BERKAS PORTOFOLIO
Nama Peserta : Wisnu Agung Wiyangga, dr.
Nama Wahana : RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
Topik : Kasus Anak (Hepatitis A)
Tanggal (kasus) : 31 Juli 2017
Nama pasien : An. SA • No. RM : 636448
Tanggal presentasi : Nama Pendamping :
Siti Maria Listiawaty, dr.
Tempat presentasi : RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
Obyektif Presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi : Pasien datang dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan nyeri perut sejak 7 hari
SMRS. Nyeri dirasakan di bagian ulu hati dan di dekat umbilikus, nyeri tersebut
tidak dirasakan adanya penjalaran ke bagian punggung. Keluhan ini bersifat hilang
timbul, dan tiba-tiba. Keluhan tidak dipengaruhi pemberian makanan, istirahat,
ataupun aktivitas.
Tujuan :
Mengetahui cara mendiagnosis hepatitis virus A
Mengetahui tatalaksana hepatitis virus A
Mengetahui Pencegahan hepatitis virus A
Bahan bahasan : Tinjauan Pustaka Riset Kasus Audit
Cara membahas : Diskusi Presentasi dan diskusi Email Pos
Data pasien Nama: an. SA No.Register: 636448
Nama RS: RSUD Gunung Terdaftar sejak: -
Alamat: Pekalipan
Jati Kota Cirebon
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/ gambaran klinis:
Pasien didiagnosa mengalami Hepatitis A berdasarkan anamnesa
Nyeri perut kanan atas
Buang air kecil yang menjadi lebih sering dan berwarna kuning seperti air teh
Mata terlihat kuning dan pasien sering jajan makanan di sekolahnya.
Keadaan Umum :
Pasien tampak sakit sedang
Gizi : cukup
1
Kesadaran : composmentis (GCS 15)
Tanda-tanda vital
Suhu : 36,4°C
Nadi : 60x/menit, regular, isi cukup
Pernafasan : 22x/menit
Kepala/leher :
Sklera ikterik (+)
Abdomen :
Hepar teraba membesar 1 cm bawah arcus costa dan 1 cm bawah xiphoid
processus
Ekstremitas
Jaundice +
2. Riwayat pengobatan:
Antibiotik dan Anti Nyeri
3. Riwayat penyakit:
Gastritis
4. Riwayat keluarga:
-
5. Riwayat pekerjaan:
-
6. Lain-lain:
-
Daftar Pustaka:
1. Richard E., Md. Behrman, Robert M., Md. Kliegman, Hal B., Md. Jenson. Nelson Textbook of
Pediatrics 17 edition. 2003. Saunders. Philadelphia
2. Rudolph, Colin D., Rudolph, Abraham M., Hostetter, Margaret K., Lister, George., Siegel,
Norman J. Rudolph’s Pediatric 21st edition. 2003. McGraw-Hill.
3. Friedman, Scott L., McQuaid. Kenneth R., Grendell. James H. Current Diagnosis And Treatment
in Gastroenterology 2nd edition. 2002. McGraw-Hill/Appleton & Lange.
4. Sherlock S. Disease of the liver. Edisi ke-10. Oxford: Blackwell Scientific Publications;
1999.h.1-15.
Hasil Pembelajaran:
1. Membuat diagnosis Hepatitis A
2. Mengetahui prinsip tatalaksana Hepatitis A
2
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio
1. Subjektif
Dari anamnesis diketahui bahwa pasien mengalami nyeri perut kanan atas,
buang air kecil yang menjadi lebih sering dan berwarna kuning seperti air teh,
mata terlihat kuning dan pasien sering jajan makanan di sekolahnya.
2. Objektif
Pada kasus ini, pasien didiagnosis mengalami Hepatitis A, berdasarkan
informasi berikut : Pada pemeriksaan fisik didapatkan sklera ikterik, jaundice
dan pembesaran hepar. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan kadar SGOT
545,5 U/I, SGPT 326,7 U/I, bilirubin total 10,2 mg/dL dan direk 7,5 mg/dL
meningkat dari nilai batas normal serta tes serologi IgM HAV menunjukkan
positif.
