Anda di halaman 1dari 16

KONSEP PENGANGGARAN

Tujuan utama penyusunan anggaran adalah menyediakan informasi kepada pihak

management perusahaan untuk digunakan oleh menegement dalam proses pengambilan

keputusan. Anggaran statis berisikan perkiraan tingkat operasional perusahaan yang tidak akan

berubah selama periode anggaran. Dan jenis-jenis anggaran yaitu anggaran operasional dan

anggaran keuangan. Anggaran induk terdiri dari :

a. Anggaran penjualan

b. Anggaran produksi

c. Anggaran pemakaian dan pembelian bahan baku

d. Jumlah kebutuhan pemakaian bahan baku

e. Nilai pembelian baku dalam rupiah

f. Anggaran biaya tenaga kerja langsung

g. Anggaran biaya overhead produksi

h. Anggaran biaya produksi

i. Anggaran beban operasi

j. Anggaran laba rugi

k. Anggaran kas

l. Anggaran neraca

ANGGARAN PENJUALAN

Perusahaan umumnya memulai proses penyusunan anggaran induk dengan menyusun

anggaran penjualan karena anggaran penjualan akan mempengaruhi penyusunan anggaran

produksi, anggaran biaya produksi, anggaran beban operasi, performa laba rugi, anggaran kas,

dan performa neraca. Anggaran penjualan sering kali disusun untuk periode waktu satu tahun,
enam bulan, atau kuartal (tiga bulan). Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh

perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu periode anggaran, yaitu metode

kualitatif dan kuantitatif.

1. Metode rata-rata bergerak

Menggunakan sejumlah data dari sejumlah data dari masa lalu untuk memperoleh

perkiraan hasil dimasa mendatang.

2. Metode trend moment

Menggunakan persamaan Y= a + bx. Untuk mencari nilai a dan b digunakan persamaan :

Y = n . a + b . X

XY = a . X + b . X2

n adalah jumlah data yang dianalisis

3. Metode perkiraan asosiatif : Regresi dan analisis korelasi

Menggunakan analisis regresi sederhana untuk membuat perkiraan yang dapat

memprediksi nilai variable dependen berdasarkan perubahan pada nilai variabel

independen

Y= a + bx

Dimana Y= nilai dari variabel dependen adalah penjualan produk

a = konstanta

b = slope

x = variabel independen

4. Metode analisis industri

Penjualan perusahaan dalam satu periode juga dapat diperkirakan dengan memperkirakan

penjualan industrinya.
ANGGARAN PRODUKSI

Merupakan anggaran yang disusun oleh perusahaan untuk menemukan jumlah barang jadi yang

harus diproduksi oleh perusahaan. Untuk dapat menyusun anggaran produksi, dibutuhkan

berbagai data dan informasi berikut:

a) Estimasi jumlah unit barang jadi yang akan dijual pada periode mendatang

b) Estimasi jumlah persediaan barang jadi pada akhir periode anggaran

c) Estimasi jumlah persediaan barang jadi diawal periode anggaran

Format anggaran produksi:

Anggaran produksi
PT.......
Untuk periode.....
Penjualan (unit)
Ditambah : persediaan akhir barang jadi
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan awal barang jadi
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi
Kebijakan tingkat produksi:

1) Kebijakan stabilisasi produksi

Merupakan kebijakan untuk berproduksi pada tingkat yang sama setiap bulannya dalam

satu tahun. Misalnya diasumsikan perusahaan berencana memproduksi barang jadi

sebesar 2.400.000 selama 1 tahun kedepan. Jika perusahaan mengadopsi kebijakan ini

maka jumlah yang harus diproduksi setiap bulannya untuk tahun depan adalah :

Produksi/bulan = jumlah produksi 1 tahun/ 12bulan

Produksi/bulan = 2.400.000 unit/12

Produksi/bulan = 100.000 unit

2) Kebijakan stabilisasi tingkat persediaan


Pada kebijakan ini berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang mengiginkan tingkat

produksi barang jadi yang sama untuk setiap periodenya. Kebijakan ini dapat

diterapkan untuk perusahaan yang tidak mengiginkan tingkat persediaan berfluktuasi

secara berlebihan setiap periode yang tercakup dalam anggaran.

