Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNIKASI DATA

KOMUNIKASI SERIAL ANTARA PC KE PC

oleh:
MUHAMMAD NOVIAN R.R
1541160019

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017
I. Tujuan
Mampu menghubungkan 2 PC untuk melakukan komunikasi lewat serial RS
232.
Memahami sistem pengkabelan untuk menghubungkan 2 PC melalui port
serial.
Mengetahui setting-setting untuk melakukan komunikasi serial antara PC to
PC (Boutrate, Data Bit, Parity, Flowcontrol).
Mampu membuat program untuk komunikasi antara PC ke PC.

II. Alat dan Bahan


Program Delphi versi 6 keatas
Komponen komunikasi serial (CPORT)
Konektor DB9 female 2 buah
Kabel (secukupnya)
Komputer 2 unit

III. Teori Penunjang


A. Komunikasi Serial (RS232)
Komunikasi serial merupakan komunikasi yang pengiriman datanya
dikirimkan perelemen. Dengan transmisi serial pengiriman data jarak jauh menjadi
lebih efektif dibandingkan dengan transmisi paralel. Data paralel internal komputer
dimasukkan ke pengubah paralel ke serial. Saluran serial mengirimkan setiap karakter
per elemen sehingga hanya diperlukan satu atau dua penghantar,yaitu kirim data (TX)
dan terima data (RX). Contoh transmisi serial ditunjukkan pada Gambar 1.

Paralel/serial Paralel/serial konverter


8 bit dikirim satu
konverter
per elemen

R
S E
E C
. .
N E
. .
D I
0 1 1 0 1 0 0 1 0 0
E V
0 0
R E
. Dibutuhkan 1 line mengirimkan 8 bit . R

Gambar 1. Transmisi Serial


Sumber : Donny Arius & Rum Andy K. R. , 2008
Pada Gambar 2 ditampilkan bahwa transmisi serial membutuhkan waktu yang
relatif lebih lama dibandingkan dengan transmisi paralel, hal ini dikarenakan untuk
komunikasi serial hanya menggunakan satu saluran. Berikut ini gambar arah transmisi
dari komunikasi serial.
Arah transmisi
Bit-bit yang ditransmisikan

Panjang karakter 8 bit Stop


Start
MARK

1 1 0 1 0 0 1 0
SPACE

Gambar 2. Arah transmisi komunikasi serial


Sumber : Donny Arius & Rum Andy K. R. , 2008

Sebagai contoh, jika akan dikirim data serial 10011010, maka agar data
tersebut dapat dikirim dan diterima dengan baik, selang waktu yang digunakan oleh
pengirim dari penerima satu dengan yang lain harus sama. Jika penerima telah
menerima penyesuaian bit, maka seharusnya juga harus segera menerima penyesuaian
karakter, dan penerima juga harus mengetahui awal dan akhir blok data yang dikirim.
Penyesuaian yang diperlukan dapat diperoleh secara sinkron maupun asinkron, data
yang dikirim oleh terminal komputer lewat jalur RX dimasukan ke pengubah seri ke
paralel sebelum diteruskan ke komputer.

B. Parameter Komunikasi Serial


Pada komunikasi serial data yang dikirimkan berupa bit 1 (high) atau bit 0
(low), untuk bit 1 diwakili sebagai tegangan +3 s/d +15 volt dan bit 0 diwakili
sebagai tegangan -3 s/d -15 volt dengan demikian tegangan dalam komunikasi serial
memiliki ayunan tegangan maksimal sebesar 30 volt.
Suatu karakter yang akan ditransfer harus didahului oleh kondisi (high) ke
rendah (low) yang dinamakan start bit, yang digunakan untuk mensikronkan antara
pengirim dan penerima. Setelah start bit, selanjutnya berisi karakter yang diikuti
dengan parity bit dan terakhir adalah stop bit. Berikut ini contoh sinyal informasi
komunikasi serial RS232 pada pengiriman huruf A dalam format ASCII tanpa bit
paritas.

