Anda di halaman 1dari 66

MAKALAH

ACCESS OPENING CAVITY PREPARATION

Disusun Oleh :

Septian R.H 160110100090 Raiandri Fajri 160110110070


Natanael A 160110110004 Siti Agi N 160110110124
Heidy Stefanie 160110110029 Laras Annisa F 160110110128
Dede Rohimah 160110110057 Efru Rinaldy 160110110137
Sonia Rama 160110110056 Harviana Cahyani 160110110136
Gerry Sandy 160110110062 Ramadhini A Lestari 160110110134
Ansila Dwi 160110110063
Sara Stefany 160110110064
Fanny Silvira 160110110066
Az Zahra Nur M 160110110068
Nabila Shery 160110110069

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2014
ANATOMI SALURAN AKAR

Ada beberapa tipe sesuai bentuknya, yaitu :

1. Type I : satu saluran meluas dari kamar pulpa sampai apex

2. Type II : dua saluran yang terpisah dari kamar pulpa dan bersatu di apex

membentuk satu saluran

3. Type III : satu saluran dari kamar pulpa dan terbagi menjadi dua di badan akar

lalu keduanya bersatu menjadi 1 saluran di apex

4. Type IV: dua saluran terpisah, saluran jelas meluas dari kamar pulpa sampai

ke apex

5. Type V: satu saluran dari kamar pulpa terbagi menjadi dua di apex, saluran

jelas dengan berpisah di foramen apikal

6. Type VI: dua saluran dari kamar pulpa , bersatu di badan akar dan terbagi dua

kembali di apex

7. Type VII: satu saluran dari kamar pulpa, terbagi dan bersatu kembali di badan

akar dan akhirnya terbagi kembali menjadi dua saluran yang jelas di apex

8. Type VIII: tiga saluran terpisah yang jelas meluas dari kamar pulpa ke apex

Dari ke VIII type di atas, masing-masing dikelompokkan lagi berdasarkan

jumlah saluran di apex, yaitu :

1. Satu saluran di apex : type I, II dan III

1
2. Dua saluran di apex : type IV, V, VI, VII

3. Tiga saluran di apex : type VIII

TUJUAN ACCESS CAVITY PREPARATION

Akses adalah fase pertama dan bisa dibilang paling penting dari perawatan

non-bedah saluran akar. Persiapan akses yang dirancang dengan baik penting untuk

hasil endodontik yang baik. Tanpa akses yang memadai, instrumen dan bahan

menjadi sulit untuk menangani dengan benar dalam sistem saluran akar yang sangat

kompleks dan variabel. Tujuan dari akses rongga persiapan adalah :

1. Untuk meghapus semua karies

2. Untuk mempertahankan struktur gigi

3. Untuk membuka atap kamar pulpa

4. Untuk menghilangkan semua jaringan mahkota pulpa (vital atau nekrosis)

5. Untuk lokalisasi semua orifis saluran akar

6. Untuk mencapai langsung atau akses langsung ke foramen apikal atau ke

kelemgkunan saluran awal

7. Untuk membuat tepi restorasi agar meminimalisisr kebocoran tepi pada gigi

yang direstorasi

2
GUIDELINES/ PETUNJUK ACCESS OPENING

1. Visualisasi dari anatomi internal gigi

Posisi dari kamar pulpa harus diperhatikan. Cara paling efektif yaitu dengan

melakukan palpasi sepanjang attach gingiva untuk mengetahui arah dan lokasi

penetrasi inisial dari bur.

2. Evaluasi CEJ dan anatomi oklusal

Akses kavitas tradisional umumnya bergantung hanya pada anatomi oklusal

gigi. Namun hal ini berbahaya apabila mahkota hancur/telah direstorasi.

Untuk itu lokasi CEJ lebih diandalkan.

Menurut Krasner dan Rankow ada 9 Hukum Anatomi kamar pulpa

a. Law of centrality

Dasar kamar pulpa terletak di tengah gigi dengan tinggi setinggi CEJ

b. Law of Concentricity

Dinding kamar pulpa konsentrik ke permukaan luar gigi, setinggi CEJ.

Intinya, anatomi eksentrik akar gigi akan sama dengan anatomi kamar

pulpa internal

c. Law of CEJ

Jarak Mahkota klinis bagian luar ke dinding kamar pulpa akan sama di

seluruh keliling gigi, setingkat dengan CEJ. CEJ akan konsisten

apabila dijadikan patokan

d. First Law of Symmetry

3
Orifis saluran akar akan ekuidistan (memiliki jarak yang sama) dengan

garis khayal mesiodistal ke tengah dasar kamar pulpa (Horizontal).

Hukum ini tidak berlaku pada M RA

e. Second Law of Symmetry

Orifis saluran akar terletak di garis tegak lurus pada garis mesiodistal

ke tengah dasar kamar pulpa (Vertikal). Hukum ini tidak berlaku pada

M RA

f. Law of Color Change

Dasar kamar pulpa akan memilki warna yang lebih gelap daripada

dinding pulpa

g. First Law of Orifice Location

Orifis saluran akar terletak pada pertemuan dinding dan dasar

h. Second Law of Orifice Location

Orifis terletak di sudut di dalam pertemuan dasar dan dinding (floor-

wall junction)

i. Third Law of Orifice Location

Orifis dari saluran akar akan terlatak pada titik akhir dari garis fusi

developmental akar (roots’ developmental fusion line)

4
Sebanyak 95% gigi mengikuti hukum ini. 5% dari M2 dan M3 tidak

mengikuti hukum ini karena memiliki anatomi berbentuk C

3. Preparasi akses melalui permukaan lingual/oklusal

Fungsinya yaitu

a. Hal ini mempermudah untuk mendapat straight line access

b. Estetik dan mempertimbangkan konservasi

c. Mempermudah debridement

4. Membuang seluruh restorasi lama dan karies sebelum masuk ke kamar

pulpa

Fungsi

a. Mencegah infeksi bakteri

5
b. Mencegah irigasi bocor dari rubber dam

5. Membuang jaringan gigi yang tidak terdukung

Hal ini untuk menambah resistensi dari gigi dan mencegah gigi mengalami

fraktur.

6. Membuat dinding kavitas atau opening yang mudah diakses oleh

instrument

Instrumen akan sulit masuk pada sudut lancip saluran akar. Hal ini mencegah

terbentuknya ledges (saluran baru yang terbuat dari kesalahan instrumentasi)

7. Menunda penempatan dental dam hingga seluruh canal dapat diketahui

dan dicari lokasinya

Terkadang penempatan rubber dam mempersulit pengevaluasian saluran akar.

Cara yang paling tepat adalah mencabut dental dam terlebih dahulu. Lakukan

access opening hanya hingga tanduk pulpa (tidak mencapai kamar pulpa).

Gunakan instrument stainless yang fleksibel (#04/#06) berbentuk taper.

6
Setelah itu barulah taruh kembali rubber dam sebelum kamar pulpa

dipenetrasi

8. Lokasikan, Flaring, Eksplorasi Orifis Saluran akar

Caranya dengan

a. Sondasi/eksplor setiap orasi

b. Eksplorasi terlebih lagi dengan K-files (#06, #08, #10)

c. Instrumen dapat dilubrikasi dengan lubricating agent (RC-PREP)

d. Semua orifis dibuat flaring

e. Hindari jaringan pulpa yang menggumpal yang dapat menghambat

apex gigi

9. Inspeksi kamar pulpa dengan mikroskop dan iluminasi adekuat

Inspeksi dilakukan dengan DOM, surgical loupes, dan endodontic endoscope.

Inspeksi ini dapat melihat jaringan yang terkalsifikasi, bengkok, constricted,

dan perubahan warna.

10. Tapering dari dinding dan evaluasi ruangan secara adekuat untuk

mendapatkan coronal seal

Access Cavity yang adekuat yaitu luas di oklusal dan mengecil ke apical.

Sebaiknya material filling mengisi 3.5 mm untuk coronal seal. Tutup orifis

dengan komposit/GI/ mineral trioxide untuk mencegah kontaminasi bakteri

dan leakage.

