Anda di halaman 1dari 37

TINDAK LANJUT OFI

KPKU BUMN
PT KIMIA FARMA (PERSERO) TBK
TAHUN 2015

RAHASIA

1
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
1.1a.(2). Pimpinan senior PTKF mengejawantahkan visi dan tata nilai Terhadap pemahaman visi dan misi
perusahaan dalam sistem kepemimpinannya kepada semua telah dilaksanakan sosialisasi kepada
pekerja, pemasok utama dan mitra kerja, juga kepada pelanggan seluruh stakeholder berupa morning
dan pemangku kepentingan lainnya dengan cara menetapkan call (Rapat Pagi) pada setiap
Visi, Misi, dan Tata Nilai, membentuk Agent of Change (AoC) minggunya.
melalui SK DirUm&HC no.KEP.42A/Dirum/HC-KP/Tim/V/2015 Memberikan informasi kepada vendor
untuk melaksanakan, menerapkan dan mengajarkan Budaya dan mitra bahwa PTKF tidak
Perusahaan di seluruh wilayah kerja. Menebitkan Surat Edaran menerima bentuk gratifikasi apapun
no.SE/12/DIRUM/XI/2015 kepada semua Direksi Anak yang telah disosialisasikan kepada
Perusahaan, Para GM, Plant Manager dan Manager UK untuk setiap bisnis unit.
melakukan Morning Call seminggu sekali jam 07.30 sd. 08.00.
Visi, Tata nilai ICARE dan 5-AS disosialisasikan melalui banner,
Senam, dan jingle I-Care yang diputar 3x sehari di seluruh lokasi
HO, Pabrik, dan Unit R&D. Menggunakan video ICARE, Video
Company Profile untuk menjelaskan kepada seluruh mitra &
pemangku kepentingan lainnya, dan saat proses rekrutmen,
Public Expose BEI, Gathering dengan calon/ mitra. Jingle ICARE
digunakan sebagai nada tunggu di Call Center 1500255.
Melaksanakan program KAEF mengajar setiap tahun, dan upload
visi, misi & tata nilai ke dalam website www.kimiafarma.co.id,
menuangkan visi, misi, serta budaya dalam majalah internal Gema
KF, namun cara tersebut belum dilakukan pengukuran atau
evaluasi efektifitasnya terbukti dari hasil site visit diketahui bahwa
belum seluruh pemangku kepentingan telah menerima penjabaran
dan pemahaman Visi, Misi dan Tata Nilai, misalnya kepada tenaga
kerja, Vendor/pemasok, Pelanggan, dan Masyarakat. Sehingga
tanpa adanya pemahaman Visi dan Tata Nilai secara terukur oleh
stakeholders tersebut, akan mempengaruhi keputusan/kebijakan,
program kerja dan tindakan pimpinan senior dalam memastikan

2
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

bahwa Visi, Misi dan Tata Nilai tersebut telah mengakomodasi


aspirasi stakeholder yang dapat mendukung pencapaian Visi,
Misi, dan Tata Nilai Perusahaan serta mendukung
keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. (--)

1.1.1a.(2)2 Mendorong perilaku taat hukum dan beretika, Terhadap Pemasok – Pemasok PT KF
untuk tahun 2016 sedang dilakukan
Walaupun Pimpinan senior PTKF telah mendorong perusahaan
evaluasi. Dari hasil evaluasi maka
untuk terwujudnya perilaku dan praktek bisnis yang taat hukum
akan menghasilkan feedback.
dan beretika dengan cara menetapkan Buku Pedoman tentang
GCG (Good Corporate Governance) meliputi Manual Board, Risk Terhadap keterlamatan kedatangan
Management, CoC (Code of Conduct), dan Charter, Visi dan Misi, Bahan Semester 1 tahun 2015 telah
serta Tata Nilai, Pembentukan AoC, dan SK Direksi tentang dilakukan proses evaluasi .
Pejabat Perusahaan sebagai Tim Sosialisasi. Melibatkan jajaran
BOD, GM & Manager, dan BOD anak Perusahaan untuk
melakukan penjabaran. Penandatangan Komitmen dan
Kesepakatan Penerapan Board Manual dan GCG antara Dewan
Komisaris dan Direksi, serta penandatangan pernyataan
komitmen untuk mematuhi CoC oleh seluruh Insan PTKF, namun
pelaksanaan penjabarannya belum menyeluruh sebagaimana
diatur dalam Buku Pedoman tersebut, tidak diketemukan kriteria
penilaian dalam proses evaluasi dan terjadi wanprestasi
pemasok / supplier kemasan lebih dari dua kali yang masih terpilih
kembali, terbukti kinerja Grafik 7.1.c.1: Kesesuaian Barang yang
diminta dan Grafik 7.1.c.5: Ketepatan Barang (Bahan Pengemas)
yang diterima pada tahun 2014 menurun dari tahun 2013 Hal ini
dapat menyulitkan PTKF dalam mendapatkan Pemasok yang baik
dan dalam mengelola Pemasok yang berkinerja buruk.

3
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

1.1.1a.(3)2.1 Membangun Perusahaan yang berkelanjutan, Peningkatan kesehatan perusahaan


sudah menjadi fokus di masing –
Walaupun Pimpinan senior PTKF telah membangun iklim
masing di bisnis unit dan pimpinan
organisasi yang fokus untuk mencapai misi perusahaan,
senior hal ini ditunjukkan oleh
peningkatan kinerja, peningkatan kualitas kepemimpinan dan
pengembangan bisnis yang agresif
pembelajaran individu dan organisasi dengan cara melaksanakan
dalam rangka meningkatkan kinerja
program diklat berjenjang tingkat dasar, muda, madya, dan utama.
dan kesehatan keuangan yang
Melaksanakan program tugas belajar-beasiswa, penyelenggaraan
berkelanjutan.
KF Innovation award di Bandung Maret 2015 yang menghasilkan
200an ide inovasi. Monitoring dan Evaluasi pencapaian sasaran
perusahaan, meningkatkan kinerja dan mencapai misi melalui
Rapat Direksi dan Management Review. Monitoring dan evaluasi
melalui kunjungan ke unit kerja baik di pusat ataupun di daerah
serta melakukan rapat evaluasi kinerja mingguan, bulanan,
triwulanan, namun mekanisme tersebut tidak efektif, terbukti
secara keseluruhan tidak dapat mencapai Tingkat Kesehatan
Perusahaan yang ditargetkan sebesar 96,50 dan hanya mencapai
90,06. Hal ini jika tidak menjadi fokus perhatian para Pimpinan
Senior akan mengakibatkan tidak tercapainya upaya dalam
meningkatkan kinerja dan dalam mencapai Visi Perusahaan.

1.1.1b.(1).1 Komunikasi. Perusahaan melakukan update dan


pembaruan informasi di website
Walaupun Pimpinan senior PTKF telah berkomunikasi dan
secara periodik oleh bagian Corporate
membangun keterikatan (engagement) dengan seluruh tenaga
Secretary
kerja dan pelanggan utama dengan cara menurunkan RKAP
menjadi KPI ke unit dan individu, Monitoring dan Evaluasi melalui
Management Review, Komunikasi Formal dan Informal melalui

4
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

Rapat BOC, Rapat Direksi dan MR, Upacara 17 Agustus,


Upacara 1 Oktober, Silaturahmi informal, Majalah internal Gema
KF, intranet, dan website. Memberikan penghargaan kepada
karyawan yang berinovasi, dan memberikan info perkembangan
perusahaan dan industri farmasi pada umumnya. Direksi KF hadir
di customer Gathering, pembukaan gerai apotik baru, ground
breaking proyek pabrik garam farmasi di Watudakon, proyek
pabrik baru di Banjaran untuk memberikan informasi ttg prospek
bisnis, namun mekanisme tersebut tidak sepenuhnya sistematis
terbukti pemanfaatan website sebagai media komunikasi dengan
pihak internal dak eksternal / pelanggan tidak dikelola secara rutin
dimana frekwensi update content yang di-upload mengalami
penurunan dibandingkan periode tahun sebelumnya, sehingga
tujuan untuk meningkatkan engagement tenaga kerja dan
pelanggan melalui komunikasi via website akan sulit dicapai. Hal
ini akan dapat menyulitkan PTKF untuk menyebarkan informasi
penting guna menarik calon pelanggan dan akan mempengaruhi
tingkat loyalitas pelanggan yang ada.

