Anda di halaman 1dari 11

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Disusun Oleh :

FIRLI DINA RAHMAWATI


Nim 04720019

JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2006
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam era globalisasi ini kemajuan teknologi
sangat pesat sekali. Banyak sekali riset-riset yang dilakukan untuk mendorong timbulnya
penemuan baru dalam dunia teknologi,terutama teknologi Informasi. Adapun salah satu
penemuan tersebut adalah Sistem Informasi geografis atau Geographic information
system (GIS). Dengan adanya teknologi ini maka akan memudah kan kita dalam hal
pemetaan lahan, dan penentuan lahan pertanian yang cocok untuk jenis tanaman tertentu
sehingga dapat berproduksi secara maksimal.
Perkembangan sistem informasi tak ada artinya tanpa didukung oleh kemajuan
teknologi jaringan komputer. Melalui jaringan komputer maka memungkinkan
dilakukannya komunikasi dan interaksi antar data yang secara fisik terpisah. Teknologi
ini mengatasi semua hambatan baik dimensi waktu (dapat dilakukan kapan saja) maupun
dimensi geografis (dari tempat di mana saja yang terhubung dengan jaringan komputer).
Sehubungan dengan perkembangan sistem informasi dan kemajuan teknologi
jaringan komputer tersebut, hendaknya dapat kita pelajari dan kita aplikasikan dalam
bidang yang kita geluti. Aplikasi sistem informasi geografis dalam agribisnis perlu
diupayakan semaksimal mungkin, sehingga dapat mendukung maksimalnya hasil
produksi pertanian yang diusahakan , baik dari hulu sampai ke hilir.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan makalah yang dapat diambil adalah bagaimana sistem
informasi geografis dapat diaplikasikan dalam bidang agribisnis .
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa agribisnis
dapat mengenal, memahami dan mengaplikasikan sistem informasi geografis
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian SIG
Sebelum kita membahas tentang pengertian Sistem Informasi Geografis sebaiknya
kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan sistem informasi. Sistem informasi
merupakan kesatuan elemen yang tersebar dan saling berinteraksi yang menciptakan
aliran informasi. Proses interaksi tersebut berupa proses data dengan cara pemasukan,
pengolahan, integrasi, pengolahan, komputasi atau perhitungan, penyimpanan, serta
distribusi data atau informasi.
Perlu dibedakan antara data dan informasi. Data merupakan fakta yang ada dan
melekat pada suatu obyek seperti nilai, ukuran, berat, luas, dan sebagainya. Sedangkan
informasi merupakan pengetahuan tambahan yang diperoleh setelah dilakukan
pemrosesan dari data tersebut. Nilai suatu informasi amat bergantung dari pengetahuan
yang dimiliki oleh pengguna.
Dengan kata lain informasi merupakan sekumpulan data yang relevan dan
berkaitan (sesuai dengan tingkatan validitas dan reliabilitasnya), yang diolah dan diproses
menjadi bentuk yang mudah dipahami, disukai, dan mudah diakses. Pengguna bebas
memanfaatkan informasi sebagai pengetahuan, dasar perencanaan, landasan pengambilan
keputusan, sampai kepada hal yang sederhana seperti hiburan.
Sistem informasi terdiri dari Non Spatial Information System dan Spatial
Information System (SIS). Sedangkan SIS terbagi dua menjadi Non Resorce SIS dan
Resource SIS. Kemudian Resource SIS terbagi dua lagi, yaitu Geographical Information
System (GIS)dan Land Information System (LIS).
Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan
dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer
yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi.
Teknologi GIS mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang
biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis
statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai keuntungan yang
mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar-gambar petanya.

GIS lebih dikenal sebagai software tools: perangkat lunak, antara lain seperti
misalnya: ArcInfo, MapInfo, AutoCadMap, Grass, dan masih banyak lagi. Dengan tools
yang sama maka GIS berkaitan dengan proses dan presentasi peta-peta skala kecil (peta
LandUse, Kehutanan), sedangkan LIS berkaitan dengan peta-peta skala besar, yaitu peta
bidang-bidang tanah (land parcels).