ANGGARAN BIAYA PRODUKSI

Dapat dikelompokkan dalam 3 subanggaran yaitu:

a. Anggaran bahan baku

Kegiatan utama pada anggaran ini adalah mengubah bahan baku yang diperoleh menjadi

barang jadi. Anggaran bahan baku disusun oleh perusahaan pada dasarnya terdiri dari 2

jenis anggaran yaitu anggaran pemakaian bahan baku dan anggaran pembelian bahan baku.

Anggaran pemakaian bahan baku menyajikan informasi tentang kuantitas dan biaya bahan

baku yang dikeluarkan untuk memproduksi barang jadi. Setelah mengetahui jumlah bahan

baku yang diperlukan untuk memproduksi barang jadi, perusahaan harus menentukan

banyaknya bahan baku yang akan dibeli dalam satu periode anggaran. Selain itu anggaran

pembelian pembelian bahan baku juga memperlihatkan perkiraan harga bahan baku pr unit

dan total nilai pembelian bahan baku dalam rupiah.

b. Anggaran tenaga kerja langsung

Untuk perusahaan manufaktur, tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.

Setiap tahunnya perusahaan manufaktur harus menyusun anggaran tenaga kerja langsung

yang memperlihatkan jumlah jam kerja langsung yang diperlukan berikut upah per jam

untuk memproduksi barang jadi dalam satu periode anggaran.

c. Anggaran biaya overhead produksi


Merupakan seluruh biaya yang terkait secara langsung dengan kegiatan produksi barang

dan jasa. Berdasar perilaku biaya, biaya overhead produksi dikelompokkan dalam 3

kelompok, yaitu biaya variabel, biaya tetap, dan biaya semivariabel.

Contoh :

PT Berkah Abadi Jaya akan menyusun anggaran biaya overhead produksi untuk bulan

januari 2008. Anggaran produksi kemeja CS76 untuk Januari 2008 :

Anggaran produksi
PT Berkah Abadi Jaya
Untuk periode Januari 2008
Nama Produk: Kemeja CS76
Penjualan (unit) 2.000
Ditambah : persediaan akhir barang jadi 500
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan 2.500
Dikurangi: persediaan awal barang jadi 200
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi 2.300

Berikut ini adalah biaya overhead yang diperkirakan akan dikeluarkan perusahaan untuk

Januari 2008:

1. Biaya gaji pengawas produksi tetap sebesar Rp 4.000.000

2. Biaya tetap untuk perawatan mesin sebesar Rp 2.000.000 per bulan

3. Biaya tetap untuk sewa pabrik sebesar Rp 6.000.000 per bulan

4. Biaya listrik yang bersifat variabel untuk setiap pemakaian mesin per jam Rp 3.000

5. Biaya asuransi tetap pegawai pabrik sebesar Rp 5.000 per bulan

Tabel untuk mengalokasikan biaya overhead untuk departemen penjahitan dan

pengemasan pada Januari 2008

Departemen penjahitan Departemen pengemasan


Jumlah mesin 5 15
Jumlah jam mesin 1.500 2.000
Jumlah luas pabrik 1.000 m 2.000 m
Biaya tenaga kerja Rp 1.380.000 Rp 552.000
Anggaran Biaya Produksi

Anggaran biaya produksi pada dasarnya hanyalah menampung seluruh perkiraan biaya

produksi yang sudah ditentukan dan dihitung dalam anggaran pemakaian bahan baku,

anggaran pemakaian tenaga kerja langsung, dan anggaran pemakaian biaya overhead

produksi.

