilih
dibandingkan dengan pemakaian laju bunga nominal. Pertanyaannya:
Tingkat bunga efektif : I 127 - 1000 : 12.7 % bagaimana dalam analisis ekonomi teknik? Umumnya pemakaian
1000 investasi. perhitungan keuntungan. nilai yang akan datang dari investasr
Dengan mengetahui tingkat bunga nominal maka tingkat bunga efektif untuk suatu proyek diperhitungkan pada suatu angka yang pasti pada
dapat dihitung dengan rumus: suatu periode. Misal untuk lima tahun. yang dilihat perkembangann,va
adalah sejumlah uang pada awal tahun. akhir tahun dari tiap-tiap tahun
l: er- 1 pada periode lima tahun itul Demikian pula evaluasinya, juga dilakukan
berdasarkan nilai suatu angka pada suatu waktu. tidak menerus
di mana i - tingkat bunga efektif {discrete\. Bahkan untuk penyusutan suatu alatpun. misalnya' Juga
r = tingkat bunga nominal dilihat pada akhir suatu periode yang ditinjau, tidak dilihat terus-
c = bilangan eksponen :2,71828
Konsep Dasar Analisis Ekonomi Teknik 2t

menerus setiap saat. Gambar di bawah ini akan memperjelas uraian di A : Annual payment = pembayaran tahunan = sejumlah uang yang
atas.
dibayar setiap tahun.
n: Jumlah tahun
# ini tidak dilihat atau dievaru asi (continuous) G: Gradient Series =annual yang tidak konstan, membentuk sua-
\ tu kenaikan atau penurunan yang teratur
SFF : Sinking Fund Factor: penanaman sejumlah uang
yang dilihat atau dievaluasi pada titik-titik periode ini (disuete) CRF = Capital Recovery Factor: pemasukan kembali modal
Hal di atas disebabkan semua faktor, parameter dan variabel yang Umumnya semua persoalan dan permasalahannya, juga periode
dipakai tidak semuanya dapat dilihat secara terus-meneru s (continue) waktunya, dikonversikan berdasarkan tahunan (annual basis),sehingga
sehingga untuk analisis, perhitungan dan evaluasinya dipakai laju bunga istilah A, i dan n juga berdasarkan periode tahunan. Dalam suatu
nominal. Hanya untuk suatu industri yang berproduksi setiap waktu persoalan pinjaman, misalnya dipakai periode bulan, maka rumus dan
(pabrik misalnya) cashflow dilakukan terus-menerus. Daram hal ini tabel dapat langsung memakai dasar tahunan; hanya saja
maka laju bunga efektif bisa dipakai untuk dasar analisis ekonominya. perhitungannya adalah discrete compounding dengan memakai laju
bunga nominal. Sebagai contoh: seorang meminjam sejumlah uang
Di samping hal di atas, Riggs dkk juga menambahkan bahwa studi
ekonomi teknik, yang analisis dan perhitungannya menggunakan laju
dengan waktu pengembalian dua tahun dan dilakukan dengan
mengangsur tiap bulan dengan bunga i%o per bulan. Maka dapat
tingkat bunga nominal atau dengan konsep penggandaan yang
diartikan bahwa A adalah pembayaran bulanan dengan n adalah 24.
berperiode (discrete compounding), relatip lebih mudah, hasilnya cukup
akurat dan merupakan metode aplikasi yang sering digunakan.
Demikian pula untuk periode lainnya, misalnya; harian, mingguan,
triwulanan dan sebagainya. Selama konversinya dari periode waktu dan
oleh karena itu pada analisis dan perhitungan ekonomi teknik tingkat suku bunganya selalu konsisten maka tabel (lihat lampiran) dan
pengertian bunga ini dipakai dengan cara penggandaan yang berperiode rumusnya langsung dapat digunakan.
(discrete compounding). Untuk pemakaian raju bunga efektif, penjelasan
Beberapa rumus penting merupakan dasar analisis ekonomi proyek
rumus dan perhitungannya dapat melihat sub-bab 1.6..
yang berdasarkan/menggunakan bunga berganda (interest compoud) dan
metode penggandaan yang berperiode (discrete compounding\.
1.3. Beberapa Istilah Penting Dan Rumus Dasar

Beberapa istilah yang penting yang akan dipakai untuk seterusnya 1. F = P(l + i)' Future Value (harga yang akan datang)
dapat dijelaskan sebagai berikut:
=
2. P = (1-,'+ i)'
-.=
= Present Value(harga sekarang)

Dengan prinsip "discrete compounding,, :


3. A = (l+i)'-l
-:: - = Sinking Fund(penanaman sejumlah uang)

i : compound interest (bunga): besarnya suku bunga tahunan (%)


4. A = L41,1-D'- = Capital Recovery(pemasukan kembalimodal)
P : Present Value (nilai sekarang): sejumlah uang pada saat ini. (l+i)'-l
F : Future Value (nilai yang akan datang) : sejumlah uang pada saat A[(l+ r)" * U
yang akan datang 5. F= = Future Value dari Annual
22 Analisis Ekonomi Teknik Konsep Dasar Analisis Ekonomi Teknik 23
I

6. P=
A[(l+r)'-l] 3 Present Volue doriAnnual Pada analisis sering terjadi masalah yang harus dipecahkan dengan
i(l+i)' menggunakan kombinasi dari rumus-rumus tersebut di atas. Bila hanya
memakai rumus di atas, maka kemungkinan akan terjadinya kesalahan
7. A =o[i - --{*-l = --r---'- dari Gradient series
unrform besar sekali. Oleh karena itu untuk rumus-rumus di atas telah dibuatkan
L, (l+i)'-l_] tabel-tabeldengan berbagaitingkat suku bunga dan periode waktu. Yang
perlu dilakukan bagi para analis adalah pemahaman masing-masing
rumus dalam kaitannya dengan persoalan yang ada. Dengan kata lain,
. Penjelasan singkat 7 rumus di atas:
menterjemahkan persoalan yang ada ke dalam rumus-rumus tersebut.
l. Rumus No. I mencari suatu nilai yang akan datang (future value) Dengan melihat tabel-tabel maka rumus-rumus tersebut dikonversikan
bila diketahui nilai yang sekarang Qtresent value) dengan tingkat dengan angka-angka yang sesuai dan tertulis dalam tabel.
suku bunga tertentu serta periode waktu tertentu.
Tabel I di lampiran merupakan tabel perhitungan dari rumus No 1
2. Rumus No. 2 mencari suatu nilai sekarang Qtresent value) bila sampai dengan No. 6 dengan berbagai tingkat suku bunga. Sedangkan
diketahui nilai yang akan datang dengan tingkat suku bunga tertentu Tabel 2 merupakan tabel perhitungan rumus No. 7 dengan berbagai
serta periode waktu tertentu. tingkat suku bunga, ymg penjelasannya dapat melihat ke sub bab 1.5.
3. Rumus No. 3 mencari suatu nilai tahunan (annual) bila diketahui Rumus No. I sampai dengan No. 6 digambarkan seperti di bawah ini:
nilai yang akan datang dengan tingkat suku bunga tertentu serta
periode waktu tertentu. Pada kondisi riil dapat dikatakan juga Annuity (A) : 1000
sebagai suatu angka annual yang diendapkan (sink)/ditanamkan Bunga (i) : 8%
sebagai suatu modal untuk suatu periode tertentu.
4. Rumus No. 4 mencari suatu nilai tahunan (annual) bila diketahui litnre L'alue (F\
nilaisekarang dengan tingkat suku bunga tertentu serta periode
144R7
waktu tertentu. Dapat dikatakan juga sebagai suatu angka annuol
yang dikumpulkan sebagai suatu pengembalian modal (capital I 2488

recovery foctor). l0(rl7


I liilnre l:oluc (F) clari P
5. Rumus No. 5 mencari suatu nilai yang akan datang bila diketahui l're.sL,til litluc (l,l 2 l'resent l'olrc (Pl dariF 892-1

nilai annual dengan tingkat suku bunga tertentu serta periode waktu
7.1.l (r
tertentu.
1 ,*nkitry4 liilkl lA) dai F 5 8(r7
I 6. Rumus No. 6 mencari suatu nilai sekarang Qresent value) bila 5. I;uturc I'oluc (F) dari A
diketahui nilai annual dengan tingkat suku bunga tertentu serta 4506

periode waktu tertentu. 4623 ('opitol llecoverr.'(A) dari P 3246


3993 l'rc.senl lqlue'(P) dari A
Rumus No. 7 mencari suatu nilai annual bila diketahui tingkat 33 tZ 2080
kenaikan (gradient series) pada suatu periode dengan tingkat suku 2577
I 781
bunga tertentu. Uraian dan penjelasan lebih detail tentang rumus ini 926
dapat melihat ke sub-bab 1.5.
4trrtrml ( \l
24 Analisis Ekonomi Telsrik I(qnsep Dasar Analisis Ekonomi Teknik 25

Gambar di atas menunjukkan hubungan dari P, A, F sesuai dengan Hal lain yang perlu diperhatikan adalah untuk Annui| harus selalu
persoalan yang ada. Jadi misalnya kita mempunyai dataA dan yang kita digambar pada akhir tahun, walaupun dalam persoalan disebutkan
butuhkan adalah F, dari gambar di atas bisrkita lihat bahwa untuk bahwa pembayaran tahunan ini dilakukan pada awal tahun, karena awal
mencari nilai F dapat dikategorikan sebagai Future value. sebalikny4 tahun 1994 misalnya sama dengan (mendekati) dengan akhir tahun
bila kita mencari nilai A dengan F yang diketahui maka dikategorikan 1993. Penggambaran diagramnya seperti berikut ini:
Sinking Fund.
Dengan bunga 8%o maka detail masing-masing rumus adalah sebagai ,-rgg3JAJe Ja
berikut (lihat tanda anak panah): 94 9s
l. Memakai rumus No. I, maka harga F didapat sebesar 14487 untuk
harga P :6710 dengan n: 10 Untuk persoalan di atas pembayaran tahunan A di sebut dengan n = 3.
Bagaimana bila ada persoalan di mana pembayaran tahunan dilakukan
2. Memakai rumus No. 2, maka harga P didapat sebesar 6710 untuk
awal tahun dan bersamaan dengan harga sekarang (P)? Dalam hal ini
harga F :14487 dengan n: l0
pembayaran tahunan A pada awal tahun dijumlahkan dengan harga
3. Memakai rumus No. 3, maka harga A didapat sebesar 1000 untuk sekarang, seperti diagram di bawah ini:
harga F :10637 dengan n: 8

4. Memakai rumus No. 4, maka harga A didapat sebesar 1000 untuk , P=1 00
harga P : 5206 dengan n: 7 I

5. Memakai rumus No. 5, maka harga F didapat sebesar 10637 untuk Jto Jro Jro Jlo
:

harga A: 1000 dengan n: 8


rerf-O4----TT
6. Memakai rumus No. 6, maka harga P didapat sebesar 5206 untuk Analisis diagram di atas harus dibuat menjadi seperti berikut ini:
harga A: 1000 dengan n: 7

Untuk memecahkan persoalan secara mudah berikut ini akan dijelaskan P:l l0
beberapa hal yang cukup penting yaitu :
Jro Jro
* Penggambaran diagram soal 1993

P = Present Yalue: harga sekarang


* Penulisan soal
A : Annuity: harga tahunan
Future Value : harga yang akan datang
,, F Y yang dicari
7,2,....,5 = tahun 1,2,....,5 x(YlZ, i, n) Z yang diketahui
n : 5 tahun x: sejumlah uang dari Z
Sangat direkomendasikan untuk selalu menterjemahkan permasalahan i- bunga
yang ada ke dalam diagram seperti hal tersebut, hal ini untuk n: tahun
memperkecil tingkat kesalahan bila persoalan menjadi semakin sulit dan
kompleks.
26 Analisis Ekonomi Teknik Konsep Dasar Analisis Ekonomi Teknik 27

* Penggunoan tabel
cara lain, berdasarkan pembayaran tahunan (A) dan nilai yang
Penggunaan Tabel I akan mempercepat proses perhitungan serta akan datang (F):
mengurangi tingkat kesalahan perhitungan kartna suatu masalah bisa
10 000 = Rp.11.857,-
jadi periode waktu n sangat panjang dan rumus yang digunakan
merupakan gabungan atau variasi dari keenam rumus di atas. Caranya
yaitu dari soal yang sudah ditulis sesuai dengan penulisan soal di atas,
yang di dalam kurung dilihat pada tabel. Misal, dalam kurung tertulis
(P/F,10,5), maka pada Tabel I dilihat yang bunganya 10o/o kemudian Pada cara ini angka Rp.10.000,- di akhir tahun 1992 dan 1993 yang
angka di bawah P/F pada tahun kelima. merupakan pembayaran tahunan selama dua tahun berturut-turut
diekivalensikan ke harga sekarang (P) di awal tahun 1992 dengan n:2.
Kemudian angka P di awal tahun 1992 rnerupakan angka F dilihat dari
1.4 Contoh Soal Penggunaan Diagram dan Tabel awal tahun 1988 dengan n:4
Contoh soal 1:
Seseorang mengharapkan untuk menerima Rp. 10.000.- pada akhir tahun i: l0 o/o nilai ini diekivalensikan
1992 dan akhir tahun 1993. Berapa besar nilai uang (Present Value)
yang harus disimpan untuk penerimaan ini pada awal tahun 1988 pada
tingkat suku bunga l0o%?
Jawab : Perbedaan angka 4 dan 7 untuk hasil akhir perhitungan disebabkan oleh
jumlah angka desimal dari tabel 1 yang hanya 4 angka di belakang
koma.

Contoh soal2:
Berapa besar uang yang harus disimpan pada awal tahun 1988 bila ingin
mendapatkan uang RP 10.000,- pada akhir tahun 1988, 1989, 1991.
Berdasarkan nilai yang akan datang (F): 1992 pada tingkat suku bunga 15 %?

Jawab :

l0 000 + 10.00 : llp l1854,-


: (1.(t209 = 0 5(14-5

Pada cara ini nilai Rp.10.000,- di akhir tahun 1992 merupakan


harga yang akan datang (F) untuk harga sekarang (P) di awal tahun 1988
dengan n adalah 5 dan Rp.10.000,- di akhirtahun 1993 merupakan harga
yang akan datang (F) untuk harga sekarang (P) di awal tahun 1988 x: 10.00 : Rp 33.5520,-
dengan n adalah 6, sehingga penggunaan tabelnya diambil dari harga
(PlF,i,n) masing-masing untuk n : 5 dan n : 6
?3 Analisis Ekonomi Teknik L^--^h T)ooor Analicic I'.kanomi Teknik B

Sebenarnya pada contoh ini dapat dilakukan perhitungan dengan cara


lain, yaitu berdasarkan hubungan nilai sekarang (Present Value) dan
nilai yang datang (Future Value) dengan hasil.akhir yang akan sama.
Namun persamaannya akan lebih panjang karena untuk harga masing-
masing Rp.10.000,- harus dilihat tabel (P/F,i,n) satu persatu dengan n
yang berbeda-beda, sehingga akan tertulis seperti berikut ini:
/P,10,6 FlA"lo,2 : Rp. 48.464,-

x : 1 0.000 {(P/F, I 5, 1 )+ (P/F, I 5,2)+ (PlF, I 5,3)+ (P/F, I 5,4)+ (PlF, I 5,5)}

tabel: l-772 tabel = 2.100 tabel = 1,464


Contoh soal3:
Bila Anda menyimpan uang Rp 10.000,- pada awal tahun 1988, berapa x dapatjuga di cari dengan cara sebagai berikut:
nilai uang Anda pada akhir tahun 1992 pada tingkat suku bunga 8oZ.
Jawab :
x: 10 F/P,10,6 + 10.000 lA,l0,2 (F/P,10,6 : Rp. 48.482,-

tabel= 1,772 tabel = 1,736 tabel=1,772

Perbedaan 64 dan 82 karena angka desimal hanya 3'


x=?
Dari contoh-contoh perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa
penerjemahan soal menjadi diagram mutlak diperlukan untuk
l x: l0 (F/P,9,5) mengurangi kesalahan yang dibuat. Adapun caranya yang beragam,
yait, Aengan membuat variasi antara P, A dan F tidak menimbulkan
masalah asalkan prinsip analisisnya benar, sehingga hasil yang didapat
trbel = 1.469 juga benar.
LL

1.5 Pembayaran Tahunan Tidak Konstan (Gradient Series)


Contoh soal4:
Bila Anda menyimpan Rp 10.000,- pada awal tahun 1988. lalu pada Sering terjadi pada ekonomi teknik, bahwa Annuity (pembayaran
akhir 1988, 1989 sebesar Rp 10.000, berapa nilai uang anda pada akhir tahunan) tidak terbayar secara konstan, tetapi dengan nilai yang berubah
tahun 1993; dengan tingkat suku bunga 100/o . secara teratur pada setiap akhir tahun dalam suatu periode waktu tertentu
sehingga membentuk seri yang naik ataupun turun
(gradient series).
Jawab :
Ada dua jenis Gradient Series, yaitu :

Bertambah setiaP tahun


Berkurang setiaP tahun
Konsep Dqqqf Analisis Ekonomi Teknik 31

400 Bila kita membayar dengan harga yang konstan sebesar x rupiah setiap
tahun mulai akhir tahun I sampai akhir tahun ke 6 dengan i : 8%o dan
Future Value yang didapat = Rp. 16. 698,-, beraparbesar x tersebut?
Jawab:

: Rp. 16.698,-
12345 12345 tabel I = 7.33
Bertambah setiap tahun Berkurang setiap tahun
(Increasing) (decreasing) x: 16.698/'7,33: Rp. 2.280,-
Penyelesaian masalah di atas digambarkan dalam contoh di bawah ini:
Pada suatu pembayaran tahunan selama enam tahun, pembayaran 1.5.1 Penggunaan Tabel2 untuk Gradient Series
dimulai pada akhir tahun kedua uang sejumlah Rp.1.000,-, akhir tahun
ketiga uang sejumlah Rp.2.000,-, demikian seterusnya sampai akhir Cara seperti contoh di atas kurang efisien, karena harus dihitung
tahun ke enam uang sejumlah Rp.5.000,- dengan tingkat suku bunga 8oZ. masing masing harga untuk setiap periode tertentu (setiap tahun). Jika
Bila digambar diagramnya akan seperti berikut ini: Gradient Series yang ada sangat banyak, misalnya sampai 20 tahun atau
lebih, maka kemungkinan untuk terjadi kesalahan sangat besar.Tabel 2
5000 di lampiran merupakan tabel dari rumus No. 7. Tabel ini mengubah
i:8ol
K 4000 bentuk gradient series yang naik ke bentuk seragam.
Prinsip perhitungannya:
II
I
2000 Ilarga yang seragam (Equivalent Annuity) adalah sama dengan
1000 Kenaikan Tahunan (Annual Incrementl dikalikan Faktor ( A/G )
2 ) 4 :l 6 Berikut ini diberikan contoh penggunaan tabel pada contoh soal di atas.

Berapa nilai yang akan datang (Future Value), pada akhir tahun ke 6
dengan tingkat suku bunga \oh, jika dihitung satu persatu?
i=8ol 6 5000

Jawab:
xrI
t{-
2000
"tr
Untuk Rp. 5.000,- -+ FV = 5.000 = Rp. 5.000,- 1000
Rp.4.000,- -+ FV = 4.000 (F/P,8, I ) : Rp. 4.320,-
Rp. 3.000,- FV:
--+ 3.000 ( F/p,8,2 ) : Rp. 3.498,- 5
Rp. 2.000,- -+FV: 2.000 ( F/p, 8,3 ) : Rp. 2.520,-
Rp. 1.000,- + FV : 1.000 ( F/p, 8,4 ) : Besarnya Future Value pada akhir tahun ke 6 Rp.16.698,- (sudah
Rp. 1.360,-
dihitung). BesarnyaAnnuity (Uniform Volue) = Rp. 2.280,-.
Future Value : Rp. 16.698,-
Konsep Dasar Analasis Ekonomi Teknik 33

Bila dipakai tabel :


Luas AABC : Luas ! ABCD - Luas A ADC
= x(A./G,i,n)
Annuity Dengan berpedoman pada persamaan luas di atas maka besarnya
i - besarnyabunga=8o/o penurunan (AABC) adalah sama dengan harga seragam Uniform
n = jumlahtahun:6tahun Annuity) pada nilai yang paling besar (panjang AB) dikurangi besarnya
A/G : angka yang didapat dari tabel untuk i = B o/o dan n = 6 Annuity untuk bentuk gradien series yang bersifat naik (AADC).
tahun
x : harga kenaikan dari gradient series tersebut : Rp.1.000,-
Contoh Penggunaan Tabel 2
sehingga untuk soal di atas:

Annuity: Rp.rooo,-@: Rp. 2.280,-

+
Tabel 2 = 2.28
1.5.2 Pembayaran Tahunan yang Menurun (Decreosing)

Tabel 2 dalam lampiran hanya berlaku pada gradient series yang


naik seperti contoh soal di atas. Bila gradient series tidak naik Tahunan yang seragam : 4.000 - 1.00 : Rp. 2.100,-
(increasing) tapi turun (decreasing) maka dicari dengan cara seperti
berikut ini:

1.5.3 Contoh Soal Gradient Series

Contoh soal 1:
Bila kita menyimpan uang di bank pada tingkat suku bunga 8% seperti
kondisi di bawah ini:
B
Rp. 1 .000,- pada akhir tahun 1988
Rp. 2.000,- pada akhir tahun 1989
A Rp. 3.000,- pada akhir tahun 1990
dan seterusnya; selalu bertambah pada akhir tahun sebesar Rp.1.000,-
sampai akhir simpanan menjadi Rp. 9.000,- pada akhir tahun 1996.
Berapa besarnya uang yang kita punyai pada akhir tahun 1996?.
Jawab:
34 A-unlisis El<onomi Teknik Konseo Dasar Analisis Ekonomi Teknik 35

Contoh soal3 :
Berapa besarnya uang yang harus disimpan pada akhir tahun 1970 agar
kita bisa mengambil simpanan dengan bunga 7o/o, padajumlah berikut
ini:
- Rp. 6.000,- pada akhir tahun 1975 - Rp. 5.000,- pada akhir tahun 1976
- Rp. 4.000,- pada akhir tahun 1977 - Rp. 3.000,- pada akhir tahun 1978
- Rp. 2.000,- pada akhir tahun 1979 dan simpanan pada akhir tahun 1979
akan habis.

Jawab :

t=

Pada soal ini titik awal kenaikan di mulai pada akhir tahun 1987 (atau
awal tahun 1988) karena tingkat kenaikan Rp.l.000,- dimulai pada akhir
tahun 1988, sehingga perhitungan periode waktu n = l0; dimulai akhir
tahun 1987 sampai akhir tahunl996. Dari contoh soal ini dapat
disimpulkan bahwa untuk menterjemahkan suatu masalah ke dalam
diagram harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan Besarnya penurunan Rp. 1.000,-, sehingga
perhitungan. x:{ 6000- 1000 (NG,1,5) } (F/47,5) @8,7,91 : Rp. 12.950,-
I,86 5,75 1 0,5439

Contoh soal2 :
Penulisan gradient series seperti halnya pembayaran tahunan harus
Seperti soal di atas.ditanyakan berapa besarnya uang yang kita miliki ditulis pada akhir tahun. Bila titik nol gradient series berada pada awal
pada akhir tahun 2006. tahun proyek maka harus digambar seperti berikut ini:
Jawab :

Future Value - 1000(A/G,8,l0XF/4,8,l0) (F/P.8,1o) - Rp I 2l O44,-


.1,87 14,187 2, t 59
Bcntuk seragam adarah sama dengan hasir
ekivarensi x ditambah dengan
A = Annual payment = pembayaran tahunan : sejumlah uang yang
Bila ada yang dimurai dari awar tahun maka'gradient dibayar setiap tahun.
series yang ll = Jumlah tahun
pertama merupakan unsur tambahan
harga sekarai'g, n, ."p"rti'aragram
di bawah ini: P' A' F adarah nirai-nirai sekarang, tahunan, dan
yang akan datang,
yang merupakan jumrah totar
vang tlrakumurasi d#;:;;rah uang
yang sama selama periode penggandaan
n

!'um-us
No' I sampai dengan No. 6 di sub bab 1.3 untuk
kondisi menerus
berubah seperti berikut ini:

8. p=Ue^(e'-l) :> Future Value (harga yang akan daang)


Maka persoalan di atas harus dianalisis seperti rg'
berikut ini:

9.P=Fn'*l :+ Present Volue 1'harga sekarang)


400 re^
r2od
10. A : F ;Ll Sinking Fund (penanoman sejumlah uang)
,1,
-
400
aofr
ll.A=P'" ) Capital Recovery (pemasukan kembali
Harga sekarang menjadi: 1200 e,, _ I modal)
=

Pembayaran tahunan : x+400


12. F - A'
-on'-l ' + Future yalue dari Annual
r
1.6 Dengan Penggandaan yang Terus_men
erts (continuoas
compounding) 13. P: A"
-on'-1 ' present Value dari
re'' =) Annual
1.6.1 Prinsip Dasar Sedangkan notasi unfuk masing-masing
rumus adarah sebagai berikut:
Analisis perhitungan dari sub r.3 sampai r.5
bunga nominal. Artinya: anarisis pada
memakai Iaju tingkat l. Untuk rumus No g. (FlF,r%o,n)
titik suatu period e (discrete). pada
keadaan di mana dipakai laju bunga
efektif, analisis perhitungannya 2. Untuk rumus No 9.
harus memakai rumus-rumus untuk penggandaan (P/F,r%o,n)
yang terus-menerus
(cont inuous c ompounding).
3. Untuk rumus No 10. (AIF,rYo,n)
Notasi untuk analisis ini adalah sebagai berikut:
r = laju bunga efektif (%) 4. Untuk rumus No I l. (A/P,r%,n)
P = Present Vatue (nilai sekarang) = sejumlah
uang pada saat ini.
F = Future Value (nilai yang akaf datang) r";rrnlui
= uang pada
Untuk rumus No l2 gA,r%,n)
saat yang akan datang 6. Untuk rumus No i3. (PA,r%.n)
Konsep Dasar Analisis Ekonomi Teknik 39

1.6.2. Contoh Soal Penggandaan Yang Menerus


kegiatan pun biasanya pada suatu waktu tertentu tidak terus-menerus.
seseorang mengharapkan untuk menerima Rp. 10.000,- pada akhir tahun Belum lagi pengaruh eksternal, seperti perubahan suku bunga,
1992 dan akhir tahun 1993. Berapa besar nirai\ang ( present value perubahan perkembangan global ekonomi, baik yang bersifat lokal
)
yang harus disimpan untuk penerimaan ini pada awal tahun rggg pada maupun regional bahkan, internasional.
tingkat suku bunga efektif l0 %?
Kenyataan bahwa ada beberapa kendala internal dan eksternal
Jawab: maka untuk analisis ekonomi teknik (dapat) direkomendasikan dengan
cara-cara penggandaan berperiode dan (otomatis) bunga yang dipakai
adalah bunga nominal.
Pada bab-bab selanjutnya hanya cara penggandaan berperiode yang
ada dipakai untuk memecahkan beberapa permasalahan dalam ekonomi
teknik.

berdasarkan nilai yang akan datang (i)


ro oo(E;)) * ro oo(6F,;;) : Rp 12 437,-

rirrat ta*r 3 :0.6-515 rl,ar]}-r 3:o.5e22

Bandingkan dengan contoh I di sub-bab 1.4 yang hasilnya adalah


Rp. I 1.854,-. Dengan cara ini hasilnya akan lebih besar, karena untuk
laju bunga efektif l0% ekivalen dengan laju bunga nominal g,s3lyo.
cara penggandaan terus-menerus prinsip analisisnya sama dengan
cara penggandaan yang berperiode. yang berbeda adalah rumus dan
tabel yang dipakai. selanjutnya bila ingin melakukan analisis dengan
cara ini maka cara-cara penggandaan berperiode dalam buku ini harus
disesuaikan dengan tabel dan rumus tersebut. cara ini harus selalu
konsisten di dalam melakukannya. Semua komponen dan parameter dari
permasalahan yang ada juga harus dalam bentuk menerus.

Pada kenyataannya, dalam transaksi perdagangan ataupun


penanaman suatu investasi untuk suatu proyek sangat sulit untuk
membuat semuanya dalam periode menerus. Sebagai contoh; untuk
suatu peralatan baru adalah sangat sulit untuk menentukan umurnya
secara kontinyu. Umumnya pada periode tertentu akan dicek dan
dievaluasi sejauh mana kemampuan alat tersebut. Evaluasi untuk suatu
PEMBAYARAN HUTANG

2.1Cara Pengembalian
Dalam dunia perdagangan sering terjadi suatu transaksi berbentuk
hutang. Dari sudut ekonomi di mana bunga dan waktu diperhitungkan
maka ada beberapa cara pembayaran yang akan dijelaskan pada bab ini.
Hal ini dapat dijadikan acuan baik bagi si peminjam maupun orang yang
meminjamkan uangnya untuk memilih cara pengembaliannya. Berbagai
pertimbangan dipakai sebagai dasar untuk mendapatkan kesepakatan.
Pertimbangan itu antara lain menyangkut masalah waktu pengembalian,
kondisi usaha dari peminjam dalam memakai uang yang dipinjamnya,
kondisi pasar serta keadaan perekonomian lokal maupun regional.
Pertimbangan ini tidak akan diuraikan di sini karena tidak termasuk
dalam lingkup buku ini. Yang akan dibahas hanya cara pengembalian
menurut analisis ekonomi teknik.
Seperti sudah disebutkan pada bab terdahulu bahwa bila seorang
meminjamkan sejumlah uang kepada orang lain maka sebagai bentuk
hadiah yang diterima orang tersebut adalah bunga yang sebelumnya
sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Sebaliknya, pihak peminjam,
karena telah mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan sejumlah
uang, memberikan tambahan sejumlah uang yang disebut sebagai bunga
ketika mengembalikan pinjaman tersebut.
Misal seseorang meminjam uang sebesar Rp. 250.000,- dengan
jangka waktu pengembalian 25 tahun dan tingkat suku bunga nominal
Analisis Ilkonomi Telmik Pembayaran Hutang 43

sebesar 4%. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa cara pengembalian- pinlam Rp.250.000 i= 4Yo
nya (Kuiper, 1989). n = 25 tahun
i
Beberapa Cara Pengembalian (Hanya Diberikan Contoh 5 Cara)
1 Pengembalian langsung Rp.250.000,- pada saat itu juga. Dalam setiap akhir tahun bunga RP prnJama Rp.25.tXX)
sudut pandang ekonomi dapat dikatakan bahwa transaksi pinjaman dikembal n
terjadi tetapi periode waktu-nya adalah sama dengan nol. Pada
kondisi ini tidak ada pengaruh bunga berapapun nilainya. Di dalam
kehidupan sehari-hari cara ini diarlikan sebagai tidak ada transaksi 4. Setiap tahun membayar bunga Rp.10.000 (selama 25 tahun uang
*
simpan meminjam. yang dibayarkan untuk bunga ini adalah sebesar 25 Rp.10.000.-).
2. Sesudah 25 tahun rnodal pinjaman berkembang menjadi sebesar:
bl"[ kur"ru itu besarnya nilai yang akan datang (Future Value) di
Rp.250.000,- dikalikan (F/P, 4, 25\ : Rp. 670.000.-. Atau nilai
akhir tahun ke 25 adalah tetap sebesar Rp.250.000,-. Setiap tahun
selama 25 tahun kita mengangsur modal pinjaman sebesar
sekarang (Present Value) uang sebesar Rp.250.000,- adalah ekivalen
Rp.250.000 dikalikan (AIF, 4. 25)
: Rp' 6'000,-' Pengertian
dengan nilai yang akan datang (Future Value) Rp.670.000,- dengan
ungrurun pinjaman sebesar Rp. 6.000,- dapat diartikan sebagai nilai
laju bunga nominal 4o/o selama dua puluh lima tahun.
,uig yurg akan datang (Future Value) sebesar Rp' 250'000'- adalah
ekivaien dengan nilai pembayaran tahunan (Annual Payment)
i= 4Yo sebesar Rp.6.000,- selama waktu 25 tahun dengan tingkat suku
bunga4oh.
pinjam Rp.250.000,-

n: 25 tahun
dikembal pinjaman + bunga

l. Bunga setiap tahun Rp.10.000,-. Karena setiap tahun bunga dibayar setiap akhir taltun memba-var bunga Rp. l().000.-
maka modal pinjaman selalu tetap dan pada akhir tahun ke 25 di rrtrrrttttttf tttttttttf tt
samping harus membayar bunga juga harus membayar ditambah angsuran Rp. 6.(D0.- setiap tahun sehingga akhir tahun ke 25 hutang Iunas
modal pinjaman = Rp. 250.000,-. Pada cara ini setiap akhir tahun
modal pinjaman dibuat tetap sebesar pinjaman semula.
5. Akhir tahun I -) bunga (4o/, *
Rp.250.000'-) dibayarkan yaitu
sebesar Rp. 10.000,- ditambah Rp. l0'000'- sebagai cicilan
pengembalian modal pinjaman sehingga pada akhir tahun I atau
pada awal tahun 2 modal menjadi Rp. 240.000,-' Oleh karena itu
*
pada akhir tahun 2 bunganya menjadi 4% Rp. 240.000.- = Rp'
9.600,- sehingga pada:
45
Pembayaran Hutang

akhir tahun 2 -+ bunga Rp. 9.600,- ditambah angsuran modal Cara I transaksi pinjaman dengan periode waktu adalah nol (dapat
pinjaman sebesar Rp.10.000,- seterusnya, dikatakan tidak ada transaksi pinjaman). cara2, cara 3, cara 4 dan cara 5
besarnya modal pinjcman dan bunganya di atas merupakan beberapa cara pengembalian pinjaman yang sering
semakin menurun sehingga: dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
akhir tahun 3 -> bunga Rp. 9.200,- (dari 4 Yo * Rp.230.000,-)
waktu pengembalian 25 tahun
ditambah angsuran modal pinjaman Rp'
10.000,-
800.000 r00.000

700.000 700.000
akhir tahun 25 -+ bunga hanya Rp. 400,- dan modal pinjaman
Rp.10.000,- 600 000 500.000

500.000 500.000

,10O.000 400.000
pinjam Rp.250.000 i= 4o/o
n = 25 tahun 300.000
3m.000
250.000
200.000 200.000

100.000 100.000

0 0

Bunga dibayar setiap tahun. Karena modal berkurang Rp.10.000,- Gambar 2.1. Grafik 5 cara pengembalian suatu piniaman
setiap tahun maka bunganya juga berkurang sehingga pada akhir
tahun 25 bunganya tinggal Rp.400,- dan modalnya tinggal Mari kita lihat berapa besarnya uang total kontan pada akhir tahun
Rp.10.000,- ke 25 yang telah dikeluarkan oleh peminjam untuk kelima cara
10.000 pengembalian seperti berikut ini:
tttttttttttttttttmmtmt Cara l:
dapat dikatakan tidak ada uang yang dikeluarkan
Cara2: total uang kontan yang dikeluarkan peminjam sampai akhir
setiap tahun modal pinjaman diangsur Rp. 10.000,- sehingga akhir tahun ke 25 adalah : Rp.670.000,-
tahun ke 25 hutang lunas Cara 3: total uang kontan yang dikeluarkan peminjam sampai akhir
Kelima cara pembayaran tersebut, jika digambarkan secara grafis' tahun ke 25 adalah : 10.000 * 25 + 250.000 : Rp'500.000,-
hasilnya seperti gambar di bawah ini. Gambarlgrafik ini menunjukkan Cara 4: total uang kontan yang dikeluarkan peminjam sampai akhir
kelima cara di atas, di mana sesudah jangka waktu 25 tahun hutang tahun ke 25 adalah : 10.000 * 25 + 6.000 * 25 : Rp'400.000,-
sudah lunas. Cara 5: total uang kontan yang dikeluarkan peminjam sampai akhir
tahun ke 25 adalah :bunga (10.000+9'600...+400) +10.000*25
:
Rp.380.000.- I 30 000
46 Analisis Ekonomi Telmik Pcmhaveren Hrrtsno 47

Dari hasil masing-masing cara itu dapat ditarik beberapa atau A,/P-+ lihat rumus dasar No. 4 di Bab I; sehingga dapat ditulis :

kesimpulan (hanya berdasarkan uang kontan yang dibayarkan dan bunga (A/P)= i + (A/F)
yang disepakati sewaktu dilakukan perjanjian )rutang, tanpa melihat
bunga komersil yang berlaku), yaitu:
Bagaimana jika hutang yang dilunasi tidak pada akhir tahun yang
l. Semakin lama kita membayar maka uang kontan yang harus kita disepakati tetapi lebih awal? Hal tersebut akan dijelaskan pada uraian di
bayarkan selama waktu pinjaman tersebut akan semakin besar. Pada bawah ini.
cara 2 ini tidak dilakukan cicilan, baik itu cicilan bunga ataupun
Bila di atas tapi
suatu instansi melakukan suatu pinjaman seperti
pinjaman, artinya semua dibebankan (dibayarkan) pada akhir waktu
karena ekonominya, dalam keadaan baik sehingga kemudian ingin
pinjaman. Oleh karena itu untuk cara ke 2 dilihat dari total biaya melunasi pinjaman itu pada akhir tahun ke 10, berapa besar hutang pada
yang diperoleh paling menguntungkan bagi pihak yang akhir tahun 10 yang masih harus dibayar?
meminjamkan uangnya atau sebaliknya paling merugikan bagi si
peminjam; Namun dilihat dari periode waktu pembayaran maka Jawab:
pihak peminjam selama seluruh periode waktu yang disepakati
(dalam contoh ini selama 25 tahun) tidak/belum mengeluarkan uang Pinjam Rp.250.000,-
sepeserpun, baru pada akhir periode pinjaman beserta bunganya
dikembalikan. Besarnya bunga dan lamanya waktu merupakan
kompensasi bagi pihak yang meminjamkan dan pihak peminjam.

2. Bila kita membandingkan cara 3, 4 dan cara 5 maka dapat


disimpulkan bahwa:
Pada pembayaran cara?
Cara3, beban yang harus dipikul peminjam adalah yang saling
berat karena pada akhir proyek pinjamannya masih sebesar
pinjaman awal, peminjam selama waktu pinjaman hanya i: 4 Y:o

membayar bunga saja.


pinjam Rp.250.000.-
Cara4 ini memberikan keuntungan yang sama prosentasenya
baik bagi peminjam dan yang meminjamkan. Artinya, sudah dilunasi
pembayaran dari peminjam dan pendapatan yang diterima orang
yang meminjamkannya adalah konstan.
Cara 5 lebih menguntungkan bagi peminjam karena sejak awal
peminjam telah mulai mengurangi beban pinjamannya. Besarnya hutang yang harus dilunasi pada akhirtahun ke l0
: Rp.250.000 (F/P,4, l0 ) = Rp. 370.000,-
3. Cara 4 ini secara matematis ekonomi dapat dijelaskan sebagai
1,480
berikut:
Pembayaran tahunan adalah bunga (i) ditambah dengan faktor
simpanan dana yang diendapkan (Sinking Fund FactorlSFF atau Pada pembayaran cara 3
A./F-+ lihat rumus dasar No. 3 di Bab I) sama dengan faktor
pengembalian/ pemulihan modal (Capital Recovery FactorlCW
Aralisis Ekonomi Teknik Pembayaran Hutane

pinjam Rp.250.fiX)
Pada pembayaran cara 5

pinjant Rp.250.fix) i: 4yo


4Yo

Hutang yang harus dilunasi pada akhir tahun ke l0


: Rp. 10.000,- (bunga) + Rp. 250.000,- (hutang) = Rp. 260.000,-
Bunga menurun larena pinjaman berkurang 10.000 setiap tahun selama l0 tahun
Pada pembayaran cara yang ke 4

pinjamRp.250.fiX) i=4o/o
mltttttttf
pinjanran diangsur
Rp l0 Ux).- I

bunga Rp. 10.000,-


tttttttttr bunga pada akhir tahun ke sepuluh = Rp 6.000,-
angsuran Rp. 6 000,+ ?
harus dibafar karena angsuran pinjaman baru lO kali pinjaman:Rp.10.000.-+ 15 * Rp.10.000.- : Rp. 160.000.- +
fnasih
Ada 3 cara perhitungan, yaitu
Hutang yang harus dibayar pada akhir tahun 10 = Rp. 166.000,-
:

(L CArA O
2.2. Contoh Soal
Hutang konstan : Rp.250.000,- Contoh soal I
Angsuran 6.000 ( F/A,4, l0 ) : Rp. 72.000,-
Sebuah perusahaan meminjam pada suatu bank dengan bentuk
pinjaman seperti berikut:
Hutang yang harus dilunasi : Rp. 178.000,-
- Besarnya pinjaman : Rp. 600.000.000.-
- Jangka waktu . 20 tahun.
b. cara b - Carapengembalian : Selama 20 tahun perusahaan itu harus
Rp. 250.000,- (F/P,4, l0 ) : Rp.370.000,- membayar ke Bank tersebut pada setiap
Rp. 16.000,- (F/A,4, l0 ) : Rp. 192.000,- akhir tahunnya uang sebesar Rp
40.000.000.
Pada akhir tahun ke 20 di samping uang
Hutang yang harus dilunasi Rp. 178.000,- sebesar Rp. 40.000.000,- masih ditambah
dengan uang sejumlah Rp. 265.000.000,-
cara c
Masih berhutang selama 15 kali sebesar Rp. 16.000,-. Jadi Pada kondisi tersebut di atas pada akhir tahun ke 20 pinjaman dikatakan
hutang pada akhir tahun ke I0: Rp.16.000,- ( P/A.4, 15 )= lunas. berapa besar bunga pinjaman tersebut?
Rp. 178.000,- t I
Analisis Ekonomi Telorik

Jawab :

pinjam \
,Rp.600.000 000.-
I
I
r= ?

t'l' t 1 i f t'l' t t'l f i tt f f i'i' t


angsuran pengembalian setiap t
akhir uhun Rp. 40.000.000.- I

akhir tahun ke 20 ditambah


BENTUK PINJAMAN LUNAK
uang Rp.265.000.000.- (GRANT C]MP)NENT 0F L1ANS )
Rp.40.000.000.-(P/A, i,20)+Rp.265.000.000(P/F.i.20):Rp. 600.000'000..
o/o
Dengan cara coba coba ( trial ond error ) didapat bunga = 5

Rp.40.000.0 00,-(12 -462) + Rp.265.000.000(0.3 77 )


: Rp. 598.000-000.-
Rp.600.000.000,- Sering kita mendengar bahwa suatu negara atau badan meminjam
= pada negara atau badan lain dengan sifat pinjaman yang lunak.
Pengertian pinjaman lunak bisa berarti meminjam dengan tingkat suku
Contoh soal2 bunga yang lebih kecil dibandingkan dengan besarnya suku bunga
l, sesudah 15 tahun, dilakukan 15 kali pembayaran seperti komersil yang berlaku dan bisa berarti pula suatu pinjaman di mara ada
Pada soal no
di atas, perusahaan tersebut menginginkan untuk membayar sisa tenggang waktu yang tidak dipengaruhi oleh bunga selama masa
tenggang waktu untuk pengembaliannya. Misal negara kita mendapatkan
hutangnya. Berapakah besarnYa ?
pinjaman lunak dari ADB pada tahun 1990 sebesar satu trilliun rupiah
dengan jangka waktu pengembalian adalah 25 tahun tetapi ada masa
pinjam
tenggang waktu untuk tidak mulai membayar selama lima tahun dengan
Rp.600.000.000.-
i = 59i' bunga 4oh pertahunnya. Ini berarti baru pada tahun 1995 cicilan hutang
= 20 tahun mulai dibayarkan selama 25 tahun dan akan berakhir pada tahun 2020.
ttt?rttttf Pinjaman lunak dalam kasus ini berarti bahwa bunga 4% lebih rendah
angsuran pengembalian dari suku bunga komersil yang berlaku (misalnya 10%), dan dari tahun
setiap akhir tahun
Rp. 40.000.000.-
ilt Rp.265.000 000"- 1990 sampai dengan tahunl995 tidak ada kewajiban untuk membayar
bunga. Pengembaliannya baru mulai dihitung mulai tahun 1995.

