Anda di halaman 1dari 25

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN PEKTIN HASIL EKSTRAKSI KULIT BUAH NAGA


SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM BERAT

BIDANG KEGIATAN :
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh :
Mira Homsatun (13 614 011) Ketua
Angkatan : 2013
Muhammad Rheza Zikri Hermawan (13 614 004) Anggota 1
Angkatan : 2013
Angga Irfandy (14 614 028) Anggota 2
Angkatan : 2014
Muhammad Ishaq (14 614 028) Anggota 3
Angkatan : 2014
Sarah Elvina Anggota 4
Angkatan : 2015

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA


SAMARINDA
TAHUN 2015

i
PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Pektin Hasil Ekstraksi


Kulit Buah Naga sebagai Biosorben
Logam Berat
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Mira Homsatun
b. NIM : 13 614 011
c. Jurusan : Teknik Kimia
d. Universitas/Institut/Politeknik : Politeknik Negeri Samarinda
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jalan Dr. Soetomo Gg. 4A Blok C RT
33 No. 42 Kel. Sidodadi Kec.
Samarinda Ulu/085348870191
f. Alamat email : homsatunmira@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 5 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Syarifuddin Oko, S.Si., M.Sc
b. NIDN : 0025027603
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Perumahan Gemilang Blok S No 132
Samarinda Seberang/085246282169
6. Biaya kegiatan Total
a. Dikti : Rp 12.490.000,-
b. Sumber lain : Rp 0,-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
RINGKASAN ....................................................................................................... iv
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah............................................................................ 2
1.3 Tujuan Khusus.................................................................................... 3
1.4 Urgensi Penelitian .............................................................................. 3
1.5 Luaran yang Diharapkan .................................................................... 3
1.6 Manfaat Penelitian ............................................................................. 3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Logam Berat ...................................................................................... 4
2.2 Pektin.................................................................................................. 5
2.3 Mekanisme Penyerapan Logam Berat oleh Pektin ............................ 5
2.4 Daya Serap Pekti ................................................................................ 6
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Penelitian yang Akan Dilakukan ....................................................... 7
3.2 Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 7
3.3 Analisa Produk ................................................................................... 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Biaya .................................................................................................. 9
4.2 Jadwal Kegiatan ................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 10
LAMPIRAN

iii
RINGKASAN
Logam berat merupakan salah satu penyebab masalah kerusakan lingkungan.
Sumber pencemaran logam berat adalah, pertambangan dan industri. Logam-logam
berat diketahui dapat mengumpul di dalam tubuh organisme, dan tetap tinggal
dalam tubuh dalam jangka waktu lama sebagai racun yang terakumulasi. Untuk
menurunkan kadar logam berat dapat dilakukan dengan proses biosorpsi
menggunakan biosorben berasal dari limbah pertanian. Salah satu limbah pertanian
melimpah di Kalimantan Timur khususnya Tenggarong Sebrang adalah kulit buah
naga dengan potensi kulit buah naganya sebesar 3360 kg/tahun. Kandungan kulit
buah naga yang dapat digunakan sebagai biosorben yaitu pektin dengan kadar
metoksil rendah. Pektin buah naga termasuk dalam pektin dengan kadar metoksil
rendh sehingga mampu menurunkan kadar logam berat. Untuk mendapatkan pektin,
dapat dilakukan dengan mengekstraksi kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan
untuk memanfaatkan kulit buah naga sebagai sumber bahan baku pektin, yang akan
digunakan sebagai biosorben guna menurunkan kadar logam berat seperti Pb, dan
Fe. Proses ekstraksi menggunakan 50 gram sampel kulit buah naga yang telah
dipreparasi, pelarut asam oksalat 0,25% pH 4,6 pada suhu 85oC sebanyak 800 mL,
waktu ekstraksi selama 60 menit. Hasil ekstraksi digumpalkan dengan
menggunakan isopropanol 85% dan akan dijadikan biosorben untuk menurunkan
kadar logam berat. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan waktu pengadukan
dan konsentrasi biosorben yaitu pektin untuk menentukan kondisi yang optimum
serta memvariasikan kadar logam berat untuk menentukan kapasitas adsorpsi
biosorben dalam kondisi yang optimum. Parameter kualitas biosorben pektin adalah
kemampuan menurunkan kadar logam berat yang akan diuji dengan
Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Penelitian ini diharapkan memiliki nilai
ekonomis dan efektif karena memanfaatkan kulit buah naga untuk menurunkan
kadar logam berat.
Kata Kunci : biosorben, kulit buah naga, logam berat, pektin

