0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
916 tayangan35 halaman

Manajemen Wireless Router D-Link N 300

Makalah ini membahas sejarah perkembangan teknologi wireless dan jaringan nirkabel sejak tahun 1970-an, meliputi pengembangan standar IEEE 802.11 pada tahun 1997 hingga standar terbaru IEEE 802.11n yang menggabungkan teknologi MIMO untuk meningkatkan kecepatan transfer data wireless.

Diunggah oleh

Ade Rizky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
916 tayangan35 halaman

Manajemen Wireless Router D-Link N 300

Makalah ini membahas sejarah perkembangan teknologi wireless dan jaringan nirkabel sejak tahun 1970-an, meliputi pengembangan standar IEEE 802.11 pada tahun 1997 hingga standar terbaru IEEE 802.11n yang menggabungkan teknologi MIMO untuk meningkatkan kecepatan transfer data wireless.

Diunggah oleh

Ade Rizky
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

MAKALAH

Judul
“Pengaturan dan Manajemen Wireless Router D-Link N 300”

Disusun Oleh :
 Aura Nurpasha
 Jenadia Marcelin
 Mega Rahmawati
 Suaimah Desiliana
 Syahwa NurAzizah
2

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang , Kami
Panjatkan puji dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Jaringan Transmisi ini.
Makala ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dan berbagai pihak
sehingga dapat mempelancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Jaringan Transmisi dan Pengaturan Manajemen
Wireless D-Link 300 ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
3

Daftar Isi

Kata Pengantar ..........................................................................................................2


Daftar Isi .....................................................................................................................3
BAB I Pendahuluan
I.I Latar Belakang ......................................................................................................4
I.2 Rumusan Masalah ................................................................................................4
I.3 Tujuan Masalah ........................................................................................4
BAB II Pembahasan
2.1 Definisi ......................................................................................................5
2.1.1 Sejarah Wireless ...................................................................... 5-6
2.1.2 Pengertian Wireless (Nirkabel) ..................................................7
2.1.3 Konfigurasi Wireless LAN ..........................................................7
2.1.4 Perbandingan Wired LAN dan Wireless LAN .........................7
2.2 Analisis ...................................................................................................16
2.2.1 Pengertian Bagian Wireles .......................................................17
2.2.2 Langkah-Langkah Setting Wireless .........................................17
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan .............................................................................................18
3.2 Saran .......................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................19


DAFTAR GAMBAR ................................................................................................18
4

BAB I

PENDAHULUAN

I.2 Latar Belakang Masalah


Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah gerbang awal menuju
kehidupan manusia yang lebih baik dan efisien sebagai efek dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan
oleh manusia. Dahulu untuk berkomunikasi saja manusia masih kesulitan, namun dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masalah komunikasi sudah bukan menjadi masalah.
Ketika piranti komunikasi berupa telepon pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell, hal
tersebut belum disadari oleh kebanyakan umat manusia namun dengan penemuan itu ternyata menjadi
awal dari perkembangan telekomunikasi yang akhirnya menjadi berkembang pesat seperti sekarang.
Piranti telekomunikasi pertama kali masih menggunakan kabel yang besar rumit dan banyak,
piranti kabel memang masih digunakan sampai sekarang namun para ahli masih memikirkan untuk
beralih ke telekomunikasi yang bersifat mobile dan praktis. Dan hal tersebutlah yang menjadi landasan
dan latar belakang bagi kemajuan pengembangan telekomunikasi nirkabel (wireless / unguided).

I.2 Rumusan Masalah


Perkembangan aplikasi wireless untuk komputer dan internet sudah sedemikian pesat antara
lain dengan berkembang pesatnya aplikasi wireless misalnya hotspot area. Karena perkembangan inilah
media komunikasi menggunakan wireless akan dibahas dalam makalah ini.