1.1b.(1).2 Komunikasi. Pertemuan pimpinan senior dengan


karyawan dijadwalkan dengan
Walaupun Pimpinan senior PTKF telah mendorong dirinya untuk
menggadakan Morning Call (Rapat
terjadi komunikasi dua arah yang terbuka dan jujur, termasuk
Pagi) setiap minggunya, pertemuan
penggunaan sosial media yang efektif dengan cara melakukan
dengan Serikat Pekerja, serta
komunikasi sesuai jadwal mingguan / bulanan dengan unit kerja,
komunikasi lainnya yang telah
anak perusahaan, SBU. Divisi menyampaikan aspirasi kepada
dijadwalkan.
direksi melalui rapat direksi setiap hari Selasa atau Management
Review setiap bulan minggu ketiga. Melaksanakan Upacara 17
Agustus, Upacara 1 Oktober, silaturahmi informal dan memberikan

5
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

sarana komunikasi berupa Gema KF dan website. Menyediakan


akses media sosial melalui Facebook (Kimiafarmacare) dan
Tweeter (kimiafarmacare). Setiap bulan call canter membuat
laporan tentang pengelolaan suara pelanggan termasuk yang
diperoleh dari telpon bebas pulsa, namun mekanisme komunikasi
tersebut tidak sistematis, terbukti pelaksanaan upacara dan
pertemuan Manajemen dengan para Karyawan tidak terpenuhi
dan hanya mencapai kurang dari 60% dari target yang ditetapkan.
Hal ini akan dapat berdampak pada sulitnya tercipta kerekatan
dan dukungan tenaga kerja dan loyaitas pelanggan pada
Perusahaan.

1.1b.(2).1 Fokus pada Tindakan. Peningkatan kesehatan perusahaan


sudah menjadi fokus di masing –
Walaupun Pimpinan senior PTKF telah fokus pada tindakan nyata
masing di bisnis unit dan pimpinan
untuk mencapai sasaran bisnis, meningkatkan kinerja, lahirnya
senior hal ini ditunjukkan oleh adanya
inovasi, cerdas mengelola risiko dan mencapai visi perusahaan
peningkatan KPI Perusahaan sebesar
dilakukan dengan cara menuangkan rencana strategis
100,24 (unaudited)
perusahaan ke dalam RJPP dan RKAP, menjabarkannya menjadi
KPI unit kerja dan individu. Monitoring dan Evaluasi pencapaian
sasaran perusahaan, meningkatkan kinerja dan mencapai misi
melalui Rapat Direksi dan Management Review. Monitoring dan
evaluasi melalui kunjungan ke unit kerja baik di pusat ataupun di
daerah. Monitoring dan evaluasi lainnya melalui unit kerja SPI dan
UKMR. Melakukan Join Venture dengan mitra bisnis dari Korea
untuk memproduksi Active Pharmaceuthical Ingredient (API) atau
Bahan Baku Obat untuk mengurangi ketergantungan import
sekaligus meningkatkan export sd 80an % kapasitas produksi,
namun mekanisme tersebut tidak efektif, terbukti tidak dapat
mencapai target indeks pemenuhan nilai KPI yang hanya

6
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

mencapai 92,31 dari target 100% dan lebih rendah dari


pencapaian tahun sebelumnya sebesar 93,29. Hal ini jika tidak
menjadi fokus perhatian para Pimpinan Senior akan
mengakibatkan tidak tercapainya upaya dalam meningkatkan
kinerja dan dalam mencapai Visi Perusahaan.

Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

1.2b.(2).1 Walaupun PTKF telah mendorong dan memastikan diterapkannya Terkait penandatangan pakta
perilaku yang beretika dalam semua interaksi bisnis yang integritas dan hasil pelaporan WBS
dilakukan dengan cara sosialisasi dan menerapkan tata nilai, CoC, telah dilakukan.
GCG dan WBS. Melaksanakan penanda tanganan pakta
integritas, menandatangani kerjasama dengan KPK, dan
melaporkan LHKPN dari level manager. Mekanisme pengadaan
barang dan jasa diatur dalam Peraturan Perusahaan. Membuat
pengumuman melalui surat dan upload di website tentang
himbauan untuk tidak memberikan bingkisan, namun cara atau
mekanisme tersebut belum sistematis, terbukti tidak dilakukan
evaluasi dan pelaporan oleh Unit Kepatuhan dan Manajemen
Risiko sebagaimana telah diatur dalam SK Direksi terkait dan tidak
disajikan pada grafik kategori 7.4 terkait kinerja Penanda
Tanganan Pakta Integritas, Whistle Blower System. Hal ini akan
menyulitkan dalam melakukan perbaikan dalam penerapannya
dan dapat menurunkan kepercayaan para pihak terhadap
komitmen PTKF pada penerapan perilaku taat hukum dan etika
tersebut.

7
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

1.2c.(1).2 Kesejahteraan Masyarakat. CONNY


Walaupun PTKF telah berkontribusi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, memperbaiki lingkungan hidup, dan
meningkatkan sistem perekonomian dengan cara berkomitmen
pada perbaikan lingkungan hidup yang masuk dalam tata nilai
perusahaan yaitu Eco-friendly. Berkontribusi dalam aspek
kesejahteraan masyarakat, diwujudkan melalui Program
kesehatan nasional dan masuk dalam RKAP. Memproduksi Obat
Generik Berlogo, Ikut dalam JKN untuk pelayanan BPJS dan
melaksanakan Program Bina Lingkungan dan Program CSR
perusahaan. Plant Pulogadung Jakarta melakukan pelatihan
kompos, Posyandu KF di Durensawit, Pelayanan kesehatan gratis
saat pembukaan outlet apotik baru, renovasi pasar di desa
Donorejo Purworejo. Kebun Tanaman Obat Bintang di Cianjur
Selatan dikelola dengan melibatkan masyarakat untuk turut
menjaga kawasan dengan program tumpang sari seperti tanaman
katuk, keji beling, cengkeh, kaliandra, jambu biji, kumis kucing,
jahe emprit, namun serangkaian program atau mekanisme yang
dilakukan tersebut tidak efekti terbukti 10 kinerja (52,6%) di bidang
Tanggung jawab Kemasyarakatan dan Dukungan Komunitas
mengalami penurunan (level Poor) dan 7 kinerja (36,8%)
mengalami trend menurun (adverse). Hal ini jika tidak diatasi akan
dapat mempengaruhi dukungan masyarakat kepada keberadaan
dan program strategis yang dilaksanakan perusahaan.

1.2c.(2).1 Dukungan kepada Komunitas Masyarakat. Perubahan strategi SBU Marketing


yang sebelumnya agresif dalam
Walaupun PTKF telah secara aktif mendukung dan mengelola
pemasaran obat ethical menjadi

8
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

komunitas utama perusahaan, dengan cara membentuk dan agresif pada pemasaran obat – obat
membina komunitas utama meliputi dokter dan bidan, memberikan OTC dan Kosmetik.
penghargaan dokter dan bidan terbaik. Khusus yang terkait Strategi ini diambil mengikuti
dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perubahan Kebijakan Pemerintah
dilakukan secara terprogram dan periodik serta rutin tentang terkait SJSN (Program BPJS) yang
program Binal Lingkungan dan CSR oleh PKBL dan dituangkan menyebabkan tertekannya penjualan
dalam RKAP, namun kegiatan pembinaan komunitas utama obat ethical.
meliputi dokter dan bidan yang dilakukan tidak efektif, terbukti
frekwensi pertemuan dengan Komunitas dokter-bidan (produk
Ethical) mengalami penurunan, dari 10 kali pada tahun 2013
menjadi 8 kali di tahun 2014, serta mengalami penurunan
(adverse) selama tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut akan dapat
mempengaruhi tingkat dukungan dan loyalitas komunitas terhadap
program perusahaan serta mempengaruhi daya saing dan
penetrasi perusahaan di pasar.

9
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
Inovasi menjadi kegiatan struktural dan
Walaupun PTKF menciptakan lingkungan yang mendukung
menjadi program kerja disetiap masing
inovasi, dengan cara melakukan identifikasi peluang inovasi,
– masing bisnis unit.
melaksanakan lomba karya tulis inovasi, dan mendukung
pemberian penghargaan kepada karyawan yang menang lomba Setiap bisnis unit didorong untuk
inovasi, menerbitkan majalah GEMA KAEF sebagai tempat melakukan inovasi baik terkait produk
inspirasi dan aspirasi karyawan, sistem dan metode telah ataupun proses.
diterapkan, dengan gap penerapannya terhadap desain lebih dari
50 %, dari aspek keterlibatan unit kerja/pihak yang seharusnya
menerapkan, penerapannya sudah dievaluasi dan ditindaklanjuti
dengan proses perbaikan yang sistematis, namun Inovasi masih
2.1a.(2). 1 bersifat parsial di Pengembangan Bisnis dan Pengembangan
Produk dan Inovasi belum di dukung oleh sistem/ metode yang
diterapkan menjadi ke dalam bagian sistem perusahaan dan
sistem knowledge management dan infromation system sehingga
inovasi tidak dapat berlangsung secara berkelanjutan dan belum di
dukung oleh organisasi yang khusus menggali dan menampung
inovasi dan inspirasi setiap karyawan yang berkaitan dengan
bisnis dan going concern PTKF baik dari sisi Infrastruktur PTKF
ataupun Pengembangan Bisnis PTKF. sehingga proses Inovasi
belum dapat optimal baik dari sisi penerapan, pembelajaran
maupun integrasi secara menyeluruh. Hal ini dapat menyulitkan
Perusahaan dalam melaksanakan nilai budaya perusahaan dalam
proaktif merespon perubahan dan kaya akan inovasi. (--)