Jawab: Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pinjaman lunak


mengandung unsur hadiah (grant component'). Hadiah yang didapatkan
Harga PV pada 5 tahun terakhir :
untuk pinjaman tersebut menjadi ganda karena: 1) bunga lebih kecil dari
Bunga Rp.40.000.000,- (P/A,5.5) = Rp'173'160'000'- tingkat suku bunga yang berlaku dan 2) ada waktu selama lima tahun di
Hutang harus dibayar Rp. 265.000.000,- (P/F,5.5) : Rp'207'627 '500'-
mana besar pinjamannya tetap; Padahal seperti dijelaskan pada BAB I
bahwa suatu nilai uang sekarang Qtresent value) sama dengan sejumlah
Sisa hutang yang harus dibayar akhir tahun ke l5 = Rp.380.787.500.-
Rq
Analisis Ekonomi Teknik Bentuk Piniaman Lunak (Grant Component of lrcans)

uang pada waktu yang akan datang yang jumlahnya lebih besar, Jadi jelas, walaupun dilihat dari jumlah angka pembayaran hutang
tergantung dari tingkat suku bunga dan pasti lebih besar dari harga adalah sama, yaitu hutang Rp.1.000,- dibayar Rp. 1.000,- ataupun
sekarang. \ dengan cicilan l0 * Rp. 100,- tetapi dari sudut pandang ekonomi dapat
dikatakan kita mendapatkan hadiah, karena dengan adanya periode
Pengertian hadiah ini dikenal dengan istilah asing Grant component of
waktu antara peminjaman dan pengembaliannya, meskipun besarnya
Loan. Dalam hal ini artinya adalah suatu bentuk pinjaman pada
pengembalian sama dengan besarnya peminjaman (Future Value :
situasi/kondisi khusus yang lebih menguntungkan peminjam bila
Present Value). Dari ketujuh cara pembayaran di atas ada beberapa hal
dibandingkan apabila dia meminjam pada situasi komersil yang ada.
yang bisa disimpulkan, yaitu:

Pada cara ke l, pinjaman tidak dibayar. Artinya, pinjaman dibayar


3.1. Prinsip Perhitungan :
pada waktu tak terhingga. Berapapun besar bunga tidak ada
Besar pinjaman dikurangi dengan harga sekarang (ltresent pengaruhnya. Di sini grant component adalah yang terbesar, yaitu
value/PV) dari kewajiban pembayaran pada tingkat suku bunga sebesar pinjaman itu sendiri (angka grant component yang paling
komersil yang berlaku. maksimum).
Pada cara ke 2, pinjaman dibayarkan 20 tahun kemudian. Besarnya
Di bawah ini adalah contoh pinjaman Grant component yang cara
pengembaliannya berbeda-beda. grant component masih besar, walaupun lebih kecil dari cara
pertama. Pengaruh bunga sudah ada. Unsurnya adalah P/F.
Pada cara ke 3, pinjaman dibayarkan l0 tahun kemudian. Besarnya
gront component lebih kecil dibandingkan cara ke 2' Bunga juga
No. Pinjaman Pembayaran Grant component
berpengaruh. Unsurnya adalah P/F.
1. Rp. 1.000, Tidak dibayar (berarti waltu Rp.1.000,- - Rp. 0,- = Rp. 1.000,- Pada cara ke 4, pinjaman dibayarkan dengan cara mencicil.
pengembalian tidak terhingga, Besarnya grant component lebih kecil dibandingkan cara ketiga
bunga tidak mempengaruhi
2. Rp. 1.000, Dibayar Rp.1.000,- setelah 20 1000-1000(P/F,7,20\\ = RP. 742,-
karena sejak awal sudah mulai dibayarkan. Unsurnya adalah P/A.
{
tahun dengan bunga komersil 7 7o Pada cara ke 5 tidak ada pinjaman; Atau, meminjam dengan waktu
nol sehingga tidak ada grant component.
3. Rp. 1.000, Dibayar Rp.1.000,- setelah l0 {1000-1000(P/r,7,10)} = Rp. 492,-
tahun dengan bunga komersil 7 7o Pada cara ke 6, pinjaman dibayarkan dalam waktu 20 tahun seperti
cara kedua dengan bunga komersil yang berlaku bukan 7%o tetapi
4. Rp. L000, Dibayar Rp.l00,- setiap tahun {1000- 100(P/A,7,10)}= Rp. 298,-
lebih besar, yaitu l0%. Dari analisis perhitungan didapat grant
selama l0 tahun dengan bunga
komersil I07o component yang lebih besar dari cara ke 2. Dapat disimpulkan
bahwa dengan bunga yang semakin besar maka grant component
5. Rp. L000, Dibayar pada saat itu juga Rp. I .000,- - Rp. 1000,- : Rp. 0,-
(jarang. atau berarti juga menjadi semakin besar.
tidak
berhutang) Pada cara ke 7 pinjaman dibayarkan dengan cara mencicil seperti
6. Rp.1.000, Dibayar Rp.1.000,- setelah 20 { 1000-1000(P/F.10.20)}= Rp. 85 l,- cara ke 4 tapi bunganya l0%, lebih besar dari yangTo/o. Dengan
tahun dengan bunga komersil
lOYo waktu yang sama seperti cara ke 4 didapat grant component yang
Rp. 1.000. Dibayar Rp. I00,- setiap tahun {I 000- 100(P/A,10,10)}: Rp. 386,- lebih besar dari pada cara ke 4. Di sini, seperti cara ke 6,
selama l0 tahun dengan bunga
ditunjukkan bahwa dengan semakin besarnya bunga komersil yang
komersil l07o
berlaku maka grant component yang diperoleh juga menjadi
semakin besar.
Loans) 55
54 Analisis Ekonomi Teknik Bentuk Piniaman Lunak (Grant Comnonent of

3.2. Contoh Soal Jawab:

Contoh soal I Pinjam

Sebuah perusahaan BUMN menerima o;urnun sebesar Rp


1.000.000.000,- dari World Bank. Pembayarun dimulaipada akhir tahun
ke l0 (ada tenggang waktu selama l0 tahun) dan seterusnya sampai tsropt
$300.000.000
akhir tahun ke 50 dengan pembayaran tahunan yang sama, yaitu sebesar Pembal'aran bunga 3 7o
I Pengembalian pinjaman Pokok
Rp. 25.000.000,-. Berapa besar grant componenl bila suku bunga
komersil sebesar 8% ?
Grant comPonent = $I 0M- { $. 3 o0juta(P/A, I 2,20 )+ I 0M(P |F,12,20)\
Jawab: s 6,722M

Contoh Soal 3
Sebuah negara berkembang mendapat pinjaman dari World
Bank
adalah
sebesar $roo u pada tahun 1980. Bunga lunak yang disepakati
sebesar 5%o dengan masa tenggang lima tahun' Waktu
pengembalian
adalah 20 tahun dan dicicil 5 kali dengan
jumlah uang yang sama' Bila

Grant component ,10.000 (P/A,8,40XP/F,8,10 ) bungakomersilyangberlakuadalah15%hitungberapabesargyanl


: l[Ht33.t*r,-, componentnya?

Dalam soal ini besarnya Rp. 25.000.000,- yang harus dibayar setiap Jawab:
akhir tahun merupakan angsuran pinjaman pokok. Jadi pembayaran
selama 40 tahun tidak dikenai bunga pinjaman.

$100 M i pinjaman:5 %
Contoh Soal 2 i komersil : 15 olo
95 2ooo 2005
Indonesia mendapat pinjaman dari ADB sebesar $ l0 Milyard dengan 1980

waktu pengembalian 20 tahun dengan bunga 3 %. $20M


masa $20M $20M $20M
Kondisinya sebagai berikut: tenggang d

pada setiap akhir tahun besarnya bunga $ 300.000.000 harus dibayar


selama 20 tahun
pada akhir tahun ke 20 pinjaman $ 10 M harus dibayar semua.
tingkat suku bunga komersil yang berlaku dengan bank-bank
i nternati onal adalah I 2%:o
Berapa besar grant component dari pinjaman ini?
56 Analisis Ekonomi Teknik Bentuk Pinjaman Lunak (Grant Comrronent oll,oans)

a, b, c dan d adalah bunga yang harus dibayar setiap akhir tahun dan Grant Component:
menjadi lebih kecil setiap lima tahun berikutnya karena hutang dicicil
I 00 -20(P/F,15,5)+(P/F, I 5, l0)+(P/F,I 5,1 5)+(P/F,1 5,20))-20(P/F,10,25)
$20M setiap lima tahun, sehingga harga masing{nasing tersebut adalah:
- 4(p/A, I 5,5XP/F, 1 5,5)-3(P/A, I 5,5XP/F, 1 5, I 0)
Pada awal tahun 1985 pinjaman dicicil sebesar $20 M sehingga bunga - 2(Pl A,15,5XP/F,1 5,1 5) - 1(P/A,l 0,5)(P/F,10,20; = 569,OOU'
pada akhirtahun 1985 adalah:

a = 5%*($100M-$20M)= $ 4M Di sini kita lihat bahwa nllai grant component-nya menjadi lebih kecil.
Perbedaannya hanya sedikit karena menurunnya bunga terjadi pada
Dari akhir tahun 1985 sampai awal tahun 1990 cicilan bunga setiap akhir periode akhir pengembalian. Bilamana penurunan suku bunga komersil
tahunnya adalah tetap sebesar a, karena selama periode ini pinjamannya pada awal pengembalian maka besarnya grant conxponent akan jauh
tetap yaitu sebesar $80 M. Pada awal tahun 1990 pinjaman dicicil lagi lebih kecil lagi.
sebesar $20 M, sehingga pinjaman tinggal $60 M. Oleh karena itu bunga
yang harus dibayar di akhir tahun 1990 dan seterusnya selama lima
Contoh 4.
tahun adalah sebesar :

Seperti No. 3, tetapi cicilan pinjaman modal setiap tahun sebesar $ 5 M.


b _ Soh* 60M= 3 M Berapa besar Grant component-nya?
Demikian seterusnya sehingga:
Piniaman $100M
c : 5oh*40M= 2M
d - 5%o* 20M= I M
Grant component:
I 00 - 20 (P/F, I 5,5)+(ptF, I 5, I 0)+(p/F, I 5, I 5)+(p/F, I 5,20)+(p/F, I 5,25)) piniaman dicicil $5 M sctiap tahun
- 4(p/A, I 5,sXp/F, I 5,5)-3(p/A, I 5,5)(p/F, 1 5, 1 0)
- 2(P / A,1 5,iXPIF, I 5, I 5) - I (P/A, I 5,5)g/f , 1 5,20) = $70,643M

Bagaimana bila pada tahun 2000 bunga komersil turun l0o%? karcna modal dicicil maka bunga mcmbcntuk gradicnt series
yang menurun
ipinjaman=57o
Besarnya bunga
Piqiaman
$ =lsyo akhir tahun 1985: (100-5)*5% $ 4,7s M
akhir tahun 1986: (95-5) * 5% $ 4,50 M
85 2005 akhir tahun 1987 (90-5) * 5% $ 4.2s M
J
masa $20M $20M $20M
tenggang d dan seterusnya
akhir tahun 2005: 5 * 5 o/o = $0.25M
Grant companent:
I 00- [ 5 (p/A, I 5,20)+ {4.7 5 -A,25 (A/ G,t 5,20)} (p / A. I 5,20)] (p/F, I 5,5
)
6.259 5,37 6,259. 0.4972
= $ 73.836 M

MENENTUKAN
HARGA PENJUALAN
SUATU BARANG/JASA

4.I Pengertian
Sering kita mendengar bahwa seseorang atau instansi membangun
suatu tempat pemukimar/perumahan, kemudian orang/instansi tersebut
menjualnya pada orang-orang yang menginginkannya dengan harga
tertentu bisa secara kontan tetapi dapat juga secara bertahap (kredit).
Penjual tentu sudah menghitung untung-ruginya baik bila dijual secara
kontan ataupun secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Investasi
yang ditanamkan pada proyek tersebut pada jangka waktu tertentu
diharapkan akan dapat kembali dengan mendapatkan keuntungan yang
disesuaikan dengan suku bunga tertentu. Di dunia perdagangan juga ada
sistem penawaran barang kepada konsumen dengan cara pembayaran
cicilan (kredit). Misalnya, pembelian sepeda motor secara kredit kepada
pihak konsumen. Umumnya pada transaksi ini pihak pembeli dikenai
biaya uang muka (down payment) yang mengikat perjanjian antara
penjual dan konsumen. Pada kasus ini pihak penjual menginvestasikan
uangnya untuk membeli puluhan sepeda motor. lnvestasi yang dilakukan
tersebut tidak melalui tahapan pembangunan fisiknya, tetapi ditujukan
untuk barang yang sudah jadi.
Menenirrkan Harga Penitralan Suatu Barang/Jasa 6l
Analisis Ekonomi Teknik

Rp 100.000.000 = 30. x .( P/F, 10, l0 )


Pada pembangunan proyek perumahan ada beberapa tahapan 0.386
kegiatan yang harus dilalui dan ke-semuanya itu membutuhkan investasi
x = Rp 8.600.000,-
(biaya). Untuk kegiatan seperti ini umumnya difrrulai dari ide, pra studi,
studi kelayakan, detail desain sampai tahap pelaksanaan seperti yang
dijelaskan pada PENDAHULUAN. Biaya yang sudah dikeluarkan Contoh Soal2. Pembelian Dan Penjualan Tanah
disebut biaya modal (capitat cosf). Biaya modal ini secara global terdiri Seperti soal diatas, tetapi selama 10 th petani menjual tiap 3 Ha dengan
dari biaya perencanaan (ide, pra studi kelayakan, studi kelayakan sampai harga yang sama
detail desain), biaya tak diduga (unforeseen), biaya bunga selama waktu
ide sampai tahap pelaksanaan fisik serta biaya pelaksannaan fisik. Untuk Berapa besar harga tiap Ha-nYa ?
jenis proyek yang memberikan produk jasa maka biaya operasi dan
pemeliharaan harus dimasukkan sesuai dengan umur proyek yang telah beli 30 ha
direncanakan dan menjadi tanggung jawab pihak pengelola/pemilik Rp.l00 juta
proyek. Oleh karena itu biaya ini dimasukkan dalam unsur tambahan
biaya modal. Contoh untuk hal ini ialah pembangunan jalan tol oleh
suatu instansi. Setelah jalan tol selesai dibangun maka setiap kendaraan
Dijual tiap 3 ha Berapa
yang lewat dikenai biaya tertentu (tarip tol). Uraian yang lebih terperinci
per ha-nya?
tentang bagaimana mencari dan menentukan biaya modal ini dijelaskan :
Rp 100.000.000 3 x ( P/A, 10, l0 )
pada BAB VI.
6,1 44
Pada bab ini hanya akan dijelaskan bagaimana harga suatu barang x: Rp. 5.430.000,-
atau jasa harus dicari bilamana biaya modal sudah diketahui. Penentuan
harga penjualan barang atau jasa seperti uraian di atas pada dasarnya
Contoh Soal3. Penentuan Tarip Tol
mengikuti analisis perhitungan dengan prinsip sebagai berikut:
Suatu perusahaan swasta mendapat lisensi untuk mengoperasikan suatu
Besarnya harga sekarang @V) untuk semua biaya adalah sama jalan tol selama 20 tahun. Jalan tol dibuka pada Januari 1989. Total
dengan besarnya harga sekarang @V) untuk semua pemasukkan Investasi pada saat itu Rp. 6.000.000.000,-. Ongkos tahunan untuk
pada tingkat suku bunga tertentu.
operasi dan pemeliharaan Rp. 50.000.000,-. Pada bulan Januari tahun
4.2. Contoh SoaI 2009 jalan tol akan diserahkan kepada pemerintah. Dari hasil studi,
Contoh Soal l. Pembelian dan Penjualan Tanah kendaraan yang lewat diperkirakan 10.000 tiap hari secara konstan
(secara rata-rata) selama 20 tahun. Bila perusahaan tersebut
Rp 100.000.000,- .
Seorang petani membeli 30 Ha tanah dengan harga menginginkan laju pengembalianlRate of Return (bunga) l0%o pada
Sepuluh tahun kemudian dia menjual tanahnya dengan bunga l0% investasinya, berapa besar biaya/tarif jalan tol tersebut untuk tiap
Berapakah harga per hektarnya?. kendaraan selama masa 20 tahun tersebut?
beli 30 ha Jawab:
Rp.l00 juta

iual tiap ha 'l


62 Barang/Jasa 63
Analisis Ekonomi Teknik Menentukan Harga Penjualan Suatu

aModal=Rp 6M Contoh 5. Pembelian Rumah Secara Kredit


n :20 tahun
i = l0(% Sebuah perusahaan developer menawarkan rumah untuk dibeli secara
O&P=Rp.50juta kredit dengan kondisi sebagai berikut:
Harga jual secara kontan Rp.9.100.000,-
Tingkat suku bunga komersil l?% per tahun
Uang Muka Rp. 910.000,-
Misal tarip tol tiap kendaran adalah Rp.x.- Angsuran tiap bulan:
Tiap hari 10.000 kendaraan, selama satu tahun 365 * 10.000 - Jangka 5 tahun Rp. 233.250,-

6.000.000.000 + 50.000.000.(P/A, 10,20) : 3.650.000.x. (P/A, 10,20)


- Jangka l0 tahun Rp. 168.350,-

8,5 l4 8,514
- Jangka 15 tahun Rp. 152.040,-

Bila dalam segala kondisi sanggup untuk membelinya maka mana yang
x: Rp. 207,-
akan dipilih?

Jadi tarip jalan tol tiap kendaraan Rp. 207,- Jawab:

Tingkat suku bunga komersil 12oh per tahun sehingga bunga setiap
Contoh Soal4. Pembelian Secara Kredit bulan adalah l%.

Seseorang akan membeli sebuah sepeda motor. Harga sepeda motor


tersebut Rp. 4 juta (harga kontan). Toko menawarkan kredit selama satu Untuk jangka 5 tahun: (5*12 = 60 bulan)
tahun dengan angsuran setiap bulannya sebesar Rp. 400 ribu rupiah dan
uang muka yang harus dibayar adalah Rp. 500 ribu rupiah. Bila bunga
Ith 2th 3th 4th 5th
komersil adalah 2 Yo setiap bulannya, maka hitung kerugiannya bila
dibandingkan kalau ia membeli sepeda motor itu dengan harga kontan!
tiap bulan angsuran RP.233.250.-
Jawab: uang lmuka Rp.9 I 0.000.-

i komersil : 2 7o per bulan


Nilai sekarang uang yang dibayarkan selama lima tahun:
:
Rp.910.000,- + Rp.233.250,-(P/ A,1,60) Rp' I 1.395'754'-
1 2 3 4 5 6 7 8 9 l0 ll l2
Uang mut 44,95s
Rp 500 ribul angsuran Rp 40() ribu tiap bular
Untukjangka 10 tahun: (l0f 12 :120 bulan)
Ith 2th 3th 4th 5th
Besarnya nilai sekarang uang yang tblah dibayarkan pembeli secara
kredit : Rp.500.000,- + Rp.400.000,-(P I A,2,12) : Rp.4.73 0.000,-
Kerugian bila membeli secara kontan : Rp 4,73 juta-Rp.4 juta =
Rp.730.000,-
6{ Analisis Ekonomi Teknik

Nilai sekarang uang yang dibayarkan selama sepuluh tahun:


Rp.9l 0.000,- + Rp. 168.350,-(P/A, 1,120) = W. 12.644.163,-
69.701 t
Untukjangka I5 tahun: (15*12 = 180 bulan)

LAJU PENGEMBALIAN
tiap bulan ang$ran Rp. 152.040.-
Rp.910.000.- ( RATE 0F RETURN )
Nilai sekarang uang yang dibayarkan selama limabelas tahun:
Rp.910.000,- + Rp.152.040,-(P/A,1,120) = Rp. 13.563.073,-
83.222 5.1 Pengertian Laju Pengembalian (Rate of Return)
Pengertian secara mendasar dari Laju Pengembalian atau dikenal
Jadi untuk harga sekarang untuk:
dengan istilah asing "Rate of Return" adalah besarnya tingkat bunga
- Harga kontan Rp. 9.100.000,- -> iniyang paling murah. (discound interest rate) yang menjadikan biaya pengeluaran dan
- Cicilan 5 tahun Rp.l 1.395.754,- pemasukan besarnya sama. Dapat dikategorikan penyelesaiannya dengan
- Cicilan l0 tahun Rp.12.644.163,- sebutan cash flow discount method. Kita tentukan semua biaya yang
- Cicilan l5 tahun Rp.13.563.073,- harus dikeluarkan untuk suatu proyek, kemudian kita tentukan pula
semua pemasukan yang ada sehingga bunga yang membuat selisih biaya
pengeluaran dan pemasukkan menjadi nol, disebut laju pengembalian.
Supaya bisa dibandingkan maka semua dibuat dalam kondisi harga
sekarang (PV). Sebagai illustrasi diberikan gambaran seperti berikut:
seseorang pergi ke bank untuk menyimpan sejumlah uang. Pada acara
transaksi ini pihak bank dan orang tersebut membicarakan berapa besar
bunga untuk simpanan tersebut. Besarnya bunga tersebut dapat
dikatakan ekivalen dengan Rate of Return dari si penyimpan. Jadi pada
dasarnya pengertian Rate of Return ekivalen dengan bunga (interest).

Laju pengembalian ini pada studi-studi terhadap proposal proyek


yang ditawarkan dipakai sebagai alat untuk menentukan alternatif-
alternatif proyek. Dengan melihat angka dafi Rate of Return ini pihak
pemilik modal akan dapat menyimpulkan apakah proyek yang akan
dimodalinya menguntungkan/menarik atau tidak. Karena output dari
analisisnya berupa prosentase maka bagi investor ataupun pemilik
66 Analisis Ekonomi Teknik Tsirr Penocmhelian /Rgte of Return)

proyek yang kurang memahami teori dan perhitungan detail ekonomi Bila permasalahan merupakan variasi dari periode awal, periode tahunan
teknik dapat secara mudah membuat suatu keputusan. Pembaca dan periode akhir maka tebakan (guessing) untuk IRR akan semakin
dipersilahkan pula untuk melihat Bab [X'dalam memutuskan, sulit.
merekomendasikan dan mem il ih alternatif-alternatif yang diusulkan.

Dalam hal ini perhitungannya tidak dipengaruhi oleh suku bunga 5.2. Contoh Soal
komersil yang berlaku sehingga sering disebut dengan istilah IRR
(Internal Rate of Return). Hanya saja yang perlu dicatat adalah bahwa Contoh soal I :

bila ternyata hasilnya lebih besar dari suku bunga komersil yang Seorang petani membeli 30 Ha tanah dengariharga Rp t00.OOO.OOO dan
berlaku, maka sering disebutkan bahwa proyek tersebut menguntungkan, menjualnya l0 tahun kemudian dengan harga Rp 259.000.000,- Berapa
tetapi bila lebih kecil maka dianggap rugi. besar Rate of Return-nYa'?
Prosedur perhitungan Rate ofReturn adalah sebagai berikut: Jawab:
PV untuk semua biaya = PV untuk semua pemasukan.
Tulis persamaan di atas dengan i (bunga) sebagai bilangan yang
tidak diketahui dan cari harga i dengan cara coba-coba(trial and error).
Cara coba-coba ini tidak bisa dihindari dalam analisis perhitungan
Rp. 259 juta
dengan permasalahan yang rumit. Riggs, dkk. (1986) memberikan
petunjuk (clue) untuk mengatasi kerumitan penggunaan trial and enor
ini.
Prosedur PV biaya = PV Pemasukan
Pertama-tama adalah menjumlahkan cash flows dari semua biaya i, l0 )
100.000.000 = 259.000.000 ( P/F,
pengeluaran dan pemasukan. Bila hasilnya negatif maka dapat diketahui
daricaracoba-cobadiperoleh i: l0 %o--+ ladi Rate of Returnnya =
bahwa proposal yang diajukan tidak layak karena sebenarnya dengan
10%
penjumlahan cash flows ini kita telah melakukan prosedur perhitungan
dengan besarnya IRR (atau nilai i) nol; Sehingga pada tahap ini kita
sudah langsung dapat memutuskan bahwa proyek ini tidak layak. Bila Dengan harga awal i berapa kita mulai melakukan trial and error?
angkanya positif, dengan berdasar pada jumlah dan waktu investasi,
maka secara kasar akan menunjuk berapa IRR tersebut. Dengan Cash Jlov, yang ada dengan i = loh
memakai peraturan 72 (lihat Bab I) yaitu pendugaan nilai dua kali dari
harga sekarang (2 * PV) di waktu yang akan datang (FV) dengan periode + Rp.259 juta - Rp.l00 juta = Rp.l59 juta > dari Rp.l00 juta (nilai
dan tingkat suku bunga tertentu dapat dipakai sebagai trial and error awal).
berikutnya.
** :
72 tebakan pertama kita i : -:72 : 7,2 oh
Sehingga dengan
IRR dapat lebih mudah dicari dengan trial and eruor bila variasi ;
permasalahannya tidak banyak. Artinya akan lebih mudah bila:
Dari sini kita bisa memperkirakan bahwa i pasti lebih besar dari 70h.
dominasi cashflow-nya ada pada periode awal (nilai sekarang), atau maka kita dapat memulainya dengan i:8oh.
dominasi cashflow pada pembayaran tahunan, atau
dominasi cashtlow pada periode akhir (nilai yang akan datang).
69
Analisr - Ekonomi Teknik Laju Pengembalian (Rate ofReturn)

Contoh soal2 : Dengan coba-coba diperoleh i = l1Yo


Jadi Rate of Returnnya 15Yo
Seperti soal di atas, tetapi petani menjualnya' setiap tahunnya 3Ha
dengan harga Rp.5.900.000,- per Ha. Berapa besar IRRnya? Dari ke tiga contoh soal di atas bisa diambil kesimpulan bahwa bila
petani mendapat sejumlah uang yang sama lebih awal besarnya Rate of
Jawab:
Return akan semakin bertambah. Contoh soal I petani mendapat
Rp.100.000.000,- uangnya sesudah 10 tahun. Besar IRRnya adalah yang paling kecil di
i:? antara contoh soal 2 & 3. Untuk contoh soal 3, petani mendapat uang
n=10 lebih besar pada waktu yang sama, dari pada soalNo 2, hingga diperoleh
Rate of Return yang terbesar.
3 ha Rp 17.7 juta

Rp. 100.000.000,- : Rp 17.700.000,- ( P/A,i,l0 )


Dengan cara coba coba didapat i: 12%
tRR: 12%

Contoh soal3 :

Sama seperti soal di atas, tetapi petani menjualnya dengan cara seperti
berikut :

4 Ha dengan harga Rp. 6.000.000/Ha pada 5 tahun pertama.


2 Ha dengan harga Rp 6.000.000 / Ha pada 5 tahun terakhir.

Berapa IRRnya?
Jawab:
4ha 2ba

Rp.100.000.000.-

harga Rp 6.000.000,- / Ha

1 00.000.000 = 4*6.000.000(P/A,i,5 ) + 2*6.000.000(P/A,i,5 XP/F, i,5 )


PENGERTIAN BIAYA

Pada pelaksanaan pembangunan, mulai dari ide, studi kelayakan,


perencanaan, pelaksanaan, sampai pada operasi dan pemeliharaan
membutuhkan bermacam-macam biaya. Pada analisis kelayakan
ekonomi biaya-biaya tersebut dikelompokkan menjadi beberapa
komponen sehingga memudahkan analisis perhitungannya. Menurut
Kuiper (1971) semua biaya itu dikelompokkan menjadi dua yaitu bieya
modal (capital cosr) dan biaya tahunan (anrual cost).

6.1 Biaya Modal (Copitol Cos)

Definisi dari biaya modal (Kuiper, l97l) adalah jumlah semua


pengeluaran yang dibutuhkan mulai dari pra studi sampai proyek selesai
di bangun. Sernua pengeluaran yang termasuk biaya modal ini dibagi
menjadi dua bagian yaitu:
1. Biaya Langsung (Direet Cost'1
Biaya ini merupakan biaya yang diperlukan untuk pembangunan
suatu proyek. Misal, untuk membangun suatu jembatan, biaya langsung
yang diperlukan terdiri dari:
biaya pembebasan tanah,
- biaya galian dan timbunan,
biaya beton bertulang (pondasi, lantai jembatan dan lainnya)
biaya konstruksi baja
- dan lainnya.
72 Analisis Ekonomi Te}nik Pencertian Biaya 73

Semua biaya inilah yang nantinya menjadi biaya konstruksi yang waktu dari ide sampai pelaksanaan fisik umurproyek misal 50 tahun
ditawarkan pada kontraktor kecuali biaya pembebasan tanah. selesai misal l0 tahun
Biasanya biaya ini ditanggung oleh pemilik (o+tner).

2. Biaya Tak Langsung (Indirect Cost)


Biaya ini ada tiga komponen yaitu:
Kemungkinan/hal yang tak diduga (contingencies) dari biaya
langsung. Kemungkinan/hal yang tidak pasti ini bila dikelompok-
JJJ +JJ+JJJ
12345678910
kan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: l0 Ahun
* Biaya/pengeluaran yang mungkin timbul, tetapitidak pasti. a : waktu pra studi sampai studi kelayakan
* Biaya yang mungkin timbul, namun belum terlihat. b - waktu detail desain
* Biaya yang mungkin timbul akibat tidak tetapnya harga pada c = waktu pelaksanaan fisk
waktu yang akan datang (misal kemungkinan adanya
kenaikan harga). Volume Harga Satuan Total Harga

Biasanya biaya untuk ini merupakan suatu angka prosentase dari x Rpl000,- x Rpl000,-
biaya langsung, bisa, misal, 5o/o, l0o/o ataupun l5%. Hal ini
sangat tergantung dari pihak pemilik dan perencana. Semakin tanah
Biaya Pembebasan 400 ha 10.000 4.000.000
berpengalaman pemilik ataupun perencana, besarnya prosentase timbunan
Galian dan 120.000 M3 50 6.000.000
Pembetonan 20.000 M3 500 r0.000.000
ini lebih kecil.
Baja 5.000 Ton 5.000 t5.000.000
Biaya teknik (engineering cost)
Biaya teknik adalah biaya untuk pembuatan desain mulai dari Biaya Langsung 3s.000.000
studi awal Qtreleminary study), pra studi kelayakan, studi Kemungkinan yang tak diduga"l5%" x 35.000.000 5.250.000
kelayakan, biaya perencanaan dan biaya pengawasan selama Biaya Teknik \SYq x 35.000.000 2.800.000
waktu pelaksanaan konstruksi. I+
Bunga (interest) dua angka 96 ini tergantung dari perlimbangan owtler dan perencana 43.050.000
Dari periode waktu dari ide sampai pelaksanaan fisik, bunga Bunga 43.050.000 {(F/A.15,10) - l0 } 44.360.000
berpengaruh terhadap biaya langsung, biaya kemungkinan dan +
biaya teknik sehingga harus diperhitungkan.
ll0 \r'/
20,304 Biaya Modal = 87.410.000
Di bawah ini digambarkan ilustrasi biaya modal untuk suatu proyek
Bayangkan kita meminjam uang dari bank dengan bunga I 5 %
perencan:urn jembatan:
dan dibayar bunganya setiap tahun selama waktu dari ide sampai
pelaksanaan fisik selesai (10 tahun untuk contoh ini )

Untuk biaya teknik dapat ditentukan tidak berdasarkan prosentase


terhadap biaya langsung namun merupakan harga yang pasti. Bila ini
dapat ditentukan maka perhitungan bunganya juga harus dibuat satu
persatu sesuai waktunya (lihat waktu a, b dan c).
74 Alalisis Ekonomi Telorik Pensertian Biava 76

6.2 Biaya Tahunan (Annual Cost) uaktrr dan itle szrnr-


pai pclaksanaan hsik
,sclcs:ti -.
*-------B,rfNt.d,t t!-U![.pI])!I_!!!4!_!_it:tlturr
Waktu sebuah proyek selesai dibangun menrpakan waktu awal dari , - 2","
umur proyek sesuai dengan rekayasa teknik yang telah dibuat pada JJJJJJJJJJJJJJJ Depresiasi/Aurorlisasi

waktu detail desain. Pada saat ini pemanfaatan proyek mulai JJ JJJJ.i.'JJJJ,IJl Bunga
JJ TJJJJ.!JJJJJJJ Operasi & peui
dilaksanakan, misal sebagai sumber air bersih, irigasi, pembangkit 012.].1i678910
tenaga listrik dan lain sebagainya. Selama pemanfaatan, proyek ini
masih diperlukan biaya sampai umur proyek selesai. Biaya ini Depresiasi/Amortisasi (A/F,7, l5)x BiayaModal = A
merupakan beban yang masih harus dipikul oleh pihak pemiliVinvestor. Bunga 7o/o x Biaya Modal : B
Pada prinsipnya biaya yang masih diperlukan sepanjang umur proyek Operasi & Pemeliharaan (misal) 1olo x Biaya Modal : C
ini, yang merupakan biaya tahunan (A), terdiri dari 3 komponen, yaitu:
BiayaTahunan:A+B+C
Bunga
Biaya ini menyebabkan terjadinya perubahan biaya modal karena Bisa juga biaya operasi dan pemeliharaan ditentukan besarnya artinya
adanya tingkat suku bunga selama umur proyek. Besarnya bisa tidak merupakan prosentase dari biaya modal.
berbeda dengan bunga selama waktu dari ide sampai pelaksanaan
fisik selesai. Bunga ini merupakan komponen terbesar yang
6.3. Contoh Soal
diperhitungkan terhadap biaya modal.
Depresiasi atau Amortisasi
Contoh 1. Pembangunan terowongan pengelak
Dua istilah ini hampir sama tetapi berbeda fungsi. Menurut Kuiper Sebuah proyek terowongan pengelak pada sebuah bendungan
(1971) depresiasi adalah turunnya/penyusutan suatu harga/nilai dari 5 tahun dengan kondisi
membutuhkan waktu pelaksanaan selama
sebuah benda karena pemakaian dan kerusakan atau keusangan benda sebagai berikut:
itu; sedangkan amortisasi adalah pembayaran dalam suatu periode
tertentu (tahunan misalnya) sehingga hutang yang ada akan terbayar Material Volume Harga satuan
lunas pada akhir periode tersebut. Rumus yang dipakai untuk beton bertulang 100.000 m3 Rp. 400.000,-
perhitungan biaya untuk keduanya sama, yaitu rumus No.3, atau bila Galian terowongan 250.000 m3 Rp. 200.000,-
memakai tabel maka dipakai (A/F,i,n). Galian saluran 1.000.000 m3 Rp. 50.000,-
Biaya Operasi Pemeliharaan
Pintu angkat Vertikal 500 m2 Rp. 1.000.000,-
Agar dapat memenuhi umur proyek sesuai yang direncanakan pada
detail desain, maka diperlukan biaya untuk operasi dan pemeliharaan
Umur beton, terowongan dan saluran diperkirakan 50 tahun dan umur
pintu angkat vertikal adalah l0 tahun. Bila bunga komersil yang berlaku
proyek tersebut.
adalah 107o. Berapa biaya modal yang diperlukan dan berapa ongkos
tahunan yang diperlukan setelah proyek selesai?
Bila digambarkan secara diagram maka bentuknya sebagai berikut:
Catatan:

Biaya teknik (estimasi) 8 %o dari biaya langsung,


Kemungkinan tak diduga l0 % dari biaya langsung,
O & P diambil I o/o dari biaya modal.
76 Analisis Ekotq!ry lelqi\ Pe.noertisn Riave

Angka fu. 165,79 juta merupakan biaya-biaya


yang dibutuhkan selama waktu lima tahun,
I1i#,y'{, sehingga setiap lahunnya angka ini dibagi dengan
lima. Karena merupakan pembayaran tahunan
JJJJJ dan hanya bunganya saja yang dicari maka perkaliaannya
2345 adalah {(F/A.10,5) - 5}

u'aktu pelaksanaan umur proyek Biaya Tahunan:

Material Volume Harga satuan Total Harga Depresiasi


(500.000.000/140. 500.000.000)* 202.429. 590.000*
- Beton bermlang 100.000 m3 Rp. 400.000,- Rp. 40.000.000.000,- (A/F. I 0, I 0)+( I 40.000.000.000/l 40. 500.000.000)*
- Galian terowongan 250.000 m3 Rp. 200.000,- Rp. 50.000.000.000,- 2O2.429.590.000*(A/F, 10,50) =
- Galian saluran 1.000.000 m3 Rp. 50.000,- Rp. 50.000.000.000,- 45.201.472+173.469.912 = Rp 218.674.384,-
- Pintu angkatVertikal 500 m2 Rp.1.000.000,- Rp. 500.000.000,-

Biaya Langsung (A) Rp. 140.500.000.000,- Llmur dari beton, terov,ongan don saluran 50 tahun
sedangkan umur pintu angkat vertikal adolah l0 tahun.
Kemungkinan tak diduga: Jadi perhitungon depresiasinya berbeda'beda,
tergantung dari umur dan besarnya biasa langsung
loo/odari BiayaLangsung (B) : Rp. 14.050.000.000,- masing-masing komponen, sehingga perhitungannyapun
I
Angla l0% ini hatrya prkiraan; artinya bisa lebih lrecil ataupun lebih
harus dipisahkan. Perhatikan cara menghitung depresiasi
tersebut
besar dari prosenrase ilu tergantung dari pengalaman irwestor dan
perencana dolam mengeslimasilan biaya ini
- Bunga l0 % x 202.429.590.000 Rp 20.242.959.000,-
Biaya Teknik 8o/oxBiaya Langsung (C) Rp. I 1.240.000.000,- - O&P l%ox 202.429.590.000 = Rp. 2.O24.295.900,-

Total (A+B+C) Rp. 165.790.000.000,- Biaya Tahunan Rp. 22.485.929.284,-


biaya ini dapat dihitung secara eksak artinya ridak diperkirakan.
Biasanya perhitungan berdasarkan analisis orang/bulan ("manmonth")
dengan "billing rate" yang berlaku dirambah biava untuk kgiaton lain seperti bioya survai. biaya
Contoh 2. Perhitungan Harga Pemompaan untuk Suplai Air
alat tulis kantor. biaya akomodasi. biaya pencelakkan laporan dan lainnya. Namun estimasi I %
Karena kondisi topographi dan sumber air yang ada, suatu daerah
secara ratio (umumnya) dapat diterima
yang lebih tinggi akan disuplai dengan air yang sumbernya terletak di
barvah dengan sistem pompa dan perpipaan. Dari hasil analisis detail
perencan:umya, umur pompa dan perpipaan diperkirakan 25 tahun. Debit
- Bunga (165.790.000.000/5) x [(F/A, 10, 5) - 5] Rp. 36.639.590.000,-
yang akan dialirkan adalah sebesar l0 m3/det. Beda ketinggian muka aii
|
I
6.10s
dari sumber ke daerah tersebut 100 m. Untuk pemasangan pompa dan
I
perpipaan dibutuhkan dana sebesar Rp.4 juta. Biaya listrik untuk
I
*
Biaya Modal Rp.202.429.590.000.-
pemompaan adalah Rp.200,- per kilowatt jam (kwh). Untuk operasi dan
klama 5 tahun loral biaya berkembang karena pemeliharaan dibutuhkan biaya sebesar 2 yo dari biaya modal. Tingkat
pengaruh tingkat suku bunga yang berlaku. suku bunga yang berlaku adalah sebesar 8 7o.
Pengertian Biava 79
78 A,nalisis Ekonomi Teknik

Bilamana kehilangan enerji pada sistem perpipaan diabaikan, hitung bunga 8% x Rp. 65.333.333.333 = Rp. 5.226.666.666,-
bcrapa harga pemomp:um air tersebut? depresiasi (A/F,8,25)x Rp.65.333.333.333 Rp. 895.066.667.-
o&P 2% x Rp. 65.333.333.333 = Rp. 1.306.666.667,-
Jawab: Persoalan di atas bila digambarkan adalai seperti sketsa berikut
biaya enerji 16333,33 x24 x 365 x Rp. 200 = Rp. 28.61 5.994.164,-
ini:

