Anda di halaman 1dari 21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri ...


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Materi Pokok : Peluang Majemuk
Alokasi Waktu : 6 45 Menit (3 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI. 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI. 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI. 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI. 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1. 3.4 Mendeskripsikan dan 3.4.1 Memberikan contoh dan bukan contoh
menentukan peluang tentang kejadian tunggal dan kejadian
kejadian majemuk majemuk
(peluang kejadian- 3.4.2 Mengidentifikasi kejadian bersyarat dan
kejadian saling bebas, kejadian saling bebas suatu percobaan
saling lepas, dan acak
kejadian bersyarat) 3.4.3 Menentukan peluang kejadian bersyarat
suatu percobaan acak suatu percobaan acak
3.4.4 Menentukan peluang kejadian majemuk
yang saling bebas
3.4.5 Mengidentifikasi kejadian majemuk yang
saling lepas
3.4.6 Menentukan peluang suatu kejadian
majemuk yang saling lepas
2. 4.4 Menyelesaikan masalah 4.4.1 Menentukan penyelesaian masalah yang
yang berkaitan dengan berkaitan dengan peluang suatu kejadian
peluang kejadian majemuk yang saling bebas
majemuk (peluang, 4.4.2 Menentukan penyelesaian masalah yang
kejadian-kejadian saling berkaitan dengan peluang suatu kejadian
bebas, saling lepas, dan majemuk yang saling lepas
kejadian bersyarat)

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
3.4.1.1 Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian tunggal dan kejadian
majemuk sebagai himpunan bagian dari ruang sampel, siswa dapat
membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk
3.4.1.2 Siswa dapat memberikan contoh kejadian tunggal dan kejadian majemuk,
setelah dapat membedakan kejadian tunggal dan kejadian majemuk
Pertemuan 2
3.4.2.1 Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian majemuk, siswa dapat
mengidentifikasi kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas
3.4.3.1 Siswa dapat menentukan peluang suatu kejadian bersyarat setelah
mengidentifikasi kejadian majemuk dari percobaan acak
3.4.4.1 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian yang saling bebas setelah
menentukan peluang suatu kejadian bersyarat
4.4.1.1 Siswa dapat memodelkan masalah yang berkaitan dengan peluang suatu
kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas
4.4.1.2 Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang suatu
kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas
4.4.1.3 Siswa dapat menginterpretasikan penyelesaian masalah yang berkaitan
dengan peluang suatu kejadian bersyarat dan dua kejadian yang saling bebas
Pertemuan 3
3.4.5.1 Diberikan suatu permasalahan tentang kejadian majemuk, siswa dapat
membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang
saling lepas
3.4.5.2 Setelah dapat membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua
kejadian yang saling lepas, siswa dapat memberikan contoh dua kejadian
yang tidak saling lepas
3.4.5.3 Setelah dapat membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua
kejadian yang saling lepas, siswa dapat memberikan contoh dua kejadian
yang saling lepas
3.4.6.1 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas setelah
mengidentifikasi dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang
saling lepas
3.4.6.2 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian saling lepas setelah dapat
menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas
3.4.6.1 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas setelah
mengidentifikasi dua kejadian yang tidak saling lepas dan dua kejadian yang
saling lepas
3.4.6.2 Siswa dapat menentukan peluang dua kejadian saling lepas setelah dapat
menentukan peluang dua kejadian tidak saling lepas
4.4.2.1 Siswa dapat memodelkan masalah yang berkaitan dengan peluang dua
kejadian yang saling lepas
4.4.2.2 Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peluang dua
kejadian yang saling lepas
4.4.2.3 Siswa dapat menginterpretasikan penyelesaian masalah yang berkaitan
dengan peluang dua kejadian yang saling lepas