I.4 Tujuan Masalah


Tujuan dari makalah ini adalah untuk memahami sekilas tentang jaringan nirkabel/wireless.
Setelah mengetahui sedikit mengenai media transmisi wireless diharapkan kita dapat membudayakan
penggunaan teknologi wireless untuk di berbagai bidang kehidupan. Jaringan nirkabel juga harus
disosialisasikan sebagai teknologi masa depan pengganti media kabel yang masih menjadi tulang
punggung dunia telekomunikasi saat ini.
5

BAB II

PEMBAHASAN

Sejarah Perkembangan Wireless


Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan telekomunikasi dengan
menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantara pengganti kabel. Dewasa ini
teknologi wireless berkembang sanat pesat sekali, secara kasat mata dapat kita lihat dengan semakin
banyaknya penggunaan telepon sellular, disamping itu berkembang juga teknologi wireless yang
digunakan untuk akses internet.
Sejarah wireless itu sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. IBM mengeluarkan
hasil percobaannya dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-
Packard (HP) untuk menguji WLAN RF. Kedua perusahaan ini hanya mencapai 100 Kbps data rate.
Karena mereka tidak memenuhi standar IEEE 802-1 Mbps LAN yang bukan produk yang dipasarkan.
Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific dan Medis (ISM band) yaitu 902-
928 MHz, 2.400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN
komersial memasuki tahapan serius. Kemudian tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk
yang menggunakan teknik spektrum tersebar (SS) pada pita ISM, terlisensi frekuensi 18-19 GHz dan
teknologi IR dengan data rate > 1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau standar
WLAN pertama adalah kode 802,11. Peralatan yang sesuai standar 802,11 dapat bekerja pada frekuensi
2,4 GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Selanjutnya pada bulan Juli 1999, IEEE mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b
kembali. Teori kecepatan transfer data yang dapat mencapai maksimum adalah 11 Mbps. Kecepatan
transfer data yang sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802,3 10Mbps atau 10Base-T).
Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu
kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah potensi gangguan dengan cordless
phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang
sama.
Hampir pada waktu yang bersamaan, spesifikasi IEEE 802.11a yang menggunakan teknik
berbeda. Frekuensi yang digunakan 5 Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data hingga 54Mbps
teoritis maksimum. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit untuk
menembus dinding atau penghalang lain. Jarak untuk mencapai gelombang radio yang relatif pendek
dibandingkan 802.11b.Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a.Namun, saat ini cukup
banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar itu.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan
802.11b dan 802.11a. Spesifikasi kode 802.11g yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan teori
kecepatan transfer data hingga 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat
6

saling komunikasi. Misal, sebuah komputer yang menggunakan jaringan kartu 802.11g dapat
memanfaatkan akses point 802.11b, dan sebaliknya.

Yang terakhir tahun 2006, teknologi 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan 802.11b
dan 802.11g.Teknologi yang dibawa dikenal dengan sebuah istilah MIMO (Multiple Input Multiple
Output) merupakan teknologi terbaru Wi-Fi.MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n.The
“Pre-” menyatakan “Prestandard versi 802.11n.”MIMO menawarkan peningkatan throughput,
keunggulan reabilitas, dan meningkatkan jumlah klien Anda tersambung.Tembus MIMO kekuasaan
penghalang lebih baik dari lingkup yang lebih luas.Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai
perlatan Wi-Fi di setiap sudut kamar yang sudah ada. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan
pendahulunya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan
adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802,11a/b/g. Peralatan
Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data 108Mbps.
– Kelebihan Wireless
Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan
dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.
a) Mobility
Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-time, dimana saja
dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan
kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
b) Installation Speed and Simplicity
Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan
penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
c) Installation Flexibility
Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat
dicapai dengan jaringan kabel.
d) Reduced Cost-of-Ownership
Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa
lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila
diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah.
Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya
pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN
akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
e) Scalability
Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi
kebutuhan pengguna yang beragam.Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-
to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang
mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.
– Kekurangan Memakai Wireless
a) Biaya peralatan cukup mahal
7

b) Delay cukup besar ,masalah propagansi radio (terhalang terpantul dan banyak sember
intrepensi)kelemahan-kelemahan ini bisa diataso dengan tekhnik modulasi, antena diversitytekhnik
spread spectrum.
c) Kapasitas jaringan mempunyai keterbatasanspetrum pita frekuensi tidak dapat diperlebar.
d) Kerahasian dan keamanan data kurang baik .