Logic 0 +15 Volt


Start
0 Volt
1 0 0 0 0 0 1 0 Stop
Logic 1 -15 Volt

Gambar 3. Gelombang informasi komunikasi serial


Sumber : Forum Komunitas Teknisi Ponsel Indonesia
Gambar 3 menunjukan bentuk gelombang komunikasi serial dengan format
8N1, yaitu 8 bit-data, tanpa parity dan 1 stop bit. Pada keadaan idle atau menganggur,
jalur RS232 ditandai dengan mark state atau logika high. Pengiriman data diawali
dengan start bit yang berlogika nol 0 atau low, berikutnya data dikirimkan bit demi
bit mulai dari LSB (Least Significant Bit) atau bit ke-0 (nol). Pengiriman setiap byte
diakhiri dengan stop bit yang berlogika high. Gambar 3 memperlihatkan kondisi low
setiap stop bit, ini adalah start bit yang menandakan data berikutnya akan dikirimkan.
Jika tidak ada lagi data yang ingin dikirim, maka jalur transmisi ini akan dibiarkan
dalam keadaan high. Ada yang disebut break sinyal, yaitu keadaan low yang lamanya
cukup untuk mengirimkan 8-bit data. Jika pengirim menyebabkan jalur komunikasi
dalam keadaan seperti ini, penerima akan menganggap ini adalah break sinyal atau
sinyal rusak.
Data yang dikirimkan dengan cara seperti gambar 2.11 ini disebut data yang
terbingkai (to be framed) oleh start dan stop bit. Jika stop bit dalam keadaan low,
berarti telah terjadi framing error. Biasanya hal ini terjadi karena perbedaan kecepatan
komunikasi (baudrate) antara pengirim dan penerima. Berikut ini beberapa parameter
dari komunikasi serial :
Data Bits
Jumlah bit yang akan ditransmisikan mempunyai nilai adalah 5 sampai 8 bit.
Parity Bit
Untuk mendeteksi kesalahan (error) yang berbentuk odd (ganjil), even (genap)
atau tanpa parity (no parity).
Start bit dan Stop bit.
Start Bit digunakan untuk singkronisasi penerima, start bit berukuran 1 bit. Stop
Bit menandakan akhir dari data yang dikirimkan, stop bit berukuran 1 bit, 1.5 bit
atau 2 bit.
Baud rate atau kecepatan data (bps).
Merupakan kecepatan transmisi data dari transmitter ke receiver, mempunyai
nilai antara (50 s/d 19,2 kbps).

C. Konfigurasi Pengkabelan Komunikasi Serial antara 2 komputer


Untuk dapat melakukan komunikasi serial antara dua komputer maka di
butuhkan media kabel untuk mengirimkan informasi. Dalam komunikasi serial antara
dua komputer dibutuhkan media kabel serta konektor yang berupa DB9 (female). DB9
(female) memiliki 9 pin out yang tiap-tiap pin out memiliki fungsi masing-masing.
Pada Tabel 1. dibawah ini, menunjukan konfigurasi pin out beserta fungsi dari masing-
masing pin.

Tabel 1. fungsi dari masing-masing pin keluaran


Fungsi Pin Out Keterangan Fungsi
TX Transmit Untuk pengiriman data serial
Data
RX Receive Untuk penerimaan data serial
Data
CTS Clear To Digunakan untuk memberitahukan bahwa
Send modem siap untuk melakukan pertukaran
data
CD Carrier Saat modem mendeteksi suatu carrier
Detect dari modem lain (dari tempat lain) maka
sinyal ini akan diaktifkan
DSR Data Set Memberitahukan UART bahwa modem
Ready siap untuk melakukan komunikasi (Link)
DTR Data Kebalikan dari DSR, untuk
Terminal memberitahukan bahwa UAT siap untuk
Ready melakukan hubungan komunikasi
RTS Request To Sinyal untuk menginformasikan modem
Send bahwa UART siap untuk melakukan
pertukaran data
RI Ring Akan aktif jika modem mendeteksi
Induktor adanya sinyal dering dari saluran telepon

Untuk konfigurasi pin out antara DB9 (female) dengan DB9 (male) yang lain
ditunjukan pada gambar berikut :

TX RX
PIN 1 : CD PIN 1 : CD

PIN 2 : RX PIN 2 : RX

PIN 3 : TX PIN 3 : TX

PIN 4 : DTR PIN 4 : DTR

PIN 5 : SG PIN 5 : SG

PIN 6 : DSR PIN 6 : DSR

PIN 7 : RTS PIN 7 : RTS

PIN 8 : CTS PIN 8 : CTS

PIN 9 : RI PIN 9 : RI

Gambar 4. Konfigurasi pin out DB9

Pada gambar 4 diatas merupakan konfigurasi untuk komunikasi antara dua


komputer yang menggunakan koneksi point-to-point, artinya hanya komunikasi dalam
mode half duplex.

D. Installasi Komponen Cport pada delphi


Untuk melakukan komunikasi serial komputer ke komputer menggunakan
program Delphi dibutuhkan komponen serial, terdapat banyak sekali komponen
komunikasi serial yang dapat digunakan, salah satunya adalah cport. Untuk
mendapatkannya, dapat diunduh di alamat www.progdigy.com. File yang diperoleh
masih dalam format terkompresi, sehingga unuk menggunakannya dan melakukan
instalasi ke program delphi diperlukan tahapan sebagai berikut :
Cara menginstall Komponen Serial
1. Unkompres file cport yang telah di download.
2. Copy file cport hasil unkompres ke folder dimana program delphi diinstall,
biasanya terdapat di C:\Program Files\Borland\Delphi7
3. Ubah nama folder menjadi comserial (optional), sehingga menjadi C:\Program
Files\Borland\Delphi7\comserial
4. Jalankan program delphi. Setelah itu klik ke sub menu tools Environment
Options