Biaya Tahunan = Rp 36.044.392.160.-


Misal harga pemompaan: Rp.x.-

Q = l0 m3/det Biaya pemasukan selama setahun :10*365*24*3600*x : 3 15.360.000 x


H=100m
O&P =2o/oBiayamadal
i= 8Yo Jadi harga pemompaan air : ':'ii#ffiif': Rp I r4.-
harga enerji = Rp 200, -per kwh

biaya pembuatan pompa dan jaringan pipa


Contoh 3. Penentuan Tarip Jalan Tol
= Rp.4.000.000,-
Umur proyek = 25 tahun Ditjen Bina Marga dan perusahaan swasta mengadakan kerjasama untuk
pembangunan suatu jalan tol dengan waktu 30 tahun dengan saham 2 : 1 .
Penandatanganan kerjasama dilakukan pada tahun 1994 mulai dari
p: 9'8 Q H kegiatan studi kelayakan sampai pelaksanaan fisik selesai serta sampai
Power kilowatt
e umur proyek selesai.
di mana e: effisiency = 0.6 Dari hasil studi kelayakan (FS) selama satu tahun, diperoleh bahwa
9,8 x l0 x 100 proyek jalan tol layak untuk dibangun. Waktu perencanaan adalah dua
P_ = 16.333,33 kilowatt tahun dan waktu pelaksanaan fisik adalah tujuh tahun.
0.6
0.6 Dana yang dibutuhkan untuk studi kelayakan Rp. 100 juta, desain Rp
Biaya modal = 16.333,33 x Rp.4.000.000,- = Rp. 65.333.333.333.- 500 juta yang dibayar oleh Ditjen Bina Marga dan perusahaan swasta itu
sesuai dengan pembagian sahamnya. Biaya pelaksanaan fisik sebesar Rp
600 milyard. Perusahaan swasta membayar Rp 200 milyard dan Ditjen.
Bina Marga mendapat pinjaman lunak dari ADB sebesar Rp 400 milyard
-umur orovek 25 tahun dengan waktu pengembalian dua puluh tahun, terhitung saat jalan tol
' r--1% beroperasi. Pengembalian dilakukan dua kali, yaitu setengah dibayar
pada l0 tahun pertama dan sisanya dibayarkan pada l0 tahun kedua
.t J J't
J J J J J J J.t J J J sunga
(atau pada akhir umur proyek) dengan bunga pinjaman sebesar 5 oZ.
J't J J J J J., J J J J J J J oepresiasi/Amortisasi
JJ J J.t J J I J J J J J J J operasi&pem Untuk biaya operasi dan pemeliharaan sebesar I Milyard rupiah setiap
J + J .t J J J J .t J J .l J J +BiayaEnerji tahunnya. Bunga komersil yang berlaku adalah 10 %
t t t t t t t t f t t t t t f aiayapemasukkan Asumsi dari studi kelayakan adalah setiap harinya diperkirakan ada
80 .Analisis Ekonomi Teknik Pencertian Biava 8l

10.000 (kelas I 5000, kelas II 3000 dan keras III adalah 2000) kendaraan Biaya langsung Bina Marga & Swasta = 204,45+200 = 404,45 M
yang akan lewat selama sepuluh tahun pertama dan setelah itu adalah Biayatak diduga (unforeseen) 5%* 404,45INI{ 20,22M :
sebesar 15.000 kendaraan (perbandingan kelas kendaraan sama seperti di Biaya Teknik (Fs + desain) = 0,1 * 0,5 0,6M =
atas). Bunga = (404,45 + 20,22)17 l(F 1 A,10,7\-71+
Bila tarip tol untuk kelas I adalah dua kalinya kelas II, dan untuk kelas (0, I y I 0 {(F/A, I 0, I 0)- I 0} +(0,5y9 {(F/A, I 0,9)-9}
II adalah dua kalinya kelas III serta Rate of Return yang diinginkan : (60,67)(2,487) + (0,01X5,937) + (0,055X4,579) : 151,2 M
adalah sebesar l5%o. Berapa besar biaya jalan tol untuk masing-masing
kelas kendaraan tersebut? Biaya Modal : 576,47 M

Jawab:
Karena biaya teknik (FS dan desain) dan waktunya
dikeahui, maka perhitungan bunganya dipisahkan dari
-+
biaya langsung dan biaya tak diduga
wallu IrS, dsain d.1n fisik l0 rahrrn tnnur provcl ?(, lahlrn

Biaya Modal i= l0 %o
576.47M O&P:1M
Bina Marga memblvar
U}}JJJJJJTJJ}J}}
l0 20
pinjaman I: 200 rrt , i j !o II :200[,]+i59!
mmmmmtttttttttt
i= lOY"
0,llvl 0,5
Pemasukkan dari tarip tol:
I\,1

t-t lJ. - .
2 .1 4 5 6 -..
., .lswasrammrbavar?00r-r
7 8 I t0 20 Misal Biaya tarip tol untuk kendaraan kelas III = Rpx
Irs dwin lisikslwi
30
maka: Biaya tarip tol untuk kendaraan kelas II = Rp2x
Biaya tarip tol untuk kendaraan kelas I = RP3x
Mencari biaya langsung Bina Marga: sehingga pada:
Karena pada waktu pelaksanaan uang sebesar Rp.400 Milyard tidak 10 tahun pertama, setiap tahunnya a:365(5000*3x +3000*2x+2000x)
langsung dibayar oleh Bina Marga, tetapi oleh ADB sebagai suatu 10 tahun kedua, setiap tahunnya b: 365(7500*3x+4500*2x+3000x)
bentuk pinjaman lunak. Pembayaran dilakukan dua kali yaitu 10
tahun pertama dan l0 tahun berikutnya. Disebabkan oleh pinjaman Dikehendaki besarnya Rate of Return 15 Yo, maka:
lunak, Bina Marga pada awal tol beroperasi membavar kurang dari
Rp.400 Milyard dengan perhitungan sebagai berikut: 5 76,47M+ 1 M(P/A, I 5,20) = 3 65(5000t3x +3 000*2x+2000xXP/A, I 5, I 0)
+365(7500*3x+4500*2x
l0 tahun pertama : 200 M (F/P,5,10) (piF,l0,t0) = tls,6M
+3000x)(P/A, I 5, I 0XP/F, I 5, I 0)
l0 tahun berikutnya: 200 M (F/P,5.20) (p/F.10,20;: 7g.85 M
576,47 M+ 6,259 M = 8,395juta x*5,019 +l7,5925iuta x* 5,019*0,2472
582,729* l000juta : 57.758juta x
Biaya Langsung Bina Marga : 204.45 M Jadi x: 10089
82 Analisis Ekonomi Teknik

Jadi tarip toluntuk kendaraan kelas III =Rp 10.089,-


tarip tol untuk kendaraan kelas II =Rp 20.178,-
tarip tol untuk kendaraan kelas I =Rp 30.267,-

Mari dibahas soal tersebut di atas:

Di dalam soal disebutkan bahwa biaya:


studi kelayakan : Rp. 100 juta
detail desain
pelaksanaan fisik
: Rp.500 juta
: Rp.600 Milyard
PERBAI{DINGAN BIAYA
Total : Rp.600,6 Milyard

Milyard,
Sesudah dianalisis ternyata biaya modalnya sebesar F.lp. 576,47
lebih kecil dari total biaya selama waktu pelaksanaan. Hal ini Menurut Kuiper (1971), analisis ekonomi teknik pada suatu proyek
disebabkan Ditjen Bina Marga mendapat pinjaman lunak dari ADB pembangunan mengarahkan para perencana dalam menentukan pilihan
untuk pembayaran pelaksanaan fisiknya yang bunganya hanya 5 % lebih terbaik dari beberapa alternatif hasil perencanaan yang dipilih.
kecil dengan tingkat suku bunga yang berlaku. Dari pinjaman ini dapat Penentuan alternatif mempunyai bentuk yang bermacam-macam.
dijelaskan bahwa yang dibayarkan oleh Bina Marga pada awal umur Alternatif ini bisa berupa perbandingan biaya dari beberapa pilihan yang
proyek sebenarnya tidak Rp. 400 Milyard tetapi sesudah dihitung hanya direkomendasi, dapat pula analisis ekonomi melibatkan unsur risiko
Rp.204,45 Milyard, sehingga gabungan biaya modal dari Diden Bina yang mungkin bisa terjadi. Di samping itu, selain membandingkan
Marga hanya Pip. 576,47 Milyard yang lebih kecil dari total biaya dengan berbagai macam biaya, analisis ekonomijuga dapat dikembang-
pelaksanaan (Rp. 600,6 Milyard). kan berdasarkan asas manfaat dari proyek yang bersangkutan. Hal di
Bilamana beban Rp.400 Milyard harus ditanggung oleh Bina Marga atas dapat digambarkan dalam bentuk tabel seperti tabel 7-1
(tidak ada kesempatan meminjam) maka untuk fiale of Return 75 yo, (Kuiper,l971).
tarip tol untuk masing-masing kendaraan akan lebih besar, karena biaya Dari tabel 7-l terlihat bahwa ada dua kategori untuk analisis
modal keseluruhannya akan lebih besar dari Rp 600,6 Milyard. ekonomi teknik, yaitu manfaat-biaya tahunan konstan dari waktu ke
ofreturn di atas didasarkan pada harga sekarang
Pada perhitungan rate waktu dan manfaat-biaya tahunan yang bervariasi. Pada kategori
(PV) bukan biaya tahunan, sehingga tidak ada unsur biaya depresiasi pertama pemilihan di antara beberapa alternatif bisa dilakukan atas dasar
maupun biaya bunganya selama umur proyek. perbandingan dengan cara tahunan dari biaya dan manfaat. Pada
tategori yang kedua perbandingan biaya dibuat berdasarkan nilai
sekarang (Present Value) dari semua biaya pengeluaran dan biaya
manfaat selama umur ProYek.
Perbandinean Bisva 85

Manfaat & Biaya Manfaat &Biaya Contoh sub-kelompok 2 alternatif yang terkait: membuat bendung
Tahunan Konstan Tahunan Bervariasi
Perbandingan Biaya dan saluran primer dengan luas penampang dan debit yang berbeda-
I. Alternatif yang tidak beda, stasiun pompa dan jaringan pipa dengan perbedaan kapasitas dan
terkait diameter. Pada permasalahan yang masuk dalam sub-kelompok ini
2. Alternatif yang terkait setiap perubahan satu variabel akan berpengaruh pada variabel lainnya.
a. dengan 2 variabel Pada pembuatan saluran primer perubahan luas penampang (dengan
b. dengan 3 variabel mengubah bentuk penampang salurannya: saluran persegi atau setengah
c. dengan n variabel lingkaran, misalnya). Untuk debit yang tetap akan memberikan
3. Melibatkan risiko
ketinggian muka air di saluran primer yang berbeda sehingga
a. risiko dan
I variabel mempengaruhi seluruh sistem jaringan irigasinya yang akhirnya
b. risiko dan 2 variabel
c. risiko dan n variabel
berpengaruh terhadap biayanya. Contoh sub-kelompok 3: pembuatan
Studi hubungan manfaat dan tanggul penahan banjir dengan ketinggian yang berbeda-beda sehingga
biaya tingkat risikonya otomatis juga berbeda-beda, pembangunan gedung
l. Proyek runggal dengan tingkat risiko gempa yang berbeda-beda. Untuk jenis proyek
a. untuk satu penggunaan yang melibatkan unsur risiko dijelaskan di BAB VIII.
b. untuk multi-guna
2. Proyek-proyekalternatif Pada kondisi di mana tidak hanya beda biayanya tetapi juga beda
a. untuk satu penggunaan pada manfaat dari alternatif-alternatif yang diajukan maka dipakai
kelompok B Studi Hubungan Manfaat dan Biaya. Sub-kelompok satu
bila hanya ada satu proyek yang dianalisis, sedangkan sub-kelompok 2
Tabel 7.1- Masalah dan solusinya daram Anarisis proyek-proyek alternatif untuk analisis perencanaan pengembangan
Ekonomi rebtik
suatu daerah dengan bermacam-macam proyek. Analisis untuk
Bila pada suatu proyek arternatif-arternatif yang kelompok ini dijelaskan di BAB IX.
mempunyai manfaat.yang identik didapatkan
ataupun mempunyai kemiripan, maka
pemilihan hanya didasarkan pada biaya
yang paring ekonomis. pada
kondisi yang demikian, maka p".u p"i*"ana 7.1 Biaya Tahunan Konstan
direkomendasikan untuk
melakukan analisis delsan paoa kerompok A. perbandingan
Biaya. 7.1.1 Pengertian
"-a tiga jenis
lPt kelompok A.^ini ada sub_kelompok. Untuk sub_
Dasar perhitungannya adalah membuat semua biaya yang
kelompokl, arternatif yang tidai teikait.contohnya: pemirihan pLTM
atau PLTA dalam. rangka mengatasi kebutuhan diperlukan menjadi biaya tahunan. Karena manfaatnya identik bila dari
jembatan rangka baja atau tistrit, pem,inan analisis teknisnya muncul beberapa alternatif maka biaya tahunan yang
konstrirksi beton, pemilihan pondasi tiang
pancang ataupun pondasi sumuran paling ekonomis adalah biaya yang paling murah dari salah satu
dan lain se6againya. p",,,itif,* auu
atau lebih alternatif-arternatif yang alternatif tersebut. Contoh-contoh di bawah ini dapat dipakai untuk
tidak terkaiq irtiniq-"ring_-"rrng
dihitung dan tidak berpengarut' t"*uqup memperjelas konsep pemanfaatan biaya tahunan konstan.
arternatif yang rainnya.
Perubahan variaber aari satu alternatif
iidak ,k"; ;;;pengaruhi
variabel alternatif yang lainnya. Di
sini d,akukan p"ru*Jing* uiuyu
untuk masing-masing alternatif dan diambit y;; ;;.n!
biayanya. murah
87
86 Analisis Ekonomi Teknik Perbandingan Biava

7.1.2. Contoh Soal Alternatif ll SYPhon:

Contoh l. Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Biaya modal $1,2 juta
Kuiper (1971) memberi contoh untuk analisis ini dengan suatu proyek
sistem penyediaan air di Rocky Mountains Canada seperti berikut ini :
Untuk perencanaan sistem penyediaan air bersih, ada masalah untuk 0 30
membawa air dari sumbernya sampai ke bangunan pengambilan di kota
yang harus melalui sebuah lenfiah yang sangat besar. Dari hasil analisis Alternatif lll aquedect:
teknis ada tiga alternatip terpilih, yaitu:
1. Membangun saluran terbuka, dibuat sesuai kemiringan dari lembah: Biava modal $1.8 juta
Biaya modal sebesar $ 1.500.000,-
O dan P per tahun $ 50.000,-
I

I oap
Umur proyek 100 tahun
40
2. Syphon dari baja yang melalui lembah:

Biaya modal sebesar $ 1.200.000,-


O&Ppertahun $ 60.000,-
Bila bunga sebesar sYo, dengan mengabaikan kehilangan enerJl'
Umur proyek 30 tahun tersebut adalah sebagai
perbandingan biaya tahunan daritiga alternatip
3. Saluran aquedect beton bertulang: berikut:
2
1
alternatip altematip 3
alternatip
Biaya modal sebesar $ 1.800.000,- 5$$
O dan P per tahun $ 40.000,- Bunga 57o 75'000,- 60'000'- 90'000'-
(A/T'5'40) 14'904''
Umur proyek 40 tahun offiiuri (A/F,5,100) 510;,- (A/F'5,30) 60'000'-
18'060'-
40'000'-
o&P 50.000.-
Ketiga alternatif ini manfaatnya identik, yang berbeda hanyalah jenis
r38.060.- r4r'..904,-
pembawanya. Dengan melihat diagram di bawah ini yang dipilih adalah 125.570.-
yang paling
Dari sini tampak bahwa untuk alternatif I biaya tahunannya
yang paling murah biaya tahunannya.

Alternatif I saluran terbuka: murah. Alternatif walaupun biaya modalnya paling rendah'
2,
paling
*"*prnyul depresiasi paling tinggi karena umur proyeknya
rendah. Alternatif 3, walaupun mempunyai biaya
O & P yang paling
Biaya modal $ 1.5 juta
dari biaya bunga
rendah, namun tidak cukup untuk mengganti kerugian
dan depresiasi.
suku bunga
untur pro'vck l(X) tahun Sekarang pada kondisi seperti di atas' namun tingkat
kehilan^gan enerji'
komersilnya adalah lO %. dengan mengabaikan
perbandingan biaya tahunan dari tiga alternatif tersebut
menjadi sebagai
berikut:
Pprhondinqcn Binva
B Ar,ral,isis 0korrwai ?&rik

a*Mffiif I afrunatif 2 s$tsnstif 3


Diketahui load factor 0.8
$ $ $
&!mga t0 7o 150.000,- l2&0ffir i80.000,-
Depresiasi (A/F, 10, { i00) l,- (A/r, IOJO) -2%,4A1F,N0,40) 4.068,-
7 :rrllngalr l0 7i,
0&P 50..,000,- 60;000,- 40-00CI,- 100.(x)0Kw

200.000,- tn.296,- 224",068,-


arrnulrl loatl litctor
Sekarang alternatif 2 naem,punyai biaya tahungn yang paling reod,ah.
Dari perbandingan dua tabel di afas maka dapat disimpulkan dengan Ii*'
bunga yang le,bih tinggi maka besarnya biaya modal rnenjadi lebih lre:r = 2l *J6i*Krvh
penting dan biaya O & P menjadi kurang penting. I
I

Contoh soal di atas menjadi lebih rumit bilamana kehilangan enerjijuga


diperhitungkan; Artinya ada satu vari,bel yang berpengaruh terhadap tiga
alternatif itu.Yang harus dilakukan lebih dulu adalah memperkecil biaya
sebelum membandingkan satu dengan lainnya. Hal ini dilakukan dengan
cara mendesain semua alternatif berdasarkan kehilangan enerji yang
berbeda-beda. Bila kehilangan enerji membesar, kecepatan air
membesar (kehilangan enerji proporsional dengan kuadrat kecepatan) \valiltt (ntis:tl I tltlltrrt)
---)
sehingga mengurangi penampang melintang dari masing-masing rata * rata
alternatif sehingga juga memperkecil biaya pembuatan masing-masing Load Factor (LF):
beban puncak
konstruksi. Namun, membesarnya kehilangan enerji menyebabkan
dibutuhkannya daya angkat pompa yang lebih besar atau memperkecil Setiap tahun pembangkit listrik berproduksi = 0.8*24*365* 100.000 =
total ketinggian (total head) dari pembangkit listrik. Hal ini akan 700.000.000 kwh
mempengaxuhi seluruh biaya dari proyek tersebut. Total biaya dari
setiap desain yang berbeda merupakan jumlah dari biaya pelaksanaan Hasil analisis biaya dari dua alternatif tersebut adalah sebagai berikut:
ditarnbah biaya yang berhubungan dengan kehilangan enerji. yang
paling ekonomis adalah desain dengan total biaya terendah. Contoh
a) PLTU
Biaya Modal 110.000 * $ 150 = $ 16.500.000.-
perhitungan hal seperti di atas akan didiskusikan pada sub bab 7.3.
Biaya Tahunan:
Contoh 2. Pem uatan Pernbangkit Listrik PLTU dan pLTA Bunga So * 16.500.000.- $ 1.320.000.-
Depresiasi (25 tahun)l ,4o/o * 16.500.000= S 230.000.-
Kuiper memberi contoh perbandingan pembuatan PLTU dan pLTA
seperti berikut ini. Pada suatu pengembangan industri pertambangan di
o&P $ 200.000,-
Asuransi dan Pajak = $ 200.000,-
Northern canada dibutuhkan pembangkit listrik dengan kafasitas
Harga BB batubara: 700.000.000* $0.005 = $ 3.500.000,-
I10.000 kw untuk melayani kebutuhan beban puncak 100.000 kw (ada
cadangan 10 %). Ada dua alternatif yang akan dianalisis:

a) PLTU di dekat dengan pusat pertambangan


Total $ 5.450.000.-
b) PLTA pada Churchill River dengan jarak 120 mil
90 A,nalisis Ekonomi Telorik

b) PLTA termasuk jaringan transmisi b) PLTA termasuk jaringan transmisi (tetap sama seperti sebelumnya)
Biava Modal 110.000 * S 450 = $ 49.500.000.- Biaya Modal 110.000 * $ 450: $ 49'500'000'-
Biaya Tahunan: \ Biaya Tahunan: Total
: $ 4'610'000'-
Bunga *
Io 49.500.000,- = $ 3.960.000,-
Depresiasi (40 tahun)0,4Vo * 49.500.000 = $ 200.000,- Dengan faktor beban tahunan yang lebih kecil PLTU lebih murah
o&P $ 250.000,- dibandingkan PLTA. Namun sampai seberapa jauh lebih murahnya?
Asuransi dan pajak $ 200.000.-
Untuk menjawab pertanyaan itu terlebih dahulu harus dicari harga Iistrik
yang harus ditawarkan pada konsumen dengan berbagai faktor beban
Total = $ 4.610.000.- urrt,if teAra pembangkit itu. Dengan prinsip perhitungan seperti di atas
maka besarnya harga listrik dari kedua macam pembangkit itu
dapat
Dari dua alternatif terlihat bahwa biaya tahunan untuk PLTA lebih dilihat pada tabel berikut ini:
murah. walaupun bia-v-a modalnya tiga kali lebih besar daripada PLTU.
Dari dua alternatif ini PLTA dipilih untuk dibangun. Faktor penentu
keputusan pembangunan PLTA ini adalah harga dari bahan bakar
batubara untuk PLTU yang lebih dari setengah harga biaya tahunannya.
Bahan bakar batubara ini harus diambil dan dibawa dalam jumlah yang
relatif kecil dibandingkan dengan jaraknya yang cukup jauh sehingga 0.1 00 ,388,000
harga satuannya menjadi relatip lebih mahal. Di samping itu alasan lain 0.150 131,400.000 2,607,000 4,610,000 19.84 35.08

pemilihan PLTA ialah tingginya faktor beban dari beban daerah industri 0.200 l 75,200,000 2,826.000 4,610.000 16. l3 25.3t
3,045,000 4,6r0,000 13.90 21.05
tersebut (0,8). 0.250 219,000,000
3,264,000 4,610,000 t2.42 t1 .34
0.300 262,800,000
I1.36 l5.M
Bilamana beban industri hanya diutamakan untuk pemukiman dengan 0.350 306,600,000 3,483,000 4,610,000
4,610,000 10.57 13.16
beban puncak yang sama tetapi faktor beban tahunan (annual load 0.400 350,400,000 3,702,000
9.95 I1.69
0.450 394.200,000 3,921,000 4.610,000
.factor) sebesar 0,5 maka: pembangkit listrik han.v-a berproduksl sebesar: 4,140.000 4,610.000 9.45 10.53
0.5 x 365 x24 x 100.000 : 438.000.000 kwh
0.500 438,000,000
4,359,000 4,610,000 9.0s 9.5'7
0.s50 48 l.800,000
4,578.000 4,6r0,000 8.71 8.7'7
0.600 s25.600.000
Sehingga hasil analisis biaya dari dua alternatif tersebut menjadi sebagai 4,6r0,000 8.42 8.10
0.650 569,400,000 4,79't,000
berikut: 613,200,000 5,016,000 4,610,000 E.l8 7.52
0.700
7.97 7.02
a) PLTU 0.750 657.000,000 5.235,000
5"454,000
4,610.000
4,610.000 7.78 6.58
Biaya Modal I10.000 * $ 150: $ 16.500.000,- 0.800 700,800,000
5,673.000 4,610,000 7.62 6.19
0.8s0 744.600.000
Biaya Tahunan: 0.900 788.400,000 5,892,000 4,6r0,000 1.47 5.85
BungaS%* 16.500.000.- = $ 1.320.000.- 0.950 832,200,000 6,1 I 1,000 4,610,000 7.34 5.54

Depresiasi (25 tahun)l .4oh * 16.500.000 $ 230.000.- 1.000 876,000,000 6,330,000 4,610,000 723 5.26

O&P = $ 200.000.-
Asuransi dan pajak $ 200.000.-
Harga BB batubara: 438.000.000* 50.005 = $ 2.190.000.- Bila digambarkan hubungan harga jual listrik dengan faktor beban untuk
PLTU dan PLTA. maka akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Total = $ 4.140.000,-
o9 Analisis Ekonotni Teknik
Perbandinsan Biava 93

15r
1O % kapasitas
A.
13.

12t
-
i --*- PLTU
50
I
q 40
_{
: _- PLTA
30

&
- 20
10
'tr
o
G
u0
10 20 30 40 50
G durasi beban tahunan 0/6

:E

o01a2()304050607@091 Dari grafik hubungan faktor beban dan harga listrik disimpulkan bahwa
Fdccrbt untuk faktor beban di atas 0,6 PLTA lebih ekonomis dan untuk faktor
beban lebih kecil dari 0,6 PLTU lebih murah. Dari kacamata ekonomi
maka yang paling baik adalah menggabungkan kedua pembangkit listrik
itu; yaitu PLTA dipasang dengan faktor beban 0.6 dan sisanya di mana
Dari gambar ini terlihat bahwa pertemuan dua grafik terjadi pada faktor faktor beban lebih kecil dari 0,6 disuplai oleh PLTU.
beban lebih besar sedikit dari 0,6. Dengan faktor beban yang lebih besar
Dengan melihat grafik hubungan durasi beban tahunan dengan kapasitas
dari 0,6 itu maka PLTA lebih ekonomis, sementara faktor beban kurang
dari 0.6 PLTLI lebih ekonomis. di atas maka dari total kebutuhan I10.000 kw kapasitas PLTA adalah
76.000 kw dan PLTU 34.000 kw sehingga biaya tahunan menjadi:
Bila di daerah industri pertambangan tersebut dibangun dua pembangkit
listrik (PLTA dan PLTU) walaupun ini tidak realistis pada kenyataannya a) PLTU
di lapangan, namun dari sudut analisis ekonomi proyek hanya dipakai Biaya Modal 34.000 * $ 150 $ s.100.000,-
sebagai pembanding dengan kondisi satu pembangkit listrik saja (PLTA Biaya Tahunan:
atau PLTU). Analisisnya adalah sebagai berikut: Bunga 8o * 5.100.000,- $ 408.000,-
Depresiasi (25 tahun) 7,4yo * 5.100.000 $ 71.400,-
Sebelumnya kita buat dulu grafik hubungan durasi beban tahunan
dengan kapasitas untuk faktor beban 0.6 seperti di bawah ini:
o&P = $ 70.000,-
Asuransidan pajak $ 70.000,-
Harga BB batubara:
0.5* 60Yo*24.000*24 * 3 65 * $0.005 $ 31s.400,-

Total Biaya Tahunan PLTU 934.800,-


94 Analisis Ekonomi Teknik Perhandinpan Rieva 95

b) PLTA termasuk jaringan transmisi a. Alternatif pertama dengan jaringan pipa dan stasiun pompa dengan
Biaya Modal 76.000 * $ 450 34.200.000.- kondisi sebagai berikut:
Biaya Tahunan: \ Biaya modal Rp. 60 Milyard,
Bunga 8%* 34.200.000,- 2.736.000,- Ketinggian enerji pompa (Head) adalah 200 m,
Depresiasi (40 tahun) 0,4oh * 34.200.000 136.800,- Efisiensi (E):0.8,
o&P 172.700,- Pada l0 tahun pertama Q: l0 *'/d"tik selama 3000 jam,
Asuransi dan pajak 138.200.- Setelah l0 tahun pertama Q = I 5 m3/detik selama 5000 jam,
Biaya Operasi dan Pemeliharaan Rp. 1,5 Milyard per tahunnya,
Total Biaya Tahunan PLTA = $ 3.183.700,- Umur pompa dan jaringan pipa adalah 25 tahun,
Umur proyek adalah 50 tahun,
Harga enerji adalah Rp.100,- per kwh.
Total Biaya Tahunan PLTU &PLTA $ 4.t 18.500,-
b. Alternatif kedua adalah terowongan dengan lubang pemasukan dan
Ternyata biaya tahunan gabungan dua pembangkit listrik lebih murah pengeluaran yang kecil dengan kondisi sebagai berikut:
untuk mensuplai kapasitas yang sama bila dibandingkan dengan Biaya modalRp. 110 Milyard,
penggunaan satu pembangkit listrik (PLTU atau pLTA) saja. Hal ini
Sesudah l0 tahun terowongan akan diperbesar dengan biaya
karena ada penggabungan pada faktor beban yang berbeda-beda, di atas Rp.40 M,
0,6 dipakai PLTA dan di bawah 0,6 dipakai PLTU. Dengan kata lain, Biaya Operasi dan Pemeliharaan Rp. 200 juta per tahunnya,
telah dilakukan suatu optimasi dengan variabel faktor beban. Umur terowongan ini adalah 50 tahun.
Bila bunga adalah 60Z, hitung mana yang lebih ekonomis!
7.2 Biaya Tahunan yang Bervariasi
Jawab:
7.2.1 Pengertian
Alternatif peftama:
Biaya tahunan proyek pembangunan sering tidak konstan, namun
bervariasi; Variasinya bisa berupa gradient series (bisa naik atau turun)
PI
l0*10*200 : 25.000 kw -+ l0 tahun pertama
atau tambahan biaya pada periode tahun tertentu. Hal ini bila digunakan 0.8
untuk membandingkan beberapa alternatif biaya tahunan akan sulit.
oleh karena itu cara termudah adalah dengan membuat semua biaya D1 - l0*15*200 : 37.500 kw -+ setelah l0 tahun pertama
yang ada menjadi biaya sekarang Qtresent value). Dari perbandingan 0.8
berdasarkan biaya sekarang nilai yang terkecil dari biaya sekarang ini Besarnya biaya enerji (BEl) l0 tahun pertama:
yang dipilih.
5000*3000*Rp 100 = Rp. 7,5 Milyard

7.2.2 Contoh Soal Besarnya biaya enerji (BE2) setelah l0 tahun pertama:
Contoh l. Membawa Air dengan Pipa dan Terowongan 3 7500*5000*Rp 100 = Rp.l 8,75Milyard

Suatu proyek untuk mengalirkan air dari suatu bangunan pengambilan Untuk membandingkan dua alternatif waktunya harus sama. Jaringan
ke suatu lokasi pelayanan air. Dua alternatif diajukan: pipa dan stasiun pompa mempunyai umur 25 tahun. Sedangkan umur
terowongan 50 tahun. Oleh karena itu untuk perhitungan stasiun pompa
Alalisis Ekonomi Teknik Perbandingan Biava 91

dan jaringan pipa umurnya juga dibuat selama 50 tahun. Caranya yaitu 7.3 Biaya Tahunan Dengan Varibel Yang Terkait
dengan memberi biaya modal di akhir tahun ke 25 yang besarnya sama
7.3.1 Pengertian
dengan biaya modal di awal tahun, yaitu sebesan Rp. 60 Milyard. Untuk
biaya enerji {ipakai yang BE2 karena setelah l0 tahun pertama debitnya Bila pada suatu usulan proyek ada beberapa alternatif yang diajukan
sebesar 15 m'/detik. Untuk biaya O & P adalah sama dengan periode 25 namun dengan fungsi yang sanra maka alternatif yang diambil adalah
tahun pertama. yang mempunyai nilai paling ekonomis. Dalam hal ini bila mempunyai
biaya tahunan yang konstan maka biaya tahunan ini yang dibandingkan.
Sketsa diagram alternatif pertama adalah seperti di bawah ini:
Namun bila biaya tahunannya tidak konstan maka dipakai harga
sekarang {Present lralue) untuk semua alternatif. Kedua hal di atas
sudah dijelaskan pada sub-bab 7 .1 dan'1.2.
Pada perencanaan teknik. sering terdapat variabel yang saling
terkait dan saling mempengaruhi. Perubahan variabel akan mempe-
ngaruhi perubahan konstruksi yang dibuat sehingga akhirnya juga akan
umur pipa & pompa 25 tahun untuk membandingkan biaya dengan altematip ll unrur mempengaruhi biaya konstruksinya. Dari beberapa alternatif yang
proyek diperparrjang sampai50 tahun
diajukan kemudian dihitung biaya yang berhubungan dengan
Harga sekarang dari altematif I (sampai umur 50 tahun): variabelnya lalu dijumlahkan dan diambil nilainya yang terendah.

60+60(F/P,6,25)+7,5(P/A,6,25)+18,75(P/A,6,40XP/F,6,10)+1,5(P/A,6,50) Sebagai contoh, untuk pembuatan jembatan ada hubungan variabel


0,233 7,360 1 5,40 0,5584 15,762 antara bentang dan pilarnya. Bentang pendek, membutuhkan jumlah
Rp.3 14,06 I Milyard pilar yang lebih banyak dibandingkan dengan bentang yang panjang;
demikian sebaliknya. Secara skematis dapat digambarkan seperti di
bawah ini.
Alternatif kedua:
Pada suatu proyek pembuatan jembatan ada tiga alternatif yang
iloM I JOM diajukan:

t 'l0 50
alternatif 1 dengan satu pilar.

Harga sekarang alternatif II:


I l0 M+ 40M(P/F,6,10)+0,2M(P/A,6,50) = 135,49M
0.5s84 t 5,762

Alternatif II lebih murah dibandingkan altematif I dengan alternatif 2 dengan dua pilar.

ratio = 314,0611135,49= 2,32


98 Analisis Ekonomi Telo:ik

Pilar Bentang
(rangka atas)
1la
Rp.2juta * LJ/ -
Biaya Modal Rp. I Milyard/tiaP Pilar
50 tahun 35 tahun
Unrur
o&P A.5 oh * biaya Modal 3%*BiayaModal
Bunga komersil 5% 50h

Prinsip analisis ekonomi secara skematis adalah sebagai berikut


adalah bentang (atau jarak antara pusat pilar ke pilar lainny'a)
untuk
L
setiap perubahan jumlah pilar; misal pilar satu buah maka
L adalah

2000i2:1000 nr" biia pilar dua buah L = 2000i3:667 nr datl


antar setiap
seterusn-va. Dalam soal ini dirninta jarak yang paling murah
pilar. atau dengan kata lain berapa jumlah pilar vang paling ekonomis"

Biaya biaya pilar Gisa linear atau non-linier) Jawab:

linier atau non-linier) Hubungan jumlah pilar dan bentang dinyatakan dalam persamaan:
aya bentang Oisa
1
2000
Bentang = (meter)
salah satu vanabel (misal jumlah pilar)
( iumlah pilar +I;
-+
Biaya tahunan satu Pilar:
Untuk masing-masing alternatif akan dicari biaya bentang dan Bunga : 5Vo*RPlMilYard Rp.50.000.000.-
pilarnya. Bila hasilnya seperti gambar diatas maka dari analisis ekonomi Depresiasi : (A/F.5,50) * Rp I Milyard Rp. 4.780.000.-
dapat disebutkan bahwa jembatan dengan dua pilar adalah yang paling O&P : 0.5%*RPlMilYard = Rp 5'000.000.-
ekonomis.
Rp.59.780.000.-
7.3.2. Contoh Soal Biava tahunan bentang:
= * Y312
Contoh 1. Perhitungan Pembuatan Jembatan Bunga : 5oh*RP2 juta*Y312 Rp.100.000 ,-

Depresiasi : (A/F.5.35) * Rp 2 juta * y3/l Rp. 22.14g.- * Y3l2


Pada suatu lembah yang cukup luas akan dibuat sebuah jembatan dengan
panjang total 2000 m. Dari hasil analisis teknis didapat biaya modal o&P 3 % * Rp 2 juta* Y3l2 = Rp 60.000.- '* Y3l2
untuk bentang dan pilarnya adalah hasil sebagai berikut :
= Rp.l 82. 149-- 'r Y312

I
Selanjutnya total biaYa tahunan antara jumlah pilar dan bentangnva
dibuat tabel sePerti di bawah ini:
i
100
Analjsis Ekonomi Tekn!\ Perbandin nBi t0l

\/ariahrl ]iava l ahrrrrarr Debit yang diambil sebesar Q: l0 m3/detik dan beroperasi selama 5000
l'r I Jr IlcrrIrn-s I)i l;rr I le n talg 'l i rt:r I K ctcrangarr jam per tahunnya. Biaya tahunan untuk pipa dengan berbagai macam
"iii;
diameter dinyatakan dengan persamaan : Biaya Tahunan : $2*D*juta.
(nrctcr) i (l(p.) (Rp.t
tl.' ul 1.0 I 6.2(,(i.0()() .1,8 19,1{4 1{.3 5l .l.t(\i). I (iti..
i.-.._...._....-- Hitung biaya yang paling murah untuk berbagai macam diameter pipa!
I tti I (,5 i iiii;itrii iiiiil j.ii;.;-tr.e.i i 4.li t-.1,J73.9.1 I

l() IO() r. I l:.820.000 3.6.12.r.tu0.000 ;.riti.a;)i,.iiiiil Jawab:


' iii" '
f-i I 9:i.600.0{}() 1,5 5
,0fl ii,7 {) .1.7 50.608.786
" "-"i1"'
_s t{
LV2 3000 v2 45 V2
AH:f _ =0.015 _
i)l I,155.18(r.()(r(l ,l7r 27r 520 4.71 li.(,53.520
'"'ri 8'l .l ?ll.(r,lx,5li
.l 5, r 60.000 3.396.91li.5
' 2i"'
I I

i :lr?.,).r a,.i,iiii j,j i i,4i,i;.ii'i


I5

4.7(,0..1.1(,.11 |
D2g DZg D2g
" "_l': ' ""8a,
i..ii.i tli, iiiii' i.)i,t.2it..,i i 4.#)2.()l9.l7
' "ia' '
I ...t9{ _ 5(X).00() 19.1.9{ 6.9-_i.i l,iirie,lJri,,.,il
t

paling rnuralr
P: 120 H - 120*(800 + AH) ku,
l(r 1.554,280.0(x) :l. l l5.tt.1,(,51 4.6li9.501.052
-' 21"' ]t I,6 I 4,060.(X)0 Biaya Modal stasiun pompa: 120*(800 + AH) *$ 250
I f .o78.721.9 t9 4 692 7t:-l 919
' 'i'i -' ...............t
'
""'':it"" 1t
61
i.?;iji4ai i,iiii
I,7ll.o2().o(x)
j.?iii. ilii.rait
()7{, 11.t,7.1
i
4.61)t).o20.'741)

4.'107.953.'t45 -- umur provck 25 tahun


" "'1ii'. " :t-- tI ou
/o
1.791.400.00() 2,925,967,31t 4.7 t9.361.3'1t
Bial'a
JJJ +.'J.i".T}JJJJ Bunga
.,J i }J J+JJJJJJ+J Depresiasi/Anrortisasi
Contoh 2. Perhitungan Pengisian Air dengan pipa dan pompa JJ+.TJJ.tJJJ
Pada suatu daerah ada pengisian air dari suatu sumber air ke sebuah
I JJJ JJ
JJ J
JJ JJ+J.l.JJJJJ
Operasi & pem
Biala Ene{i
Bia1"a tahunan pompa
reservoir dengan menggunakan pompa dan pipa. perhitungan biaya J+JJ+JJJ.'1JJ+.l,J Biaya tahunan pipa
dengan memakai diameter pipa sebagai variaber. Kondisi pengambilan
air seperti gambar di bawah ini: * Biaya Modal Stasiun Pompa
Bunga = 6 Yo
Depresiasi/Amortisasi (AlF,6,25) * Biaya Modal Stasiun Pompa
1'r j -- Operasi & Pemeliharaan : I yo * Biaya Modal Stasiun Pompa
BiayaEnerji = P*5000
plpa
t.=1000m
Biaya Tahunan Pompa = Fungsi (D)
bunga:6 %
2 Dalam persoalan ini D adalah variabel yang mempengaruhi biaya
AH = 0,015 L V tahunan dari pompa maupun pipa. Dengan D yang berubah-ubah maka
D'29
P = I20 H ku' besarnya total Head pompa juga berubah sehingga biaya modal untuk
Biava modal sr:rsrun pompa $250 perku pompa berubah yang menimbulkan perubahan biaya tahunannya.
kapasitas instalasi
Demikian pula hubungan D dengan biaya modal pipa (dalam soal ini
O &P I % biaya modal per tahun
lJmur provek 25 tahun telah diketahui hubungan biaya tahunan dengan berbagai macam
Braya enerji S0.005 perkwh diameter pipa). Jumlah total biaya tahunan pompa dan pipa diambil yang
paling murah. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
l,
t02 Analisis El<onomi Teknik

D A vZl2g AH H P Biaya Tahunan Total

Pompa Pipa

m m2 rnldet m m m MW Sluta $juta $juta

.00 12.74 E.2U 372.58 i72.5E 40.'n 6.Ol 2.00 8.62

.10 95 10.53 5.66 231.34 1031.34 21.'t6 5.82 2.20 8,02

.20 l3 8.85 3.99 t49.73 949.73 t3.97 5.36 2-40 7.76


paling
.30 33 754 2.90 r 00.35 900.35 08.04 s.08 2.60 1.68
murah
869.28 04.31 4 2.80 7 .71

PERAI{ RESIKODALAM
.40 54 6.50 2.16 69.28 9',1

.50 1'1 5.66 t.64 49.06 849.06 01.89 479 3.00 7'79

ANALISIS EKONOMI

8.1 Pengertian
Pada rekayasa teknik sipil, bangunan yang dibuat menghadapi
unsur risiko yang umumnya disebabkan oleh faktor alam. Bangunan-
bangunan di sungai, misalnya, menghadapi risiko terjadinya banjir
akibat tingginya curah hujan ataupun terjadinya gempa. Bangunan
gedung berlantai banyak juga menghadapi risiko gempa ataupun angin'
Risiko bisa terjadi dan mengandung konotasi adanya suatu peluang atau
kemungkinan Qtrobabiliry). Walaupun waktunya tidak bisa ditentukan,
namun berdasarkan data lampau yang direkam, unsur kemungkinan
untuk suatu periode tertentu dapat dicari dengan bantuan ilmu statistik.
Dari kemungkinan risiko yang terjadi maka analisis akan berkembang
ke faktor kerusakan/kerugian yang terjadi. Kerugian ataupun kerusakan
tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk kerugian ekonomis (economic
iosses). Secara logika dapat disebutkan bahwa semakin kecil
kemungkinan terlampauinya suatu kejadian alam yang menyebabkan
kerugian dan kerusakan maka semakin besar biaya yang dibutuhkan. Hal
ini karena dibutuhkan suatu tambahan untuk perkuatan konstruksinya.
Dalam analisis ekonomi, risiko yang terjadi harus dilibatkan dalam
prosesnya; artinya,'ada hubungan antara risiko dan biaya yang
dibutuhkan. 3 contoh soal dibawah ini diharapkan dapat menjelaskan
bagaimana peran resiko dalam analisis Ekonomi Teknik.
105
Alalisis Ekonomi Telsrik Peran Resiko Dalam Analisis Ekonomi