2.1a.(2).3 Walaupun PTKF telah menetapkan peluang strategis yang akan Pelaksanaan kegiatan manajemen
diambil berdasarkan Analisa risiko, sesuai dengan analisa mitigasi risiko telah diterapkan pada setiap
risiko yang tertuang dalam program project chartered, Road Map project yang dilakukan oleh
dan RJPP kemudian melaksanak evaluasi atas profil resiko perusahaan.
secara keseluruhan untuk mengidentifikasi peluang yang strategis

10
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
dengan mempertimbangkan visi misi dan sasaran strategis
perusahaan, mempertimbangkan hasil benchmark, namun Analisa
Risiko, Penilaian Risiko dan Mitigasi Risiko belum diterapkan
secara konsisten di setiap Divisi, Unit Usaha dan Anak
Perusahaan, hal ini dapat menyulitkan Perusahaan dalam
menetapakan profil risiko dan menilai Enterprise Risk
Management secara keseluruhan

Walaupun PTKF telah memiliki sistem/metode untuk Pelaksanaan kegiatan manajemen


mengidentifikasi risiko-risiko terkait dengan kelangsungan usaha risiko telah diterapkan pada setiap
atau kelangsungan hidup perusahaan sesuai dengan analisa project yang dilakukan oleh
mitigasi risiko yang tertuang dalam program project chartered, perusahaan.
Road Map dan RJPP dan review melalui Management Review dan
rapat Direksi dengan Dewan Komisaris setiap bulan, review Direksi
setiap minggu serta tindak lanjut Management Review, review
Direksi dan Dewan Komisaris setiap bulan atas tindak lanjut
Management Review, laporan realisasi pelaksanaan target
SBU/Anak Perusahaan setiap bulan dan setiap 3 (tiga) bulan
2.1a.(3).1.2 sebagai pertanggungjawaban SBU/Anak Perusahaan kepada
Direksi, namun Implementasi tersebut belum efektif terbukti dalam
perencanaaan strategis belum menggambarkan hasil assesment
risiko (identifikasi, analisis, evaluasi) dan perencanaan mitigasi
atas risiko bisnis dan yang terkait dengan kelangsungan usaha dan
kelangsungan hidup perusahaan, tanpa identifikasi penilaian risiko
dan Enterprise Risk Management secara komprehensip yang
didasari hasil assesment risiko dan perencanaan mitigasi risiko,
maka dikhawatirkan upaya pencapaian target perusahaan tidak
tercapai dan mengganggu keberlangungan bisnis perusahaan.

11
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
Walaupun PTKF telah memiliki sistem/metode untuk Pelaksanaan kegiatan manajemen
mengidentifikasi aspek-aspek penting yang mungkin terlewatkan risiko telah diterapkan pada setiap
(potential blind spot) melalui Management Review dan rapat project dan perancanaan strategis
Direksi dengan Dewan Komisaris setiap bulan, review Direksi yang dilakukan oleh perusahaan.
setiap minggu atas tindak lanjut Management Review, review
Direksi dan Dewan Komisaris setiap bulan atas tindak lanjut
Management Review, laporan realisasi pelaksanaan target
SBU/Anak Perusahaan setiap bulan dan setiap 3 (tiga) bulan
2.1a.(3).1.3 sebagai pertanggungjawaban SBU/Anak Perusahaan kepada
Direksi, namun Implementasi tersebut belum efektif terbukti dalam
perencanaaan strategis belum menggambarkan hasil assesment
risiko (identifikasi, analisis, evaluasi) dan perencanaan mitigasi
atas risiko bisnis dan operasional yang dihadapi PTKF, tanpa
identifikasi potensial blindspot yang komprehensip yang didasari
hasil assesment risiko dan perencanaan mitigasi risiko, maka
dikhawatirkan upaya pencapaian target perusahaan tidak tercapai
dan mengganggu keberlangungan bisnis perusahaan.

Walaupun PTKF menetapkan sistem kerja, dengan cara : Kompetensi inti Perusahaan pada
mempertimbangkan kompetensi inti (kemampuan sebagai setiap entitas dan unit bisnis telah
perusahan health cere company, kemampuan manufaktur, trading terintegrasi dengan diterapkannya
and distribution, kemampuan mengelola apotek, klinik dan lab klinik sistem ERP – SAP
serta service excellence untuk meningkatkan pendapatan),
mempertimbangkan visi dan misi, sasaran strategis/KPI, struktur
organisasi, mempertimbangkan para stakeholder,menetapkan
dengan bertolak pada program dan restrukturisasi yang dijalankan
2.1a.(4).2 perusahaan, namun kompetensi inti belum sepenuhnya
terintegrasi secara korporasi hal ini dapat di lihat berdasarkan atas
belum terintegrasi nya infrastruktur sistem dan IT dari hulu ke hilir
sesuai dengan rantai nilai bisnis korporasi. Hal ini akan
menyulitkan Perusahaan dalam mencapai visi “Menjadi korporasi
bidang kesehatan terintegrasi dan mampu menghasilkan
pertumbuhan nilai yang berkesinambungan melalui konfigurasi dan
koordinasi bisnis yang sinergis”.

12
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
Walaupun PTKF dapat memastikan bahwa perusahaan mampu Sudah ditunjukan pada grafik kinerja
mencapai hasil yang diharapkan dari program kerjanya, dengan cara keuangan.
melakukan pengukuran kinerja menggunakan KPI perusahaan dan
memasukkan target-target penting yang harus dinilai, menetapkan
target-target penting dinilai dan dimasukkan ke dalam Kontrak
Manajemen yang ditandatangani serta disepakati antara Direksi dan
Direksi Anak Perusahaan, melakukan monitoring pelaksanaan
RKAP yaitu kesesuaian antara action plan, tingkat pencapaian KPI
yang ingin dicapai, melaksanakan monitoring pelaksanaan program
kerja dilaksanakan secara rutin setiap triwulan dalam bentuk Rapat
Kinerja dan Laporan Manajemen, hasil monitoring dan evaluasi
tersebut kemudian menjadi masukan dalam RKAP dan RJPP,
2.2a.(2) 2 namun metode tersebut perlu dievaluasi efektivitasnya guna
mempertahankan capaian kinerja penting dari program kerja terkait.
Hal ini terbukti dari pencapaian KInerja Keuangan di tahun 2014 dan
Kinerja pertumbuhan penjualan produk PTKF di tahun 2014 sesuai
dengan grafik 7.5a.2.1.2 penurunan pertumbuhan penjualan produk
ethical sebesar 23% korelasi terhadap penurunan pertumbuhan
industri sebear 4% di tahun 2014, dan penurunan pencapaian
kinerja keuangan sesuai dengan grafik 7.5a.1.18 penurunan ROI
dari tahun sebelumnnya sebesar 5,05%, penurunan ROE sebesar
4,4% dari tahun sebelumnya, penurunan ROA dari tahun
sebelumnya sebesar 3,43% sesuai dengan grafik 7.5a.1.20 hal ini
akan berdampak terhadap pencapaian PTKF dalam mencapai
visinya. (--)

13
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
Walaupun PTKF telah melakukan penilaian dan pengelolaan risiko Evaluasi pelaksanaan manajemen
finansial dan risiko lainnya yang terkait dengan program kerja untuk risiko PTKF dilakukan pada saat rapat
memastikan keberlangsungan usaha secara finansial melalui tinjauan manajemen (Management
2.2a.(3).3 identifikasi risiko finansial dan risiko lainnya, namun PTKF belum Review)
menganalisa dan mengevaluasi yang sudah dilakukan sehingga
akan mengalami kesulitan dalam melakukan perencanaan mitigasi
risiko yang efektif.

Walaupun PTKF dalam mengantisipasi dampak potensial terhadap ROSRINI


tenaga kerja di perusahaan dan kemungkinan terjadi perubahan
terkait dengan kebutuhan kapabilitas dan kapasitas tenaga kerja,
dengan cara menyusun Transformation Reengineering Business
Process tahun2013 dan Road Map Pengelolaan SDM tahun 2013
dengan program kerja Man Power Planning, People Development,
Performance Management, Remuneration System, dan Human
Capital Information System (HCIS). Road Map Pengelolaan SDM
tersebut menjadi dasar dalam penyusunan RKAP namun
2.2a.(4).2
sistem/metode tersebut belum efektif. Hal ini terbukti analisa beban
kerja, perencanaan kebutuhan SDM (kualitas dan kuantitas) belum
sepenuhnya sesuai dengan karakteristik bisnis dan rencana bisnis
yang tertuang dalam RJPP untuk memenuhi perkembangan bisnis
perusahaan tidak seluruhnya terealisasi disebabkan keterbatasan
sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan
perusahaan dan adanya pegawai yang memasuki masa purna
tugas. Hal ini menyebabkan Perusahaan sulit untuk mencapai “Visi
dan Misi” Perusahaan.

