0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
652 tayangan10 halaman

Pemrosesan Polimer

Makalah ini membahas tentang teknologi polimer dan pemrosesan polimer. Polimer dijelaskan sebagai molekul besar yang terdiri atas unit-unit kecil yang berulang. Jenis-jenis polimer diantaranya polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, teflon, dan polystyrene. Polimer dibedakan berdasarkan reaksi pembentukannya, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Diunggah oleh

Nurul Azizah Azis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
652 tayangan10 halaman

Pemrosesan Polimer

Makalah ini membahas tentang teknologi polimer dan pemrosesan polimer. Polimer dijelaskan sebagai molekul besar yang terdiri atas unit-unit kecil yang berulang. Jenis-jenis polimer diantaranya polyethylene, polypropylene, polyvinyl chloride, teflon, dan polystyrene. Polimer dibedakan berdasarkan reaksi pembentukannya, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Diunggah oleh

Nurul Azizah Azis
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TEKNOLOGI POLIMER

PEMROSESAN POLIMER

DISUSUN OLEH :

NAMA : NURUL AZIZAH


NIM : 09220160116
PRODI : S1 TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Polimer

Polimer berasal dari bahasa yunani Polys dan Meros, Polys berarti banyak dan
meros berarti bagian, yang jika digabungkan dapat berarti bahwa polimer merupakan bagian
banyak. Sedangkan menurut istilah, Polimer merupakan molekul besar yang terbangun oleh
susunan unit ulangan kimia yang kecil, sederhana dan terikat oleh ikatan kovalen.
Polimer didefinisikan sebagai makromolekul yang dibangun oleh pengulangan
kesatuan kimia yang kecil dan sederhana yang setara dengan monomer, yaitu bahan
pembuat polimer. Akibatnya, molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massa
molekul yang sangat besar. Hal inilah yang menyebabkan polimer memperlihatkan sifat
sangat berbeda dari molekul-molekul biasa meskipun susunan molekulnya sama. Pada
umumnya polimer dikenal sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau isolator.
Kemajuan dalam riset polimer telah menemukan berbagai polimer yang bersifat konduktif
maupun semikonduktif. Bahan komposit diartikan sebagai gabungan dari 2 material atau
lebih yang berbeda sifatnya dan akan membentuk sifat fisis yang baru. Komposit polimer-
karbon terbentuk dari gabungan polimer dengan karbon yang membentuk sebuah material
yang mempunyai sifat yang baru yaitu mempunyai resistansi tertentu dan nilai resistansinya
berubah apabila terkena gas. Polimer mempunyai banyak variasi sifat, dan itulah mengapa
polimer mempunyai banyak sekali kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Di era modern,
hampir setiap bagian hidup manusia melibatkan polimer. Termasuk jenis polimer antara lain
plastik, elastomer, serat, cat dan bahan pelapis. Penggunaan polimer dalam perkakas rumah
tangga, alat transportasi, alat komunikasi dan alat elektronika sangat besar cakupannya.
Istilah polimer digunakan untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai
yang sangat panjang yang terdiri atas unit-unit terkecil yang berulang-ulang atau mer atau
meros sebagai blok-blok penyusunnya. Molekul-molekul (tunggal) penyusun polimer
dikenal dengan istilah monomer. Polimer Polyethylene, misalnya, adalah salah satu jenis
bahan polimer dengan rantai linear sangat panjang yang tersusun atas unit-unit terkecil
(mer) yang berulang-ulang yang berasal dari monomer molekul ethylene.
Gambar 1. Struktur molekul polimer polyethylene

B. Jenis jenis Polimer

1. Poly Ethylene (PE)


Polietilena (disingkat PE) adalah termo plastik atau merupakan polimer plastik
yang sifatnya ulet (liat), massa jenis rendah, lentur, sukar rusak apa bila lama dalam
keadaan terbuka di udara maupun apabila terkena tanah lumpur, tetapi tidak tahan
panas. Kegunaan polietena adalah untuk memproduksi lembaran untuk kantong plastik,
pembungkus halaman, ember, dsb.

2. Poly Propylene (PP)


Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuah polimer termo-plastik yang
dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya
digunakan ntuk dipakai ada packingmakanan kering atau snack.

3. Poly Vinly Chlorine (PVC)


Plastik ini juga tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua
tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan
untuk membuat konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja,
lemari. Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang
plastik dan isolasi listrik.
4. Teflon (PTFE)
Teflon tersusun dari monomer-monomer tetrafluorotena. Teflon bersifat sangat
ulet, kenyal, tahan terhadap zat kimia, tak mudah terbakar, isolator listrik yang baik,
dan mampu melumasi diri serta tidak menempel. Panci untuk memasak/menggoreng
menggunakan pelapis teflon, sehingga tidak memerlukan minyak yang banyak, tidak
mudah gosong, serta mudah mencucinya.

5. Polistirena
Polistirena tersusun atas monomer stirena. Polistirena digunakan untuk
membuat gelas minuman ringan, isolasi, dan untuk kemasan makanan.

6. Oriented Polystyrene (OPP)


Sangat Bening,Kurang Tahan Panas.

7. High Density Polyethylene (HDPE)


Bahan Plastik Yang Berwarna Putih susu Atau Putih Bersih.

8. Karet Bahan
Adalah Karet Yang Berupa Karet Gelang Bersifat Transparant,Kuat dan Elastis.

9. Low Density Polyethylene (LDPE)


Bahan Plastik Yang digunakan Untuk Pelapis Kaleng.

10. Polyethylene Terephthalate (PET)


Adalah Polimer Jernih Dan kuat Dengan Sifat-sifat Penahan Gas Dan Kelembaban.