Pengertian Wireless (Nirkabel)


Wireless atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan
dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya
tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada
komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas
mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk
membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Peranti yang umumnya digunakan untuk
jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler,
tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak.
Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-
mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang
di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop
mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.
Konfigurasi Wireless LAN
Wireless LAN sebagai ekstensi dari wired LAN, Dengan menggunakan Wireless LAN, pemakai
portable PC dapat :

 Bergerak bebas dalam area pelayanan WLAN


 Menikmati akses yang real time dengan kecepatan setara wired ethernet
 Mengakses semua resource dari wired LAN
Perbandingan Wired LAN dengan Wireless LAN

Aspek Perbandingan Wired Wireless

Instalasi Relative lebih sulit Lebih mudah

Fleksibilitas Terbatas Lebih fleksibel

Cost Lebih murah Lebih mahal

Performance Sangat bagus Bagus

Maintenance Cukup besar Lebih kecil

Security Cukup bagus Cukup bagus

Mobility Terbatas (tidak memungkinkan) Mendukung (jarak 100 m dari AP)

Wireless LAN dalam Gedung


8

Sejarah Jaringan Nirkabel


WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area
bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan
mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di
2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum
besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun,
di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi
untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan
akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama.
Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota
dengan internet nirkabel. Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif
LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti
tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya
30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah
untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat
digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap
kontrol akses berada di PC orang tua).
Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada
akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel
terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif
ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan
dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti
tidak mungkin.
Tipe dari Jaringan Nirkabel
Sama halnya seperti jaringan yang berbasis kabel, maka jaringan nirkabel dapat diklasifikasikan
ke dalam beberapa tipe yang berbeda berdasarkan pada jarak dimana data dapat ditransmisikan.
Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui
jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas,
seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang
diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya. Teknologi WWAN saat ini dikenal
dengan sistem 2G (second generation). Inti dari sistem 2G ini termasuk di dalamnya Global System for
Mobile Communications (GSM), Cellular Digital Packet Data (CDPD) dan juga Code Division
Multiple Access (CDMA). Berbagai usaha sedang dilakukan untuk transisi dari 2G ke teknologi 3G
(third generation) yang akan segera menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global
juga. ITU juga secara aktif dalam mempromosikan pembuatan standar global bagi teknologi 3G.
9

Sejarah GSM
Tahun
Milestone
1982 Terbentuknya GSM
1986 Uji lapangan
1987 TDMA dipilih sebagai akses metode
1988 Ditandatanganinya pemahaman memorandum
1989 Validasi sistem GSM
1990 Persiapan beroperasinya sistem GSM
1991 Sistem komersial di mulai
1992 Cakupan yang lebih besar kota/airports
1993 Cakupan berupa jalur utama jalan raya
Cakupan daerah pedesaan

Teknologi GSM
GSM memberikan suatu rekomendasi bukan suatu persyaratan. GSM menspesifikasikan
fungsi-fungsi dan antarmuka yang diperlukan secara detail bukan mengarah ke perangkat keras yang
digunakan. Alasan tersebut didasari untuk membatasi para desainer sekecil mungkin namun tetap saja
memungkinkan para operator untuk membeli perangkat dari penyedia yang berbeda. Jaringan GSM
dibagi menjadi tiga sistem utama: sistem switching(SS), sistem base station (BSS), dan sistem operasi
dan support (OSS). Elemen dasar jaringan GSM di tunjukkan pada gambar dibawah ini
Kelebihan GSM

 Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital dimana penggunaan
sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja. Sehingga saat pengguna tidak
mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.
 Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan international roaming
 Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain
seperti teks, gambar, dan video.
 Keamanan sistem yang lebih baik
 Kualitas suara lebih jernih dan peka.
 Mobile (dapat dibawa kemana-mana)
Kelamahan GSM

