Anda di halaman 1dari 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Preeklampsia
Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria
yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ketiga kehamilan,
tetapi dapat terjadi sebelumnya,misalnya pada molahidatidosa. (Wiknjosastro, 2006).
Preeklampsia (toksemia gravidarum) adalah tekanan darah tinggi yang disertai dengan
proteinuria (perotein dalam air kemih) atau edema ( penimbunan cairan), yang terjadi pada
kehamilan 20 minggu sampai akhir minggu pertama setelah persalinan (Manuaba, 1998).
Preeklampsia merupakan sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ
akibat vasospasme dan aktivisi endotel yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan
proteinuria (Cunningham, 2006).
Dapat disimpulkan bahwa preeklampsia adalah suatu kondisi spesifik kehamilan, yang
terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan, berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme
dan aktivasi endotel, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, proteinuria dan edema.

2.2 Epidemiologi Preeklampsia


Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda-beda karena banyak faktor yang
mempengaruhinya. Di Indonesia frekuensi kejadian preeklampsia sekitar 3-10%, sedangkan di
Amerika Serikat dilaporkan bahwa kejadian preeklamsia sebanyak 5% dari semua kehamilan
yaitu 23,6 kasus per 1000 kelahiran (Jung,2007). Pada primigravida frekuensi preeklampsia
lebih tinggi dari multigravida, terutama primigravida muda. Pada tahun 2000 mendapatkan
angka kejadian preeklampsia dan eklampsia di RSU Tarakan Kalimantan Timur sebesar 74 kasus
(5,1%) dari 1413 persalinan selama periode 1 januari 2000 sampai 31 Desembrer 2000, dengan
preeklampsia sebesar 61 kasus (4,2%) dan eklampsia 13 kasus (0,9%). Dari kasus ini terutama
dijumpai pada usia 20-24 tahun dengan primigravida (17,5%).
Disamping itu, preeklampsia juga dipengaruhi oleh paritas. Surjadi, dkk (1999)
mendapatkan angka kejadian pasien preeklampsia di RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung paling
banyak terjadi pada ibu paritas 1-3 dan juga paling banyak terjadi pada usia kehamilan diatas 37
minggu.
2.3 Faktor Risiko Preeklampsia
Preeklampsia merupakan salah satu penyulit kehamilan yang belum diketahui dengan
pasti penyebabnya. Tetapi beberapa penelitian menyimpulkan beberapa faktor yang
mempengaruhi terjadinya preeklampsia, antara lain:
1. Faktor Genetik
2. Faktor imunologis
3. Faktor graviditas
4. Faktor umur
5. Faktor usia gestasi
6. Faktor indeks massa tubuh
7. Faktor riwayat penyakit
8. Faktor lingkungan