14
Kategori 3 : Fokus Pelanggan

3.1. Suara Pelanggan

Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT


3.1b.(1).1. Walaupun PTKF telah menentukan kepuasan dan keterikatan Pelaksanaan survei PTKF
(engagement) pelanggan dengan cara pembuatan daftar pelanggan, dilaksanakan oleh masing –
memilih dan menetapkan surveyor; menetapkan teknik dan metode masing entitas / bisnis unit :
survey; menetapkan kriteria, area dan jumlah responden; pelaksanaan 1. PT KF Apotek, PT KF
survey; review & pembahasan hasil survey, namun pelaksanaan survey Diagnostik dan PT KF Trading
kepuasan dan keterikatan (engagement) pelanggan baru dilaksanakan di & Distribution terkait survei
anak perusahaan dan belum dilaksanakan secara terintegrasi di seluruh jasa layanan
Unit Kerja sehingga perusahaan belum mendapat gambaran tingkat
kepuasan dan keterikatan pelanggan korporate yang menjadi salah satu 2. Pabrik, ULS dan Marketing
penilaian keberhasilan pengelolaan pelanggan. terkait Produk

3.1.b.1.2. Walaupun PTKF telah menerapkan metode penentuan kepuasan dan Disamping dilaksanakan pada
keterikatan (engagement) pelanggan yang dibedakan berdasarkan tingkat anak perusahaan ,
kelompok pelanggan dan segmen pasar dengan cara pembuatan daftar pelaksanaan survei juga
pelanggan, memilih dan menetapkan surveyor; menetapkan teknik dan dilaksanakan pada tingkat Holding,
metode survey; menetapkan kriteria, area dan jumlah responden; ULS dan Plant
pelaksanaan survey; review & pembahasan hasil survey, namun hasil
pengukuran kepuasan dan keterikatan (engagement) pelanggan baru
dilaksanakan di anak perusahaan dan untuk produk belum dipisahkan
antara produk etikal, generik, CHP dan kosmetik sehingga hasil survey
belum menggambarkan tingkat kepuasan dan keterikatan pelanggan
pada masing-masing produk yang dapat menyebabkan kurangnya
informasi penanganan kelompok atau segmen pelanggan masing-masing
produk.

3.1.b.1.3. Walaupun PTKF telah melakukan pengukuran kepuasan dan keterikatan Disamping dilaksanakan pada

15
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
(engagement) pelanggan untuk mampu menangkap informasi yang dapat tingkat anak perusahaan ,
ditindaklanjuti, untuk digunakan dalam upaya melampaui harapan pelaksanaan survei juga
pelanggan dan mengamankan keterikatan dengan pelanggan untuk dilaksanakan pada tingkat Holding,
jangka waktu yang lama dengan cara pembuatan daftar pelanggan, ULS dan Plant
memilih dan menetapkan surveyor; menetapkan teknik dan metode
survey; menetapkan kriteria, area dan jumlah responden; pelaksanaan
survey; review & pembahasan hasil survey, perencanaan perbaikan
produk dan layanan jasa sesuai harapan pelanggan, pelaksanaan dan
evaluasi kembali kepuasan dan keterikatan (engagement) pelanggan,
namun baru dilaksanakan oleh anak perusahaan dengan indikator yang
berbeda dan ditindaklanjuti oleh masing-masing Unit sedangkan di
holding survey kepuasan dan keterikatan (engagement pelanggan) belum
dilaksanakan. Hal ini dikhawatirkan menyulitkan perusahaan untuk dapat
memahami perilaku pelanggan dan mengetahui harapan dan persyaratan
yang diinginkan.
3.1b.(3). 1 Walaupun PTKF telah menentukan ketidakpuasan pelanggan dengan Pelaksanaan survei ketidakpuasan
cara pembuatan daftar pelanggan, memilih dan menetapkan surveyor; PTKF dilaksanakan oleh masing –
menetapkan teknik dan metode survey; menetapkan kriteria, area dan masing entitas / bisnis unit :
jumlah responden; pelaksanaan survey; review & pembahasan hasil 1. PT KF Apotek, PT KF
survey, namun cara atau mekanisme tersebut tidak sistematis terbukti Diagnostik dan PT KF
indikator pengukuran ketidakpuasan pelanggan dan pelaksanaan survey Trading & Distribution terkait
ketidakpuasan baru dilaksanakan oleh sebagian kecil unit kerja dan survei jasa layanan
belum terintegrasi di seluruh Unit Kerja sehingga perusahaan belum
mendapat gambaran tingkat ketidakpuasan di masing-masing unit kerja Pabrik, ULS dan Marketing terkait
yang dapat dijadikan salah satu penilaian keberhasilan penanganan Produk
pelanggan. (--)

3.1.b.3.2. Walaupun PTKF telah melakukan pengukuran ketidakpuasan pelanggan Pelaksanaan survei ketidakpuasan
untuk mampu menangkap informasi yang dapat ditindaklanjuti, untuk PTKF dilaksanakan oleh masing –

16
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
digunakan dalam memenuhi persyaratan pelanggan dan melampaui masing entitas / bisnis unit :
harapan mereka di masa mendatang dengan cara pembuatan daftar 2. PT KF Apotek, PT KF
pelanggan, memilih dan menetapkan surveyor; menetapkan teknik dan Diagnostik dan PT KF
metode survey; menetapkan kriteria, area dan jumlah responden; Trading & Distribution terkait
pelaksanaan survey; review & pembahasan hasil survey, perencanaan survei jasa layanan
perbaikan produk dan layanan jasa sesuai harapan pelanggan,
pelaksanaan dan evaluasi kembali ketidakpuasan pelanggan, namun 3. Pabrik, ULS dan Marketing
indikator pengukuran ketidakpuasan pelanggan masih perlu terkait Produk
disempurnakan dengan memperhatikan persyaratan dan harapan
pelanggan serta perlu dilaksanakan secara terintegrasi di seluruh Unit
Kerja sehingga perusahaan akan mendapat gambaran tingkat
ketidakpuasan di masing-masing unit kerja dan dapat informasi ini dapat
digunakan untuk memenuhi persyaratan dan melampaui harapan
pelanggan di masa mendatang.

17
3.2. Keterikatan Pelanggan
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
3.2a.(2).5 Walaupun PTKF telah menentukan persyaratan yang terpenting untuk Terhadap harapan pelanggan,
memberikan dukungan kepada pelanggan dengan cara mendengarkan masuk, komplain, saran dilakukan
suara pelanggan berupa masukan/saran/ komplain/ harapan/ keinginan evaluasi ,review dan tindak lanjut
pelanggan; menetapkan persyaratan terpenting pelanggan disesuaikan perbaikan
dengan peraturan yang berlaku; penetapan kebijakan perusahaan antara
lain pemberian jaminan kualitas produk melalui sistem return, pelayanan
informasi obat melalui praktek pelayanan farmasi dan telefarma di KFA,
pemberian jaminan hasil diagnostik dengan pengulangan apabila terdapat
kesalahan dan tidak dipungut biaya, pemberian membership dengan
pemberian discount 10% untuk lab diagnostik dan point reward untuk
apotek, namun metode tersebut belum direview untuk melihat efektifitas
dukungan yang diberikan dan metode penentuan persyaratan terpenting
untuk memberikan dukungan kepada pelanggan belum sepenuhnya
memanfaatkan hasil survey kepuasan/ketidakpuasan atau keterikatan
pelanggan sehingga dukungan yang diberikan dapat lebih optimal.

