Anda di halaman 1dari 30

URI HANDAY

TW

AN
TU

I
DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA SMK
JENJANG DASAR TAHUN 2009

Trigonometri

Matriks

Oleh: Drs. Markaban, M.Si.


M AT E M
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
TM

TK
Quality System

A
PP

TI

DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


KA
PP

PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK Quality


O
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MATEMATIKA Endorsed
A
Y

GY T Company
AK A R ISO 9001: 2000

2009
Lic no:QEC 23961
SAI Global
KATA PEN
PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
karunia-Nya, bahan ajar ini dapat diselesaikan dengan baik. Bahan ajar ini
digunakan pada Diklat Guru Pengembang Matematika SMK Jenjang Dasar
Tahun 2009, pola 120 jam yang diselenggarakan oleh PPPPTK Matematika
Yogyakarta.

Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam usaha
peningkatan mutu pengelolaan pembelajaran matematika di sekolah serta dapat
dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat di dalam maupun di luar kegiatan
diklat.

Diharapkan dengan mempelajari bahan ajar ini, peserta diklat dapat menambah
wawasan dan pengetahuan sehingga dapat mengadakan refleksi sejauh mana
pemahaman terhadap mata diklat yang sedang/telah diikuti.

Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah


berpartisipasi dalam proses penyusunan bahan ajar ini. Kepada para pemerhati
dan pelaku pendidikan, kami berharap bahan ajar ini dapat dimanfaatkan dengan
baik guna peningkatan mutu pembelajaran matematika di negeri ini.

Demi perbaikan bahan ajar ini, kami mengharapkan adanya saran untuk
penyempurnaan bahan ajar ini di masa yang akan datang.
Saran dapat disampaikan kepada kami di PPPPTK Matematika dengan alamat:
Jl. Kaliurang KM. 6, Sambisari, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, Kotak Pos
31 YK-BS Yogyakarta 55281. Telepon (0274) 881717, 885725, Fax. (0274)
885752. email: p4tkmatematika@yahoo.com

Sleman, 11 Mei 2009


Kepala,

Kasman Sulyono
NIP. 130352806
Daftar Isi

Halaman
Daftar Isi ii
Peta Kompetensi dan Bahan Ajar ...................................................... iii
Skenario Pembelajaran ...................................................................... iii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Ruang Lingkup 2
Bab II Trigonometri
A. Perbandingan Trigonometri suatu sudut pada Segitiga Siku-siku 3
B. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-sudut Istimewa 5
C. Perbandingan Trigonometri suatu Sudut di Berbagai Kuadran 6
D. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi 7
E. Menentukan Koordinat Kartesius dan Koordinat Kutub 11
F. Aturan Sinus dan Kosinus . 12
G. Identitas Trigonometri ... 14
H. Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Sederhana . 14
I. Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut .. 16
J. Rumus Trigonometri Sudut rangkap .... 19
K. Mengubah Rumus Perkalian ke Penjumlahan/Pengurangan 20
L. Penerapan Rumus dan Persamaan Trigonometri . 20
M. Latihan .... 21
Bab III Penutup 22
A. Kesimpulan 22
B. Saran .................................................................................. 25
Daftar Pustaka 26

ii
PETA KOMPETENSI DAN BAHAN AJAR

Kompetensi /
No Indikator Materi Pembelajaran
Sub kompetensi
1. Kompetensi : Menentukan nilai dan Perbandingan
Mampu memfasilitasi memberikan contoh mengenai Trigonometri
siswa dalam memecahkan perbandingan trigonometri Koordinat kartesius
masalah berkaitan dengan suatu sudut
dan kutub
Mengkonversikan koordinat
penerapan perbandingan,
kartesius ke koordinat kutub Aturan Sinus dan
fungsi, persamaan, dan Cosinus
dan sebaliknya
identitas trigonometri
Menerapkan dari kehidupan Luas segitiga
Subkompetensi: nyata sehari-hari dan Jumlah dan selisih
Mengembangkan memberikan contoh aturan dua sudut
keterampilan siswa sinus dan cosinus Persamaan
dalam: Menentukan dan memberikan Trigonometri
menentukan nilai contoh luas segitiga
perbandingan Menerapkan dan memberikan
trigonometri suatu contoh Rumus fungsi
sudut. trigonometri untuk jumlah dan
mengkonversi selisih dua sudut
koordinat kartesius dan Menyelesaikan dan
memberikan contoh
koordinat kutub
Persamaan trigonometri
menerapkan aturan
sinus dan kosinus
menentukan luas suatu
segitiga
menerapkan rumus
trigonometri jumlah
dan selisih dua sudut
menyelesaikan
persamaan trigonometri

SKENARIO PEMBELAJARAN

1. Pada awal pertemuan di lakukan kegiatan identifikasi permasalahan


pembelajaran pada materi Trigonometri yang dihadapi oleh guru selama di
kelas.

