Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

PENGENALAN SIMULASI RANGKAIAN ELEKTRONIKA (DC DAN AC)


MENGGUNAKAN EWB (ELECTRONIC WORKBENCH)

Oleh:
Adi Atfallah
A1C015005

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan teknologi sekarang ini terus melaju dan berkembang dengan pesat.

khususnya teknologi dibidang instrumentasi. Teknologi instrumentasi sangat

memegang peranan penting pada kemajuan teknologi dalam berbagai bidang. Sistem

otomatisasi dapat menggantikan manusia untuk mengerjakan sesuatu dalam

lingkungan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kita pada saat-saat tertentu.

Kemajuan teknologi dalam bidang elektronika akan mampu mengatasi masalah-

masalah yang rumit sekalipun, dengan tingkat ketelitian dan akurasi serta kecepatan

yang tinggi.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari manusia tak pernah lepas dari yang

namanya rangkaian listrik. Untuk menjaga keamanan dalam penggunaan listrik maka

diperlukan pengecekan terhadap rangkain listrik tersebut. Hal ini bisa dilakukan

dengan menggunakan EWB untuk menghitung besarnya nilai-nilai dalam rangkaian

elektronika. Dengan menggunakan program ini, kita dapat melakukan perancangan

dan uji rangkaian elektronika analog dan digital menggunakan fituristik yang ada

antara lain source, basic, transistor, diode, dan lain-lain.

Elektronika adalah ilmu yang mempelajari tentang penerapan berbagai

komponen elektronika yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau

partikel bermuatan listrik dalam suatu alat atau piranti. Dan dalam mempelajari
elektronika dibutuhkan. Alat-alat tersebut antara lain multimeter, osciloscope, dan

signal generator.

B. Tujuan

1. Mengenal lingkungan kerja EWB 5.12

2. Mampu membuat dan menganalisa rangkaian menggunakan program EWB 51.2


II. TINJAUAN PUSTAKA

Elektronika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengendalian

arus listrik yang dapat di operasikan dengan cara mengontrol aliran elektron,

pengendalian elektron ini terjadi dalam ruangan hampa atau ruang yang berisi gas

bertekanan rendah seperti tabung gas dan bahan semikonduktor. (Sari, 2012).

Salah satu software yang dapat diperoleh dengan gratis (freeware) adalah

Electronics Workbench atau biasanya disingkat dengan nama EWB. Dengan

menggunakan software ini, kita dapat mensimulasikan rangkaian sebelum membeli

komponen-komponen elektronika dan merangkainya. Namun, kita menggunakan

EWB ini sekedar untuk melakukan pengujian terhadap perhitungan terhadap beberapa

rangkaian sederhana, selain untuk mengenal cara kerjanya (Yasmarianto, 2012)

EWB (Elektronik Workbench) adalah salah satu jenis software elektronika yang

digunakan untuk melakukan simulasi terhadap cara kerja dari suatu rangkian listrik.

Perlunya simulasi rangkaian listrik adalah untuk menguji apakah rangkaian listrik

itu dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan pendekatan teori yang secara nyata.

Simulasi dilakukan dengan menggunakan EWB adalah simulasi yang menghasilkan

keluaran yang ideal, maksudnya keluaran yang tidak terpengaruh oleh faktor-faktor

ketidak idealan seperti gangguan (dikenal noise dalam elektronika) seperti gangguan

pada rangkaian listrik yang sebenarnya nyata (Hugeng, 2004).

Elektronik Workbench atau yang dikenal dengan EWB adalah sebuah software

simulasi yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk mempelajari teori yang
berhubungan dengan rangkaian listrik. Software ini memberikan simulasi yang

cukup akurat terhadap operasi rangkaian analog dan digital. Dilengkapi juga dengan

simulasi instrumen untuk mengukur karakteristik-karakteristik IC, komponen dan

rangkaian. Selain itu, elektronika workbench adalah sebuah software yang digunakan

untuk pengujian dalam eksperimen rangkaian elektronika (Liyantanto, 2009).

EWB merupakan laboratorium elektronik dalam computer. Program EWB

memudahkan pembangunan skema rangkaian analog maupun digital, simulasi

instrument pengukuran, serta pengaktifan rangkaian melalui simulasi saklar daya.

