Anda di halaman 1dari 7

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : Sekolah Menengah Kejuruan Nasional Berbah


Kompetensi Keahlian : Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Mata Pelajaran : Dasar Listrik dan Elektronika
Kelas : X TITL
Alokasi Waktu : 5 Jam Pelajaran @ 45 Menit

Kompetensi Inti
1. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
2. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku kerjasama dan menunjukkan sikap aktif, kreatif, dan
toleran dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata
3. Mendeskripsikan konsep Rangkaian Seri dan Paralel.

Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Memiliki pemahaman identifikasi Rangkaian Seri.
2. Memiliki pemahaman identifikasi Rangkaian Paralel.
3. Bersikap kreatif dalam mencari dan memanfaatkan informasi dari berbagai
sumber untuk memahami Rangkaian Seri dan Paralel.

Tujuan Pembelajaran
Percapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan pada peserta didi antara lain: Dengan
kegiatan pembelajaran kelompok (diskusi),peserta didik terlibat aktif dan bertanggung
jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik,
serta dapatmemahami dan menganalisa Rangkaian Seri dan Paralel.

Materi Pembelajaran
Rangkaian seri
Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu
daya lewatsatu rangkaian. Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaian yang disusun
secara berderet, di mana input suatukomponen berasal dari output komponen lainnya.
Hal inilah yang menyebabkan rangkaianlistrik seri dapat menghemat biaya.
2

Sifat-sifat Rangkaian Seri:


Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
a. Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar tahanan sama.
Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri
adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
b. Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan total
rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian.
Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban dalam rangkaian.
c. Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau putus, aliran
arus terhenti.
Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet
(paralel).Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel.
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen
berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal
inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan
biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak).Selain
kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan
seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Sifat-sifat Rangkaian Paralel:


Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber.
a. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.Arus
masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
3

b. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total


rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari
rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalamrangkaian.)
c. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya
pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa
terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

Soal Latihan
1. Jelaskan apa itu rangkaian Seri ?
2. Jelaskan apa itu rangkaian Paralel ?
3. Perhatikan gambar dibawah ini.

a. Carilah : Tahanan total dari sebuah rangkaian diatas (Rtotal)


b. Carilah: Arus yang mengalir pada rangkaian tersebut

4. Perhatikan gambar dibawah ini.

a. Carilah : Tahanan total dari sebuah rangkaian diatas (Rtotal)


b. Carilah: Arus yang mengalir pada rangkaian tersebut

Metode, Model, dan Pendekatan Pembelajaran


1. Metode : Diskusi, pengamatan/observasi
2. Model : Pembelajaran Problem Base Learning
3. Pendekatan : Saintifik

Media, alat, dan Sumber Pembelajaran:


1. Media meliputi presentasi dan video berkenaan dengan rangkaian arus bolak balik
2. Alat meliputi lembar kerja peserta didik, kertas HVS, spidol, dan perlengkapan
komputer dan LCD untuk proses pembelajaran berkenaan rangkaian listrik arus bolak
balik.
3. Sumber pembelajaran meliputi:
Nuraeni, R & Selan C., A. (2013). Dasar dan Pengukuran Listrik. Kementerian
Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia
Mohammad, Ramdhani. (2005). Rangkaian Listrik. STTTELKOM: Bandung.
William, H. (2009). Rangkaian Listrik jilid 1. Jakarta: Erlangga
4

Langkah Kegiatan Pembelajaran

Waktu
No Kegiatan Deskripsi
(Menit)
1. Pendahuluan 1. Pendidik memberi salam kepada peserta didik dan 25
mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan serta siap mengikuti pembelajaran.
2. Pendidik memeriksa kehadiran peserta didik.
3. Pendidik mengulang kembali supaya peserta didik
ingat materi yang telah dipelajari pada saat
pertemuan sebelumnya.
2. Inti Fase 1 : Orientasi siswa pada masalah 180
1. Guru mengajukan masalah 1 yang tertera pada
Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dengan bantuan
IT (power point).
2. Guru mengingatkan sedikit tentang materi yang
telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
yang berhubungan dengan pembelajaran pada
hari ini.
3. Guru meminta siswa mengamati (membaca),
memahami dan menganalisis masalah secara
individu dan mengajukan hal-hal yang belum
dipahami terkait masalah yang disajikan.
4. Jika ada siswa yang mengalami masalah, guru
mempersilahkan siswa lain untuk memberikan
tanggapan. Bila diperlukan, guru memberikan
bantuan secara klasikal melalui pemberian
scaffolding.
5. Guru meminta siswa menuliskan informasi yang
terdapat dari masalah tersebut secara teliti
dengan menggunakan bahasa sendiri, yaitu
siswa dapat membentuk persamaan fungsi dan
membuat model matematika yang sesuai dengan
permasalahan yang diberikan sehingga dapat
diselesaikan dengan menggunakan aturan
turunan, secara khusus tentang masalah yang
berkaitan dengan nilai ekstrim.

