Anda di halaman 1dari 1

Abstrak

UJI AKTIVITAS DAYA HAMBAT SEDIAAN KOMBINASI INFUS DAUN SIRIH (Piper
betle Linn) DAN DAUN JAMBU BIJI
(Psidium guajava) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus ATCC 25923 IN
VITRO

Purnama

Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas infus daun sirih (Piper betle Linn) dan
daun jambu biji terhadap kuman S.aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan aktivitas sediaan infus daun sirih dan daun jambu biji dalam bentuk tunggal
dan kombinasi terhadap S. aureus in vitro. Metode menggunakan metode eksperimental terdiri
dari 5 perlakuan infus daun sirih, 5 perlakuan infus daun jambu biji, 25 kali perlakuan kombinasi
infus daun sirih dan daun jambu biji, 2 kelompok kontrol (positif dan negative), dan 3 kali
pengulangan pada masing-masing perlakuan. Penilaian dilakukan dengan pengukuran zona
hambat dalam skala millimeter. Hasil penelitian menunjukan pada setiap konsentrasi sediaan
tunggal daun sirih dan daun jambu biji maupun kombinasi keduanya memiliki aktivitas
antibakteri yang lebih baik dibandingkan akuades tetapi tidak lebih baik dari ampisilin. sediaan
kombinasi infus daun sirih dan kulit jeruk nipis mempuyai efek antibakteri yang lebih baik
daripada sediaan tunggalnya. Hasil analisis data dengan Kruskal-Wallis menunjukan bahwa tidak
ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan baik dalam perlakuan tunggal maupun
kombinasi. Dapat disimpulkan bahwa sediaan kombinasi tidak lebih baik atau sama dengan
sediaan tunggal sebagai antibakteri terhadap S. aureus secara in vitro.

Kata-kata kunci : infus sirih dan daun jambu biji antibakteri S. aureus zona hambat In
vitro