3.2a.(3).1 Kelompok pelanggan sudah


Walaupun PTKF telah menggunakan informasi pelanggan, pasar, dan berdasarkan segment yakni
produk yang ditawarkan untuk mengindentifikasi kelompok pelanggan dan pemerintah dan swasta dan
segmen pasar dengan cara mengumpulkan data pelanggan, memasukkan masing – masing kelompok
data pelanggan pada sistem informasi komputer, menganalisa pelanggan tersebut sudah diidentifikasikan
potensial untuk produk/layanan exist maupun baru, namun proses sesuai segmen pasarnya.
identifikasi belum dibedakan untuk kelompok pelanggan dan segmentasi
yang ada saat ini dan dimasa mendatang, sehingga akan menyulitkan
penetapan target dan strategi bisnis perusahaan. (--)

18
Kategori 4 : Pengukuran, Analisis dan Manajemen Pengetahuan

4.1. Pengukuran, Analisis dan Perbaikan Kinerja

Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT


4.1a.(2) DataPembanding, PTKF telah berusaha
Walaupun PTKF menyeleksi dan memastikan menggunakan data dan mendapatkan data pembanding
informasi pembanding utama yang efektif untuk mendukung dari kegiatan selain itu PTKF juga
pengambilan keputusan operasional dan strategis serta inovasi dengan melakukan benchmark kepada
cara memilih dan menetapkan informasi yang akan menjadi pembanding beberapa perusahaan lain seperti
kineija perusahaan, Updating informasi yang dibutuhkan perusahaan, Bank Mandiri, Telkom dan Jasa
Evaluasi terhadap keluhan pelanggan, membahas dan review atas Marga
informasi yang dibutuhkan perusahaan, Melaporkan ke Direktorat terkait,
membahas pada Rapat Direksi dan rapat Manajemen Review. SBU
Farma melakukan rapat internal, rapat koordinasi (Reboan) untuk
membahas kinerja pemasaran dibandingkan dengan kinerja pesaing.
Evaluasi kinerja tersebut menghasilkan keputusan untuk perbaikan
proses kerja I operasional, pengambilan keputusan strategis dan
jnovasi. Salah satu keputusan rapat yang menghasilkan keputusan
strategis dap inovatif adalah penerapan Contact Center di PT KFA yang
dilaksanakan di awa! 2015, namun mekanisme tersebut tidak sistematis
terbukti hanya 33,2% ukuran kinerja yang didukung I menggunakan data
dan informasi pembanding utama. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan
bagi Perusahaan dalam mengetahuii posisi daya saing di industri dan
dalam mencapai kinerja ekselen dan
4.1a.(3).1 Walaupun PTKF memilih dan memastikan efektifitas pemanfaatan data Bahwa penurunan retensi
dan informasi suara pelanggan dan pasar (termasuk data dan informasi pelanggan akusisi pelanggan
keluhan pelanggan) untuk membangun budaya lebih Fokus-Pelanggan serta kenaiakan kehilangan

19
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
dan untuk mendukung keputusan yang diambil di tingkat operasional, pelanggan disebabkan oleh
pengambilan keputusan strategis serta melakukan inovasi dengan cara perubahan sistem pelayanan
memilih dan menetapkan informasi yang akan menjadi pembanding kesehatan dari out of pocket
kinerja perusahaan, penyesuaian produk bedak Marck sesuai suara menjadi asuransi dalam hal ini
pelanggan dengan ukuran lebih handy 20gram, updating informasi yang BPJS
dibutuhkan perusahaan, evaluasi keluhan pelanggan, pembahasan dan
review atas informasi yang dibutuhkan perusahaan, melaporkan ke
Direktorat terkait, pembahasan pada Rapat Direksi dan Rapat
Manajemen Review, namun mekanisme evaluasi terhadap efektifitas
pemanfaatan data dan informasi suara pelanggan dan pasar tersebut
tidak efektif terbukti terjadi peningkatan jumlah pelanggan yang hilang
(grafik 7.2a.(2).1.1), penurunan tingkat akuisisi pelanggan (grafik 7.2a.
(2).2.1), dan penurunan retensi pelanggan (grafik 7.2a.(2).3.1). Hal ini
dapat menjadi kendala bagi PTKF dalam membangun loyalitas dan daya
saing di industri obat dan farmasi.
4.1b.(6) Analisis dan Review Kinerja, BOC/BOD PTKF mengevaluasi kinerja Evaluasi dan review tingkat
perusahaan, pencapaian sasaran strategis dan program kerja dengan kepuasan dan ketidakpuasan
cara masing-masing Divisi/SBU/Unit Kerja membuat relalisasi pelanggan Tahun 2016 semakin
pelaksanaan target. Melaporkan ke Direktorat terkait atau ke Unit efektif yang ditunjukkan oleh
Akuntansi, Unit Treasury, dan/atau ke Unit Kepatuhan dan Manajemen Adanya kenaikan tingkat
Risiko. Melakukan pembahasan pada Rapat Direksi (mingguan). kepuasan dan menurunnya indek
Melakukan pembahasan pada Rapat Manajemen Review (bulanan) ketidakpuasan pelanggan
untuk menilai kesiapan kapabilitas organisasi yang dibutuhkan untuk
mencapai kinerja yang ditetapkan, namun mekanisme evaluasi tersebut
tidak efektif terbukti terjadinya penurunan tingkat kepuasan pelanggan
(grafik 7.2a.(1).1,2,3, dan 4) serta meningkatnya indeks ketidakpuasan
pelanggan seperti tercermin di grafik 7.2a.(1).4.4,5,dan 6. Akurasi
analisis dan review kinerja yang tidak efektif berpotensi terjadinya
kesalahan dalam menetapkan strategi dalam mengantisipasi dan
menjamin tercapainya sasaran strategis Perusahaan.

20
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
4.1c.(1).2 PTKF mengidentifikasi praktek terbaik dari internal atau perusahaan lain Sistem informasi perusahaan
untuk dibagikan di perusahaan dengan cara melakukan pelatihan dan telah terintegrasi dengan
values internationalization (pelatihan mengenai budaya perusahaan) I- diimplementasikannya sistem
CARE (Innovative, Customer First, Accountable, Responsible, Eco- ERP (Enterprise
Friendly) dan sudah melakukan evaluasi terhadap Level-1 (materi Resources Planning) SAP untuk
pelatihan dan pemberi materi) dan Level-2 (penilaian atasan mengenai KF Holding dan KFTD pada tahun
kinerja bawahannya yang menjadi peserta dalam implementasi hasil 2016, serta belanjut pada KFA
pelatihan, dengan menggunakan program Enterprise Resources pada tahun 2017.
Planning (ERP) dan Sistem Informasi lain yang digunakan di SBU, Divisi
dan Anak Perusahaan, namun sistem informasi yang digunakan belum
terintegrasi sehingga akan mengurangi kecepatan identifikasi yang akan
berdampak pada keterlambatan pengambilan keputusan strategis dalam
mencapai visi perusahaan. (-)
4.1c.(2) Peningkatan Kinerja, Walaupun PTKF memanfaatkan hasil review PTKF telah berusaha
kinerja dan data pembanding utama, serta data persaingan utama untuk mendapatkan data pembanding
memproyeksikan kinerja yang akan datang dengan cara mengolah hasil dari kegiatan selain itu PTKF juga
review kinerja dan data pembanding/ pesaing utama untuk melihat melakukan benchmark kepada
kemampuan masing-masing SBU/Divisi/Unit Kerja atas kekuatan, beberapa perusahaan lain seperti
kelemahan, peluang dan hambatan perusahaan. Membandingkan, Bank Mandiri, Telkom dan Jasa
menganalisis Hasil Review Kinerja dengan data pembanding. Marga
Melakukan benchmark dengan industri yang sejenis. Mengacu kepada
best practice dan atau ketentuan/ peraturan/ perundang-undangan yang
berlaku. Pembahasan pada Rapat Direksi, namun mekanisme proyeksi
kinerja tersebut tidak efektif terbukti tidak semua ukuran kinerja (KPI)
secara komprehensif menyajikan data pesaing. Data pesaing yang
tersaji pada dokumen RJPP 2011-2015 adalah Sales dan Share. Hal ini
dapat menyulitkan PTKF untuk mengetahui posisi daya saing di industri.
4.1c.(3).2 Peningkatan Kinerja, Inovasi menjadi kegiatan struktural
Walaupun PTKF mengkomunikasikan prioritas dan peluang inovasi untuk dan menjadi program kerja
disetiap masing – masing bisnis

21
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
ditindaklanjuti oleh kelompok kerja dan unit fungsional di seluruh unit.
perusahaan dengan cara melakukan pembahasan pada Rapat Setiap bisnis unit didorong untuk
Manajemen Review (bulanan). Melakukan evaluasi atas progres dari hasil melakukan inovasi baik terkait
Manajemen Review periode sebelumnya. Menilai pencapaian kinerja produk ataupun proses.
perusahaan, membentuk tim dan melaksanakan kegiatan Kimia Farma
Innovation Award, namun mekanisme tidak efektif terbukti masa kerja tim
sampai dengan 2013 dan untuk tahun berikutnya (2014) belum
ditetapkan. Hal ini dapat berpotensi kegiatan inovasi tidak dapat menjadi
budaya yang kuat untuk mendukung daya saing perusahaan.