 Kualitas datanya sering terjadi drop call


 Keamanan datanya mudah disadap
10

Sejarah TDMA
Time division multiple access (TDMA) diperkenalkan oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi
(Telecommunications Industry Association, TIA) yang terakreditasi olehAmerican National Standards
Institute (ANSI), adalah teknologi transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk
setiap pengguna pada masing-masing saluran.dan menjadi salah satu metode utama yang digunakan
oleh jaringan digital telepon seluler untuk menghubungkan panggilan telepon. Sinyal digital dari
jaringan digital dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan dengan sebuah kanal frekuensi
digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan mengalokasikan waktu. TDMA juga merupakan
metode pengembangan dari FDMA yakni setiap kanal frekuensinya dibagi lagi dalam slot waktu sekitar
10 ms. Sistem ini juga didukung oleh berbagai macam pelayanan untuk pengguna terakhir seperti suara,
data, faksimili, layanan pesan singkat (sms), dan pesan siaran.
Teknologi TDMA
Setiap daerah layanan dalam sistem telepon seluler dibagi menjadi beberapa kolom. Setiap
kolomnya digunakan kurang lebih satu hingga tujuh kali dari kanal-kanal yang tersedia. Kolom telepon
digital merubah panggilan telepon menjadi digital sebelum berhubungan. Kolom ini menyediakan
tempat yang besar dan dengan baik menaikkan kapasitas dari setiap kolom. TDMA mengambil setiap
kanal dan membelahnya menjadi tiga kali celah. Setiap pembicaraan di telepon mendapat sinyal
radio untuk satu hingga tiga kali, dan sistem tersebut secara cepat merubah dari satu telepon ke telepon
yang lain. Hal ini diserahkan ke time-division multiplexing. Karena sinyal digital sangat ditekan,
pergantian diantara tiga pembicaraan yang berbeda di telepon disempurnakan dengan tidak
menghilangkan informasi . Hasilnya berupa sistem yang mempunyai tiga kali dari kapasitas sebuah
sistem analogdan menggunakan kanal yang sama tanpa TDMA. Sebuah kolom yang menggunakan
TDMA dapat menangani 168 penggilan yang tidak teratur secara menyeluruh. TDMA juga digunakan
dalam GSM yang merupakan dasar dari PCS (Personal Communication Service). Dengan PCS,
kanalnya dibagi menjadi delapan bagian.
Pengoperasian TDMA membutuhkan kontrol outlink semua bagian pengatur yang berisi
beberapa informasi kontrol. Pembawa outlink ini juga memiliki struktur bingkai yang menyediakan
informasi waktu akurat untuk semua bagian pengontrol. Peralatan teleport sentral komputer VSAT
mengatakan ke setiap situs slot waktu khusus untuk digunakan dalam struktur TDMA dan rencana
informasi ini disiarkan ke semua bagian secara berkala. Rencana waktu ledakan mungkin sudah
ditetapkan, sehingga setiap bagian mengalokasikan proporsi tertentu dari keseluruhan struktur waktu
TDMA atau mungkin bersifat dinamis, dimana slot waktu yang ditempatkan, disesuaikan sebagai
tanggapan terhadap kebutuhan lalu lintas setiap bagian.
Keungulan TDMA

 TDMA didesain untuk digunakan di setiap lingkungan dan situasi, dari penggunaan tanpa kabel
di daerah bisnis ke pengguna yang sering bepergian pada kecepatan tinggi di jalan bebas
hambatan (TOL).
 Keunggulan lain dari TDMA selain meningkatkan efisiensi hubungan, dibandingkan dengan
teknologi seluler lain.

Kelemahan TDMA

 Penggunaan dari celah waktu yang sudah ditetapkan membuat sulit untuk mengendalikan
panggilan ke kolom berikutnya, menambah kemungkinan dari sebuah panggilan akan terputus
ketika panggilan tersebut bergerak diantara kolom – kolom.
11