2. Dari identifikasi permasalahan pembelajaran tersebut dijelaskan dengan


ceramah, tanya jawab dan curah pendapat sehingga permasalahan
Trigonometri dapat dipecahkan

3. Peserta bekerja dalam kelompok program keahlian yang terdiri dari 5-6 orang
dan mendiskusikan dan menganalisis materi dan latihan pada modul serta
memberikan contoh penerapan sesuai program keahliannya.

iii
Bab I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Seseorang yang ingin mengukur tinggi sebuah pohon,
menara, gedung bertingkat ataupun sesuatu yang memiliki ketinggian
tertentu maka tidaklah mungkin secara fisik akan mengukur dari
bawah ke atas (puncak) obyeknya dengan menggunakan meteran.
Salah satu cabang matematika yang dapat dipakai dalam membantu
pengukuran ini adalah trigonometri.

Gb. 1.1. mengukur ketinggian Gb. 1.2. Klinometer

Gambar 1.1 adalah gambar seorang pengamat yang ingin mengukur


tinggi tiang bendera dengan menggunakan klinometer (Gb. 1.2)
Dalam pengamatan akan didapat sudut dan jarak pengamat dengan
tiang, kemudian dengan bantuan pengetahuan trigonometri maka
akan dapat dihitung tinggi tiang tersebut.
Kenyataan dalam kehidupan seharihari di berbagai bidang
kehidupan banyak membutuhkan pengetahuan tentang trigonometri,
antara lain bidang keteknikan, bidang IPA, bidang penerbangan,
bidang pelayaran dan sebagainya. Oleh karena itu topik tentang
trigonometri perlu diajarkan kepada siswa oleh guru matematika.

1
B. Tujuan
Bahan ajar tentang pembelajaran trigonometri ini disusun
agar para tenaga kependidikan/guru:
1. Lebih menguasai materi pembelajaran trigonometri untuk siswa
SMK
2. Lebih memiliki kemampuan mengembangkan teknik, model dan
strategi pembelajaran trigonometri

C. Ruang Lingkup
Bahan ajar ini membahas topiktopik sebagai berikut:
1. Pengertian perbandingan trigonometri
2. Rumus perbandingan trigonometri sudut yang berelasi
3. Menyelesaikan Persamaan Trigonometri
4. Rumusrumus trigonometri

2
Bab II
Trigonometri
Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas
dari astronomi pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al-Tusi (1201-
1274), lewat bukunya Treatise on the quadrilateral.
Bahkan dalam buku ini ia untuk pertama kali
memperlihatkan keenam perbandingan
trigonometri lewat sebuah segitiga siku-siku (hanya
masih dalam trigonometri sferis). Menurut
at-Tusi O`Conners dan Robertson, mungkin ia pula yang

Gb. 2.1. matematikawan


pertama memperkenalkan Aturan Sinus (di bidang
datar).
Di Arab dan kebanyakan daerah muslim, trigonometri
berkembang dengan pesat tidak saja karena alasan astronomi tetapi juga
untuk kebutuhan ibadah. Seperti diketahui, orang muslim jika melakukan
ibadah sholat, harus menghadap ke arah Qiblat, suatu bangunan di kota
Mekkah. Para matematikawan muslim lalu membuat tabel trigonometri
untuk kebutuhan tersebut.
Konsep trigonometri pada pembahasan ini diawali dengan
perbandingan trigonometri suatu sudut pada segitiga sikusiku.
A. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut pada Segitiga Siku-siku
Gambar di samping adalah segitiga
B
siku-siku dengan titik sudut sikunya di
a c C. Panjang sisi di hadapan sudut A
adalah a, panjang sisi di hadapan sudut
C A
b
B adalah b, dan panjang sisi di hadapan
Gb. 2.2. perbandingan trigonometri
sudut C adalah c.
Terhadap sudut :
Sisi a disebut sisi siku-siku di depan sudut
Sisi b disebut sisi siku-siku di dekat (berimpit) sudut
Sisi c (sisi miring) disebut hipotenusa

3
Berdasarkan keterangan di atas, didefinisikan 6 (enam) perbandingan
trigonometri terhadap sudut sebagai berikut:
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
1. sin = =
panjang hipotenusa c
panjang sisi siku - siku di dekat (berimpit) sudut A b
2. cos = =
panjang hipotenusa c
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
3. tan = =
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A b
panjang hipotenusa c
4. csc = =
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
panjang hipotenusa c
5. sec = =
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A b
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A c
6. cot = =
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
Dari perbandingan tersebut dapat pula ditulis rumus:
sin cos
tan = dan cot =
cos sin
1 1
sec = dan csc =
cos sin
Contoh:
B
Pada gambar di samping segitiga
sikusiku ABC dengan panjang a = 24 a c

dan c = 25.
C A
b
Tentukan keenam perbandingan
Gb. 2.3. perbandingan trigonometri
trigonometri untuk .
Penyelesaian:
Nilai b dihitung dengan teorema Pythagoras

b = 25 2 24 2 = 625 576 = 49 = 7
a 24 b 7 a 24
sin = = cos = = tan = =
c 25 c 25 b 7
c 25 c 25 c 7
csc = = sec = = cot = =
a 24 b 7 a 24