ANGGARAN BEBAN OPERASI

Setelah anggaran biaya produksi disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran

beban operasi. Beban operasi adalah beban-beban yang dikeluarkan untuk kegiatan-

kegiatan selain kegiatan produksi. Contoh kegiatan penjualan adalah penerimaan order

penjualan dan pengiriman barang dan jasa kepada pelanggan. Secara umum beban operasi

dapat dibagi menjadi 2 k3lompok

a) Beban penjualan (selling expenses)

b) Beban administratif (administratif expenses)

Beban Operasional tetap, Variabel dan Semivariabel

Beban operasional bersifat tetap jika nilainya tetap sama, contoh gaji bulanan karyawan

bagian penjualan dan administrasi serta beban listrik ruangan bagian penjualan dan

administrasi. Beban operasional bersifat variabel jika nilai keseluruhan berubah-ubah. Dan

beban operasional bersifat semivariabel jika beban memiliki komponen biaya tetap dan

biaya variabel sekaligus.

Contoh penyusunan anggaran beban operasi

PT Berkah Abadi Jaya menyusun anggaran beban operasi untuk bulan Januari 2008.

Berikut asumsi yang diperlukan:

1) Penjualan bulan januari diperkirakan Rp 600.000.000

2) Gaji tetap karyawan bagian penjualan per bulannya Rp 5.000.000


3) Gaji tetap karyawan bagian administrasi per bulannya Rp 8.000.000

4) Komisi karyawan bagian penjualan sebesar 1% dari penjualan

5) Beban penyusutan kendaraan penjualan per bulannya Rp 2.000.000

6) Beban iklan per bulan Rp 3.000.000

7) Biaya penyusutan peralatan penjualan dan administrasi setiap bulannya Rp 2.000.000

dan Rp 1.000.000

8) Beban tetap listrik bagian penjualan dan administrasi adalah Rp 500.000 per bulan.

Langkah 1 : membuat format anggaran beban operasi

Langkah 2 : memasukkan seluruh komponen biaya beban tetap bagian penjualan untuk

bulan januarai 2008

Langkah 3 : menghitung seluruh komponen beban variabel bagian penjualan untuk bulan

januari 2008

Komisi karyawan bagian penjualan Rp 600.000 x 1% = Rp 6.000.000

Beban listrik Rp 500 x 1000 kwh= Rp 500.000

Kemudian memasukkan biaya variabel tersebut ke kolom biaya variabel

bagian penjualan di anggaran beban operasi. Jumlahkan biaya tetap dan biaya

variabel untuk setiap komponen biaya yang ada dibagian penjualan.

Langkah 4 : memasukkan seluruh komponen biaya tetap bagian administrasi untuk bulan

Januari 2008

Langkah 5 : menghitung seluruh komponen beban variabel bagian administrasi untuk

bulan januari 2008

Beban listrik Rp 500 x 1.500 kwh = Rp 750.000


Kemudian biaya-biaya variabel tersebut dimasukkan ke kolom biaya variabel

bagian administrasi di anggaran beban operasi. Jumlahkan biaya tetap dan

biaya variabel untuk setiap komponen biaya.

Langkah 6 : menyelesaikan penyusunan anggaran beban operasi dengan menjumlah

subtotal beban penjualan dan beban administrasi.

ANGGARAN LABA RUGI

Bertujuan memberikan informasi kepada pihak managemen tentang perkiraan laba rugi

bersih yang akan ditanggung oleh perusahaan dalam satu periode anggaran. Sumber-sumber

informasi yang dibutuhkan dalam menyuun anggaran laba rugi:

a. Anggaran penjualan

b. Anggaran produksi

c. Anggaran biaya produksi

d. Anggaran beban operasi

e. Taraf pajak penghasilan beban

f. Anggaran kas

Anggaran laba rugi perusahaan manufaktur

Untuk perusahaan manufaktur tidak banyak berbeda dengan anggaran laba rugi untuk

perusahaan dagang atau jasa. Perbedaannya terletak pada penentuan beban pokok penjualan

yang sedikit lebih rumit pada perusahaan manufaktur dibandingkan dengan perusahaan jasa

dan dagang.

