Anda di halaman 1dari 3

STANDAR AUDIT

SA 200
Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit
Berdasarkan Standar Audit
Ruang Lingkup
SA ini menetapkan tujuan keseluruhan auditor independen, serta menjelaskan sifat dan ruang
lingkup suatu audit yang dirancang untuk memungkinkan auditor independen mencapai tujuan
tersebut.
Tujuan
Tujuan suatu audit adalah untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna laporan keuangan
yang dituju.Melalui pernyataan opini oleh auditor mengenai apakah penyajian laporan keuangan
bebas dari salah saji material dan apakah telah menerapkan suatu kerangka pelaporan keuangan
yang berlaku umum. Laporan keuangan yang diaudit adalah milik entitias yang disusun oleh
manajemen entitas, SA tidak mengatur mengenai tanggung jawab manajemen atas tata kelola,
namun tidak mengesampingkan peraturan peerundang-undangan yang mengatur tanggung jawab
mereka.
SA mengharuskan auditor untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan
keuangan secara keseluruhan bebeas dari kesalahan penyajian material baik disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan yang
tinggi, keyakinan memadai diperoleh dengan mengumpulkan bukti audit yang cukup dan tepat
untuk menurunkan risiko audit. Keyakinan memadai bukan merupakan sesuatu yang absolut,
karena terdapat keterbatasan inhern dalam melakukan audit.
Pada umumnya kesalahan penyajian, termasuk penghilangan penyajian, dipandang material jika,
baik secara individual maupun kolektif, kesalahan penyajian diperkirakan secara wajar akan
mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang dituju yang diambul berdasarkan laporan
keuangan
Opini Auditor berhubungan dengan laporan keuangan secara keseluruhan.
SA mengharuskan auditor untuk menggunakan pertimbangan profesional dan memelihara
skeptisisme profesional selama perencanaan dan pelaksanaan audit.
Tujuan Keseluruhan Auditor
Dalam kondisi auditor tidak mampu memperoleh keyakinan yang memadai dengan diterbitkannya
suatu opini wajar dengan pengecualian, SA mengharuskan auditor untuk menarik diri dari
perikatan, jika penarikan dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan.
Definisi :
a. Terminologi penyajian yang wajar
Mengakui secara eksplisit dan implisit bahwa untuk mencapai penyajian yang wajar auditor harus
mampu menyajikan pengungkapan melampau apa yang diharuskan kerangka pelaporan
Mengakui secara eksplisit bahwa manajemen mungkin perlu menyimpang dari apa yang ada dalam
kerangka pelaporan untuk mencapai penyajian yang wajar
b. Bukti audit
Informasi yang digunakan auditor untuk mencapai kesimpulan yang mendasari opini
auditor.kecukupan bukti audit merupakan ukuran kuantitas yang dipengaruhi oleh penilaian
auditor atas risiko kesalahan penyajian yang material. Ketepatan bukti audit merupakan ukuran
kualitas yaitu relevansi dan keandalan bukti audit dalam mendukung opini auditor.
c. Risiko audit
Yaitu ketika auditor menyatakan opini yang tidak tepat ketika laporan keuangan mengandung
kesalahan penyajian yang material.
d. Auditor
Orang-orang yang melaksanakan audit
e. Risiko deteksi
Ketika prosedur audit tidak mampu mendeteksi suatu kesalahan penyajian yang ada dan yang
mungkin material, baik secara individual maupun secara kolektif
f. Pertimbangan profesional
Penerapan pelatihan, pengetahuan, dan pengalaman yang relevan, dalam konteks standar audit,
akuntansi, dan etika, dalam membuat keputusan yang diinformasikan tentang tindakan yang tepat
sesuai dengan kondisi dalam perikatan audit.
g. Skeptisisme profesional
Suatu sikap yang mencakup suatu pikiran yang selalu mempertanyakan, waspada terhadap suatu
kondisi dalam merumuskan opini.
h. Risiko kesalahan penyajian material
Risiko bahwa laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian material sebelum dilakukan
audit. Risiko tersebut terdiri dari dua komponen yang dijelaskan di bawah ini pada tingkat asersi :
1. Risiko inheren : Kerentanan suatu asersi tentang suatu golongan transaksi, saldo akun, atau
pengungkapan terhadap suatu kesalahan penyajian yang mungkin material
2. Risiko pengendalian : Kesalahan tidak akan dapat dicegah, atau dideteksi dan dikoreksi,
secara tepat waktu oleh pengendalian internal entitas.
Ketentuan
Auditor harus mematuhi ketentuan etika yang relevan, termasuk ketentuan independensi, yang
berkaitan dengan perikatan audit atas laporan keuangan. Auditor harus merencanakan dan
melaksanakan audit dengan skeptisisme profesional. Auditor harus menggunakan pertimbangan
profesional dalam merencanakan dan melaksanakan audit atas laporan keuangan. Auditor juga
harus memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menurunkan risiko audit ke tingkat yang
lebih rendah.
Pelaksanaan audit berdasarkan SA
Auditor harus mematuhi seluruh SA yang relevan dengan audit. Untuk mencapai tujuan
keseluruhan auditor, auditor harus menggunakan tujuan yang dinyatakan dalam SA yang relevan
dalam merencanakan dan melaksanakan audit, Dalam kondisi luar biasa, auditor dapat
memutuskan untuk menyimpang dari suatu ketentuan relevan dalam suatu SA. Jika suatu tujuan
dalam suatu SA yang relevan tidak dapat dicapai, auditor harus mengevaluasi apakah hal ini
menghalangi auditor untuk mencapai tujuan keseluruhan auditor.