Anda di halaman 1dari 4

LABORATORIUM PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018

MODUL : FILTRASI

PEMBIMBING : Ir. Emma Hermawati M., M.T.

Oleh :

Kelompok : IV (Empat)
Nama : 1. Ilham Januari NIM. 151411045
2. Latifa Dawa Padmadinata NIM. 151411046
3. Lora Trismigo P NIM. 151411047
4. Miranti Agustina NIM. 151411048
Kelas : 3B

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
I. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum filtrasi yang dilakukan di laboratorium adalah :
1. Menentukan ukuran media filter yang sesuai untuk proses filtrasi
2. Menentukan laju optimum pada proses filtrasi
3. Menentukan efisiensi penurunan konsentrasi
4. Menghitung kapasitas penurunan konsentrasi terhadap volume media filter
II. Dasar Teori
Filtrasi merupakan proses pemisahan umumnya digunakan untuk mengurangi
partikel tersuspensi yang dapat diendapkan dengan cairannya. Prinsip proses filtrasi
adalah menyingkirkan partikel-partikel tersuspensi dalam air dengan melewatkan air
tersebut melalui sebuah lapisan materi berpori. Kualitas hasil filtrasi umumnya
dinyatakan dalam satuan kekeruhan (turbidity). Semakin kecil nilai kekeruhan, maka air
tersebut semakin jernih dan sebaliknya. Hasil filtrasi akan membentuk filter-cake yang
menempel di bagian atas media filter.
2.1 Media dan Model Aliran Filter
Pada umumnya media filter dapat berupa pasir silica, zeolit, dan karbon aktif
yang dalam penggunaannya dapat ditempatkan secara terpisah atau digabung.
Ukuran media filter sangat berpengaruh pada proses fitrasi, semakin kecil ukuran
partikel, proses filtrasi semakin baik/air yang dihasilkan semakin jernih. Untuk
pengolahan air, susunan media filter (dari atas ke bawah), biasanya berisi ijuk (untuk
menahan kotoran/partikel padatan), kemudian silika (ukuran kecil), silika ukuran
lebih besar, karbon aktif, dan paling bawah berisi gravel.
Ukuran media filter di unit filtrasi adalah sebagai berikut :
a) Silica = 8-12 Mesh
b) Zeolit = 8-12 Mesh
c) Actived Carbon = 8-12 Mesh
d) Gravel = 0,5 2,00 cm

Sistem aliran air olahan dalam system filtrasi terdiri dari beberapa macam.
Penentuan aliran ini memperhatikan sifat dari limbah padat yang akan difiltrasi.
Sistem aliran tersebut dibagimenjadi empat system, yaitu aliran horizontal, aliran
gravitasi,aliran dari bawah ke atas dan aliran ganda.
2.2 Efisiensi Pengolahan
Dalam suatu proses filtrasi terdapat suatu parameter yang menjadi acuan
bahwa proses filtrasi berjalan dengan baik diantaranya adalah efisiensi. Efisiensi ini
menunjukkan seberapa besar kandungan pengotor yang terolah.


= %

Semakin tinggi efisiensi maka proses filtrasi yang terjadi semakin baik.

III. Metodologi Percobaan

3.1 Alat dan Bahan Percobaan


a. Alat
Bentonit (powder)
Pasir silika
Karbon aktif
Zat organik
Flokulant
b. Bahan
Turbidity-meter
TDS-meter
pH meter
alat titrasi
3.2 Langkah Kerja

Isi bak umpan dengan air yang mengandung zat / bahan tersuspensi atau zat organik
tertentu sekitar 100 liter (ditentukan oleh pembimbing)

Posisi umpan berada di atas kolom filtrasi atau dapat dilengkapi dengan pompa umpan

Pastikan semua keran dalam keadaan terbuka

Alirkan cairan yang mengandung zat/bahan tersuspensi atau zat organik (konsentrasi
tertentu) ke dalam kolom bagian atas dengan debit tertentu

Catat waktu yang diperlukan pada saat cairan melalui media filter sampai saat cairan
keluar dari kolom

Ukur volume filtrate (efluen) dan konsentrasi zat organik pada setiap periode tertentu

Catat konsentrasi efluen pada setiap periode tertentu

Hentikan percobaan bilamana konsentrasi dalam aliran efluen mulai meningkat

Gambarkan kurva hubungan antara terhadap volume efluen konsentrasi efluen

Tentukan konsentrasi dan volume breakthrough secara grafis

Hitung kapasitas media filter dari percobaan tersebut

Analisa dan bahas hasil percobaan yang telah dilakukan

Berikan saran untuk percobaan tersebut