4
B. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut Istimewa
Sudut istimewa adalah sudut yang perbandingan trigonometrinya
dapat dicari tanpa memakai tabel matematika atau kalkulator, yaitu: 0,
30, 45,60, dan 90.
Sudut-sudut istimewa yang akan dipelajari adalah 30, 45,dan 60.
Untuk mencari nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa
digunakan segitiga siku-siku seperti gambar berikut ini.
3

30
2 1
1 2
45 60
1
Gb. 2.4.a. sudut istimewa
Gb. 2.4.b. sudut istimewa
Dari gambar 2.4.a dapat ditentukan :
1 1 2
sin 45 = = 2 csc 45 = = 2
2 2 1
1 1 2
cos 45 = = 2 sec 45 = = 2
2 2 1
1 1
tan 45 = =1 cot 45 = = 1
1 1
Dari gambar 2.4.b dapat ditentukan
1 3 1
sin 30 = sin 60 = = 3
2 2 2
3 1 1
cos 30 = = 3 cos 60 =
2 2 2
1 1 3
tan 30 = = 3 tan 60 = = 3
3 3 1
2 2 2
csc 30 = =2 csc 60 = = 3
1 3 3
2 2 2
sec 30 = = 3 sec 60 = =2
3 3 1
3 1 1
cot 30 = = 3 cot 60 = = 3
1 3 3

5
Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.
0 30 45 60 90
1 1 1
sin 0 2 3 1
2 2 2
1 1 1
cos 1 3 2 0
2 2 2
1 tak
tan 0 3 1 3 terdefinisi
3
tak 1
cot 3 1 3 0
terdefinisi 3
contoh:
1 1 1+ 2
1. sin 30 + cos 45 = + 2=
2 2 2
1 1 1
2. sin 45 tan 60 + cos 45 cot 60 = 2 3+ 2 3
2 2 3
1 1 4 2
= 6+ 6= 6= 6
2 6 6 3
C. Perbandingan Trigonometri suatu Sudut di Berbagai Kuadran

Y P adalah sembarang titik di kuadran I dengan


P(x,y)
koordinat (x,y). OP adalah garis yang dapat
r berputar terhadap titik asal O dalam koordinat
y
1 kartesius, sehingga XOP dapat bernilai
O x X
0 sampai dengan 90. Perlu diketahui bahwa
Gb. 2.5

OP = x 2 + y 2 = r dan r > 0

Berdasarkan gambar di atas keenam perbandingan trigonometri baku


dapat didefinisikan dalam absis (x), ordinat (y), dan panjang OP (r)
sebagai berikut:
ordinat P y panjang OP r
1. sin = = 4. csc = =
panjang OP r ordinat P y
absis P x panjang OP r
2. cos = = 5. sec = =
panjang OP r absis P x
ordinat P y absis P x
3. tan = = 6. cot = =
absis P x ordinat P y

6
Dengan memutar garis OP maka XOP = dapat terletak di kuadran I,
kuadran II, kuadran III atau kuadran IV, seperti pada gambar di bawah ini.

P(-x,y) Y
Y
P(x,y)
y r
r
y
1 2
O x X x O X

Y Y

x 3 4 x
O X O X
y
r y
r
P(-x,-y)
P(x,-y)

Gb. 2.6. titik di berbagai kuadran


Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri di tiap kuadran:
Perbandingan Kuadran
Trigonometri I II III IV
sin + + - -
cos + - - +
tan + - + -
csc + + - -
sec + - - +
cot + - + -

D. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi


Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut adalah sudut (90 ),
(180 ), (360 ), dan -. Dua buah sudut yang berelasi ada
yang diberi nama khusus, misalnya penyiku (komplemen) yaitu untuk
sudut dengan (90 - ) dan pelurus (suplemen) untuk sudut

7
dengan (180 - ). Contoh: penyiku sudut 50 adalah 40, pelurus
sudut 110 adalah 70
1. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (90 - )
Y y=x Dari gambar 2.7 diketahui
P1(x1,y1)
Titik P1(x1,y1) bayangan dari P(x,y)
y1 P(x,y)
r 1 akibat pencerminan garis y = x,
r
sehingga diperoleh:
y
(90-) a. XOP = dan XOP1 = 90 -
O x1
X b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
x