D. Materi Pembelajaran
PELUANG KEJADIAN MAJEMUK
1. Kejadian Sederhana/Elementer
Kejadian sederhana adalah kejadian yang mempunyai satu kemungkinan hasil.
Contoh:
kejadian terambilnya sebuah kartu as kriting dari kartu bridge atau kartu remi
2. Kejadian Majemuk
Definisi :
Kejadian majemuk dibentuk dari dua atau lebih kejadian tunggal yang dioperasikan
menjadi satu kejadian baru. Operasi yang dimaksud adalah operasi antar himpunan yaitu:
Operasi gabungan (union), dilambangkan dengan
Operasi irisan (intersection), dilambangkan dengan
Contoh:
a. Kejadian terambilnya sebuah kartu as dan sebuah kartu raja
b. Kejadian terambilnya sebuah kartu as atau sebuah kartu raja
c. Kejadian terambilnya sebuah kartu as atau sebuah kartu wajik
d.
Terambilnya dua bola merah dan satu bola putih pada pengambilan tiga bola
sekaligus dalam sebuah kotak yang terisi enam bola merah dan empat bola putih.
3. Peluang Kejadian Bersyarat
Kejadian A terjadi jika diketahui kejadian B telah terjadi ditulis A|B. Sebaliknya,
kejadian B terjadi jika diketahui kejadian A telah terjadi ditulis B|A. Kejadian tersebut
merupakan kejadian bersyarat.
Proses terbentuknya kejadian bersyarat A|B diperlihatkan dengan diagram Venn
pada gambar berikut.

Ruang Sampel Semula Ruang Sampel yang Baru Kejadian Bersyarat


A|B A B

S A B B

Peluang kejadian A jika diketahui kejadian B telah terjadi dinyatakan dengan


(|) dan ditentukan oleh aturan:
( )
(|) = , () > 0
()
Peluang kejadian B jika diketahui kejadian A telah terjadi dinyatakan dengan
(|) dan ditentukan oleh aturan:
( )
(|) = , () > 0
()
4. Peluang Dua Kejadian Saling Bebas
Kejadian A dan kejadian B disebut dua kejadian yang tidak saling bebas jika
terjadinya kejadian A mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B dinyatakan
dengan P B | A P B atau sebaliknya kejadian B mempengaruhi peluang

terjadinya kejadian A P A | B P A .

Peluang terjadinya kejadian A dan B yang tidak saling bebas (dependent events) adalah
( ) = (|) () atau ( ) = (|) ()

5. Peluang Dua Kejadian Saling Bebas


Kejadian A dan kejadian B disebut dua kejadian yang saling bebas jika terjadinya
kejadian A tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B atau sebaliknya
kejadian B tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian A.
Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang saling bebas jika dan hanya jika
P B | A P B
dan
P A | B P A
Jika tidak demikian, kejadian A dan kejadian B tidak bebas
Peluang terjadinya kejadian A dan B yang saling bebas adalah
P A B P( A) P( B)

6. Contoh kejadian saling bebas antara lain:


a. Kejadian munculnya gambar pada koin dan munculnya bilangan genap pada dadu
saat koin dan dadu dilambungkan bersamaan satu kali.
b. Kejadian terambilnya kartu As pada pengambilan pertama dan kartu Sekop pada
pengambilan kedua saat mengambil 2 kartu satu persatu dengan pengembalian
dari 1 set kartu bridge.
c. Kejadian terambilnya bola berwarna merah pada pengambilan pertama dan bola
berwarna merah pada pengambilan kedua saat mengambil dua bola satu persatu
dengan pengembalian dari dalam kotak.
7. Menentukan nilai peluang dua kejadian yang saling bebas
Dalam sebuah kantong terdapat sepuluh kelereng yang terdiri dari 6 kelereng merah
dan 4 kelereng putih, diambil dua kelereng satu persatu dengan pengambilan. Berapa
peluang terambilnya kedua-duanya kelereng putih ?
Jawab:
Jika A kejadian terambilnya kelereng putih pada pengambilan pertama maka P(A) =
4
.
10
4
Jika B kejadian terambilnya kelereng putih pada pengambilan kedua maka P(B) = .
10
Jadi, peluang terambilnya kedua-duanya kelereng putih adalah
4 4 16 4
P(A B) = P(A) x P(B) = x =
10 10 100 25

8. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Tidak Saling Lepas


Dua kejadian A dan B disebut kejadian yang tidak saling lepas (non mutually
exclusive events) apabila kejadian A dan B mungkin terjadi bersama.
Contoh:
Kejadian munculnya mata dadu tiga atau mata dadu bilangan ganjil saat sebuah dadu
dilambungkan sekali.
Jawab:
Dimisalkan kejadian A adalah kejadian munculnya mata dadu lebih dari tiga,
kejadian B adalah kejadian munculnya mata dadu bilangan ganjil.
A
S A B

1
4
5 3
6
2

Gambar 1. Diagram Venn Gabungan Dua Kejadian Tidak Saling Lepas


Dari diagram tersebut, himpunan A dan himpunan B mempunyai anggota yang
sama, sehingga A dan B merupakan dua himpunan yang tidak saling lepas. Irisan dari
himpunan A dan himpunan B bukan himpunan kosong, ditulis A B

Jika A dan B adalah dua kejadian yang berada dalam ruang sampel S, maka
peluang kejadian A atau B yang terjadi ditentukan dengan aturan:
P A B P( A) P( B) P( A B)
Contoh Permasalahan:
Sebuah kartu diambil secara acak dari 1 set kartu bridge. Berapa peluang munculnya
kartu bergambar hati atau kartu bergambar wajah?
Jawab:
Misalnya,
n( A) 13 1
A adalah kejadian yang terambil kartu bergambar hati, maka P( A)
n( S ) 52 4
n( B) 12
B adalah kejadian yang terambil kartu bergambar wajah, maka P( B)
n( S ) 52
3
Terdapat 3 gambar wajah pada kartu bergambar hati, maka ( ) = 52
13 12 3 22
( ) = () + () ( ) = + =
52 52 52 52
22
Jadi, peluang munculnya kartu bergambar hati atau kartu bergambar wajah adalah 52

9. Peluang Gabungan Dua Kejadian yang Saling Lepas


Dua kejadian A dan kejadian B disebut kejadian yang saling lepas (mutually
exclusive events) atau saling asing apabila kejadian A dan B tidak mungkin terjadi
bersama.
Contoh:
Kejadian munculnya mata dadu tiga atau mata dadu bilangan genap saat sebuah dadu
dilambungkan sekali.

S
A B

2
3 4
6
5 1

Gambar 2. Diagram Venn Kejadian Saling Lepas


Dari diagram tersebut, himpunan A dan himpunan B tidak mempunyai anggota
yang sama, sehingga A dan B merupakan dua himpunan yang saling lepas atau
saling asing (disjoint set) atau irisan dari himpunan A dan himpunan B adalah
himpunan kosong, ditulis A B = .

Jika A dan B adalah dua kejadian yang saling lepas, maka peluang gabungan
dua kejadian yang saling lepas itu ditentukan dengan aturan:
P A B P( A) P( B)
Contoh Permasalahan:
Sebuah kartu diambil secara acak dari 1 set kartu bridge. Berapa peluang yang
terambil itu adalah kartu bergambar sekop atau kartu berwarna merah?
Jawab:
Misalnya,
A adalah kejadian yang terambil kartu bergambar sekop, maka n (A) = 13
() 13 1
() = = =
() 52 4
B adalah kejadian yang terambil kartu berwarna merah, maka n (B) = 26
() 26 1
() = = =
() 52 2
Karena A dan B merupakan dua kejadian yang saling lepas, maka :
( ) = () + ()
1 1 3
( ) = + =
4 2 4
Jadi, peluang yang terambil itu kartu bergambar sekop atau kartu berwarna merah
3
adalah 4