iv
1

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Logam berat merupakan salah satu bahan penyebab masalah kerusakan
lingkungan. Keberadaan logam-logam ini sangat berbahaya, meskipun dalam
jumlah yang kecil. Berbagai kegiatan manusia sepertikegiatan pertambangan,
pelapisan dan pencampuran logam, industri minyak dan pigmen, pembuatan
pestisida dan industri penyamakan kulit sangat berpotensi menghasilkan
limbah yang mengandung logam berat (Igwe dan Abia 2006; Kaewsarn dkk,
2008). Logam berat merupakan zat yang beracun serta umumnya bersifat
karsinogenik yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan seperti laut,
sungai, udara, dan tanah. Oleh karena itu, pengolahan dan penghilangan logam
berat sangat diperlukan.
Menurut JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), (2014) sungai Sangata
pernah mengalami dampak dari pencemaran logam berat timbal (Pb) dengan
intensitas Pb 18 kali lebih tinggi dari batas normal yang dperbolehkan 0,1 ppm
sehingga menyebabkan warga sekitar sungai menjadi krisis air bersih.
Penyebab pencemaran logam berat tersebut telah diketahui oleh Balai
Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Kartanegara yang mana berasal dari
tambang melalui air Sungai Bendili. Sehingga sejak 4 Desember 2014 BLH
Kabupaten Kutai Kartanegara setempat telah menutup Sungai Bendili tersebut.
Selain itu, menurut JATAM terdapat 150 lubang bekas galian pertambangan
batu bara di Samarinda yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya. Air
lubang tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat meresap ke
sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Logam berat dan yang
terkandung dalam air lubang tambang tersebut yaitu Fe, Cu, Pb dan Zn (Canter,
1977 dalam Notohadiprawiro, 2003). Logam-logam berat tersebut diketahui
dapat mengumpul di dalam tubuh organisme, dan tetap tinggal dalam tubuh
dalam jangka waktu lama sebagai racun yang terakumulasi.
Beberapa proses pengambilan logam berat yang telah ada diantaranya
adalah pengendapan secara kimia, ion exchange, pemisahan dengan membran,
elektrolisa dan ekstraksi dengan solvent (Das dkk., 2008). Akan tetapi, proses-
proses ini memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah produksi lumpur
limbah beracun yang tinggi dan dapat menyulitkan proses penanganan serta
pembuangannya (Prasad dan Abdullah, 2009). Selain itu, proses-proses diatas
umumnya memerlukan biaya tinggi serta kurang efektif bila diaplikasikan pada
konsentrasi limbah yang rendah (Ashraf,2010).
Alternatif lain dalam pengolahan limbah yang mengandung logam berat
adalah penggunaan bahan-bahan biologis sebagai adsorben yang prosesnya
disebut sebagai biosorption. Keuntungan penggunaan proses biosorption
diantaranya adalah biaya yang relatif murah, efisiensi tinggi pada larutan encer,
minimalisasi pembentukan lumpur, serta kemudahan proses regenerasinya
(Ashraf, 2010). Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk biosorben yaitu
mikroorganisme namun memilki beberapa kendala diantaranya adalah sangat
2

dipengaruhi oleh kontaminan lain,adanya kebutuhan perawatan serta


pemberian nutrisi tambahan (Torresday dkk., 2004).
Mengatasi kondisi tersebut maka alternatif bahan biologis lain yang dapat
digunakan adalah limbah produk-produk pertanian. Pemanfaatan dan
penggunaan limbah pertanian sebagai bahan baku biosorben selain dapat
membantu mengurangi volume limbah juga dapat memberdayakan limbah
menjadi suatu produk yang mempunyai nilai jual. Oleh karena itu, potensi
limbah pertanian sangat besar untuk digunakan sebagai bahan baku biosorben
logam berat (Kurniasari,2010).
Pada penelitian ini akan digunakan limbah pertanian yaitu berupa kulit buah
naga. Menurut hasil wawancara dari narasumber pemilik kebun buah naga di
daerah L1, Tenggarong Seberang yang bernama Siti Fatimah (2014),
mengatakan produksi buah naga per bulan sebanyak 800 kg/ha. Jadi, dalam
setahun diperoleh produksi buah naga sebanyak 9600 kg. Dan kulitnya
memiliki 30-35% berat dari buahnya (Jamilah, 2011) sehingga diperoleh
potensi kulit buah naganya sebesar 3360 kg/tahun.
Melimpahnya kulit buah naga tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan
baku biosorben karena kulit buah naga mengandung pektin yang dalam jumlah
yang cukup banyak, sebesar 95% (Mardiyah, 2015). Pektin sendiri banyak
mengandung gugus metoksil yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber
biosorben (Wong dkk,2008; Mata dkk,2009). Berdasarkan kandungan metoksil
dan derajat esterifikasi, pektin buah naga dikategorikan sebagi pektin metoksil
rendah (Ismail dkk., 2012). Pektin yang dapat diaplikasikan sebagai biosorben
logam berat adalah pektin jenis LMP (Low Methoxyl Pectin) yang dapat
langsung diambil dari tanaman yang mengandung LMP atau dari HMP (High
Methoxyl Pectin) yang mengalami proses demetilasi atau modifikasi (Riwayati
dkk.,2012).