22
4.2. Pengelolaan Informasi, Pengetahuan dan Teknologi Informasi
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
Walaupun PTKF sudah terdapat sistem yang relevan dari dan kepada Sistem informasi perusahaan
pelanggan Kepada Pelanggan melalui : telah disediakan data telah terintegrasi dengan
diantaranya berupa informasi permintaan penawaran harga (Inquiry), diimplementasikannya sistem
Purchase Order, Order Confirmation, Sales Contract melalui email dan ERP (Enterprise
melakukan Vendor Gathering; serta (3) Untuk mitra, kolaborator dan Resources Planning) SAP untuk
pelanggan melalui iklan di televisi, iklan di media massa, website KF Holding dan KFTD pada tahun
www.kimiafarma.co.id, email, annual report dan brosur. sedangakan di 2016, serta belanjut pada KFA
anak perusahaan yaitu PT Kimia Farma Apotek dengan Contact Center, pada tahun 2017.
dan SisMen di PT Kimia Farma Diagnostika, namun secara keseluruhan
4.2a.(1).1.1
databased knowledge management sistem masih parsial belum
terintegarsi, dan belum terintegrasi secara sepenuhnya dan dalam
rancangan Master Plan IT 2015 belum memuat mengenai rancangan
sistem knowledge mangement system yang relevan terhadap
pelanggan, pemasok, mitra kerja dan kolabolator yang terintegrasi dan
dapat menjadi databased knowledge managemet dan membantu dalam
pengambilan keputusan sehingga decision support system yang tertuang
ke dalam ERP bisa secara komprehensif membantu dalam pengambilan
keputusan dalam pengembangan bisnis PTKF

4.2a.(1).1.2 Walaupun di PTKF sudah terdapat sistem yang relevan dari dan kepada Sistem informasi perusahaan
pelanggan Kepada Pelanggan melalui : telah disediakan data telah terintegrasi dengan
diantaranya berupa informasi permintaan penawaran harga (Inquiry), diimplementasikannya sistem
Purchase Order, Order Confirmation, Sales Contract melalui email dan ERP (Enterprise
melakukan Vendor Gathering; serta (3) Untuk mitra, kolaborator dan Resources Planning) SAP untuk
pelanggan melalui iklan di televisi, iklan di media massa, website KF Holding dan KFTD pada tahun
www.kimiafarma.co.id, email, annual report dan brosur. sedangakan di 2016, serta belanjut pada KFA
anak perusahaan yaitu PT Kimia Farma Apotek dengan Contact Center, pada tahun 2017.
dan SisMen di PT Kimia Farma Diagnostika, namun secara keseluruhan
databased knowledge management sistem masih parsial belum

23
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
terintegarsi, dan belum terintegrasi secara sepenuhnya dan dalam
rancangan Master Plan IT 2015 belum memuat mengenai rancangan
sistem knowledge mangement system yang relevan terhadap
pelanggan, pemasok, mitra kerja dan kolabolator yang terintegrasi dan
dapat menjadi databased knowledge managemet dan membantu dalam
pengambilan keputusan sehingga decision support system yang tertuang
ke dalam ERP bisa secara komprehensif membantu dalam pengambilan
keputusan dalam pengembangan bisnis PTKF

Walaupun PTKF telah mengelola data, informasi dan pengetahuan Sistem informasi perusahaan
organisasi untuk memenuhi integritas dan reliabilitas (kehandalan) telah terintegrasi dengan
melalui penggunaan sistem informasi Enterprise Resources Planning diimplementasikannya sistem
(ERP), Aplikasi Sistem Pengelolaan Data Terpadu (SPDT) dan Microsoft ERP (Enterprise
Dynamic Navision di Kantor Pusat, Pabrik/Plant maupun Anak Resources Planning) SAP untuk
Perusahaan, namun sistem informasi yang sudah diterapkan belum KF Holding dan KFTD pada tahun
didasari atas analisa kebutuhan yang terintegrasi dengan bisnis proses 2016, serta belanjut pada KFA
4.2a.(1).1.3
(Master Plan Teknologi Informasi). Hal ini terbukti tidak Relevan nya pada tahun 2017.
Master Plan Teknologi Informasi. Tanpa didasari analisa kebutuhan yang
terintegrasi dengan bisnis proses dan nilai rantai bisnis PTKF secara
menyeluruh, terbukti dengan dasar Inisiatif strategis dalam Master Plan
IT masih parsial berdiri sendiri, maka dikhawatirkan sistem informasi
yang terpasang kurang efektif dan tidak terintegrasi dengan proses
bisnis.

4.2a.(1).1.4 Walaupun PTKF telah mengelola data, informasi dan pengetahuan Sistem informasi perusahaan
organisasi yang relevan di gunakan dalam pengembangan inovasi telah terintegrasi dengan
melalui email intranet coporate secretary untuk sharing knowledge dan diimplementasikannya sistem
telah melakukan pengumpulan dan transfer pengetahuan yang relevan ERP (Enterprise
untuk melakukan inovasi dan perencanaan strategis dengan cara Resources Planning) SAP untuk
melakukan pelatihan dan values internationalization (pelatihan mengenai KF Holding dan KFTD pada tahun

24
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
budaya perusahaan) I-CARE (Innovative, Customer First, Accountable, 2016, serta belanjut pada KFA
Responsible, Eco-Friendly) dan sudah melakukan evaluasi terhadap pada tahun 2017.
Level-1 (materi pelatihan dan pemberi materi) dan Level-2 (penilaian
atasan mengenai kinerja bawahannya yang menjadi peserta dalam
implementasi hasil pelatihan), namun pengolahan data belum
terintegrasi dan masih dilakukan manual yang dapat berdampak
terhadap pengembangan inovasi dan menghambat perencanaan
strategis, adapun Sistem HCIS yang relevan terhadap kebutuhan
organisasi tetapi belum terintegrasi dengan sistem e-learning yanng
sedang akan di bangun dan belum relevan terhadap rantai bisnis PTKF
dan Proses Bisnis serta pengembangan inovasi dan perencanaan
strategis.

Walaupun PTKF telah menggunakan pengetahuan dan sumberdaya Hasil pelatihan dan pembelajaran
yang dimiliki dalam pembelajaran dan cara opersional perusahaan se maximal mungkin dilakukan
melalui sharing knowledge email intranet corporate secretary dan disetiap masing – masing unit
dengan cara melakukan pelatihan dan values internationalization untuk meningkatkan efektifitas
(pelatihan mengenai budaya perusahaan) I-CARE (Innovative, Customer proses kerja
First, Accountable, Responsible, Eco-Friendly) dan sudah melakukan
evaluasi terhadap Level-1 (materi pelatihan dan pemberi materi) dan
Level-2 (penilaian atasan mengenai kinerja bawahannya yang menjadi
4.2a.(2).1 peserta dalam implementasi hasil pelatihan), namun belum dilakukan
evaluasi berkala secara komprehensif terhadap efektifitas hasil pelatihan
dan pembelajaran mengenai implementasi cara operasi perusahaan
dikhawatirkan tujuan perusahaan dalam cara operasional perusahaan
dengan efektif dan tidak dapat tercapai.

25
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
4.2b.(1) 1 Walaupun PTKF teiah mengelola data informasi untuk memenuhi akiirasi
data dan informasi, integritas dan kehandalan, ketepatan waktu serta
keamanan dan kerahasiaan melalui:
1) mengelola data dan informasi perusahaan untuk memastikan tingkat
akurasi melalui penggunaan Sistem Informasi di SBU, Divisi dan Anak
Perusahaan;
2) mengelola data dan informasi untuk memastikan integritas serta
kehandalan sistem melalui melalui penggunaan sistem informasi
Enterprise Resources Planning (ERP), Aplikasi Sistem Pengelolaan
Data Terpadu (SPDT) dan Microsoft Dynamic Navision di Kantor Pusat,
Pabrik/Plant maupun Anak Perusahaan;
3) mengelola data dan informasi dalam menunjang ketepatan dan
kesesuhian waktu melalui sistem penggunaan informasi Enterprise
Resources Planning (ERP), aplikasi contact centre dan SisMen,
website www.kimiafarma.co.id, email;
4) mengelola data dan informasi untuk peningkatan keamanan dan
kerahasiaan data dan informasi melalui pengaturan level otoritas akses
untuk user, memasang proxy server dan antivirus,
namun secara keseluruhan dalam pengelolaan data dan informasi belum
terintegrasi hal ini berdasarkan kepada :
1) pengelolaan data dan informasi perusahaan untuk memastikan tingkat
akurasi, belum diterbitkannya Buku Manual/Panduan Pengguna serta
data, informasi dan pelaporan belum sepenuhnya terintegrasi, karena
entry beberapa data dan penyiapan masih dilakukan manual;
2) mengelola data dan informasi melalui penggunaan sistem infromasi
ERP aplikasi sistem microsoft dynamic navision, sistem yang
diterapkan belum didasari atas analisa kebutuhan yang terintegrasi
dengan bisnis proses (Master Plan Teknologi Informasi). Hal ini terbukti
tidak ditemukannya Master Plan Teknologi Informasi. Tanpa didasari
analisa kebutuhan yang terintegrasi dengan bisnis proses, maka
dikhawatirkan sistem informasi yang terpasang kurang efektif dan tidak