2.2 Sejarah Perkembangan SIG


35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-
Magnon menggambar hewan mangsa mereka, juga garis yang dipercaya sebagai rute
migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada
sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database
atribut.

Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan,
termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.

Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan "litografi foto" dimana peta


dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer
yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi
multifungsi pada awal tahun 1960-an.

Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa,
Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh
Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS - SIG Kanada),
digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk
Inventarisasi Tanah Kanada (CLI - Canadian land Inventory) - sebuah inisiatif untuk
mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan
berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan
tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk
keperluan analisis.

CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi
pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan,
pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national
yang membentang di atas benua Amerika , memasukkan garis sebagai arc yang memiliki
topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah.
Pengembangya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut "Bapak
SIG".

CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk
penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi
pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan
perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI dan CARIS berhasil
membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan
informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data
atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-
an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada
akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan
distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor
menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan
transfer.

Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang
UNESCO dalam menyusun "Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap
Kedua (1974-1979)" dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.
2.3 Manfaat aplikasi SIG
GIS adalah sebuah aplikasi dinamis, dan akan terus berkembang. Peta yang dibuat
pada aplikasi ini tidak hanya akan berhenti dan terbatas untuk keperluan saat dibuatnya
saja. Dengan mudahnya kita bisa melakukan peremajaan terhadap informasi yang terkait
pada peta tersebut, dan secara otomatis peta tersebut akan segera menunjukkan akan
adanya perubahan informasi tadi. Semuanya itu dapat Anda kerjakan dalam waktu
singkat, tanpa perlu belajar secara khusus
GIS berbeda dengan sistem informasi pada umumnya dan membuatnya berharga
bagi perusahaan milik masyarakat atau perseorangan untuk memberikan penjelasan
tentang suatu peristiwa, membuat peramalan kejadian, dan perencanaan strategis lainnya.
GIS adalah sebuah teknologi yang mampu merubah besar-besaran tentang
bagaimana sebuah aktivitas bisnis diselenggarakan. Teknologi GIS memungkinkan Anda
untuk melihat informasi bisnis kita secara keseluruhan dengan cara pandang baru, melalui
basis pemetaan, dan menemukan hubungan yang selama ini sama sekali tidak terungkap.

GIS memungkinkan kita untuk membuat tampilan peta serta menggunakannya


untuk keperluan presentasi dengan menunjuk dan meng-klik-nya. GIS memungkinkan
kita untuk menggambarkan dan menganalisa informasi dengan cara pandang baru,
mengungkap semua keterkaitan yang selama ini tersembunyi, pola, dan
kecenderungannya.

Para pelaku bisnis yang bergerak di bidang pemasaran, periklanan, real estate, dan
ritel saat ini sudah menggunakan GIS untuk melakukan analisa pasar, mengoptimalkan
kampanye periklanan melalui media masa, analisis terhadap bidang-bidang tanah, dan
membuat model atas pola pengeluaran. GIS akan merubah banyak hal yang berkait erat
dengan pekerjaan Anda, apa pun bisnis Anda tersebut.

Keuntungan utama alat dari SIG adalah memberi kemungkinan untuk


mengindentifikasi hubungan spasial diantara feature data geografis dalam bentuk peta.
SIG tidak hanya sekedar menyimpan peta menurut pengertian konvensional yang ada dan
SIG tidak pula sekedar menyimpan citra atau pandangan dari area geografi tertentu. Akan
tetapi, SIG dapat menyimpan data menurut kebutuhan yang diinginkan dan
menggambarkan kembali sesuai dengan tujuan tertentu. SIG menghubungkan data spasial
dengan informasi geografi tentang feature tertentu pada peta. Informasi ini disimpan
sebagai atribut atau karakteristik dari feature yang disajikan secara grafik.

Sebagai contoh, jaringan jalan dapat disajikan dengan jalur tengah jalan (road
centerlines), pada keadaan ini, representasi visual yang sebenarnya dari jalan tidak akan
memberikan terlalu banyak informasi tentang jalan tersebut. Untuk memperoleh
informasi tentang jalan, misalnya lebar atau jenis jalan, kita dapat menanyakan ke
database, kemudian menentukanan simbol tampilan jalan menurut jenis informasi yang
perlu ditampilkan.