11. Lunchbox Polystyrene


Bahan Plastik Yang Digunakan Untuk Packing Makanan Ringan,Nasi,Dll.
BAB II

ISI

A. Polimer berdasarkan reaksi pembentukannya


Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi. Jenis reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi tergantung pada
strukturnya. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti monomer dalam unit
ulangnya, sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-atom yang lebih sedikit karena
terbentuknya produk sampingan selama berlangsungnya proses polimerisasi.

(a) (b)
Gambar 2. (a) dan (b) Proses-proses penting pembentukan polimer (polimerisasi)

a. Polimer Adisi
Reaksi pembentukan teflon dari monomer-monomernya tetrafluoroetilen, disebut
reaksi adisi. Perhatikan gambar 3 yang menunjukkan bahwa monomer etilena
mengandung ikatan rangkap dua, sedangkan di dalam polietilena tidak terdapat ikatan
rangkap dua.

Gambar 3. Monomer etilena


Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena yang digunakan
sebagai tas plastik, pembungkus makanan, dan botol. Pasangan elektron ekstra dari
ikatan rangkap dua pada tiap monomer etilena digunakan untuk membentuk suatu
ikatan baru menjadi monomer yang lain. Menurut jenis reaksi adisi ini, monomer-
monomer yang mengandung ikatan rangkap dua saling bergabung, satu monomer
masuk ke monomer yang lain, membentuk rantai panjang. Produk yang dihasilkan dari
reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer awal. Berdasarkan
gambar 3, dapat simpulkan bahwa polimerisasi adisi adalah polimer yang terbentuk dari
reaksi polimerisasi disertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari
monomer-monomernya yang membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini tidak disertai
terbentuknya molekul-molekul kecil seperti H2O atau NH3.
Dalam reaksi polimerisasi adisi, umumnya melibatkan reaksi rantai. Mekanisme
polimerisasi adisi dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

Tabel 1. Tahap pembentukan Polimer

Sebagai contoh mekanisme polimerisasi adisi dari pembentukan polietilena


a) Inisiasi, untuk tahap pertama ini dimulai dari penguraian inisiator dan adisi
molekul monomer pada salah satu radikal bebas yang terbentuk. Bila kita nyatakan
radikal bebas yang terbentuk dari inisiator sebagai R, dan molekul monomer
dinyatakan dengan CH2 = CH2, maka tahap inisiasi dapat digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 4. Tahap inisiasi


b) Propagasi, dalam tahap ini terjadi reaksi adisi molekul monomer pada radikal
monomer yang terbentuk dalam tahap inisiasi

Gambar 5. Tahap propagasi

Bila proses dilanjutkan, akan terbentuk molekul polimer yang besar, dimana ikatan
rangkap C= C dalam monomer etilena akan berubah menjadi ikatan tunggal C C
pada polimer polietilena.

Gambar 6. Perubahan monomer etilena rangkap dua menjadi rangkap satu

c) Terminasi, dapat terjadi melalui reaksi antara radikal polimer yang sedang tumbuh
dengan radikal mula-mula yang terbentuk dari inisiator
(R) CH2 CH2 + R CH2 CH2 R
atau antara radikal polimer yang sedang tumbuh dengan radikal polimer lainnya,
sehingga akan membentuk polimer dengan berat molekul tinggi
R (CH2)n CH2 + CH2 (CH2)n R R (CH2)n CH2CH2 (CH2)n R

Beberapa contoh polimer yang terbentuk dari polimerisasi adisi dan reaksinya antara lain :
Polivinil klorida

n CH2 = CHCl [ CH2 CHCl CH2 CHCl ]n

Vinil Klorida Polivinil Klorida

Polivinil klorida

n CH2 = CHCN [ CH2 CHCN ]n


Polistirena

Gambar 7. Polistirena

b. Polimer Kondensasi

Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang
sama atau monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi terkadang disertai
dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer monomer bereaksi
secara kondensasi untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang
dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air
dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus mempunyai
dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya
dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut reaksi kondensasi. Dalam
polimerisasi kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung
dengan gugusOH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air. Reaksi
kondensasi yang digunakan untuk membuat satu jenis nilon ditunjukkan pada Gambar 8
dan Gambar 9.

Gambar 8. Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda

Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda di atas, yaitu 1,6


diaminoheksana dan asam adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon.
Nylon diberi nama menurut jumlah atom karbon pada setiap unit monomer. Dalam
gambar ini, ada enam atom karbon di setiap monomer, maka jenis nylon ini disebut
nylon 66.
Gambar 9. Pembuatan nylon
Contoh lain dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah bakelit yang bersifat keras,
dan dracon, yang digunakan sebagai serat pakaian dan karpet, pendukung pada tape
audio dan tape video, dan kantong plastik. Monomer yang dapat mengalami reaksi
polimerisasi secara kondensasi adalah monomer-monomer yang mempunyai gugus
fungsi, seperti gugus OH; -COOH; dan NH3.
BAB III
PENUTUP

Istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya
terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang
beragam. Proses pembentukan polimer disebut juga reaksi polimerisasi. Berdasarkan
jenis reaksinya terdapat dua macam polimerisasi, yaitu polimerisasi adisi dan
polimerisasi kondensasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://akbarpn136.blogspot.com/2009/03/engineering-material.html diakses pada


tanggal 22 Mei 2017
http://polimer-kimia-iroend.blogspot.co.id/2015/01/makalah-tentang-polimer-by-
basirun.html diakses pada tanggal 22 Mei 2017
http://www.he4si.com/Artikel/Teknos2007_vol2_7.PDF diakses pada tanggal 22 Mei
2017
Gibson, Ronald F. Principles of Composite Material Mechanics, McGraw-Hill. Inc.
New York (1994) 27-29

Anda mungkin juga menyukai