26
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
terintegrasi dengan proses bisnis;
3) mengelola informasi dalam ketepatan dan kesesuaian belum
sepenuhnya terintegrasi dan antara ERP Navision dengan aplikasi
Contact center dan SisMen dalam menunjang pengambilan keputusan
terkait engagement pelanggan dalam hal relevansi antara fokus
pelanggan, engagement pelanggan dengan tingkat kekuatrn produk,
kekuatan tenaga penjulan dan kekuatan pelayanan, yang dapat
mengakibatkan relevansi antara kekuatan produk, kekuatan penjualan
dan kekuatan pelayanan tidak terkolesi dengan baik sehingga
menyulitkan dalam hal pengambilan keputusan atas pengembangan
produk di hulu dan kekuatan penjualan dan pelayanan di hilir;
4) mengelola data informasi untuk keamanan da.i kerahasiaan mengelola
data dan informasi untuk peningkatan keamanan dan kerahasiaan data
dan informasi sistem pengelolaan yang ditetapkan dalam pengaturan
keamanan dan kerahasiaan belum melakukan review secara periodik
atas firewall, belum melakukan monitoring secara sistematis dan rutin
pembaharuan/ updatepassword secara berkala kepada seluruh user,
belum melakukan evaluasi kehandalan program dalam menghadapi
risiko terkena virus maupun peretasan (hacking) data dan informasi
yang tersimpan dalam database program oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab serta belum security ID system, sehingga dapat
berdampak pada kurang terjaminnya keamanan dan kerahasiaan data
dan informasi yang tersimpan di dalam databased program yang
digunakan perusahaan. ;
Secara keseluruhan sistem pengelolaan data dan inforamasi di PTKF, baik
master plan IT yang tidak didasari dengan analisa kebutuhan yang
terintegrasi dengan bisnis proses belum sepenuhnya dalam mendukung
operasional perusahaan, pengembangan inovasi perusahaan baik
produk ataupun ekstensifikasi pengembangan bisnis perusahaan dan
sistem inovasi perusahaan sesuai dengan yang tertuang dalam Road
Map PTKF 2013-2018, RJPP PTKF2016-2020 dan RKAP PTKF
sehingga perusahaan terkendala dalam mencapai visi perusahaan

27
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
"Menjadi korporasi bidang kesehatan terintegrasi dan mampu
menghasilkan pertumbuhan nilai yang berkesinambungan melalui
konfigurasi dan koordinasi bisnis yang sinergis"

Ketersediaan dalam menghadapi Kondisi Darurat, Sistem informasi perusahaan


telah terintegrasi dengan
Walaupun PTKF telah memastikan ketersediaan hardware dan software
diimplementasikannya sistem
serta data dan informasi yang berkelanjutan dalam kondisi darurat untuk
ERP (Enterprise
melayani kebutuhan pelanggan dan bisnis secara efektif melalui
Resources Planning) SAP dengan
penyediaan server cadangan yang standby dan sewaktu-waktu dapat
sistem Disaster Recovery Center
digunakan, backupdata penting perusahaan 2 (dua) kali sehari dalam
(DRC) telah tersedia di Sentul dan
server terpisah yang terdapat di dua Data Center yang berlainan gedung
4.2b.4.1 Surabaya
ditambah dengan backup data yang dilakukan satu minggu sekali oleh
Pabrik/Plant Semarang dan Plant Watudakon, dan melakukan
pemisahan fungsi server, namun pemastian terhadap kondisi darurat
terhadap ketersediaan hardware dan software serta data dan informasi
yang berkelanjutan belum dilakukan simulasi dan pengukuran melalui
Disaster Recovery Center (DRC). Tanpa dilakukan simulasi dan
pengukuran melalui DisasterRecovery Center (DRC) maka keamanan
data belum dapat dipastikan efektifitasnya apabila terjadi bencana
gempa bumi, banjir, kebakaran, dan kondisi darurat lainnya

28
Kategori 5 : Fokus Tenaga Kerja

5.1. Lingkungan Tenaga Kerja


Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
5.1a.(4).2 Walaupun PTKF telah mengelola tenaga kerja, kebutuhan para tenaga Sistem HCIS yang diterapkan
kerja, dan kebutuhan perusahaan untuk memastikan kelangsungan hidup sudah dimanfaatkan sebagai
perusahaan dengan cara menyusun program pengelolaan pegawai, sumber data yang dimanfaatkan
memberikan remunerasi (baik gaji, insentif dan tunjangan serta untuk kebutuhan ERP – SAP
penghargaan) dengan mekanisme yang telah diatur, serta telah
menggunakan Human Capital Information System (HCIS), namun cara
atau mekanisme tersebut tidak sistematis, terbukti pengoperasian HCIS
belum menyeluruh, baik di level holding (Divisi HC) maupun di unit (masih
pada level mengelola payroll saja). Input data masih belum seluruhnya
masuk sehingga sistem ini tidak dapat memberikan data secara optimal
dalam rangka mengelola pegawai. Hal ini dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan manajemen dalam upaya mencapai kinerja yang
unggul.
5.1b.(1) 1 Walaupun PTKF telah memperhatikan faktor lingkungan tempat kerja, Telah diperbaiki penerapan K3 di
Lingkungan Tempat termasuk aksesibilitas untuk memastikan, meningkatkan keselamatan, lingkungan Kantor pusat, dengan
Kerja kesehatan dan keamanan tenaga kerja terutama pada lokasi plant (Plant menambahkan pengetahuan K3
Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Watudakon) melalui penerapan pegawai di lingkungan Kantor
Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan, namun Pusat
untuk di lokasi kantor pusat (holding) penerapan K3 masih belum
konsisten dan sesuai dengan persyaratan K3. Hal ini dibuktikan dengan
jalur evakuasi dan titik berkumpul tidak dipasang sesuai persyaratan,
simulasi pada keadaan darurat dilakukan hanya pada area/titik tertentu
sehingga dapat berdampak pada perusahaan dalam memberikan jaminan
iklim lingkungan kerja yang aman dan nyaman serta pada penanganan
saat kondisi darurat terjadi pada area kerja PTKF. Hal ini dapat

29
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

berdampak pada pencapaian kinerja pegawai dan kinerja perusahaan


secara keseluruhan. (--)
5.1b.(2).2 Walaupun PTKF dalam memberikan layanan, manfaat dan kebijakan PTKF telah memberikan layanan
tenaga kerja tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja meliputi fasilitas kesehatan,
yang berbeda dan kelompok serta segmen tenaga kerja yang beragam asuransi berupa klinik dan dokter
dengan cara melakukan up date data pegawai dan keluarga pegawai, praktek dan sudah melakukan
melakukan analisa cost & benefit fasilitas kesehatan, melakukan sosialisasi kepada seluruh
kerjasama dengan fasilitas kesehatan (Asuransi Kesehatan, RS, Klinik karyawan dan sudah dilakukan
dan Dokter), melakukan sosialisasi fasilitas kesehatan dan benefit survei terhadap kepuasan
pension, namun kegiatan tersebut belum diintegrasikan dengan hasil karyawan
survei kepuasan dan keterikatan tenaga kerja dimana dalam survei
tersebut terdapat aspek penghasilan dan kompensasi sehingga layanan
dan manfaat yang diberikan perusahaan sesuai dengan kebutuhan
tenaga kerja sehingga dapat mempengaruhi pencapaian kinerja tenaga
kerja dan perusahaan yang telah ditetapkan.

30
5.2. Keterikatan Tenaga Kerja

TINDAK LANJUT
Item Ref Opportunities For Improvement

5.2a.(1).2 Walaupun PTKF telah menetapkan elemen-elemen keterikatan pegawai Elemen keterikatan pegawai telah
melalui survei dan dihitung dengan metode statistik serta telah dilakukan survei baik ditingkat
membedakan untuk kelompok maupun segmen pegawai yg berbeda, holding sampai ke anak perusahaan
misalnya pada kantor holding, plant, anak perusahaan maupun untuk dimana sasaran hasil survei
pegawai tetap dan tidak tetap, namun hasil kuesioner tersebut belum dilakukan penilaian dan evaluasi
dievaluasi terkait pencapaian efektivitas tujuan dan sasaran kuesioner untuk disesuaikan terhadap aktifitas/
pada masing-maing kelompok atau segmen yang berbeda (pegawai tindakan selanjutnya.
tetap/tidak tetap maupun antar unit), sehingga hasil evaluasi keterikatan
tenaga kerja belum memberikan informasi yang cukup bagi manajemen.
Hal ini dapat mempengaruhi peningkatan kinerja pegawai dan
pencapaian sasaran perusahaan (-)
5.2b.(1).3 Walaupun PTKF telah mempunyai metode dan ukuran dalam penilaian Hasil Kuesioner telah disampaikan
keterikatan tenaga kerja melalui pelaksanaan survei keterikatan pegawai ke seluruh unit, ada beberapa yang
sejak 2014 dan hasilnya dihitung dengan metode statistik serta telah telah ditindaklanjuti dalam Program
membedakan untuk kelompok maupun segmen pegawai yg berbeda, Kerja. Hasil dapat dilihat data tahun
misalnya untuk pegawai tetap dan tidak tetap, namun hasil kuesioner 2016 dibandingkan dengan tahun
tersebut belum dievaluasi pada masing- masing unit, sehingga tidak 2015.
dapat diketahui elemen-elemen penting apa pada masing-masing unit
tersebut. Informasi ini cukup penting untuk input bagi perencanaan
tenaga kerja dan selanjutnya dapat mempengaruhi peningkatan kinerja
pegawai dan pencapaian sasaran perusahaan (-)
5.2c.(1).2.1 Walaupun PTKF telah menerapkan sistem pengembangan dan Sistem HCIS yang diterapkan sudah
pembelajaran dan telah mempertimbangkan kompetensi inti, tantangan dimanfaatkan sebagai sumber data
strategis, dan pencapaian rencana kerja baik jangka pendek maupun yang dimanfaatkan untuk kebutuhan