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan Saintifik

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan ke-1
Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Guru memandu siswa berdoa, memeriksa kehadiran siswa, dan 10 menit
menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Guru menginformasikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu
peluang kejadian majemuk.
3. Guru meminta siswa memberikan contoh permasalahan yang
merupakan kejadian tunggal.
Contoh:
Sebuah dadu dilambungkan satu kali, tentukan peluang muncul
mata dadu 3.
4. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa.
Pada percobaan pelambungan sebuah dadu sebanyak satu kali,
berapakah peluang kejadian munculnya mata dadu 3 dan mata
dadu ganjil? Berapakah peluang kejadian munculnya mata
dadu 3 dan mata dadu 6?
5. Guru meminta setiap empat siswa bergabung menjadi 1
kelompok.
6. Guru membagikan LKS kepada siswa.
Inti 1. Guru memberikan berbagai macam kejadian tunggal dan 70 menit
kejadian majemuk.
2. Siswa mengamati kejadian tunggal dan kejadian majemuk,
kemudian menentukan perbedaannya.
3. Siswa mengidentifikasi perbedaan kejadian tunggal dan
kejadian majemuk.
4. Siswa menyimpulkan perbedaan kejadian tunggal dan kejadian
majemuk.
5. Siswa mempresentasikan hasil diskusi dan siswa yang lain
menanggapi.
Penutup 1. Siswa melakukan refleksi terkait kegiatan pembelajaran 10 menit
2. Guru menegaskan kembali materi pembelajaran pada hari ini.
Kejadian majemuk adalah gabungan dari dua atau lebih
kejadian yang dioperasikan menjadi satu kejadian baru.
3. Guru memberikan PR.
4. Guru menginformasikan materi selanjutnya yaitu peluang
kejadian majemuk yang saling lepas.
5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam.

Pertemuan ke-2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam sebelum memulai pelajaran dan 10 menit
memandu siswa berdoa.
2. Guru memeriksa kehadiran siswa dengan menanyakan
kepada ketua kelas siapa yang tidak hadir.
3. Guru mengkondisikan siswa untuk mengikuti pembelajaran,
misalnya dengan menanyakan:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Apakah kalian sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran
hari ini?
Kalau sudah siap silahkan masukan buku pelajaran lain yang
tidak digunakan dan perhatikan ke depan.
4. Apersepsi
Melalui proses tanya jawab, guru memberikan apersepsi
mengenai:
a. Dua himpunan A dan B yang saling beririsan disimbolkan
dengan .
b. Diagram Venn yang memvisualisasikan dua himpunan
yang saling beririsan.
c. Menentukan peluang kejadian tunggal dari suatu
percobaan.
d. Makna dari simbol kejadian bersyarat A|B dan B|A.
5. Guru menunjuk secara acak beberapa siswa untuk
menjawabnya.
6. Motivasi
Peluang suatu penerbangan yang telah terjadwal teratur
berangkat tepat waktu adalah 0,83. Peluang sampai tepat
waktu 0,82. Peluang berangkat dan sampai tepat waktu
0,78. Berapakah peluang bahwa pesawat:
a. sampai tepat waktu jika diketahui berangkat tepat
waktu?
b. berangkat tepat waktu jika diketahui sampai tepat
waktu?
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menentukan
peluang kejadian bersyarat (conditional events) dan peluang
dua kejadian yang tidak saling bebas (dependent events)
8. Guru mengintruksikan setiap 2 siswa untuk bergabung dengan
pasangan diskusinya.
9. Guru meminta setiap perwakilan kelompok mengambil
amplop yang berisi ilustrasi percobaan, LKS 2 dan kertas
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
karton kemudian guru meminta siswa melaksanakan setiap
kegiatan pada LKS 2.
Kegiatan Kegiatan 1 70 menit
Inti 1. Guru memberikan berbagai macam percobaan kejadian
majemuk.
2. Siswa mengamati dua kejadian yang diberikan kemudian
mengidentifikasi apakah dua kejadian tersebut saling
mempengaruhi atau tidak.
3. Guru bersama siswa membahas tentang mengidentifikasi
apakah dua kejadian tersebut saling mempengaruhi atau tidak.
4. Guru memberikan informasi tentang dua kejadian bersyarat
dan dua kejadian saling bebas.