8.2. Contoh Soal

Contoh l. Peninggian Tanggul Untuk Pengendalian Banjir


setiap
Suatu daerah yang terletak sejajar dengan sebuah sungai besar
tahunnya *"niatami banjir ruiin meluapnya air sungai tersebut. 20 2000
"kibut sebesar Rp' 10
Sesudah dihitung secara ekonomi didapat nilai kerugian
240 I5 r 500 1740

terjadi banjir setiap tahunnya, yaitu besamya kerusakan 360 8 800 I 160
Milyard setiap^pada 400 900 paling murah
daeratr tersebut' Misalnya; Prasarana transportasi'
500 4
yani terjadi
kerusakan bangunan ataupun kerusakan daerah pertanian
dan lain 850 0.7 70 924
970
sebagainya. Oleh karena itu
banjir yang terjadi akan dicoba 950 0.2 20
I 150 0.07 7 I 157
perhitungan
ditanggulangi dengan mempertinggi tanggul sungai' Dari I 300 0.02 2 t3o2
nidrJdgi tefafr aitritung hubungan besarnya kemungkinan banjir yang
I 700 0.01 I I70r
dilampauiny a lprobafrfityof exceedance) dengan tiap ketinggian
tahunan
tanggul yang dit"ncanakan. Demikian pula besarnya -biaya
,nti[ seiiap-ketinggian itu telah dihitung. Pada persoalan ini diminta
untuk mencari total biaya yang paling ekonomis'
Dari analisis ekonomi proyek tersebut total biaya tahunan yang paling
Jawab
ekonomis adalah sebesar Rp. 900 juta dengan kemungkinan banjir
:

Sketsa daerah yang terkena banjir terlampaui sebesar 4o/o. Pengertian biaya kerusakan tahunan rata-rata
dapat disamakan dengan asuransi yang harus dibayar setiap tahun; untuk
kemungkinan terlampaui 4%o, misalnya, maka dalam hal ini setiap tahun,
selama dua puluh lima tahun, asuransi yang harus dibayar adalah Rp 400
juta.
daeEh l'ilg &amankaD'
Dari sudut ekonomi teknik juga dapat ditentukan periode ulang banjir
pada suatu daerah aliran sungai. Dari contoh soal, di atas kita ketahui
bahwa kemungkinan terjadinya banjir yang terlampaui merupakan
Setiap tahun, bila terjadi banjir, nilai kerusakan yang ditimbulkannya
kebalikan dari periode ulang banjir; untuk 4oZ, misalnya, periode
adalah sebesar Rp. l0 Milyard. Bila kemungkinan terlampauinya suatu
ulangnya adalah sebesar 25 tahunan (Q25); Sehingga pada perencanaan
banjir sebesar 2002, rata-rata setiap tahunnya akan menimbulkan pengendalian banjir untuk daerah ini, hasil analisis ekonomi teknik
kerugian sebesar zoyo * Rp.lo Milyard sama dengan Rp.2 Milyard,
sekaligus merekomendasikan periode ulang yang dipakai untuk dasar
untuk 15% kerugian sebesar Rp.l,5 Milyard dan seterusnya'
perencanaan. Bilamana dianggap bahwa biaya tahunan untuk setiap
Karena setiap perubahan ketinggian tanggul biaya tahunannya sudah peninggian tanggul sudah benar; demikian pula hubungan antara
diketahui, demikian pula untuk hubungan ketinggian tanggul dengan peninggian tanggul dengan bermacam-macam kemungkinan terjadinya
kemungkinan terlampauinya kejadian banjir dapat dibuat tabel total banjir yang perhitungannya secara teknis sudah benar maka dalam
biaya dari biaya tahunan dan kerusakan rata-rata tahunan. Total biaya contoh soal di atas ditunjukkan pula periode ulang yang paling ekonomis
yang paling murah adalah yang paling ekonomis. Hasilnya adalah tabel dipakai. Dari contoh soal di atas dapat disimpulkan bahwa periode
di bawah ini. ulang yang makin besar tidak berarti yang paling ekonomis, karena bila
Peran Resiko f)alam Analisis Ekonomi 107

periode ulangnya memakai Q500 (atau kemungkinan banjir sebesar


- Rp. 1,2A59 M + 0,12059x
Q500 adalah 0,2yo) total biaya tahunannya adarah Rp.970 juta, lebih - Gempa I oh* 2 : Rp. 0,020 M
besar bila dibandingkan dengan memakai e25 yang hanya Rp. eoo
luta.
: Rp. 1,2259 M + 0,12059x
Contoh 2. Resiko Gempa Terhadap Gedung Bertingkat Rp. 1,2659M : Rp. 1.2259 M + 0,12059x
Pada suatu perencanaan gedung bertingkat yang didasarkan pada beban x: Rp. 0.332M
sementara akibat gempa didapat besarnya biaya modal adalah sebesar
Rp l0 Milyard. Di samping itu kemungkinan sebesar lyo setiap tahun Jadi tambahan biaya modal untuk memperkuat bangunan gedung
tersebut = Rp. 332 juta.
untuk terjadinya gempa akan menimbulkan kerusakan sebesar Rp 6
Milyard. Perencana diminta untuk mendesaian pertambahan kekuatan
bangunan dengan kemungkinan terjadinya gempa masih sebesar loz Contoh 3. Resiko Badai dan Banjir Terhadap Bangunan
namun dengan kerusakan yang nilainya sebesar Rp 2 Milyard. Bunga Hortikultura
komersil yang berlaku adalah sebesar 7o/o. lJmur bangunan adalah 30
Suatu perusahaan hortikultura ingin mempercepat waktu panen suatu
tahun. Total biaya o&P, pajak, asuransi adalah 4yo dari biaya modal,
tanaman. Dua alternatif diusulkan. Alternatif pertama dengan mem-
berapa tambahan biaya modal pertambahan kekuatan bangunan yang
bangun pada lokasi tanaman tersebut bangunan dari kerangka kayu dan
diperlukan?
atap dari plastik. Biaya modalnya adalah Rp. 200 juta dengan umur
Jawab: adalah l0 tahun. Disebabkan besarnya badai dan banjir yang sering
Biaya modal Rp. l0 Milyard melanda daerah tersebut. setiap tahun, dengan kemungkinan
terlampauinya suatu badai besar sebesar 20%o menimbulkan kerusakan
Besarnya biaya tahunan:
sebesar Rp 40 juta sena kemungkinan terjadi banjir sebesar 5%o yang
BungaT%o *10 = Rp. 0,7 M
Depresiasi (A/F,7,30) * 10
menimbulkan kerusakan sebesar Rp 100 juta. Alternatif kedua adalah
=Rp 0,1059 M
membuat bangunan kerangka baja dengan atap "fibre-glass". Umur
O & P, pajak, asuransi 4 %6 * lO = Rp. 0,4 M bangunan adalah 50 tahun dengan terjadinya kemungkinan
terlampauinya suatu banjir sebesar l%o dengan total kerugian Rp 50 juta.
= Rp. 1,2059 M O & P untuk masing-masing alternatif adalah 2oh dari biaya modal
Gempa I Yo* 6 Rp. 0,060 M masing-masing. Bila bunga komersil yang berlaku adalah 8%, hitung
besarnya biaya modal untuk alternatif kedua.

= Rp. 1,2659 M Jawab:

Sesudah direnovasi: Alternatif I


Biaya modal menjadi Rp l0 M + Rp. x Biaya modal Rp. 200 juta
Besarnya Biaya tahunan: Besarnya biaya tahunan:
- Bunga 7 Yo *(Rp l0M+Rp.x) Rp. 0,7 M+0,07 x Bunga 8oh * 200juta = Rp. 16 juta
- Depresiasi (A/F,7,30)*(Rpl0M+Rp.x) Rp. 0,1059 M + 0.01059x Depresiasi (AlF,8, I 0)*200juta = Rp. 13,806 juta
- O &. P, pajak, O&P2oh*200juta : Rp. 4 juta
- asuransi 4 %*(Rpl0M+Rp.x ) Rp.0,4 M+0,04
Rp. 33.806 juta
Analisis Ekonomi Telorik

Kerusakan tahunan rata-rata:


Badai 20 % * Rp. 40 juta Rp. 8 juta
Banjir5%*Rp. l00juta = Rp. 5\ juta

Total biava tahunan = Rp. 46.806 juta


l

Alternatif II
Biaya modal Rp. x HUBUNGAN MANFAAT - BIAYA
Besarnya biaya tahunan:
*x (BENEF\T - C1ST )
Bunga 896 Rp. 0.08 x
Depresiasi (A/F,8,5 0)*x Rp. 0.00174 x
: O&P2o/o*x Rp. 0,02 x

=Rp 0.10174 x
Kerusakan tahunan rata-rata:
Banjirl%*Rp.5Ojuta : Rp- 0,5 juta
Pada Bab sudah dijelaskan perbandingan biaya untuk
vII
Total biaya : Rp. 0,5juta + 0. l0l 74 x bermacam-macam kondisi. Lebih lanjut pada bab tersebut
juga dibahas
beberapa cara untuk menghitung perbandingan biaya dengan beberapa
Rp. 0,5juta + 0. l0l 74 x = Rp. 46,806 juta alternatif dan contoh-contoh perhitungannya. Kesemuanya itu
x=455.l4juta juga
mempunvai manfaat vang sama. Bila alternatif yang diajukan
memberikan manfaat yan berbeda-beda maka dipakai cara analisis
Biaya modalalternatif II = Rp.455.14 juta hubungan manfaat dan biaya seperti yang akan di.ielaskan berikut ini.
pada bab ini akan di.ielaskan hubungan manfaat dan biaya seperti yang
sudah disebutkan pada Tabel 7.1 kategori B.

Menurut Kuiper, ada tiga parameter yang sering dipakai dalam


analisis manfaat dan biaYa, Yaitu:
1. Perbandingan Manfaat dan Biaya (Benept/Cost atau B/C)
2. Selisih Manfaat dan Biaya (Net Benefit)
3. Tingkat Pengembalian (Rate of Return)

Ilustrasi di bawah ini mencoba menggambarkan bagaimana tiga


parameter itu berperan dalam analisis hubungan manfaat dan biaya.
ll0 An alisis Ekonorni Teknik Hubungan l{anfaat'Biava (Benefit'Qost\ 1ll

9.1 Perbandingan Manfaat dan Biaya (B/C) Lalu manakah yang dipakai, B/C atau B/C*? Oleh Kuiper dijelas-
kan sebagai berikut: Kenyataan yang ada di lapangan, yang dipakai
adalah B/c karena sesungguhnya biaya o & P merupakan bagian dan
biaya keseluruhan proyek yang harus dikeluarkan. Di samping itu
pendapatan tunai atau manfaat bertambah secara akumulatif pada suatu
kelompok sosial yang jadi obyek perencanaan. Misalnya, manfaat
3tt 126,,n dengan adanya proyek adalah lokasi dari kelompok tersebut yang
manfaat Rp252.iuta
menjadi aman dari banjir dengan periode ulang tertentu. Sedangkan
biaya proyek termasuk O & P merupakan produk dari kelompok lain
(pemerintah misalnya) akibat membangun suatu bangunan tertentu yang
B Rp. 252 juta membutuhkan biaya O & P agar umur proyek dapat terpenuhi. Oleh
+ Rp. 5Ojuta
= 1.40
= Berdasarkan
sebab itu pengurangan o & P dari biaya proyek atau sebagai komponen
C Rp. 100 juta - Rp. 3Ojuta
pengurangan dari biaya manfaat merupakan suatu tipuan dalam
.tJv memperbesar ratio manfaat dan biaya (B/C).
bunga depresiasi O& P

9.2. Selisih Manfaat Dan Biaya (B-C)


* (P/A, 5. 30)
Rp. 252juta 3. 873 M Berdasarkan
l lO-
C *
Rp2M + 5Ojuta (P/A,5,30) 2,769M nilai sekarans Dari contoh sebelumnya maka B-C dapat dihitung sebagai berikut:
Berdasarkan tahunan : B-C: 252juta- 180 juta: Rp. 72 juta
Berdasarkan nilai sekarang : B-C : 3,873}d-2,769M = Rp. 1,104 M
Perhitungan di atas dilakukan dengan memasukkan unsur O & P sebagai
bagian dari biaya. Bila kita melihat dari awal proyek. seakan-akan biaya Pada perhitungan B-C tidak ada pengaruh dengan mengurangkan biaya
yang diperlukan hanya biaya modal (untuk contoh di atas sebesar Rp 2 O & P dari biaya proyek karena hasilnya akan sama.
M), dan biaya O dan P dianggap merupakan pengurangan dari biaya
manfaat. Bila kita lakukan berdasarkan tahunan maka hasilnya adalah Marilah kita hitung contoh di atas dengan berbagai macam tingkat bunga
sebagai berikut: komersil yang berlaku, dengan hasil seperti tabel di bawah ini.

B Rp' 252 juta - Rp' 50 juta :


, - 1.55
= Berdasarkantahunan IJrdasar lahunan Berdasar nilai sekarang

C Rp. 100 juta + Rp. 30 juta Manlaat Biava MMIMI Biaya Keterangan

(t ) (c) B.C t]/c (B) (c) B-C BIC

( Rp. 252 juta - Rp. 50 juta) * ( P/A, 5, 30 ) Rp.M Rp.M Rp.M Rp.M
B
-.; : 1.55 Berdasarkan
C Rp.2M = U.U 0. 57 0. tt7 0.1 35 z.t6 /.)ou J.)UU 4.060 2.t6 Sangat bagus

5.0 0.252 0.t80 0.077 1.40 3.874 2.769 l.105 1.40 bagus
nilai sekarang 8.0 0.252 0.227 0.025 l.l I 2.837 2.563 0.274 l.lt hampir marginal
9.4 0.252 0.252 0.000 1.00 2.500 2.496 0.004 1.00 mrginal
Dari perhitungan di atas. dengan tidak memasukkan unsur biaya O & P, 10.0 0.252 0.762 -0.010 0.96 2.376 2.47 t -0.096 0.96 jelek (ncgatip)
0.252 .655 2.328 -o.674 0.7 t jelek (negatip)
nilai B/C yang dihasilkan lebih besar karena perbandingan manfaat dan 15.0 0.155 -0. I 03 0.'t I I

biaya lebih besardari satu, yaitu berubah dari B/C: 1,4 menjadi B/C*:
1,55. Bila perbandingan nilai manfaat dan biaya lebih kecil dari satu
maka dengan tidak memasukkan unsur O & P dalam biaya maka B/C+
akan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan nilai B/C.
Hubungan Mar!@t.Biava @enefit'Cost) ll3
A.nalisis Ekonomi Teknik

Daritabel itu dapat dilihat bahwa makin tinggi tingkat suku bunga maka nunjuk kelayakan yang berbeda maka pihak perencana dan investor
selisih manfaat dengan biaya akan makin kecil. Bahkan pada tingkat harus melihat faktor di luar parameter itu, seperti kemampuan modal
suku bunga 9.4%o selisihnya menjadi nol sehingga proyek ini dapat yang ada, tingkat suku bunga dan lain sebagainya untuk dipakai sebagai
dikatakan marginal. Demikian pula untuk ratio manfaat dan biaya (B/C). evaluasi selanjutnya.
Pada tingkat marginal ratio itu sama dengan l.
Contoh I
Ada tiga alternatif proyek yang ditawarkan kondisi seperti gambar di
9.3 Tingkat PengembalianlRate of Return (RJR)
bawah ini.
Definisinya adalah tingkat suku bunga yang membuat manfaat dan Proyek A
biaya mempunvai nilai yang sama atau B - C : 0 atau tingkat suku
bunga yang membuat B/C : 1

Pada contoh sub-bab 9.2 di atas tingkat pengembaiian RR adalah


9.4%. Bila biaya dan manfaat tahunan konstan perhitungan RR dapat
dilakukan dengan dasar tahunan, tapi bila tidak konstan dapat dilakukan
dengan dasar nilai keadaan sekarang Qtresent value) dan dicari dengan
cara coba-coba (trial and etor) seperti pada Bab V. Yang harus diingat
ialah bahwa parameter RR ini tidak terpengaruh dengan bunga komersil
yang berlaku sehingga RR ini sering disebut dengan istilah Internal Rate
of Return. Bila besarnya RR ini sama dengan besarnya bunga komersil
Proyek B
yang berlaku maka proyek dikatakan impas, namun bila lebih besar
dikatakan proyek ini menguntungkan.
Dari tiga parameter ini tidak ada yang paling baik karena pada
suatu kondisi dengan analisis yang mendetail akan didapatkan salah satu
parameter yang akan dipakai. Di samping itu sering tidak terjadi
konsistensi mengenai hubungan ketiga parameter itu. sehingga bisa
terjadi RR besar tetapi B/C nya kecil atau sebaliknya, bisa terjadi pula
B/C besar tetapi B-C nya minimum.

Proyek C
9.4 Contoh Soal Hubungan Manfaat Dan Biaya
Keempat contoh di bawah ini akan memberikan ilustrasi bagaimana
parameter berperan dalam menentukan pilihan dari alternatif yang
dipakai sebagai ukuran keberhasilan suaru proyek (Kuiper, l97l). Di
samping itu contoh-contoh ini juga menunjukkan ketidak konsistennya
antar parameter B/C, B/C*, B-C dan RR sehingga bila pada suatu proyek
RR yang dipakai sebagai tolok kelayakan teknis. harus dikaji lebih lanjut
berapa besar parameter yang lainnya. Bila parameter-parameter me-
Analisis Ekonomi Teknik Hubungan Manfaat'Biaya (Benefit'Cost\ 115

Dengan 3 macam bunga 39/o, syo dan 7 o/o, maka B/C, B/C*, B-C dan RR Contoh 2
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tiga alternatif proyek dengan kondisi seperti di bawah ini


t,.v.
Bunga Manfaal Biaya Btc B/Cr B{ R.R. Keterangan Proyek A1
(v"l (RD.) (RD.) (n/"1
t llbt JVZ .oJ t.6 / E70
Proyck A 5 I 887 301 .44 1.58 58J) t2 RR tcrbcsar Rp 500,-
7 l6r8 248 .30 t.37 370 B/C tcrbesar untuk 7 70
3
-1i|1-' 392 .77 2.08
'i'oao
Proyek B 5 t937 307 .48 1.63 610 t0 B/C lerbesar untuk 5olo
7 I 568
-11i1'-'
248 .25 t.32 t20
'ii,4-o'
3 t392 .96 2.34 B/C terbesa, untuk 3 7o
Proyek C 5 t927 r307 .47 t.62 620 8
1 l4t8 1248 .t4 t.t7 170

Dari tabel di atas dapat disimpulkan:


L RR terbesar adalah untuk proyek A,yaitu l2oA.
2. Bila bunga 3%o maka B/C terbesar untuk proyek C, yaitu 1.96
Hal ini karena manfaat yang lebih besar di proyek c terjadi di akhir
umur proyek.
3. Bila bunga 5%o maka B/C terbesar untuk proyek B adalah l.4g 30 uhun
4. Bila bunga 7%o maka B/C terbesar untuk proyek A adalah L3 manfaat
Hal ini karena manfaat yang lebih besar di proyek A terjadi di awal 126_-
umur proyek
5. Bila B/C terbesar, B-C juga terbesar
Hal ini karena biaya modal dan O&P untuk ketiga proyek adalah Proyek C1
sama. Kesimpulan ini hanya untuk jenis proyek dengan alternatif
seperti di atas. Umumnya tidak ada konsistensi B/C terbesar B-C
juga terbesar. Parameter B/c mungkin lebih baik untuk alternatif
proyek tertentu, dan B-C untuk alternatif yang lain.
6. Manfaat bila pada awal umur proyek lebih dominan maka dapat
dipakai bunga yang lebih besar.
(Benefit'Cost) r17
I 16 Flubungan Manfaat-Biava
Analisis Ekonomi Teknik

l. Tidak ada konsistensi antar tiga parameter (B/C, B-C dan RR) dalam
Hasil analisis manfaat dan biaya dengan bunga syo,7yo dan l}Yo seperti
menunjukkan mana yang paling ekonomis dari beberapa alternatif
tabel di bawah ini.
p.oy"k yang diusulkan. Orang dapat mengemukakan contoh yang
di mana B/C akan menunjuk pada satu alternatif
iak- terhingga
P.V. P.V. froy"k, g16 akan menunjuk pada alternatif proyek yang lainnya'
yang lain dari
Btc Blc* bemikian juga RR, akan menunjuk alternatif proyek
Bunga Manfaat Biaya B-C R.R. Keterangan
(%) (Ro.) (Rp.) (%l
5 I IU) 654 t.69 l.vt 451 lrlcterbesar unfuk semua
yang diindikasikan oleh B/C ataupun B-C'
-S"ria*,
Proyek Al 7 894 624 t.43 1.54 270 t2 bunga menghitung parameter-parameter tersebut, pertimbangan
l0 pada
674 594 l.l3 t.t7 80 RR terbesar
yang lebih rnendatam sangat dibutuhkan sebelum sampai
B-C terbesar untuk bunsa ? yo
5 1937 1307 1.48 L63 63ii ."teksi akhir dari alternatif-alternatif proyek yang dipilih'
Proyek Bl 7 I 568 t248 1.25 t.32 320 t0 B-C terbesar un$k1 Yo 2. Bunga yang dipakai adalah faktor yang
sangat penting .dalam
l0
rn"nit it ngliaya dan manfaat. Perubahan bunga yang dipakai dapat
l 188 1 188 l.00 1.00 0
) 3344 2614 t.28 Tiit B{
menlubahlilihan proyek, baik itu berdasarkan B/c ataupun B-c.
1.36 tcrbesar untuk 5 %
Proyek CI 7 2706 2496 1.09 l.l0 2t0 8
l0 2057 2377 0.87 0.84
jauh
Dua contoh terakhir di bawah ini akan menunjukkan lebih
ketidak-konsistenan antar parameter (B/C' B/C*' B-C
Dari tabel di atas dapat disimpulkan: dan RR)'
Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasikan p'ra perencana
bahwa
l. RR terbesar untuk Proyek Al, yaiat 12 oh
dalam keabsahannya pada
2. B/C terbesar untuk proyek AI dengan tiga macam bunga itu. tidak ada parameter satupun yang lebih baik
perencana
.r. Ada konsistensi RR terbesar B/C terbesar di proyek A1. Hal ini analisis manfaat biaya untuk proyek. Dengan demikian baik
berlawanan dengan contoh pertama di mana hasilnya adalah maupunpemilikproyekdapatmelakukananalisislebihlanjut
sebaliknya untuk bunga-bunga yang kecil. Hal ini disebabkan untuk berdasarkan hasil dari analisis ekonomi teknik. Pertimbangan-
pertimbangan lain yang menyangkut hasil analisis teknik, sosial
dan
ketiga proyek di atas (Al, Bl dan Cl) mempunyai biaya tahunan
dan biaya manfaat konstan (handingkan dengan contoh l). Oleh AMDAL p'ertu dikaji tebitr tanlut. Artinya dengan ketidak-konsistennya
ulang studi
karena itu proyek dengan RR yang lebih besar mempunyai BIC yang ketiga parameter dalam analisii ekonomi teknik maka kajian
eksternal
lebih besar juga, tanpa melihat bunga komersil yang ada. kelalyakan diperlukan dengan memasukkan unsur-unsur
4" Untuk B-C dengan bunga 5% proyek Cl yang terbesar lainnya yang mendukung kelayakan proyek'
Untuk B-C dengan bunga 7Yo proyek B I yang terbesar
Contoh 3
Untuk B-C dengan bunga l0% proyek Al yang terbesar
Penyebabnya adalah dengan bunga yang kecil maka porsi biaya
manfaat pada proyek Cl lebih dominan sehingga B-C menjadi yang Proyek A2
paling besar (lihat B-C:-730, 630 dan 451). Walaupun demikian I{p l1)0{).-
Bunga 5'%
Biaya talrrrnan : RP 85--
proyek Cl mempunyai RR yang paling kecil diikuti Bl dan Al
Marrfaat tahunan: RP I 26'-
mempunyai RR yang paling besar. Maka dari itu, ketika bunga B/C 1.48
mulai ditingkatkan, B-c proyek cl langsung turun drastis bahkan B/C* t.63
pada bunga l0% menjadi negatif, lalu diikuti proyek Bl dan terakhir B-C Rp 4l--
RR lO Yo
dengan bunga llyo,B-C pada proyek Al masih positif, yaitu Rp g0,.

Dari dua contoh di atas Kuiper menarik dua kesimpulan penting, yaitu :

L
ll8 Hubun gan ]r{anfgst-Biava (Benefi t-Cost) ll9

Proyek 82 Proyek 83
Rp It)00.- Bunga . 5 9'o Rp Ii)00.-
Binya tahunan Rp 265,- I Bunga : 5 %o

:
jI Manfaat tahunan Rp 365.- I

I
Biaya tahunan
Manfaat tahunan ;
Rp 265.-
Rp 365.-
B/C l.i8
B/C 1.38
p B/C* 2.54
B/C* 2.54
B-C Rp 100,- B-C Rp 100,-
30 tahun RR 16 ot'u o/a
RR l6
nranlaat
365.

Dari dua alternatif itu proyek 82 kemungkinan besar akan dipilih Pada contoh ini proyek ,A'3 membutuhkan investasi yang besar (Rp
dengan parameter-parameter: B-C adalah Rp 100,- dibandingkan dengan 10.000.-) tapi tidak diperlukan O & P, sedangkan proyek 83 investasi
Rp 41,-, juga RR l6% dibandingkan dengan l0%. Walaupun demikian kecil (Rp 1000.-) tapi diperlukan setiap tahunnya O & P yang besar (Rp
B/C proyek A2 lebih besar, yairu 1.48 dibandingkan dengan B/C proyek 200,-). Parameter B/C* ataupun RR dari proyek 83 jauh lebih besar dari
'B2yang hanya 1.38; Tetapi hal ini ditangkis dengan B/C+ pada proyek proyek A.3 disebabkan oleh rasio antara manfaat dengan biaya modal
B2 yang lebih besar, yaifi 2.54 dibandingkan BIC* pada proyek A2 (berdasarkan analisis keadaan sekaranglpresent value) dengan tidak
yang hanya 1.63. memasukkan unsur O dan P.

Bila kedua alternatif proyek berada pada daerah di mana ada kelebihan Bila berdasar pada adanva investasi siap pakai berapapun besarnya maka
tenaga kerja, dan biaya O & P pada proyek 82 lebih banyak untuk proyek A3 akan lebih baik dipilih mengingat besarnya B-C per tahun
membiayai tenaga kerja tersebut maka proyek 82 akan lebih menarik. (Rp 550) yang diperoleh dibandingkan B-C proyek 83, tanpa melihat
Umumnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia sumber parameter B/C, B/C* maupun RR yang ada. Pada kondisi investasi yang
daya manusia lebih murah dibandingkan dengan negara-negara maju terbatas maka proyek 83 akan lebih baik dipilih.
maka direkomendasikan untuk memilih proyek 82.
Dari sini terlihat bahwa perhitungan bila hanya berdasar pada parameter-
parameter tersebut tidak cukup untuk mengambil keputusan pemilihan
Contoh 4
proyek. Parameter harus dikaji ulang dengan kondisi yang lain.
Pada contoh 3 dan 4 dapat ditemukan parameter B/C* dan RR yang
Proyek A.3
menentukan suatu pilihan yang sama dari alternatif yang ada. Sekilas
Proyek A2 pandang hal ini tampaknya cukup rational. Bila kita mengurangkan
Rp't0.000,- Bunga : 5o/"
unsur O & P dari manfaat tahunan, hanya ada pemasukan tunai tahunan
Biaya tahunan : Rp. 650,-
Manfaattahunan : Rp 1200,. (annual cash income) yang harus dibandingkan dengan biaya modal.
BlC : 1.85
Dari Perhitungan B/C* yang merupakan rasio antara pemasukan tunai
B/C* : 1.85
B-C : Rp 550,- tahunan dengan jumlah unsur bunga dan depresiasi, seakan-akan kita
RR : lOYo dapatkan sifat yang mirip dengan RR artinya B/C* dan RR menunjuk
alternatif yang sama. Untuk suatu kasus tertentu ini dapat terjadi. Tapi
umumnya hal ini tidak selalu demikian. Pada contoh I untuk bunga
l2O Analisis Ekonomi Telmik I{ubuoganlltanfq?t'Biava (Benefrt'Cost) t2l

sebesar 3o/o, parameter B/C* menunjuk proyek C dan parameter RR Contoh Perhitungan
menunjuk proyek A.
Tabeldibawahinimerupakanusulansuatuproyekpeningkatandaerah
berapa besarnya
9.5. Penentuan Manfaat irigasi seluas 10.000 ha. bari tabel ini diminta mencari
(B/c).
Manfaat dari suatu proyek dapat diklasifikasikan menjadi: seisih manfaat dan biaya (B-C) dan ratio manfaat dan biaya
L Manfaat langsung: yaitu manfaat yang langsung dapat diperoleh dari
suatu proyek
Contohnya: - pembangunan PLTA menghasilkan listrik
-
pembangunan jalan tol
-
perlindungan daerah terhadap banjir.
Petemal(an (urnur *)
2. Manfaat tidak langsung: Mesin-mesin (umur l0 tahun)
Contohnya: -
pembuatan suatu jembatan yang membuat suatu bangunan (umur 40 tahun)
Perbaikan tanah (umur -)
daerah menjadi berkembang industrinya
Pekerjaan irigasi (umur 50 tahun)
- karena PLTA yang dibangun di suatu daerah, maka,
tingkat pendapatan pemerintah dari pajak jadi 800,000 1,600,000
Pcnjualan ternak
meningkat. Penjualan susu 300,000 700,000
3. Manfaat nyata (tangible benefit): yaitu manfaat nyata yang dapat 400,000 600,000
Penjualan gula dan jagung
300,000
diukur dalam bentuk suatu nilai uang. Penjualan rumPut makanan temak
2s0,000
Pembayaran untuk air irigasi
4. manfaat tidak nyata (intangible benefit) Pembayaran untuk biaYa Penanian t00,000 200,000
50.000 1 50,000
Contohnya: - perasaan aman terhadap banjir sesudah adanya proyek Sewa tenaga kerja
80,000
pengendalian banjir

Manfaat tidak langsung merupakan phenomenom yang kontroversial. Bila I


petak biaya hidup untuk satu keluarga
: $ 2500 maka analisis
karena manfaat ini menurut Kuiper sangat sulit untuk ditentukan sehingga menjadi sepertitabel di bawah ini:
dalam perhitungannya akan muncul pilihan yang berubah-ubah. Di
samping itu orang dapat berargumentasi bahua setiap investasi baik itu
Scbclum irigasi Sesudah irigesi
dari pemerintah, masyarakat maupun swasta, mempunvai manfaat tidak 5Yo 5 o/o
Bunga komersil 50
langsung. Oleh sebab itu manfaat tidak langsung tidak dapat mendukung lumlah netak l0
(os+o.r+o.l) L500.ooo (1,6+0,7+0,6+0,3) J.zuu.uuu
proses analisis ekonomi proyek untuk menentukan yang paling ekonomis Pcodrprtro iuta -
iuta=
dari beberapa alternatif. Berdasar hal di atas dan alasan-alasan lain U.S. .[iiriG''g.,*ubirye lu).(ruu
Pcrtsrirn
Inter-Agency Committe on Vl/ater Resources (1958) menyimpulkan Finencid:
25.000 50.000
- Pctrnakan (umur -) 5 %
bahwa dari pandangan publik secara nasional, manfaat tidak langsung - Mesin-mcsin ( l0 thn) | 2'95 % 181.300 271.950
29.150 8 r.620
mempunyai arti yang kecil dalam memformulasi-kan proyek ataupun - Bangunan (40 tahun) 5.83 % 30.000
- Perbaikan tanah (umur -)
justifikasi ekonomi. - Sewa Pekerja 50.000
t--lulio- l 50.000
'
* 25.000 + 1 50.000 + %)t1_9 -
- tliaya hiduP kcluarga 2500
Uraian berikut han.va nrenfokuskan pada manfaat langsung yang nlrata. petak
1.0tt9.s50 2.266.430
Ircndrpetn n
Dengan contoh perhitungan seperti di bawah ini diharapkan dapat t.l 76.ltlt0

mempe{elas penentuan manfaat suatu proyek.


19.) Analisis Ekonomi Teknik Hubungan Manfaat'Fiava (Benefrt'Cost\ 123

Seringkali pula terjadi bahwa adanya suatu proyek tidak didasarkan


Bieys Model Pelaksanaan
Irigasi = 4lll analisis di atas tetapi tergantung pula dari kebijakan penguasa negara,
Biaya Tahunen : baik menyangkut aspek politik, sosial serta kondisi ekonomi negara'
untuk yang pertama secara implisit sering ditemukan pada suatu jenis
- Bunga: 5 7o 200.000
- Depresiasi : 0.478lo t9.t20
-O&Puntukirigasi 80.000 + proyek tertentu, di mana walaupun hasil studi menyatakan proyek tidak
Total BiaYe'I'ehunan 299.120 iayak, tetapi disebabkan oleh kebijakan politik dari penguasa maka
pioyek tetap ditatcsanakan. Tertang aspek sosial dikatakan oleh Kadariah
akk. (rqzt) bahwa proyek memberikan dan menghasilkan pengembalian
Jadi selisih manfaat (pendapatan) dan biaya (B-C) :
sosial atau social return terhadap pemerintah dan masyarakat. Untuk
1. I 76.880 - 299.120: Rp. 877.780,- riilnya tolok ukur aspek sosial ini sangat sulit karena bersifat intangible
Ratio manfaat dan biaya (BiC) : sehingga nilainya tidak dapat dikonversikan ke suatu nilai uang.
1.176.8801299.120 :3,93 umumnya sudut pandang rekayasa dan kajian aspek sosial ini
memberikan hasil yang berupa kecenderungan (Gany, 1992). Mungkin
yang bisa dilihat adalah bahwa dengan adanya suatu proyek pada suatu
Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa dengan adanya peningkatan daerah maka akan menaikkan pendapatan masyarakat setempat, rasa
irigasi di suatu daerah akan mendorong kegiatan lain untuk dikembang- keamanan yang lebih besar dan rasa kenyamanan. Tetapi yang jelas,
kan juga. Adanya peningkatan irigasi ini secara kuantitatif memberikan aspek sosial ini bila dilihat, dikaji dan dianalisis secara mendetail, akan
kontribusi kenaikan manfaat (lihat tabel sebelum dan sesudah adanya mirupakan parameter ataupun uraian yang keluarannya (output) bersifat
irigasi). Untuk nilai jual tanah, walaupun tidak merupakan parameter kualitatif. Di samping hal tersebut diyakini oleh para pakar yang terkait,
untuk perhitungan manfaat (B) dan biaya (C), namun dapat dipakai khususnya di dalam rekayasa sosial seperti yang diungkap salah satu
sebagai indikator bahwa manfaat adanya irigasi membuat daerah itu pakar, C. Parret (1973) dari Montana Department of Natural Resources
menjadi lebih bernilai (nilaijual tanahnya menjadi meningkat). and Conservation, Amerika Serikat, bahwa aspek sosial ini memberikan
kontribusi terbesar terhadap suatu sasaran dan tujuan yang diinginkan
9.5 Pemilihan Alternatif dalam rekayasa pembangunan dibandingkan dengan aspek teknisnya.
Karena akhirnya terpulang bahwa segala rekayasa pembangunan pada
Di dalam Bab Pendahuluan sudah dijelaskan tentang analisis
hakikatnya adalah dari, oleh dan untuk masyarakat, sehingga peran serta
kelayakan suatu proyek yang kajiannya terdiri dari:
masyarakat baik secara aktif maupun pasif ataupun secara langsung
Analisis Teknis, maupun tidak langsung, merupakan salah satu modal dasar
Analisis Ekonomi, pembangunan.
Analisis Sosial,
Terhadap ekonomi nasional suatu negara; walaupun suatu proyek
Analisi Lingkungan (AMDAL).
tidak layak tetapi tetap dilaksanakan karena dianggap proyek tersebut
(walaupun tidak layak) akan memberikan akibat ataupun dampak
Masing-masing analisis akan memberikan parameter penilaian yang terhadap stimulasi aktivitas kegiatan ekonomi yang lain, memberikan
akhirnya akan mengungkapkan bahwa berdasar keempat analisis itu kesempatan tambahan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Pada
akan memberikan solusi proyek tersebut, layak atau tidak layak. Ke- dasarnya aspek sosial dan aspek ekonomi negsra merupakan suatu kajian
empat analisis ini merupakan standar baku yang harus dilaksanakan dan uraian yang sangat banyak dan di luar lingkup buku ini. Pada uraian
terhadap kajian kelayakan suatu proyek. selanjutnya yang hanya akan dikaji dari sudut pandang ekonomi teknik.
(Benefit'Cost) 125
124 Analisis Ekonomi Teknik Hubungan Manfaat'Biaya

Didalam bab sebelumnya sudat dijelaskan parameter-parameter Proyek A : manfaat Rp. 9,4 Milyard dan biaya Rp. 8,1 Milyard.
yang dipakai daiam analisis ekonomi teknik adalah B-c, B/c, B/c* dan Proyek B : manfaat Rp. 7 Milyard dan biaya Rp. 2,6 Milyard.
RR yang disenai contoh perhitungannya. Kajian parameter-parameter itu Proyek C : manfaat Rp. 3 Milyard dan biaya Rp. 1 Milyard.
menyimpulkan bahwa antar parameter tidak dapat memberikan keluaran
nilai yang konsisten. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam kaitan Proyek A mempunyai manfaat yang terbesar walaupun biayanya
dengan ka"iian parameter di atas adalah (Kuiper, 1971): juga terbesar. Proyek B mempunyai B-C yang terbesar dan proyek C
Ketersediaan/kemampuan modal dari para investor, mempunyai B/C yang terbesar. Garis dengan sudut 45' dari angka 0
Ketersediaan/kemarnpuan proyek yang akan dibangunidikembang- (nol) terhadap sumbu x, yaitu garis 0S, menunjukkan lokasi untuk
kan, proyek di mana B/Cnya = l, sedangkan garis 0R menunjukkan lokasi
Tingkat suku bunga yang tepat. untuk proyek dengan B/C terbesar, dan garis PQ menunjukkan lokasi
untuk proyek dengan B-C terbesar.