Simulasi perilaku rangkaian realistis dan hasilnya dapat diperagakan pada multimeter,

osiloskop Bode Ploter, Logis Analyzer. ( Ahmad,2000)

EWB (Electronics Workbench) dan Circuit Maker adalah sejenis software yang

dapat digunakan untuk memudahkan dalam menganalisis sebuah rangkaian. Software

ini dapat mensimulasikan sutu rangkaian elektronika sehingga dapat dengan mudah

mengetahui cara kerja dan sistem kerja rangkaian tersebut tanpa harus diaplikasikan

secara nyata. Sehingga software ini dapat membantu siswa dalam proses belajar

mengajar tanpa terhambat oleh biaya dan waktu. (Risqa & Edy, 2013)
III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Program EWB 51.2

2. Laptop

B. Prosedur Praktikum

1. Cara menginstal EWB 51.2:

Peng-install-an software ini cukup mudah. Cari source (sumber/file setup) dari

EWB 51.2 ini, lalu double click pada file setup. Tentukan tempat tujuan EWB

diinstall (misalnya C:\program Files\ EWB 5.12), lalu klik OK. Tunggu proses

instalasi selesai, lalu startmenu buka programs-->electronic workbench-->EWB 5.12.

EWB siap dipakai.

2. Penggunaan EWB secara singkat:

Umumnya, ada tiga hal yang perlu dikuasai oleh pemakai baru EWB yaitu cara

pemakaian alat ukur yang disediakan, pemakaian komponen elektronika (mencakup

komponen aktif, pasif dan sumber sinyal/sumber tegangan) dan pembentukan

rangkain. Pemakaian alat ukur setelah Anda menjalankan EWB, Anda akan melihat

tiga toolbar menu (barisan toolbar file, edit ; toolbar gambar new, open; dan toolbar

komponen dan alat ukur). Pada barisan terakhir, klik toolbar yang paling kanan. Lalu
pilih alat ukur yang ingin dipakai (osiloskop atau multimeter), drag simbol osiloskop

atau multimeter ke bawah (layar putih). Pada symbol osiloskop ada empat titik kecil

yang bisa dipakai yaitu channel A dan B serta dua node ground. Untuk mengubah

time/div dan volt/div sepertu yang biasa dilakukan pada osiloskop yang nyata, klik

dua kali simbol osiloskop. Tampilan windows kecil akan muncul dan anda dapat

mengisi nilai time/div. Volt/div yang diingkinkan ataupun mengubah hal-hal yang

lain. Penggunaan multimeter juga hampir sama dengan osiloskop. Drag simbol

multimeter, klik dua kali untuk mengubah modus pengukuran (pengukuran arus,

tegangan ataupun hambatan).

3. Pemakaian komponen elektronika:

Pada barisan terakhir, mulai dari toolbar gambar yang kedua sampai toolbar

gambar yang ketigabelas adalah toolbar yang berisi simbol komponen. Pada

praktikum elektronika dasar ini, anda hanya cukup memakai toolbar yang kedua

sampai toolbar yang kelima. Mulai dari toolbar kedua sampai kelima, ada simbol

komponen seperti simbol resistor, kapasitor, diode, op-amp, batere, ground, dll. Cara

memakai komponen ini hampir sama dengan pemakaian alat ukur. Untuk mengubah

besar nilai komponen dilakukan dengan klik dua kali komponen, lalu isi nilai

komponen yang diinginkan pada tempat yang disediakan. (simbol sinyal generator

ada pada toolbar yang kanan/toolbar alat ukur).

4. Pembentukan rangkaian:

Setelah mengambil beberapa komponen yang diinginkan untuk membentuk

suatu rangkaian listrik, Anda perlu menyambung kaki-kaki dari satu simbol ke simbol
lainnya. Penyambungan kaki dapat dilakukan dengan: arahkan mouse pointer ke

ujung kaki simbol, usahakan ujung kaki simbol berwarna terang; lalu klik dan tahan

mouse, tujukan ke ujung kaki simbol yang ingin disambung sampai ujung kaki

simbol tersebut berwarna terang dan lepas mouse. Kedua komponen akan tersambung

dengan suatu simbol kawat penghantar. Untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan pada

asisten.

5. Simulasi

Setelah tiga hal tersebut dikuasai, rangkaian listrik sudah dapat dibentuk.