1.2 Rumusan Masalah


Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang menggantungkan
kehidupan ekonominya kepada pertambangan. Dengan begitu, banyak kegiatan
pertambangan di Kalimantan Timur yang salah satunya yaitu tambang batu bara
yang mana menghasilkan limbah cair dengan mengandung logam berat yang
dapat mencemari perairan di sekitarnya. Selain itu terdapat banyak lubang-
lubang bekas tambang batubara terutama di Samarinda yang berisi air dengan
kandungan logam berat berbahaya yang tinggi. Jika air tersebut meresap ke
sistem air tanah maka dapat mencemari air tanah sekitar sehingga mengganggu
ekosistem kehidupan makhluk hidup. Oleh karena itu, perlu dilakukan
penurunan kadar logam tersebut dengan proses biosrpsi menggunakn pektin
sebagai biosorben.
Potensi buah naga di Kalimantan Timur yang cukup melimpah khusunya
Tenggarong Sebrang maka menghaslikan limbah kulit buah naga juga
melimpah. Dengan potensi kulit buah naga sebagai limbah padat dari buah naga
yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan
3

produktif yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan nilai gunanya.


Sedangkan kulit buah naga mengandung pektin dengan kadar metoksil rendah
sehingga dapat dijadikan biosorben logam berat untuk mengatasi masalah
pencemaran logam berat akibat kegiatan pertambangan. Serta proses penurunan
kadar logam berat seperti Pb dan Fe dengan menggunakan biosorben dari pektin
kulit buah naga belum pernah dilakukan.

1.3 Tujuan Khusus


Tujuan dari penelitian adalah :
1. Mengetahui waktu pegadukan dan konsentrasi optimum biosorpsi logam Pb
dan Fe menggunakan biosorben dari pektin kulit buah naga.
2. Mengetahui kapasitas adsorpsi pektin kulit buah naga dalam penurunan
kadar logam berat Pb dan Fe.

1.4 Urgensi Penelitian


1. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan tropis terbesar
dengan logam berat harus mendapat perhatian utama karena berdampak
buruk bagi kesehatan. Kalimantan sendiri termasuk dalam 10 kawasan
paling tercemar logam berat akibat pertambangan di dunia menurut
Blacksmith Institute. Di Kalimantan Timur terutama Samarinda terdapat
banyak lubang berisi air yang kandungan logam beratya sangat tinggi. Salah
satu metode penurunan kadar logam berat adalah dengan biosorben. Dengan
potensi alam Indonesia terutama Kalimantan Timur yang menghasilkan
buah naga sangat besar, maka penggunaan pektin dari kulit buah naga untuk
penurunan kadar logam berat menjadi hal yang sedang mendapat perhatian.
2. Kulit buah naga selama ini hanya dibuang begitu saja padahal kulit buah
naga mengandung gugus metoksil yang dapat mengikat logam berat.
3. Memanfaatkan limbah kulit dari komoditas unggulan buah di Kalimantan
Timur untuk bahan baku ekstraksi pektin dari kulia buah naga yang
dijadikan sebagai biosorben logam berat.

1.5 Luaran Yang diharapkan


1. Diperoleh konsentrasi optmimum penggunaan biosorben dari pektin kulit
buah naga yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah logam berat
dan melimpahnya limbah kulit buah naga.
2. Publikasi ilmiah pada jurnal Teknik Kimia non akreditasi.
3. Publikasi ilmiah dalam seminar nasional.

1.6 Manfaat penelitian


Pembuatan biosorben dari pektin dengan memanfaatkan kulit buah naga,
dan dapat diaplikasikan untuk memecahkan masalah lingkungan yaitu
pencemaran logam berat.
4

BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Logam Berat
Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar
dari 5 g/cm3, terletak di sudut kanan bawah pada sistem periodik unsur,
mempunyai afinitas yang tinggi terhadap S dan biasanya bernomor atom
antara 22 sampai 92, dari periode 4 sampai 7 ( Miettinen, 1977 dalam
Ernawati, 2010). Pencemaran logam berat biasanya diawali dari proses
kegiatan laboratorium, pertambangan ataupun produksi dari industri. Limbah
proses produksi merupakan hasil samping produksi yang jika terbuang ke
lingkungan tanpa pengolahan khusus dapat menyebabkan pencemaran di air,
udara dan tanah. Pencemaran di air akan berdampak buruk bagi biota air,
sedangkan manusia dapat tercemar logam berat dari air yang mereka minum.
Udara dan tanah juga dapat tercemar oleh logam berat yang nantinya dapat
mencemari tumbuhan. Dimana tumbuhan menjadi komoditi penting untuk
manusia dan binatang ternak. Logam berat yang terakumulasi di dalam tubuh
dapat menyebabkan kanker atau gangguan fungsi organ lainnya (Arifin,
1997). Menurut Fardiaz (1992) beberapa logam berat yang berbahaya dan
sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal atau
timah hitam (Pb), arsenik (As), tembaga (Cu), kadmium (Cd), kromium (Cr),
dan nikel (Ni). Sebagai indikator, akan digunakan logam yang paling banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah timbal (Pb) dan besi (Fe).
Menurut KEPMENLH no.51/MENLH/10/1995 nilai baku mutu kadar logam
limbah industri golongan I untuk timbal (Pb) , tembaga (Cu), dan Besi (Fe)
berturut-turut yaitu 0,1 mg/L, 2 mg/L dan 5 mg/L.
Timbal adalah logam berat yang paling berbahaya kedua setelah Hg,
karena Hg bersifat akut, sedangkan Pb bersifat akumulatif (Saeni, 1997).
Pencemaran lingkungan oleh Pb dapat berasal dari percetakan dan juga dari
pipa yang dilas dengan formulasi timbal, apabila pipa mengalami korosi, dapat
mengakibatkan air untuk rumah tangga mempunyai kemungkinan kontak
dengan timbal.
Logam besi (Fe) merupakan salah satu logam berat yang keberadaannya
ada pada setiap tempat di bumi, baik sebagai terlarut Fe2+ atau Fe3+. Besi pada
permukaan air memiliki konsentrasi rendah sekitar 1 mg/l, namun kadar besi
di dalam air tanah dapat jauh lebih tinggi. Besi (Fe) merupakan ion logam yang
dibutuhkan oleh tubuh. Sekalipun Fe dibutuhkan oleh tubuh, tapi jika kadar Fe
yang masuk tubuh dalam dosis besar dapat menyebabkan kerusakan dinding
usus, yang merupakan organ pencernaan paling penting dari tubuh manusia.

2.2 Pektin
Pektin secara umum terdapat di dalam dinding sel primer tanaman,
khususnya di sela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa-senyawa
pektin juga berfungsi sebagai bahan perekat antara dinding sel yang satu
dengan yang lain. Bagian antara dua dinding sel yang berdekatan tersebut
disebut lamela tengah.Senyawa-senyawa pektin merupakan polimer dari
5

asam D-galakturonat yang dihubungkan dengan ikatan β-(1,4)-glukosida;


asam galakturonat merupakan turunan dari galaktosa.
Pada umumnya senyawa-senyawa pektin dapat diklasifikasi menjadi
tiga kelompok senyawa yaitu asam pektat, asam pektinat (pektin) dan
protopektin. Pada asam pektat, gugus karboksil asam galakturonat dalam
ikatan polimernya tidak teresterkan. Asam pektat dapat membentuk garam
seperti halnya asam-asam lain. Asam pektat terdapat dalam jaringan
tanaman sebagai kalsium atau magnesium pektat.

Gambar 1. Struktur Fungsional Pektin (Herbstreith dan Fox, 2005)


Asam pektinat, disebut juga pektin, dalam molekulnya terdapat ester
metil pada beberapa gugusan karboksil sepanjang rantai polimer dari
galakturonat. Bila pektinat mengandung metil ester cukup yaitu lebih dari
50% dari seluruh karboksil, disebut pektin. Pektin mempunyai sifat
terdispersi dalam air dan seperti halnya asam pektat, pektin juga dapat
membentuk garam yang disebut garam pektinat. Dalam bentuk garam
inilah pektin tersebut berfungsi dalam pembuatan jeli dengan gula dan
asam. Pektin dengan kandungan metoksil rendah adalah asam pektinat
yang sebagian besar gugusan karboksilnya bebas tidak teresterkan. Pektin
dengan metoksil rendah ini dapat membentuk gel dengan ion-ion
bervalensi dua (Winarno, 2008).

2.3 Mekanisme Penyerapan Logam Berat oleh Pektin


Menurut Kupchik dkk (2005), gugus karboksilat dari pektin mampu
bereaksi dengan ion-ion logam berat untuk membentuk senyawa kompleks
yang tidak larut dalam air dan dapat bereaksi melalui feses. Derajat
esterifikasi sangat mempengaruhi reaktivitas pektin terhadap ion logam
berat. Pektin di dalam larutan berkumpul dan membentuk kantung-kantung
yang dapat membentuk kompleks dengan kation logam. Setiap kantung
tersebut memiliki muatan negatif sehingga mampu menarik atau menyerap
kuat kation logam yang memiliki muatan positif. Namun pada 24 logam
yang beracun, terutama raksa, cadmium dan logam radioaktif memiliki
afinitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam esensial. Serat pektin
6

yang telah berikatan dengan logam ini dapat dengan mudah diekskresikan
dari tubuh melalui feses (Eliaz dkk, 2007 dalam Syah 2010).

