Anda di halaman 1dari 4

SOP PEMASANGAN IMPLANT

Pengertian
Petunjuk atau tuntunan dalam tindakan pemasangan implant.

Tujuan
Sebagai acuan dalam melaksanakan pemasangan implan (susuk) secara benar dan
tepat oleh petugas klinik yang sudah dilatih (dokter, bidan).

Alat & Bahan


ALAT:
1.Trokar & pendorongnya.
2.Bistouri / scalpel.
3.Nier beken.
4.Mangkuk kecil instrumen.
5.Bak instrumen.
6.Doek steril & kain bersih untuk alas lengan.
7.Tensimeter & stetoskopnya.
8.Timbangan berat badan.
9.Tempat mencuci tangan lengkap dengan handuk.
10.Pinset anatomis.
11.Safety box.
12.Wascom anti bocor tempat larutan klorin 0,5%.
13.Alat bantu visual.
14.Pola pemasangan implant.
15.Tempat sampah medis & non medis.

BAHAN:
1. Implant.
2. kasa steril.
3. Sarung tangan steril.
4. Band aid.
5. Perband.
6. Alkohol 70%.
7. Betadine 2%.
8. Anesthesi lidocaine 2%.
9. Aquades.
10. Jarum suntik 3cc.
11. Gunting perband.
12. Kertas resep.
13. Kartu KB.

SOP
Pemasangan Implant
1/3
Langkah-langkah
Prosedur
Konseling Pra Pemasangan
1. Sapa klien dengan ramah dan hangat.
2. Tanyakan identitas ibu, riwayat reproduksi klien (HPHT), Riwayat
Kesehatan/penyakit yang pernah diderita (hipertensi, diabetes).
3. Tanyakan pada klien tujuan pemakaian alat kontrasepsi.
4. Bila belum dilakukan konseling Implant, dengan alat bantu visual berikan
konseling sebelum dilakukan pemasangan dengan menekankan pada :
- Cara kerja alkon (implan) mencegah kehamilan.
- Jenis implan.
- Efektifitas pemakaian.
- Cara pemasangan.
- Efek samping yang umum terjadi pasca pemasangan implant.
- Cepat mengembalikan kesuburan setelah implant dilepas.

5. Pastikan bahwa klien memang memilih Implant sebagai alat


kontrasepsinya.
6. Periksa kembali rekam medis untuk menentukan bahwa klien memang
cocok untuk memakai Implant.
7. Lakukan pemeriksaan fisik (TTV) atau rujuk bila ada indikasi.
8. Dengarkan kebutuhan dan kekhawatiran klien terhadap Implant.
9. Jelaskan proses pemasangan Implant dan apa yang akan klien rasakan pada
saat proses pemasangan dan setelah pemasangan.
10. Meminta pasien untuk menandatangani surat persetujuan tindakan.
Tindakan Pemasangan Kapsul Implant
1. Periksa kembali untuk meyakinkan bahwa klien telah mencuci lengannya sebersih
mungkin dengan sabun dan air dan membilasnya sehingga tidak ada sisa sabun

2. Bantu klien untuk berbaring ditempat tidur periksa.


3. Mengatur posisi lengan klien yang telah bersih dan letakkan kain bersih di bawah
lengan, tentukan tempat pemasangan pada bagian dalam lengan atas.
4. Dengan menggunakan pola, beri tanda pada tempat pemasangan
5. Menyiapkan peralatan dengan mengutamakan prinsip steril dan tanpa sentuh, serta
mudah untuk kita jangkau.

Tindakan Pra Pemasangan

6. Cuci tangan dengan air dan sabun, keringkan dengan kain bersih (pribadi),atau
diamkan sampai kering.
7. Pakai sarung tangan steril atau DTT, bila sarung tangan diberi bedak, hapus bedak
dari sarung tangan dengan menggunakan kassa yang telah dicelupkan ke dalam air
steril atau DTT.
8. Usap tempat pemasangan dengana larutan antiseptik dengan gerakan memutar dari
tempat insersi dan diamkan hingga kering.
9. Pasang kain penutup (doek) steril atau DTT di sekeliling lengan klien.
10. Sampaikan pada klien bahwa akan dilakukan anastesi lokal. Pemasangan Kapsul
Implant
11. Suntikkan anestesi lokal tepat dibawah kulit sampai kulit sedikit menggelembung.
12. Teruskan penusukan jarum kurang lebih 4 cm, dan sutikan masing-masing 1cc
diantara pola pemasangan nomor 1 dan 2, 3 dan 4, 5 dan 6.
13. Menarik jarum dan menempatkannya di bengkok.

SOP
Pemasangan Implant
2/3
Langkah-langkah
Prosedur
14. Uji efek anestesinya sebelum melakukan insisi pada kulit.
15. Buat insisi dangkal selebar 2 mm dengan skalpel (alternatif lain tusukan trokar
langsung kelapisan dibawah kulit/subdermal).
16. Sambil mengungkit kulit, masukan terus trokar dan pendorongnya sampai batas
tanda 1 (pada pangkal trokar) tepat berada pada luka insisi.
17. Keluarkan pendorong dan masukan kapsul kedalam trokar (dengan tangan atau
pinset).
18. Masukan kembali pendorong dan tekan kapsul kearah ujung dari trocar sampai
terasa adanya tekanan.
19. Tahan pendorong ditempatnya dengan satu tangan, dan tarik trokar keluar sampai
mencapai pegangan pendorong.
20. Tarik trokar dan pendorongnya secara bersama-sama sampai batas tanda terlihat
pada luka insisi (jangan mengeluarkan trokar dari tempat insisi).
21. Tahan kapsul yang telah terpasang dengan satu jari dan arahkan trokar 1 derajat,
masukan kembali trokar serta pendorongnya sampai tanda 1.
22. Memasang kapsul satunya dengan tehnik yang sama.
23. Jangan menarik ujung trokar dari tempat insisi sampai seluruh kapsul terpasang.
24. Raba kapsul untuk memastikan bahwa kapsul Implant terlah terpasang (dalam pola
kipas).
25. Raba daerah insisi untuk memastikan seluruh kapsul berada 5 mm dari tempat insisi.
26. Angkat duek berlubang yang telah digunakan.Tindakan Pasca Pemasangan
27. Dekatkan ujung-ujung insisi dan tutup dengan band-aid.
28. Beri pembalut tekan untuk mencegah pendarahan dan mengurangi memar.
29. Masukkan alat suntik pada sefety box dan letakan semua peralatan dalam larutan
klorin 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi.
30. Buang peralatan yang sudah tidak dipakai lagi (kasa, kapas) dalam tempat sampah
medis dan non medis (pisah sesuai jenis).
31. Lepas sarung tangan dan rendam kedalam larutan klorin kemudian buang di tempat
sampah medis.
32. Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian keringkan dengan handuk (pribadi)
atau diamkan sampai kering.
Konseling Pasca Pemasangan
1. Gambar letak kapsul pada status klien dan isi kartu KB buat klien.
2. Membuat resep.
3. Beri petunjuk kepada klien cara merawat luka dan beritahu kapan klien harus datang kembali
ke klinik untuk kontrol.
4. Yakinkan klien bahwa ia dapat datang ke klinik setiap saat bila
menginginkan untuk melepas Implant.
5. Lakukan observasi selama lima menit sebelum memperbolehkan klien
pulang.
6. Persilahkan klien untuk menyerahkan resep ke unit obat.
7. Mengucapkan salam perpisahan dengan sopan.