Ilustrasi contoh di bawah ini diharapkan dapat memberikan Dari ketiga alternatif mana yang dipilih? Bila dimulai dari proyek C
gambaran bagaimana ketersediaan modal dan proyek yang dipakai untuk maka kita melihat B/C nya terbesar, tetapi bila kita beralih dari proyek C
menentukan pemilihan alternatif proyek yang akan dipilih. ke proyek B maka dapat terlihat bahwa kenaikan manfaat lebih besar
dari kenaikan biaya yaitu kenaikan manfaat dari Rp. 3 milyard menjadi
Rp.7 Milyard (= Rp.4 Milyard) dibandingkan dengan tambahan biaya
dariRp. I milyard menjadi Rp. 2,6 Milyard (: Rp. 1,6 Milyard). Dengan
kata lain, dengan memilih proyek B maka untuk mendapatkan tambahan
kenaikan manfaat Rp.4 Milyard hanya dibutuhkan biaya tambahan Rp.
1,6 Milyard. Dengan demikian dalam hal ini proyek B lebih baik untuk
dipilih. Bila kita beralih menuju proyek A di mana dari ketiga alternatif
manfaatnya paling besar, namun manfaat terbesar diimbangi pula
dengan biaya yang besar. Proyek A mempunyai nilai manfaatnya
sebesar Rp.9,4 Milyard dengan biaya yang dibutuhkan Rp. 8,1 Milyard,
sedangkan proyek B mempunyai manfaat sebesar Rp. 7 Milyard dengan
gans di mana B/C : I
biaya Rp.3 Milyard. Dari uraian di atas maka dari ketiga alternatif,
proyek B yang paling baik dipilih, namun dengan catatan bahwa kondisi
modal yang ada adalah cukup; artinya, berapapun besarnya investasi
akan dapat dipenuhi. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa bila modal
yang ada dapat memenuhi berapapun besarnya investasi yang
diperlukan proyek, maka yang dipilih ialah proyek yang
4,ii mempunyaiB-C (net beneJits) yang terbesar.
-----> biaya (Rp. mllyard)
Bagaimana kalau modal terbatas? Bila modalnya hanya Rp. 2,6
Dari gambar di atas ada tiga alternatif proyek yang diusulkan yaitu Milyard (yaitu sama dengan biaya untuk proyek B) maka pada kondisi
proyek A, B dan C: ini akan lebih baik bila dibuat tiga jenis proyek C dengan kondisi
sebagai berikut:
tzf; Analisis Ekonomi Teknik

Proyek Cl manfaat Rp. 3 Milyard dan biaya Rp. I Milyard,


Proyek C2 mNffaat Rp. 3 Milyard dan biaya Rp. I Milyard,
Proyek C3 manfaat Rp. 1,8 Milyard dan biaya.Rp.0,6 Milyard,

sehingga untuk total ketiga proyek C ini manfaatnya Rp. 7,8 Milyard
dengan biaya 2,6 Milyard di mana dibandingkan dengan biaya yang
sama untuk proyek B manfaatnya hanya Rp. 7 Milyard. Dari uraian di
atas dapat ditarik kesimpulan apabila modal terbatas maka proyek
yang terpilih adalah proyek dengan rasio B/C yang terbesar.
PEMILIHAN BUNGA
Untuk kondisi di mana proyek C yang akan dibuat maka harus DAN PENGARUH INFLASI
diperhatikan pula bagaimana bila proyek akan diperbesar menjadi
proyek B. Artinya, harus dilihat apakah tambahan biayanya lebih besar
dari biaya modal yang ada. Jadi walaupun kondisi modalnya terbatas
perlu dipikirkan kondisi masa yang akan datang di mana pada saat yang
akan datang ini modal bisa memenuhi tambahan biaya yang cukup
untuk perluasan proyek. Dalam hal ini bukan unsur modal lagi yang 10.1 Pemilihan Bunga
perlu dipertimbangkan tetapi kemampuan proyek yang ada (the Pada Bab I telah dijelaskan pengertian bunga dan jenisnya, yaitu
availability of project). Jadi pada awal perencanaan sudah harus bunga biasa, bunga yang berlipat, tingkat bunga nominal dan tingkat
dipikirkan proyek yang dibuat itu dapat dan siap untuk dikembangkan bun ga efektif d i sertai dengan contoh perhitun gannya.
atau tidak.
Dengan melihat uraian, penjelasan dan contoh-conyoh perhitungan
Uraian di atas memakai asumsi bahwa bunga yang dipakai sudah tersebut maka diharapkan konsep dasar analisis ekonomi untuk penentu-
tepat ditinjau dari sisi analisis ekonomi teknik. Pada bab berikut ini akan an kelayakan dan evaluasi suatu proyek dengan berbagai cara analisis-
dijelaskan bagaimana memilih bunga yang tepat dalam penentuan nya dapat dipahami, khususnya bagi para praktisi yang berkecimpung
alternatif proyek yang akan dipilih disertai juga bagaimana inflasi dalam rekayasa pembangunan yang dikaitkan dengan analisis ekonomi-
berpengaruh pada bunga yang dipilih tersebut. nya.
Yang menjadi masalah pada setiap analisis ekonomi adalah apakah
bunga yang dipakai sudah tepat dikaitkan dengan suatu jangka periode
tertentu (umur proyek) karena telah diketahui bahwa bunga sangat
berpengaruh (bahkan biasanya memberikan kontribusi yang besar)
terhadap kajian ekonomi teknik suatu proyek. Seseorang mengatakan
bahwa Rate of Return pada suatu proyek adalah 20Yo (misalnya) atau
pada proyek lainnya perbandingan manfaat dan biaya (ratio B/C) adalah
2. Dalam hal ini harus diketahui berapa tingkat suku bunga yang dipakai
sebagai dasar analisisnya karena dengan tingkat suku bunga yang
berbeda, maka hasil analisis dan kajian ekonomi tekniknya harus
128 Analisis Ekonomi Teknik Pemilihan Bunga dan Pettsanth luflnsi

dievaluasi lagi ataupun di-review sehingga pada akhirnya hasil Laju bunga yang disubsidi umumnya merupakan bunga yang lebih
keluarannya sudah benar-benar memakai bunga yang tepat. rendah dari yang ada di pasaran. Biasanya didapatkan dalam bentuk
pinjaman lunak baik di suatu negara maupun pinjaman yang bersifat
Kuiper (1971) menyebutkan bahwa ada dila macam tingkat suku
internasional. Laju bunga yang disubsidi ini biasanya tidak dipakai
bunga yang harus diketahui, yaitu:
dalam anaiisis ekonomi teknik untuk pemilihan alternatif'
Laju bunga di pasaran bebas (free market interest rates)
Laju bunga yang disubsidi (szDsrdised interest rotes) Bilamana suatu proyek akan direncanakan untuk suatu periode
tertentu, dan pada saat perencanaan yang diperkirakan akan dipengaruhi
Laju bunga di pasaran bebas adalah sesuatu yang harus dibayarkan faktor eksternal (seperti yang diuraikan di atas), maka studi analisis
ekonomi teknik lebih baik dilakukan dengan memakai beberapa tingkat
oleh pihak investor, swasta ataupun pemerintah dalam pembangunan
suatu proyek. Lebih lanjut dikatakan bahwa laju bunga ini dipengaruhi
suku bunga yang kira-kira nantinya di pasaran perdagangan bebas
oleh kebutuhan modal, kemampuan modal, faktor risiko dan kondisi tingkat suku bunganya akan berkisar sesuai dengan tingkat suku bunga
inflasi di waktu yang akan datang. yang dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan karena perubahan tingkat
suku bunga akan mengubah pula parameter B-C, B/C dan RR yang
Pada saat pertumbuhan ekonomi suatu negara sedang naik dengan dijadikan dasar kelayakan ekonomi suatu proyek.
kondisi yang stabil sehingga suatu investasi akan menghasilkan nilai
keuntungan yang tinggi, maka permintaan kebutuhan modal untuk Di bawah ini akan diuraikan bagaimana memilih bunga yang tepat
pembangunan proyek di segala bidang akan besar. Tetapi di lain pihak, untuk berbagai alternatif proyek. Tabel ini merupakan hasil contoh-
pada kondisi pertumbuhan ekonomi yang rendah maka pembangunan contoh soal yang dijelaskan di Bab IX.
atau aktivitas ekonomi lainnya akan lesu sehingga permintaan modalpun
juga akan berkurang. Kemampuan modal juga turut berperan karena
kondisi pertumbuhan ekonomi yang tinggi menyebabkan permintaan lnvesttsr
Awal Runga
t,.v_
Manfaal
P.V.
Diaya B/C B.C R.R Kcterangan
modal yang besar. Kondisi modal terbatas akan secara implisit (Rrr) (%\ (Rn.) (RD.) (%)
ztoz /0
menaikkan tingkat suku bunga. Kondisi di atas akan mempengaruhi Prcycl t000
3
5 I 887
t5.JZ
I307
.6J
.44
ll
580 t2
tingkat suku bunga yang berlaku (komersil). 7 t6t8 1248 .30 370 B{ tcrbesar [ntuk bunga 7ol
l0 r3r8 r t88 .t t30 gltt !$e1.1911...
'oiI iiti- B/C terbesar untuk
Faktor risiko juga turut berperan dalam menentukan laju suku 3 1406 696
.69 t2 bunga
semui
Proyek 500 5 I 105 654 451
bunga. Untuk meminjam sejumlah uang, seseorang berani meminjam nl 1 894 624 .43 270
dengan bunga tinggi sedangkan yang lainnya lebih rendah. Besarnya t0 614 594 .ll 80
'orio"
J 2472 I 392 .77
tingkat suku bunga ini tergantung dari faktor risiko yang dimiliki oleh Proyek t000 5 1937 I 307 .48 630 l0
7 I 568 1248 .25 320
orang atau perusahaan swasta, bahkan dari pemerintah, dengan berbagai t0 I t88 It88 .00 0
dasar pertimbangan yang dimiliki oleh masing-masing peminjam. 3 4274
-'ficn .jj' 490 I|-C terbcsar untuk 3 7o dar
Proyek 2000 5 1344 2614 .28 730 I
Yang terakhir mempengaruhi laju bunga ialah inflasi. Karena CI 7 2706 24 .09 210
l0 2057 2377 .87
secara implisit inflasi adalah kenaikan harga barang-barang atau 3 2731
-'iigi .96 340
penurunan nilai mata uang maka bunga yang dipakai sebagai dasar Proyek | 000 5 t927 I 307 .47 620 8
C 7 t 4l8 I 248 .t4 170
analisis perhitungan harus juga memasukkan unsur inflasi ini. t0 913 I 188 79

Penjelasan tentang pengaruh inflasi akan dijelaskan pada sub-bab 10.2.


130 Analisis Ekonomi Telarik Pemililran Btrnga dan pengaruh Inflasi l3l

Proyek A Proyek C
Rn l()00.-

Rp. 20,-

Berdasarkan tabel dan diagram-diagram untuk proyek A, Al, Bl,


Proyek A1
Cl dan C di atas akan diuraikan bagaimana memilih proyek yang akan
Itp 5(X),-
dibangun dengan kondisi bunga yang berbeda-beda.

Kondisi I
Bilamana suatu investor (baik itu pemerintah ataupun swasta)
mempunyai usulan lima jenis proyek di atas dengan kondisi sebagai
Proyek Bl berikut:
Rp 100{),- Modal tak terbatas
Suku bunga komersil yang berlaku adalah 9%o fiuga merupakan
marginal rate of return).

Berdasarkan hal di
atas, pemilihan proyek akan menunjuk pada
l0 tahrur proyek A, Al dan Bl, sedangkan untuk proyek Cl dan C tidak
rrralillrlt
dibangun. Suku bunga komersil 9Yo pada kondisi ini dapat disebutkan
126 -
merupakan batas laju pengembalian (Marginol Internal Rate of Return)
yang didefinisikan sebagai suatu tingkat discount di mana modal yang
Proyek Cl ada dimanfaatkan untuk pembiayaan suatu proyek dengan kondisi
Itp 2(l(X) - manfaat adalah sama dengan atau lebih besar dari biaya (B/C > l). Jelas
dapat diketahui bahwa dengan tingkat suku bunga 9o/o maka proyek A,
ei dan 81 memiliki nilai B/C lebih besar dari I atau B-C mempunyai
nilai positif. Tetapi dari proyek Cl dan C akan dihasilkan sebaliknya.
O&PRp-l{).- Jadi merupakan alasan yang logis mengapa kedua proyek ini tidak
dipilih. Urutan prioritasnya adalah Al lalu A2 dan Bt (pembaca
dipersilahkan untuk menghitung urutan prioritas ini dengan tingkat suku
bunga 9%).
r32 A,nalisis likonomi Teknik

Kondisi II 10.2 Pengaruh Inflasi


Bilamana suatu investor (baik itu pemerintah ataupun swasta) Sampai saat semua yang diuraikan analisis ekonomi teknik di
ini
mempunyai usulan lima jenis proyek di atas dengan kondisi sebagai mana pengaruh inflasi tidak (belum) dimasukkan sebagai
parameter
berikut: yang mempengaruhi tingkat suku bunga yang dipakai'
Modal tak terbatas Inflasimerupakanfaktoryangmenyebabkannilaimatauangturun
Suku bunga komersil yang berlaku adalah 5oh Quga merupakan dan menyebabkan kenaikan harga barang. Sangat sulit
untuk mengukur
marginal rate of return) inflasiyangtepatkarenakenaikanhargabarangataujasatersebuttidak
seragam. D"ngun kata lain, perbandingan kenaikan atau
prosentase
Pada kondisi ini parameter B-C akan lebih penting dibandingkan kenaikan harga semua jenis barang merupakan hal yang random'
dengan parameter B/C. Dalam hal ini proyek yang pertama-tama akan
dipilih pada kondisi marginal rate of return ini adalah proyek C1 yang Uraiantentangpengaruhinflasipadasub.babiniberkonsentrasi
menghasilkan nilai B-C terbesar (Rp.730,-) dibandingkan dengan pada suatu angka influsiyang pasti pada suatu periode yang dipakai
sebagai parameter yang mempengaruhi tingkat suku bunga'
Bila ingin
keempat proyek lainnya. Urutan prioritasnya adalah Cl,81, C, A dan
Al. ."n[fuii dan menganalisis inflasi ini secara detail' pembaca
ekonomi
dipelsilarrran untuk mempelajari ilmu ekonomi. Dalam analisis
'

teknik tidak dibahas bagaimana menganalis dan menghitungnya, tetapi


Kondisi III merupakan suatu variabel yang diketahui'
Bilamana suatu investor (baik itu pemerintah ataupun swasta) Prinsip perhitungan pengaruh inflasi terhadap bunga adalah:
mempunyai usulan lima jenis proyek di atas dengan kondisi sebagai
berikut: Tingkat suku bunga komersil dikurangi inflasi sama dengan tingkat
suku bunga yang sesungguhnYa.
Modal terbatas
Suku bunga komersil yang berlaku adalah 5oZ
inflasinya
Marginol rate of return adalah 7oh Misalkan tingkat suku bunga yang berlaku adalah l0%o dan
3o/o maka tingkat suku bunga yang sesungguhnya
(the real interest)
yaitu:
Pada kondisi ini maka yang dipilih adalah proyek A dengan B-C adalah 7%. Analisisnya dapat dilakukan dengan dua cara'
sebesar Rp.370,-. Walaupun suku bunga 5olo menunjuk proyek Cl memakai tingkat suku bunga yang sesungguhnya yang dianggap tetap
namun karena lebih baik memakai marginal rate of return yang lebih selama periode proyek yang direncanakan'
besar maka proyek A tetap lebih baik. Urutan prioritasnya adalah memakai tingkat suku bunga komersil yang berlaku tetapi dengan
proyek A, 81, Al, Cl dan C. kenaikan yang bertahap (biasanya berdasar annual Dasis) untuk
Dalam hal ini untuk berbagai kondisi juga harus dipertimbangkan semua harga barang atau jasa yang besarnya sama dengan tingkat
proyek-proyek yang pada seluruh periode waktunya memberikan inflasinya.
manfaat yang paling awal (pada contoh Iima proyek di atas adalah
proyek A), karena umumnya nilai RR nya adalah juga besar. Dua cara memberikan hasil yang sama namun cara yang
ini
pertama lebih mudah karena analisisnya hanya mengubah tingkat suku
fungu yang berlaku menjadi tingkat bunga yang sesungguhnya' Bila
dipakai yung kedua maka semua nilai dari parameter, variabel
"u.u
134 Analisis Ekonomi Teknik Pemilihan Bunga dan pengaruh Inflasi lt

ataupun konstanta yang dipakai harus disesuaikan (dinaikkan) sesuai Contoh 2. Pembelian dan Penjualan Tanah
dengan laju inflasi yang berlaku. ia
Seseorang membeli tanah seharga Rp.100 juta. Lima tahun kemudian
ingin meijual dengan tanah tersebut dengan RR 15%' Tingkat inflasinya
10.3 Contoh Soal Pengaruh Inflasi aaaun 5% pertahunnya. Dengan harga berapa tanah itu harus dijual?

Contoh Soal 1. Pembangunan Jalan Tol Jawab:

Sebuah perusahaan BUMN yang mengelola sebuah jalan tol


selama dua puluh tahun, mengembalikan uang pinjaman sebesar Rp. 100 Beli Rp. 100 juta
Milyard untuk biaya pembangunan, mulai dari awal umur proyek (saat J-u-z+:-+-+r
jalan tol beroperasi) setiap tahunnya dengan bunga l0oZ dari suatu RRts% t:
bank. Inflasi yang berlaku selama umur proyek adalah 4o/o. Operasi inflasi 5 %
pemeliharaan, pajak dan asuransinya adalah Rp. 2 Milyard pada akhir
tahun pertama dan akan naik sesuai dengan laju inflasi. Tarip tol akan Tanah itu harus dijual dengan harga = 100 juta (F/P,20,5) = Rp.248,8
naik setiap tahunnya sesuai dengan laju tingkat inflasi yang berlaku. juta
Berapakah pemasukan kotor dari tol yang harus didapat pada tahun
pertama?

Jawab:
injaman Rp. 100 milvard

a adalah pinjaman yang harus dikembalikan setiap tahunnya. Karena


sudah menggunakan tingkat bunga yang sesungguhnya maka a
merupakan pengembalian yang konstan setiap tahun sepanjang 20 tahun
untuk pengembalian pinjaman sebesar Rp. 100 Milyard.
Besarnya a : 100 Milyard (NP,6,20): Rp. 8,718 M
Karena pengaruh inflasi sebesar 4 %o maka pendapatan tahunan untuk
memenuhi pengembalian modal apadaakhir tahun pertama adalah:
: 1,04 * Rp. 8.718 : Rp. 9,067 Milyard
O & P, pajak dan asuransi pada akhir tahun pertama : Rp. 2 Milyard.
Jadi pendapatan kotor untuk akhir tahun pertama :
9,067 M + 2M: Rp. I 1,067 Milyard.
DAFTAR PUSTAKA

Alvin S. Goodman, 1984. Principles of Water Resources Planning.


Prentice-Hall , Inc., Englewood Cliffs, New Jersey 07632, Kai Fa
Book Company, Taipei, Taiwan.
Charles Parret, 1973. Flood Plain Management in Montana. Hydraulic
Engineering and the Environment, Proceeding of the 21st Annual
Hydraulics Division Specialty Conference, Montana State
University Bozeman, Montana. Published by American Society of
Civil Engineers, United States of America.
Dr. Ir. A. Hafied A. Gany, 1992. Rekayasa Sosial (Social Engineering)
Dalam Pembangunan Pengairan. Jurnal Informasi Telcnik, No. 9
halaman 5 - 15

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, 1989. Prs Studi Kelayakan


Ja I an 7'o I S e mar an g- B oyo I al i - S ol o. Laporan Akh ir.

lr. FX. Marsudi Joyowiyono, 1983. Ekonomi Teloik - Jilid I dan 2.


Badan Penerbit Pekerjaan Umum Departemen Pekerjaan Umum.
James, L., Riggs, William F.Rentz, Alfred L. Kahl and Thomas M.
West, 1986. Engineering Economics. First Canadian Edition,
McGraw-Hill Ryerson Limited.
Kadariah, Lien Karlina dan Clive Gray, 1978. Pengantar Evaluasi
Proyek. Program Perencanaan Nasional, Lembaga Penyelidikan
138 Analisis Ekonomi Teknik

Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas


Indonesia, Publikasi PPN Serie 012, Jakarta.
Kalbermatten, John M., Julius, DeAnne S. and Gtnnerson, Charles G..
1980. Technicol and Economic Option - Appropriate Technologt
.fo, Water Supply and Sanitation. A Contribution to the
International Drinking Water Supply and Sanitation Decade,
World Bank.
Kuiper, E, 1971. Ilater Resources Projects Economics. Butterworths, FAKTOR BUNGA PADA
London, England.
BUNGA KOMPON
Kuiper, E, 1989. Engineering Economics. 3 Week Intensive Course,
"Seminar for Professional Development, Water Sector, Denpasar,
Bali,Indonesia.
Le Groupe Aflr International, 1994. Pedomon dan Kriteria Perencanaan
dan Perencanaan Teloik untuk Sungai dan Pengendalian Banjir.
Alih Bahasa Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada dan
Direktorat Sungai Ditjen. Pengairan Departemen Pekerjaan
Umum.
Linsley, Ray K., and Franzini, Joseph 8., 1989. Teknik Sumber Drya Air
- Jilid I dan 2. Alih Bahasa Djoko Sasongko, Cetakan kedua,
Penerbit Erlangga.
Newman, D.G., 1980. Engineering Economic Analysis. 2 nd ed.,
Engineering Press, San Jose, Ca.
Richard de Neufuille, 1990. Applied Systems Analysis, Engineering
P lanning and Technolog,, Management. McGraw-Hill Publishing
Company.
Smith, G.W., 1973. Engineering Economy. Znd ed., Iowa State
University Press, Ames,Iowa, USA.
Thuesen, H.G., Fabrycky, W.J. and Thuesen, G.J., 1977. Engineering
Economy. Prentice-Hall, USA.
Wakely, Patrick I., Schmetzer, Harmut and Mumtaz Babar, 1976. Urban
Housing Strategies, Education and Realization Pitman
Publishing.
140 Analisis El<onomi Tekrik Iamoiran 141

Dari Rumus No. TABEL 1. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

TAHUNAN T
I UNIT I
Future Value (harga y.a.d.) h r.v. r.l s.t.t \-.K.r. T. Y. r. h

2. PresentValue (harga sekarang)


u ttr ?tb N} NP T/A PIA u
n
n J 4 5 6
.010 u.99Ut I.UUUUU t.0luuu
) I .ULV u.v6uJ 0.4975 0.5075 I Z.UIU r3m-
3. Sinking Fund (penanaman sejumlah uang) J T.030 u.v /u0 U.JJOUZ 03410, J.UJU T.947
4 u4l 0.9610 u.z4bta o.2567E 4.UOU 3.9U2
) .051 u.9) r: 0.I%0,t 0_206u4 ).IUI
4. Capital Recoverry (pemasukkan kembali modal) u.l /z)) 6.152 -s79t 6
6 I .UOZ o942c 0. I 6255
o.932-1 trr-3-863 0Ir8-63 7.214 6.72E
-T])-8t
-1.017 7.652 lt
5. Future Value dari Annual
6
.094
tJ.9',23:
0.914.i
0.12069
o.lw4
U. IJUOY
u.llo/4 - 8.286
q369 6.f oo 9
= 9
l0 luf U.YUJJ 0.0955E T-10558 l07j6,
to 0.E96i 0.0E645 0.0964s I I .567 I IJ.JOU
6. :+ Present Value dari Annual lz tzt 0_E874 U.U /UU) O.OEEE5 lz.6uJ TI755 z
l3 .'I3r U.U /U 0.o7z4l 0.0uz4l lJ.uul t. I Jrl 3
l4 .149 U.U /U( 0.0669U U.U /OgU t4.941 J.UU4
l) tor 0.E6 t: 9.lJ62t2 o.o77t2 16.u9 J.UO) 5
Notasi penggunaan tabel I untuk : t6 .173 u.6)za o.o5794 o.u6794 t.2)t 4.7tE 6
l.)oz
l. untuk rumus No I .: (F/P,i%o,n) 4. untuk rumus no 4.: (A!p,iyo,n) IU
.16{
lvo
U.U44
u.dJor.
0.05426
0.05u9u
0.uo4zo
036098
I E.43(
lv.ot o.Jv6 U

2. untuk rumus no 2. : (PE,iYo,n) 5. untuk rumus no 5.: (FlA,iyo,n) l9


'zt)
.2|J4 u.62 t u.vq6uJ 0.05805 2U.EI tzo
3. untuk rumus no 3. : (AF,i%o,n) 6. untuk rumus no 6.: (pA,i%,n) 2t
-zzv
L.Z5Z
U.U
0.Et l4
I9J o.04542
T,'-t,4JUJ
0.05542
O.OSJUJ
22.Ot
21 23\
U.U4O
il- It1
ZO
2l
22 .24 U.EUJ4 U.U4U6O 0.050E6 24.472 9.66U I
23 .251 tJ. t9)4 U.UJ66Y 0.04E89 l). I to 2u.450 3

TABEL I. FAKTOR BTINGA PADA BTJNGA KOMPON


24 .2 tu u_ ttJlt o.03707 o.o4 ttJ l 269,8 Tt28 t4
2) ZEZ .J.7191 0.0J541 u.04)41 2E.243 22.tJz3 2J
lo/o 26 _295 o.l't 2L U.UJJ6 / 0.043E7 29.526 22.795 2b
T]NIT ]'AHUNAN .JUU u.lb44 u.uJ14) o.tJ4245 JU.EZ zJ.)ou
T
a \ ZA 0.756E 0.03 I lz v.v+t t.L 32.129 24.3 tb 2E
a
29 o.1493 u.uzvvu 0.03990 ,r.4JU 5.066 29
h F.V. P-V S.H\F C.R.F. f .v. P.V. h 30 -J46 tJ. t4tt 0.02875 0.03875 34.7E5 z).6u6 JU
u F/P PIF A/^ NP FIA PIA u JI t.36t u. /J4C 0.02768 0.03768 J6. lJ3 26.542 JI
n 2 3 4 5 6 n t.375 u. tzt o.02667 0.03667 J 1.494 3iz
I 1.010 0.990r JJ .389 0.'720 0.02573 U.UJJ /J 38.869 27.990 33
I.UOOUU I.0t000 1.000 0.990 I
2 t.020 0.9803
J4 403 0./tJ( v.vzqb+ 0.03484 40.2s8 mi03 34
o.49751 \0.507s 2.Ut0 t.970 2 u. /u)!
r
J) 417 0.0240tl 0.03400 41.664 ,e A1e J5
4U 4E9 -O.6TI't 0.02046 tr-trJU4tl 48.8=86 12.835 40
45 565 0.6391 t,.t,t I I I 0.0277t 5678I ,6.095 45
5U .645 0.608C 0.0155 I 0.02s5I 64.44 19.196 50
Contoh Penggunain Tabel 55 |.l t9 u.) /6) U.UIJ /J 72.852 4,t.t+I ))
60 L3I7 0.5s04 a.nInT -0n2I1t
0.02224 81.6m 44.955 60
-d5 aeoc o.5237 0.01100 0.02100 e6.93i 4't.627 65
Uang sebesar Rp.1000,- 2 tahun kemudian IU 2.007 0.4983 0.00993 llotg93 100.616 s0.169 i0
bila bunga I %? 75 2.1 09 u.4 t4 0.00902 0.0t902 I'10913 52.587 75
EU 2.217 0.451 0.00822 -[.01822 lTt.6T2 )4.6d6 UU

Rp. 1000,- d5 2.330 0 42,9) 0.00752 0.017s2 ri2.q19 57.078 85


90 2.449 0.4uE4 0.00690 -0 016e0 p4.863 53.161 9t)
J 95 2.574 u.J66t 0.00636 0.01636 tT7 354 6 l.143 95
?-h<. n-nl {e7 ]'R ZRl (--nro
ll t2 I

? 2 tahun yang akan datang = 1


t42 Analisis Ekonomi Teknik

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON
I
TAHUNAN Tg
x UNIT
TAHUNAN T a I]NIT
I
h I.. Y. r.v. s.t.t t .-t(.F. r. v. r.v. h
h I. Y. r. Y. S.l.[,' L.^.r. r.v, r. h
tlr Ptl' Nb NP F/A PIA u
u rtr Ftl NI AIP ttA rtA u
u
n z J 4 5 o n
n I J 4 5 6 n v.> I u> 1.00000 l.uJUw I.UW ytt
.vz! 1.0J0
I t 0.9u04 I.UUUUU I.UZUOU I.UUL U.Y6U I z.u5v v
2- t.040 o.96tt ry)u) u.))u) 2M 1!;47 z T16r u.v4zt 0.49261 o.5226t
U I 2
.u9 u.yl) U.J/5'J 0.35J5J 3i-9r
r.06I u.942: 0. 2675 03467{ T il6x 2.884 l 4 t76 O.UEU) rl3-9[E 0.26vuJ .164
4 I.UUI v.r23t [J.24262 v.zozoz 4.1Zz i 808 4
) r)y u.E6Zt U. I 6UJ) 0.21EJ) ].JUY 4J-80
5 1.I04 0.905i U 9Zt6 0.21216 sf.il
-6.3m
+.tt5 5
6 I v.t 0.E375 0. l 5460 0:T8,t60 0.40u .41
6 1.126 u.666t 0 5853 u. I /6)J 5=01- o
:40 0.E l3l U- IJUS I 0. l6u5 I t.bot O.Z)U
7 TTiS 0.870( (.1- J45 I u.lfrttl -7vil 3.417 7
7
- t.t tt U t.zo t 0.7894 u. I lz40 o.t4z40 E.E92 l.AZU E
E
I l.195
U.U5J:
0.E36E
U.
U
165 t
vt)z
.tJtt:ll
u.t2252
' 8.s8:
gisa
1.T2t
8.t62
U
9
9 t.JU: u. /oo o.09E43 0.12t43
o.l tTzJ
10.159
t.404
t .160
E.530
9
IU
t0 I .J4{ u. tqq u.uv l23
IU t.219 0.E201 0.09I33 U.IIIJJ 10.95( 8.983 IO -o.0-7m8 230-I
-e-1gT o.7 zzq O.IOUUU
t-243 U.EU4] 0.0u2lu t, Itrztx r2t6 .426 u. /ul4 0.07046 U. IUU4O t4.tv) ,.v)c 2
IZ 1.268 U./UEI 0.u7456 0.09456 t3.41 lu.) /) t2 -r3 0.6Ere 0.064uJ r.09,m3 5.61t 0.635 3
IJ t.294 o.7734 U,UOUII U.UUB I Z 14.58(] I L34E t3 t /.uut I4
I4 r.Jl9 o.757\ 0.06260 0.0t260 I ).v t. 12. I06 l4
t4
t)
--lilf.)f,6 0.661I
u.6419
U.UJU)J
o.05377
O.OBE5J
0.08377 I8:5tr
t\Jo
I l.vJU
l5 I.3it6 u. /4Jt U.U57UJ 0.077u3 t7 29i 12.E49 t5 0-.07%r 20.1 5 TT56I 6
t6 t.373 $.1z,E/ /J6)
l6 t.6u) o.6232 0.04961
0.05365 0.u r u.63! J.) /U I6 L653 0.605t 0.u4)y) 0.07595 Il-lot 3.166
l7 I.4UU u.7 t42 0.06997 zu.ul) t1,tyt l7 ow71 '3.7J4
IE 1.428 o-'lw2
o.1J4997
0.u4670 0.06670 zt.4t -t4w IU
TU t. tuz
. I)1
0.5u /4
/vi 0.039EI
o.tJ7z'l I
0.uo9u I
23.414
25.1I tzl.tLc 9
U

I9 u.J
t9
ztJ
t.457
1.486
0.6864
0.673t
U.U4J7U
-T3IT16 u.0637E
u.061I6
22.84
24.29i
5.678 ty 21) I.EUb U.))J o.o37f,z offin 26.87{ a4an 20
I O.J) I 20 zt 1.860 U.)J /: U-OJ4E7 0.064E7 zu.o /t r5715 zl
2l t.)t6 u.659t 0.03E7E 0.05E7E z). I 6S t7.0I I zl '22 o.o5t t) >.vJ t
'22
zz
2J
t.){o
t.577
u.646E
o.634i
U.UJOOJ
U.UJ467
0.05663
0.05467
)-Trq,
2E.E45
t 7.65E
t6.z9t
zz
z5
23
1.916
t.9t+
0.5zlv
u.5uo/ 0.030Er
o.06275
u.060ul --m5,
32.453 b.411 zt
24
24 I.60t o.6zti o.o32E7 u.05zu7 -30m IU.YII+ 24
24 z.UJJ 0.4919
tJ.4l'te
u-uzvv)
o.o2743
0.05905
0.0574J
34.42t
36.455
6.vJO
7.4t3 25
25 t.64I u.609:
2) 7.O94
o.o3t22 o.o5t22 JZ.UJ( 19.523 25 26 z.t) I u.40J i o.02594 u.u5)94 ,u.)) 7.411 to
26 l.o t5 cssn o.tJzg7tJ l).04970 376T1 2U.tZl 26 11 0.4502 0.02456 u.uxf,o 4(r.7 t 0 la3/l
2t t.tut 0.5E5! o.uta29 v,v16zy 35.342 zu. to t '27 'za TM tJ.437l o.{J2529 0.01329 4,t.v5 tu. /o4 2E
2E t.74t u.) t44 o.u699 0.04599 37.05 zt.26l 2A o.o22tl u-u)zl I 4r.2t Ie. r8r 29
29 z.J) t u.424:
29
f0
l.
I,UII
l'16 u-foj
u.flzt
I 0.0257E U.U4) /U 38.791
-?0-.5TI
zt.6+q 29 30 --1m v.1 I Ll -,mla 0.05102 47.575 19.600 JO
0.02465 0.04465 22.396 30 3l 2.500 U.4UUU 0.02000 U.O5UUU ZU.UUU 3I
JI t -t4t u.)4I2 U.UZJ60 0.04360 4117- zz.:,56 JI 0.04905
-s0.0-m
52.503 2|J349 tz
32 2.t t> 0.3EE3 U.UIYU)
J2 I.EE5 U.)JUt u.utz6t u.ur+zo I 14,ZZ I 23.46E 5Z JJ 2.O)l o.3'ltl) o-0-18T6 0.04816 55.078 tu. /60 33
33 I.YZZ u.52W u.uttov O.Otartq /+o. I ll z3.y6y 33 2t.132
34 I 961 u.5 t 0t 0.02082 08082 48.034 24.499 34
34
35
- 2732
zAW
u.Joot
u.J))4
6TT732.
0.01654
o.o4't3z
u,ur+o)4
5-?.TtA
-60I4 t.4E7
J4
J5
J' z.u)0 u.JU00 0.02000 0.04000 og4 24.999 J5 4tJ T762 0.306( 0.0lJz6 -u-04126 75.4t) zJ.l tl qv
40 z.zoE 0.4529 0.01656 6C.{fr
4)
0.03656 2 t .35J 4U 4) 3.782 0.2644 0.01079 a.$mq 92.72U t+.) It 43
2.456 o.4102 U.UIJ9I 0.0339r ,t893 29.4990 45 )U 4.384 0.228 0.00887 o o3tt7 I t2. t9 25.7t0
50 2.692 0.37 t: 0.0t I82 0-0=3182- 8457-9 -11.84 )(, -5_0-BT 136.072 26 774 55
55 u. I voa 030735 0.037J5
55 2.972 U.J36: 0.010I4 U.UJUI4 3Et5X' 33. r 75 55 O.OJ6IJ 7.676 60
60 (r.00u77 60 ).6v1 0:I69'i 0.006r3 163.053
3-2At u.J04t 0.02871 I l4.U5l 54. t6 I 60 65 --6.8fo u.1404 0.005 l J U.UJ) I J 194.333 26.4)5 o)
65 3.62.3 0.2761 U.UU76J 0.02763 lJ l. tlo JO. lyl 65 Tt'.94 zv. tz' tu
7.918 u. lzoi O.UU4J4 T.O34rr
IU 4.(xru 0.250( 0.00667 u.uloo / 149.978 37.89 ^)
15 3l1q u. I u6) 0T0367 U.UJJO / 7-72.63-1 29.702 15
75 4.4t6 u.226: U.UU)UO cot86 -17[.1n 38.677 1i EO lu.o4t 0.094( U.UUJ T I 0.0331I j-zr.363 3U.Z0l dU
UU 4.875 0705i {.005t6 0.02516 Tgi.772 3934t 80 E] t2.336 0.0Et 0.uu265 0-.(tT2-6t i17.851 85
85 5.383 T.Ir58 0.00456= 0.024546 219.144 40JII 85 vu 14.300 0.0699 v.wzzo o.03226 443.34\ 3r.002 9U
90 ).v+5 0- I 6tl 0.00405 0.02405 241.t57 41.587 90 '-o.ofict 0.0rf9T J tg.Z I 3T.3Tt YJ
95 lo.) /d 0.06uJ
95 6.562 o.t524 0.00360 0.02360 2r8_T85 42180 95 0.03 155 607.28t 1.599 t0u
o oo?rn 1tr-1r- ,4 60i-- 100 19.2t9 0.052c 0.00r 65

I
144 Analisis Ekonomi Teknik Lamniran

TABEL T. FAKTOR BLTI\GA PADA BUNGA KOMPON


TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

TAHUNAN T
I t]NIT e I IJNIT
TAHTINAN T
a
h t.v- r. D.I.T t-.r( I!. I. r.v. h h tt. v. r. Y. s.t.t t.v, h
u NIP A'lt A]P l.lA flA u u btr rtt A.tI AIP 17A PIA u
n z J
I.U4U u.9615 t.tru(Lr(,
4 6 n n 2 J 4 r 0 n
I.U4UUU I .UUI u.voz I.U]U tJ.9J24 I.UUUUV I.U)UUU I.UUt V.'JZ
2 UUZ u.9)46 v.lyu.Lu U.)JUZU 2.tr41 1386 2 2 .103 U.YU /U 07rt780 U J /UU 2.05( 1.859 I
3 tt) U.UU9T 0.32035 0.36035 3.tzt TTI' J
1

t.l5E 0.E63E 0.3t72t 0.: ,672t 3. l5l 25


,t-. t J
4 l.l /u 0.E548 u.z5)4y u.2't549 4.24C 3.630 4 4 1.216 IJ.EZZ'| 0.2320t u.zaa)l 4ilI 3.546 4
) 1.2t7 0.8219 0. I E463 u.zz4b5 f.4lt 4.4) Z 5 1.276 u. /6Jf 0.18097 u.zsgv t
-5.5X 4.329 5
6 2o) u.790-i u.lf,u/o u.tvulo 6fi4 5W o o I.J4U u. t462 u.t4 tvt (.) 9702 6-t02 5.076 6
7 Jlo u. t599 0.1266t 0. I 6661 7.89I o.rwZ a 7 1.407 0.7107 0.12282 0. 7ZA2 6. t.t I f,. /6(, 1
Jt}! o.730'1 u. I u6)J u.l.16fJ 9.214 6.733 '-e.549
U
.TTJ' E t.477 u.6768 v. tttz| I I U. ,4t2 6 463 ,t
v t.125 tJ.T|JZ( o.09449 a.a5{4s ru.)6J 9 9 I.JJ I u.o44t 0.09069 0. 4069 I t.vz /-tult 9
t0 -t4-80 /J( u.u63ty 0.12329 T,IIT
-l "1 u.6 t2-r0c IU 0 t.629 0.6t3! 0.07950 o. 295tJ 12.s78 l.lzt lo
l.)Jy -0.6@a 0.074it 0.i i4i5 r3.486 sTEft t.7lo u_f 64 U.U7UJ9 0. 2039 I +.ZV I 1()6 II
l.6ut tJ.624( 0.06655 u. I 06)5 1s.026 Y.JU) . I!,o u.)foa U.U62,EJ U. t265 t 5.91 E.E63 t2
1.665 u.000( 0.06014 0.t00t4 I O,Ot 9.e-8ti IJ J 1.06() U.JJVJ 0.05646 0. 0646 t7 .71 v.5y4 t3
l4 I .12 TSTI' u.uJr+o / 0.09467 18.292 10-.56' t4 t4
4 r.980 u.lu) I 0.05102 0_I0tu2 r9.599 9.899
I.EOI 0.5553 v.ww4 U.UU994 20.02 I IX 5 z.u t, 0.4E I ( 0_046J4 u.vyor+ z t.) tv IU.JUU tl
l6
t7
I.U
946
/J U.5JJ9
u.) lJ4
u.u4)61
U.IJ+Z.LU
0n858-z
0.0E220
---Tm
-- f3T98
1.652
z-loo
6
7
6 L- t65 u.4)u I v.vczz I o.o9z27 21 65 10.838 l6
t7
z.zyz 0.4363 0.03E70 0.08E70 l).64U IL274
IU z.026 o.493( U.UJU99 o.u7E99 25.645 /.oJg
i9 z.tvI u.474(
U E z.4u I 0.4155 0.0Jt)l u.0Ett5 28.132 I 1.69U t8
0.03614 u.u /6 t4 27.671 J. t54 9 9 z-)z U.J9] u.v5z t) u.u6z t> 30.539 Z.U6J tv
ZtJ t.t9t u.4)6r 0.u335E 0.0735E zY.I t4 J-tvt, ZO 2U Z.OJJ o.37rf 0J3024 0.0E024 33.066 t2.462 zo
2t 2.279 -CI438I U.UJ IZU o.o7tza 4.U29 2l
22
2t 2.786 0.35E9 U.UZ6UU 0.07u(ru 35.719 I Z.6tt 2t
2.J ttJ o.422( o.02920 u.u692U 34.?4E 4.45t
23 2.465 U.4Uf tJ.oz73l
-3t96 2Z 22 )..925 0.3418 u.uz)v I o.o7i9't 38.505 13.163 /2
0.06731 J6.6I I 4.857 23 IJ 5.U tZ u.Jz)t o.uz4t4 u_u t4t4 4 t .430 ,.4Uy l5
24 2.563 0.3901 o.r-]z559 0.06559 39.08: ).247 24 24 3.225 0.3I01 o.ozz47 o.o7z47 44.502 24
25 )..666 u.J /) I o.0240t U.UO4U I 41.64( ).b22 2J 25 3.386 u.295: 0.0209t u.07u95 4I.tt 4 -V\r4 25
26 z.t t2 U.J6Ui o.02257 0.06257 +1.J I 5.9E3 26
'27
Z.d6J u.J4o! 0.02124 )'t
2b J.556 o.zat, u.utv)o U.UO9J6 5l.l I I+.J /J 26
v.uot24 6.J30 tt 3.733 u.zo 0.0t829 u.uoulv 54.669 t4.643 zl
la 033f3 --47.4u t a
U.UZUU I 0.06001 4e.96I 6.66J 2E
t9 z8 5.v/u o.255 0.017t2 0.067t2 5870:l 14.898 2E
I tv u.3201 o.mr8-8 U.U'EEE 52.96( o.9u4 29
JU .t4J 29 4l15 u.zqt\ 0.01605 0.06605 62.323
'66-Ag r 5.l4l 29
U.JOE3 0.01 783 U.U) /UJ 56.08 7.292 30 t+.3t2 tJ.z3lt
3r J.5 IJ u.zv6l 0.0r686 0.056T6 - s93zt 7i88- 3l
JO 0.01 505 0.06505 15.372 JO

JZ J.)U6
4.538 u.zzu& U.U I4I J 0.05413 10.7-61 t t-fvj JI
02851 0.0 t 595 0.05595 bt. tul -a
t7.a'14 J2 T 4.765 U.ZU9\ o o6i28 1izg
JJ
' J.04E
t7w
tJ.z74l
u.2b3(
U.UI)IU
0.01431
0.055
U.U54J I
I0 oo.zt
69.858
6.1c6
.41I
-t,
J4
'3
5.003 u.199!
O.UIJZU
0.01249 v.vozlY 80.064
r 5.E03
16.003
5Z
33
J4 5.25J 0. I 90r u.ut t /o 0.06175 85T6' 16. t9J 34
J) 3.946 u.2)34 U.U IJ)6 0.05358 73.652 --ta.665 35 J) ).) lo u.t6tJ U.UI TU/ 0.06t07 -90--i20 t6.374 J)
40 4.6U I 0108: 0.01052 0.050s2 95.026 TSASi 4A 40 I.U4U 0.I420 0.00E28 0.0s828 120.800 I /.1)v 40
45 0.0-0826 - 0.0n826 12t.029 zv-ILtt
0.140i
45 8.98s 0.tI 0.00626 0.05625 I 59.700 17.774 45
/6 -
50 7.107 0.0065- 0.04655 r.:2.6,6 2t.48I 50
'OTIT<'T 5U t1.45'7 U.UU72 u.uu.. o.os4?B 209-.34-8 18.255 50
55 tt.646 u.tl)/ 0.00523 I,9l.l39 DIOg 5i t) 14.6J6 u.06ul U.UUJO / U.UJJO / 272.71 t8.633 5)
OU I U.f ZU 03951 0.00420 v.w42u 23-l.9eI 22.62I 60 60 t 6.o /v u.u)J! 0.00283 0.052E3
-'0.05rr9 353.5E4 t6.vz9 60
65 t2.799 0.07E I 0n033t 0.04339 2949.68 23.047 65- 65 23.840 0.04I9 0.00219 156:798 19. l6l 65
AT 0To27t 0.u42 t5 364-.29-qa 43j9{ 10
..0.0-5r70
70
't1 70 30.426 0.0329 U.UUI /U 588:529 19.343
- r E.945 u.u)zd 0n022j- 0.4{223 448.61t -23.680 '15 -75I;.552
u.0z5t 0.00t32 0.05132 19.485 17
80 23-0s0 o.0414 0.00181 0.04l8I 551.245 23.9t5 80 -381&It -r.051T, -w22e
85
-28.0i44 UU 49.561 u.ulv2 0.00103 I v. J:ro UU
0.03s7 0.00 148 0.04 t 48 676.094 24.t09
90 34iIq 0.0012I 0.0412i
85 85 a25T 0.0t 5E 0.oT080 o.0s080 r24s.081 l9:68{ E5
0.0-293 827.98i 24.167 90 90 80.730 0.012{ 03tror53 0.o506, 1594.601 19.752 90
41sTf 0.424t 0.00099 0.040e9 1012.785 24.Tel et 9) u.(,lu4v z0/t0r:sl l9.uub v,
-<n< n nro0 -7 <n( ihri IUJ.OJ)
'-T1r-(h-i- U.UUyI U.UUU4Y
sR n n.d/re r 117,1 47i -R'0R74 rt-,Illilte ,rm nla
RTl<n1T t9 t48
146 Analisis Ekonomi Teknik T amniran