7
FASE MEKANIK PADA ACCESS CAVITY PREPARATION

Armamentarium

Preparasi access cavity membutuhkan peralatan seperti:

1. Magnification (pembesar) dan illumination (penerangan)

2. Handpieces

3. Bur

4. Endodontic explorer

5. Endodontic spoon

6. #17 Operative explorer

7. Ultrasonic unit dan ultrasonic tips

Magnification dan Illumination

Preparasi access cavity tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa adanya alat

pembesar dan alat penerangan yang adekuat. Setidaknya dokter gigi membutuhkan

surgical loupes yang dilengkapi dengan penerangan. DOM (Dental Operating

Microscope sering digunakan untuk melengkapi kebutuhan akan pembesaran

(magnification) dan penerangan (illumination)

8
Gambar. Surgical loupes

Gambar. Dental Operating Microscope (DOM)

9
Handpieces

Penggunaan jenis handpiece ditentukan oleh pengalaman dan reflex taktil

dokter gigi. Ketika dokter gigi sudah berpengalaman dan memiliki reflex taktil yang

baik, maka preparasi access opening ini dilakukan menggunakan handpieces high

speed. Sedangkan ketika dokter gigi belum berpengalaman dan memiliki reflex taktil

yang kurang, sebaiknya digunakan handpieces low speed. Untuk preparasi access

opening yang melibatkan kalsifikasi pulpa dan resesi kamar pulpa, dapat

menggunakan handpiece low speed walaupun pada dokter gigi yang berpengalaman.

Bur

Berbagai macam bur telah dibuat untuk membantu dokter gigi dalam

melakukan preparasi accesss, yaitu:

A. Round Carbide Burs (#2, #4, #6)

Kegunaan bur ini adalah untuk preparasi access cavities, membuang karies,

membuat bentuk outline eksternal awal, penetrasi ke dalam kamar pulpa, dan

menghilangkan atap pulpa

B. Fissure Carbide Bur dan Diamond Bur (dengan rounded cutting end)

10
Beberapa dokter gigi menggunakan Fissure carbide bur untuk penetrasi ke

dalam kamar pulpa dan menghilangkan atap pulpa. Bur ini dapat juga digunakan

untuk perluasan axial wall pada preparasi access cavity. Tetapi jika digunakan oleh

dokter gigi yg kurang pengalaman dapat menyebabkan error (akhiran bur ini dapat

menembus pulpal floor dan axial wall).

C. Fissure carbide and Diamond carbide burs (dengan non cutting ends)

Bur ini digunakan sama seperti poin B, tetapi pada akhirannya tidak memiliki

round end, sehingga lebih aman dan kemungkinan untuk terjadi kegagalan sedikit.

Beberapa kegunaan bur ini adalah:

- Lebih aman untuk perluasan axial wall

- Perluasan lantai pulpa (pulpal floor)

- Level off cusp tips dan incisal edges  digunakan sebagai poin referensi

perkiraan panjang kerja

11
D. Round Diamond Burs (#2 dan #4)

Bur ini digunakan ketika access opening dilakukan pada gigi dengan restorasi

porselen atau ceramometal. Hal ini disebabkan karena diamond burs kurang traumatis

terhadap porselen dan tidak menyebabkan pecah atau fraktur. Pada saat preparasi

dokter gigi harus selalu menggunakan water spray untuk mengontrol heat up

porselen. Ketika porselen telah tertembus, ganti bur dengan bur carbide untuk

metal/dentin karena bur ini lebih efisien.

12
E. Transmetal Bur

Bur ini digunakan ketika gigi yang akan kita preparasi access opening

memiliki restorasi seperti amalgam, metal cast, atau metal copings of porcelain fused

to metal crowns.

F. Extended-shank Round Burs (Mueller dan LN)

Bur ini digunakan jika kamar pulpa resesi dan orifis terkalsifikasi, sehingga

kita dapat mengidentifikasi letak orifis kanal. Bur ini membuat dokter gigi dapat

melihat dengan jelas, alternative lainnya adalah menggunakan ultrasonic tips.

13
G. Gates-Glidden Burs dan #12 Tapered Rotary Endo Files

Bur ini digunakan untuk memperbesar orifis sehingga dapat menyatu dengan

axial wall. Hal ini dilakukan agar instrumen intracanal selama proses shaping dan

cleaning dapat masuk dengan mudah. Dalam penggunaan bur ini harus berhati-hati,

jangan membuang terlalu banyak dentin di sisi furkasi root canal karena dapat

menyebabkan Strip Perforation.

Gambar

Gates-Glidden Burs (kanan) #12 Tapered Rotary Endo Files (kiri)

Endodontic Explorer, Endodontic Spoon, dan #17 Operative Explorer

A. Endodontic Explorer DG-16

Alat ini digunakan untuk mengidentifikasi orifis kanal dan mengetahui

angulasi kanal

14
B. Endodontic Explorer JW-17

Alat ini kegunaannya sama dengan Endodontic Explorer DG-16 tetapi alat ini

lebih tipis dan lebih rigid sehingga dapat digunakan untuk identifikasi kanal yang

terkalsifikasi.

Gambar. Endodontic Explorer DG-16 (atas)

Endodontic Explorer JW-17 (bawah)

C. Endodontic Spoon

Alat ini digunakan untuk menghilangkan pulpa koronal dan dentin yang

terekena karies

15
D. #17 Operative Explorer

Alat ini digunakan untuk mendeteksi atap kamar pulpa yang tersisa, terutama

pada daerah tanduk pulpa (pulp horn).

Ultrasonic Unit and Tips

Alat ini menyediakan pandangan dan aksesibilitas yang luas untuk dokter gigi

dibandingkan dengan handpiece konvensional. Handpieces konvensional memiliki

akses pengelihatannya terhambat. Ultrasonic tips lebih kecil dibandingkan dengan bur

bundar konvensional. Selain itu ultrasonic tips dilapisi dengan bahan abrasive

sehingga dapat menghilangkan dentin dan kalsifikasi ketika eksploring orifis kanal.

16
PREPARASI AKSES KAVITAS ATAU AKSES OPENING

Preparasi Gigi Anterior

1. Pembuangan karies dan restorasi permanen

Karies dibuang lebih awal sebelum dilakukan preparasi akses opening

untuk mengurangi resiko terkontaminasinya ruang pulpa oleh bakteri. Semua

restorasi permanen yang cacat ataupun terindikasi karies sekunder harus

dibuang seluruhnya untuk mencegah kebocoran mahkota yang bisa

mengkontaminasi kamar pulpa maupun saluran akar. Pembuangan restorasi

permanen ini pun akan memudahkan untuk melakukan straight-line access

dan mencegah pecahan restorasi untuk masuk kedalam saluran akar.

2. Initial External Outline Form

Dilakukan pada permukaan lingual dari gigi anterior. Biasanya

dilakukan bersamaan dengan pembuangan karies. Untuk gigi yang masih

utuh, dokter gigi harus memulainya dari tengah tengah dari permukaan lingual

mahkota. Outline form dibuat sama dengan bentuk geometris yang ideal

sesuai dengan gigi tersebut, dan ukurannya ½ sampai 1/3 dari ukuran akhir

yang diinginkan dari akses opening nya.

17
3. Penetrasi ke Atap Kamar Pulpa

Jika menggunakan bur low-speed, menggunakan bur bundar ataupun

tapered fissure bur, dokter gigi melakukannya secara perpendicular terhadap

permukaan lingual kemudian parallel terhadap sumbu akar. Penetrasi

dilakukan sepanjang sumbu akar sampai atap kamar pulpa terpenetrasi,

biasanya terasa efek drop-in. Seorang dokter gigi harus mengukur jarak dari

ujung insisal sampai atap kamar pulpa melalui radiograi yg akurat dan

membatasi penetrasi sesuai jarak ini. Jika efek drop-in tidak terasa, harus

dilakukan evaluasi secara hati-hati untuk mencegah ada yang tercungkil

ataupun perforasi.