Setelah rangkaian listrik plus alat ukur dipasang pada bagian yang akan diukur

(biasanya input dan output), Anda dapat memulai simulas dengan menekan simbol

saklar yang terletak dipinggir kanan atas (klik tanda I untuk on simulasi dan klik

tanda O untuk off simulasi; tranda pouse bisa juga digunakan terutama untuk

mencatat nilai). Usahakan windows kecil alat ukur tetap terbuka, supaya grafik hasil

pengukuran dapat dibaca.

Pelaksanaan simulasi
6. Pelaksanaan simulasi

1) Rangkaian DC

a. Buat rangkaian seperti dibawah ini.

b. Tentukan Arus (arah dan besarnya) yang mengalir pada R1,R2,R3,R4

dan R5 menggunakan instrument (multimeter) yang ada pada EWB.

c. Bandingkan hasil simulasi dengan perhitungan teoritis (gunakan metode

supposisi).

2) Rangkaian AC (Filter/Tapis)

a. Buat rangkaian seperti dibawah ini.


Ubah warna wire : klik kanan wire pilih wire properties

pilih warna merah (set node color)

b. Setting (dengan cara double klik pada komponen yang akan di set)

function generator:

Pilih sinyal ini

(sinus) dan set

parameter

dibawahnya

Yang diatur / dipilih


c. Cara membaca Amplitude (tegangan Vpp):

Jalankan simulasi dan tekan Pouse/stop bila diperlukan (gerak sinyal

terlalu cepat)

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * (2.4 * 2) = 9.6 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * (2.4 * 2) = 9.6 Vpp

d. Ubah nilai frekuensi pada function generator pada nilai yang berbeda-

beda, kemudian tentukan nilai Vpp channel A/input (warna hitam) dan

Vpp channel B/output (warna merah). Catat pada lembar data.


Ubah F dan yang lain di

buat tetap

VppIn VppOut I (Arus)


Frequency
Hitam Merah
1 Hz
10 Hz
50 Hz
100 Hz
1 kHz
10 kHz
100 kHz

e. Buat grafik

Hubungan antara Frekuensi (sumbu X) dengan Vpp out (sumbu Y).

Berikan analisa Anda.

f. Buatlah Analisis F terhadap


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Rangkaian DC

Gambar 1. Rangkaian DC
Perhitungan :

Loop 1

I1 . R1 8V

(I1. R1) = 8V

I1 . 1,5 = 8V

I1 = 8V

I1 = 5,33 A

Loop 2

(I2 . R2) 5V + (I2 . R3)


I2 (2) 5V + I3 . 1

2 I2 + I3 = 5V

I1 = I2

I2 = 5,33 A

2 I2 + I3 = 5V

2 (5,33) + I3 = 5

10,66 + I3 = 5

I3 = 5 10,66

I3 = - 5,66 A

Hasil : I3 = 5,33 A

I3 = 5,33 A

I3 = -5,66 A

2. Rangkaian AC

Gambar 2. Rangkaian AC
Perhitungan :

a. Pada frekuensi 1 Hz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 1 . 106

= 159235,67

= 159, 23567 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 159,235672

= 25357

= 159,24 V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

159,24
=
1
= 159,24 A

b. Pada frekuensi 10 Hz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 2 *2 = 8 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 10 . 106

= 15923,57

= 15,92357 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 15,923572

= 254,56

= 15,95 V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

15,95 . 1
=
1
= 15,95 A

c. Pada frekuensi 50 Hz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 1,4 *2 = 5,6 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 50 . 106

= 3184,71

= 3,18471 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 3,184712

= 11,142

= 3,34 V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

3,34 . 1
=
1
= 3,34 A

d. Pada frekuensi 100 Hz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 1,3 *2 = 5,2 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 100 . 106

= 1592,36

= 1,59236 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 1,592362

= 3,5356

= 1,88 V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

1,88 . 1
=
1
= 1,88 A

e. Pada frekuensi 1 kHz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 0,2 *2 = 1,2 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 1000 . 106

= 159,24

= 0,15924 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 0,159242

= 1,0254

= 1,0126 V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

1,0126 . 1
=
1
= 1,0126 A

f. Pada frekuensi 10 kHz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 0,1 *2 = 0,4 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 10000 . 106