Gb. 2.7. sudut yang berelasi


Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh:
y
sin (90 ) = 1 = = cos
x
a.
r1 r

x
cos (90 ) = 1 = = sin
y
b.
r1 r

y
tan (90 ) = 1 = = cot
x
c.
x1 y
Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri
sudut dengan (90 - ) dapat dituliskan sebagai berikut:

a. sin (90 ) = cos d. csc (90 ) = sec


b. cos (90 ) = sin e. sec (90 ) = cos ec
c. tan (90 ) = cot f. cot (90 ) = tan

2. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 - )


Titik P1(x1,y1) adalah bayangan dari Y
titik P(x,y) akibat pencerminan
terhadap sumbu y, sehingga P1(x1,y1) P(x,y)
r
a. XOP = dan XOP1 = 180 - r1
y1 (180-) y
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r

maka diperoleh hubungan:


x1 O x
X

Gb. 2.8. sudut yang berelasi


8
y
sin (180 ) = 1 = = sin
y
a.
r1 r

x x
b. cos (180 ) = 1 = = cos
r1 r

y
tan (180 ) = 1 =
y
c. = tan
x1 x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

a. sin (180 ) = sin d. csc (180 ) = csc

b. cos (180 ) = cos e. sec (180 ) = sec

c. tan (180 ) = tan f. cot (180 ) = cot

3. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 + )


Dari gambar 2.9 titik P1(x1,y1) adalah Y
bayangan dari titik P(x,y) akibat P(x,y)
r
pencerminan terhadap garis y = x, (180+)
y
sehingga

a. XOP = dan XOP1 = 180 +


x1 O x
X
y1
r1
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
maka diperoleh hubungan: P1(x1,y1)
Gb. 2.9. sudut yang berelasi
y y
a. sin (180 + ) = 1 = = sin
r1 r

x x
b. cos (180 + ) = 1 = = cos
r1 r

y y y
c. tan (180 + ) = 1 = = = tan
x1 x x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

a. sin (180 + ) = sin d. csc (180 + ) = csc

b. cos (180 + ) = cos e. sec (180 + ) = sec

c. tan (180 + ) = tan f. cot (180 + ) = cot

9
4. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (- )
Dari gambar 2.10 diketahui titik Y
P(x,y)
P1(x1,y1) bayangan dari P(x,y)
r
akibat pencerminan terhadap (360-1)
y
sumbu x, sehingga x
O - x1
X
a. XOP = dan XOP1 = - y1
r1
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
maka diperoleh hubungan P1(x1,y1)

y y Gb. 2.10. sudut yang berelasi


a. sin ( ) = 1 = = sin
r1 r

x
cos ( ) = 1 = = cos
x
b.
r1 r

y y
c. tan ( ) = 1 = = tan
x1 x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

a. sin ( ) = sin d. csc ( ) = csc


b. cos ( ) = cos e. sec ( ) = sec
c. tan ( ) = tan f. cot ( ) = cot

Untuk relasi dengan (- ) tersebut identik dengan relasi dengan


360 , misalnya sin (360 ) = sin .
Dengan memperhatikan nilai perbandingan sudut yang berelasi, dapat
disimpulkan bahwa nilai perbandingan sudut, nilai positif atau negatifnya
terletak pada kuadran di mana sudut itu berada .

Y Untuk menghafalkan dapat


Kuadran II Kuadran I
dibuat jembatan keledai,
sinus semua
misalnya "semanis Sinta
X tanpa kosmetika", yang
O
artinya nilai perbandingan
Kuadran III Kuadran IV
trigonometri positf untuk sudut
tangens kosinus
di:

10
Kuadran I : semua (sinus, kosinus, tangen, kotangen, sekan dan
kosekan)
Kuadran II : sinus (bersama kosekan)
Kuadran III : tangen (bersama kotangen)
Kuadran IV : kosinus (bersama sekan)

E. Menentukan Koordinat kartesius dan Koordinat Kutub


Cara lain dalam menyajikan letak sebuah titik pada bidang xy selain
koordinat kartesius adalah dengan koordinat kutub.
Y Y
P(x,y) P(r, )

r
y y

O x X O x X

Gb. 2.11. koordinat kartesius Gb. 2.12. koordinat kutub

Pada gambar 2.11 titik P(x,y) pada koordinat kartesius dapat disajikan
dalam koordinat kutub dengan P(r, ) seperti pada gambar 2.12.
Jika koordinat kutub titik P(r, ) diketahui, koordinat kartesius dapat
dicari dengan hubungan:
x
cos = x = r cos
r
y
sin = y = r sin
r
jika koordinat kartesius titik P(x,y) diketahui, koordinat kutub titik
P(r, ) dapat dicari dengan hubungan:

r = x2 + y 2

y y
tan = = arc tan , arc tan adalah invers dari tan
x x
Contoh:
1. Ubahlah menjadi koordinat kutub
a. B(5,5) b. C( 4,4 3 )