4. Complete Roof Removal

Saat sudah memasuki kamar pulpa, sisa atap kamar pulpa dihilangkan

dengan cara menggunakan ujung bur bundar pada batas ujung dentin dengan

18
tekanan intermitten. Karena setiap gigi mempunyai anatomi kamar pula yang

berbeda-beda, maka outline form eksternal dari access opening yang

menandakan anatomi pulpa internal juga ikut berbeda.

Completion of removal of the pulp chamber roof : bur bundar digunakan pada darah tanduk pulpa, a

round carbide bur is used to engage the pulp horn, cutting on a lingual withdrawal stroke

Pada kasus gigi vital, dapat terjadi pendarahan pada jaringan pulpa. Jika hal ini

terjadi, pulpa coronal harus diamputasi pada level orifis dengan endodontic spoon

atau dengan bur budar dan kamar pulpa diirigasi dengan sodium hypochlorite. Jika

pendarahn sudah dapat dikontrol, sehingga access dapat terlihat dengan baik, seluruh

atap kamar pulpa, termasuk tanduk pulpa, harus dihilangkan dan seluruh dinding

internal harus diberi flare ke permukaan lingual gigi.

5. Identification of All Canal Orifices

Setelah atap kamar pulpa dihilangkan, saluran orofis dicari dengan

19
menggunakan endodontic explorer. Instrumen ini bagi endodontis seperti

periodontal probe bagi periodontist. Digunakan untuk mencapai, merasakan,

dan kadang-kadang digunakan pada jaringan keras. Saat melakukan probing

pada dasar kamar pulpa, explorer kadang-kadang menembus atau

menghilangkan deposit terkalsifikasi yang memblok saluran orifis.

Memposisikan explorer pada sebuah orofis mempermudah operator untuk

Sebuah explorer endodontic digunakan untuk mencari saluran orifis

Memposisikan explorer dalam sebuah orifis memungkinkan dokter untuk

menentukan sudut kanal untuk akses masuk dan arah masuk instrument endodontik

20
Orofis saluran akar dicari menggunakan explorer untuk menentukan akses masuk dan arah masuk

instrument endodontic

6. Removal of the Lingual Shoulder and Orifice and Coronal Flaring

Setelah orifis sudah teridentifikasi letaknya, lingual shoulder dihilangkan. Ini

adalah lapisan dari dentin yang meluas dari cingulum ke 2 mm apical orifis.

Dengan menghilangkan bagian ini, dapat membantu akses masuk dan

membantu kontak langsung files dengan dinding saluran agar dapat dibentuk

dan dibersihkan dengan baik.

Lingual shoulder gigi anterior, meluas dari cingulum ke 2 mm apical orifis.

21
Lingual shoulder dapat dihilangkan dengan bur diamond tapered atau dengan bur

Gates-Glidden. Ujung bur diposisikan sekitar 2 mm apical ke saluran orifis dan

inklinasi ke lingual saat putaran untuk membentuk lingual shoulder. Operator harus

berhati-hati ketika menggunakan bur ini untuk mencegah terbentuknya bevel pada

incisal edge access preparation.

Terbentuknya incisal bevel pada permukaan lingual pada gigi anterior rahang atas dapat menyebabkan

fraktur pada restorasi permanen saat terjadi fungsi oklusal

Operator dapat menaikkan ukuran bur sesuai dengan ukuran saluran, dan mengulangi

membentuk dinding lingual sampai lingual shoulder pada dentin hllang seluruhnya.

Saat proses ini dilakukan, orifis harus diberi flare sehingga berdampingan dengan

seluruh dinding dari access preparation. Langkah ini juga dapat dilakukan dengan bur

Gates-Glidden ukuran kecil sampai besar.

22
7. Penentuan akses Garis Lurus

Setelah shoulder lingual telah dihilangkan dan orifice di beri flare,

klinisi harus menentukan apakah akses garis lurus telah dicapai. Idealnya, file

endodontik dapat mendekati foramen apikal atau titik pertama kelengkungan

kanal dengan tidak berbelok (defleksi). belokan yang tidak perlu dari file

tersebut dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi yang berhubungan

dengan hilangnya kontrol instrumen. Fungsi instrumen yang berbelok di

bawah tekanan yang lebih dibandingkan instrumen yang tidak berbelok dan

lebih rentan terhadap patah selama pembentukan dan proses pembersihan

(Gambar 7-45).

Gambar 7-45 patahnya instrument endodontic sebagai akibat dari preparasi akses

underextended

Instrumen yang berbelok juga tidak memiliki akses ke daerah-daerah

kritis dari kanal dan karena itu tidak bisa membentuk dan membersihsihkan

kanal secara efektif. Upaya untuk membentuk dan membersihkan tanpa akses

23
garis lurus sering menyebabkan kesalahan prosedural seperti ledging,

transportasi, dan zipping (Gambar 7-46).

Gambar 7-46 Preparasi akses kurang memadai. Shoulder lingual tidak dihilangkan, dan

ekstensi insisal tidak lengkap. File sudah mulai membelok dari kanal di daerah apikal,

menciptakan ledge.

Sebuah ledge (birai) secara iatrogenic membuat dinding saluran akar

irreguler yang dapat menghambat penempatan instrumen intrakanal ke apeks.

Transportasi terjadi dalam porsi apikal kanal ke kelengkungan (curvature)

ketika struktur dinding saluran yang berlawanan kurva dihilangkan, cenderung

meluruskan kelengkungan kanal. Zipping, atau elliptication dari foramen

apikal, terjadi ketika file berlebihan mengangkut dinding luar foramen apikal.

Sebaliknya, instrumen yang tidak berbelok memberikan sensasi taktil yang

lebih baik, yang diperlukan untuk merasakan (mengira-ngira) anatomi kanal

dan bagaimana file tersebut tampil dalam sistem saluran akar.

24
P Carrotte

British Dental Journal 197, 603 - 613 (2004) Published online: 27 November 2004

doi:10.1038/sj.bdj.4811823

Gambar. a) Dentine debris and pulp remnants packed into the apical part of the canal resulting

in loss of working length. This may be avoided by recapitulation with fine files and copious

irrigation. b) Ledging due either to not precurving the instrument, or forcing it into the canal.

c) Apical zip caused by rotating the file excessively. d) Perforation due either to persistent

filing with too large an instrument, or continual zipping. Note the narrower part of the canal

in c) and d) is termed an elbow. This makes obturation of the root canal very difficult in the

widened apical area. e) Strip perforation caused by overpreparing and straightening the

curved canal.

Akses Garis Lurus dievaluasi dengan memasukkan ke kanal file

terbesar yang cocok secara pasif ke foramen apikal atau titik kelengkungan

kanal pertama . Panjang internal dapat ditentukan dengan mengukur

pretreatment radiograf periapikal diagnostik . file tersebut dimasukkan lembut

dan ditarik ketika dokter " merasa " untuk kanal menyangkut atau membelok

25
(defleksi) . Jika defleksi terdeteksi , dokter harus mengevaluasi kembali

kecukupan penghilangan shoulder lingual sebelum mengubah posisi incisal

edge dari persiapan akses . Penghilangan yang tidak memadai dari shoulder

lingual menyebabkan file untuk membelok pada arah fasial , dan seorang

dokter berpengalaman dapat mengulur tepi insisal dari persiapan akses dalam

upaya untuk mencapai akses garis lurus (Gambar 7-47 ) .

Gambar 7-47 A, birai lingual dentin tetap, membelokkan file ke arah dinding labial.

Akibatnya, bagian-bagian dari dinding saluran lingual tidak akan dibentuk dan dibersihkan.

B, penghapusan birai lingual menghasilkan akses garis lurus.

Jika shoulder lingual telah cukup dihilangkan dan file masih

menyangkut di tepi insisal , rongga akses harus diperpanjang lebih jauh secara

incisal sampai file tidak berbelok . Posisi akhir dari dinding insisal rongga

akses ditentukan oleh dua faktor : ( 1 ) penghilangan keseluruhan dari tanduk

pulpa dan ( 2 ) akses garis lurus

26
8. Inspeksi visual dari akses kaviti

Dokter harus memeriksa dan mengevaluasi rongga akses,

menggunakan pembesaran dan pencahayaan yang tepat. Meskipun hal ini

dapat dilakukan selama setiap tahap persiapan, hal itu harus selalu dilakukan

pada tahap ini. Dinding aksial di persimpangan dengan lubang (orifis) harus

diperiksa untuk alur yang mungkin mengindikasikan kanal tambahan. Orifis

dan kanal coronal harus dievaluasi untuk bifurkasi (lihat Gbr.7-14).