 TDMA merupakan pokok dari penggabungan bagian-bagian distorsi, yang berdampak ketika
potongan dari perbincangan melompat mengelilingi bangunan dan kesulitan lainnya seperti
sikap pada saat perbincangan sampai pada telepon dari urutan.
 Teknologi CDMA
Tidak seperti konsep pendahulunya yaitu FDMA dan TDMA yang mengalokasikan frekuensi
tertentu (Ditambah alokasi slot waktu untuk TDMA) dalam proses transmisi data, pada CDMA data
dibagi menjadi potongan-potongan kecil, kemudian disebar sehingga menduduki banyak frekuensi
diskrit dalam jangkauan tertentu. Proses penyebaran (spreading) ini dilakukan menggunakanspreading
code untuk menyebar data s ebelum transmisi dilakukan. Tiap potongan 7data yang tersebar memiliki
kode unik yang disebut Pseudo Random Noise Codeatau disebut juga PN Code untuk mengidentifikasi
tiap sinyal yang dikirim. Pada bagian penerima, digunakan correlatoruntuk menyusun data yangtersebar
itu sesuai dengan susunannya semula berdasarkan PN Code-nya.Pada proses ini
digunakan bandpassfilter untuk memilih sinyal yang akan digunakan. Sinyal yang diinginkan akan
dinaikkan dayanya sedangkansedangkan sinyal yang tidak diinginkan akan dianggap noise.
Kelabihan CDMA
 hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa sektor/cell
 tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spektrum sinyal
 dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan penghitung waktu (guard
time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita (guard band) untuk menjaga intervensi
antarkanal
 tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
 memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses
 memiliki proteksi dari proses penyadapan

Kekurangan CDMA
 Luas cakupan BTS pada CDMA sangat tergantung dari berapa pelanggan yang
menggunakannya. Beda dengan GSM, berapa pun yang menggunakan, cakupannya tetap. Ini
karena sifat CDMA, seperti paru- paru yang akan mengecil saat bekerja keras meniupkan udara
ke luar. Kalau penggunanya
 sedikit pada waktu bersamaan, cakupan BTS CDMA akan kembali meluas. Pada beberapa
kasus pemasangan pengulang (repeater) tidak optimal karena malah mempersempit cakupan.
 Cakupan CDMA (maksimal) sama dengan GSM, tergantung dari berapa frekuensi yang
digunakan. Makin kecil frekuensinya, makin luas cakupannya. Kalau seluler, CDMA atau
GSM, menggunakan frekuensi 1.900 MHz, cakupannya hanya sekitar 2 km, dengan 800 MHz
bisa sampai 5-6 km. Namun, dengan 450 MHz, seperti yang digunakan PT Mobisel, bisa sampai
30 km, bahkan hingga 120 km dengan antena khusus.
Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa
lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota
atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang
terkadang sangat mahal. Sebagai tambahan, WMAN dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang
berbasis kabel dan dia akan aktif ketika jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN
menggunakan
12