2.4 Daya Serap Pektin


Pektin memiliki kemampuan sebagai antidotum untuk pertama kali
ditemukan pada tahun 1951, dan pada tahun 1952 yang dibuktikan secara in
vivo terhadap penyerapan strontium dalam jaringan gastroinstestinal.
Strontium 0,1% yang terdapat dalama darah terjadi pengurangan kadar
setelah diberikan pektin dalam waktu 24 jam. Pengikatan logam oleh pektin
karena adanya gugus-gugus yang memiliki pasangan elektron bebas
terhadap kation logam seperti gugus karboksilat dan hidroksi yang terdapat
pada polimer pektin, sehingga kation logam dapat tertarik dan berikatan
membentuk kompleks pektin dan logam (Endress, 1991). Menurut
penelitian Wong dkk (2008), daya serap pektin dapat ditingkatkan dengan
cara memodifikasi pektin tersebut. Wong memodifikasi pektin dari kulit
durian dan kulit buah jeruk membentuk rantai yang lebih pendek dan lebih
larut.
Tabel 2. Persentase penghilangan ion logam berat dengan jenis pektin
yang berbeda pada penelitian Wong dkk(2008)
Jenis pektin Ion Logam
Cd(II) Cu(II) Zn(II) Pb (II) Ni(II)
Pektin citrus 38,43 80,01 41,56 67,06 52,43
Pektin citrus termodifikasi 93,96 98,40 94,41 97,89 92,72
Pektin kulit durian 10,52 54,94 8,46 38,57 26,12
Pektin kulit durian 40,04 81,24 42,5 57,86 53,58
termodifikasi
Kelarutan pektin akan meningkat dengan derajat esterifikasi dan
turunnya berat molekul dan semakin mudah pektin larut dalam air maka
akan semakin mudah untuk mengendapkannya dengan suatu elektrolit.
Kupchik dkk (2005) melakukan modifikasi dengan cara mengurangi gugus
metoksil dari pektin, sehingga jumlah gugus karboksilat yang mengikat
logam menjadi lebih besar dibandingkan jumlah logam yang terikat pada
pektin yang tidak dimodifikasi (Cruess, 1988 dalam Syah 2010).
7

BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Penelitian yang Akan dilakukan
Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan kulit buah naga yang
kemudian diekstraksi dan didapatkan pektin. Pektin tersebut kemudian akan
menjadi biosorben untuk proses adsorpsi terhadap logam berat Pb dan Fe.
3.1.2 Peralatan
Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adala peralatan
laboraturium, neraca analitik, gelas kimia, pisau, oven, blender, magnetic
stirrer, alat disentrifuge, buret, erlenmeyer, dan alat untuk analisa yaitu
Spektrofotometer Serapan Atom.
3.1.3 Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah naga,
beberapa pelarut seperti H2C2O4, isopropanol, acetone, aquades, Pb(NO)3,
kertas saring dan Fe. Serta HCl, NaOH dan indikator universal untuk analisa
produk.

3.2 Teknik Pengumpulan Data


3.2.1 Preparasi Sampel
Preparasi sampel kulit buah naga dengan mengupas kulit buah naga
kemudian kulit dipotong kecil-kecil yang selanjutnya dikeringkan di
dalam oven pada suhu 50oC selama 2 jam, diblender sampai halus dan
diperoleh serbuk sampel kulit buah naga. Mempersiapkan Alcohol
Insoluble Residu (AIR) dengan cara mencuci serbuk kulit buah naga
dengan isopropanol 85% pada suhu 20oC selama 20 menit.
3.2.2 Ekstraski Pektin
Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut amonium
oxalat 0.25% dengan pH 4,6 pada suhu 85oC selama 1 jam. Sebanyak
50 gram AIR dicampur dengan 800 mL pelarut kemudian dipisahkan
dengan kain nilon dan digumpalkan menggunakan isopropanol. Pektin
yang telah tergumpal dimurnikan dengan cara dicuci menggunakan
isopropanol dan acetone kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu
40OC selama beberapa jam hingga massanya konstan.
3.2.3 Biosorpsi Logam Berat oleh Pektin
a. Dilakukan proses adsorpsi dengan melibatkan 3 variabel tetap
konsentrasi Pb dan Fe 20 ppm dan variabel proses berubah yaitu
variasi waktu pengadukan dan konsentrasi adsorben terhadap logam
berat Pb dan Fe. Rancangan penelitian pada tabel 3.1
b. Dilakukan proses adsorpsi dengan melibatkan 2 variabel tetap yaitu
waktu pengadukan dan konsentrasi adsorben tetap (optimum) dan
variabel proses berubah yaitu konsentrasi Pbdan Fe. Rancangan
penelitian pada tabel 3.2
8

c. Dilakukan perhitungan logam berat yang terserap melalui persen


removal (%) dengan rumus untuk masing-masing proses yaitu proses
(a) dan (b):

Preparasi Kulit Buah Naga


Logam Berat Pb dan Fe

Ekstraksi
Pengadukan
Produk Ekstraksi
Adsorpsi
Penggumpalan

Analisa Logam Berat


Biosorben Pektin

Penurunan Kadar
Analisa Pektin Logam Berat
Gambar 2. Rangkaian Proses Penelitian

Tabel 3.1 Rancangan Penelitian


Konsentrasi Logam Berat (20 ppm)
Variabel
Pb Fe
Variasi waktu T1: T2: T3: T4: T1: T2: T3: T4:
(jam) A A A A A A A A
Variasi biosorben A1: A2: A3: A4: A1: A2: A3: A4:
(ppm) T T T T T T T T
A : massa biosorben dan T : waktu pengadukan