Menghitung nilai persediaan akhir barang jadi

Perhitungan biaya persediaan akhir barang jadi memerlukan informasi tentang asumsi arus

biaya persediaan (cost flow assumption) yang digunakan oleh perusahaan. Dua asumsi arus

biaya persediaan yaitu FIFO (first in, first out) dan Average.
Contoh :

Anggaran produksi PT ABC untuk bulan Juni 2008

Penjualan (unit) 1.600


Ditambah : persediaan akhir barang jadi 400
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan 2.000
Dikurangi: persediaan awal barang jadi 200
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi 1.800

Total biaya persediaan barang jadi pada 1 Juli 2008 adalah Rp 40.000.000 atau Rp 200.000

per unit. Biaya produksi per unit untuk setiap barang jadi yang diproduksi di bulan Juni 2008

adalah Rp 220.000. anggaran produksi dan informasi tentang biaya persediaan per unit PT

ABC dengan menggunakan metode

1. Metode FIFO

Langkah 1 : jika menggunakan metode FIFO maka biaya persediaan akhir barang jadi

berasal dari biaya barang jadi yang terakhir dibuat pada suatu periode.

Langkah 2 : dari anggaran produksi diketahui bahwa jumlah persediaan barang jadi

(unit) adalah 400 unit. Jadi total biaya persediaan akhir barang jadi adalah Rp 88.000.000

yang diperoleh dengan mengalikan persediaan barang jadi (400 unit) dengan biaya

produksi per unitnya (Rp 220.000).

2. Metode Average

Langkah 1 : menghitung terlebih dahulu total biaya produksi untuk bulan Juli dan total

biaya persediaan awal barang jadi.

Biaya produksi bulan Juli Rp 396.000.000 (Rp 220.000 x 1.800 unit) dan nilai

keseluruhan persediaan sebesar Rp 40.000.000 (200 unit x Rp 200.000).

Langkah 2 : tambahkan jumlah unit yg diproduksi (1.800 unit) dengan jumlah unit

persediaan awal barang (200 unit), kemudian jumlahkan biaya produksi (Rp

396.000.000) dengan total biaya awal barang (Rp 40.000.000) untuk total.
Langkah 3 : hitung biaya per unit persediaan barang yang tersedia untuk dijual dengan

cara membgi total biaya persediaan barang untuk dijual dengan jumlah unit akhir untuk

dijual. Contoh Rp 436.000.000 2.000 unit = Rp 218.000

Langkah 4 : nilai akhir persediaan barang diperoleh dengan mengkalikan jumlah

persediaan akhir barang dengan biaya per unit persediaan barang jadi tersedia u tuk

dijual.

Menyusun Anggaran Laba Rugi

Langkah 1 : membuat format anggaran laba rugi

Langkah 2 : memasukkan perkiraan nilai penjualan untuk bulan perkiraan ke dalam format

anggaran penjualan. Nilai penjualan diperoleh dengan mengalikan jumlah barang

jadi yang diperkirakan akan dijual dengan harga jual per unitnya.

Langkah 3 : masukkan data yang telah diberikan ke dalam format anggaran laba rugi.

Informasi yang diberikan adalah biaya persediaan barangawal, biaya produksi,

beban penjualan, beban umum, dan administrasi serta beban bunga.

Langkah 4 : hitung persediaan akhir barang, setelah itu hasilnya dimasukkan ke format

anggaran laba rugi.

Langkah 5 : hitunglah beban pokok penjualan, laba kotor, laba operasi, pendapatan (beban)

dan laba sebelum pajak penghasilan.

Langkah 6 : hitunglah perkiraan beban pajak penghasilan yang diperoleh dengan mengalikan

laba sebelum pajak penghasilan dengan tarif pajak penghasilan badan.

Langkah 7 : selesaikan dengan menghitung laba bersih yang dianggarkan dengan

mengurangkan laba sebelum pajak penghasilan dengan perkiraan beban pajak

penghasilan.
ANGGARAN KAS

Anggaran kas disusun oleh perusahaan agar pihak managemen memperoleh informasi tentang

likuiditas perusahaan pada periode mendatang.