Gambar 5. Tampilan Environment Options

5. Pada environment window klik ke library

Gambar 6. Tampilan Environment Windows Library

6. Pada tab library pilih tanda (browse) pada library path

Gambar 7. Tampilan Library path

7. Klik tanda (browse) pada Directories

Gambar 8. Tampilan Directories

8. Arahkan ke file cport (sesuai dengan penempatan file cport uncompress)


9. Setelah itu tekan tombol ADD
Gambar 9. Tampilan tombol ADD pada Directories

10. Buka file CportLib7 pada folder file cport uncrompress ditempatkan, disini
ditempatkan pada C:\Program Files\Borland\Delphi7\comserial
11. Setelah itu tekan tombol install

Gambar 10. Tampilan tombol Install

12. Buka DsgnCport7 pada folder file cport uncrompress ditempatkan, disini
ditempatkan pada C:\Program Files\Borland\Delphi7\comserial

Gambar 11. Tampilan tombol Install

13. Cek di program delphi apakah komponen sudah terinstall, jika proses install
sukses akan tampak seperti gambar dibawah.

Gambar 12. Tampilan komponen Cport pada Delphi

Gambar 13. Tata letak komponen


Ubah beberapa property form dan komponen menurut tabel berikut:
Tabel 1. Setting properti komponen dan form Komunikasi PC to PC
Komponen Property Setting
Form Caption Komunikasi PC to PC
Name Frmpctopc
Label1 Caption Kirim
Label2 Caption Terima
Memo1 Lines (kosongkan string list editor)
Name Mekirim
Memo2 Lines (kosongkan string list editor)
Name Meterima
Button1 Caption &Send
Name Btsend
Button2 Caption Se&tup
Name Btsetup
Button3 Caption E&xit
Name Btexit
Edit1 Caption (kosongkan)
Name Edinputteks
Comport1 Name Comserial
FLOWCHART

PROGRAM PC to PC
PROGRAM PC to PC ASCII
Program PC to PC
unit Unit1;

interface

uses

Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,

Dialogs, CPort, StdCtrls;

type

Tfrmpctopc = class(TForm)

Label1: TLabel;

mekirim: TMemo;

meterima: TMemo;

Label2: TLabel;

btsend: TButton;

btsetup: TButton;

btexit: TButton;

edteks: TEdit;

comserial: TComPort;

procedure FormCreate(Sender: TObject);

procedure comserialRxChar(Sender: TObject; Count: Integer);

procedure btsendClick(Sender: TObject);

procedure btsetupClick(Sender: TObject);

procedure btexitClick(Sender: TObject);

private

{ Private declarations }

public
{ Public declarations }

end;

var

frmpctopc: Tfrmpctopc;

implementation

{$R *.dfm}

procedure Tfrmpctopc.FormCreate(Sender: TObject);

begin

comserial.Open;

end;

procedure Tfrmpctopc.comserialRxChar(Sender: TObject; Count: Integer);

var

str:string;//variable penyimpanan data yang diterima

begin

comserial.Readstr(str,count);

meterima.Text:=meterima.Text+str;

end;

procedure Tfrmpctopc.btsendClick(Sender: TObject);

var

i,n:integer;

str:string;
begin

str:=edteks.Text;

comserial.WriteStr(str);

mekirim.Lines.Add('pengirim:'+ edteks.Text)

end;

procedure Tfrmpctopc.btsetupClick(Sender: TObject);

begin

comserial.ShowSetupDialog;

end;

procedure Tfrmpctopc.btexitClick(Sender: TObject);

begin

comserial.close;

application.Terminate

end;

end.
IV. Tugas Pengembangan
Program pertama adalah komunikasi antara PC to PC menggunakan kabel RS 232
yang berfungsi untuk menghubungkan kedua PC.

1. Tugas a,b,c
a. Menyamakan boudrate di pengirim dan penerima dan mengirim pesan

TX

RX
b. Dengan boudrate berbeda mengirim pesan f

TX
RX

c. Pengiriman huruf f dalam biner

TX
RX

2. Melakukan tugas yang sama dengan bit stop yang berbeda

TX

RX
a. Dengan boudrate berbeda kirim huruf f

TX

RX

b. Pengiriman huruf f dalam biner

TX
RX

c. Hasil pengiriman biner huruf f pada receiver ubah ke biner kemudian kirim

TX

RX
V. KESIMPULAN
Penggunaan program Delphi lebih lanjut adalah dengan menggunakan komunikasi
serial antara PC to PC dan dengan aplikasi pengiriman dan penerimaan.
Penggunaan Cport disini untuk pengaplikasian jalannya program PC to PC.
Kabel RS 232 digunakan sebagai konektor dalam komunikasi agar kedua PC
dapat terhubung.
Pengaturan boudrate mempengaruhi hasil pada penerima.
Pengaturan bit stop mempengaruhi hasil pada penerima.
Hasil pesan yang diterima sama dengan yang dikirim jika boudrate dan bit stop
pengirim dan penerima sama.