Tabel 3.2 Rancangan Penelitian


Konsentrasi Pektin dan Pengadukan Optimum
Variabel
Pb Fe
Variasi Logam T1: T2: T3: T4: T1: T2: T3: T4:
berat (ppm) A A A A A A A A
T: konsentrasi logam berat
A: konsentrasi biosorben dan pengadukan optimum

3.3 Analisa Produk


Analisa kuantitatif untuk pektin menggunakan metode gravimetri dan
analisa kadar metoksil menggunakan metode volumetri. Serta analisa logam
berat Fe dan Pb menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS).
9

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Biaya

Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P


No. Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan (Rp)
1 Peralatan Penunjang 3.100.000,00
2 Bahan Habis Pakai 4.415.000,00
3 Perjalanan 3.100.000,00
4 Lain-lain (Publikasi, seminar,
1.770.000,00
laporan)
TOTAL 12.385.000,00

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-P
Bulan ke-
No. Kegiatan
1 2 3 4
1 Persiapan alat dan bahan
2 Pembuatan ekstraksi pekti dari kulit buah naga
Proses biosorpsi penurunan kadar logam dengan
3
penambahan pectin
4 Analisa Laboraturium
5 Pengolahan Data
6 Pembuatan Laporan
10

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. KPC Langgar HAM & Rusak Lingkungan , Ini Kata JATAM,
(Online). Tersedia pada:http://energitoday.com/2014/08/26/kpc-langgar-
ham-rusak-lingkungan-ini-kata jatam/, diakses pada tanggal 29 September
2015.
Anonim. 2015. Malaikat Maut di 150 Lubang Tambang,(Online). Tersedia
pada: http://beritaborneo.co.id/malaikat-maut-di-150-lubang-tambang/,
diakses pada tanggal 25 September 2015.
Arifin. 1997. Studi Interaksi antara Kadmium dan Fitoplankton Lingkungan
Laut [Tesis]. Yogyakarta:Fakultas MIPA, Universitas Gajah Mada.
Ashraf, MA., Maah, MJ., Yusoff, I., 2010, Study of Banana peel (Musa
sapientum) as a Cationic Biosorben, American-Eurasian J.Agric &
Environ. Sci 8(1): 7-17
Das, N., Karthika, P., Vimala, R., Vinodhini, V.,2008, Use of Natural Products
as Biosorbent of Heavy Metals: An Overview, Natural Product Radiance,
Vol. 7(2), 133-138.
Ernawati. 2010. Kerang Bulu (Anadara Inflata) sebagai Bioindikator
Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Cadmium(Cd) di Muara
Sungai Asahan [Tesis]. Medan:Universitas Sumatera Utara.
Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Igwe, J.C and Abia, A.A., 2006, A Bioseparation Process for Removing Heavy
Metals from Waste Water Using Biosorbents, African Journal of
Biotechnology Vol.5(12), 1167-1179
Ismail, N. S. M. Nazaruddin, R. Norziah, M. H dan Zainudin, M. 2012.
Extraction and Characterization of Pectin from Dragon Fruit (Hylocereus
polyrhizus) using Various Extraction Conditions. Sains Malaysiana
41(1):41-45
Kurniasari, L., 2010, “Pemanfaatan Mikroorganisme dan Limbah pertanian
Sebagai Bahan Baku Biosorben Logam Berat” Majalah Ilmiah Fakultas
Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang, MOMENTUM, ISSN 0216
7395, Volume 6 Nomor 2, 5-8
Mata, YN., Blazquez, ML., Ballester, A.,Gonzalez, F., Munoz, JA., 2009,
Sugar-beet Pulp Pectin Gels as Biosorbent for Heavy Metals: Preparation
and Determination of Biosorption and Desorption Characteristics,
Chemical Engineering Journal 150, 289-301.
Notohadiprawiro, T. 2003. Pengelolaan Lahan dan Lingkungan Pasca
Penambangan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Prasad, AGD., Abdullah, MA., 2009, Biosorption of Fe(II) from Aqueous
Solution Using Tamarind Bark and Potato Peel Waste: Equilibrium and
Kinetic Studies, Journal of Applied Sciences in Environmental Sanitation
4(3): 273-282.
11

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran1. Biodata Ketua, Anggota, dan Pembimbing

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Mira Homsatun
gelar)
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Petro dan Oleo Kimia
4 NIM/NIDN 13 614 011
5 Tempat dan Tanggal Samarinda, 08 Juli 1996
Lahir
6 E-mail homsatunmira@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 0853 4887 0191

