Anda di halaman 1dari 2

Siklus Hidup Produk Pepsodent.

Seperti kita ketahui, suatu produk pasti memiliki sejarahnya masing-masing. Bagaimana
Produk itu tercipta, bagaimana Produk itu di perkenalkan kepada konsumen, bagaimana
Produk itu mulai disukai banyak Pasar, dan bahkan bagaimana Produk itu mengalami
kenaikan dan penurunan popularitas. Dalam Bahasa Pemasaran, semua itu biasa disebut
‘Siklus Hidup Produk’.

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan
riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup
Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena
memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk.

Siklus Hidup Produk memiliki beberapa tahapan. Pada umumnya Tahap-tahap Siklus Hidup
Produk suatu produk ada 4, yaitu

1. Tahap Perkenalan — Introduction


2. Tahap Pertumbuhan — Growth
3. Tahap Kedewasaan — Maturity
4. Tahap Penurunan — Decline

Itu adalah tahap-tahap Siklus Hidup Produk. Sekarang saya akan membahas Siklus Hidup
Produk suatu produk. Dan Produk yang saya akan bahas tentang Siklus Hidupnya adalah
salah satu produk dari PT. Unilever Indonesia Tbk, yaitu Pepsodent.

Pepsodent adalah salah satu merek pasta dan sikat gigi dari Unilever. Pepsodent adalah pasta
gigi yang tertua di Indonesia. Pepsodent pertama kali diluncurkan di Inggris pada
dekade 1920-an dan menyebar ke negeri-negeri jajahannya termasuk Hindia-Belanda
(Indonesia), Malaya (Malaysia), dan Temasek (Singapura). Pepsodent adalah salah satu
produk yang cukup terkenal pada masa penjajahan, ketika Unilever memasuki
pasaran Indonesia di era penjajahan, sekitar dasawarsa 1930-an.

Siklus Hidup Produk Pepsodent.


1. Tahap Perkenalan / Introduction

Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga
dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai
cara.Perkenalan(promosi). Pada tahap ini, pepsodent melakukan promosi di media elektronik
yang berupa iklan dan media cetak yang berupa iklan di Koran, majalah, spanduk.

2. Tahap Pertumbuhan / Growth

Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan buat
dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang
kuat. Akan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil
keuntungan dari besarnya animo permintaan pasar. Pertumbuhan(distribusi). Pertumbuhan
peprodent di masyarakat terus mengalami peningkatan. Meski sekarang telah banyak beredar
pasta gigi lain, tapi pepsodent tetap stabil. Pendistribusian pepsodent juga sangat meluas.
Varian dari produk Pepsodent.

Pada saat sekarang ini, Pepsodent tidak hanya memasarkan produk pasta gigi saja.Terdapat
beberapa produk baru dari Pepsodent, seperti toothbrush dan mouthwash. Dengan semua
inovasi baru ini, Pepsodent mencakup seluruh jangkauan perawatan kesehatan mulut para
konsumennya.

3. Tahap Kedewasaan / Maturity

Di tahap dewasa produk perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak
bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah
keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan
melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah
banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak akan
banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun. Pendewasaan
(harga) Harga yang di keluarkan oleh produsen sangat terjangkau oleh masyarakat. Di
Indonesia, Pepsodent White Now tersedia dalam ukuran 100 gr dengan kisaran harga jual
Rp15.000 di toko-toko di semua kota besar. Pepsodent White Now hadir melengkapi
rangkaian produk Pepsodent lainnya yaitu Pepsodent Complete 8, Pepsodent Gum Care,
Pepsodent Herbal, Pepsodent Sensitive, Pepsodent Whitening, dan Pepsodent Center Fresh
dan merupakan bentuk komitmen Pepsodent untuk selalu berinovasi dan tidak hanya
memberikan kebutuhan dasar perlindungan gigi.

4. Tahap Penurunan / Decline

Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke
produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan
pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.
Kemunduran produk sampai saat ini pepsodent belum mengalami kemunduran yang sangat
berarti. Untuk mencegah itu semua, pepsodent telah mengeluarkan berbagai variasi ukuran
maupun rasa.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pepsodent

https://nayaakyasazilvi.wordpress.com/2014/07/09/siklus-kehidupan-produk/

http://anggieluphmamunk.blogspot.com/2012/02/makalah-prod-pemasaran.html