Gambar 7-14 Sebuah lubang oval harus dieksplorasi dengan instrumen kecil apikal

melengkung. Klinisi harus menempatkan ujung file dalam lubang dengan ujung melengkung

ke sisi bukal ketika mencoba untuk menemukan kanal bukal. Tip file yang melengkung

ditempatkan ke arah langit-langit untuk mengeksplorasi kanal palatal. B, bukal; P, palatal

9. Perbaikan dan smoothing (menghaluskan) margin restoratif

Langkah terakhir dalam preparasi rongga akses adalah memperbaiki

dan menghaluskan margin cavosurface. margin kasar atau tidak teratur dapat

berkontribusi untuk kebocoran koronal melalui restorasi permanen atau

sementara. Margin restoratif yang tepat sangat penting karena gigi anterior

27
mungkin tidak memerlukan mahkota sebagai restorasi akhir. margin

cavosurface halus memungkinkan dokter untuk menempatkan dan

menyelesaikan restorasi akhir resin komposit dengan presisi yang diperlukan

untuk meminimalkan kebocoran koronal. Kebocoran tersebut dapat

membahayakan keberhasilan prosedur saluran akar.

Faktor lain yang harus klinisi pertimbangkan adalah ketika

menyelesaikan margin akses gigi anterior rahang atas adalah bahwa pada

akhirnya restorasi resin komposit akan ditempatkan pada permukaan gigi

fungsional. Incisal edge dari gigi anterior mandibula berada di atas permukaan

lingual gigi rahang atas selama gerakan rahang excursive. Oleh karena itu

margin restoratif gigi anterior rahang atas harus dibuat untuk menerima bahan

restorasi pada marjin dalam jumlah besar. Marjin pertemuan yang lancip

mempunyai indikasi yang lebih besar daripada marjin yang dibevel, yang

menghasilkan tepi komposit tipis yang bisa patah akibat beban fungsional

excursive dan akhirnya menyebabkan kebocoran koronal. Jelas, jika gigi

anterior membutuhkan mahkota sebagai restorasi akhir, margin akses

cavosurface menjadi faktor yang kurang kritis.

28
TOOTH MORPHOLOGY AND ACCESS CAVITY PREPARATION

Incisive Central Rahang Atas

Outline Sistem saluran akar gigi insisivus sentralis rahang atas mencerminkan

garis permukaan eksternal. Sebuah gigi insisivus sentralis yang baru erupsi memiliki

tiga tanduk pulp, dan ruang pulpa lebih lebar mesiodistal dari pada buccolinguallnya.

Lingual shoulder biasanya terlihat, dan harus dihilangkan untuk mendapatkan akses

ke dinding lingual dari saluran akar. Lingual shoulder mencegah akses langsung ke

saluran akar dan mengalihkan daerah file labially yang sering mengakibatkan birai

atau perforasi. Pada penampang, saluran akar di CEJ, trigonum pada gigi muda dan

oval pada gigi yang lebih tua. Ini secara bertahap menjadi bulat saat mendekati

foramen apikal. Multiple kanal jarang , tetapi lateral kanal umum.

Bentuk ouline akses eksternal untuk gigi insisivus sentralis rahang atas adalah

segitiga bulat dengan dasar ke arah aspek insisal. Lebar dasar segitiga ditentukan oleh

jarak antara mesial dan tanduk pulpa distal. Dinding eksternal mesial dan distal harus

bertemu arah cingulum tersebut. Semua dinding internal harus menyalurkan ke

lubang saluran akar. Jika lingual shoulder telah dihilangkan dengan benar, seluruh

lubang harus dilihat melalui pembukaan akses. Dinding internal insisal harus

mendekati permukaan lingual gigi untuk memungkinkan sebagian besar bahan

restorasi di permukaan fungsional ini.

29
Bentuk outline rongga akses berubah ke bentuk yang lebih oval sebagai gigi

dewasa dan tanduk pulpa surut karena mesial dan tanduk pulpa distal kurang

menonjol.

Figure 7-77 Root curvature (most common to least common):

Straight, labial, distal.

Figure 7-78 Access cavity for a maxillary central incisor as viewed through the

DOM. A, ×3.4 magnification. B, ×8.4 magnification.

Incisive Lateral Rahang Atas

Outline Ruang pulpa untuk insisivus lateral rahang atas mirip dengan yang

ada pada rahang atas central. Namun, lebih kecil, dan dua atau tidak ada tanduk

pulpa. Gigi ini lebih lebar di mesiodistal daripada buccolingually. Penampang di CEJ

30
menunjukkan ruang pulpa berpusat di root, dan bentuknya mungkin segitiga, oval,

atau bulat. Klinisi harus mengetahui anatomi ruang pulpa sebelum memulai rongga

akses. Dari CEJ kanal pulpa menjadi bulat penampang di midroot dan daerah apikal.

Lingual shoulder dentin harus dihilangkan sebelum instrumen dapat digunakan untuk

mengeksplorasi kanal. Biasanya hanya satu saluran akar hadir, tapi dua dan tiga kanal

juga bisa.

Bentuk outline akses eksternal untuk insisivus lateral rahang atas mungkin

segitiga bulat atau oval, tergantung pada keunggulan tanduk pulpa mesial dan distal.

Ketika tanduk yang menonjol, bentuk bulat segitiga dikompresi mesiodistal relatif

terhadap gigi insisivus sentralis, menghasilkan segitiga lebih ramping. Bentuk garis

biasanya oval jika tanduk pulpa mesial dan distal tidak menonjol. Semua aspek-aspek

lain dari persiapan akses sama dengan yang untuk gigi insisivus sentralis.

Figure 7-82 Root curvature (most common to least common): distal, straight

31
Figure 7-83 Access cavity for a maxillary lateral incisor as viewed through the

DOM. A, ×3.4 magnification. B, ×5.1 magnification with cervical fiberoptic

transillumination.

Caninus Rahang Atas

Sistem saluran akar dari cainus rahang mirip dalam banyak hal dengan yang

ada pada gigi incisiv rahang atas . Perbedaan utama adalah bahwa hal itu lebih luas

labiolingually daripada mesiodistal . Perbedaan lain adalah bahwa ia tidak memiliki

tanduk pulpa . Itu menunjuk tepi insisal terkecil sesuai dengan titik puncak tunggal .

Ruang pulpa garis di CEJ bentuknya oval . Ada lingual shoulder yang dapat

mencegah pembentukan dan pembersihan saluran akar dalam dimensi lingual. Dari

titik ini , saluran akar tetap oval sampai mendekati sepertiga apikal akar , di mana ia

menjadi terbatas . Karena bentuk oval ini , klinisi harus berhati-hati untuk berkas

circumferentially labially dan palatal untuk membentuk dan membersihkan kanal

benar . Tulang bukal caninus tipis di atas eminensia sering disintegrasi dan

fenestration. Penentuan akurat dari panjang sangat penting . Efek lain dari

fenestration ini adalah, sensitivitas tekanan apikal tetap sedikit yang kadang-kadang

32
terjadi setelah terapi saluran akar. Sensitivitas ini terbaik dapat dikoreksi dengan

operasi akar apikal.

Bentuk outline akses eksternal, oval atau slot yang berbentuk karena tidak ada

mesial atau tanduk pulpa distal. Lebar mesiodistal dari slot ditentukan oleh lebar

mesiodistal dari ruang pulpa. Dimensi incisogingival ditentukan oleh faktor akses

garis lurus dan penhilangan lingual shoulder. Perpanjangan insisal sebanyak 2

sampai 3 mm dari tepi insisal untuk memungkinkan akses garis lurus. Dinding insisal

memenuhi permukaan lingual caninus untuk memberikan ketebalan yang memadai

untuk bahan restoratif, karena gigi ini bertentangan dalam oklusal guidence dan

fungsi.