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BI-IhIGA KOTI{PON TABEL I. FAKTOR BI,JNGA PADA BI'JNGA KOMPON
I I TAHUNAN T
TAHUNAN T I
e I.]NIT a I T,]NIT
h [. Y. r- v. s. .t t-.K.t. r. Y, r.Y . h h r. v. S.T.} (-. T. Y. r.Y. h
u ttP vlI A/t A]Y llA rtA u u il? rtR A/l ? l-/A PIA u
n J 4 5 (l n J 4 5 o n
n 2
,UOU v.v454 T.UUUUU t.u( 0.94J I.U/U 0.9J4t t.00000 t-U/(ruU t.u(rut U.YJf,
1 tz4 0.E900 tf,/+zt tr-)4f44 2.06( I.6JJ 2 u.6 /J{ U.46JUY 0.55TF 2
tvt
t r_za

4tl 0.ti411- zWT


L
' 1 .145
{-2It 0.3-rr05 -0i8I05 3.215 L-67{ 3
4 .zot
0.EJ96
u. tvt
0
02288 o.28859
3.tE4
4.37: 3.465
3
4
3
4 iSTr tbz\
03l-63
u_
-0frT 0.29523 4.440 J.JU / 4
5 .338 0.7473 o.17740 0.23740 5.63i 4 212 5- I.4-0t o:7r3( o.r 738S 0.24389 57sT 4-r00 5
6.97 -r.20-9ro 7155 6-
6 419 0.7u5u U.I4JJO O.2UJJ6 4.917 6 i.50r 0-666.1 o.13980
504 u.601 u.t lvl4 v.t ryt t{ i94 5.5E2 1 -T l.-606 v-ozl u-l l)f,) T.18555 8.6i4 5.-38t 7
)v4 o.6774 0.10104 lolu4 v.6v * 6.210 tJ.w 14 I
--
u. E
9 3Bq 0391! -018702
TtO@ I 1.491 * 6.80' 9 9
6
'-TT3A 718 U.JOZT
0.5439 0.08349 0. I 5J49
-r0.260
-n.9',78
9
U '791 u )u4 u.u/56/ U. IJJ6 / I3.I8 1160 l0 10 t96f, 0.5ouj TI'?']E tJ.l4zJA TtSlT 1-.024 io
.E9E 0.5268 0.06679 o.tz679 t4.97i 7.887 tl zmt 0.4 /) r 0.063J6 013336 t 5. /u4 t -4w,
2 z.u tt o.497U u.ufvz6 u.l tYt6 16.87( E.JE4 lz a -- ,252 -0.444 U.UJf,YU 0.I2590 I /.66U t/
2.133 U.4OUU u.u)lyo 0.1t296 18.88' 6.dJJ I:J 7ua o4-T5t -03I965 0.r 1965 20.-r4I E.J)U t3
4 2.261 o.4423 0.04758 t, | (, /:!x 2t 0l 9.295 l4 4 afiq u.Js /l o.04434 oft ri4 22.550 {T4i t4
) 2.5) I o.4 t't 3 v-t 4zvo u. I 0296
'232'tt t I tz t) o t(}979 25.18
5 z.t), v.5021 0.03979
6 2 54f) U.JYJO U.UJUY) u.wuy) 25.67 10.t06 l6 6 T95u O.JJU i 0T3586 0.t0)uo ,.888
'2.69J tJ.3t t4 0.03544 0.09544 2821 o.471 t7 7
-fl3s 0.J tot 0.03243 U. IUZ4J 30.u40 9. to, t7
U 2.4t4 U.J5UJ U.UJZJO u.09zJ6 JU.9Ut O.E2U IU E 338G u.zv>> o.tJ294t o.m,n J3.vn IU
9 .026 0.3305 v.vz>oL U.UUYOI JJ. /Ot t)6 ty o.2765 0.02675 u.t,yo/l )t)t> lo.JJ6 t9
ZtJ 5.ZU I 0.31 I 0.02718 0.0E7 IE JO./Ut t.4 tu zt) tu -f.8m u.2JA4 {a$q 1.6{lc 408 lu.)v4 20
2t 3.400 tJ.2942 0.02500 0.08500 39.99: t.ttjq 2t Z.I,i] T.092,, 44.65 rtr836 2a
z2 3.604 o.2t It 0.02305 U.UEJU5 13 -SYt
'2.W+2 )) T 4A]0 -o.T2s- 0.0zu4l 0.09041 4q.006 I t.06r zt
23 5.62U 0.261E v.v2t26 U.UU I.ZU 46.99( Z.JUJ 2J +. t4t 0.210! 0.0=I87I o.oEE7l )J.4JO ll.ztz 23
'24 tJ.247tt 50 8t( Z.))U smT u.t9lI u.ul / lv 0.uu / l9 5{TTI -TI.46e 24
2)
26
4.049
1-ZvZ
4.549
U.2JJO
u.2t9E
0.0 96E
0.0 423
U.U 69U
0.0796E
u.t)7423
0.07690
54.E6:
)v. I ft
2.183
24
Z5
)6
24
-s-wT u. I u42 0.0t 581 0_0-858r 6fi24D
68.676
[rrr
r-t.826
25
26
J.OUJ 26 518-07 v.t tz./ 0.0t4J6 0.-0&i56
'zl
27 4.822 tJ.2074 0.0 570 o.o7570 oJ. /u( ).ztt 27 6.zl{ u. I 6U! 0.0=IrB U.U6J4J 74.m4 I t.987
28 5.112 U. 956 0.0 459 o.07459 68.52t 1 406 /6 2{ 6.u9 u.l)w 0.01239 0.08239 80.698 t2 tJ I T{
zv 5.418 U. 846 U.U LJf,6 0.073s8 73.64( J.)v I 29 B arw o,'1404 0.01145 0.08t45 8-7s47 I Z.Z l6 D
3t) 3-.14r U tzl 0n t265 a.07-7r6i 79.05I t3.76s 30
'{i- 30 T.6TT u. lJ l4 0.01-0sq 0.r805q 30
3t 6.081 0. 643 ffo n-70 0.07179 8Z:8m 13.9r9- 3l 8.145 a.r2r8 0.0098tr " 0.07980 lo,.(173
-94A61
-12.49
12.532 3l
3) 6.45J U, t)u 0.0 100 U.U / IUU 90.89( 4.0E4 32 JI 8.71 5 0. I 147 0.0il907= ofi90-7 TI0.2m tt.o4
q-z5u
55 6.E41 0 462 U.U IVZ I 0.07027 97.341 JJ f3 c.17s o.1072 0308Tf u.u/6+t IT8.e33 t t.'t )4 JJ
34 t.t)t 0. 37t 0.00950 Ttr6960 ToIIEZ 4.36r 34 l4 9978 0.m02 T.0-0780 0i7180 128.259 12.854 i{
J5 7.6U6 0. 30 0.00E97 0 05R97 I I l.4J: 4.498 35 ii IAfrT o.0g3l 0:}fr?l_ 0.07-723 138.237 12.948 3t
4U I U...60 u.vvI U.UU04O u.uo040 t54.762 ).u40 4U 4U t4.974 u-uooa 0:10501 I9n35 11532
45 13.76t 0frD1 0.0047-0
-0.00344
0.06470 2t2344 5.4i6 4i 45 ala@ -0.0n4 03-0350 0.073s0 28s.'t49 r3_606 45
50 I .420 0.054: 0.06344 290.t3i 5.ia 50 i0 2e.d,T 0.0339 d00246 0.47246 406.529 13.801 50
55 2t .650 0.040( 0.00254 u.uol)4 394.1L 5.991 )) 55 4t 315 0.0242 0.001f4 0rt7i74 575.e29 I3.940 5)
6U 3t.v6Il 0.030 0.00 t uE 0 06r*8 $3.12e t6 l6t 60 60 tT.946 1.0113 0-.001f3- 0.07t 23 813.520 14.0f9 60
65 44.145 o.U221 0.uulJ9 0.u6r39 7I9.oul t6.zE9 65 65 8T.T'13 0.0123 0.00087 o.07087 i116.755 l4.l l0 65
'tu
70 59.076 0.0t69 U.UUIUJ U.U6IUJ ,o I .v)l t6.JE5 t lJ.v6v U.UUUT o-o7062 t6t{i34 70
It 79_O57 o.otzf 0.00077 0.06077 tJUU.vlv i6.456 75 I5 I5q8% 0.0063 T.1004- am044 t4.196 75
UU luf,. /vo U.UUY: U.UUUf / U.UOU) / I /40.OUU i6.509 EO UU T4T{ U.UU4:
- 0-.0003r- 0.07031 -2269.651
3-189.063 t{.m 5U
5 t1 ,tt 0.007t 0no0,B- 0.01043 BA_9m 6549 85 8i J I4.'UU U.UUJz 0.00022 0.010D2 4478.57- t4.240 85
90 1u9.465 0.0053 0.00032 U.UOUJZ 3 r4r.075 .o.) t, vu q0 4-,11.T0, v.utJ2: 0.000r6 0.07016 628?.18s t4.253 90
253.546 w09.tM qi -
0.0039 0.00024
- T0,6024 6.60r 95 6Tr3m 0.070ir t4.163 95
9-5 0.00II 0.0001l 8823.854
{{9 ill) d- aniF 'ata=i- t < hhnia n noonR n nrAne t719t AA) - tirAq rna
148 Analisis Ekonomi Teknik

TABEL I. FAIOOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON
! I T
TAHI.INAN T TAHUNAN I
a UNIT A a UNIT
e
h t.v. r. v. s.!.F L.I(.rl. r. Y. r.Y. h h r. v. P.V. s.r.r (i.R.t I r.v. h
u b/P Pll; A.tt. A,IP ltA PIA u u ttr Ptt AJI NP t7A rtA u
z f, 4 5 6 n
n 2 J 4 5 6 n n
l I.U6U u.vz)\ I.UUUUU I .UvU I o.9l lc I .UUUUL I.UYUUU .UUU I u.vt t
r .UOUUU t.UUt V.YZO I
2
J
1.166
I.260
u.6) /i
OJ93I
0.48077
o30803-
0.56077
038803
2.08I
iT4i
i.78:'
2.51a
')
T
T
3-
r.r88 [ u.641 0.47847
1295t -[117 -T3rs05
*0.703i
u.)o6r+ /
U.JY)U)
-- t.uvuL l.l)Y
121\l 25T1 )
-
-|.{r2 l
4' 0.21 867 -0.r0867 4.5731 5.t4V 4
1.3-60 0.735( 0.T21h 0.30r92 4.50( 3.3t2 4 4
1.539 o.649t u.to/vv o7'Taq - 5.9!i I
5 1n6e (, o6ut 0.17046 4.25046 t86, 3.99f ) I
6- I.587 0 630) 0.13637 0.2t632 7.33i7 4.623 6 6 t.677 I tr-f voJ 01W' 0.22292 7.s2!l 4.4U0 o
T
r828I u.)4 /u 0. I 9869- 9 2001 t.033
I.7t4 0 5835 0.11201 0.19T01 89?j s.206 1 7 0.m8_-6e-
r l .0281 5.s3i 8=
8 l-.8.I CI 5403 0.09407 0:i7401 tn.$7 5.747 I U 1.993 I o.re067 0.18067
s-
9 t.999 U.)UUI 0.08008 0.16008- 12.481 4241 T 2112t -0.5m!
0.4604 0.07680 0.15680 - 13.021I
lo r.T5' '0v6i2 0.0690f 0.1,1903 14.48'1 6-7lA r0
-i0
-la 2.36"t I t,.4L,t-t+ 0.06587 0. l 55EZ
- ls 193l
-17.5601
-6Jot IT
rc-
lt 2.332 -o'4aFr. il 25801 0.3875 0.05695 u. I 4ov5
t2 2.5tE 0.3971
0.06008
O.T5TT
0. I 4008
0.13270
T6.64s
t8.977
7.139
7.536 t2 t2 ,Elil -a32@
o3sts 0.0-4965 0.13965 To i4itol t2
IR 3,0!q 0-n4157 0.13357 22.?E_l 1.44 t IJ
l3 2.720 U.JO / 0.04652 u165r Tt..{95 1.904' l3 I
26.Ol9l t. tab l4
t4 2.937 0.340i 0.04 r 30 olzl30 24.2r5 8.2i4 14- 14 .33!?-l {ree2 0.o3843 0. I 2843
-T.t 15
l5 3.172 0.3L U.UJ6UJ 0.11683 2't.152 8i5e- t5 15
-m- tg2 -07519
02T45 l
0.03406 466 ' zss.wl
33.ooq 8-i 13 l6
l6 3.426 o.z9t9 i.03298 "-00.1 1298 30374 8.85I- lll0_l T.0-3030 0.12030
3!-e!!l r.544 t1
t't 3.700 U.Z IUJ 0.02963 Im6T 33i50 9.122 n 4328 0.231 I [02705
-o.tr4=21
u.l I /u)
- l8
IU J.996 o25m u.lJ26 ilJ u- I trtl /(, ATTid -9317 IE IU 4.71'1 I u.z tzl 0_ I l42l 4l .301 I

E.9JU
l9 4.J l6 tJ.z3t'| o.o24t3 t9 5.142 u. lv4) u.utt t3 u.lll/J 46.UlUt
U.TU4IJ 4 t.q4t v.6u4 t9 -5-ror -o.10955
4.66t tJ.2l4: 5r. 160l 9.tzv zt)
ZtJ 0.02I85 U.IUIUS 45.762 9JIE 20 7{) o.T-78?
-0.0195' /ol )o. i o)
tt ].UJ4 U. I9U U.UI9U3 0.099E3 1CM 2l 21 0.16J7 0.01762 u.t u
zz 5.437 u. l 6J!
/

U.OIUUJ u.09E03 55lft


U.UI
T0201 )) )') T35t
-6.109: u. I )u2 0.01s90 tr- I u)vu 6l.E7A v ..++ I 2I
23 5.871 U. I 70: onrcry o.u9b42 60.893 m3rT 2J 23 7.258 0.lf7t 0.oT,Irtr U. I U+J6 69.532 9.580 23
24 o.J4t U 0.0149E 0s-9498 66-j65 10329 E 24 T9IT 0.1264 0 01302 -0 mm, 76.1q6 v. tu ,Lq

zt 0. I 46C 0.09368 25 8ffi u.ltot u.ul ldl u.lul6t 84.70r


26
27
I.JYO
-7.e8r
0. 352 0.0125 t u.uvt) I 49954 lT-810 T
'2t
zb
LI
-
9.399
10il{
u. luoq
u.uv /t
0.or072
0.00973
o.ltJtJlZ
0.09973
95.J24
r-ai8 tv-uz I
U. 252 0.0r t45 u.uvt45 87:35 m935 -
26 8.627 U. r)y U.UI U4Y 0.09049 953]E rr5T 2E 28 t.t{T U.UUY) U.UU66) 112368 l0.l r6
l1I.t35 rv6
t6
1T
29 9.317 CI m3 0.00962 0.0E962 t03.966 lI.I5E 29 2T TT-2.1'77 -0.01806 0.09806
-0.098-85 I U.

30 U.U6J tJ.0994 0.00883 30 13.268 0.0754 0-.00734 tt.uv I 5.t I16.30S 3tr
I U.U6d6J I'13J83- l-1r53 JU
JI i0.868- u.092t 0.008l a 03T8i I t23-3.i46 Ii.3-50 31" 3T 147r,, -0n8n
o[6-tl 0-00-66t u.u9oov I{e.i15 10.343 3r-
32 I I .737 U.UU)2 0.00745 0-08-7a5 134-,4 n.43t 3T E t5367 otr63I (t 006 r0 0.096r0 164.03'1 10.406 JT
JJ tt.676 -o.0-789 0.00-85- 0.086E5 il5.9sT 11514- 33 3J 11.{W o.058' 0.00i56 0.0e556 t79.800 10.464 33
TT 1f.690 -0T73{ 0.00-3a 0tr863(' ts8.6n i4 lTi28 0.0534 0.00503 0.09508 Ief.98Z r0.la 34
T4JE 0.0676 0.005r0- U.U6f6U t7-ITn
I 1.587
Ir -65s
34
35 tt
40
fr.4W
31mq 0.0:,lr
0 049c 0.00464
-o00296=
0.09464
0.-ur-296
2rs.'n1 10.567
10357
35
40
4tJ
-41 zt. tzJ u.u+o( 0.00386 0J8386 T59nT7 t t.y2J ZO -337-.84
31-.em 0.031: 0.00259 0.08259 3815306 12.I08 4t 45- 4E.321 t,.uzu I U.UU I YU 0i9t90 -s2-s.859 1r.881
-74.358 n.0134 0.0012, 0.0912:l 8r5.tr84 10.s62 50
5U 46.902 0i-21: 0.00174 0n8T74- {1711 io so
55 68.914 0.0I'1 030lir .0T8IIx- -s73-10 55 n4208" 0.0087 0n0079 0.0907e t26a.092 i 1.014 ))
8?-8.e21 IT.3t9 55 l.Otr
Ttr lul '257
0J0c! 0.00080 0.08080 IN3.2t3- tI.377 60 60 176.033t- 0.00s7 0i00sI 0.0905 l I 60
65 n0.846 0.0037 0.0003, 0.09013 -944.792 I1.0r0
2998.288 65
-0
148.780 0.006i 0'000s-a 0-.0To54 1847.r48 t2.4t6 6t tr5
70 416.-TiO 0.0024 0.oo022 0.09022 4a;tg.22i I 1.084 70
2I8.606- T.0-044 0.00037 0.0Tr37 2TIAn80 12743 -
1A
64t.Iqi 0.09014 7113.232 l1.094 1{
5Zr.tu>
47 t .955
U.UUJ I
U.UUII
0.00025 0.08025 4M.57 I7A6I 7f '75
80
0.0016
0.0010
0.0001rr
0.0000q 0.09009 I0e-0.t74 I l.r00 80
UU U.UUUI / 0tr8017 18!d935 t2.4-7{ UU
I 1.I04-
r6rs4.80n
85 6yJ.456 o.00-14 0.00012 0_{8012 8655.706 lrAv g0
I5 85 -986.552
0.0007 0.00006 0-.09016
259i9.t84 ll.l06
85
90
90 I0t8.ei5 0.00 t 0 0.0000-8 0.08009 12723.939) l2r48E 90 23T55'T 0.0004
- 0n0004 0.09004
ll.l08 -e5
95 t497.121 U.UUU7 0.00005 0n8005 187m5071 tl.4 95-
et -1st7.912
-{sTT.4qT
(<a6
0n003 0.00003 0.09003
n hoAn,
3991 6.635
AIA), K1\ I I lno
"l na
l (IR 27ee-61 A n6nn7 n RNR, n nnno?
n-ORRi N NQRR' 'r'1A9A <t Al tiA lRn 100
^ri
150 f nmniran t6l
Analisis Ekonomi Telorik

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

I
TAHIjNAN T TAH[]NAN T
a TNIT a UNIT I
a
h Il. Y, r.Y. J.T.T t-.t(I.. F. Y. r, h h i.v. r. Y. s.t.I t _-t(l I.V r. h
u ttP Pn, Alt Alta ttA PIA u U 1tP Ytt NI NT r/A u
n z f 4 5 6 n n I J 4 r 6 n
t.tIu(,\, I.UUU U.YUI
-TI
- I.IUU
I2iO ilR
v.rvy-67I I.UUUOU
0.{i(;t'g
I. I UUUU
0.57619
I .UUU
2.Ion
v.Yv,
i.1i6 T
I
) TM
U.YUU:
0.ut
I.UUUUU
l( -ATT'97 o 58191 zrm 2
--136S
1.33 r U )l T3TZII n.4Dtr r 3.31n 1[3,-I- J J lJ.lJIz o.4w2l T.TA t-444 J
4 1.464 0.6E3( 0.21547 u.Jt)4i 4.641 5.t lu 4 4 I.518 u.6)u / o.7 33 O.JZZJS {TTO J.IUI
-029DI
o
l.6ll
t.772
u.ozu!
-R-ia-
0. I 63E0
v. t z\to I
U./OJUU
0.22961
t
I
rF5 J.79t
7.7t6 4.355
f,
6 o
) -1r85
1370
t, lv J:
0.5J4t
0. I 6057
0.1263E
u.ztv' I
U.ZJOJ6
6.2?,E
7.9t3
J_696
4.231
5
6
I 7ffi6 -078r, o.tozzz o.21222 s383- 4 ltz 7
7
E
1.949
2.t44
0.5 r 32
u.400:
0.1-0541
u.ud /44
u.2tJ54t
U 6 t44
9.487
-n.4:t6
4.E6E
5.335 E
1
E
--- 230t 0.4339 0.0E432 u.t94J2 [.859 5-146 ti
9 o.424 9 2 5s8 0.J9U! U.O7U6U u. r dtx)u I4.164 5.5J7 9
2.35E 0.073(r4 (r_ 7364 tt-579 f. /)v 9
lu 2.594 0.3E5i o.06275 0. 6275 6la3- lu 0 2.65v U.3Jzt 0.059E0 0.l69EO rc7n ].UUY m
2.45J u-Jftr: 0.05396 u. I )J9o
15.93
-r8:5fr 6.495 3.t52 i.-3T13 0.051I2 0.16-l 12 l9-56t 6.207 il
tz 3.138 ,tdt tJ.u4676 Ito /o t4 2 J.4y6 0.2E5t 0.0440J u.l540J 72.71 6.492 t7
U.
-0: Zfft U. Z-I.3ET o.6 tz
3.452 U.U4U'lE 0 4078 I4SB 7mr I, 3 3.883 o.251: U.OJEI ) u.l4uI) 76.212 o. /)u IJ
l4 3.197 o 2633 0.03575 J575 t.50I 4 4.3 l0 u.2JZl 0.03323 0.14323 3rm5 6.qa rn-
t5 u.2J94 u.o3t47
U.
u t4t
" 27.975
iTm 7.606
tA
t5 ) 4.7E5 0.209r tJ.oz901 0.13907 34.405 .1, I l5
l6 4.595 o.2r7c u.ozlaz 0 2782 35.9m 1.424 t6 6 ).Jll U. EEJ u.tJ1,t)z u. tJ))l 39.190 t.5 tv t6
l7 f,.u)4 (.)978 a.w46e 0] ,,.66 -40i45 6.UZZ t7 7 --5T95 U. ovt Q.U2Z4 t u.lJt4 ,t4.501 , -)4v 17
(144
IE 5.160 0. 199 o.o2l93 U. tt9J 4s.599 8mr -lB' U
--- 0. sZE
0- 3l
0.0 9E4 o.tz9E4
u.lz7t6
50-396 7.7U IU
l9
l9 6il6 U. 6J 0.0t955 tr Ie55 5l=.159 T365 t9 9 7.263 U.U /fo JO.vJ) t.U,59
U.U )J6 u. I z))u 64.2U t.vo3
2t) 6.727 U. 4Et tJ.u1746 (r. 746 iTfr5 8.5I4 20
2t)
2t
d,uoz U. z4u
72.26: 8.075
ZIJ
ll
zt 7.40tJ 0. 35 u.ul)62 0_ 562 64rrD E.649 zt -T.94D U. 0.0 384 u. t.t ad4
11 6. I rlu U z,l,t 0.0t40t U. 4UI -7IJrE 6. n2 22 22 9.934 0. 007 0.0 23t o.t223t 81.21 E.t /o zz
')1
8.954 U. tJ.ot257 0. 257 79.543 E.883 2J
'2J
I l -026 o.wol u.u tt> I u.tzwt 9l,I4t E.266 23
24 v.6)u u UI U.UI IJO 0. 130 88 49',7 tt-9x:'l 24
24 tt.zJ9 U.UUI u.uwtv u.t tv tv loz.t74 8.34E 24
25 1u.635 0.0923 u.ulul / U UI --e834-7 25
r3.5E5 0. )736 0.00E74 0.ltE74 ll4.4l 8.422 z)
26 tl.9l E 0.0E39 0fO'tI6 u. tuvto -1oe.-I8zlq16I 26
;6 I5.OUU 0.u66J 0.0(r'lu l 0.1 I 7EI t27.W U.4U6 26
l3.t l0 0.0763 0.00E26 U. JAZO ir.ro0-l e.T1 to. t 5v u.0597 u.uuo:rv u- I I O:/v l43.O7S U.)4U 27
2A l4 421 U.UOYJ U.UU /4) 0 J745 rrl-rl0l 9.307 28
18.580 U.U)JU 0.00626 0.I 1626 rsqSI- E.602 ZE
r ).doJ 0.o6f0 0.00673 0. )673 v.3 lu zv t9 T@4 0. )4E u.(ru)ot 0.1 l56t 7T8.TY' 8.650 29
l4-_8.qql -30 22.892 0. A3 0 00502 u.t t)ul 199.021 8.694 JU
30 17.449
t9 194
0.057:
0.052
0.00608
0.00550
0.1 ,6:0F
u.l J))U
lgtell ea21
e.419 3l
3t)
25.410 v.v3rzt " 0 00451 0.t t45l Tt.913 8.733 3T
32 zt lt4 U.U+ I A 0.00497
T497
1'. lr
I 8 I .9431
2mi3Tl v.)zb 32
J2 xm6
-=r30c 0.035 0.0-04-0{ Or 14-04 t4-47.32 8.769 3T
JJ 23.225 0.043 u.uur+)u 0.l, 1450 22Z.zt,l 9.5@ JJ U.UJ I 0.003i63 U. rJOJ 275.529 8.801 JJ
33
34 2s.548 0.0391 0.00407 0. )407 245.4771 9.609 34
34 34.752 0.028r 0])0327 0. B'6 3oii.83, 8.829 54
35 2A.tO2 0.035( 0.00369 0.1I ,369 z11.or4l 9.644 -35 15 3T5% aMSs 0.00293 0. t293 l4l -5-9( 8.85t 35
4t) 45.259 0.tJ22l u.vutzo -oll w6 n6 4U 65.001 U.UIJq t).00172 0. 1112 58 i.82t E.95I 4t)
4) 72.890 0.013i -030i19 Ori tlss 9.86f 45
4) mgilo U.UUYI 0.0010r 0. I l0t
-986.633
9.troX 45
-50- lE4 565 0.0052 0.00060 0. I | 06t) t@371 e.w2 50
50 I11.391 0.00E5 0.00086 U ,UIttt 9-9-I5 50
55 r E9.059 0.0u53 0 000s3 U. T UU)J 99n- 55
)l 3 I 1.002 0.003, 00003t 0.lI03t ?8l82M 9.Oa s5
OU JV+.162 U.OUJI U.UUUJJ 0m033 OU
6U 524.057 u.0ul9 0.00021 0.ll*0rl 4=lti.06( v-v tq 60
65 490.371 0.002c U.UUUIU 1.10020 4893. e.9-80 65
b) -E83n67 U.UUI 0.00012 0.rl0L 8018-lea 9.08r 65
m -ns34T OTOI] -0.000I] 0.l00lt 7T,97. 9991 70 7A 1488.019 0.000, 0.00007 ol1007 13518.356
-
e.08t -0'
75 t27t.E95 U.UUUd 0.0T008 f.i00T8 tf70j8. c.q92 15 250',t.399 U.UUU4 0.00004 0. r io04 2n85.443 er87 75
6U 2tJ4,d 4(Jt) 0.0005 0.00005 0.lo00s 24474. E eTt 80
EO 4225.t t3 u.0u02 U.UUUUJ 0.ii00t 38401.02i 9.0-8t 80
E5 J298.969 0 0001 030003= 0:lo00i 32979. 9.9q1 6) 7l19.561 0.000 0.00002 0.lImt 64771{.T88 9.090 -85-
90 )J IJ.UZJ -0T0=002 -oli rll
R5
90 - -II9C6-fr/{ 0.000
-
0rt000l 0.il00r rm53.39x 9.090 9T
U.UUU, ,.Yy6 90
F 8556.676
-0.000t
0.00001 0.tl '002
Dot- x55 9.999 9t vl 202t5.430 U.UUUU U.UUUUI 0.1 l00l 183167.541) 9.090 95
i'irrR-rit -R-nRhl rihRR^i- ar-i7 rnor- 1'roA o 66i\ lnn 00 34064.175 o.oooo 0.00bb0 0.1 r000 10s6i5 ?10 e oei ioo
isis Ilkonorni T f amnirqn

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

, TAHUNAN T
TAHUNAN T l UNIT a
e LTNIT e
h r. v. r.Y. s.t.t L.t(t. l. Y. r.Y. h h r.Y. r.v. lt.li-F u.t(.t. r.v . r.v. h
u tlr rtt All AJY b/A vtA u itv Ptl A,tl Atv ItA vtA u
u
6 n
n , J 4 5 0 n n J
u.6d)L
J
I.IJUUU
4 5
l.uuul U.66J
t.tzt) u.6vz\ I.UUUUU I.IZVUU I .UUt U.OYJ I I-IJU I.UUUUU
u. /dJ r 0.46948 0.59948 2. r 301 l.Otrd 2-
t
1.254
t.405
0.797)
rt
0.41110
0.19615
0.5e-I70
0At635
2.TN
3.374 I 4A'
1.690 2- -lZ 1.277
- TT4T -
0.6q31
-0,p3-57 -(t,4r3tT 3.407 | 2361 3

4 t.) t4
0.71
-'iITi-Ii 0.20923 v.3 zrzS 4.779 -31037
3
4 4 1.630 U.O I JJ 0.20619 0.t36iq 4,8191 2.974 4'
1.762 tJ.5674 tJ.t 574t u.t I l4l O.J)J 3.605 J 5 1.842 0-.54fr 0.t54Jl u.2a45 t 6.4801 5

2.482 0 4801 0. l20l 5


-02m15 8.3231 3318 6
6 1.974 u.5u6t u. I 25Za 0.24323 8.1 I 4.tll 6 6
m4oil
7 2.2t 1 u.4)23 0.09912 0.21912 r0 089 4.564 7 2.353 u.4t) t 0.0961r o.226l t 4.4.L3 7
2 658 u: tot 0.07E39 U.ZUdJY 12.7 571 T.1qq 8-
E 2.476 0.403! 0.08130 0.20130 12.300 49t8 8 E
9-
9 2.773 0.360( 036768 0. I 8768 T{n6 5,2E 9 9 3.00{ -tistz 0.064E7 0.1 9487 r s.4r6l ).152
m a6- tJ:J ))l -0n56eg 0. r 75gF t1.549 s.650 TO IU 3.395 0294,( U.UJqZ' 0.t841e 18.420 ,426 l0
3.479 v.z6 ta 0.04842 u. I 064l 20.655 5.93F n Il 3.836 4.260', 0.04584 0. l 7584 ?].8)l 5.b-87 u
-T{tTi -r.03rtq
t2 I 1196 u.t)o -AT[T4T 0.16t44 6.194 2 4.33 0.23tJ .-003335 0. I 6E99 2s,!!q ).vt 6
IJ
IJ t-JtlJ o.2291 0.0356E 0 I 556R B@ 6-E{ t3 l3 ZTgF 0T{2 0. I 6335 29.985 o.tzz
l4 .aE u.2|J4t 0.uJ0lt7 6 62R l4 5.535 0. l 80? 0.02867 u.lf6()/ 34383 63tJt t4
0. I 50E7 32.39 4
t5 It 6.2s4 0. I 599 v.tJ24l4 0.15474 40.41 15
5.474 u. t6t. t u.uzba2 u. I zto6z 37.280 6.Et I
l6 6.IJO tr-ttltt 0.02339 o r 4?iq ai51 o., t+ o l6 anfr-
-7385=
u. l4 t: 0-0fl43 0.1 5 143 46.672 6.604 I6
t7 6.U66 u. t45t IJ.UZIJ46 0.t4046 48.884 .ttu t1
IE
* 9n24
u.Lt)t
u.llut
0.0t E6l
0.0l6zu
0.14861
o.14620
53.739
6l 725
6.729
6.84U U
IE 7.690 u. I Jot tJ.tJl't94 u.t5 t94 l). /)t t,z)u E
o.vJ6 t9
l9 E.6t3 0.t I6l u.ul ) /o u. lr)
/o 63.44C 7.366 9 19 I 0.197 t.,_uv6 u.0t4tJ o-.t44TT 70.749
zu 9_646 0. l03l U.U IJ66 0.I3:i88 72.052 7.469 2U zd TIJz' 0.086t 0m23i a.r423s 8094, 7Iu5 20
2l 10.8M o.u926 0.ot224 . I -t 2-24 8t.699 7.562 zl zt ltrEl- u.u /oa 0.01 081 0.14081 ,2A1n 7.107 2l
22 tz.tuv U.UU26 U.UIU6I .tJU6l 92.503 1.645 zz ZZ 14.714 0.068I 0.0094E 0.13i,18 105.49r T.1n 27
'23
13.552 0.073E U.UUY)O u. lzy)o 104.503 l.tt6 .E
23
'23 - T6@T o.060l 0.00E32 U. I JdJZ 110205 I.t)v '23

24 t).t tv u.0659 0.00E46 u.l2a46 I l&155 T1E4 24 18.788 t.,_ulJz 0.00731 0.1373 r l36.E3l 7.243
75 I /.UoU U.UTUT U.UU75U I t)t)
1r. I 133.334 1.64J 2) 25 21 231 U.U4 / U.UO04J o t364l Es.m I.3JU 25
26 r9.040 U.U)Z: u.0u665 0.I2665 150.334 i.uvo 26 26 U.U4I 0.00565 U. I JJO) I 76.850 3tt 26
'zt
z7 2t.3Ts -on46j -o.o05e0- r.tr5q0 t69314 i.9,i3 z7 z-7.14, 0.0369 U.UU4Yd 0.13498 200.E41 1.409 21
26 23.EE4 o.04lg 0.00524 0.12524 190.599 7.984 26 303fr U.UJZO 0.()04J9 0. r 3-43t n1.c'a
2y 26.750 tJ.tJ374 -{t1466 2i4583
IE
29 -23]EJDtr
t4316 0.0289 0.00387 1.13387 2s8593 7.4',70 2t
0.00466 6.UZZ zy
30 29.960 U-UJJ4 u.004t4 o.t24t4
-241.tt3
8.055 30- m lqT16 0.0zst 0.00344 o-1334i 2r3.tq 7 Aq6 30
JI 33.555 u.uz9t U.OUJ69 0.12369 T1.293 R 0*s 3-r 4{X1 u.u22t 0.0030r 0.13301 332.it5 7.5I8 3f
J2 5 t.Jdt o.026( v.uuJz6 0.12328 304.848
-ia.4B 6.t tz
3_'i
32 T 49.941 0.020[ o.{x}266 a.R266 T16.5tA 7.538
7.556
32
3J
33 42.092 0.023t 0.00292 o.r-2292- 8.135 f3 JJ 56.440
63.777
0.u 17,
U.UIJ
u-uu/5c
0n0207
0.13234
o.t3ztJ7
426.463
46-f9u-3 t.J tt 54
J4 47.t43 0.0212 0.00260 0.12260 384.52t Ll57 54 34
3- s2.E00 03-lT9 0.00232 0.12232 -4rt.66 8.r76 35 72.069 U.U I J} 0.00183 0.lll8f 546-(irr 7.5E6 J)
4U 9i.o5l 0.01 07 0.00I30 0.t2130 1e7.@1 8244
35
+U 40
'45 riziv 0.007 u.00u99 T.l-30e9 r 0 13.704 1.$a 40
4t
45 toJ.vd6 01061 0.00074 a.tm74 l 358.230 8.28r 45 244-t;[l 0.004r 04005i 0. r3053 1814.163 a.661
50 289.002 U.OUJ5 0.00042 0.|TAAT 2400.013 8.304 50 50 4507t6 0.002i 0.00029 0.13029 3459.507 1.67s 5U
55 509.32 I 0.lT0r4 42i6.A05 8.317 55 830.452 0.001 0.00016 0. l30l 6 6380398 T6{i s5
OU E91 .597
U.UUZ!
0n0n
U.UUU24
U.UUUI J 0.120 1 3 74-71.641 8.i24 OU 60 -l5mi5' U.UUU 0 0000s 0. I 3009 I I 761 .950 7.687 OU

-6t lrsi.87z 0.0006 a000TF 0. i2008 13173.937 8.329 65 65 2819.024 U.UUUT 0.00005 0.i'3005 z16T7IIA I -OvV
10 -2787.m0 0.00-04 0.00004 0. I 2004 2?,223.332 8.330 70 -1-e3.87-0- 0.000i 0.0000 0.ll00f 39945.1' :7.@l 70
75- 4913.056 0.0002 0.00002 0.trodT 4M3;t.iqg 8332 -75 ^)
t5 9569.368 U.UUUI 0.00001 0.1300r 73602.832 7 _692 t)
-0.000I '1.b92
T0- 8658.483 0.0000r 0.12001 12145.6e3 8.332 80 EO fi6-30940 0.fl00i U.UUUU T 0.13001 1356t4.Tn UU

85 152sC2A6 0.0007 0.0T001 0.1200 l tI7Ist.7 t4 8.313 85 85 324.83-865 0300i( 0.00000 0.1 3000 24q968.t92 7.6-/92 85
90 26891.934 0.0000 0.00000 0.Im00 ,240Dt.ttg 8.3:i3 90 90 5984e116 0.000( 0.00000 0. r 3000 460372.42-'1 7.692 e0
95 4BqTTl 0.0400 0.00000 0.12000 39493t.412 8.333 95 e5- I102683-63- 0.00n( 0.00000 0.13000 8482 1 2-835 7.{97
i
95
lna
l-oR rr(
l-1<rr n hnnnn h i-nnn ZoZmd-4,O R i-?a F 1{t7T6.ri7a n dh^l n nnhoh n I inRn <ai1F.t ein aoa
154 Analisis Ekonomi Telcrik

TABEL I, FAKTOR BUNGA PADA BINGA


KOMPON
TABEL I. FAIffOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON
I
TAHUNAN T
a T]NIT I
h I.t'. r. D.t,.r t.v, r,v, h
u l,lP Ptb' Att. AIP ItA PIA u
n J 4 5 o n
I t-tqu u-at I | .vuuuu I . IqUUU r .UUU v.6t I I
2 --1.300 u./oy: a.4-6129 a.60179 2.i4A 1.641- 2
j T.4-82 n 6-5t n-29D',l-iT 0730n 3'.44a 2.i22' J
-d I68C [5q2t a-.2T320 0.i$2a 4.921 2.914 4
-5 - .19E5 lir94 l.Bt-28 02e12{ 65m 3.4-33- f
-6- TT9' 0.455( O. il 7r6 4.257t6 8.s36 3.889 6
T zso, 0.3996 0.09319 02ji1q 10.7m 4.788 i
E 2.853 0.3506 o.0?557 0.2ts57 T3233 4.639 I
9 3.252 o.307i traarT 0.-20rn I6385 494e t
IU 3.701 {J.2691 0.051 7 r o-19l7T Ie.337 5.216 IO
ll 4.226 u_236( 0.04339 6JJY
U. I 23.0445 5.453 lf
t2 4.EI6 u.zu /( o 01667 0.17667 r'7zTl 5.660 t2
It s.492 0.182 0.031l6 0.t71 l6 32i89 5-8-'i2 l3
T{ 6.261 0. I 59; 0.0266r 0. I 6661 3-7i8I 6 002 l4
l5 7.I3E U.I4U o.v22al 0. I 6281 4r8-D 6.t42 t5
l6 E.137 o.t,t z\ o.01962 0.115962 t0.980 o.zo) l6
9.2-16 U.IU/' 0.0t692 0.15692 59.1 l 8 6.T73 17
IE
l9
r 0.575
rz.u)o
0.094( u-ulrtoz
03825 T.OI266
o.t5462
TI526F
' 68.394
7T90 o.))u
6.467 .Ig
IU

2A t3.743 o.o72t i.0--IOe9 o.a50ec e1025 6n23 2ti


lt t 5.668 0.063t 0.00954 0. I 4954 t04.768 6.687 2l
)) I7.85r 0.056[ 0.00830 0. I 4830 I20,:t6 6.743- 22
23 20.362 O.MgI 0.00723 0.14123
-882n 6.79, 23
74 23.212 0.043 t U.UUOJU 0. I 4630 tsE.6iq 6.835 .L1
'2t 26.462 0.0378 T305m 0.111550- t8TX7I f373- 1i
t6 30.167 U.UJJ 0.00480 0.14480 208.33f .i06 .TT
LO
2t 34390 T.029-.l T.oM19 0.1,-4r9 2-38 499 6.9-3t
T8- 39.204 0.0-255 0-a0ni6 0.I4366 n2.i-89 6.961 I8
T9 44rFt 0.0224 0.00120 0.14310 3t2.494 6.983 TS
30 50.e50 0,0196 0.00280 0. l 4280 356.781 7.003 30
tl 58.083 0.0172 0.0024t 0.1424s 407.737 7.020 ll
i2- 66.2t5 0-ni5i 0.002 r5 0.t4215 46s.820 7.0is T2
]3- 75.485 0.0132 0.00188 0.l4t88 532.03s 7.048 JJ
34 86.053 0.0r l6 0.00165 0.r4165 607.520 7.06c 34
35 q8-.100 0.0t02 030i44 0.14i44 693.5::7t 7.070 l5
40 r 88.8&t 0.0053 0.00075 0. l 4075 1342.025 7.10s 40
45 363.67-9 0.0027 0 00039 0. r 4039 2590.565 7.123 45
50 700.733 0 0014 0.00020 0.t402t) 4994.521 7.133 50
55 1348i.239 0.0007 0.000 r 0 0 14010 9623.134 7.138 55
50 2595.919 0.0004 0.00005 0. I 4005 r 853s. 1 33 7.140 60
65 4998.2r0 0.0002 0.0000i 0. I 4003 35694.426 7.t41 65
7a 962f64s 0.000i 0.00001 0. I 4001 68733.178 1.142 10
/l t8-29i06 0.0001 0.00001 0.14001 132346.474 7.142 IJ
80 356i:76.982 0.0000 0.00000 0.14000 2.54828.441 7.143 80
85 68692.911 0.0000 0.00000 0. I 4000 490657.007 7.143 8s
e0 132262.467 0.00010 0.00000 0. r 4000 944724.767 7.143 90
95 254660.0i83 0.0000 0.00000 0.14000 I8l8993 453 7.t43 95
tnn 4ON?,)K .)?Q n nnnn n nnnnn n t inn/} 1<n12r2 t10 a I i1
157
156 Analisis Ekonomi Teknik l,amniran

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL l. FAKTOR BIINGA PADA BUNGA KOMPOn-