= 15,924

= 0,015924 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 0,0159242

= 1,00025

=1V

Mencari kuat arus (I)

V
I =R

1. 1
=
1
=1A

g. Pada frekuensi 100 kHz

Channel A (input): sinyal/grafik warna hitam

Vpp = 2 V/Div * 0,01 *2 = 0,04 Vpp

Channel B (output): sinyal/grafik warna merah

Vpp = 2 V/Div * 2,4 *2 = 9,6 Vpp

Mencari hambatan kapasitor (Xc)

1
Xc =
2. . F. C

1
=
2 . 3,14 . 100000 . 106

= 1,5924

= 0,0015924 k

Mencari Impedensi (V)

V = R2 + Xc2

= 12 + 0,00159242

=1V

Mencari kuat arus (I)

V
I =
R

1. 1
=
1

=1A
B. Pembahasan

Elektronik Workbench atau yang dikenal dengan EWB adalah sebuah software

simulasi yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk mempelajari teori yang

berhubungan dengan rangkaian listrik. Software ini memberikan simulasi yang

cukup akurat terhadap operasi rangkaian analog dan digital. Dilengkapi juga dengan

simulasi instrumen untuk mengukur karakteristik-karakteristik IC, komponen dan

rangkaian. Selain itu, elektronika workbench adalah sebuah software yang digunakan

untuk pengujian dalam eksperimen rangkaian elektronika (Liyantanto, 2009).

Salah satu software yang dapat diperoleh dengan gratis adalah Electronic

WorkBench (EWB). Dengan menggunakan software ini, kita dapat mensimulasikan

rangkaian sebelum membeli komponen elektronika dan merangkainya. Kita hany

dapat menggunakan EWB ini hanya sekedar untuk melakukan pengujian terhadap

perhitungan beberapa rangkaian sederhana (Yusmarianto, 2012)

EWB adalah software elektronika yang digunakan untuk melakukan simulasi

terhadap cara kerja dari suatu rangkaian listrik. Perlunya simulasi rangkaian listrik

adalah untuk menguji apakah rangkaian listrik itu dapat berjalan dengan baik dan

sesuai dengan pendekatan teori yang diguanakan pada bku-buku elektronika, tanpa

harus membuat rangkaian listrik itu secara nyata. Perlu diingat, simulasi yang

dilakukan dengan menggunakan EWB adalah simulasi yang menghasilkan keluaran

yang ideal. Maksudnya keluaran yang tidak berpengaruh oleh faktor-faktor

ketidakidealan seperti gangguan (dikenal dengan noise dalam elektronika) seperti


halnya gangguan yang sering terjadi pada rangkaian listrik yang sebenarnya (nyata).

(Hugeng,2014)

EWB merupakan laboratorium elektronik dalam computer. Program EWB

memudahkan pembangunan skema rangkaian analog maupun digital, simulasi

instrument pengukuran, serta pengaktifan rangkaian melalui simulasi saklar daya.

Simulasi perilaku rangkaian realistis dan hasilnya dapat diperagakan pada multimeter,

osiloskop Bode Ploter, Logis Analyzer. ( Ahmad,2000)

EWB (electronic WorkBeach) merupakan salah satu software komputer

eletrinika yang digunakan untuk melakukan simulasi terhadap acara kerja dari suatu

rangkaian elektronika baik analog maupun digital. Dalam mempelajari rangkaian

elektronika, diperluhkan pemahaman yang baik terhadap komponen elektronika, teori

rangkaian listrik dan kemampuan analisis. Simulasi rangkaian elektronika

diperluhkan untuk menguji apakah rangkaina itu dapat berjalan dengan baik dan

sesuai dengan pendekatan teori yang digunakan pada buku-buku elektronika, tanpa

harus membuat rangkaian itu secara nyata. (Ali, 2012)

EWB (Electronics Workbench) dan Circuit Maker adalah sejenis software yang

dapat digunakan untuk memudahkan dalam menganalisis sebuah rangkaian. Software

ini dapat mensimulasikan sutu rangkaian elektronika sehingga dapat dengan mudah

mengetahui cara kerja dan sistem kerja rangkaian tersebut tanpa harus diaplikasikan

secara nyata. Sehingga software ini dapat membantu siswa dalam proses belajar

mengajar tanpa terhambat oleh biaya dan waktu. (Risqa & Edy, 2013)
Beberapa aplikasi selain EWB yang digunakan sebagai simulasi rangkaian

elektronika atau kelistrikan antara lain:

1. Proteus Professional 7.5

Proteus professional 7.5 merupakan kelompok software elektronik yang

digunakan untuk membantu para desainer dalam merancang dan mensimulasikan

suatu rangkaian elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu

paket, paket satu sebagai software untuk menggambar skematik dan dapat

disimulasikan yang diberi nama ISIS. Paket kedua digunakan sebagai merancang

gambar Printed Circuits Board (PCB) yang diberi nama ARES. Secara langsung,

pengubahan dari skematik ke PCB dapat dilakukan dalam software Proteus Prof 7.5

ini.

Proteus Prof ISIS memiliki versi yang selalu diperbarui, mulai dari versi 7.0

sampai dengan 7.8. Setiap kenaikan versi memiliki penambahan akan library

komponen yang dapat diambil dan digunakan dalam penggambaran atau

perancangan. Sebagai perancang rangkaian elektronik terlebih dahulu menggunakan

ISIS sebagai media yang memudahkan dalam peranangan dan simulasi.

Banyaknya library dari Proteus Prof. 7.5 ISIS membuat software ini dikatakan

software simulasi lengkap, yaitu dari komponen-komponen pasif, Analog, Trasistor,

SCR, FET, jenis button/tombol, jenis saklar/relay, IC digital, IC penguat, IC

programmable (mikrokontroller) dan IC memory. Selain didukung dengan

kelengkapan komponen, juga didukung dengan kelengkapan alat ukur seperti

Voltmeter, Amperemeter, Oscilloscope, Signal Analyzers, serta pembangkit


Frekuensi. Kelengkapan fitur yang disediakan ini menjadikan Proteus Prof. 7.5 ISIS

menjadi salah satu software simulasi elektronik terbaik.

2. LTspice

Ltspice adalah aplikasi EDA sumber tertutup (closed course), yang bebas pakai

berbasis aplikasi SPICE3. SPICE (Simulation Program withIntegrated Circuit

Emphasis) merupakan simulator rangkaian yang dikembangkan di University of

California, Berkeley. Program komputer SPICE kemudian dilepas sebagai public

domain pada Mei 1972. SPICE versi 2G6 dilepas ke publik pada April 1983

sedangkan SPICE versi 3F5, dilepas ke publik pada 1993.

Sejarah LTspice dimulai pada tahun 1991 saat program SwitcherCAD yang

beroperasi pada OS DOS mulai disediakan oleh LTC (Linear Technology

Corporation). Program LTspice IV sebagai kelanjutan dari SwitcherCAD kemudian

dirilis pada tahun 2008 oleh LTC dan juga tersedia untuk publik. Ltspice dilaporkan

telah diunduh lebih dari 3 juta kopi dan telah menjadi standar de facto untuk program

berbasis/turunan SPICE.

Perusahaan LTC lebih dikenal sebagai produsen komponen elektronika yang

unggul untuk bidang catu daya tersaklar (switching power supply). Oleh karena itu

LTspice dioptimalkan untuk memiliki kemampuan yang sangat baik untuk

melakukan simulasi SMPS (switch mode power supply). Program LTspice yang

disediakan untuk diunduh bebas adalah program yang sama yang dipergunakan oleh

para perancang IC di LTC. Dengan penggunaan dan pengembangan yang intensif

seperti ini LTspice dikenal sebagai program SPICE yang mampu melakukan
simulasi switching regulator (pengendali tersaklar) lebih cepat dari simulator SPICE

lainnya.

Program LTspice tidak hanya mampu untuk mensimulasikan (model)

komponen produksi LTC saja. Dengan LTspice, pengguna bisa mempergunakan

model komponen (dengan standar) SPICE dari berbagai sumber dan produsen. Hal

ini sangat memudahkan pengguna karena cukup banyak model komponen dari

berbagai perusahaan telah tersedia diberbagai situs di Internet.

3. LiveWire

LiveWire adalah software simulasi untuk pemula. Software ini cocok untuk

yang baru memulai belajar tentang elektronika. Karena penggunaan software ini

sangat mudah sekali. Dengan software ini bisa mengetahui bagaimana sebuah arus

listrik itu mengalir ke rangkaian dan bagaimana sebuah rangkaian itu bisa bekerja.

