Anda di halaman 1dari 6

6.

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN GIZI BURUK

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Pokok Pembahasan : Gizi Buruk
Hari/Tanggal : Rabu/14 Maret 2018
Waktu : 09.00 WIB - 09.30 WIB
Tempat : Poli KIA dan KB Puskesmas Teladan
Penyaji : Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas
Keperawatan Universitas Sumatera Utara

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit keluarga dapat mencegah
terjadinya gizi buruk.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan selama 30 menit keluarga akan mampu
menjelaskan tentang gizi buruk.

B. Metode
Ceramah, diskusi, Tanya jawab

C. Media
Leaflet

D. Pelaksanaan Kegiatan
No Tahap Kegiatan Kegiatan Waktu Media
Kegiatan Penyuluhan Peserta
1 Pendahuluan 1,5 menit Leaflet
Deskriptif dan Menyampaikan Mendengarkan
Relevansi pokok pembahasan
dari kegiatan
penyuluhan

Menyebutkan tujuan
Tujuan umum dan tujuan Memperhatikan
khusus dari kegiatan
penyuluhan.

2 Penyajian 27 menit Leaflet

Uraian Menjelaskan Mendengarkan


pengertian,
penyebab, tanda-
tanda gizi buruk,
pencapaian gizi
sembang, dan
perawatan gizi
buruk.
Contoh Memperhatikan
Menyebutkan contoh
kasus gizi buruk

Latihan Meminta pasien Merespon


menyebutkan hal-hal pertanyaan
yang dapat penyaji
dilakukan untuk
memenuhi gizi
seimbang.
Penutup

Test Menanyakan Memperhatikan 1,5 menit Leaflet


kembali kepada
pasien tentang Mengulang
pengertian, kembali materi
penyebab, tanda- penyuluhan
tanda gizi buruk,
pencapaian gizi
sembang, dan
perawatan gizi
buruk.

Penyaji
Umpan Balik mendengarkan
secara seksama
jawaban dari peserta
(masyarakat).

Penyaji memberikan
Tindak lanjut motivasi agar peserta
mampu menerapkan
gizi seimbang untuk
mencegah gizi buruk

F. Evaluasi
1. Evaluasi Proses
 Pelaksanaan pre planning sesuai dengan alokasi waktu
 Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dengan aktif
 Peserta penyuluhan menanyakan tentang hal-hal yang diajukan oleh penyuluh
pada saat diskusi
2. Evaluasi Hasil
Peserta penyuluhan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh
pada saat evaluasi.
Lampiran Materi Penyuluhan Gizi Buruk

A. Pengertian
Gizi buruk adalah keadaan kurang gizi tingkat berat (tubuh yang tampak sangat
kurus) yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari
makanan sehari-hari dalam waktu yang cukup lama yang ditandai dengan berat
badan yang tidak sesuai standar usianya.

B. Penyebab terjadinya gizi buruk


1. penyebab langsung
Penyakit infeksi, seperti :
· diare
· campak
· pilek
· cacingan
2. penyebab tidak langsung
- kemiskinan keluarga
- tingkat pendidikan dan pengetahuan
- sanitasi lingkungan yang buruk
- pelayanan kesehatan yang kurang memadai

C. Tanda dan gejala gizi buruk


a) Marasmus
Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalori protein (suriadi,
2001 : 196). Yang ditandai dengan
1) Tampak sangat kurus
2) Wajah seperti orang tua
3) Otot paha mengendor
4) Mengecilnya otot lengan dan tungkai
b) Kwashiorkor
Adalah gangguan yang disebabkan oleh kekurangan protein (ratna indrawati,
1994). Yang ditandai dengan :
1) Bengkak seluruh tubuh
2) Wajah bulat dan sembab
3) Cengeng/rewel
4) Perut buncit
5) Bercak kulit yang luas dan kehitaman/kemerahan

D. Hal-hal yang penting untuk diperhatiakan dalam usaha pencapaian gizi


seimbang
« Banyak mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan bergiizi
« Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat (sayur dan buaha-
buahan)
« Banyak minum air putih (8-10 gelas/hari)
« Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti jeroan, daging kambing,
otak, keju, sumsum tulang, mentega, kuning telur, dll
« Mengurangi makanan yang mengandung garam/ makanan yang diawetkan.
« Kurangi makanan yang banyak mengandung gula/terlalu manis
« Memelihara berat badan tetap dalam batas normal
« Timbang berat badan selalu

E. Perawatan pada balita gizi buruk


Pencegahan atau penatalaksanaan gizi buruk
1. Berikan kasih sayang
2. Berikan lingkungan yang ceria
3. Berikan terapi bermain selama 15-30 menit setiap hari
4. Berikan makanan yang bergizi dan seimbang :
a. Zat tenaga (karbohidrat) : nasi, roti, singkong, jagung, ubi, dll
b. Zat pengatur (vitamin & mineral) : sayur dan buah-buahan
c. Zat pembangun (protein nabati / hewani) : daging, susu rendah lemak, ikan, telur,
tempe, tahu, dll
5. Bawa ke puskesmas/rumah sakit bila anak berumur 1-3 tahun dengan berat badan
+/- 7kg

F. Cara meningkatkan nafsu makan anak


 Makan bersama keluarga
 Memberi makan sedikit tapi sering
 Memberi makan sambil bermain dan bercerita
 Hindari paksaan dalam memberi makan

Referensi:
Cahanar, p dan irawan suanda, ed makan sehat hidup sehat. Jakarta : PT kompas
media nusantara, 2007
Departemen Kesehatan RI.(2007) upaya peningkatan gizi masyarakat ,masalah gizi
di indonesia,Jakarta.
Departemen gizi dan kesehatan masyarakat ,Fakultas kesehatan masyarakat
Universitas Indonesia .Gizi dan kesehatan masyarakat.Jakarta:PT.Raja grafindo
,2008.