Figure 7-86 Root curvature (most common to least common): distal, straight, labial.

33
Figure 7-87 Access cavity for a maxillary canine as viewed through the DOM.

(×5.1 magnification with cervical fiberoptic transillumination.)

Incisive Central dan Lateral Rahang Bawah

Sistem saluran akar dan rongga akses untuk dua gigi incisiv rahang bawah

sangat mirip maka dibahas bersama-sama. Seperti dengan gigi incisiv rahang atas ,

lingual shoulder harus dihilangkan untuk memungkinkan akses langsung. Lingual

shoulder menutupi lubang ke kanal kedua, jika ada, langsung ditemukan segera di

bawahnya. Berbeda dengan gigi outline rahang atas, outline pulp gigi incisiv rahang

bawah daerah labiolingually lebih luas. Pada CEJ outline pulp oval. Pada midroot

garis kanal masih oval, tapi kanal lebih terbatas dan sempit di labiolingually .

Kebanyakan gigi incisiv rahang bawah memiliki akar tunggal, dengan radiografi

tampak kanal sempit panjang. Namun, itu adalah sebuah kanal yang sangat luas

labiolingually . Seringkali sebuah jembatan dentin hadir dalam ruang pulpa yang

membagi akar menjadi dua kanal. Dua kanal biasanya bergabung dan keluar melalui

34
foramen apikal tunggal, tetapi mereka mungkin bertahan sebagai dua kanal yang

terpisah . Kadang-kadang satu cabang saluran menjadi dua kanal, yang kemudian

bergabung ke dalam sebuah kanal tunggal sebelum mencapai puncak.

Gigi incisive rahang bawah , karena ukurannya yang kecil memungkinkan

rongga akses paling sulit. Bentuk garis eksternal mungkin segitiga atau oval ,

tergantung pada keunggulan tanduk pulpa mesial dan distal. Bila bentuknya adalah

segitiga, basis insisal pendek dan kaki mesial dan distal panjang incisogingivally ,

menciptakan segitiga terkompresi panjang. Penghapusan lengkap dari lingual

shoulder sangat penting , karena gigi ini sering memiliki dua kanal yang berorientasi

buccolingually , dan kanal lingual yang paling sering terlewatkan. Untuk menghindari

kehilangan kanal ini, dokter harus memperpanjang persiapan akses baik ke gingivally

cingulum . Karena permukaan lingual gigi ini tidak terlibat dengan fungsi oklusal.

Figure 7-116 Root curvature (most common to least common): straight, distal, labial.

35
Figure 7-117 Access cavity for the mandibular incisors as viewed

through the DOM. A, One canal orifice. (×8.5 magnification with

cervical fiberoptic transillumination.) B, Two canal orifices. (×8.5

magnification with cervical fiberoptic transillumination.)

Caninus Rahang Bawah

Sistem saluran akar dari caninus mandibula sangat mirip dengan yang ada

pada caninus rahang atas, kecuali akar dan saluran akar garis yang sempit dalam

dimensi mesiodistal, dan caninus mandibula kadang-kadang memiliki dua akar dan

dua saluran akar terletak labially dan lingual. Saluran akar dari kaninus mandibula

adalah mesiodistal sempit tapi buccolingually biasanya sangat luas. Lingual shoulder

harus dihilangkan untuk mendapatkan akses ke dinding lingual dari saluran akar atau

pintu masuk kanal kedua. Dinding lingual hampir slitlike dibandingkan dengan

dinding bukal yang lebih besar, yang membuat kanal untuk shape dan bersih

Akses rongga untuk caninus mandibula adalah oval atau slot. Lebar

mesiodistal sesuai dengan lebar mesiodistal dari ruang pulpa. Perpanjangan insisal

36
bisa mendekati tepi insisal gigi untuk akses garis lurus, dan perluasan gingiva harus

menembus cingulum untuk memungkinkan pencarian untuk kanal lingual mungkin.

Figure 7-120 Root curvature (most common to least common): straight, distal, labial.

Figure 7-121 Access preparation for a mandibular canine as viewed

through the DOM. (×5.1.)

POSTERIOR ACCESS CAVITY PREPARATION

37
Removal of Caries and Permanent Restorations

Pembuangan karies dan restorasi permanen pada gigi posterior mirip seperti

pada gigi anterior. Gigi posterior yang memerlukan preparasi saluran akar khasnya

memiliki restorasi atau karies yang luas.

Initial External Outline Form

Pembuangan karies dan restorasi yang ada sering mengerjakan pembuatan

initial external outline form. Seperti gigi anterior, ruang pulpa pada gigi posterior

posisinya berada di tengah gigi setingkat CEJ. Lokasi awal akses harus ditentukan

untuk gigi yang lengkap. Pada gigi premolar maksila, titik awal akses berada pada

central groove antara puncak cusp. Pada gigi premolar mandibula, mahkotanya

miring ke lingual terhadap akarnya, maka lokasi awal akses harus disesuaikan untuk

mengimbangi kemiringannya. Pada gigi P1 mandibula, lokasi awal akses inklinasi

lingual setengah jarak lebih ke cusp bukal pada garis penghubung antar cusp. Pada

gigi P2 mandibula, lokasi awal akses inklinasi lingualnya sepertiga jarak lebih ke

cusp bukal pada garis penghubung antar cusp dan pada lingual groove antara lingual

cusp, hal ini dikarenakan gigi P2 memiliki inklinasi ke lingual lebih kecil

dibandingkan gigi P1 mandibula.

38
Untuk menentukan lokasi awal access cavity preparation pada gigi molar,

klinisi harus menetapkan batas mesial dan distal. Evaluasi dengan radiografi bitewing

merupakan metode yang akurat untuk menilai perluasan mesiodistal dari ruang pulpa.

Batas mesial dari molar maksila dan mandibula adalah garis yang menghubungkan

39
puncak cusp mesial. Jarang ruang pulpa ditemukan mesial dari garis khayal ini. Batas

distal inisial yang baik pada gigi molar maksila adalah oblique ridge. Untuk molar

mandibula, batas distal inisialnya adalah garis yang mengubungkan bukal dan lingual

groove. Untuk molar, lokasi awal yang benar yaitu berada pada central groove yang

berada setengah jarak antara batas mesial dan distal.

Penetrasi ke enamel hingga dentin (kira-kira 1mm) dilakukan dengan round

bur no.2 untuk premolar dan round bur no.4 untuk molar. Tapered fissure bur juga

dapat digunakan. Bur diarahkan tegak lurus terhadap permukaan oklusal, dan bentuk

outline inisial dibentuk ½ atau ¾ ukuran akhirnya. Bentuk pada gigi premolar adalah

oval dan diperlebar ke bukolingual. Bentuk pada gigi molar juga awalnya oval, lalu

40
diperlebar ke bukolingual untuk molar maksila dan ke mesiodistal untuk molar

mandibula. Bentuk outline akhir untuk gigi molar adalah triangular (untuk 3 saluran

akar) atau rhomboid (untuk 4 saluran akar), namun canal orifice yang menunjukkan

posisi ujung dari bentuk ini. Oleh karena itu, hingga lokasi orifice ditemukan, bentuk

outline inisial harus tetap oval.

Penetrartion of The Pulp Chamber Roof

Melanjutkan dengan round bur atau tapered fissure bur yang sama, klinisi

mengubah sudut penetrasinya dari tegak lurus terhadap bidang oklusal ke sudut yang

sesuai untuk penetrasi ke atap ruang pulpa. Pada gigi premolar, sudutnya parallel

terhadap sumbu panjang akar pada arah mesiodistal dan bukolingual. Kegagalan

menganalisis sudut penetrasi dapat mengakibatkan terpahat atau perforasi pada akar

karena akar premolar seringkali cenderung miring ke dataran oklusal. Pada gigi

molar, sudut penetrasi harus menuju ke kanal yang terbesar, karena ruang pulpa

biasanya paling besar pada oklusal hingga ke orifice dari kanal tersebut. Namun, pada

molar maksila sudut penetrasinya menuju ke orifice palatal, dan pada molar

mandibula sudut penetrasinya menuju ke orifice distal.