Perbedaan yang cukup mendasar adalah pada Software Livewire 1.11 Pro ini

dilengkapi dengan pergerakan arus listrik saat rangkaian dihidupkan. Sehingga kita

dapat melihat aliran arus listrik pada rangkaian yang kita rencanakan. Meskipun tidak

sama sepenuhnya dengan EWB, namun program LiveWire 1.11 Pro ini sudah lebih

dari cukup bagi kita untuk merancang rangkaian listrik dan elektronika.

Software LiveWire Circuit Simulator memiliki fungsi yang hampir sama dengan

program Electronics Work Bench 5.12 yaitu sebagai software untuk merancang dan

menggambar skema rangkaian listrik atau elektronika dan sekaligus kita bisa

mensimulasi kerja dari rangkaian tersebut. Dapat juga disebut sebagai Program

Simulator Rangkaian Listrik dan Elektronika. Perbedaan yang tampak adalah bentuk
atau simbol dari komponen dan latar belakang gambar serta adanya tampilan

pergerakan arah arus rangkaian pada Program LiveWire 1.11 Simulator.

Arus listrik yang mengalir tersebut dari sumber arus listrik tersebut dapat kita

bedakan menjadi 2 macam yaitu :

1. Arus bolak-balik (Alternating Current) Arus bolak-balik (AC) adalah arus yang

mengalir dengan polaritas yang berubah dan dimana masing-masing terminal

polaritasnya bergantian. Pada

2. Arus searah (Direct Current) Arus searah (DC) merupakan arus yang mengalir

dengan arah yang tetap (konstan) dengan masing-masing terminal selalu tetap

pada polaritasnya. Arus ini bisa terjadi karena berasal dari akumulator (Accu).

Arus listrik searah ini dapat dihasilkan dengan cara merubah arus AC menjadi

DC menggunakan power supply dengan dioda sebagai penyearah arus yang dapat

menyearahkan arus bolak-balik menjadi arus searah.

Perbedaan antara tegangan listrik AC dan DC adalah tegangan listrik AC

dengan tegangan listrik DC, yakni dengan melihat bentuk kurva tegangan keduanya

yang dihasilkan oleh osiloskop. Osiloskop dapat langsung menampilkan bentuk

grafik arus dan tegangan terhadap waktu. Tegangan AC (Alternating Current) adalah

tegangan yang besarnya selalu berubah-ubah secara periodik. Tegangan AC dapat

dilihat dengan menggunakan CRO (Cathode Ray Oscilloscope). Contoh : tegangan

PLN memiliki besar 220 VAC dengan periode ayunan 50-60 kali per detik atau biasa

dalam bahasa teknik dituliskan dengan istilah frekuensi = 50-60Hz. Tegangan DC

(Direct Current) adalah tegangan yang memiliki besar tetap (tidak berubah) secara
periodik. Contoh tegangan keluaran dari adaptor, tegangan keluaran dari Power

Supply komputer dll.

Grafik Hubungan Frekuensi dan


Vpp Out
12

10

6 Grafik Hubungan
Frekuensi dan Vpp Out
4

0
0 50000 100000 150000

Grafik 1. Hubungan Frekuensi dan Vpp out

Berdasarkan grafik maka perubahan frekuensi tidak berpengaruh terhadap Vpp

Out. Akan tetapi perubahan Vpp Out akan mempengaruhi besar kecilnya V, Vpp In

dan I. Semaik besar frekuensi maka nilai V, Vpp In dan Arus akan semakin kecil.

Alat-alat keteknikan pertanian yang menggunakan tegangan DC antara lain

sebagai berikut:

1. Solar cell atau photovoltaic

2. Penyalaan pada motor bakar dengan sistem kelistrikan atau electric starter

3. Penyalaan lampu penerangan pada kendaraan atau traktor pertanian.

Alat-alat keteknikan pertanian yang menggunakan tegangan DC antara lain

sebagai berikut:
1. Generator pembangkit listrik baik tenaga air maupu angin

2. Water pump untuk irigasi sawah dan ladang

3. Dibidang keteknikan khusunya keteknikan pertanian meliputi bor listrik, mesin

bubut, gergaji mesin dan mesin Frais

4. Sistem instrumentasi yang terletak pada greenhouse

Pada praktikum acara 1 ini tentang Pengenalan Simulasi Rangkaian Elektronika

(DC dan AC) Menggunakan EWB (Electronic Workbench) membahas tentang

rangkaian DC dan rangkaian AC serta pengenalan sofware EWB (Electronic

Workbench). Dari perhitungan Rangkaian DC diperoleh I1 = 5,33 A, I2 = 5,33 A, I3 = -