gelombang radio atau cahaya infrared untuk mentransmisikan data. Jaringan akses nirkabel broadband,
yang memberikan pengguna dengan akses. berkecepatan tinggi, merupakan hal yang banyak diminati
saat ini. Meskipun ada beberapa teknologi yang berbeda, seperti multichannel multipoint distribution
service (MMDS) dan local multipoint distribution services (LMDS) digunakan saat ini, tetapi kelompok
kerja IEEE 802.16 untuk standar akses nirkabel broadband masih terus membuat spesifikasi bagi
teknologi-teknologi tersebut.
Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu
area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area
publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana
instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan. Atau WLAN terkadang dibangun sebagai suplemen bagi
LAN yang sudah ada, sehingga pengguna dapat bekerja pada berbagai lokasi yang berbeda dalam
lingkungan gedung. WLAN dapat dioperasikan dengan dua cara. Dalam infrastruktur WLAN, stasiun
wireless (peranti dengan network card radio atau eksternal modem) terhubung ke access point nirkabel
yang berfungsi sebagai bridge antara stasiun- stasiun dan network backbone yang ada saat itu. Dalam
lingkungan WLAN yang sifatnya peer-to-peer (ad hoc), beberapa pengguna dalam area yang terbatas,
seperti ruang rapat, dapat membentuk suatu jaringan sementara tanpa menggunakan access point, jika
mereka tidak memerlukan akses ke sumber daya jaringan.Pada tahun 1997, IEEE meng-approve standar
802.11 untuk WLAN, yang mana menspesifikasikan suatu data transfer rate 1 sampai 2 megabits per
second (Mbps). Di bawah 802.11b, yang mana menjadi standar baru yang dominan saat ini, data
ditransfer pada kecepatan maksimum 11 Mbps melalui frekuensi 2.4 gigahertz (GHz). Standar yang
lebih baru lainnya adalah 802.11a, yang mana menspesifikasikan data transfer pada kecepatan
maksimum 54 Mbps melalui frekuensi 5 GHz.
Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc)
bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi
personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang,
dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter. Saat ini, dua teknologi kunci dari WPAN ini adalah Bluetooth
dan cahaya infra merah. Bluetooth merupakan teknologi pengganti kabel yang menggunakan
gelombang radio untuk mentransmisikan data sampai dengan jarak. sekitar 30 feet. Data Bluetooth
dapat ditransmisikan melewati tembok, saku ataupun tas. Teknologi Bluetooth ini digerakkan oleh suatu
badan yang bernama Bluetooth Special Interest Group (SIG), yang mana mempublikasikan spesifikasi
Bluetooth versi 1.0 pada tahun 1999. Cara alternatif lainnya, untuk menghubungkan peranti dalam jarak
sangat dekat (1 meter atau kurang), maka user bisa menggunakan cahaya infra merah.Untuk
menstandarisasi pembangunan dari teknologi WPAN, IEEE telah membangun kelompok kerja 802.15
bagi WPAN. Kelompok kerja ini membuat standar WPAN, yang berbasis pada spesifikasi Bluetooth
versi 1.0. Tujuan utama dari standarisasi ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, konsumsi daya
yang rendah, interoperabilitas dan bisa hidup berdampingan dengan jaringan 802.11.
Layanan Pengembangan Wireless
Hotspot
Hotspot merupakan coverage area yang dimiliki access point agar komputer dengn perangkat
wireless disekitar dapat terkoneksi internet. Hotspot menyediakan layanan wireless LAN dan internet
secara gratis maupun dengan biaya. Area Hotspot biasanya menggunakan tempat area umum (seperti
ruang lobby, area parkir, kantin dll) agar perangkat WLAN yang digunakan user bisa melakukan akses
kelayanan Access Point. Ada 3 range frekuensi umum yang dalam tranmisi wireless yaitu :

 Frekuensi microwave dengan range 2–40 GHz, cocok untuk tranmisi point- to point.
13

 Frekuensi dalam range 30 MHz – 1 GHz, cocok untuk aplikasi omnidirectional. Range ini
ditujuan untuk range broadcast radio.
 Range frekuensi lain yaitu antara 300 – 200000 GHz untuk aplikasi local, adalah spectrum infra
merah. Infra merah sangat berguna untuk aplikasi point-to-point dan multipoint dalam area
terbatas, seperti sebuah ruangan.
Bluetooth
Sebuah teknologi wireless yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara
dengan jarak jangkauan yang terbatas. Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa
kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and
Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan
layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan
layanan yang terbatas. Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama
dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan
frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak layanan
yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah. Bluetooth menggunakan salah satu
dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis
frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu
lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang
digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and
Medical).
Infrared
Dipenuhi dengan menggunakan transmitter/receiver yang memodulasikan no-coherent infrared
light. Transceiver harus dengan suatu bentuk garis lurus atau melalui pantulan dari suatu permukaan
warna yang bercahaya. Media Piranti Wireless dan Wireless Client Devices.
Access Point
Digunakan untuk melakukan pengaturan lalulintas jaringan dari mobile radio ke jaringan kabel
atau dari backbone jaringan wireless client/server ý Biasanya berbentuk kotak kecil dengan 1 atau 2
antena kecil. Peralatan ini merupakan radio based, berupa receiver dan transmiter yang akan terkoneksi
dengan LAN kabel atau broadband ethernet.
Antenna
Digunakan untuk mengkonversi signal high frekuensi (RF) dalam transmisinya sebagai
gelombang di udara. Tipe antena akan menentukan pola radiasi gelombang seperti omnidirectional,
bidirectional, atau unidirectional.
Keamanan Jaringan Wirreles
Saat ini banyak orang yang mulai memasang jaringan komputer nirkabel di rumah mereka
(wireless home network) yang mana bisa segera digunakan oleh mereka untuk terhubung ke internet.
Contohnya si Agung, karyawan salah satu perusahaan TI di Surabaya telah berlangganan akses internet
ADSL melalui Telkom Speedy. Agung membeli modem ADSL yang dilengkapi pula dengan fasilitas
wireless atau Wi-Fi. Dia membeli model itu karena dia memiliki dua buah komputer di rumahnya,
sebuah laptop dan desktop PC. Semuanya telah dilengkapi dengan Wi-Fi card dan dia menginginkan
semuanya terhubung ke internet melalui access point yang dia buat sendiri. Selain itu Agung juga
memiliki sebuah PDA yang mana terkadang dia perlu akses ke internet dari PDA nya ketika dia di
rumah. Tepatlah jika ia membangun access point di rumahnya sendiri.
14