11
2. Ubahlah P (12,60) menjadi koordinat kartesius
Penyelesaian:
1. a. B (5,5) b. C( 4,4 3 )

x = 5, y = 5 (kuadran I) x = 4, y = 4 3 (kuadran II)

r = 52 + 52 r= ( 4)2 + (4 3 )2
= 25 + 25 = 5 2 = 16 + 48 = 64 = 8

5 4 3
tan = = 1 = 45 tan = = 3 = 120
5 4
jadi B (5 2,45) jadi C (8, 120)

2. P (12,60) diubah ke koordinat kartesius


1
x = r cos = 12 cos 60=12. = 6
2
1
y = r sin = 12 sin 60 = 12 3=6 3
2
Jadi koordinat kartesiusnya P 6,6 3( )
F. Aturan Sinus dan Kosinus
Dalam setiap ABC dengan panjang sisi-sisi BC.CA, dan AB berturut-
turut a, b, dan c satuan dan besar sudut A, B, dan C seperti pada
gambar maka dapat ditunjukkan aturan sinus sebagai berikut:
B BD
Dalam ABD, sin A =
c
E
BD = c sin A ........ (i)
c a
BD
Dalam CBD, sin C =
a
BD = a sin C ...... (ii)
A C
D b

a c
Dari (i) dan (ii) maka : = (iii )
sin. A sin C
AE
Dalam CAE, sin C = AE = .b sin C.....(iv)
b

12
AE
Dalam BAE, sin B = AE = .c sin B...... (v)
c
b c
Dari (iv) dan (v) maka = (vi)
sin B sin C
a b c
Jadi dari (iii) dan (vi) kita dapatkan hubungan : = =
sinA sinB sin C
Hubungan di atas kita kenal dengan nama Aturan Sinus.
Sekarang buktikan Aturan (rumus) kosinus berikut:
a2 = b2 + c2 2bc cos A
b2 = c2 + a2 2bc cos B
c2 = a2 + b2 2ab cos C
atau:
b2 + c 2 a2
cos A =
2bc
c + a2 b2
2
cos B =
2ca
a + b2 c 2
2
cos C =
2ab

Dengan pemahaman tentang aturan sinus, aturan kosinus maka dapat


dikonstruksikan tentang rumus luas segitiga. Pada setiap ABC
berlaku: Luas ABC = 1
2 bc sin A = 1
2 ac sin B = 1
2 ab sin C

Contoh :
Dari sebuah pelabuhan kapal A bertolak dengan kecepatan 10 knot
(mil/jam) ke arah 160o dan kapal B ke arah 220o dengan kecepatan 16
knot. Berapa jarak kedua kapal 2 jam kemudian?

13
Jawab:
Perhatikan gambar, maka
AB2 = 202 + 322 2. 20 . 32 . cos 60o
220o
= 400 + 1024 640
160o
O = 784
60o
AB = 28
20
A Jarak antara kedua kapal 28 mil
32

B
G. Identitas Trigonometri
Identitas adalah kalimat terbuka yang bernilai benar untuk setiap
penggantian nilai variabelnya dengan konstanta anggota domain.

Y Dari gambar di samping diperoleh


P(x, y)
x y
cos = , sin = dan r = x 2 + y 2 .
r r r
y
Sehingga:
O x X
y2 x2
sin 2 + cos 2 = +
Gb. 2.13. rumus identitas r2 r2
x2 + y 2 r2
= = =1
r2 r2
Dengan demikian cos2 + sin2 = 1 adalah sebuah identitas karena
persamaan tersebut bernilai benar untuk setiap nilai peubah .

H. Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Sederhana


Persamaan trigonometri adalah persamaan yang memuat
perbandingan trigonometri suatu sudut, di mana sudutnya dalam
ukuran derajat atau radian.
Menyelesaikan persamaan trigonometri adalah menentukan nilai x
yang memenuhi persamaan tersebut sehingga jika dimasukkan
nilainya akan menjadi benar.