Kegiatan 2
Mengamati
1. Dari LKS kegiatan 2 yang diberikan guru, siswa mengamati
ilustrasi percobaan.
Percobaan 1
Dua kartu diambil satu persatu dari tumpukan kartu
bridge. Misalkan A kejadian munculnya As pada
pengambilan pertama dan B kejadian munculnya kartu
As, Queen, King pada pengambilan kedua.

Percobaan 2
Dua buah dadu dilempar bersamaan sebanyak satu kali.
Misalkan A kejadian munculnya jumlah kedua mata
dadu adalah 7 dan B kejadian munculnya salah satu
mata dadu adalah 5.

2. Siswa mengamati ilustrasi percobaan pada LKS. Dua kejadian


pada percobaan tersebut dapat menjadi kajadian bersyarat
apabila ditambahkan informasi yang menyatakan syaratnya.
3. Siswa mengamati gambar diagram Venn yang
memvisualisasikan percobaan 1 dan percobaan 2.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Menanya
4. Dari kegiatan mengamati tersebut, diharapkan timbul
pertanyaan dalam pikiran siswa, misalnya:
a. Apakah kejadian bersyarat berhubungan dengan diagram
Venn yang saling beririsan?
b. Bagaimanakah menentukan peluang kejadian bersyarat
dari percobaan 1 atau percobaan 2?. Apakah sama saja
dengan menentukan peluang percobaan pada kejadian
sederhana?
Mencoba
5. Percobaan 1
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya jumlah kedua
mata dadu adalah 7 / ().
Percobaan 2
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu As/
().
6. Percobaan 1
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya salah satu
mata dadu adalah 5/ ().
Percobaan 2.
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu kartu
As, Queen, King / ().
7. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B /
( ) pada percobaan 1 dan percobaan 2.
8. Siswa menentukan (|) pada percobaan 1 dan percobaan
2.
9. Siswa menentukan (|) dengan menggunakan informasi
yang ada di LKS dan aturan yang sudah ditemukan pada
langkah 5.
10. Siswa menentukan peluang dua kejadian yang tidak saling
bebas ( ( ) ) dari aturan peluang kejadian bersyarat
yang telah mereka temukan.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Mengasosiasi
11. Siswa membandingkan hasil yang mereka peroleh pada
langkah 5 dengan hasil yang mereka peroleh menggunakan
aturan peluang kejadian bersyarat yang sudah mereka
temukan.
12. Siswa menentukan hubungan antara (|) dengan ()
yaitu bahwa hubungan tersebut secara matematis menyatakan
terjadinya kejadian B mempengaruhi terjadinya kejadian A
atau dengan kata lain kejadian A dan B tidak saling bebas.
Mengkomunikasikan
13. Salah satu perwakilan kelompok mempesentasikan hasil
diskusi LKS 2 di depan kelas dan siswa lain memberikan
tanggapan.
14. Guru mengkonfirmasi jawaban siswa serta mengklarifikasi
jika ada jawaban yang kurang tepat.
15. Siswa bersama guru menyelesaikan permasalahan yang
diberikan pada awal pembelajaran (ditampilkan pada slide
power pint).

Kegiatan 3
Mengamati
16. Dari LKS kegiatan 3 yang diberikan guru, siswa mengamati
ilustrasi percobaan.
Percobaan 1
Sebuah koin dan sebuah dadu dilambungkan bersamaan
satu kali. Misalkan A kejadian munculnya gambar pada
koin dan B kejadian munculnya bilangan genap pada dadu.

Percobaan 2

Dua kartu diambil satu persatu dengan pengembalian dari


tumpukan kartu bridge. Misalkan A kejadian munculnya
kartu As pada pengambilan pertama dan B kejadian
munculnya kartu Sekop pada pengambilan kedua.
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Percobaan 3
Sebuah kotak berisi 3 bola merah dan 2 bola kuning. Dari
kotak dambil dua bola satu persatu dengan pengembalian.
Misalkan A kejadian terambilnya bola merah pada
pengambilan pertama dan B kejadian terambilnya bola
merah pada pengambilan kedua.

17. Siswa mengamati dua kejadian pada percobaan tersebut yang


merupakan kajadian saling bebas.