5,66 A, sedangkan pada perhitungan Rangkaian AC untuk frekuensi 1 Hz diperoleh

Vpp in = 9,6, Vpp out = 9,6, dan I = 159,24 A, untuk frekuensi 10 Hz diperoleh Vpp

in = 8, Vpp out = 9,6, dan I = 15,95, untuk frekuensi 50 Hz diperoleh Vpp in = 5,6,

Vpp out = 9,6, dan I = 3,34 A, untuk frekuensi 100 Hz diperoleh Vpp in = 4,4, Vpp

out = 9,6, dan I = 1,88 A, untuk frekuensi 1 kHz diperoleh Vpp in = 1,2, Vpp out =

9,6, dan I = 1,0126 A, untuk frekuensi 10 kHz diperoleh Vpp in = 0,4, Vpp out = 9,6,

dan I = 1 A, untuk frekuensi 100 kHz diperoleh Vpp in = 0,04, Vpp out = 9,6, dan I =

1 A.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. EWB (electronic WorkBeach) merupakan salah satu software komputer

eletrinika yang digunakan untuk melakukan simulasi terhadap acara kerja dari

suatu rangkaian elektronika baik analog maupun digital.

2. Kelebihan dari EWB (electronic WorkBeach) biaya yang relatif murah karena

hanya sofware yang notabenya diindonesia sudah di Crack, aman dari kesalahan

dalam merangkai, menghemat waktu karena tidak membuat rangkaian secara

nyata, tidak diperluhkan kemampuan-kemampuan khusus seperti menyolder dan

sebagainya, Ketelitian tinggi Komponen yang digunakan dapat disimulasikan

dari harga pasaran sampai harga ideal dan Jika ingin melakukan pengukuran

instrumen pengukuran yang tersedia pada Electronics WorkBeanch sudah

mencukupi.

3. Kekurangan dari Electronics WorkBeanch atau juga memiliki beberapa

kekurangan diantaranya adalah Penggunaan EWB harus didukung oleh

pengetahuan dasar tentang elektronika.

4. Perbedaan antara tegangan listrik AC dan DC adalah tegangan listrik AC dengan

tegangan listrik DC, yakni dengan melihat bentuk kurva tegangan keduanya yang

dihasilkan oleh osiloskop.


B. Saran

Kegiatan praktikum acara 1 sudah berjalan baik dan lancar walaupun masih

banyak kekurangan baik dari praktikan maupun asisten. Untuk acara pertama ini

kegiatan praktikumnya sudah berjalan dengan lancar dan tertib, dan untuk acara

selanjutnya agar penjelasan dari asisiten lebih diperjelas lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Fatchi (2000) Peningkatan Kemampuan Perancangan Sistem Elektronika


Dengan Memanfaatkan Program EWB Dalam Mata Kuliah Elektronika
Digital I. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas
Negeri Yogyakarta.

Ali, M. 2012. Modul Simulasi rangkaian elektronika analog dan Digital dengan
EWB. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Hugeng. 2004. Elektronika Work Bench. Jakarta: Universitas Trisakti.

Liyantanto. 2009. Elektronika Dasar 1. Jakarta: Erlangga.

Millman, J. 1979. Micro Electronics. Tokyo: Mc Graw Hill International Book


Company.

Rosayanti, R., dan Edy sulistiyo. 2013. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran
Software Electronics Workbench Dan Circuit Maker Terhadap Hasil Belajar
Siswa Pada Materi Ajar Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan Kelas X Smk
Negeri 3 Surabaya . Surabaya: Universitas Negeri Surabaya: Jurnal
Pendidikan Teknik Elektro.

Tim Asisten. 2016. Modul Praktikum Elektronika dan instrumentasi. Purwokerto:


Universitas Jenderal Soedirman.