TUGAS RUTIN BAHASA INDONESIA
TEKS ULASAN BUKU
OLEH:
Nama : Iin Srimulyani P
Nim : 4163311023
Kelas : Pendidikan Matematika Ekstensi A 2016
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
IDENTITAS BUKU
Judul : Muka Marketplace Boy
Penulis : Wahyu Bangkit (Aca)
Penerbit : Bukune
Halaman : 224 halaman
Tahun : 2008
Bahasa : Indonesia
ORIENTASI
Buku ini ditulis oleh Wahyu Bangkit atau lebih sering disebut Aca seorang
mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Penulis merupakan seorang
mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi. Penulis bergabung dalam Himpunan
Mahasiswa Manajemen di kampusnya, sedangkan di luar kampus, penulis aktif sebagai ketua
umum Organisasi GOBLOK (Golongan Orang Berotak Lemot dan Katrok).
Buku ini berisikan kisah-kisah konyol yang dialami penulis. Di dalam buku ini
penulis menceritakan bagaimana kesialan-kesialan yang dialami penulis dalam menjalani
hidup. Buku ini merupakan buku bergenre komedi yang dapat kita jadikan sebagai hal untuk
membuang kepenatan.
TAFSIRAN
Novel MarketPlace Boy menceritakan seorang kehidupan seorang mahasiswa
bernama Wahyu Bagkit yang biasa dipanggil Aca. Aca memiliki fobia terhadap anjing,
padahal ayahnya adalah seorang dokter hewan. Pada saat KKN, Aca tinggal di rumah janda
paruh baya yang hidup bersama dua orang cucunya. Disana Aca bertemu dengan makhluk
makhluk aneh, sehingga Aca bertekad untuk melawan makhluk-makhluk tersebut. Makhluk
aneh yang dimaksud adalah cacing, jentik nyamuk, kelabang yang ia temukan di kamar
mandi dan baknya.
Dia juga memiliki masalah sama mukanya karena beberapa hal, yaitu pertama,
mukanya selalu di bilang mirip orang lain atau sering disebut muka pasaran, teman Aca
sering mengatakan bahwa Aca mirip temannya yang lain hingga suatu ketika gurunya pernah
marah-marah karena salah menyangkan bahwa Aca adalah orang lain. Yang kedua, dia
terlihat lebih muda. Jadi, penulis sering disangka memiliki usia yang lebih mudah dibandikan
umur aslinya sehingga Aca merasa tersinggung karena sering dipanggil “dek” dan sering kira
anak bungsu padahal penulis adalah anak sulung. Ditambah lagi Aca merasa tersinggung
karena mengingat puisi (Remy Silado, halaman: 106). Yang ketiga, Aca pernah dikira adalah
seorang tukang ojek. Suatu ketika Aca memakirkan motornya di dekat tukang ojek ketika
menunggu temannya, lalu datanglah ibu-ibu yang meminta untuk diantarkan. Namun, karena
Aca menolak dan menyatakan bahwa ia bukanlah tukang ojek, si Ibu ini malah marah-marah
dan mengatakan bahwa Aca tidak mau mengantar si Ibu karena dia hanya mau mengantar
gadis-gadis cantik.
Secara keseluruhan buku ini menceritakan kekonyolan-kekonyolan yang dialami
penulis dalam hidupnya. Dimulai dari ketakutan penulis terhadap anjing, poster kelas yang
anti mainstream, hingga muka marketplace boy-nya (muka pasaran).
EVALUASI
Kelebihan dari novel ini gaya bahasanya ringan, sehingga mudah dipahami para
pembaca. Peristiwa yang terjadi di novel ini merupakan peristiwa yang sering terjadi dan
dialami oleh sebagian pembaca sehingga pembaca dapat lebih meresapi isi bacaan dan
candaan yang terkandung dalam cerita ini.
Buku ini dikemas dengan cover yang sederhana yang hanya menampilkan wajah
penulis yang berada di karung goni yang merepresentasikan judul dari novel ini sendiri.
Pemilihan warna untuk cover adalah abu-abu yang tidak terlalu mencolok. Buku ini juga
cocok untuk dibaca ulang sebagai hiburan di masa-masa suntuk.
Kekurangan dari novel ini adalah kurangnya dalam pemilihan kata sehingga membuat
sebagian para pembaca merasa tidak nyaman membaca novel ini. Novel ini banyak
mengandung Bahasa-bahasa yang tidak layak dibaca oleh anak dibawah umur. Di buku ini
juga masih ada beberapa ditemukan penulisan kata yang salah.
RANGKUMAN
Dari kelebihan dan kekurangan serta pemaparan yang telah disampaikan di atas buku
ini layak untuk dibaca karena akan memberikan hiburan tersendiri bagi kita. Dan dengan
topik-topik yang diangkat penulis yang merupakan kejadian yang banyak orang pada umunya
alami, sisi humor yang ingin penulis berikan akan lebih tersampaikan.