3. Assessment
Diagnosis Hepatitis A ditegakkan berdasarkan semua dari berikut ini :
a. Anoreksia, mual, muntah dan demam
b. Manifestasi klinis kulit kuning, sklera ikterik, nyeri tekan di daerah hati,
hepatomegali
c. Darah tepi: dapat ditemukan pansitopenia: infeksi virus
d. Biokimia: Serum bilirubin direk dan indirek, ALT(SGPT) dan
AST(SGOT)
e. Petanda serologis: IgM antiHAV
4. Plan
Umum
a. Tirah baring
b. Infus RL: 1680 cc/hari = 70 cc/jam = 23 tetes/mnt
c. Diet makanan lunak
Khusus
d. Ondansentron (0,1 mg/kgBB) = 3 x 3 mg
e. Kurkuma = 3 x 1 cth
f. Paracetamol (10-15mg/kgBB/x) = 300 mg setiap 4-6 jam jika demam
3
Hepatitis Akut
Hepatitis adalah proses terjadinya inflamasi dan atau nekrosis jaringan hati. Dapat
disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, toksin, gangguan metabolik, maupun kelainan
autoimun. Hepatitis infeksi merupakan penyebab terbanyak dari hepatitis akut.
Penyebab utama adalah virus, bakteri, dan parasit. Hepatitis virus merupakan penyebab
terbanyak dari hepatitis infeksi.
Etiologi
Hepatitis virus adalah infeksi sistemik dimana liver merupakan target organ utama.
Kerusakan pada hati adalah inflamasi dan atau nekrosis dari hepatosit dan infiltrasi
panlobuler oleh sel mononuklear. Dengan kemajuan dibidang biologi-molekuler telah
dapat diidentifikasi dan pengertian yang lebih baik tentang patogenesis dari virus
penyebab hepatitis. Terdapat sedikitnya 6 virus hepatotropik penyebab utama infeksi
akut, yaitu A, B, C, D, E, dan G. Semuanya memberi gejala klinis hampir sama,
bervariasi mulai dari asimtomatis, bentuk klasik sampai hepatitis fulminan yang dapat
menyebabkan kematian. Infeksi yang berlanjut dapat terjadi dalam bentuk subklinis
atau penyakit hati yang progresif dengan komplikasi sirosis atau timbulnya karsinoma
hepato seluler, kecuali virus G yang memberi gejala klinis sangat ringan. Virus A, C,
D, E, dan G adalah virus RNA sedang virus B adalah virus DNA. Virus A dan virus E
tidak menyebabkan penyakit kronis sedang virus B, D, C dapat menyebabkan infeksi
kronis. Dalam menentukan kemungkinan penyebab penyakit hati harus diingat adanya
virus lain yang memberi gejala hepatitis namun gejala hepatitis tersebut hanya
merupakan salah satu komponen dari gejala sistemik. Seperti virus herpes simplek
(HSV), virus sitomegalo (CMV), virus epsteinbarr, varicella, rubella, adeno, entero,
arbo, virus HIV, dapat memberi gejala hepatitis tetapi bukan virus hepatotropik. Selain
itu usia memegang peranan penting dalam menentukan kemungkinan penyebab
penyakit hati. Pada usia neonatus, ikterus fisiologis, neonatal hepatitis, penyakit
hemolitik, dan sepsis memberi gejala menyerupai hepatitis. Sedangkan kelainan
metabolik seperti fruktosemi, tirosinemi, alfa-1 antitripsin defisiensi maupun kelainan
anatomis seperti atresia bilier, kista duktus koledokus, memberi gejala klinis hepatitis.
Pada bayi dan anak, malaria, leptospirosis, brucellosis, infeksi berat pada keganasan,
memberi gejala hepatitis demikian juga batu empedu dan sindroma hemolitik-uremik.
Sindroma Reye dapat meyerupai gejala gagal hati fulminan. Obat-obatan seperti
asetaminopen, isoniasid, asam valproat, halotan dapat memberi gejala hepatitis.
4
Manifestasi klinis
Gejala klasik berupa demam, mual, muntah, anoreksia, malaise, sakit perut, ikterus dan
diare pada hepatitis akut hampir sama semuanya sehingga hanya dapat dibedakan
dengan pemeriksaan serologis. Gejala klinis hepatitis A bersifat akut, dengan gejala non
spesifik (prodomal) seperti demam, mal, muntah, anoreksia, malaise, sakit perut, dan
diare. Pada fase ini umumnya enzim ALT dan AST meningkat. Ikterus (kolestasis)
terjadi umumnya seminggu setelah mulai gejala pertama dan dapat ditemukan
hepatomegali ringan. Manifestasi atipik hepatitis A dapat berupa kolestasis yang
memanjang (prolonged cholestasis), relapsing hepatitis, dan manifestasi ekstrahepatik.