Sumber Informasi Penyusunan Anggaran Kas

a) Anggaran penjualan

b) Pola penagihan piutang

c) Anggaran pembelian bahan baku

d) Pola pelunasan utang dagang

e) Anggaran biaya tenaga kerja langsung

f) Anggaran beban operasi

g) Kebijakan pembayaran beban operasi

h) Belanja modal

i) Neraca tahun lalu

Format anggaran kas

PT.....
Anggaran Kas untuk Bulan yang berakhir pada....
Bulan .........
Saldo kas awal
Ditambah penerimaan kas:
Penjualan tunai
Penagihan piutang dagang pelanggan
Penerimaan dari pendapatan bunga
Peminjaman uang dari bank
Penerbitan saham baru perusahaan
Saldo kas tersedia

Dikurangi pengeluaran kas untuk:


Pembelian bahan baku secara tunai
Pelunasan utang dagang
Pembayaran beban operasi
Pembayaran biaya overhead
Pembayaran pokok utang dan bunganya
Saldo kas minimum
Suprlus atau defisit kas
Dikurangi pelunasan pinjaman
Ditambah penerimaan pinjaman
Ditambah kas minimum
Saldo kas akhir

Pola Penagihan Piutang Dagang dan Pembayaran Utang Dagang

Contoh :

Langkah 1 : buat format penagihan piutang untuk bulan yang diinginkan

Langkah 2 : masukkan penjualan kredit setiap bulan pada kolom yang telah disediakan

Langkah 3 : hitung penerimaan kas dari penjualan kredit pada bulan terjadi penjualan. Hitung

pula potongan harga yang diberikan pelanggan yang melunasi pada bulan

penjualan dapat potongan 5%

Langkah 4 : hitung hasil penagihan penjualan pada bulan yang ditagih pada bulan berikutnya

Langkah 5 : hitung piutang yang tidak tertagih untuk setiap bulannya sebesar 2% dari penjualan

kredit setiap bulan

Langkah 6 : lengkapi tabel penagihan piutang dengan menghitung total seluruh kolom.

ANGGARAN NERACA

Merupakan anggaran yang paling terakhir disusun oleh perusahaan dalam proses penyusunan

anggaran induknya (master budged). Yang menyajikan informasi kepada managemen tentang

hasil akhir dari seluruh anggaran yang telah disusun sebelumnya.

Informasi dan laporan yang diperlukan dalam penyusunan anggaran neraca untuk suatu periode

anggaran adalah :
1) Neraca perusahaan periode lalu

2) Anggaran kas untuk periode anggaran mendatang

3) Anggaran laba rugi untuk periode anggaran mendatang

Langkah 1 : menghitung saldo kas

Langkah 2 : menghitung saldo piutang dagang

Langkah 3 : menentukan saldo persediaan bahan baku dan barang jadi

Langkah 4 : menentukan saldo perlengkapan kantor

Langkah 5 : menghitung saldo sewa dibayar di muka

Langkah 6 : menghitung saldo aset tidak lancar

Langkah 7 : menghitung saldo utang dagang

Langkah 8 : menghitung saldo utang bunga

Langkah 9 : menghitung saldo utang pajak

Langkah10: menghitung saldo utang gaji dari upah tenaga kerja

Langkah11: menghitung saldo saham biasa

Langkah12: menghitung saldo akun saldo laba

Langkah13: menyelesaikan penyusunan anggaran neraca dengan memasukkan data yang

diperoleh dari langkah 1-12 ke dalam format anggaran neraca

PENGANGGARAN MODAL

Merupakan sebuah proses pengambilan keputusan oleh menejemen atas kegiatan yang akan

memberikan tingkat pengambilan investasi lebih dari satu tahun.

Teknik dan Konsep Penganggaran Modal

Langkah 1 : tentukan nilai investasi awal dari kegiatan yang akan dijalankan oleh perusahaan.
Langkah 2 : tentukan sumber pendanaan untuk mendanai kegiatan yang akan dilakukan oleh

perusahaan. Sumber-sumber pendanaan adalah dana kas internal, hasil

penerbitan obligasi kepada masyarakat, hasil dari meminjam dana kepada

lembaga keuangan misal: bank dan penerbitan saham baru

Langkah 3 : tentukan arus kas masuk dan arus keluar selama kegiatan tersebut dijalankan

