Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Penatalaksanaan epilepsi


Hari / Tanggal : Selasa, 14 Juni 2016
Tempat : Rumah Bapak Z
Waktu : 40 menit
A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit, keluarga Bp. Z diharapkan dapat
mengerti tentang penalatalaksanaan epilepsi.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan keluarga Bp. Z mampu:
a) Mengetahui pengertian penyakit epilepsi
b) Mengetahui penyebab terjadinya penyakit epilepsi
c) Mengetahui tanda dan gejala terjadinya penyakit epilepsi
d) Mengetahui mencegah terjadinya penyakit epilepsi
e) Mengetahui tindakan pertolongan pertama pada epilepsi.

B. Topik bahasan
Materi pembahasan meliputi :
a) Pengertian penyakit epilepsi
b) Penyebab terjadinya penyakit epilepsi
c) Tanda dan gejala epilepsy
d) Pencegahan epilepsi
e) Pertolongan pertama pada epilepsi.

C. Materi
Terlampir

D. Media
Leaflet
E. Metode
Ceramah dan tanya jawab (diskusi)

F. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan peserta

1. 5 menit Pembukaan: Menjawab salam


a. Memberi salam. mendengarkan dan
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan memperhatikan
c. Menyebutkan materi/ pokok bahasan
yang akan disampaikan
2. 15 menit Pelaksanaan Menyimak, dan
Menjelaskan materi penyuluhan secara memperhatikan.
berurutan dan teratur, meliputi
a. Pengertian penyakit epilepsi
b. Penyebab terjadinya penyakit
epilepsi
c. Tanda dan gejala epilepsy
d. Pencegahan epilepsi
e. Pertolongan pertama pada epilepsi.
3. 5 menit Evaluasi Menyimak,
a. Menyimpulkan inti penyuluhan menjelaskan, dan
b. Meminta anggota keluarga agar dapat menyampaikan
menjelaskan kembali tentang pertanyaan.
pengertian, penyebab, tanda dan gejala,
pencegahan dan pertolongan pertama
pada penderita epilepsi
c. Memberi motivasi kepada keluarga agar
dapat menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari
d. Memberi kesempatan pada keluarga
untuk bertanya
4. 5 menit Penutup Menyimak dan
a. Menyampaikan hasil evaluasi Menjawab salam
b. Menutup pertemuan
c. Mengucapkan salam

G. Metode Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan cara menggali tingkat pemahaman keluarga tentang pengertian,
penyebab, tanda dan gejala, pencegahan dan pertolongan pertama pada penderita epilepsi

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Anggota keluarga Bp. Z dapat hadir
b. Tersedianya tempat pertemuan
c. Tersedianya media yaitu leaflet
2. Evaluasi proses
Anggota keluarga antusias dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan ini.
3. Evaluasi hasil
a. Keluarga mampu menjelaskan tentang pengertian epilepsi
b. Keluarga mampu menjelaskan tentang penyebab terjadinya penyakit epilepsi
c. Keluarga mampu menjelaskan tentang tanda dan gejala epilepsi
d. Keluarga mampu menjelaskan tentang pencegahan epilepsi
e. Keluarga mampu menjelaskan tentang pertolongan pertama pada epilepsi.
f. Keluarga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
MATERI PENYULUHAN
PENATALAKSANAAN EPILEPSI

A. Pengertian epilepsy
Kejang atau sering disebut dengan epilepsi adalah gangguan kronik dengan gejala-
gejala yang datang dalam serangan yang berulang-ulang yang disebabkan lepasnya muatan
listrik yang abnormal pada sel-sel saraf otak, yang bersifat berulang dengan berbagai
penyebab. Gejala epilepsi yang timbul secara tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba juga.

B. Penyebab terjadinya penyakit epilepsy


1. cacat saat lahir,
2. kelumpuhan (kerusakan) otak
3. cedera atau tumor pada kepala
4. kelainan pembuluh darah pada otak
5. bayi lahir prematur
6. Infeksi atau radang selaput otak
7. kekurangan oksigen pada bayi selama proses kelahirannya.

C. Tanda dan gejala epilepsy


a. Bola mata melihat kekening
b. Kedua tangan dan kaki menjadi kaku dan disertai gerakan kejut
c. Gigi antara rahang bawah dan atas terkatup
d. Kadang-kadang disertai muntah dan henti nafas sejenak
e. Apabila sudah parah biasanya disertai dengan tidak sadarkan diri
f. Kejang yang terjadi biasanya hanya selama 5 menit, namun jika lebih dari 15 menit maka
sudah termasuk membahayakan sebab dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

D. Pencegahan epilepsy
1. Jika anak demam, segera berikan obat penurun demam
2. Kompres anak dengan air hangat
3. Pantau suhu tubuh anak, jangan sampai melebihi 37,5 0 C, karena bila suhu anak melebihi
38 0C maka akan terjadi kejang.
4. Jika demam semakin tinggi, segera bawa anak ke rumah sakit

E. Pertolongan pertama pada epilepsy


a. tetap tenang dan jangan panik
b. longgarkan semua baju dan kerah baju yang penderita pakai. Tindakan tersebut
berfungsi untuk membantu penafasan penderita agar lancer
c. pastikan penderita berada pada tempat yang aman, agar penderita tidak cedera
d. catat durasi lamanya serangan kejang. Jika serangan berlangsung selama 5 menit tanpa
henti, segera bawa ke fasilitas kesehatan
e. temani penderita kejang dan jangan biarkan sendirian saat sedang mengalami kejang.
Jika penderita tidak pingsan, tapi terlihat kosong atau bingung tuntun penderita menjauh
dari bahaya yang ada disekitar.
f. Jika penderita kehilangan kesadaran atau pingsan. Pertolongan pertama dapat dilakukan
dengan meletakkan sesuatu yang lembut dibelakang kepala penderita. Misalnya seperti
bantal atau kain untuk menjaga agar kepala tidak terbentur dengan lantai dan mengalami
cedera yang semakin parah.
g. Jangan berusaha untuk menahan kejang yang sedang menyerang penderita. Hal ini
justru hanya dapat melukai penderita.
h. Jangan masukkan apapun ke mulut penderita. Karena lidah tidak akan tergigit. Karena
jika memasukan sesuatu kedalam mulut seperti sapu tangan atau sendok, hal tersebut
akan memicu muntah dan tersumbatnya saluran pernafasan.
i. Sesudah kejang yang dialami berhenti, letakkan penderita diposisi pemulihan, dan
periksalah apakah pernafasan kembali normal atau ada sumbatan disaluran pernafasan.
Jika ada segera bawa penderita ke Rumah sakit
j. Tetap lah bersama penderita hingga penderita kembali pulih.
k. Pertolongan pertama pada penderita epilepsy yang dapat diberikan ketiak berada di
rumah adalah midazolam yang dapat diberiakn dengan meletakkan di dalam mulut
penderita atau dapat juga diberiakn diazepam sebagai bentuk sediaan secara rectal