I TAHfINAN T
TAHUNAN T a
a UNIT a a IINIT
r, r. ( ..t(.t. l-Y- r,l h
h t.v. r.v. D.r.r L.t(.r. r. Y. h h tl,Y. Y. J,ll.r
rtA u
u btv Ylt, A^tt Atr I/A rlA u u F'/P I'ft NF AlY r7A
n
2 3 4 6
n
t.lou
2
u.60.Zl
J
I.UUUUU
4
- I OUUU
5
r.UUU u.doz
6 n n

-T-
r!{ul u,6)+
0i305
/ I.UUUUU
0.46083
I. T /UUU
c6f083 r5qsl
'z
I 1.346 u. t4i2 0.46296 u-oLzvo T.16i l-.r50t !.369 I -ansI51 2.210
3- 1.56 0.6401 v -26)lo u.+{)zo 3.506 2.246 J
_T l602| ai244 .T.19453
n282s7
2.74i
0 364
4 I.8il 0.5523 0.19738- 0.35738 5.offi 2.198 1.874 I 0.5337
3. 199
^
5
) zl00 a.476 0.14541 0.1054r 6.n7 324 5 5 Lte2 | 4.456f 0.142255 0.3 1256
e 2.436 0.4104 0.1fl39 u-2 I l3Y 8.971 3.685 6 6 2s6s I
0.3898 0.10861 0.27861 3.5 89
3922
-6'1
2f,23 0-3r38 0.08764 0.2476t I i.4H 4.tr39 T 1 1001 I a3332 0.0849s 0,5495
-8 0.2848 [.06769 0.23769 4.2A'7 8
U 3.27E U.JUJL 0 (]7027 o.23022 14.240 4.344 - 3.51 I q
--' 4.4.r
9 -3t803 o 261(, 0.0570E o.ztltJE 17.5r9 4.607 , 9 4.108 0.2434
-o.m80
0.05469 n22469
0.21466 4.6s9 l0
U 4.4t1 tJ.226'l u.0469U u.20690 21TT C.6JJ l0 IO 4.807 0.04466 ;
I - 5fI7 25.733 5.AZe l1 lt 5.624 0.17'78 0.03676
-0.03047
-a.T0576
tJ.tvu4 t
4 836 1I
) 5.936 0. 6E5 o.0324t 0. 9241 3r.8m J.lv I 2 t2 6.580 0. I 520 I
5.118 R
J 6.886 (r,452 0.u27l E 0. E7I E 3:6.196 5342 IJ 7.699 0.1 299 T.02538 o.l9s3S I

0lilo 0i2123 0 1e123 5.229 l4


4 7.988 0. 252 u.o229t) 0. 8290 4?1.6n J.4()6 4 IT 9.007 |
s.i24 l5
) 9.266 u.tu t> u.v r :rJ o U. t9Jb sI.66T 5.575 5 l5 l 0.539 0.094e 0.or 782 0 18182
,J,0-.q75 12.330 0.08r 0.0r 500 0 18500
|

I s.40s l6
6 10.748 0.093[ 0.0r 541 (r. 7641 5.668 6 16 1

0.0693 0.0t266 0.18266 t.41s


U
12.468
t4.463
u.0E02
u.uo9l
0.0IJ95
U.OI IUU
0.
U.
7
/IUU
395 7l .673
&t: ,il
). t+v
).EIU U
t7 14.426
v.u)Yt tt-(,ltr/I -T.r807I lm
19.748 t).050t U.UUYU / 0.11907 r r0.2E5l ).)u4 l9
9 t6.777 0.0596 0.010t4 0. 7014 98.603 ).U// 9 IY
-gv6l U.U4JJ T.0tr769 o.17',!69 130.0311 -.d28
zu
2t 22.574
U.U) IZ
U. U4Z+J
0.00E67
[J.|JtJ742
0. 6E67
(r. 6142
I I 5.380
l-j,I8,n
).vz\
).vt5
zu
2l
20
-2-.106 0.037c 0. 17653 l! a2l
22 26. r 86 U.UJUI U.UUOJ) U. 66J) 157.4t 5 6oil 22 n -Tr.Oq -or3la o.ors5s 0.1755s 180.r721
2ll.80ll
s.696 22
ZJ 30.376 o.032\ 0.00545 0. 6545 183--0I 6.O44 ,T 23 373'06 v.ut tt 0.00472 0.t7472
43.297 o.U23 o.00407 -t740, 24!.q!_8_l 5.746 24
24 35.216 v.vz6. U.UU4O / U. or+o / T13978 O.U /J 21 z4
t) .+u.6 ,.t v-vzla U.UU+UI 0 6401 T4g5I4 6. e1 ,t
-16-
25 [1Ba o.t t34z
-andDz - 011TU2
292.t051
5.7I{J 26
-290.08-8 )6 u.ulov 342.7631
26 47.414 u.uzl U.UUJ4) u. OJTJ o.tr6 - -0.r144 ). /v6
)a 55.000 0 t6296 3i1.iM tt @34t u.vv/.+v 0.17249 402.O32
T
27
fr
z9
63.800
a4w
U-UI d
0.015
U.UUIYb
0_002s5 0 ta,5 3!i2.543
6.136
6.t-2 ,{ a
29
81.134
94.927
-0.0123
-0tr018f ao.t-2t2
0.0105
0.002r2
Io.r7r8t
471.378
552.512
s.8lT
5.820 zv
0.013 0.00219 0 ,6219 456.303 6.166 29
30 15.857 0.01t( 0.00189 0 6l 89 530.312 6.t77 30 JU I 11.065 l.009e0 0.0u I )4 I 0.171 54 b4-7AT9 -30
3t 99-.586 0.010( 0.00162 0 .6t62 6t6.t62 6.187 3l ,l t29.946 0.0077 O.oo l32 I o.rztrz 758.504 ..837 3f
T '115,520
0.008i 0.00140 0. 6140 11s.147 6. i96 32 3T 152.036 0.0066 0.001l3 t 0.l7ll3 888.449 5-844
-
5l
f3 -lfa3Tt U.UU / ) 0.00120 0. (\l20 83i.267 6.203 55 3J 77-883 o.0056 0.00096 I o.noee r040.4=86 33-
34 155.4,4t 0.0064 0.0T104 0., 6tn4 e65Z7A 6.210 1tr 3T -1
1088.tu-3 0.0048 CI0008I T0. r 7082 1218.368 5 -854 34
J5 180.314 (r.005: 0.000E9 0 6089 fiTo.713 6.215 35 3t T4t.s03 0.0041 T 00074- 0 17070 I I4T6T9T 5.858 J5
40 378.721 U.UUUIZ u-l otJ4.r. 2360.757 o.253
-4r - 0.0019 -0:00032 quorz l| iT54312 5.871 4T
-45 7q544{
U.UUZO
0.00i3 0.00020 0.1 6c2:0 4965.274 6.242
4U
45 4T -
-533.869 0300e 0.0001s 0.17015 6;ET9-j9I T877 4U
50 t6i6 7-u{ 03006 0.00010 0.t 60r0 t0435.649 6.246 50 50 -t70.479
1566.215 0.0004 0.00007 0r7oo7 I I 5089.502 5.880 50

55
-
350e.0-49 0.0003 0.00005 0.1 600s 21915303 6248 )) J5 5d26.294 i 0.0002 0.00003 0.17003 | 33089.963 5.88 1 55

6U 7370.201 U.UUUI 0.00002 0.1 t5002 46A57.509 6249 60 6r n3t5.3s6


'r1044.628 L 0.0001 0 00001 o.r70ol II 7255 5.038
i6s
5.882 60
6)
o) tJ4 t9.94t U.OUUI U.UUUUI 0.] 500 1 ci6143.381 6.257 65 65
-t( I o.oo0( 0.00001 0.1700t l 59080. 5.882
70 32513.165 U.UUUL o.oooo0 0.1 6000 2032i1-.450 6.2s0 70
-Tl
59293.94t II03'00( 0.00000 o.tzooo I 378782.010 s.882 10
'tJ 58288.7s5 0.000( 0.00000 0.] 5000 4261e8.461t 6.2-0 75 29996.UUO
I 0.000( 0!qq00- q.izq99 tI 1646eT441 5.882 75
;U t434t9. I t6 0.00000 rl 6000 {964;29:.474 6.230 80 80
.
28501 s.802
614882.336 I
l o-ootlt 0.00000 I
0.17000
II
t(f,6557.661 s382 80-
8s
i5 3TTTil.447 -0.000I 8-t 0.ooo( 0.ooooo [
orzqoo T67s112.s6e 5.882
90 632730.880
OJOOI 0.00000
0.00000
0.1 6000-
a.l 6000
r 88281 5.045
3954s61.150
6.I50
6.250
85
t0 -90 [ -r:morz.mo I 0.000( 0.0oooo |
0.17000 8018947.1s5 5.882 90
9t 132895 1.02s
U.UUUL
0.000c
h 6nna
0.00000
h ,ihd.rh
0.1 6n00
'r'tl ;ndn 8305937.6s8
1;ii<1t11^A
6.250
a '\<n
95
lnn
95 I
fnT I
roolzrz rsi I
(<a<,.t(n aeA
o ooot 0l)0000 I
o.rzooo
I n nnnr I Anndo I n rzhhn
I 17668830.314
1R717qoq 1?'
5.882
< RR,) lnf
95

^
158 159
Aaralisis Ekonomi Teknik Lamrriran

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON
t TAHTJNAN T
a UNIT TAHUNAN Ja UNIT I
I
h l.v. (.v - D.r.r t-.1(.1. r.v. r-Y- h h l-.v. r. Y. s.F.t (-.K.f . r. Y. r-v - h
u ttP vtb A,tv AlP NA PIA u u btv rlI N} A]Y r/A PIA u
n I J I J 4 5 6 n
5 6 n
I.IEU v.ot I.UUUOU
LI. T UUUU
. r.uur u.a4 t t. lvu U.U4UJ 1.00(ruu I. I YUUU U.Ulru I

-oTsn nri]8n
T.4snr I
2 t.392 0.718" 1.4t6 o.7062 u.+f,ooz {.6466r 2
l.04
2.18( 1.566 2 "CTm -a.4673t 2.140 T
u.60t(( 0.45992 33.L
--57L L-T1T 3 t r.685 0.59J4
4 r.939 0.5 l5t u.tyI t4 n-.in4 4 2.005 u.+>6 t 0. I EE99 u.J /u99 1.639 4
Z.OYU 4 'IIrIET -3.038 l
).28& 0a3T 0. I 3978 0.3 1978 T.I' 5 2.386 0. I 3705 -03170s '3.4r0
6-
b 2.700 0.370t 0.m5-91 0285qr I -ctzt 3798 1 6 2.840 v.5)zl o16-2i o.29321
7 J 185 0.3139 u_trxz Jfr 02r,33 3.912 T ---T37U a.I95s
._0.f49', 0.0738t o26ef,5 1-.106 1-
l{ J.159 0'26-a u.uofz'4 v.24>24 4 0.7{ E F - -T.Af 0.06289 4.25289 3.954 8
9 4.43 0.225 0isz3q -0.2401e 4.-l6t 9
v.t3z39 4.303 9 9 0.0-50-19
I0- 5.234 u.tvl 0.0425I T221:l 4.494 IO 516-et OI75I -0.tr4wI a2304:7* 4.JJY l0
lt 6.176
U
02228e 4,486 lf
'2
7.288 0.t372 U.UZE63
u.2t4 l8
020863
- 14331
4.656
q. t>J t2
6. t71
u.ub4
0.147'a
0.1240
U.UJZ6Y
0_02690 -0-il6s0
l to: u.u2369 lt.Zlrttr9 422ts 4.9I0 IJ 9.596 0. l04l 1).OZZtU o.zlzru j1-41f]l IJ
4 5 '1T7,n
tu. t4 I u.u9u5
0r$-
0.01968 u. tyyo6 ]T3IX so-0r
-60965
t4 I{ '{I)-87G 0.01823
-02050e
s4.841
qi
| 4.r0,
4.876
tld
I t.974 u.ul or+u 0.19640- 5.U92 l5 J 13.590 c-073t 0.01509 -0"20"82t 2611
tc t29 o.(170t -0:042-'2- u.20252 79.8501 4.938
0.01377 0.1937r 7-T91A 5.t62 t6 6 16.172 u.uot a
16.672 u.u60( OOTI,D u.t9 t49 T7.06X \ ))) - 0.fsx 0.0r04f 0.20MI ,6n221 4.W1) t7
t9.673
7
-l-92{4
--22.941 0.00868 0.l9E6E I t s.ZOOI s.mt tx
E U.U)Ut 0.00964 u. l u964 lo3f40 IE o.0431
'23.214
lr4fl U.OUE I O 0.T88m 123VT4 -53r6 l9 9
E
27.z5z 0.0J6/ u_ool24 I t9tL4 lJU.tool 5.070 I9
2t) 20 J2.429 O.UJUI 0.00605 0.19605 l65.4lEl 5.10r 2U
32.324 U.UJ09 0.00575 u.l6l/)
- -n{ml 538,r tt I J6.Jvr 0.025! 0.00505 u.tv)u) l9 t -6q
J6. tCZ u.u2b2 u.uu4d) m63{s .5T37 '2t 45 923 0.021u 0.u04zj 0.iem ZJb.4J6 5.r19 LZ
45.U08 ow U.UUt+UY
u. r 6.+6)
u. l 64u9 2444{1
22
23 t3 54.649 U.O I UJ 0.00354 u. tvJ)4 zaz.J6z ).loi ZJ
24 )J. IU9 U.UI A 0.00345 I l.Irrt5
-nT829I 28g.494 5a<r 24 t4 6t.uJz u.u I )c o.uJz97 v.t\ttv t ).IUZ
25 67.669 0.016( -Tn02ez-l TO i[61- 25
'25
I t.566 0.0r29 o.ou249 v. ,t zqt -337.017 5.I9) IJ
26 73.949 U.U I J) 405T' 5.480 2b 92.092 0.0 r u9 v.uttzuv a:19-209 -402no
479.{3-l {.106 ,6
zb
AT 0.-01l5 u.ta209 4-7q.Dl 5.4-9r- T z7 109.589 U.UU9I CI0-01r5 0.t9175 5T1527 5:2r5 ,t
2E 1u2.967 0.0097 u.uut I I o.t8l77 566-.48I 5.502 2E 2E
- 0.0077 U.UU I4 / 0.t9t47 D 5.223
5rl..l z6
rll.)ul
- 14-3311 0TOB2 0.00149 u.tul4y 66qa41 5itf, zv
'29 -130.417
155.189 0.0064 0.0-olz3 0.19123 8II.52' -5I29
30 0.0070 -0tr0126 0.t8126 794.948 s.5t7 l0' JU I 84.675 U.UU)4 U.UU I UJ -0.4t103-
*0.00087 T66112
-16c-117 - -
3r 0.0059 0.00107 *0.I80eI
0.rTt07 *4.31e s.523 1l- 3l- 7-9j16{ 0.0046 0.19087 I 151.387 )-zJv 3l-
^2rLsIS
U.UU)U U.UUUY I I103.4961 t.s2{ 32 -37 0.003x - 0.00073 0. r 9073 137 I .15 I 5243 -33
32'
J-3 z-3536-3- 0.0042 0.00017 o.18077 JJ 311.207 0.003, 0.00061 0.19061 16t2.670 5.246
34- 0xo36 - _l{11251 5.53;,7 55
I538 688| 5J36- 34 34 -31-tr337 o.. T1 0.000s1 o1905l 5.I4e- 3{
7-e41.971
J) J2 t.997 0.00301 0.000ss 0. I E055 1816.6521 5i3S ft - 44630 0.0023 0.00043 0.19043 13t4.214 s.25i 35
35 -
40= 150.378 U.UUI J u.uuu24 u. t6uzq
4-63?-r, 5.548 4U 4tr - rcttri6t 0.001( 0.000tr
-
0.19018 55Ie:82e 5258 40
45 nrcmd 0000a 0.00T10 T.l'80m 953 I .577 I 5 s52 4t 4{ -2mi.-5sl- 0.0004 0.00008 0.1e008 tizil.424 s.26t- dt
]U 5e27.357 030m 0.00005 1.18005 2!q8li.oe4l ).f )4 -50 -50 598-8.114 0.000, 0.0000t 0. I 9003- 3-15r533i- t.T62 s0
0tr00I - oir002 5t
)

)5 8984.84t 0.18002 t4-I9i-I;67 0i00i 0-.0000i a.r900l 75214.035 5.163-


s26i -67
I 49910.2281 ).555 55 55
60
-
20-555.140 0.0000 0.00001
I 0. I B00l l r4189.6661 5.555 60 60 34104.971 0-.000( 0.00001 0.19001- 1119494.584
65 27025.1&] 0.0000 - 0.00000 0. I 8000 26124s 4491 5.5 55 65 65 rl3-8652' 0.0000 -0.00000
-0.1e000 418344.354 5.267 65-
m IAI-s82a21 I 0.0000 -0.00000 0.18400 s.t7673.4591 5.556 7A 70 iT4r11.025 T.0000 - 0=.00000 0. r9000 t0zt89.606 5.267 76
t) T46|?2A64l 0.0T00 0.00000 t) 4A-470309 0.000n 0.00000 0.19000 f4393t3.203 t.263 75
80
0. I 8000 t367339.2411 5.556 i5 -r0.00000- -.0.19000 -80
563067.660 I 0.0000 0.0T000 8000
0. I 3128148.tl3[ 5.556 TO I 106004.5,14 0:000n s82l 071.286 5263
85- i288=l62Z08 I 0.0000 0.00000 0.1T000.
80 -8t -1799Tr1992 1.0000 -0:00000 0. r 9000 il89r r42.06s 5.263- 85
lls64t?'r651 5.556 85- --298346.151
90 2e-e470o3.s40 | 0.0000 0.00000 0. I 8000 t63'12236.3341 5.556 e0- 90 03040 0-i0000 0.19000 i,3149185.003 -.267 9
'r
95 6772030.208 l 0.0004 0.00000 0. I 8000 3745s717.823[ 5.556 95 I 5030081 .388 0.0000 0.00000 0.19000 79,1O56'-86.25I i.16 vf,
Rn lsaratzl on< I n nnnn n nnnnn o I Rnno R56RO6lA rlr I < <<a rnn ioo 35867089.728 0.0000 ri ooooo 0. r 9000 iss7i4 r 5i .zoo s.16t ion
160 ,, rr alisis Ekonomi Teknik

TABEL T. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BI.]NGA PADA BUNGA KOMPON
2Oo/"
I
I TAHUNAN T
TAHUNAN T a
& TJNIT
t UNIT e
!.Y. r. v. S.T',7 L,[.r' I h
h
h t. v. r. v. S-t'.1' ( l.R.t'. t-v- r.Y- h
l.7P Ytr. AtI NY I./A YIA u
U ilr rti Alt Atv PIA u
u
n 2 J 4 5 0 n
n z J 4 'ltA
5 0 n .z t vuu_l l UUl1l u:LZo-L
t.zlv I u.dloc L 1,99,u911 r

-2
I I.ZUU 0.E33 l.Lww I.UUU V.OJJ
2 r464l 0.6830 [ o.45249 066249 2.2 l0l ls09l 2
1.440 4.6q4 a45455 0.6i455 I.TN I.52' T 3 t7721 0 s64! [ 0.27218 04s2t8
I

3 6141 2074 | J
3 t.728 U.) /6 4.27473 0.47417 i.(,40 | 2.106 s 446]l 2s40I 4
[.7W
/

03862' I
3
4 4' 2-!4dl 0 4665 0. l 8363 0 33363
4
ri!51[
1
7.O14 0.18629 5.368 2.589
2.594 I a.B11T 0 341'17 7.s89| 292! | 5
5 2.488 )
U.I+U I 0. I 3438 0.33438 1742 2.991 5
3.i3Fl o3!861 0O9820 0.30820 rol81l 3.24s I 6
2.986 6
6 6:1345 U.IUU/I 0.3007t 9.930 3.326 6 028507 3.32l 3.s08 7
7 312? I o 2633 [ 0.07507 l l [
3.5E3 o.z19l 0.27742 tz.9t6 3.605 7 rt u9l 372!l 8
v.z3tn - 0.0606r 8 _1.1j! I 0.2176[ o-0584i 0.26841
d
- -160 4.JUO u.zouot 16.4r9 3.837 8
0.1 799 0.04605 a.25605 2t 7 t4l 3.90s I I
-9 0i938 -0.04808 0.24808 20.199 4.03 4 9
9 l.!60 I
t
27 274] 4054 t0
0 l6l5 - 0.03852
--10 l0 6.',727 o.1436[ 0.036-7 0.14667 [
6.192 0;.2rrt 25.95i9 4.tD l0 8,tt!
|
0.1228t 0.02941 0.23941' 14 00! 4t77| aa
IT 7.430 0.1346 0.031 10 0.2tI l0 32.1s0 4.327 ll 1l
ol0Isl 0.nfiIi ta
a.Itr2 - t1 9:810
I
o.2331t 42 142 4.278
IT
-i:i 8.916 0.02526 022126 39.581 4.439 r2 i
0,083S1 0.01923 0.22923 s l.99l 4.362
|
l3
10.699 0.093i 0.02a62 0.2T062 48.497 4.s33 It tJ !1,e18
63.909 4.432
|
l4
t{ 12.839 4.0119 011689 0.2t689 59. Le6 4.6ti l4 14 l!-4?l 0 06e3 [ 0.01 565
o.qsri I - 0.0tnf
a.22565
78.330 4lle
|
l5
I' 15.407 0.0649 0.01388 0.21388 72.0354.675 rt l5 17.449 a.22277
4.t3q
I
l6
l6 18.488 0.054 r 0.oll44 a.Il-14{ 81n42 4.730 l6 I'; 2r.114 0 047,11 0 01044
o o39r I =0T0-02
o.00855
0.22A44
0.2i855
e5-780
I16.894 a-ll!
I

l t7
IT 2-t86 0.045i 0.00944 v20F'44 105.93 r 4.77t t1 t1 25.548
0.ol?i- tJ.'2t7Ul 1-4TT4T .+.ou6 IE
IF 23.6Ii 0.0376 0.00781
-
0.20781 128.U'1 4.8t2 l8 l8
- 30-913
-lr.4a4' 02!ll 0.21577
-T1T354 4535]
I

19
rq re-4F 0.03 rl 0.00646 020646 t54.740 4.94i t9 19 o 0.00577
x
20
3
t8.337 0.02(tI 0.00536 0.20s36 186.688 4.810 20
-20 -4525ie 00221I 0.0i4;474 021474 210.758
256-018
!5q)
46751 2T
1l 2l 0 01831 0.{0391 a.Ttig1
46305 0.02i7 0.00444 0.20444 22s.026 4.891 2t
T - 54.764
o0l5 II 0.oaizT , o.rlin il0.78l 4.690 n
22 i5206 0.01 8 l 0.0016e 0.20369 271.031 4.909 22 --66264 i 02-1265 i7i.ii45 -4T031.-24
z5 66.247 0.015 I o.003-07 AT3OT 326.237 4.94s 23 2t J0-I80-
=T7nn 0 0r251 0.0026t
-
-23
're-gI.494 14 0 0r031 030219 u.ztzt9 451 2r5 a 4113-
24 79.4TT 0.ot26 0.0025t 0.20255 4.9i7 2T
T5 -95.396 0.0105 0.tr07tL 0z0It2 4Tl:e&I 4.948 25 zt - ltl 391
"T4L043 0 00851 0 00180
U.UUI4Y
071-1T0
0.21149
si4r4z i-4.721- ,75
671 .633 4.724
zo o.-oo7ql
zb
n
t t4.415
- 137317
tl.00E; 0.00176 L2al76 5tt7.-17 4.956 26
0-.00lzI a.21I7i - T13.6% 4..84-
,2E
16,1845
0.007: 0.0Ti4- 020t4I
TnoI27 a.2st2,
68 1.8s3 4 9(r4 n z-7
28
l.Tt.vTT
m1-e65
0.0os8l
0 00481 0.00107 0.21m1 e85.548 473;'
--I9Zrl4- 819.223 4.977 28 0-2 1 084 l193.513 4.743-
29 0305-l 0.0=010t 0.f6|o' T9- 251.638 ooo4ol 0.00084
e84.068 4.q75 29 0.2 r 069 445.1 4.746'
2J7.376 0na4, 30 3AE.A8r 0.0033 0.0006e 1 5 1
JU 0.0008t U.ZUU6) l l qL882 4.979 30 1749.632 4.:149
'244.45',2 3l 368.423 o.oo27 0.00057 0.21057
0.003: 0tr0070 v.zwtv !1422s8 4.982 3l
32 341.822 o.tJo2\
-T.00059-
020059 tlg!:t0e) 4.98t 3T 32 445.792 a.a\D 0.00047 02t047 2118.055 4.151
JJ 410.r86 v-vuz+ 35 5-e.408 otrfiq 0 00039 o21039 2563.841 4.1*'
0.I0a4e 204s.93t1 4.988 33-
T4 492.224 0.0020
0-.00ort1
-0.0004t 0.20041' 24s6.1 l8l 4.99tr 34 3{ 652.683 0.001 5 0.00032 0.21032 3 103.254
375s.938
4.7 55
4.156
-8r747 0.00 t 3 0 00027 0.21027
35 _@'0.6E8- 0.0017 -0.00034 0.20034 2948.34t]. 4.997 3t 3-5
0.zl0l0 9749.52: 4.760
4A 1469.772 {.0007 0.0-0014 0.20014 7343.85 8l 4.997 40 {0 2049.400 0300s 0.000m
4i 0.21 004 25295.34( 4.76t
)U
3657.262 03001 0.0000s 0.20005 ls28l.3 l0l 4.999 4t 45
)(,
s313 023
13780.612
0.0002
0.0001
0.00004
0.00002 0.21002 656t7.20i 4162
9100.43 8 0.000I 0.00002 0,.0042 4s497.19t1 4.999 sn 4.1A
55 22644.802 0.0000 0.0i001 0.20001- I13219.0t I 5.000 55 3574J.3s9 0.0000 0.00001 0.2lool l't0201 .711
I 55 4.762
60 60 92109.469 0.0000 0.00000 o.2 r 000 441466.9et
56347.514 0.0000 0.00000 02000tr IEii-3r.s1rl 5000 6il fi45059.27', 4.1A
240463.448 0.0000 0.00000 0.210T0
65 t40210.647 0.0000 0.00000 l 0.20000 ,oto48z5l t000- -70o) 65
0.21 000 2969996.45( 4i6,
IU J4E888.957 0.0000 q!qoool 0.20000 1744439.78sl| s.000 10 623700.256 0 0000 0.00000
75 868147.369 U.UUUt 0.00000 0.20000 434073t.8471 5.000 75 T5 1617717.836 0.0000 0.00000 i 0.2moo 7703:411.50l 4.7d2
4.70
[
I

80 4195943.439 0.0000 0.00000 0.2 looo I es80678.28 i


EO fl!:D22!L462 0000( U.UUUUU 0.20000 10801 137.3101 5.oooi 80
T' 0.00000 I 4.7A
|
537s339.687 J5 I 0883 I 96.658 0.0000 0 21000 51824741.23(
0.000( 0.00000 0.20000 26876693.4331 s.000
90 t1]186!2121
I

0.000( 0.o0000 0.20000 (;.687752t.24i1 s.000


|
85
90 90 28228209.274 0.0000 0.00000 I o.z r ooo 134420039.40( 4.762
e5 33282686.s20 | 0.000( 0.00000 0.20000 lgqt342-j!tl 5.000
|

e5 iq5 7-i2167A4.967 0 0000


n oAr)n
0.00000
n ononn I
I o zrooo
n llnnrr
348650971.26\
ondtlnRlS 5)l
4.762
A 14)
lnR erel?o7,{ <r, I n nnnr h nnniiri= o rnn6R n I Arlaoaal at it <nnnl
I
I rhn I R00RSr76 46n
16ll
162 Analisis Ekonomi Teknik l,arnoiran

TABE,L I. FAKTOR BUNGA PADA B{.INGA KOMPON TABEL 1. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

I I
TAHUNAN T
a IINIT
TAHI.INAN T
a e UNIT ,
h f"v. r. v. s.t'.1 L .r(.r. r.t r.l h h t.l , r. v. D.r.r ( _-l(.!, t.Y. r. h
u blv v/l Att Atr ttA PIA, u u ttv Ptb Atb AI? ttA rtA u
n I J 4 5 6 n J 4 5 6 n
n
t.l-ztt v.6 tv / I.UUUUU
- 0is17t
I .ZIUUU I .UUU U.6LV I t./.3v u.d lJr I.OUUUU I.IJUUU I qUUI
-t.{14
I
)
2 1788' 4..6719 0.67045 2.224 I 4-91 2 T -_15r3 u.bor r U.44U4J 0.6784J 2.?19t
- 0:26966 -n.16717 -0.*49e7lT 3 74]l -2-.448 ,
1.816 0.5507 0.48966 3.708 2.042 3
J
4 2.215 0.4s14
- 0.18 1 02
-.077e11 0.40ta1 t.524 2.494 4 4
- 0.537
-r.861- --0.436,
4
-04tr845-
0. I 7845
'o.t267a -035670
s.604 t 4
) 2.703 0 3f00 0.3492I i.144 2.864 5 ) 2.815 -o.35ff
-228' .-02881
2.803 5
6 3BT 0.303 0.09576 o.Ir576 t0.442 3.167 6 -o.re]3q -r.D33e -73et[
10.7081 i.@7' 6
6' n l7ll
1 4.023 0.2486 a.41218 [.7er78 Bj4a 1417; 7 1 0-2J4E n.07057 -0.30057 5.3L t 7
6
I
4.908
5.987
0.2038
0.t670
0.05630
0.044r I
0.2?$a
0.T64tt
i7-.74
zI.61A
3.619
J. /60
8
9
6
--- ixc
6.444
u. l9u9
u. t ))r '
o.05426
v.v1!L)
0.28426
u.t ttt)
18.4301 J.)
-236691 -5aeg
-T8
9
l0- 7.305- 0. l 369 o.0i48e
-
0.2s489 ,9351 -.r8 l0
II
l0 7.926 0.1262 0.0f3r- u./oJ z t 3OTl3-[
-teo,
I0
- 1-r
1a
tt
8.912 0.tt22 0.01781 024i81 35.962 4.035
l)
ll - i4e 0.1o2( 6.irae a2s629
-T'2m9-3 iq49l
10.872 0.0920 v.vtzL6 0.24228
- 44.8744.t27 t2 - 0.0834 u.uzuv 3 4 /. /U6t J.yd)
l3
*14 t3.264 U.U / J{ u.ut t94 u-/) tra 55j-46 4.r1t IJ l3 ----- -T4.14q
-I8.4l- l-.055-l0T67T oTi67t a14613 1.0-sI l3'
l4
0.0161 I 4.014{e 02344e 69.0r1 4265 i4 -T4 0.01342 0.14342 74j2]l
'Tji'Sl 4. I 08-
-0-240-1e e?46e1 l5
19.742 0.0507 U.U I I /U+ 0.23174 85. l 92 r+.J I J l5 22 314 0.044t 0.trI079 4'.1'5i3
-r6.I82 l11.?8l_l 4.139 -t fi
t6
IT ' 24.086
1939[
0r415 U.UUYJJ
-0T340 -riTII?7i- -0.211-75
v.zzr)) l'04-en-
lTe.-0m
4357
'439r l6
IT -17 11 759 0.0296
U.UUU /U
0i'0702
u.zJ6
-[..n10I
tv
t42.4301 4.219 11
--42:43
IU J5.849 u.uz t\ (r.(r063 o.2263t 158.405 4.4t9 IU IE tJ.0z4 t 0.0056E 0.2J56E 1 76.1 88 1
IE
ty u+3-I30 u .u 2z\ U.UUf I ] 0.22515 194.254 4-+42 tv l9 )l.u/4 u.ulv0 0.ou4r9 0.23459 zt l.tLz 4.2.63 l9
'2rt
z0 53.3 58 u.ul6i 0.00420 u.2242U 237.989 4.4()U ztJ 62.EZl 0.0159 u.vu5 I / o.23372 zou. /6) I

2t 65.t)96 0.0152 0.00343 o.t zJ43 29t.34 q-q lo )t '2t 17.269 tJ.ot29 0a00302- tJ.233UZ JJ I .OUOt
z2 ry.1t6 0.012t 0.0028r o.222El 356.44 4.4EE 22 z2 95.U4 r U.UIU! 0.0024s {J.23245 40q,q7sl 4302
23 96.889 0.0tu.i u.ouz29 o.zzz29 435.86 4.499 23 .t5 I lo.vur U.UUUI 0.0019u u.z) t)o s03.917t
24 I I6.205 U.UUU: 0.0ut uu u -tz t66 J3Z- I )U 4.tu t t4 24 ---143i8r 0.007[ u.uut6l O,5T6I 3?!.6) !t ,3 '25
25 l44.2lO 0.0069 0.00154 o.22154 650.955 4.) l4 21 76.E59 I 0.0u51 o-0Tm 0.2313 r 764.6051
tb t75.9J6 v.zztto 795.t65 0.zJ luo 941 465 437r 26
z1 2t4.b42
0.005
0.004
0.00126
U.OUIUJ o.22t03 - - qT.-tm 4.521)
4.524
26
z't
26
Z7
--- -x7:517
Lt t.>5 I U.UUq(
U.UUJ
0.00I06
o.00uuo 0.230E6 !l!?.9941 4.JJI Z7
?E 261.864 U.UUJU U.UOUU4 o.22084 tl85.7M 1.)26 26 2E T:00n u.uou/u u.z'u tv 1426.5721 4.JJ) Z6
7q 3t9.474 0.0031 0.00069 -tr220-069 -t4nm8 4.531 z> T -3I9rO
404.E07 0.tJU2
-0-.00057 6.23051- T75s-.6-83 {.337
-29
30 389.7s8 U.UUZ( 0.00057 022057 1161 ngl 4.534 30 m U.UUZt -0mG-6 6.23046 zt60.DT 43?i, 30
4,2046 '0.0{r( 3I
47 5.505 0.002i U.UUU4O 2 i56.839 4.536 3l 3I 612.4tT 0.00038 0.23038 2658.404 4.141
32 5E0.t t6 0.00it U.UVUJ6 u.zzv56 2an-.i44 4:538 JI T, 153-297 -tr00r 01100:Il 0r230rl 3-270.835
-4rt24r29
4.342 31
J3
-34
707.'t4t 0.001r 0.0003 r a.Diil lTt 46A
4.539 33 33 926.550 o.o0l l
-.0-o002t
-0I30r{ -,{950.6-78
0.00r otr0026 022A16 3920z07 4.540 34 r 139.656 u.uu09 T06R20 0.I3020 54
35 t053.402 o.0o0f U.OUU2I 6,z02i 418Jr;45 4.s41 3t
54
35
-- -14ntm 0.0007 U.UUUI O tr23016 6-090334
'l1ls4-.tr46 $a, 35
411 2841.O38
-863A44 0.0004 U.UUUU6 0.22008 I-29165i5 4.544 4A 40 J940.4JU 0.0003 0.00006 T2I006 4:iTf 4U
4) 7694 tt2 U,UUU I 0.00003 (l.2T0u-3 34971.44 4.545 45 45 I I I 10.408 q.90_9,1 u.uuuul U.ZJUU/
434{
)U
JJ
20796.561
54ffi.033
0.000(
0.000r
0.00001
0.00000
0.2200t
a22.000
94525 27t'79 4.545
2ts48t.T84 4.54t
50
55
5U
5J
'' Em60l9r
31279.195 U.UUUU
0.0007
0.0000t-
0.00000
0.23001
o.23000
il59;92.ts4
38T867.3',t6 4.348- 55
60 l5l9lI.2t6 0.000( 0 00000 0.22000 +.f.+) 60 TO
-(tt
wet126 0.000u 0.00000 0.23000 t07836.5e1 4.348
4.348
60
o5
65 410571 .684 U.('UUt, 0.00000 02T000 I 866230.38 l 4.545 65 6,51962.14{
__Tqr,.eTg.4e0 0.0000 0.00000 0.23000 3a34616.29i
IU 1109655.442 0.000t 0.00000 0.22000 -690500i82
5043883_826 4.)4) IU 1tr 0.0000 0.00000- 0.23000 85433R0.3e1 4.348 1{
75 2999074.820 U.UUUI 0.00000 0.22000 1if.2-ts-3.7D 4.545 75 553201 5. I l4
- 0tr000 0.0000r aI23000 240fl235.217 4.348 75
15
EO E 05623.999
I o ooof o.0tr000 0.22000 3684-3740906 4.545 80 -80 I 55743 r 3.595
-r.0000 0-.o00-0f CI23000 67-77134015{9 4s4E 80
'0T0000 -q957189-7 8t
85 21907136.151 0.000[ 0*2200{ MS 4.54' -85 T5-
'43-846453-.te4
0-.0000 0.00000- 0.r000 I90536750.410 4.348
9U 59208595.',107 U.UUUt 0.00-00-0 0.22000 269129975.940 4.545 90 Ttr lz344l t7tJ.o4u 0.00000 023000 536?00734.958 4.34i8 90
9) l 60023554.949
trI-7idroiro )ki
0.000(
A nnrv
0.00000 0.22000
n ia-n^A
7273797.90.615
oZ<Qo<1n<
4.545 95 -tt
'iii^ 'dra"e-{n<o-t7?
U.UUUU
-TT524ffi-1t9t' -0.0000 0.00000
A nnn6ri'
0:23000
.Irinon
I5t0F76637.781
,-(-1aai tr< hoe'
' 4.348
4 liii r
95'
nri
r TNR 0 000c
"7,
Analisis Ekonomi Telmik

TABEL T. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

TAHUNAN T
TAHUNAN T e
e UNIT & h
h I.V, r.v. s.i.l. [-.t(.r. F-! r.l h u
u rtt AJI Alv ttA u n
n / J 4 6 n
1.L4t1 0.E06: I.UUUUU t.z+wv I .UUU U.6UO '))
2 L538 u.65U4 0.44643 0.68643 2.244 -1.451- 0.44444 l
1.952
1.907 u.524: u.264 t ) 0.s0412 3.',/18 l .981 l 0 5120
0.4096
0.26230
0.17344
2362 4
,t.3b4 o.4231 0.t7593 u.+ I )vJ 5.684 z.4tt4 I 4 ,.689 5
5 2.932 u. i4t I u.1 tqt) U.JO+2f, 9.048 z. t.+) i l 03271 0.12185
,.9s1 6
6 3.635 u.z t5l 0.09r 07 0.33107 10980
"615
t.0r0 6- 6 3l6l 7
4.5011 u.tt 0.06842 0.30842 - 14 3.,t4,t 7 T 0 06634
3.329 8
E 5.590 0. r 7E9 0 0527S v.zyzty 19.r23 5.42I 8 8 0.05040
3 463 9
9 6.931 U. I 44J tJ.04047 v.z6u4 I z{7-n J-loo 9 3 0.1142 0.03876'
0.03007
3.571 l0
IU d.)94 u.l t64 u.oJ l6t) 0.27t60 31.643 J.O62 U l0 0. l 074
0.02349 3.656 ll
10.657 0.093E U.UZ+6J u.zo.+6f 4T2t8 7lt6 TI t2
t2 0.u75? 0.01 845
| 3.2 15 0.01965 u.z)vo5 50.895 J. 5l l3
IJ I o.JUO u.uo I ! 0.u t 560 u.zf,)ou 64. rl0 5.rtz 3 1.0i454 14
t4 zu.3t9 u.u4y2 u.otz42 0.2s242 7eA 0.0r 150
80.496 4 3.859 l5
l5 z). t96 u.0J97 o.00992 u.24992 Ioa.fis 4.001 5
o.03s2 0.00912
3.887 16
t6 5t.t4J u -v3zu /Y4 u.t4 t94 126-.011 0.00'124
U.UU 4.IJJJ 6
0.25576 t7i.636 3.910 t7
J6. t+l tsTZSi 44.409 a.0225 0.00s76
U.UZJE 0.00636 o.24636
--T559D,4
4.U59
0.002s9
- 0.254s9 2r8.045 3.928 18
IE +6.UJy 0.020t U,UU) I U u.z45 ttJ 55.51I l9
l9
4.UUU U 3.e9
t9.56E 0.016t 0.00410 o.z44|U z14.tJ5-l l-tr9 t9 TO
2t)
2t
13.864
9t.592
U.UIJ:
0.0I09
u.u0329
U.UUz6J
o.24329
0.24265
. 303COr
_JTTTC t lu ZIJ
2l
0.aaTe-gz
0.002f 3 0.25233 7l
D.
o.007 0.00186 02.186 3910
22
23
113.574
140.83 I
0.00Et
U.UO7I
0.00213
tJ.00172
u.242t
o.24172
--- 469.05( 4
I
30 tz
23
r.00r48 0.25I48 tri 3.9',16
3.981
23

24 174.631 u.uvJ / (r.00I3E 0.24138 --58Z63T


-n3a61 4. a{T 24 2l r.7 5 0.00119 0:2-119
3-385
75
26
216.542
268.512
(r.0046
0.0037
0.00t I o.24t -8911.ile'
-t1T4Tt4 T VT z5 f64.69
3r03 0.00076 0.25076 l3 19.
0.00090 u.24l.,91J 4.1) t 20 3.990
'27 11t50.
2A
JJZ.95l
4t2.EU
0.0u30
u.uuz4
o.1N072
0.(ruo5E
0.249
0.24058
tt ' - - l383liG
Tn6ml
4
4.')
)4
'31 27
2E
-4r3
590
0-.-s04 2063.
2580.
l.y)z 0.00039 0.25039
z9 f, I 0.0020 u.tluq I
u.uuu.+ /
-o-o0038- -T2lI-03'g
2tx965 29- 646.235 0.001
0_400f l 0.2503I
30
3I
634.820 U.UU I6 264C916 4.) 60 fo 807.794 0.0012
025025 3.996
0roE -0.o003-l 1009.'742 0.0002
n
J3
-787-.177
916N5
I210.363
o.mm -T.00025
u.ut0l 0.00020
0.24031
-0I4u-rs
v.z+uzu
3;215.136
4061913
m393I2
4.) f;-r
4.1 62
4 63-
r
31-