Fase 2 : Mengorganisasikan siswa belajar


1. Guru meminta siswa membentuk kelompok
heterogen (dari sisi kemampuan, gender,
budaya, maupun agama) sesuai pembagian
kelompok yang telah direncanakan oleh guru.
2. Guru membagikan Lembar Aktivitas Siswa
(LAS) yang berisikan masalah dan langkah-
langkah pemecahan serta meminta siswa
berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah.
3. Guru berkeliling mencermati siswa bekerja,
mencermati dan menemukan berbagai
5

kesulitan yang dialami siswa, serta


memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya hal-hal yang belum dipahami.
4. Guru memberi bantuan (scaffolding)
berkaitan dengan kesulitan yang dialami oleh
siswa, baik secara individu, klasikal, maupun
kelompok.
5. Meminta siswa bekerja sama untuk
menghimpun berbagai konsep dan aturan
matematika yang sudah dipelajari serta
memikirkan secara cermat strategi pemecahan
yang berguna untuk pemecahan masalah.
6. Mendorong siswa agar bekerjasama dalam
kelompok untuk memecahkan masalah yang
diberikan sesuai dengan LAS yang dibagikan
oleh guru.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan


kelompok
1. Meminta siswa agar melihat hubungan-
hubungan berdasarkan data atau informasi
yang terdapat dalam permasalahan yang
diberikan.
2. Guru meminta siswa agar mendiskusikan
proses penyelesaian permasalah yang
diberikan. Bila siswa belum mampu
menyelesaikannya, guru kemudian
memberikan scaffolding agar siswa memiliki
ide untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


1. Guru meminta siswa menyiapkan laporan
hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan
sistematis.
2. Guru berkeliling mencermati siswa bekerja
menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
3. Guru meminta siswa menentukan perwakilan
kelompok secara musyawarah untuk
menyajikan (mempresentasikan) hasil diskusi
mereka di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa dan mengevaluasi proses


pemecahan masalah.
1. Guru meminta semua kelompok
bermusyawarah untuk menentukan satu
kelompok yang mempresentasikan
(mengkomunikasikan) hasil diskusinya di
depan kelas secara runtun, sistematis, santun,
dan hemat waktu.
6

2. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari


kelompok penyaji untuk memberikan
penjelasan tambahan dengan baik.
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa dari
kelompok lain untuk memberikan tanggapan
terhadap hasil diskusi kelompok penyaji
dengan sopan.
4. Guru melibatkan siswa mengevaluasi
jawaban kelompok penyaji serta masukan dari
siswa yang lain dan membuat kesepakatan,
bila jawaban yang disampaikan siswa sudah
benar.
5. Guru memberi kesempatan kepada kelompok
lain yang mempunyai jawaban berbeda dari
kelompok penyaji pertama untuk
mengkomunikasikan hasil diskusi
kelompoknya secara runtun, sistematis,
santun, dan hemat waktu. Apabila ada lebih
dari satu kelompok, maka guru meminta
siswa bermusyawarah menentukan urutan
penyajian.
6. Guru mendorong agar siswa secara aktif
terlibat dalam diskusi kelompok serta saling
bantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.
7. Selama siswa bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong semua
siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan
bila ada kelompok yang melenceng jauh
pekerjaannya.
8. Salah satu kelompok diskusi (tidak harus
yang terbaik) diminta untuk
mempresentasikan hasil diskusinya ke depan
kelas. Sementara kelompok lain menanggapi
dan menyempurnakan apa yang
dipresentasikan.
9. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap
kelompok .
10. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan
semua siswa pada kesimpulan mengenai
permasalahan maksimum dan minimum
tersebut.
11. Guru memberikan beberapa soal kuis untuk
mengevaluasi pemahaman konsep siswa

3. Penutup 1 Guru meminta siswa agar memberikan 30


kesimpulan tentang kegiatan pembelajaran
mengenai bagaimana menentukan nilai ekstrim
dalam penerapan konsep maksimum dan
minimum pada materi turunan.
2 Guru memberikan tugas PR kepada siswa dan
7

memberikan pesan agar tetap giat belajar.


3 Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dan
meninggalkan ruangan kelas.

Penilaian Pembelajaran
Teknik Penilaian : Berupa observasi atau pengamatan dan tes tertulis

Mengetahui Yogyakarta, November 2017


Kepala Sekolah SMK Nasional Berbah Peneliti

Dwi Ahmadi, S. Pd Ridwan, S. Pd


NIK. 1976006 NIM. 16721251004