Anda di halaman 1dari 2

Nama Yahya Krisnata

Nim 142150115

TUGAS UTS PENGAUDITAN 2

1. Jelaskan kelemahan sistem pengendalian internal untuk pengadaan bus


transjakarta?

Jawab : dikutip dari jurnal Fery taufik hidayat FISIP UI 2014 tentang analisis SWOT
dalam peningkatan program transjakarta dikatan bahwa kelemhanpengendalian internal yang
terjadi adalah masih adanya bus-bus lama yang tidak dilkengkapi berbagai macam fasilitas
seperti CCTV layar pemberitahuan halte, Voice announcer. Fasilitas keselamatan
penumpang juga masih kurang baik/layak seperti tali pegangan yang rusak, pintu otomatis
yang rusak, palu pemecah kaca darurat dan kotak P3k yang kososng atau kurang lengkap. Hal
ini disebabkann karena ada indikasi korupsi oleh bebrapa oknum pejabat dalam melakukan
pembelian bus transjakarta. Dilansir dari merdeka.com Kerugian negara akibat korupsi di
proyek pengadaan bus Transjakarta hampir mencapai setengah triliun rupiah. Nilai korupsi
ini dipublikasi Jaksa Penuntut Umum Kejari Jakarta Pusat saat membacakan dakwaan di
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum menyebut negara dirugikan sebesar Rp399.956.176.750 dalam


pengadaan bus Transjakarta, penyuapan dan tindak pidana pencucian uang. Dugaan korupsi
ini menjerat mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi DKI Jakarta Udar
Pristono dengan tiga dakwaan dan enam pasal berlapis.

Tiga dakwaan yang dikenakan kepada Udar yakni, dugaan korupsi pengadaan armada bus
articulated paket I dan II tahun anggaran 2012, dan tiga paket bus single, tiga paket bus
articulated, dan tiga paket bus sedang tahun anggaran 2013. Dari alasan tersebut dapat
dikatakan bahwa dalam pengendalianya tidak ada sistem pengawasan yang baik dalam
pengadaaan bus transjakarta dalam proses pembelian sarana bus trans jakarta sehingga
fasilitas yang dirasakan penumpang sudah tidak layak dapat langsung diganti . Sekiranya juga
harus ada alat ukur atau standarisasi tentang masih layak atau tidaknya fasilitas yang
mendukung pengadaan bus transjakarta sehingga dapat diketahui kapan fasilitas tersebut
dapat diganti saat tidak layak pakai.
2. Bagaimana auditor dapat mendeteksi fraud dalam pengadaan bus tersebut

Dilansir dari detik.com Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan
melakukan audit secara komprehensif atas kasus temuan rusaknya bus TransJakarta impor
asal China. Audit tidak saja dilakukan di dalam negeri, tetapi BPKP langsung mencari
informasi dari China langsung. audit akan dilakukan secara menyeluruh oleh BPKP seperti
perencanaan pengadaan bus, dokumen tender, proses pelelangan, kualifikasi, dan spesifikasi
bus, harga dan sisi keterbukaan proses tender. Untuk itu, BPKP akan menurunkan tim audit
agar kasus ini bisa mendapatkan titik jelasnya. Seperti diketahui, masalah ini muncul ketika
bus Trans Jakarta dan BKTB pesanan Pemprov DKI tiba dari China. Ternyata beberapa
kerusakan sudah terlihat di bus yang belum sempat dipakai itu.

Berbagai spekulasi pun muncul terkait kasus ini. Spekulasi itu antara lain pelanggaran
dalam proses tender sampai pada indikasi korupsi. KPK telah menerima laporan terkait bus
Trans Jakarta karatan ini. Laporan itu saat ini tengah ditelaah KPK untuk kemudian
diputuskan apakah laporan itu bisa ditindak lanjuti atau tidak.