Langkah 4 : menghitung kelayakan pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode-

metode yang ada di penganggaran modal yaitu:

a. Metode Payback Period

Mengukur lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan untk menutupi

pengeluaran investasi awalnya atau kembali modal. Selama kegiatan perusahaan akan

memperoleh arus kas masuk bersih. Lalu dijumlahkan kas bersih tersebut yg diperoleh tiap

tahun. Jika jumlah arus kas masuk bersih sama dengan pengeluaran investasi awalnya,

maka dianggap sudah kembali modalnya.

b. Metode Net Present Value

Seluruh nilai arus kas bersih yang diterima ditahun-tahun mendatang akan dihitung saat

investasi awal dikeluarkan (di present value kan) dengan menggunakan tingkat diskonto

tertentu. Tingkat diskonto yang digunakan dapat diperoleh dari tingkat pengambilan

investasi yang diharapkan oleh perusahaan. Kemudian arus kas tersebut dikurangi dengan

nilai investasi awalnya untuk memperoleh NPV.

Jika NPV > 0, maka proyek tersebut layak untuk dilaksanakan, sebaliknya

Jika NPV < 0, maka proyek tersebut layak untuk dilaksanakan


ANGGARAN PADA PERUSAHAAN JASA

Anggaran pendapatan

Anggaran pendapatan menyajikan informasi tentang perkiraan pendapatan yang akan

diperoleh dari penjualan jasa kepada pelanggan dan harga jual dalam satu periode anggaran.

Anggaran beban langsung pelatihan

Manajemen PPA-FEUI mengelompokkan beban yang dikeluarkan untuk melaksanakan

kegiatan pelatihan dalam 2 kelompok yaitu beban langsung dan beban tidak langsung pelatihan.

Manajemen PPA-FEUI telah menentukan beban-beban langsung pelatihan yang terdiri dari:

1. Beban honor instruktur dan asisten instruktur pelatihan

2. Beban sewa ruangan pelatihan

3. Beban makan minum peserta pelatihan

4. Beban perlengkapan pelatihan peserta (seminar kit, block note, sertifikat, kertas folio dan

alat tulis)

Anggaran beban tidak langsung pelatihan

Dikeluarkan oleh PPA-FEUI dikelompokkan ke dalam tiga kelompok besar yaitu :

a) Beban gaji pegawai pelaksana kegiatan pelatihan termasuk didalamnya adalah tunjangan

kesehatan, hari raya, dan upah lembur

b) Beban pemakaian telepon, faks dan internet

c) Beban listrik

Seluruh beban tidak langsung pelatihan ini tidak mengurangi laba yang diperoleh setiap

kegiatan.

Anggaran beban operasional pelatihan

Menurut PPA-FEUI dibagi menjadi dua kelompok

1) Beban penjualan (selling expenses)

2) Beban administrasi (administrative expenses)


Anggaran laba rugi pelatihan

Anggaran laba rugi pelatihan PPA-FEUI disusun untuk memberikan informasi kepada

manajemen tentang perkiraan laba rugi yang akan diperiode anggaran mendatang.

ANGGARAN PADA PERUSAHAAN DAGANG

Kegiatan utamanya adalah membeli dan menjual barang dagang. Contoh perusahaan dagang

adalah minimarket atau departement store.

Anggaran penjualan

Pada perusahaan dagang menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah barang dagang yang

akan dijual berikut harga jualnya untuk satu periode anggaran.

Anggaran pembelian barang dagang

Merupakan anggaran yang menyajikan informasi tentang jumlah barang dagang yang akan

dibeli berikut harga belinya untuk satu periode anggaran. Informasi yang diperlukan dalam

penyusunan anggaran pembelian barang dagang adalah sebagai berikut:

a. Jumlah penjualan barang dagang

b. Perkiraan jumlah persediaan akhir barang dagang diakhir periode

c. Jumlah persediaan awal barang dagang

d. Perkiraan harga pembelian barang dagang untuk satu periode

Anggaran beban operasional

1. Beban penjualan (selling expenses)

2. Bahan administrasi (administrasi expenses).