Sama seperti gigi anterior, penetrasi dibatasi hanya hingga penetrasi ke atap

dari ruang pulpa. Jika efek drop-in tidak dirasakan pada kedalaman ini, klinisi haris

hati-hati mengevaluasi sudut penetrasinya sebelum di-drill lebih dalam. Pada gigi

posterior dengan akar jamak, klinisi harus berhati-hati terhadap perforasi lateral dan

furkasi.

41
Complete roof removal

Bur bundar, bur fissure, atau bur diamond dan carbide bur digunakan untuk

menghilangkan atap pulpa secara keseluruhan , termasuk seluruh tanduk pulpa.

Masalah yang mungkin ada disebabkan oleh pulpa vital yang mengalami hemoragi.

Tujuan preparasi untuk memberi akses kavitas secara langsung ke orifice, dan

diamond atau caride bur menunjukkan hasil yang baik, ini bisa terlihat pada dasar

pulpa dan dinding axial. Diamond atau carbide bur dapat melewati antara orifice di

sepanjang dinding axialuntuk menghilangkan atap pulpa, taper pada dinding internal,

dan membuat outline eksternal.

Identification of all canal orifices

Pada gigi posterior dengan saluran akar yang banyak, canal orifices memiliki

peranan yang penting dalam menentukan outline form untuk akses kavitas. Idealnya,

42
orifices terletak di ujung final preparasi untuk memfasilitasi proses pembentukan dan

pembersihan. Akses kavitas seharusnya memiliki orifices pada dasar pulpa dan tidak

seharusnya diperluas ke dinding axial. Perluasan orifices ke dinding axial membuat

mouse hole effect. Pada beberapa kasus, orifices harus diposisikan ke dasar pulpa

tanpa adanya interferens dari dinding axial.

Removal of the cervical dentin bulges and orifices and coronal flaring

Pada gigi anterior, pundak lingual adalah struktur anatomis yang harus

dihilangkan sebagai hambatan untuk akses straight line. Pada gigi posterior,

hambatan internalnya adalah cervical dentin bulges dan natural canal constriction.

Cervical bulges adalah pinggiran dentin yang seringkali overhang pada gigi posterior,

akses yang membatasi ke saluran akar dan titik focus canal curvatures. Bulges ini

bisa dihilangkan dengan bur diamond dan carbide bur atau Gates-Glidden bur.

Instrumen harus diletakan pada orifice dan di dentin bulge untuk menghilangkan

overhanging.

Setelah hambatan dihilangkan, orifice dan daerah corona dapat diberi flare

dengan bur Gates-Glidden, yang digunakan untuk membersihkan dengan tekanan

lateral dari furkasi. Metode alternative adalah menggunakan bur taper no 10 dan 12

dari nickel-titanium untuk membentuk saluran atas.

43
Penentuan akses stright-line

Seperti pada gigi anterior, akses stright-line sangat penting untuk keberhasilan

bentuk preparasi. File harus memiliki akses tanpa hambatan ke foramen apikal atau

titik pertama kelengkungan kanal agar dapat membentuk dan membersihkan dengan

baik. Dokter harus menilai semua akses straight line ke kanal ini dan membuat semua

penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

Inspeksi visual dari lantai ruang pulpa

Silahkan lihat bagian sebelumnya di bawah persiapan akses anterior.

Perbaikan dan penghalusan dari margin restoratif

Pada restorasi sementara atau permanen, margin restoratif perlu diperbaiki

dan dirapikan untuk meminimalkan potensi kebocoran koronal. Restorasi permanen

akhir pilihan untuk gigi posterior yang telah menjalani terapi saluran akar adalah

mahkota atau onlay.

Maxillary First Premolar

Mayoritas dari gigi premolar pertama maksila memiliki dua buah saluran akar.

Sebuah furcation groove atau developmental depression pada aspek palatal dari akar

bagian bukal merupakan gambaran anatomi lain. Prevalensi dilaporkan antara 62%

sampai 100%. Groove tersebut berisiko pada perawatan endodontic dan

44
prosthodontik pada gigi ini. Pada bagian terdalam dari invaginasi, ketebalan dentin

rata-rata adalah 0,81mm.

Kamar pulpa dari gigi premolar satu maksila lebih luas ke bukolingual

dibandingkan dengan mesiodistal. Pada dimensi bukolingual outline kamar pulpa

terlihat adanya tanduk pulpa di bagian bukal dan palatal. Tanduk pulpa di bagian

bukal biasanya lebih besar. Orifice di bagian palatal sedikit lebih besar dibandingkan

dengan di bagian bukal. Apabila dipotong pada bagian CEJ, orifice di bagian palatal

lebih luas kea rah bukolingual, dan berbentuk seperti kidney. Saluran akarnya

berbentuk oval dari kamar pulpa dan melancip pada bagian apeks.

Gigi premolar satu maksila bisa memiliki satu, dua, atau tiga akar dan saluran;

lebih sering dua. Apabila terdapat dua saluran akar, letaknya yaitu di bukal dan

palatal; apabila tiga saluran akar, letaknya ada di mesiobukal, distobukal, dan palatal.

Preparasi akses untuk gigi premolar pertama maksila adalah oval atau slot

shaped. Lebih luas secara bukolingual, lebih sempit mesiodistal, dan terpusat

mesiodistal antara cusp tips. Karena kecekungan mesial dari akar, dokter gigi harus

berhati-hati agar tidak berlebihan dalam melakukan prepasi yang dapat menyebabkan

perforasi.

45
Maxillary Second Premolar

System saluran akar dari premolar kedua maksila adalah lebih luas

bukolingual daripada mesiodistal. Gigi ini bisa memiliki satu, dua, atau tiga akar dan

saluran akar. Dua atau tiga saluran akar biosa terdapat dalam satu akar. Mesiodistal

dan bukolingual aspek dari kamar pulpa sama dengan gigi premolar pertama maksila.

Akar dari gigi premolar kedua maksila kira-kira sama panjang denga gigi

premolar pertama maksila. Kedekatan gigi ini dengan sinus dapat dijadikan jalan

drainase untuk periradikular abses.

Apabila terdapat dua saluran akar, preparasi akses premolar kedua maksila

hamper sama dengan premolar pertama maksila. Karena gigi ini biasanya memiliki

satu akar, apabila terdapat dua saluran akan hamper sejajar satu sama lain. Apabila

hanya terdapat satu saluran, perluasan bukolingual sedikit dan sesuai dengan lebar

antara tanduk pulpa bukal dan palatal.

46
Maxillary First Molar

Gigi molar pertama maksila merupakan gigi dengan volum terbesar dan salah

satu yang meiliki akar dan saluran akar yang kompleks. Kamar pulpa lebih luas pada

dimensi bukolingual, terdapat empat tanduk pulpa (mesiobukal, mesiopalatal,

distobukal, dan distopalatal). Outline form cervical dari kamar pulpa berbentuk

jajargenjang, terkadang dengan ujung yang membulat. Orifice saluran bagian palatal

terpusat di palatal. Orifice saluran mesiobukal utama (MB-1) bukal dan mesial

terhadap orifice distobukal. Orifice saluran mesiobukal kedua (MB-2) terletak di

palatal dan mesial dari MB-1. Sebuah garis digambarkan untuk menghubungkan

ketiga orifice saluran utama (mesiobukal MB, distobukal DB, dan palatal P).

47
Terdapat tiga akar dari molar pertama maksila yaitu akar mesiobukal, akar

distobukal, dn akar palatal. Akar palatal merupakan akar yang paling panjang dan

memiliki diameter terbesar sehingga lebih mudah untuk melakukan akses. Akar

palatal biasanya melengkung ke bukalpada sepertiga apical. Dari orificenya saluran

akar palatal agak pipih. Akar distobukal berbentuk kerucut. Dari orificenya, saluran

akarnya adalah oval dan menjadi bulat di sepertiga apical. Saluran akar mesiobukal

oval dan lebih luas mesiobukal.