14
1. Menyelesaikan persamaan sin x = sin
Dengan mengingat rumus
sin (180 - ) = sin dan sin ( + k. 360) = sin , maka diperoleh:

Jika sin x = sin maka


x = + k. 360 atau x = (180 ) + k. 360 , k B

2. Menyelesaikan persamaan cos x = cos


Dengan mengingat rumus
cos ( ) = cos dan cos ( + k. 360) = cos , diperoleh

Jika cos x = cos maka


x = + k. 360 atau x = + k. 360, k B

3. Menyelesaikan persamaan tan x = tan


Dengan mengingat rumus
tan (180 + ) = tan dan tan ( + k. 360) = tan , maka
diperoleh:
Jika tan x = tan maka
x = + k. 180 , k B

contoh:
Tentukan penyelesaian persamaan berikut ini untuk 0 x 360.
1
a) sin x = c) tan x = 3
2
1
b) cos x = 3
2
Penyelesaian:
1
a) sin x = sin x = sin 30
2
x = + k. 360 untuk k = 0 x = 30
x = (180 ) + k.360 untuk k = 0 x = 180 30 = 150
1
b) cos x = 3 cos x = cos 30
2

15
x = + k. 360 untuk k = 0 x = 30
x = + k. 360 untuk k = 1 x = 30 + 360 = 330
c) tan x = 3 tan x = tan 120
x = + k. 180 untuk k = 0 x = 120
untuk k = 1 x = 120 + 180 = 300
Catatan: satuan sudut selain derajat adalah radian, di mana satu
radian adalah besarnya sudut yang menghadap busur lingkaran
yang panjangnya sama dengan jari-jari.
B
AOB = 1 rad
r r
Hubungan radian dengan derajat O A
2r
360 = rad = 2 rad
r
180 = rad, pendekatan 1 rad = 57,3.
Dengan mengingat pengertian radian tersebut, maka bentuk
penyelesaian persamaan trigonometri dapat pula menggunakan
satuan radian, sebagai contoh untuk persamaan sin x = sin A
maka penyelesaiannya adalah:
x = A + k. 2 atau x = ( A) + k. 2 , k B
di mana x dan A masing-masing satuannya radian.

I. Rumus-rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut


1. Rumus cos ( + ) dan cos ( ) C

Pada gambar di samping



diketahui garis CD dan AF
G F
keduanya adalah garis tinggi dari

segitiga ABC. Akan dicari rumus
A D E B
cos ( + ). Gb. 2.14

AD
cos ( + ) = AD = AC cos ( + )
AC

16
Pada segitiga sikusiku CGF
GF
sin = GF = CF sin ..(1)
CF
Pada segitiga sikusiku AFC,
CF
sin = CF = AC sin ..(2)
AC
AF
cos = AF = AC cos ..(3)
AC
Pada segitiga sikusiku AEF,
AE
cos = AE = AF cos ..(4)
AF
Dari (1) dan (2) diperoleh
GF = AC sin sin
Karena DE = GF maka DE = AC sin sin
Dari (3) dan (4) diperoleh
AE = AC cos cos
Sehingga AD = AE DE
AC cos ( + ) = AC cos cos AC sin sin
Jadi
cos ( + ) = cos cos sin sin

Untuk menentukan cos ( ) gantilah dengan lalu


disubstitusikan ke rumus cos ( + ).
cos ( ) = cos ( + ())
= cos cos () sin sin ()
= cos cos sin (sin )
= cos cos + sin sin
Jadi cos ( ) = cos cos + sin sin

2. Rumus sin ( + ) dan sin ( )

17
Untuk menentukan rumus sin ( + ) dan sin ( ) perlu diingat
rumus sebelumnya, yaitu: sin (90 ) = cos dan
cos (90 ) = sin
sin ( + ) = cos (90 ( + ))
= cos ((90 ) )
= cos (90 ) cos + sin (90 ) sin
= sin cos + cos sin
Jadi sin ( + ) = sin cos + cos sin
Untuk menentukan sin ( ), seperti rumus kosinus selisih dua
sudut gantilah dengan lalu disubstitusikan ke sin ( + ).
sin ( ) = sin ( + ( ))
= sin cos () + cos sin ()
= sin cos + cos (sin )
= sin cos cos sin
Jadi
sin ( ) = sin cos cos sin

3. Rumus tan ( + ) dan tan ( )


sin
Dengan mengingat tan = , maka
cos
sin ( + ) sin cos + cos sin
tan ( + ) = =
cos ( + ) cos cos sin sin

sin cos + cos sin sin sin


+
cos cos cos cos
tan ( + ) = =
cos cos sin sin sin sin
1
cos cos cos cos
tan + tan
=
1 tan tan
Jadi tan + tan
tan ( + ) =
1 tan tan

18
Untuk menentukan tan ( ), gantilah dengan lalu
disubstitusikan ke tan ( + ).
tan ( ) = tan ( + ( ))
tan + tan (-)
=
1 tan tan (-)
tan tan ()
=
1 tan ( tan )
tan tan
=
1 + tan tan
Jadi tan tan
tan ( ) =
1 + tan tan

