Anda di halaman 1dari 3

Disinfeksi Peralatan Non Kritis

Ditulis pada 17/11/2016

Earle H Spaulding, membuat sistem klasifikasi yang berpengaruh pada proses dekontaminasi
peralatan kesehatan berdasarkan resiko penggunaannya.

Peralatan Kritis, peralatan yang menyentuh jaringan steril atau sistem vaskuler harus dalam
kondisi steril

Peralatan Semi Kritis, peralatan yang menyentuh membran mukosa atau kulit yang terbuka harus
dilakukan proses disinfeksi tingkat tinggi yang membunuh semua mikroorganisme kecuali spora
dalam jumlah besar

Peralatan Non Kritis, peralatan yang menyentuh kulit utuh membutuhkan disinfeksi tingkat
rendah

Bagaimana proses disinfeksi lingkungan dan peralatan non kritis? akan disampaikan dalam
tulisan berikut.

Peralatan non kritis mempunyai resiko terkontaminasi beberapa jenis mikroorganisme. Contoh
peralatan non kritis diantaranya; bedpan, kruk, tempat tidur pasien, EKG, meja pasien, lantai,
dinding, dan furnitur. Tujuan dari dekontaminasi peralatan non kritis yaitu membunuh vegetatif
bakteri, jamur, dan virus. Dekontaminasi peralatan non kritis menggunakan disinfektan tingkat
rendah; alkohol, klorin, ammonium quartener, maupun hydrogen peroksida.

Kontaminasi lingkungan dapat menyebabkan infeksi. Beberapa infeksi yang terkait lingkungan
diantaranya MRSA, VRE, Clostridium difficile. Kontak permukaan lingkungan yang kotor
dengan pasien akan mengakibatkan kontaminasi secara langsung. Kontak permukaan lingkungan
dengan petugas kesehatan yang merawat pasien akan mengakibatkan kontaminasi tidak
langsung. Pembersihan lingkungan/ ruang perawatan pasien biasanya tidak terlalu sering
dibersihkan.

Studi menunjukkan resiko tinggi pada pasien baru yang memasuki ruangan dengan kontaminasi
patogen akan memiliki resiko terinfeksi 39-353%. Resiko terinfeksi Clostridium difficile akan
meningkat 235%.

Proses disinfeksi akan mengurangi kontaminasi dan disinfeksi setiap hari akan mengurangi
resiko infeksi HAIs. Semua lingkungan yang dapat dipegang (kontak dengan tangan) harus
didisinfeksi untuk menurunkan resiko infeksi. Permukaan high touch yang sering dipegang,
tidak memiliki perbedaan signifikan dalam kontaminasi mikroba, namun tetap harus didisinfeksi.

Bagaimana disinfektan yang ideal untuk lingkungan?


Spektrum Luas. Disinfektan yang ideal memiliki spektrum antimikroba yang luas,
termasuk memiliki klaim mikroorganisme yang biasa menyebabkan infeksi HAIs.
Aksi Cepat (Fast Acting). Disinfektan sebaiknya memiliki waktu kontak yang pendek
untuk membunuh mikroorganisme
Tetap Basah. Disinfektan harus membuat lingkungan atau permukaan tetap basah selama
waktu kontak dengan satu kali aplikasi atau memenuhi waktu pembasahan sesuai dengan
pedoman (60 detik)
Tidak dipengaruhi Faktor Lingkungan. Disinfektan yang baik tidak dipengaruhi oleh
material organik yang ada di lingkungan (misal darah, sputum, feses) dan sesuai dengan
sabun, deterjen, dan bahan kimia lain yang digunakan bersamaan
Tidak Beracun (non toxic). Disinfektan sebaiknya tidak mengiritasi petugas, pengunjung
maupun pasien. Disinfektan sebaiknya juga tidak menyebabkan reaksi alergi, terutama
asma dan dermatitis. Tingkatan toksisitas disinfektan biasanya mulai berbahaya, hati-hati,
perhatian, atau tidak ada. Secara ideal pilih disinfektan dengan tingkatan toksisitas paling
rendah
Kompatibel dengan Permukaan. Disinfektan sebaiknya kompatibel, cocok dan tidak
merusak permukaan dan peralatan yang ada di rumah sakit
Persisten. Disinfektan sebaiknya memiliki efek residual, efek pembunuhan mikroba yang
tertinggal meskipun proses telah selesai dilakukan.
Mudah Digunakan. Disinfektan tersedia dalam berbagai macam bentuk, seperti tissue
atau lap (besar maupun kecil), spray, botol tekan, dan kemasan isi ulang. Petunjuk
penggunaan sebaiknya mudah dipahami dan termasuk alat pelindung diri yang
dipersyaratkan untuk digunakan
Bau yang dapat diterima. Disinfektan lingkungan sebaiknya memiliki bau yang dapat
diterima oleh petugas maupun pasien
Kelarutan. Disinfektan sebaiknya larut dalam air
Murah. Harga disinfektan tidak dapat dihindari cukup tinggi, namun biaya disinfektan
harus memperhatikan kemampuan disinfektan, biaya tiap penggunaan, dsb
Stabilitas. Disinfektan sebaiknya tetap stabil baik dalam bentuk konsentrat maupun dalam
bentuk sudah diencerkan
Pembersih. Disinfektan lingkungan sebaiknya memiliki efek pembersihan yang baik pula
Tidak mudah Terbakar. Disinfektan lingkungan sebaiknya memiliki titik nyala api di
bawah 65 oC.

Jenis Disinfektan Tingkat Rendah untuk Lingkungan dan Permukaan


Alkohol dapat digunakan untuk pembersihan lingkungan atau permukaan dengan luasan yang
tidak terlalu besar, misal pembersihan stetoskop atau termometer.

Klorin dapat digunakan dengan konsentrasi 100 ppm dalam kondisi aktif.

Ammonium quartener (QUATS) menjadi senyawa pembersih lingkungan yang sering digunakan,
digunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Banyak kegiatan pencegahan infeksi telah dilakukan, namun masih terdapat kasus infeksi HAIs
di rumah sakit. Investigasi saat ini mendukung disinfeksi lingkungan sebagai strategi pencegahan
dan pengendalian infeksi. (Donskey, 2013)

Penggunaan disinfektan setiap hari dengan tingkat kepatuhan 80% lebih baik daripada
pembersihan dengan deterjen saja, dan menurunkan resiko infeksi yang disebabkan Clostridium
difficile, MRSA dan VRE. (Alfa, 2015)