Tetapi masalah selalu saja muncul. Sudah amankah jaringan nirkabel atau access point yang dia buat?
Jangan-jangan di sebelah rumah ada hacker yang mengintip data Anda atau juga malah ikut menikmati
akses internet dengan gratis. Untuk itu melalui tulisan kali ini akan disajikan beberapa tips yang
berhubungan dengan jaringan nirkabel di rumah Anda.
Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pulausernamenya)
Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan
set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu
interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan
username dan password. Sementa ra itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh
vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu
Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah
username yang ada.
Aktifkan-enkripsi
Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi
akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain.
Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai
dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting
security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
Ganti SSID default
Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor
biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID
yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah "linksys". Kenyataannya memang apabila seseorang
mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini
adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default,
maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan
untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.
Aktifkan MAC Address filtering
Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan "physical
address" atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti
yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang
boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address
tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access
point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda
juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering
ini.
Matikan broadcast dari SSID
Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara
reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut
bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah
Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah
untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda
dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.
15

Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi


Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis
kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi
jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang
valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu
rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point
dengan rentang alamat-alamat IP yang fix tadi.
Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor
sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda.
Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda.
Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin
meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.
Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan
Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access
point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan
Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa
ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi. Fleksibilitas dan mobilitas membuat
Jaringan Komputer Nirkabel sebagai pelengkap yang efektif dan alternatif menarik dibandingkan
Jaringan Komputer Berkabel. Jaringan Komputer Nirkabel menyediakan semua fungsi yang dimiliki
oleh Jaringan Komputer Berkabel, tanpa perlu terhubung secara fisik. Konfigurasi Jaringan Komputer
Nirkabel mulai dari topologi yang sederhana peer-to-peer sampai dengan jaringan yang
kompleks .nawarkan konektivitas distribusi data dan roaming. Selain menawarkan mobilitas untuk
pengguna dalam lingkungan yang dicakup oleh jaringan, juga memungkinkan jaringan portable,
memungkinkan jaringan untuk berpindah dengan pengetahuan penggunanya.
Perbedaan Antara Jaringan Wireless dan Jaringan Kabel
Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :
Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti
pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil,
pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency
reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan
mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya
jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak
sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik
spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat
diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti
spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini dapat
diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum) [1,7 dan 9].
Yang unik dari media transmisi wireless adalah :

 Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim
dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat
terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
 Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua
terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
16

 Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan
bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
 Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima
melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terp

EASY SETUP : Sebenarnya terdapat dua cara untuk memulai menggunakan Easy Setup Assistant :

1. Pada saat Anda ingin menyelesaikan pembuatan data perusahaan, Anda disuguhi 2 pilihan yaitu,
setup assistant dan command centre, Nah Easy setup assistant dimulai saat Anda memilih Setup
Assisstant.
2. Bisa langsung ke file perusahaan Anda pada MYOB Premier, yaitu seperti gambar diatas, klik
menu setup dan pilih Easy setup Assistant.