Dokter gigi harus selalu ingat bahwa letak dari saluran MB-2 segaris antara

MB-1 dan orifice palatal, tidak lebih dari 3,5mm palatal dan 2mm mesial dari orifice

MB-1.

Karena hampir semua molar pertama maksila selalu memiliki empat saluran,

kavitas akses memiliki bentuk jajargenjang dengan pojok sesuai dengan orifice.

Dinding bukal harus sejajar dengan garis yang menghubungkan orifice MB-1 dan

orifice DB serta tidak ke permukaan bukal dari gigi.

48
Maxillary Second Molar

Dilihat dari bagian korona, molar kedua maksila mirip dengan molar pertama

maksila. Anatomi akar dan salurannya juga serupa, meskipun terdapan perbedaan.

Gambaran morfologi dari gigi molar kedua maksila adalah terdapat tiga akar yang

berdekatan dan terkadang fusi. Dan juga lebih pendek dari molar pertama dan tidak

terlalu melengkung. Molar kedua maksila biasanya memiliki satu saluran di setiap

akarnya.

Apabila terdapat empat saluran, preparasi kavitas akses dari gigi molar kedua

maksila berbentuk jajargenjang namu lebih kecil dari molar pertama maksila. Apabila

hanya tiga saluran, kavitas akses berbentuk segitiga yg membulat. Apabila hanya dua

saluran akar maka bentuknya adalah oval dan melebar pada dimensi bukolingual.

49
Maxillary Third Molar

Kehilangan gigi molar pertama dan kedua merupakan alas an mengapa molar

ketiga harus dipertimbangkan. Pemeriksaan dari morfologi akar merupakan hal yang

penting sebelum perawatan dilakukan. Anatomi dari molar ketiga tidak terprediksi

dan sebaiknya diperiksa morfologi dari saluran akarnya.

Anatomi akar dari molar ketiga maksila bervariasi. Gigi ini bisa memiliki satu

sampai empat akar dan satu sampai enam saluran. Molar ketiga maksila biasanya

memiliki tiga akar dan tiga saluran akar.

Bentuk kavitas akses dari molar ketiga bisa sangat bervariasi. Karena biasanya

terdapat tiga saluran aka, preparasi akses bisa berbentuk oval ataupun segitiga

membulat. Orifice MB, DB, dan P biasanya terletak dekat.

50
C-Shaped

Kanal berbentuk C pertama kali diakui oleh Cooke dan Cox pada tahun 1979.

C-shaped dinamakan demikian karena morfologi mereka berbentuk penampang C

pada saluran akar gigi. Gigi ini umumnya memiliki kerucut yang menyatu pada akar

& alur memanjang di permukaan lingual atau bukal dari akar ( Biasanya alur,

sebagian besar berada di lingual ). Kanal berbentuk C memiliki sirip yang

menghubungkan dua atau lebih saluran akar. Kavitas mungkin muncul sebagai

pembuka berbentuk pita tunggal dengan 180 ° busur yang menghubungkan dua kanal

utama. Hal ini berspekulasi bahwa anatomi ini disebabkan oleh kegagalan epitel

selubung akar Hertwig pada permukaan akar lingual atau bukal. Namun dapat juga

dibentuk oleh koalesensi karena deposisi sementum.

51
Klasifikasi Melton (1991) :

1. Tipe I: C-shaped berbentuk kanal

2. Tipe II: Berbentuk semi-colon

3. Tipe III: Dua kanal yang terpisah.

4. Tipe 1V : Berada pada pertemuan bidang

5. Tipe 5 : Tidak ditemukan kanal

Ruang pulpa biasanya terletak di dalam. Dalam sebuah studi terbaru oleh Fan

B et al., Di 98,1% dari gigi ini, lubang terletak 3mm bawah CEJ. Oleh karena itu hal

ini harus diperhitungkan selama pembukaan akses.

Kanal umumnya lebih dekat dengan furkasi dan sangat rentan untuk

terjadinya perforasi baik selama pembersihan & membentuk atau penempatan pos.

52
ERRORS IN ACCESS CAVITY PREPARATION

Kesalahan dapat saja terjadi pada akses preparasi cavitas. Sebagian besar kegagalan

mencerminkan kekurangannya pemahaman tentang morfologi gigi internal dan eksternal.

1. Akses yang buruk dan tidak memadai (inadekuat) menyebabkan bagian mesial

yang tidak terlihat. Informasi tentang posisi dan lokasi ruang pulpa bisa

diperoleh dari evaluasi pada saat pretreatment yaitu radiologi. Khususnya

radiografi bitewing dan perkiraan dari anatomi gigi di cementoenamel

junction.

2. Perluasan yang inadekuat dibagian distal akses cavitas meninggalkan

distooklusal canal orifice menjadi tidak terlihat. Semua developmental

grooves harus ditelusuri untuk menentukan batas preparasi dan tidak boleh

hilang pada bagian axial wall.

53
3. Kelebihan perluasan pada akses cavitas akan menyebabkan lemahnya struktur

koronal gigi terhadap restorasi akhir. Kesalahan ini diakibatkan karena

kegagalan untuk menentukan dimana posisi ruang pulpa dan angulasi bur.

4. Debris memungkinkan untuk masuk ke dalam lubang saluran hasil dari

kecelakaan iatrogenik. Tambalan amalgam dan debris dentin dapat memblok

lubang kanal, sehingga dapat menyebabkan pembentukan yang kurang tepat

dan pembersihan yang sulit. Pembongkaran dari restorasi dan irigasi berlebih

dapat membantu mencegah masalah tersebut.

5. Kegagalan dalam mempreparasi atap ruang pulpa adalah kesalahan yang

serius, karena tanduk pulpa telah terekpose. Radiografi bitewing merupakan

alat bantu yang baik dalam menentukan kedalam vertical.

6. Akses preparasi di atap ruang pulpa dan tanduk pulpa yang salah dapat

menyebabkan kelirunya dari lubang kanal. Warna atap yang keputihan,

kedalaman akses cavitas, dan kurangnya mengikuti alur developmental groove

dapat menyebabkan underextension. Lubang saluran akar umumnya

diposisikan sedikit ke apikal pada DEJ.

54
1. Preparasi yang berlebih oleh bur akan menyebabkan kegagalan pada

lingual gigi dan akan menyebabkan rusaknya struktur gigi bagian koronal

yang sering menyebabkan patahnya tulang koronal.

2. Pembukaan cavitas yang Inadekuat, karena rongga akses diposisikan

terlalu jauh dari gingiva tanpa incisal extention. Hal tersebut dapat

menyebabkan terdapat bekas kerusakan, perubahan warna pada coronal

karena terdapat sisa tanduk pulpa, instrumen yang inadekuat dan obturasi,

perforasi akar, canal ledging, dan apical transportation.

3. Perforasi di bagian labial disebabkan oleh kegagalan untuk melanjutkan

preparasi di bagian insisal sebelum bur masuk ke rongga akses.

55
4. Perforasi bifurkasi disebabkan oleh karena kegagalan untuk mengukur

ukuran antara bagian permukaan oklusal dan furkasi.

5. Perforasi pada bagian mesial dikarenakan kegagalan menyelaraskan bur

dengan sumbu panjang gigi. Biasanya kesalahan terjadi pada gigi dengan

mahkota penuh.

1. Kesalahan yang paling buruk, mengakses gigi yang salah karena

penempatan dental dam yang salah. Terutama jika gigi nya identik atau

mirip.

2. Bur dan files buruk ketika digunakan untuk imporer motion, tekanan yang

berlebihan, atau sebelum rongga akses telah dipersiapkan dengan baik.

Instrumen yang rusak dapat mengunci dinding canal yang dapat

menghilangkan struktur gigi yang berlebihan.