33
r2i2.177
1577.722
0.00020
0.00016
0.25020
0.2501 6
3.997
3.997
3.998
34 15u0.850 o.o00i 1972.152 0.00013 0.250r 3
0.00016 024016 6I4e.773 3.998
0.0004 0.000 t 0 0.2501 0
J5 1861.054 0.000: 0.00013 TTT0I' Tisc.225 2465.190
4U )4)).ytJ U.00Ur 0.00004 Tilffi4' --m8lm 4. 64 35
40 7523.164 0.0001 0.00003 0.2s003 3.999
45 t)yy4.oyu 0.000t
-az{aE 229s8.974 0.0000 025001 4.000
50 46890.43s u,truut
U.UUUUI
-0.0000f
T.2400t - 66640.376
15s311it44
.+.I OO
4.t6f
45
)U 1v*064.923 0.0000 0.00000 0.25000 ,80255.693
855280.
4.000
4.000
)J 0.0000 0.00000 0.2s000
137465.173
-,{mw6'347
0.000( 0.00000 0.24000 3T1167.389 4:tfr 55 213821 .177
0.00000 0.25000 T6t0r17. 4.000
60 03T0t 0--00000 0.24000 Tfr9147.1T0 4.t6i 60 652530.447
4.000
0 00000 0.x000
65
10
lT8r,B4.l9Z o.000( 0.00000 0.24000 4n2$8.299 4.t67 6f 199 l 364.889
6077 t63.357 0.0000 0.00000 0.25000 4.000
14{352j,..v-86- 0-.00m 0.0To00 T.24000 ,443I3'37.-Ss8 4.161 7n 70 4.000
- -421T7219.1e1 741 841 19.01
/) r 0l 5374E. I5I U.UUUi] 0.00000 U..z4UUU 4.16-T 7T 15 18s46030.753 0.0000 0.00000 0.25000
21639197297 4.000
0.0000 0.00000 0.25000
EO 29766982.557 0.000[ 0-.00T00 0.24000 T7{02r08e.82t 4.tfT UU 80
0.00000 0.25000 690893480. 4.000
E5 u /ro)6Jz.u9u 0.(r(r(.,0 0.00000 o-2a000 ta6;66n6.T4o a16T 8-i- 85 0.0000
-T24000 0.25000 2I08439584. 4.000
z55E30l t4.t43 527t09897.162 0.0000 0.00000
YU 0.0000 0.00000
- m65958-804-16:, 4:T61- 90 90
0-00000 0.25000 6434446982.81 4.000
95 749997974.339 0.0000 0.00000 024-000 3-t249q1555.580 4-. 6T 95 160861 t746.709
t-lm 2T0F7T)i<n1-?7 6 o-n-64 o hRrthri - R taTinn oiar=1R:I<?' rra a "AT
166 Analisis Ekonomi Teknik [,ampiran

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON TABEL T. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

I
TAHUNAN I
TAHUNAN T I
& TJNIT a a TINIT
h
h t.v. r. Y. s.t.t L.K.t. l1.v. r. v. h h !.v. r.\ f/A
u tlv ?tt A/l A.tr btA vtA u u li.-lP ytt Ait A.tv F/A
a 5 (' n
n I J 4 5 o n J 4
n I.UUU
I I.JUU u.Io, I.JJU u. tAtJ I I.UUUUU I.J)UUU
T.UUUUU I.JUUUU I.UUL v. to, I 2.3s0 I ll((, )
1.823 u.)46 i o.4z55J 671557
473418
- 0.it478 z
2 r.6=90 0.5e1 T.i0e r.36t 2
-2.icT 01664 018966 4.1'73 I (r(X' 1
3 0.45s2 0.25063 05506t 399C I.8I6 3 1
| ()()7 4
o.JUl u.l)u/o 0.50u76 6. 633
4 L 2.q!6 0.3501 0.1 6t63 I0.46163 6.1 8, z.Ie6- 4 4 3.322
4 484
r
--0-.45046 ,e54 2 71(t
5
{L L 3.',713 6.26eO3 0.11T58 lo.+rose e.043 2436 5 - o.22JL
0T63'
0.1 0046
0Tle26 4.438 2 3tr5 i,
4.82't 0,072 o.0783e I 0.37839 t2.7s4 2.64t 6 o 6.053 0.06926
m4e-
,7

7* I tt. 1/.24 O.39EEU 2 5()8


6.275 0. I 594 U.U)OU / I 0.3s687 7.58f 2.802 &.172 U.U4UUU

T II
I 7 l(
I srsr O.TD6 o.o4t=92 I 0 341e2 23.8s8 2.T2t 8
t1.032 0.0906 o.0r489 0_18489
t).J7) t9
28.664
39-596
2 598
2.665
g
10604- 03943 oriit2{ L 0-33124 32.0 r5 3.019 9 9 t 4.894 0.0671 0.02519
-r.3683' 54.5e0 7.7l5 l0
t0 I 13 786 o.0725 -o-fiT{i{ L i.aer 20.10'7 o.c491 O.O I UJZ
lI
0.32346 42.619 IO U
-7.T4{ TOlt39 0.36339 74.691 7.752
ll
t2.
t7.922
23.29E
u.u))!
oam
U.UI I I3 | 0.31773 56.405 3.147 II 36.644
0.03-158
v.vz I ) 0.00982 u.5)vdz 2.779 t2
0.01345 l34s
0.3 74.321 3.I90 tz l3
- 0T20, u.ut] I z2 -03177, tJ6.46l ' 2.799
l3
t4
30.288 0.0330
0.0254
o.o-t024 031024 e7.62.5 3Tt lf 4 66.i84 0.015c U.UUf,JZ 0.35532 I6 /.vJ4 2.814 l4
39.374 0.00782 0.30'78, t219IJ 3249 t4 I5
t) 5t.IE6 0.oI95 03059r I -49A7:O
90.1 58 0.011t 0.-0-0393 O.J5J9J
0.30598 16T2-8() 3.268 l5 ---- -tTI;Tl{ t
l6 66.50 0.0r0 0.00458- I 0.303s
o:olss 218.412 3.t^87 I6 o 0.0082 U.UUIYU 0.35290 J44.49
-266-il-I -1X40
IT tir.50T 0-.0-r l6 L 285.014 3.295 IT 1 I O.t.J I 0.006t 0.0u2t4 031214
l8
1r 1t2Ast 0.0089 030269
-0-00i5l- |I 0.30269
r

37.5T8 330?- l8 E zlt.6zc 0.u04: U.UU I )U 0.35 t 5E oJU.vz) 2.8/t4


-'2.848 l9
lq t46.t T 03068 0n020, 030207 4$.q13 3.31 I 19
9 299.462 {).(r0Jl 0.001t7
0.000E7
0.35 t I
O.J)UU7
6),t.
llSl.zlu 2.85U
20 l90Js0 0J053- 030159 I qlqrrsr 630.165 3.316 20 2U 4(]4.214 U.UUZ:
1556.484 2.452 z
2l )45. i69 0.00tt
zt 247.065 0.0040 O.i-otD - 0.30122 8-20.215 t3T 2l
0.00u64 U.J)UO4
ttut.2)J
22
zt
32LI84=
4t1.539
T.003r 0.000*9,r
u.uvu tt -
0300e4-
0.30d77
tMlm 3.323 n 't3
t Jo. tav 0.0014 O.UUU4U
0.0003s
0350,18
0.35035 2.854 23
U.VUZq I388.464 3.325 23
l4 --TraSqT -T.008 0.00026 0.J5UZ6 J6JJ. /UO l.d)) 14
24 i47Xm l 0.00m 0.000s5 0.300ss t 806.O03 3.327 24
T{ ms.eirl 0.00I,' 0.00043 0-.30 43 2348.8T1 t.32, zt 7.5 l6tz- I 0.000( O-UUUI9 0.35019 5 I 76.504 Z.U)O 25
T' et7.333 |
o-.0TII
- 0.0001t 0.30033
-
T054Z,44 3.3H,- ,6 26 244 t.246 U.UUUl U.UUUI+ 0.350r 4 6989.2E0
9436.528
2.856 2b
-TXi6 l.l
zl I 192.533 I 0.0008 0.00T2s 0.3002s 3971.179 3.331 n zt 1t(rJ- /6: U.UUUJ 0.0001I 0.3501I
2.851 28
z8 qi00t9 28 .+4t)u.1uy U.UUUI 0.0000E O.J5UUU t2740.313
i5-s02e, o00-06 0-.oo{-e 5164.3tT 3.nl -r.00006
T' 2015.38 r I 0.0005 0.000r 5 0.3001 5 67t4.604 3.3i2-
78
29
29 ouzl. l+d 0.0002 U.Jf,VUO 17200.422 z.t5'l
2.857
29
JU
3T
3I
,t!fe.e2o
3405.994
I 0.0004
-
0.0001I 0.30011 |
8729.985 i.i32 301
JU
JI -'--1W8.547 -
d 1.26.))u 0.(rout
U.UUU I
U.UUUUC
-0.00005
0.35004
0.35003
-:--Ent:510
1350. lz0
3 t.6) t JI
I 0.00T3 0.00009 0.30009 I l 1349.98 I 3.332 3l - -4Tz-3.661 1.857 3T
- 0.3500,
0.00002
I

3T 0.00r 3rl 0.0001


'I28 -
442T793 0-.00007 g.3o0o7 A75t.q15 T2 r
3, 5756-l 30
| 3.333 - - -148r
-r99eqr80- o50i,I oo000, 0.:i5(t-0, 51t3-1.q43 2.951 55
o.oo0Z 0.30005
34' 148r. 0.0001
0.00005
0.00004 o.3ooo4
| r e ! 83.7681
24939.8991
3.333
3.333
.13
341
I
J4 ---- ,:6993.028 U.UUUI U.OUUUI o.3500-l-
-0.:ls00r
-TmT.28
I'
l
15 otr00( 0.0-000r 104136.25I T.S-T
3=5- -912:7.9a60 0T00r 0.00003 0J0003 | 37422.86C1 3.333 l 3sI - 0 it000 T{iT -46
4r) 0.0000 40 0.000( 0.00000
0.00001 013000! 20392.883 I 33r3 401
4f r
/.6) t 45
fl
I 2W3875.934
13410-6.817 0.0000 0.00000
-hTrtRRr
0.30000 I 44701e 3sql 3.333
i
45
-- .rRAr<? t70 0.000(
n ono(
0.(r0u0u
-0R66nd --6
U.J)UUU
T500T-
- --61r6RIO7l7 -'1-ej1
<n Trirorri 6 nnnn ,i rnnnn I tA<oa(n lial ? 112
I
I
I (itf
A,nalisis Ekonorni Teknik
f amniran

TABEL 1. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON


TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON
4Oo/" ,l
I TAHUNAN c
TAHI,}NAI\ T e TTNIT
fl UNIT a
P.\ s.l.l L.t(.t, ts.v. r.v. h
h r.Y s. t.t L.t(.t. f-v. r.v. h b
u wP
---P7F Lll AIP l,lA P/A U

u ttr Pft Att Atr l/A flA u


T 4 5 o n
5 o n n
n z J 4
I.IJU U.6EY .UUUUU l.+f uuu I I.uuvI
I ..+UU u. / t+J I.UUUUU l.r+uuuu I.UVU u.I tt+ I
o85sl61 2 4501 '1.437
r.1 65 2
2 2. IUJ 0.415
1.960 0.5102 a71661- x.81667 14'07 2- 0.21966 0.66966 4 s.3r .,
'a.6Te36 J.U49 0.328 I
2.144 0.3644 a.22936 4367
_1 t.)89 3 J
4 4.421 0-26 n.I3-rs6- o53rqI I q01[ t 1r0 4
3.64t 0.2503 u. t.tu / / a.54A1T .r04 1--8?9-
0.1) 0383 r 8' 0.s3318 [ t29jpl - J
6.410
5.378 u. I 6)! 0E"---f5 0.49136 lu.v40 t.v3 5
6 e fiTl
I
0.I0 0.05426 q-s01?! I l8r4l![ 1.983- 6'
rc324 2.t6E -0.07 2.037
-rT
7.530 u.4()lzo 6
o 0. I 521
-o0.06126 t.tbJ 13.476 0.03607 0 48607 [ 27 7211 7
10.541 u.vt.+v u.u.t I vt 0.-44yqT 2l-8-s3 1
o.0E2T o:q421_l 4t.2021 2.109 8
E
--I4.75r {-_0-57-8 0.029a7 0.42907 -34-395 2 13r E
19.541 0.05
u.u I o40 0.46646 60 74ll 2j{4 q'
49.1 53 z.J't9 I *lo
-9* 28.334 |
9 20.661 0.0484 0.02034 0.42034
4i.0ls 0.M41 0.46123 89.0771 2.168 1(I
0 28.92s o0t4r 6.0t43, 0.41432 69.8 l 4
g{.Bq
l0
2.414 -lf
II 59.573 0.0168 0.00768 0 4s168
|
|
t3o.l62l ll
: 185 -a
40.496 v-vzq I on-Io'tr 0.41013 1.456 -36.381
o-1116 0.00527 o,!sr27 r 89,7J1| 2.196
lz 366S4 0.017( 0.007 I E 0.40718 tie.x5 2.456 tl
125.252 T.00362 o 4s362
|

|
276.1 l s I 2.204 l3
I3 tv.5 I I U.U IZO 0.005 t 0 u..+u) I u 1-953D, 2.2t0 l4
lll 0.0090 0-7036t zTt.JUU 2.4 tE tc l4 l8l.6ls 0.005 4.0a249 a4524e I
40 l .3671
2.I14 i5
4 120 U.UUJOJ
I5 263.3{I 0.003 0.00t72 o 4st77 s829t2l
u.4uz)v 316720 /.q6q l)
o.(x|259
It 8464!l
|
5 155 56E 0.0064
JU I .64t) 0.00, 0.00r r8-. 0.{!!!8 2216 16
6 217.795 0.0046 6)
U.UU I 0.40185 541388 2.489 l6 _TT 0 4s081
|
1228 1'.701 1-218 17
T.r008I
7
- - f04.e13
-4fiWT
0.u033 0-30I32 n.4a1i, - 15q.1-84 2.492 t7 " 551.67-?6 0.001
000t 0 4-055
I

I18r.8_1!l
c T.002 0.o00e{ 0.40094
-tcit 4.@1 2.494 -l I- TT
-Tr - l-l 802.831
0.00039 o.4503tr
1

2s84.677 2.220 l9
v s97.630 0.00I7 0 00067 U.4UUO / 1491.576 2.496 t9
'70 "tr -16879-sl
64. r 05 OTOI
3148.10 2221 fr
.LU 836.583 0.001
--0.0003
0.00048
T000Ir
0.40048
-070014 - m-89.266
7gDsmg
2.497
2.498 'tt
'rl - - I447.s30
0.00(
0.00(
0-00027
0.0001 8
0.45a21
0.450i8 5436.734
-r.227 2t
zl -f 3548.919 0.00( 0.45TI3- 7884.264 2222 22
2.494 zl -23
22
/3
l6J9.E9E
ttgt.at I
U.UOUt U.UUUZ4
0.000t7
0.40024
0.40017
4097.245
5737.142 z..tv, IJ T {t{s.9i2 o.4-5r0e l1433.m2 2.222

24 -TI7tu-56
32t4.20t)
U,UUU4
0.0003 0.00012 0.400I2 8032.999 2.499 24 24
't5
1461.602
10819.322 025004
-2404040.7-6
25
25 4499.880 0.ouu2 0_ou0u9 0.4u0u9 11241.199 z.4y)
26- i-6-88i17 0.0001 0.4soTt 34860338 ,.DT 26
26 oztY
-T819f64 -63 I U.UUUI U.UUUUO 0.40006 t5747.1J7t 2.5U0 26
T --2747.61{ i 0n000 035002- 50548.056 2In 2'7
0.0001 0.00005 22046.9tC z.)0u 2t 2.222 ,8
t2347.670
U.4UUU)
z.)tx, t6 !.6 32984.056 [ 0.0000 0.00001 0.4t007 1329s.681
-28- 0.0001 0.00003 0.40003 30-866.67?
"4T14.r4 E 4'7826.882 i 0 oo00 0.0000 I 0.45001 106279.737 2.222 29
29
30
t7286.737
24201.432
0.000t
0.000(
U.lruUUZ
0.00002
U.4UUUI
0.40002 6-050I.081
z.)tru
2.500
29
l0 lr3l 69148 e78
I 00556.01 9
[| 0 0000
0.0000
0.00001
0.00000
0.45001
0.45000
154106.618
273455.597
2.222
I.222
30
3i
3r 33882.005 0.000( U.UOOUI 0.40001
-tr4000r
8410I:513 2.500 3l 145806.227 I o oooo 0 00000 0.45000 324011.615 2222 32
31
3t
33
47434.807
65408.730
U.UUU(
U.UUUU
U.UUUUI
m000r 0.40001
I I8584.5I3
affitq.T2r
2.500
z.)uu
JZ
35 33- 2tt 419.o29
3065 5 7.592
II o.oooo
0 0000
0.00000
0 00000
0.4s000
0 45000
469811.842
68 i 236.871
2.222
2772
33
34
T4 wTzna 0.0000 0.00000 0.40000 23T428.O51 Z.)UU 34 -1d
I
444508.508 o oooo 0.00000 0,45000 987794 463 4.222 35
J5 llol6rTl, -T:0000 0.00000 0.40000 iT54N.zit 2.500 35
3-{
40' 2849t81.327 t ooooo 0.00000 0.45000 631r5lI.838 2.222 40
18262494 602 I
40 -T60trtTrpT 0.0T00r0 0.40007 i7500c1.74-l Z.)UU 4U
0.45000 405833r9.116 2.222 45
'-],64976.14t- 45 o oooo 0.00000
4t -'r0r{-Ro-Tr-rzr
-0.0000
0.0000
-n 0.000T0
hn nn^-
0.40000
rnRnh
s4124I4.354
<nerr-ao'R6(
2.500
t <Rd
zt)
a<i711
1 17 I 71'1 rt nnnn n onnnn n 45000 )Afiljg)q4 9)6 7 i))
50- 6ri.Iri {aT
^
t70 Analisis Ekonomi Teknik [,amniran

TABEL T. FAKTOR BT]NGA PADA BUNGA KOMPON TABEL I. FAKTOR BTINGA PADA BUNGA KOMPON

TAHT]NAN T I
TAHTINAN T
e I]NIT a I UNIT a
h T. r. Y. s.I.l' c.R.l. l.Y. r-Y . h h l.Y. r. Y. ti.!.t L.t(.1, i.v. r. h
u *tP Ptb atb AIY h/A PIA u U Ftv Ptt a/r Atv ttA rtA. u
n z J 4 5 0 n
n z J 4 6 n
I .)UU u,ooo I.UUUUU I.fUUUU I .UU\ v.0a / l.))u U.09JZ I.UUUUU I.))UUU r .uuu u.ozt ) I
ilt
I

2.T50 0.4444 0.40000 0.90000 2.50( 2 -2- 2.403 6.416,. 0.19216 a94x{ 2.ss0l -l.Of,l- T'
3.37s v.zvo: 0.2 | 05J 0i1053 4.75( 1.407 3 3.724 0.1685 6.r01-DI 0.-75197 4.9s3 1.3-3n-
-
5
I: -x.1T526 |

'- '-- 5.063


-/:<o[
v. tv
0.rir
U. I
0.07583
ZJU6 T-62308
0.57583
8.12i
t3.r8l
1.605
t.731
4
J
4 5.772 0.1732 0.66526
0.6arrf
8 6761
r4 44!il
I50:i
1.6I5
4
j
5
-.1r-867 0.IIIX -0.se217
6 I.39t 0.087t 0.04812 0.54812 -2a.181 I .6 Z.+ o
{ - 0.0721 0.042'14
-
23.395 l.b'87 6
7 t 7.0E6
z) -olv
0.058J
0.0J9t
0.03108 U.)J I U6
0.52030
12.t1t
49.25t
I .66J
1.922
7
T 2t.497 0T46i 0.026x4 0.57684 37.262 r.114' T
I
6 O.OZUJU E
33.316 -0.or94
0-.0307 0.0i70t 0i.s61a2- s8.756 1.164
, 38.,+43 u.uzot
--0Ji73
V.UIJJJ U.) JJ)
I 74.88-, l 948 9
8
9 51.640 c).0I 086 1.56086 -92fiT If83 ,
IO 57.665 0.00882
-0.00s8t u.)ud6l rlT.33( l.vo) IU t0 80.042 0.012i 0_0=06-9t 0.s569d 143.112 t.7.93 l0
ll 86.4e8 0.01rI 0-0i8t t70.99:
'2t1.454 1.977 II l-l- t74.065
-0 -0081
-0n6441-
a.ss{41- 223.754 1.804 ll
I t.v6) a
129.746 U.UU / U.UUJ66 U.JUJd6 141lre
194.6-20 o.005r 0_002s8 0.50258 3V'2X 1.990 3
t/
-I3- ' 192.300
?98.A6T
U.UU)Z
tr003I
-0.tr028F
0.00185
0.552EU
0.s5l8t 540.120 l3
I .812
4 29t.929 0.0034 0.00172 0.s0172 -i8TJ=5! 1.993 4 lJl4 1{
I4- 462.002 0.0022 0.00Ir-9 0.55r r9 838. I 85
43't.894 0.0023 0.00r l4 0.501l4 873.78t 1.995 l) r5- 0.001i 0.00077 0i5077- 1300. i8-7 1.816 15
! l6 -7 r6.-103
o o)o.u4 I U.UUI
o.oo I I
U.UUU /O U.JUU /O
U.)UU) I
t3t I.68'
ls6R 52
1.997
vv6 tl
r- r I09.960 0.000i 0.000i0 0.55050 1016.290 1.817 l6
t7
7 985.26 t
t4 t t.6vl
0.00051 IT t120.4i7- 0.00oii CI00032 0.55032 31T6.250 1.817
E 0.0001 0.00034 U.)UUJ4 zv)5. l6c IE l8 T666378 0.0004 o.0002l 0.55021 4846.691 I818 t8
9 zzto.636 0.0005 (r.0002J 0.s0023 4431.6'.16 t9 0.0uu2 15TT.165
lv 4133.351 U.UUUTJ
2U 3325.257 0.0003 0.0uul5 0.50u l5 6tr8.51 t -\Jvv 2U 20 640-6694 U.UUUZ Ttr-000e -0.s50II
0.55009 tlT45it6 l.dr6 tv
tt 4987.E85 u.(ruu2 o.uuutu U.f,UUTU 9973.770 2.000 2t al 9930.375 o.000I o.00006 0-5006 1805r.410 L8l 8 ,l
z2 7481.828 0.000I 0.00007 0.50007 14961 .65 2.000 ZZ ')) t5392.082 0.(r00 U.UUUUI+ U.))UU4 n9w785 1.818
'21

t4
tzzz.74t
lo6jr+. I lz
0.000I 0.00004 0.50004 22443.483
33666.224
2.UOU 23
24
/3
-N
-2-38s7
izl 0.0000 030002 r.s5002- 43375.80
an3.s93
IJIs z5
24
U.UUUI U.UUUU.' U.5OOUJ Z.OUU 3@D.416 0.0000 0J000i 0.s500r I .818
25
26
z)z)
37476.752
I . lou U.UU(,U
0.0000
U.(ruUU/
0.00001
U.)UUUI
0.50001
50500.337
7575t.505
2.000
t.uw
z5
26
2' 57318.1 88-
-8884-L19'
0.0-000 00000f 055001 104r3.069
l6i
l.8lT
I.EIE
25
'26
26 0.0000 0.00001 0.5500r 531.25-8
27 )06I). tzv 0_0000 0.0000r U.)UUUI n3628.257 2.000 21
'24 27 -1iTn690 0.0000 0.00000 0_55000 2s0374.449 1.8T8 ZI
2A 85222.693 U.UUUU 0.0(ru0t 0.5000r 170443.386 2.000 2A 213445.16E 0.000u U.UUUUU U.J)UUU Jddud I .Jv / 1.8I8 -28
'29
127834.O39 0.0000 U.UUUUU 0.50000 25i666.019 2.000 z9 29 330840.941 0.0000 0.00000 0.5s00il 60TtzTI6;s r.8r8
ir8 -30
30 l9r75r.05q 0.0000 0,00000 0--0000- ,8Ts-0T 2.000 JU JU 5 12803.4s8 0.0007 0.00000 0.55000- r.8r8
]T 287626.589 0.0000 0.00000 0.50000 5152s1.178 2.000 3l 3l 7T4845.i60 0.0000 o-00000 0.5500r' 1445117.--63 1.818 3l
a2 4J T4J9.EEJ 0.000( 0.(10000 -'0.5000il 6b2677. tb t 2.UUU 5t -932368.mi 1 .818 JT
)z l2-31010.308 0.0000 0.00000 0.s5000
J 64'1159.825 U.UUUI U.UUUUU 0.50000 t29T3\1.654 2.000 1T -tr'A961,5.e77 0.000n 0.00000 0.55007 T412021,31
',40016.98 i.8lE 33
ylvtSv.tJ I
l4
5 t456I09.606
0.000(
0.000(
0.00000
U.UUUUU
0.s0000
0.50000
t941477.475
29lzztt.2tz
2 (XX)
z.wv
aJ4
J:
3{
-3t I9{990i4.76s 0.0000 0.00000 0.5i000 538 1643.208 I .818
1.818
i4
35
45878s238t 0.0000 0.00000 0.s5000 {3;41541-.e73
4U
-4r - I UJt't 332.3Zl 0-0(r0t 030n0tr U.)UUUU zlt t46bt.642 -2.000
.+u
4U 4t64t7243e4 0.0000 0 0d000 0--5000 7-462-85W.352 I.EIU +U
Bq666tT.lT2
-ir ri7rti<NraIi'
0-.000(
7r-rn.rl:.
0.00000-
R nhrioo
0.s0000
R <Rnon
teT%r-'L-I.A4
iloa-)ooq 1ii8
2.000
,n6R
45 45
'<n JOlZZUUll.ltY
ra<2t,irnA Q?n
0.0000
n nnnn
O.UUUUU
n hnnon
0.55000
n <snnn
66i6-7286t.9@
<6tar^Q<r< rls
1.8T8=
i riF
45
<n
172 ,4':r ali sis Ekonomi Telorik

TABEL I. FAKTOR BUNGA PADA BUNGA KOMPON

I
TAHUNAN T
I UNIT e
h r. v. r.v. s.t.t t-.r(.t. t,. v. v h
u ttr YIl, A.ll. A.tl, t/A YIA u
I J 4 5 6 n
T -OUU u.oz)L I.UUUUU I.OUUUU I.UU! .oz) I
2 2.560 0.3906 0.38462 09846, 2.60n .0r6 2
3 4.096 0.244 0i93-80 0.79380 5.160 260 j
.4t2
4
5
6.554
10.486
0. I 526
u.uv)4
U. I
u.uoJl)
UUU{ 0.70804
u.ooJZ)
9.256
15.810
xTs
508
4
FAKTOR KONVBRSI
6 te-m 0.0596 0.03803 0.63803
o.62322 4.m3
567 6
,,GRADIENT
E
t
26.844
42.950
68.719
0.0373
0.0233
0AT46
o_02322
U.UI4JU
0.00886
0.61430
0.60886
6-9.916
I12.866
.605
t.628
4642
8
9
SERIES'
IU

t2 - -
109 951
t75.922
73r.41t
0.0091
o.0-05,
U.UOJt
0.00s5 r
0.00343
o oo7t4
t .60551
0.60343
o.60214
l8l .585
29-l.53r,
467458
.652
.1551
.66t
l0
i"l
tt
KE BENTUK SERAGAM
t3 450.360 o.ooz2 0.00I34 0.60 t 34 748.933 667 I3
t4 tzu-) tb 0.0014 0.000E3 0.600E3 t199.293 .o04 l4
t) I t>z-t,t a u.uou52
-lrlq-3-69 t5
U.UUU: U.6UUJ2 .665
t6 t844.674 0.0005 0.00033 0.6003f 301275r
"{e-tT165 G6 lo
t7 2951.479 0.0003 0.00020 0.60020 ooo l7
4722.J66 -1Tj6{s44
IU 0.0002 0.000r3 0.60013
-l-259-Lm .666 IE
I9 7555.786 0.0001 U.UUUUU 0.60008 .666 t9
20 r20E9.258 0.o00t -0-.00005 0.50005 vt-UloB1 oo/ zt)
zl 19342.EI3 0.0001 0.00003 0.60003 32236.155 oo/ 2l
22 3094E.501 0.ooo( 0.00002 0.60002 TT57qI68 667 zz
2J 49517.602 0.uo0( (r.0000t 0.600ut 82527.669 667 23
24 79228.163 U.UUUI u.uuuut U.OUUUI t32045.27 .60 / 24
25 lzo /o).uou U.UUUT, 0.00000 u.ou(ruu 211273.433 .oo / 25
26 202824.096 0.000c 0.00000 0.60000 331038.{e3 .66r zo
T 3245 I 8.554 0.000-c 0.00000 0.60000 -s40862.58-9 .661 2T
2A 519229.686 0.000c O.UUOOU 0.60000 r6s38I.IB .667 28
29 830767.497 0.000x O.UUUUU 0.50000 l3-8415t0-.829 .667 -2q
30 1329227.996 0.000c 0.00000 0.60000 22153-N.326 .667 JU
JI 2126764.793 0.0000 0.00000 0.60000 3544606322 .667 3l
3.t 51UZ6Z5.OOy 0.000c 0.o(ru00 0.60000 5671371.1l5 .667
33 54445t7.871 0.0000 U.UUUUU U.OUUUU 9fr41e4785 .667 'Z
33
-0.0000
t4 8711228.593 0.00000 0.60000 14518712.6s5 .667 34'
J5 t3937965.749 - 0.00T0 0-.0-0000 0.600-00 2T2m41248 .667 35
40 r 46150163.733 0-.000x 0.00000 0.60000 243s8-36-04.555 .67 40
45 I532495540.866 ' 0n00x 0.00000 0.60000 25541-5e2f3.110 .667 45
d;hRnn n-rmRrn- .r innhn iR-7-arldh?1< o8r AA'1 <n
174 Analisis Ekonomi Teknik
f srnnirnn 175

Dari Rumus No.:


TABEL 2. FAKTOR KONVERSI ''GRADIENT SERIES'' KE BENTUK SERAGAM

7. A =" [l - (t+i),
'- I= Uniform dari Gradienr Series n 1'/" 2Y. 3"/o 4Yo 5"h 6"/0 7"h A'h 9'h lU-/o n

Ir _l_] z 9.4L8 r qJgq - 0.191 o.fq -,01488 q,185 . 01483 . 9,191 q!7_E : o:ll2 I t
3- 0.993 i 0.987 0.980' 0.974' 0.967 0.961 0.955' 0.949' 0.943 0.937
4 a /e-f t .arc--t tal l,st 1.439 1.427- 1.416 1.40iA fugr' 4
5 i.Oao r.goo 1.911 1.922 1.903 1.884 1.865 1.846 1.82'8 -1.381- l.eto 5
Notasi untuk rumus no 7. : (NG,i%o,n) 6 2.471 I 2.442 2.414 2.386 2.358 2.330 2.343 2.276 2.:250 2.224 0
7 2.960 2.921 ;_?.982,2.84 a80q ,_2_lp-].730 2.694 ,2,9fl _?.9]2
374b--' 3-.396l.3zs ' s.{ga' {.2As i-3J9s 1147-a3399-" 3.0s1 3.004 I
I
-
I ,
3.934 3.868 3.803 3.739 3.676 3.613 3.552 3.491 3.431 3.372 I
TAtsEL 2. FAKTOR KONVERSI 'GRADIENT SERIES- KE BENTUK SERAGAM 10 t.lral $37--i.2sia'-4-171 - 4osf--4.0n- es46 :-937 ' {tsa-:3.72s 10
11 4.Edi ZBd2' 4.705 4.609 4.514 4.421 4.330 4.240 4.151 4.064 1T
12 5.381 5.264 5.148 5.0i4 4.922 4.811 4.703 4.596 4.491 4.388 12
13 5.861 5.723' 5.587 5.453 5.322 5.192 5.065 4.940 4.E18 4.6ee 15
n 1o/o 2% 3o/o 4% 5o/o 60/o 7o/o 8% 9Yo 10% n 14 6.338 6.'179 6.021 5.866 5.713 5.564 5.41:7 5.273' 5.133 4.996 14
t 'tc 6.814 6.631 6.450 , 6.272 6,097 5.926 5.758 , 5.594 5.435 s.27e 15
2 0.498 0.495 0.493 0.490 0.48\ 0.485 0.483 0.481 0.478 0.476 2 16 726tt-i-7o80-i aatt : a-.ul' attt t o:zgl-oIso-s-905 1724 5.549 16
17 1i61-,2.s26 -z*.294-, 7.066:6.a42-t eszl-'lt'r' 6.204 I 6.002 5.807 't7
3 0.993 0.987 0.980 0.974 0.967 0.961 0.955 0.949 0.943 0.937 3 18 72s{-7.gaa tfi{ 1-As3- :-2o3l 406d1 a.iz-, 6.tsz | 6.260 i 6.053 18
- a+oz
4 1.488 1.475 1.463 1.451 'I .439 \.427 .416 1.404 1.393 4
1S azo2 e.r181-1:834- 7.s57'-7m-7.0u'"a.1zo- a.i24 6.286 19
; 1 1.381
20 9.169 8.843 8.523 8.209 7.903 7.605 7.316 7.037 6.767 6.508 20
5 1.980 1.960 1.941 1.922 1eT 1\84 1.865 1.846 1.828 1.810 5 21 0.0s5 s276 l-8.823 I &578 ,-82421 7.91s 7.599 7.294 7.001 6.719 21
22 9.705 9.319 8.941 I 8.573 | 8.217 7.872 i 7.54111.223 16.919 22
23 10.563 10.132 9.709 9.2e7 I 8.897 I 8.919 1 !.1!Zr 7.779 t7t3p*7.108 23
24 11.024 10.555 10.095i 9.648 9.214 , 8.795 r 8.392 8.007 7.638 7.288 24
25 1a485f 10s74l10,42-r 9.993 t g.SZt i 9.072 i 8.639 8.225 : 7.832 7.458 25
Contoh Penggunaan Tabel \
26 11.941 f it.gsr 10.8s3 10.331 9.827 9.341 I 8.877 , .8.{.3!. 8:0_16_ Z:619 26
27 12.3971,11.804 11.226 10.664 10.12219.603 9.107 8.636 8.191 7.770 27
Seorang menyimpan pada akhir tahun 92 .50-, akhir 1993 p.100,- 2E 12.852112.214111.593 10.991 10.411 9.857 9.329 8.829 ', E.357 7.914 AB
dan akhir tahun 1994 Rp.l50,-. Bila Yo berapa la 29 Ta304tu3z-11.95il 14.312110.6941 10.103r 9.543 9.013 8.51s 8.M9 29
yrmpan
tsu 30 13.756 1S.OZS tZ.St+ 11.627 10.969 10.342 9.749 9.190 8.666 8.176 30
uang yang sama untuk setiap akhir? 31 14.205 | 13.426: 12.668 11.937 11.2381 10.574 9.947 9.358 8.808 6.296 31
32 l4353ll33Zt7!.otTlzzq lit.sot 10.79e 10.138 9.520 , 8.s44 8.409 32
33 15.099 14.2'17 13.362- 12.540'11.15t 11.O1 t 1U.3ZZ 9.tjt4 e.utz u.cro JJ
150 34 1 5. 5441 1 4308-1 3. 7 02 {2. fi2: lLd.o6: 1 1-22i', iat 400r E. 82 i - 9 J 0 3 -4. 0 1 5 J4
35 15.987 14.996 14.037 13.120 12.250'11.432 10.669 9.961 9.308 8.709 ,5
a0 le.fzsl 10589:ls.oso la.ati i 15s77' iz.isil it.tzsi io.sfu- 9.796 9.096 10
45 20.327 18.703 17.156 15.705'14.364 13.141 12.036 11.045'10.160'
-10.430
g.\tt 15
-ad
50 22.$6 20.442-18.558 16.812- 15.n] _J3:796 12.529 11.411 9.570
55 ,1.s6a't22to6 ig.e60l a7.go7 . i5.966i 1t.gtt 12:..921'11.690r-10-62n E.708- 55
2i5sss 23.696 21-.067-{8.697, t0.000 14.791 13.232 11.902 tb:os''9.402 60
x:5 (Nc.s.i : Rp 71,95
60
65 28.522 25.215 22.184 19.491 17.154 15.160'13.476',12.060 10.870 9.867 oc
f
76 3077il26"66il n.z i s', n. i s6, n .6i i s.eo i''ie.6oo-1 z.n a-' t {.8a1-9. 9 t t- 70
-15
75 '{zs1il;r,n4slz41en12q@1,i},Ql_alJs.!Qo_i9.S1a_-1Zfq0l1q.9El_e-91L
EO 34.249 29.357 25.035 21.372 r 18.353 15.903 13.927 12.330 11.030 e.etl UU

85 36.qq.q_i 10.qqqr?s.8!s i 2't,89J .18 q39lG q9? | 1!:915-\2QT I 11.0q"s1_99.7-1 a5


90 l-{_7_{4-7}1J28{67:22.283 18.871 16.18e 14.081 12.412 11.073 e.e83 90
6 39.626 32.919 2t.zss'22.655'19.069 16.290 14.132 12.1s7 11.085 E.989 95
100 -ar sa3l 3a98G ', 2r .a44 22dao r g2s4 l 16.gii'ai1.l1ot 1r.ass- r ogg 0.995 {0c
n 10/^ 20/^ ao/^ Lo/" 50/" 60/" 70h 8"/o g7o 10'h n
Lampiran

n 21el^ 22e/^ 23e/n 24"/o Zb'lo 26'lo Zl'h a6-lo aJ-lo lu7t n
Z 0.452 0.450 0.448 0.446 0.444' 0.442 o.441 0.439' u.43t ' U.45. Z
3
3 6.etq o.B6s 0.863 0.a58 o.asz 6.ut' o.&2 o.ss7 o.asz 0.817 3
4
{ 1.2.u i.{54 1.244 1.h5 i.2r5' 1.21s 1.205 1.197 1.187 1.178 4
5
5 1.825 i.6Os- r.5es i.578 1.563. r.5+a 1533 1.519- 1.504 1.490 5
6--
7
6 i.gso i.gra 1.A12 1.890 r.aoe. r.&7 1.8?6,, 1.b96 1.785 1 755 6
7 2.160 z.fia 2.2oia 2l-llt z.iq2 1.1u' 2.087 2.0-59 _ ? -039 ? 0q6 7
\
-2.537 IA9;8' 2.t1t 2.qza- ,.ts7' ,.1i2 2.317 2.282 2.249 2.216
8
t 8
E -2.788 2.14i' I.695' 2sag 2sG 2.561
- '
2:919 2.477 2.436 2 396
8
E
16 goG- 2.9s9 2.904 2r5o ,.Tsi'' 2.746- 2.6ss ?q!q ?ie8 2111 io
10
a,l
11 s22t' sJ55- 3.dgr - 3.028 2.e66 2.907 2.849 2.792 2.737 2.683 11
12
ft-
n g.46e' 3330 3.256 g.1Ba 3i15 3-047 2.981 2.917 2.8s5 2.795 12
1J 3=7i t485 3..i02- i.liz 3.244 3.168 s.09s 3.024 ' 2.056 2.889 13
14 3.7{e - -623 3.531 t.ct2 s.s56 3.22s 3.193 3.1 5 3.041 2-gsg '14
74 1
1' 15 3.850 3.145 -- t.644 s.547 s.es3 3.363 3.276 3.192 3.112 s.6sa 15
'1f -a966 S.852 37+S' 3.638
16 '-g^53z ai.440 g.gict 3.2s7 3.171 3.089 16
+oos-- 3.s77- 3.828' s.216 eeoe 3.50s 3.406 3.312 3.221 3.135 ,i
It 7.roo a.025 s.go4 ' erM' 3670-' 3.56i 9.457 3.357 3.262 3.172 18
Ts -t.zto - 4.101 -3.968 3.u| i.Trr a6o8- s.asg s.3ss s.ist s.2oz 1t
20 4.310 4.163 4.024 3.892 3.767 3.648 3.534 3.427 3.325 3.228 zo
21 4.371 4.218 4.072 3.935 3.805 s.6et 3.564 3.453 s.3aa i.faa zT
z2 l.qzs q.zes 4.114 3.971 3.836 S.ZOS 3.589 3.475 S36Z S.205 zz
23 {att- 4-3oa'-,i.140 -4i02 3.863 3.733 3.609 3.492 3.382 3.278 23
-
24 {512 4341- ?.180 4.028 3.886 3.752 3.626 3.507 3.39s 3.289 z4
25 4.s47 4.971 4.206 4.051 3.905 3.769 3.640 s.51s 3.405 s29a zi
26 1.na a.ggz t.zla 4.069 3.921 3.782 3.652 3.s29 3.414 3.505 i6
zt -4.504 q.4t9 ' 4.247 4.085 3.935 3.793 3.661 3.537 3.420 3.311 27
28 c..62t a.rs8 +zez 4.099 3.946 3.803 3.669 3.*4 3.426 3315 n
z9 t.a+a t.qsq- q.zte q.ilo 3.955 s.810 3.675 3.549 s.+30 s.stg 29
30
-4.663 ttea- a.ist 4.119 s.mg 3.817 3.681 3.553 3.434 i.{22 -iT m
-31
t.aza 4+ao 4.2s7 4.127 3.969 3.822 3.685 3.557 3.437 3.324
-4.690 ' +.+so ' asoS +.ts4 - 3.975" s.426 ' e.oa8 3.560 3.439 - -3.326
32 32
-
33- 4.701 c.adi c.slz 4.139 3 979 3.830 e.ost 3.562 3.44't 3.328 3J
34 4]10 4.506' 4.318' 4.144 3.983 3.833 3.694' 3.564 3.442 3.329 u
35 4.718 4.512 4.923 4148 3.986 3.835 3.696 3.565 3.444 3.330 35
40 " c.t+ie q".sll 4.338 4.159 3.99s g.aaz 3.zot 3.569 3.447 3 332 40-
r5 I 4.7s] 1q10_ 4.344 - 4.1U 3.ee8 3.q15 3.703 . 3.s71 . Q41! . 3333 45
50 i 4.7s8' 4.s43 4.346 4.166 3.999 3.846 3.703 3.571 3.448 3.333 so
-
55 a-zeo 4.544 4.347 4.166 4.OOO 3.846 3.704 3.571 3.448 3.333 55
-60 | 4.761 4.145 !:318 4:167 4.OOO 3.846 3.7U 3.571 3.448 3.333 60
-es
I 4.762 4.s4s 4.348- 4.167 4.000 3.846 3.7u 3.571 3.448 3.333 ss
-70
l-+ta;i*
',