J. Rumus Trigonometri Sudut Rangkap


Dari rumusrumus trigonometri untuk jumlah dua sudut, dapat
dikembangkan menjadi rumus trigonometri untuk sudut rangkap.
1. sin 2 = sin ( + ) = sin cos + cos sin = 2 sin cos
Jadi sin 2 = 2 sin cos
2. cos 2 = cos ( + ) = cos cos sin sin = cos2 sin2
Jadi cos 2 = cos2 sin2
Rumusrumus variasi bentuk lain yang memuat cos 2 dapat
diturunkan dengan mengingat rumus dasar cos2 + sin2 = 1.
cos 2 = cos2 sin2 cos 2 = cos2 sin2
= cos2 (1 cos2) = (1 sin2) sin2
= 2cos2 1 = 1 2 sin2
Sehingga
1) cos 2 = cos2 sin2
2) cos 2 = 2cos2 1
3) cos 2 = 1 2 sin2

tan + tan 2 tan


3. tan 2 = tan ( + ) = =
1 tan tan 1 tan 2

19
Jadi
2 tan
tan 2 =
1 tan 2

K. Mengubah Rumus Perkalian ke rumus Penjumlahan/Pengurangan


1. Dari rumus cosinus untuk jumlah dan selisih 2 sudut diperoleh:
cos ( + ) = cos cos sin sin
cos ( ) = cos cos + sin sin
+
cos ( + ) + cos ( ) = 2 cos cos
Jadi cos ( + ) + cos ( ) = 2 cos cos

cos ( + ) = cos cos sin sin


cos ( ) = cos cos + sin sin

cos ( + ) cos ( ) = 2 sin sin
Jadi cos ( + ) cos ( ) = 2 sin sin
2. Dari rumus sinus untuk jumlah dan selisih 2 sudut diperoleh:
sin ( + ) = sin cos + cos sin
sin ( ) = sin cos cos sin
+
sin ( + ) + sin ( ) = 2 sin cos
Jadi
sin ( + ) + sin ( ) = 2 sin cos
sin ( + ) = sin cos + cos sin
sin ( ) = sin cos cos sin

sin ( + ) + sin ( ) = 2 sin cos

Jadi sin ( + ) sin ( ) = 2 cos sin

L. Penerapan Rumus dan Persamaan Trigonometri


Contoh soal aplikasi dalam keteknikan:
1. Dua buah tegangan pada arus bolak-balik mempunyai harga:
V1 = 200 sin 120 dan V2 = 200 sin 210
Berapa Vtotal dari V1 dan V2 ?

20
Penyelesaian:
Vtotal = V1 + V2
= 200 sin 120 + 200 sin 210
1 1
= 200. 3 + 200.
2 2
= 100 3 100
2. Sebuah balok terletak pada tangga
dengan kemiringan = 37 (sudut
antara tangga dengan lantai). Gaya w sin

beratnya diuraikan dalam gaya w sin
w cos
w
dan w cos .
Gb. 15.a
Tentukan besar sudut dan !
Penyelesaian:
C
Gambar 15.a dapat direpresentasikan
dalam segitiga seperti pada gambar
15.b. Dengan mengingat kembali sifat- A
B
D
sifat dari 2 segitiga yang sebangun Gb. 15.b

(segitiga ADC dan segitiga CDB) akan diperoleh:


sudut = sudut = 37., Sehingga = 90 = 90 37 = 53
Latihan
1. Carilah nilai dari
a. sin 120 c. tan 150 e. cot 330
b. cos 300 d. sec 210 f. csc 120
2. Nilai dari sin 45 cos 135 + tan 210 sec 60 = ..
4
3. Jika cos = dan 0< < 90 maka nilai tan adalah
5
4. Koordinat kutub dari titik (-10,10) adalah..
5. Koordinat kartesius dari titik (9, 120) adalah .
B
6. Hitunglah panjang AB gambar 2.15 disamping
12
30
C A
Gb. 2.15
21
1
7. Jika nilai tan = maka nilai dari
x
cos2 - sin2 = ..
1
8. Himpunan penyelesaian dari sin x = 3 untuk 0 x 360
2
adalah ..
9. Himpunan penyelesaian dari sin 2x = sin 30 untuk 0 x 360
adalah ..
10. Tulislah rumus cos (2x + 3y)!
3 5
11. Jika dan sudut-sudut lancip dengan sin = dan sin = ,
5 13
hitunglah sin ( + )
12. Sederhanakan bentuk:
cos 100 cos 10 + sin100 sin 10
13. Persamaan sin x = cos x dipenuhi untuk x =
14. Buktikan 1 + tan2 = sec 2
15. Sederhanakan
b. (1 cos ) (1 + cos )
c. tan2 - sec2
16. Hitunglah kuat arus dengan persamaan I = 20 sin t , jika diketahui