Pada keadaan ini IgM antiHAV masih tetap positif. Ikterus dapat berlangsung 12
minggu atau lebih, tetapi umumnya akan sembuh sempurna. Gejala lain yang mungkin
ditemukan misalnya vaskulitis, glomerulonefritis, artritis, krioglobulinemia, Nekrolisis
epidermal toksik, trombositopenia, anemia aplastik, neuritis optika, miokarditis, dan
mielitis transversa. Pada anak dengan hepatitis akut perlu ditanyakan tentang
penggunaan obat hepatotoksik seperti isoniazid (INH), nitrofurantoin, sulfonamide,
obat anti kejang/epilepsi, obat anti jamur, antiinflamasi non steroid seperti parasetamol
dan ibuprofen. Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan keadaan umum sakit ringan
sampai berat disertai penurunan kesadaran. Pasien tampak ikterus dan hepatomegali.
Besar hati perlu diukur dengan ukuran sentimeter. Selain ukuran hati perlu dilaporkan
tepi hati dan konsistensi serta adanya nyeri tekan pada palpasi. Adanya nyeri dengan
hepatomegali menggambarkan akibat inflamasi oleh virus yang menyebabkan regangan
kapsul Glisson akibat edema.
Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan urine untuk menilai adanya bilirubinuria.
2. Darah tepi: dapat ditemukan pansitopenia (virus), eosinofilia (infeksi cacing,
hepatotoksisitas obat), leukositosis (infeksi bakteri).
3. Bilirubin direk/indirek serum, aminotransferase, albumin, globulin, gula darah,
PT, APTT.
4. IgG total, ANA, SMA, anti-LKM1 bila dicurigai hepatitis autoimun.
5. USG hati
6. Untuk menentukan virus mana yang bertanggung jawab terhadap adanya
hepatitis akut saat ini adalah dengan melakukan pemeriksaan serologi yang
5
hepatotoksisitas obat), leukositosis (infeksi bakteri).
3. Bilirubin direk/indirek serum, aminotransferase, albumin, globulin, gula darah,
PT, APTT.
4. IgG total, ANA, SMA, anti-LKM1 bila dicurigai hepatitis autoimun.
5. USG hati
6. Untuk menentukan virus mana yang bertanggung jawab terhadap adanya
hepatitis
dapat akut saat keadaan
menunjukkan ini adalah dengan
akut melakukan
dan khas untuk pemeriksaan serologi
masing-masing virus.yang
Pada
dapat menunjukkan keadaan akut dan khas untuk masing-masing virus. Pada
Tabel
Tabel1 1tertera
terterapenanda
penanda serologi darivirus
serologi dari viruspenyebab
penyebabhepatitis.
hepatitis.
Tabel 1. Penanda serologi dari virus hepatitis.
Definisi Signifikansi
Petanda serologis HAV
Anti-HVA IgM Antibodi (subklas IgM) terhadap Menunjukkan infeksi HVA saat ini.
HVA Dideteksi selama 4-6 minggu
Anti-HVA IgG Antibodi (subklas IgG) terhadap Menunjukan riwayat infeksi HVA.
HVA Memastikan paparan terdahulu
dan imunitas terhadap HVA
108
Terapi
Hepatitis akut tanpa komplikasi dapat dirawat di rumah. Perawatan di rumah sakit
diperlukan bila anak muntah yang menyebabkan dehidrasi, sakit perut hebat, letargi,
factor koagulasi yang memanjang dan kadar aminotransferase lebih dari 10 kali nilai
normal. Hepatitis virus A mempunyai prognosis baik dan dapat sembuh sempurna tanpa
terapi khusus. Bila dirawat berikan terapi suportif dengan nutrisi yang cukup, istirahat,
dan hindari obat hepatotoksik. Selama perawatan perlu dipantau kesadaran, suhu badan,
ikterus, ukuran hati, gejala perdarahan. Pemantauan laboratorium seperti bilirubindirek,
6
indirek, ALT, AST, gula darah, albumin, PT/APTT 3-7 hari tergantung perkembangan
penyakit.
7
PORTOFOLIO KASUS
Hepatitis A
Disusun oleh:
Wisnu Agung Wiyangga, dr.
Dokter Internship RSUD Gunung Jati Kota Cirebon
Pendamping:
Siti Maria Listiawaty, dr.
PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI
KOTA CIREBON
2017