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri 006 SMP Negeri 4 SMA Negeri 3
Nama Institusi
Samarinda Samarinda Samarinda
Ilmu Pengetahuan
Jurusan - -
Alam
Tahun Masuk-
2002 - 2007 2007 -2010 2010-2013
Lulus

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Penghargaan Tahun
Juara II Mading Sains Fisika
1 Tingkat SMA se-Kalimantan FKIP Fisika Unmul 2012
Timur
Politeknik Negeri
2 2nd Winner of Debate 2014
Samarinda
Juara I Program Mahasiswa Politeknik Negeri
3 2015
Wirausaha Samarinda

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratandalam pengajuan Hibah PKM-P.
12

Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Muhammad Rheza Zikri Hermawan
gelar)
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Petro dan Oleo Kimia
4 NIM/NIDN 13 614 004
5 Tempat dan Tanggal Samarinda, 19 September 1995
Lahir
6 E-mail Rheza.zikri@yahoo.co.id
7 Nomor Telepon/HP 0852 4535 9460

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMP
SD Negeri
Muhammadiyah SMA Negeri 11
Nama Institusi 043
1 Samarinda
Samarinda
Samarinda
Ilmu
Jurusan - - Pengetahuan
Alam
Tahun Masuk-
2001 - 2007 2007 -2010 2010-2013
Lulus

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Penghargaan Tahun
Juara I LCCBN Tingkat Korem 091/ Aji Surya
1 2011
SMA se- Samarinda Natakesuma
Juara 1 Lomba Mading 2D Politeknik Negeri
2 2013
Memperingati 1 Muharram Samarinda

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratandalam pengajuan Hibah PKM-P.
13

Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Angga Irfandy Muhlis
gelar)
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Petro dan Oleo Kimia
4 NIM/NIDN 14 614 028
5 Tempat dan Tanggal Bontang, 19 Mei 1996
Lahir
6 E-mail Irfandyangga@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 085349197049

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri 004 SMP IT Yabis SMA Negeri 2
Nama Institusi
Bontang Bontang Bontang
Ilmu Pengetahuan
Jurusan - -
Alam
Tahun Masuk-
2002 – 2008 2008 -2011 2011-2014
Lulus

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Penghargaan Tahun
Juara II Jumbara Daerah
1 PMI Provinsi Kaltim 2012
PMI
2 Juara 1 Lomba Mading 3D PEMKOT Bontang 2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratandalam pengajuan Hibah PKM-P.
14

Biodata Anggota 3
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Muhammad Ishaq
gelar)
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Program Studi Petro dan Oleo Kimia
4 NIM/NIDN 14 614 025
5 Tempat dan Tanggal Kampuno, 18 Maret 1996
Lahir
6 E-mail muhammadishaq.mi19@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 082255277760

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri 010 SMP Negeri 5 SMA Negeri 3
Nama Institusi
Bontang Bontang Bontang
Ilmu Pengetahuan
Jurusan - -
Alam
Tahun Masuk-
2002 – 2008 2008 -2011 2011-2014
Lulus

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Penghargaan Tahun
Dispora Provinsi
1 Juara II Popprov 2012
Kaltim
2 Juara II Futsal PEMKOT Bontang 2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratandalam pengajuan Hibah PKM-P.
15

Biodata Anggota 4
D. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Sarah Elvina
gelar)
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknologi Kimia Industri
4 NIM/NIDN 15 644 049
5 Tempat dan Tanggal Balikpapan, 7 Januari 1997
Lahir
6 E-mail Sarahelvina07@gmail.com
7 Nomor Telepon/HP 08115556999

E. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SD Negeri 027
SMP Negeri SMA Negeri 5
Nama Institusi Terpadu
18 Balikpapan Balikpapan
Samarinda
Ilmu Pengetahuan
Jurusan - -
Alam
Tahun Masuk-
2003 – 2009 2009-2012 2012-2015
Lulus

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratandalam pengajuan Hibah PKM-P.
16

Biodata Dosen Pendamping


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Syarifuddin oko, S.Si, M.Sc
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Jabatan Dosen
4 NIPDN 0025027603
5 Tempat dan Tanggal Lahir Belawa Wajo, 25 Februari 1976
6 E-mail Syarif_oko96@yahoo.com
7 Nomor Telepon/HP 085246282169

B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2`
Nama Perguruan Universitas Hasanuddin Universitas Gadjah
Tinggi Mada
Bidang Ilmu Ilmu Kimia Ilmu Kimia
Tahun Masuk-Lulus 1996 – 2001 2009 - 2012
Judul Pembuatan gliserol Sintesis p-
Skripsi/Thesis/Disertasi dengan proses metoksibenzil asetat
penyabunan dari minyak dan p-
kelapa bekas dan metoksibenziltiol
kadaluarsa asetat dari minyak
adas dengan metode
sonikasi, gelombang
microwave dan
penggerusan
Nama Prof.Dr. Umar Ubbde, Dr. Tutik Dwi
Pembimbing/Promotor Ms Wahyuningsih, M.Sc