= rad/detik dan t = 2 detik.
6
17. Sebuah balok terletak pada tangga dengan kemiringan = 30.
Gaya beratnya diuraikan dalam gaya w sin dan w cos .
Tentukan besar gaya F1 dan F2
jika diketahui massa balok F1= w sin

(m) = 14 kg dan gaya grafitasi

2
(g) = 10 m/s F1= w cos
w

22
Bab III
Penutup

A. Rangkuman
1. Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.

0 30 45 60 90
1 1 1
sin 0 2 3 1
2 2 2
1 1 1
cos 1 3 2 0
2 2 2
1 tak
tan 0 3 1 3
3 terdefinisi
tak 1
cot 3 1 3 0
terdefinisi 3

2. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi


a. Perbandingan trigonometri sudut dengan (90 - )
1) sin (90 ) = cos 4) csc (90 ) = sec
2) cos (90 ) = sin 5) sec (90 ) = csc
3) tan (90 ) = cot 6) cot (90 ) = tan

b. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 - )

1) sin (180 ) = sin 4) csc (180 ) = csc


2) cos (180 ) = cos 5) sec (180 ) = sec
3) tan (180 ) = tan 6) cot (180 ) = cot

c. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 + )

1) sin (180 + ) = sin 4) csc (180 + ) = csc


2) cos (180 + ) = cos 5) sec (180 + ) = sec
3) tan (180 + ) = tan 6) cot (180 + ) = cot

23
d. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (- )

1) sin ( ) = sin 4) cosec ( ) = cosec


2) cos ( ) = cos 5) sec ( ) = sec
3) tan ( ) = tan 6) cot ( ) = cot

3. Dalam setiap ABC dengan panjang sisi-sisi BC.CA, dan AB


berturut-turut a, b, dan c satuan dan besar sudut A, B, dan C
berturut-turut, , , dan satuan berlaku:
a b c
a. Aturan (rumus) sinus: = =
sin sin sin
b. Aturan (rumus) kosinus:
a2 = b2 + c2 2bc cos
b2 = c2 + a2 2bc cos
c2 = a2 + b2 2ab cos

4. Menyelesaikan persamaan trigonometri


a. Jika sin x = sin maka
x = + k. 360 atau x = (180 ) + k. 360 , k B
b. Jika cos x = cos maka
x = + k. 360 atau x = + k. 360, k B
c. Jika tan x = tan maka x = + k. 180 k B
5. Rumus-rumus trigonometri
a. Jumlah dan selisih dua sudut
1) cos ( + ) = cos cos sin sin
2) cos ( ) = cos cos + sin sin
3) sin ( + ) = sin cos + cos sin
4) sin ( ) = sin cos cos sin
tan + tan
5) tan ( + ) =
1 tan tan
tan tan
6) tan ( ) =
1 + tan tan
b. Rumus trigonometri untuk sudut rangkap

24
1) sin 2 = 2 sin cos 2 tan
3) tan 2 =
1 tan 2
2 2
2) cos 2 = cos sin
cos 2 = 2cos2 1
cos 2 = 1 2 sin2
c. Mengubah Rumus Perkalian ke Penjumlahan/Pengurangan
1) cos ( + ) + cos ( ) = 2 cos cos
2) cos ( + ) cos ( ) = 2 sin sin
3) sin ( + ) + sin ( ) = 2 sin cos
4) sin ( + ) sin ( ) = 2 cos sin
B. Saran
Pemahaman terhadap rumusrumus dasar trigonometri harus
betulbetul menjadi penekanan dalam proses pembelajaran sehingga
siswa mampu mengaitkan dan menggunakan rumusrumus yang
sesuai untuk menyelesaikan persoalan trigonometri.
Semoga bahan ajar ini menjadi salah satu sumber bacaan bagi
para guru dalam pembelajaran matematika di SMK. Penulis menyadari
adanya keterbatasan dan kekurangan dalam penyusunan bahan ajar
ini, sehingga kritik dan saran sangat diharapkan.

25
Daftar Pustaka

Bernadeta Etty W, Suparno & Hutomo. (1996). Bahan Ajar STM.


Yogyakarta: PPPG Matematika.

Hyatt, H.R. & Small,L. (1982). Trigonometry a Calculator Approach.


Canada: John Wiley and Sons, Inc.

Kenneth S. Miller & John B. Walsh. (1962). Elementary and Advanced


Trigonometry. New York: Harper & Brothers Publisher.

Richard G. Brown. (1994). Advanced Mathematics . California: Houghton


Mifflin Company.

Tumisah P. Jono & Mukimin.(2002). Trigonometri Bahan Ajar Matematika


SMK. Yogyakarta: PPPG Matematika.

Winarno& Al. Krismanto. (2001). Bahan Standarisasi SMU Trigonometri.

Yogyakarta: PPPG Matematika.

26