BROADBAND INTERNET CONNECTION :


Istilah 'Broadband Internet Connection' memiliki arti yang berbeda dalam konteks yang
berbeda. Dalam dunia komunikasi data, broadband mengacu pada transmisi data melalui kabel serat
optik. Dalam kasus DSL atau Digital Subscriber Line, sebuah layanan broadband berkaitan dengan
transfer informasi digital melalui saluran-bandwidth tinggi, sementara di Ethernet , teknologi
menyiratkan transmisi baseband menggunakan bandwidth
lengkap media pilihan (seperti dalam kasus Ethernet 100BASE-T). Dalam komunikasi
kekuasaan-line, broadband mengacu pada sinyal kecepatan tinggi untuk mencapai tingkat data yang
tinggi (seperti dalam kasus ITU-T G.hn standar), sedangkan dalam distribusi video istilah ini mengacu
pada modulasi saluran individu, pada frekuensi tetap . Broadband Internet konektivitas di bidang
telekomunikasi mengacu pada sistem yang dikembangkan sinyal khusus yang terintegrasi rentang
frekuensi yang luas (atau band). Pada dasarnya, teknologi ini memungkinkan kapasitas informasi
pembawa yang lebih besar dan akses internet lebih cepat.

WIRELESS CONNECTION :
wireless connection itu adalah koneksi antar komputer dalam suatu jaringan tanpa
menggunakan kabel. biasanya jaringan ini memiliki hotspot sebagai alat penghubung yang
memancarkan sinyal.jaringan ini memiliki keterbatasan jarak (range) karena berupa sinyal.

LAN SETUP :
suatu perangkat jaringan yang menghubungan komputer yang satu dengan komputer lainnya
dengan menggunakan kabel dan router sebagai penyambungnya.

TIME AND DATE.


PARENTAL CONTROL RULES.
LOG OUT.
17

Langkah-Langkah Nensetting Wirelles :


1. Sambungkan Beberapa Kabel ke Laptop dan D-Link Wireless.
2. Hubungkan D-LINK (Wireless) Agar Bisa Mensetting Wireless Tersebut.
3. Lalu, Masuk ke Googgle Ketik 192.168.0.100.
4. Setelah Masuk Kepengaturan D-Link Lalu Ubah Kebeberapa Bagian.
5. Masuk ke Setup, Lalu Internet Connection Setelah Itu di Ubah Kebeberapa Bagian Lalu Save
Setting. Lalu, Masuk ke Wireless Connection, Jadi ENABLE tidak Memakai Ceklis, Setting
Wirellses Network dan SSID nya di Ubah Menjadi Kelompok 2. Lalu WIRELESS SECURITY
MODE. Lalu, WPA/WPA2 Ubah PSK/EAP Menjadi PSK. Masuk ke LAN SETUP GMT+807.
18

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jaringa komputer merupakan sekumpulan komputer. Ini artinya komputer tersebut lebih dari
satu buah yang terpisah-pisah akan tetapi dapat saling berhubungan delam melaksanakan suatu tugas.
Sekelompok komputer tersebut bekerja secara otonom. Ini artinya hanya dapat melakukan pertukaran
dalam suatu area atau member tertentu
Dalam penggunaannya, jaringan di klasifikasikan berdasarkan fungsi tertentu ataupun
berdasarkan tempat dan sumber utama pengolahan data. Selain itu, dalam jaringan komputer juga
dikenal beberapa topologi dimana topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris
antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Adapun perangkat perangkat
yang sering digunakan dalam jaringan komputer seperti halnya bridge, router dan sebagainya.
Peralatan-peralatan tersebut bekerja berdasarkan fungsinya masing-masing.

B. Saran
Makalah ini dibuat untuk pembaca yang ingin mengetahui secara singkat tentang jaringan
komputer yang merupakan sebuah kebutuhan pokok di era modernisasi ini. Oleh karena itu penulis
menyarankan agar dapat sekiranya membaca makalah ini sebagai sebuah referensi untuk mengetahui
dan sebagai langkah awal untuk membangun sebuah jaringan komputer yang sederhana maupun yang
kompleks sekalipun.. Disisi lain tentunya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
jika terdapat pesan serata saran yang membangu dalam penyempurnaan makalah ini sekira mohon
disampaikan kepada penulis.

DAFTAR PUSTAKA

https://yusufbudianto.wordpress.com/category/makalah/
http://www.pengertianpakar.com/2015/05/pengertian-lan-local-area-networks.html
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/21568/1/NANANG%20KHAERUL
%20ANWAR-FST.pdf
19

DAFTAR GAMBAR
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

Anda mungkin juga menyukai