Menanya
18. Dari kegiatan mengamati tersebut , diharapkan timbul
pertanyaan dalam pikiran siswa, misalnya:
c. Bagaimanakah hubungan antara kejadian A dan B secara
matematis jika dua kejadian tersebut saling bebas?.
d. Bagaimana cara menentukan peluang dua kejadian yang
saling bebas?. Apakah cara menentukan peluangnya sama
dengan kejadian tidak saling bebas?

Mencoba
19. Percobaan 1
Siswa menentukan semua kemungkinan hasil yang terjadi
() dan menentukan banyaknya kemungkinan hasil yang
terjadi () dari percobaan pelambungan sebuah koin dan
sebuah dadu bersamaan satu kali. Siswa dapat menggunakan
bantuan tabel ataupun diagram pohon untuk menentukannya.
Percobaan 2
Siswa menentukan banyaknya kemungkinan hasil yang
terjadi () dari percobaan pengambilan kartu dari setumpuk
kartu bridge .
Percobaan 3
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Siswa menentukan banyaknya bola () dalam kotak.
20. Percobaan 1
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya gambar pada
koin / ().
Percobaan 2
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu As/
().
Percobaan 3
Siswa menentukan peluang kejadian terambilnya bola merah
pada pengambilan pertama/ ().
21. Percobaan 1
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya bilangan
genap pada dadu / ().
Percobaan 2.
Siswa menentukan peluang kejadian munculnya kartu Sekop /
().
Percobaan 3
Siswa menentukan peluang kejadian terambilnya bola merah
pada pengambilan kedua/ ().
22. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B /
( ). (Hanya untuk percobaan 1 dan percobaan 2)
23. Siswa menentukan (|) dan (|).

Mengasosiasi
24. Siswa menentukan hubungan antara (|) dengan () dan
(|) dengan () dan menganalisis hubungan antara hasil
pada langkah 7 dengan dua kejadian saling bebas yaitu bahwa
dua kejadian dikatakan kejadian saling bebas apabila
memenuhi hubungan yang sudah ditentukan pada langkah 7
atau dengan kata lain apabila dua kejadian dikatakan kejadian
saling bebas maka secara matematis dapat dinyatakan dalam
(hasil yang diperoleh pada langkah 7).
25. Dari LKS kegiatan 3, siswa mendapatkan kesimpulan bahwa :
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Dua kejadian dikatakan saling bebas apabila memenuhi
hubungan (|) = () dan (|) = ().
Mencoba
26. Siswa mensubstitusikan hasil yang mereka peroleh pada
langkah 7 pada aturan peluang dua kejadian tidak saling lepas
yaitu ( ) = (|) () dan ( ) = (|)
() sehingga diperoleh ( ) = () () dan
( ) = () ().
27. Siswa menentukan peluang kejadian A dan kejadian B
menggunakan aturan peluang yang sudah ditemukan pada
langkah sebelumnya.

Mengasosiasi
28. Siswa menentukan dan menganalisis hubungan antara hasil
yang telah diperoleh pada langkah 5 dengan hasil yang telah
diperoleh pada langkah 9. (Hanya untuk percobaan 1 dan
percobaan 2)
29. Siswa menuliskan kesimpulan bahwa:
Untuk menentukan peluang dua kejadian saling bebas,
tidak perlu menentukan peluang irisan dari dua kejadian
tersebut tetapi langsung dengan menentukan hasil kali
masing-masing peluang kejadiannya yaitu:
( ) = () ()
Mengkomunikasikan
30. Salah satu perwakilan kelompok mempesentasikan hasil
diskusi LKS 3 di depan kelas dan siswa lain memberikan
tanggapan.
31. Guru mengkonfirmasi jawaban siswa serta mengklarifikasi
jika ada jawaban yang kurang tepat.
32. Siswa bersama guru menyelesaikan permasalahan yang
diberikan pada awal pembelajaran (ditampilkan pada slide
power point).
Penutup 1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran mengenai 10 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
dua kejadian saling bebas dan cara menentukan peluangnya.
a. Peluang kejadian A jika diketahui kejadian B telah terjadi
dinyatakan dengan (|) dan ditentukan oleh:

(|) = (
( )
)

Peluang kejadian B jika diketahui kejadian A telah terjadi


dinyatakan dengan (|) dan ditentukan oleh:

(|) = (
( )
)

b. Apabila kejadian A dan B dua kejadian yang tidak saling


bebas maka berlaku:
( ) = (|) ()
Atau ( ) = (|) ()
c. Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang tidak
saling bebas jika dan hanya jika:
(|) () dan (|) ()
d. Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang saling
bebas jika dan hanya jika (|) = () dan (|) =
()
e. Apabila kejadian A dan B dua kejadian saling bebas maka
berlaku ( ) = () ()
2. Guru memfasilitasi siswa melakukan refleksi dengan bertanya
kepada siswa misalnya:
apakah kalian menemukan kesulitan selama proses
pembelajaran? dan apakah kalian sudah dapat menentukan
peluang kejadian bersyarat dan dua kejadian yang tidak saling
bebas?
3. Guru memberikan PR yang terdapat dalam LKS pada kegiatan
evaluasi.
4. Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya
siswa akan mempelajari tentang dua kejadian saling bebas
(independent events).
5. Guru mengakhiri pertemuan dengan salam penutup.
Pertemuan ke-3
Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Guru memandu siswa berdoa, memeriksa kehadiran siswa, dan 10 menit
menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Guru menginformasikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu
membedakan dua kejadian yang tidak saling lepas dan saling
lepas.
3. Guru meminta siswa memberikan contoh kejadian majemuk.
4. Guru memberikan soal tentang materi himpunan.
Diketahui = {0, 1, 2, , 10},
= {1, 2, 3, 4,5}
= {4, 5, 6, 7,8}
= {9, 10}
Tentukan:
a. diagram Venn dari
b.
c.
d. peluang
e. diagram Venn dari
f.
g. peluang
5. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa.
Selidiki apakah penyelesaian dari menentukan peluang
pengambilan secara acak kartu dari tumpukan 52 kartu bridge
berikut ini benar? Jika belum benar, tentukan penyelesaian yang
benar.
P (hati atau kartu bergambar wajah)
= P (hati) + P (kartu bergambar wajah)
13 12
= + 52
52
25
= 52
6. Guru meminta setiap dua siswa bergabung menjadi 1 pasangan
untuk kegiatan 1 , tiga siswa bergabung menjadi 1 kelompok
untuk kegiatan 2
7. Guru membagikan LKS kepada siswa.
Inti Kegiatan 1 Kejadian Tidak dan Saling Lepas 70 menit
1. Guru memberikan berbagai macam percobaan kejadian majemuk.
2. Siswa mengamati dua kejadian yang diberikan kemudian
menentukan apakah dua kejadian tersebut dapat terjadi bersama
atau tidak.
3. Siswa memberikan tanda () jika dua kejadian pada percobaan
dapat terjadi bersama dan tanda ( ) jika dua kejadian tidak dapat
terjadi bersama.
4. Guru bersama siswa membahas tentang menentukan apakah dua
kejadian tersebut dapat terjadi bersama atau tidak.
5. Siswa menentukan kejadian manakah yang termasuk tidak saling
lepas dan kejadian manakah yang termasuk saling lepas.
6. Siswa menuliskan kesimpulan tentang kejadian tidak saling lepas
dan kejadian saling lepas.
7. Salah satu kelompok menyampaikan tentang kejadian tidak saling
lepas dan kejadian saling lepas.
8. Siswa diminta memberikan contoh dua kejadian yang tidak saling
lepas dan contoh dua kejadian yang saling lepas.