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentasion)


Volume/Nomor
No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal
/ Tahun
1 Pengaruh konsentrasi asam
dalam proses produksi Jurnal
biodiesel sebagai sumber ”Mekanik” JURNAL
energi alternatif dari minyak Vol.2 No.1 MEKANIK
jarak pagar dengan system Januari 2009
becth ISSN : 1979-
0708
2 Sintesis senyawa p- Vol.12 nomor 1,
metoksibenzil asetat sebagai juni 2012 :01-43 JURNAL
senyawa atraktan lalat buah MEDIA
jantan dari minyak adas PERSPEKTIF
menggunakan gelombang
ultrasonik
17

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian bidota ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Kewirausahaan.
18

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. PERALATAN PENUNJANG
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Blender Untuk 1 400.000,00 400.000,00
menghaluskan
sampel (unit)
Pisau Untuk mengupas 4 25.000,00 100.000,00
bahan baku
Sewa alat Pengeringan, 1 2.000.000,00 2.000.000,00
laboraturium pemanasan dan
penunjang pencampuran
(unit)

SUB TOTAL (Rp) 2.500.000,00


2. BAHAN HABIS PAKAI
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
H2C2O4 Proses ekstraksi
200 4.000,00 800.000,00
(gram)
Isopropanol Proses ekstraksi
5 52.000,00 260.000,00
(L)
Acetone Proses pencucian
3 65.000,00 195.000,00
(L)
Fe Limbah logam
100 8.200,00 820.000,00
simulasi (gram)
Pb(NO)3 Limbah logam
100 5.200,00 520.000,00
simulasi (gram)
Aquades Untuk campuran
100 3.000,00 300.000,00
proses (L)
Kertas Proses ekstraksi
Saring dan filtrasi 50 1.000,00 50.000,00
(lembar)
NaOH Analisa produk
100 1.300,00 130.000,00
(gram)
HCl Analisa produk
1 40.000,00 40.000.00
(L)
Indikator Analisa produk
1 75.000,00 75.000,00
universal (pack)
Analisa AAS Analisa produk
20 100.000,00 2.000.000,00
(set)
SUB TOTAL (Rp) 5.190.000,00
19

3. PERJALANAN
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Pengambilan
Transportasi 2 50.000,00 100.000,00
bahan baku
Perjalanan
Samarinda-
Seminar Nasional 1 3.000.000,00 3.000.000,00
Yogyakarta
(PP)
SUB TOTAL (Rp) 3.100.000,00
LAIN-LAIN
Justifikasi Harga Satuan
Material Kuantitas Jumlah (Rp)
Pemakaian (Rp)
Penelusuran Biaya internet dan
1 400.000.,00 400.000.,00
Pustaka komunikasi
Pembuatan
Penggandaan 8 100.000,00 800.000,00
Laporan
Publikasi Pendaftaran 1 500.000,00 500.000,00
SUB TOTAL (Rp) 1.700.000,00
TOTAL ANGGARAN YANG DIPERLUKAN (Rp) 12.490.000,00
20

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas


Alokasi
Program Bidang Uraian
No. Nama/NIM Waktu
Studi Ilmu Tugas
(Jam/Minggu)
Koordinator
Penelitian,
membuat
laporan
progress
Petro &
Teknik dan laporan
1 Mira Homsatun Oleo 18
Kima akhir,
Kimia
bertanggung
jawab
terhadap
hasil
penelitian
Mempersiap
kan bahan,
Muhammad Petro &
Teknik peralatan,
2 Rheza Zikri Oleo 12
Kimia mengambil
Hermawan Kimia i
data
penelitian
Analisis
bahan baku
Petro &
Teknik dan
3 Angga Irfandy Oleo 12
Kimia mengurus
Kimia
analisa
produk
Analisis
bahan baku
Petro &
Muhammad Teknik dan
4 Oleo 12
Ishaq Kimia mengurus
Kimia
analisa
produk
Mempersiap
kan bahan,
Teknologi
Teknik peralatan,
5 Sarah Elvina Kimia 12
Kimia mengambil
Industr
data
penelitian
21

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Peneliti

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
Jl. Dr. Ciptomangunkusumo Kampus Gunung Lipan Samarinda 75131
Telepon : PABX (0541) 260588 – 260553 – 262018. Fax. (0541) 260355
Website : www.polnes.ac.id E-mail : humas@polnes.net

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Mira Homsatun
NIM : 13 614 011
Program Studi : Petro dan Oleo Kimia
Jurusan : Teknik Kimia
Institusi : Politeknik Negeri Samarinda

Dengan ini menyatakan bahwa proposal Program Kreativitas Mahasiswa-


Penelitian (PKM-P) saya dengan judul: “Pemanfaatan Pektin Hasil Ekstraksi
Kulit Buah Naga sebagai Biosorben Logam Berat” yang diusulkan untuk tahun
anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau
sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.