56
PREPARASI ONLAY KELAS II

Definisi

Onlay adalah suatu bentuk restorasi metal yang menutupi/meliputi seluruh bagian

dari cusp gigi posterior dan didesain untuk membantu memperkuat gigi yang sudah

rapuh akibat karies atau restorasi sebelumnya. Preparasi onlay biasa digunakan pada

gigi dengan karies yang luas. Berikut ini beberapa keuntungan yang didapat pada

preparasi onlay :

1. Distribusi oklusal luas sehingga menurunkan resiko fraktur

2. Struktur gigi lebih konservatif daripada full crown

3. Tidak mengiritasi gusi

Langkah Preparasi

Preparasi Inisial

1. Occlusal Reduction

Pada tahap ini cusp dikurangi untuk membuka akses dan menambah

visibilitas sebanyak 2 mm pada sentral groove. Preparasi dilebarkan ke arah

fasial/lingual tapi tidak lebih dari 2/3 jarak sentral groove ke puncak cusp.

Depth cusp dibuat sedalam 1,5mm pada permukaan oklusal yang tersisa. Jika

cusp sudah infraklusi pengurangan tidak perlu banyak. Sisa karies dan bentuk

retensi tidak dibuang pada tahap ini. Arah bur diposisikan mengikuti sumbu

panjang gigi yaitu 5-100 untuk gigi molar dan premolar kedua. Permukaan

57
gigi dirapihkan mengikuti topografi gigi. Bagian mesial dan distal jangan dulu

dikurangi. Dinding vertikal pendek, oleh karena ini divergensi dilebihkan 2-

50. Reduction cusp akan mengurangi retensi sehingga divergensi harus

ditambah.

2. Occlusal Step

Tahap ini akan menghasilkan jarak sebanyak 0,5mm pada central

groove antara cusp-cusp yang sudah direduksi dengan dasar pulpa. Pada tahap

ini dilakukan perluasan ke fasial dan lingual dengan kedalaman tetap hingga

ke proksimal DEJ. Selain itu dilakukan perluasan ke mesiodistal dengan

kedalaman tetap. Fungsi dari occlusal step adalah membentuk retensi dan

memberikan struktur wax pattern onlay yang rigid.

58
3. Box Proksimal

Pembentukan box proksimal sama seperti pada inlay.

B. Final Preparation

Tahap-tahap yang dapat dilakukan dalam tahap Final preparation adalah:

1. membersihkan seluruh dentin karies, sisa restorasi dan member proteksi pada

pulpa

2. Preparasi bevel dan flare

a. Aplikasikan semen base sebagai pulp protection bila perlu

b. Buat reverse bevel pada bagian fasial dengan menggunakan bur

silinder dengan kemiringan 400

c. Buat gingival bevel pada bagian margin dengan menggunakan bur

flame dengan kemiringan 300

d. Buat secondary flare menggunakan diamond fine-grit

e. Dapat dibuat retention groove bila perlu pada dinding fasial dan

lingual apabila dinding vertikal pendek sedalam 0,3mm

59
f. Posisi bur harus pararel dengan DEJ

g. Hindari eksponansi pulpa, preparasi, hanya sampai DEJ

3. Modifikasi preparasi onlay

Dengan melakukan perluasan ke permukaan groove fasial ataupun lingual

termasuk smooth surface facial yang terkena karies, cusp yang fraktur, dan

injury lainnya. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan retensi dari preparasi.

Pada kasus karies yang dangkal dan moderat, preparasi dilakukan dengan

mengikuti bentuk preparasi inlay. Jika terapat fraktur pada cusp mesiolingual

Molar rahang bawah, maka cusp dari gigi tersebut dihilangkan. Setelah itu

buat shoulder peripendikular ke oklusal force dengan memperluas dinding

proksimal dasar gingival. Syarat pembuatan shoulder ini sendiri, antara lain :

a. Menambah resistance form

b. Membentuk vertical wall pada bagian email di lingual yang tersisa

c. Margin gingival dan bevel membentuk sudut 300, margin lingual dan

bevel membentuk sudut 400. Dimana kedua bevel ini harus pararel

pada permukaan fasial.

d. Membentuk skirt di mesiofasial dengan perluasan ke groove fasial

untuk meningkatkan retensi

Pada kasus gigi yang memiliki mahkota yang pendek, modifikasi bentuk

preparasi dapat dilakukan untuk memenuhi sifat retentive dan resisten, dengan

cara :

60
a. Preparasi minimal (sekitar 20) pada dinding vertikal menggunaan

tapered

b. Bentuk retention groove tambahan

c. Perluas preparasi ke groove fasial ataupun lingual dengan bentukan

skirt & collar

Untuk meningkatkan fungsi estetik pada gigi premolar rahang atas dan

molar pertama rahang bawah, dapat juga dilakukan modifikasi dengan cara :

a. Kurangi restorasi metal di bagian fasial

b. Pada cusp mesiofasial molar rahang atas dan fasial premolar rahang

antas, lakukan reduksi 0,75-1 mm saja

c. Kedalaman preparasi sedalam 1,5mm agar preparasi lebih rigid

d. Cusp tidak perlu diberi counter bevel tetapi buat blunting sekitar

0.5mm

e. Buat secondary flare dengan bur fine grit paper disc, dan buat

kemiringan untuk margin cavosurface 400-500 jika memungkinkan

f. Apabila perluasan dilakukan kearah yang mengganggu estetik gunakan

komposit terlebih dahulu

Untuk gigi yang telah dilakukan perawatan endodontik, modifikasi harus

dilakukan dengan memberikan perlindungan khusus karena gigi yang rapuh dengan

61
cara preparasi skirt atau collar preparation. Langkah-langkah yang dilakukan untuk

modifikasi pada perawatan endodontik adalah:

a. Ekskavasi kamar pulpa ke chamber floor sedalam 1-2 mm

b. Letakkan amalgam foundation

c. Pada premolar gunakan saluran dist metal untuk mencegah fraktur

horizontal kelseluruhan gigi dari mahkota ke akar

d. Post diperluas 2/3 panjang akar menyisakan 3 mm dari root canal filling

material di bagian apikal

Sedangkan untuk restorasi ke bidang oklusal pada gigi molar yang rotasi

dilakukan dengan cara:

a. Melakukan pengurangan oklusal, bila bagian mesial lebih kecil dari

bidang oklusal

b. Pembuatan bevel counter yang meluas ke gingival

c. Perluasan margin mesiofasial dan mesio lingual sampai dengan

permukaan fasial dan lingual dalam keadaan tertentu untuk membuat

kontur permukaan mesial ke proksimal

Skirt Preparation

Skirt preparation merupakan perpanjangan tipis dari margin proximal fasial atau

lingual dari onlay yang memanjang dari primary flare ke line angle gigi dengan

62
menggunakan bur diamond flame shaped dan slender. Syarat dari skirt preparation

adalah:

a. Konservatif untuk retensi dan resistensi

b. Atraumatik

c. Seluruhnya berada pada enamel

Kelebihan skirt preparation bila ditambahkan pada 3-4 line angle:

a. Mencegah terjadinya fraktur

b. Menahan gigi terhadap gaya yang diarahkan

c. Menambah kekuatan gigi

d. Memberi bentuk preparasi onlay di proksimal pada gigi yang diastema

Kekurangan skirt preparation:

a. Kurang estetik

b. < 140 derajat cavosurface angle

c. Sejajar dengan bevel gingivalbisa terjadi penurunan pada kekuatan gigi bila

terjadi over reduce di line angle

63
Collar Preparation

Collar preparation adalah preparasi yang ditujukan untuk preparasi MOD

yang berbentuk kerah dan menggunakan bur carbid no. 271. preparasi ini tidak

dianjurkan untuk premolar 1 dan molar 1 rahang atas.

Bentuk preparasi:

a. 0,8 mm di lingual atau fasial

b. Tinggi 2-3 mm

c. Sudut dibulatkan, oklusal dikurangi lagi sekitar 1 mm sesuai kontur gigi

d. Bevel lagi sudutnya 2-3 derajat

Slot preparation

Slot preparation adalah preparasi untuk retensi onlay MO. Preparasi dilakukan

hingga pulpa tereksposur, menghilangkan dentin dan support distal enamel. Lebar

dan tinggi perforasi permukaan distal sebanyak 2 mm.

64
DAFTAR PUSTAKA

Vertucci, F. J., & Haddix, J. E. (2011). Tooth Morphology and Access Cavity
Preparation. In Cohen’s Pathway of the Pulp (Vol. 10, p. 84). St. Louis: Mosby
Elsevier.

65