Kegiatan 2 Peluang Tidak dan Saling Lepas


9. Siswa mengamati kejadian pada percobaan satu dadu yang
dilambungkan sekali dan dimisalkan A kejadian munculnya mata
dadu prima, sedangkan B kejadian munculnya mata dadu ganjil.
10. Siswa menentukan anggota himpunan ruang sampel, anggota
himpunan kejadian A dan anggota himpunan kejadian B dengan
cara mendaftar anggotanya kemudian menggambarkan diagram
Vennnya.
11. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A atau kejadian B
kemudian menentukan banyak anggota himpunannya.
12. Siswa menentukan ada tidaknya titik kejadian yang merupakan
kejadian A dan sekaligus kejadian B.
13. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A dan kejadian B
kemudian menentukan banyak anggota himpunannya.
14. Siswa menentukan peluang ( ).
15. Siswa diminta menentukan ada tidaknya kemungkinan hasil yang
sama dari kejadian A dan kejadian B jika kejadian B pada proses
sebelumnya diubah menjadi kejadian munculnya mata dadu
bilangan kuadrat kemudian siswa menggambarkan diagram
Vennnya.
16. Siswa menentukan anggota himpunan kejadian A dan kejadian B.
17. Siswa menentukan peluang ( ).
18. Siswa menentukan peluang ( ).
19. Siswa menuliskan kesimpulan.
20. Salah satu perwakilan pasangan menyampaikan hasil diskusinya
di depan kelas dan pasangan yang lain memberikan tanggapan.
21. Guru membahas permasalahan yang diberikan pada kegiatan
pendahuluan.
Jawab: Salah karena terdapat kartu hati yang bergambar wajah.
Penyelesaian yang benar adalah sebagai berikut.
P (hati atau kartu bergambar wajah)
= P (hati) + P (kartu bergambar wajah) (kartu hati
yang bergambar wajah)
13 12 3
= 52 + 52 52
22
= 52

22. Siswa mengerjakan latihan soal.


Penutup 1. Siswa melakukan refleksi terkait kegiatan pembelajaran. 10 menit
2. Guru menegaskan kembali materi pembelajaran pada hari ini.
a) Dua kejadian yang mungkin dapat terjadi bersama disebut
sebagai kejadian tidak saling lepas (non mutually exclusive
events)
b) Dua kejadian yang tidak mungkin dapat terjadi bersama
disebut sebagai kejadian saling lepas (mutually exclusive
events)
c) Peluang dua kejadian tidak saling lepas adalah
( ) = () + () ( )
d) Peluang dua kejadian saling lepas adalah
( ) = () + ()
3. Guru memberikan PR.
Sebuah kantong berisi 10 kelereng berwarna merah, 18 kelereng
berwarna hijau, dan 22 kelereng berwarna kuning. Dari dalam
kantong diambil sebuah kelereng secara acak, tentukan peluang
terambil kelereng berwarna merah atau kuning.
4. Guru menginformasikan materi selanjutnya yaitu menentukan
peluang dua kejadian yang tidak saling lepas.
5. Guru mengakhiri pembelajaran dengan salam.

G. Media dan Sumber Belajar


1. Media
LKS
2. Sumber Belajar
a) Holiday. 2008. Algebra 1. Columbus: Glencoe Mc.Graw-Hill. (Probability of
Compound Events. Pages 663 until 670)
b) Sulistiyono dkk. 2007. Matematika SMA dan MA Untuk Kelas XI Semester 1
Program IPA. Jakarta: Erlangga. (Bab Kejadian Majemuk hal 130 s/d 141)
c) Tampomas, Husein. 2007. Seribu Pena Matematika Untuk SMA/MA Kelas XI.
Jakarta: Erlangga. (Bab Peluang hal 83 s/d 88)
d) Walpole, Ronald E. 1992. Pengantar Statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama. Alih bahasa: Ir. Bambang Sumantri. (Bab Peluang hal 72 s/d 73, 89 s/d
102)

H. Penilaian Pengetahuan dan Sikap


1. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik penilaian : Tes (Terlampir)
b. Bentuk instrumen : Uraian
2. Penilaian Sikap
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : 1. Catatan jurnal (Terlampir)
2. Penilaian antar teman (Terlampir)
Mengetahui, Yogyakarta, ..........................
Kepala SMA ... Guru Matematika

.................................. ..
NIP. ... NIP. .