SIG dapat juga menggunakan atribut yang tersimpan untuk menghitung informasi
baru mengenai feature peta :

sebagai contoh, untuk menghitung panjang jalan tertentu atau mendeterminasi


luas total dari jenis tanah tertentu.

Saat ini SIG digunakan untuk aplikasi yang beragam, antara lain :

untuk kepentingan bisnis, universitas dan pemerintahan.

Definisi umum dapat dijelaskan sebagai :

Sistem komputer yang mampu menangani dan menggunakan data yang


menjelaskan tempat pada permukaan bumi.

SIG juga dapat telah dijelaskan dengan dua cara :

1. Melalui definisi format data; dan

2. Melalui kemampuannya untuk melaksanakan operasi spasial, menghubungkan


kumpulan data dengan menghubungkan lokasi sebagai kunci umum.

Penginputan data yang paling banyak dilakukan yang berkaitan dengan idata geografi
adalah datacitra satelit. Data ini berbentuk raster atau grid. Data seperti ini dapat diproses
melalui analisa dengan menggunakan perangkat lunak yang disebut sistem pemprosesan
citra (Image Processing System). Data dapat juga diinput dengan memasukkan data
vektor yang ada di bumi, yaitu dengan menggunakan alat yang dinamakan digitizer.

Semua data yang masuk disimban di data base. Database SIG berbeda dengan database
sistim drafting biasa dimana dengan sistim drafting biasa , outputnya hanya berbentuk
grafik dimana database SIG dapat menggabungkan data textual dengan data grafik.

2.4 Contoh-contoh aplikasi SIG


Salah satu contoh pemanfaatan SIG adalah analisa pengunaan lahan
seperti di bawah ini

Analisis lahan dapat ditempuh dengan menggunakan data satelit inderaja dan SIG
(Sistem informasi Geografi). Gambar ini dibuat dengan metode deteksi menggunakan
data multi temporal Lansat dan di komplemen dengan data lain untuk menghitung luas
sawah di Kabupaten Sidrap pada tahun 1995. Tehnik deteksi seperti diffrentiation
technics, analisis Visual dan SIG digunakan untuk mengidentifikasi secara spasial luas
lahan pada tahun tersebut.
Contoh yang kedua adalah Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh dan Sistem
Informasi Geografis Untuk Pengembangan Ekonomi Kacang Tanah

Kegiatan penelitian Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Pengembangan


Ekonomi Kacang Tanah pada tahun Anggaran 2004 ini merupakan penelitian tahap III
yang dilaksanakan oleh Proyek Pemanfaatan Teknologi Dirgantara untuk Pembangunan
Ekonomi Daerah/Masyarakat di Pusat Pengembangan Pemanfaatan Dan Teknologi
Penginderaan Jauh, LAPAN. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi
daerah potensi lahan untuk budidaya kacang tanah di Pulau Jawa melalui teknologi
penginderaan jauh dan sistem informasi geografis.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Adapun yang dapat diambil kesimpulan dari makalah ini adalah Sistem informasi
geografis merupakan sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan
komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. Sistem Informasi geografis dapat
dimanfaatkan dalam banyak bidang terutama agribisnis .Para pelaku bisnis yang bergerak
di bidang pemasaran, periklanan, real estate, dan ritel saat ini sudah menggunakan GIS
untuk melakukan analisa pasar, mengoptimalkan kampanye periklanan melalui media
masa, analisis terhadap bidang-bidang tanah, dan membuat model atas pola pengeluaran.
3.2. Saran
Sebagai mahasiswa agribisnis sebaiknya mau terbuka untuk menerima, memahami
dan mempelajari kemajuan kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat.
Terutama teknologi informasi yang dapat mendukung kerja kita dalam bidang
agribisnis.Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketertinggalan kita terhadap negara-
negara lain yang dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik terutama dalam
menyongsong era globalisasi ini.
DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia.Sistem Informasi Geografis. 3 Juni 2006


LAPAN.Inderaja. 3 Juni 2006

Anda mungkin juga menyukai