Lapisan subgrade
Lapisan subgrade merupakan lapisan tanah dasar dibawah perkerasan jalan. Lapisan tanah dasar
(subgrade) berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung kontruksi
perkerasan jalan diatasnya. Untuk jalan raya, subgrade dapat berupa :
a. Tanah asli setempat yang dipadatkan jika tanah aslinya baik.
b. Tanah urugan badan jalan yang dipadatkan :
- bila jalan terletak pada peninggian
- bila perkerasan jalan harus terletak pada suatu jarak (ketinggian) dari daerah sekitarnya.
Biasanya material tanah urug ini lebih baik dari tanah aslinya.
Tanah-tanah subgrade yang menjadi lebih kokoh dibandingkan dengan aslinya, akibat pemadatan
atau karena adanya tanah urug dengan material yang lebih baik, disebut sebagai improved
subgrade.
Ditinjau dari muka tanah asli, maka tanah dasar dibedakan atas :
Tanah dasar, tanah galian.
Tanah dasar, tanah urugan.
Tanah dasar, tanah asli.
Kekuatan dan keawetan kontruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan dukung
tanah dasar. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut :
Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas.
Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air.
Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah lokasi
yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan yang mengakibatkan kepadatan yang
kurang baik.
Ada beberapa test untuk lapisan tanah dasar (subgrade), diantaranya sebagai berikut.
1) Test Daya Dukung, meliputi CBR & DCPT ( Dynamic Cone Penetrometer Test ), Plate
Loading Test, dan Triaxial.
2) Test Kepadatan, meliputi Sand cone method, Water balloon method, dan Ultrasound
method.
Tes Daya Dukung salah satu yang sering digunakan dalam perkerasan jalan,adalah CBR
(California Bearing Ratio).