31
TINDAK LANJUT
Item Ref Opportunities For Improvement

jangka panjang dengan cara diklat reguler, diklat berjenjang (5 level) dan ERP – SAP
pemberian bea siswa maupun bantuan untuk peningkatan pendidikan,
namun pengolahan data dan informasi atas pengembangan dan
pembelajaran tersebut antara pusat dan unit tidak diintegrasikan (HCIS)
agar tindak lanjut atas hasil pengembangan dan pembelajaran dapat
optimal. Hal ini dapat berdampak pada pencapaian sasaran strategis
jangka panjang dan kinerja perusahaan yang telah ditetapkan (-)
5.2c.(3).2 Walaupun PTKF telah mempunyai sistem kaderisasi untuk posisi Penerapan sistem ERP – SAP
manajerial dan pimpinan dengan cara melakukan pembelajaran melalui dalam tahap penyempurnaan,
assignment dalam proyek, ad hoc, atau kepanitiaan tertentu; diberi dengan melengkapi modul – modul
bantuan pendidikan bagi yang akan melanjutkan Pedidikan S1, S2 atau yang terkait data asesmen dan
S3; diikutkan diklat Reguler untuk menambah kompetensi teknis; kinerja
dilakukan Diklat Berjenjang (5 level) untuk meningkatkan kompetensi
Leadership dan personal serta seluruh data xelah diintegrasikan dalam
HCIS, namun penerapan sistem tersebut oelu.n dilaksanakan secara
sistematis dan menyeluruh berdasar evaluasi data kegiatan
pengembangan dan pembelajaran yang efektif serta output HCIS belum
dapat menyajikan data talent pool secara cepat dan akurat, dan output
tersebut harus diolah lagi secara manual menggunakan program excel.
Hal ini dapat mempengaruhi kelincahan perusahaan dalam menghadapi
tantangan ke depan serta pencapaian sasaran strategis perusahaan (-)
5.2c.(1).2.5 Walaupun PTKF telah memastikan terjadi transfer pengetahuan dari PTKF dalam rangka mengelola
para tenaga kerja yang pindah atau pensiun dengan cara menetapkan pengetahuan telah menetapkan
mekanisme knowledge transfer untuk pembelajaran dan pengembangan mekanisme pembelajaran dan
untuk seluruh unit kerja, contoh knowledge sharing dari pegawai yang transfer knowledge untuk
baru mengikuti pelatihan di Holding atau knowledge transfer berupa pengembangan Sumber Daya
program induksi (OJT) di Plant Bandung, namun mekanisme dan Manusia baik terhadap karyawan

32
TINDAK LANJUT
Item Ref Opportunities For Improvement

kegiatan tersebut masih terbatas, belum diterapkan secara konsisten baru maupun terhadap karyawan
dan tepat sasaran serta hasil alih pengetahuan belum dikelola dengan lama disetiap levelnya dimana
memadai, sehingga dapat memberi dampak alih pengetahuan yang pengembangan transfer knowledge
tidak maksimal dan berkelanjutan, terutama untuk pengetahuan yang disesuaikan menurut level.
berkaitan dengan kompetensi inti perusahaan yang pada akhirnya
secara jangka panjang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan (-).
5.2c.(3).2 Walaupun PTKF telah mempunyai sistem kaderisasi untuk posisi PTKF Melakukan Pembelajaran Dan
manajerial dan pimpinan dengan cara melakukan pembelajaran melalui Peningkatan Pengetahuan Untuk
assignment dalam proyek, ad hoc, atau kepanitiaan tertentu; diberi SDM secara reguler disetiap
bantuan pendidikan bagi yang akan melanjutkan Pendidikan S1, S2 atau levelnya dan hasil dari proses
S3; diikutkan diklat Reguler untuk menambah kompetensi teknis; peningkatan tersebut dijadikan
dilakukan Diklat Berjenjang (5 level) untuk meningkatkan kompetensi sumber data pemetaan SDM
Leadership dan personal serta seluruh data telah diintegrasikan dalam sehingga diperoleh kebutuhan
HCIS, namun penerapan sistem tersebut belum dilaksanakan secara Knowledge per karyawan
sistematis dan menyeluruh berdasar evaluasi data kegiatan
pengembangan dan pembelajaran yang efektif serta output HCIS belum
dapat menyajikan data talent pool secara cepat dan akurat, dan output
tersebut harus diolah lagi secara manual menggunakan program excel.
Hal ini dapat mempengaruhi kelincahan perusahaan dalam menghadapi
tantangan ke depan serta pencapaian sasaran strategis perusahaan (-)

33
Kategori 6 : Fokus Operasi

6.1. Proses Kerja

Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT


6.1b.(1).1 Walaupun PTKF telah mempunyai mekanisme dalam memastikan PTKF dalam menjalankan proses
operasional harian proses kerja tersebut memenuhi persyaratan proses bisnis nya sudah mengacu kepada
kerja utama yaitu mengacu pada CPOB dan CDOB serta telah CPOB dan CDOB, dimana setiap
dituangkan dalam transformation Reengineering Business Process, aktifitas disesuaikan dengan standar
namun PTKF tidak mengikuti prosedur tersebut secara konsisten CPOB dan CDOB.
sehingga produksi tidak berjalan optimal, terbukti kinerja UPJ (Grafik
7.1.a 28-34) serta kinerja penjualan Reguler dan Institusi (Grafik 7.1.a
44-45) pada tahun 2014 tidak mencapai target yang telah ditetapkan.
Hal ini jika tidak dilakukan evaluasi lebih lanjut dapat menyulitkan PTKF
dalam mencapai Visi dan Misi Perusahaan.
6.1b.(1).3 Walaupun PTKF telah mempunyai ukuran atau indikator kinerja utama
serta ukuran in process yang digunakan untuk mengendalikan dan
meningkatkan proses kerja, namun PTKF tidak melakukan evaluasi
terhadap indikator pencapaian kinerja produk unggulannya seperti
Batugin (Grafik 7.1.a.35), Enkasari (Grafik 7.1.a.36) dan Launching
Produk Generik (Grafik 7.1.a.51), terbukti pencapaian kinerja produk
Enkasari, Batugin dan Launching Produk Generik selama 3 tahun (2012
- 2014) berturut-turut idak mencapai target yang telah ditetapkan, Hal ini
jika tidak dilakukan evaluasi lebih lanjut dapat menyulitkan PTKF dalam
mencapai Visi Misi Perusahaan. (--)
6.1b.(2).3 Walaupun PTKF telah mempunyai mekanisme untuk memastikan bahwa PTKF secara rutin melakukan
proses-proses pendukung yang sehari-hari dilaksanakan telah manajemen review terhadap semua
memenuhi persyaratan utama untuk mendukung bisnis perusahaan aktifitas bisnis termasuk dalam hal
yaitu mengacu pada CBOB dan CDOB dan telah dituangkan dalam evaluasi pencapaian kinerja masing-

34
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT
transformation Reengineering Business Proses namun PTKF tidak masing produk.
melakukan evaluasi terhadap indikator pencapaian kinerja produk Evaluasi yang dilakukan pada setiap
unggulannya seperti Batugin (Grafik 7.1.a.35), Enkasari (Grafik 7.1.a.36) produk menjadi dasar proses
dan Launching Produk Generik (Grafik 7.1.a.51), terbukti pencapaian perencanaan dan pengambilan
kinerja produk Enkasari, Batugin dan Launching Produk Generik selama keputusan yang tepat terhadap
3 tahun (2012 - 2014) tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Hal produk tersebut keputusan
ini jika tidak dilakukan evaluasi lebih lanjut dapat menyulitkan PTKF
dalam mencapai Visi dan Misi Perusahaan.

6.2. Efektivitas Operasional

Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT


6.2b.(1).2 Walaupun PTKF telah mempunyai mekanisme dalam menyeleksi Terhadap Pemasok – Pemasok PT
pemasok dan memastikan bahwa pemasok yang dipilih memiliki KF untuk tahun 2016 sedang
klasifikasi dan posisi yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dilakukan evaluasi dengan indikator
dan kepuasan pelanggan yaitu dengan memakai PROTAP PPH 002 yang telah ditentukan. Dari hasil
untuk penilaian pemasok bahan baku dan PROTAP PPH 003 untuk evaluasi maka akan menghasilkan
penilaian pemasok bahan pengemas lokal dan import, namun dalam feedback bagi perusahaan dalam
PROTAP tersebut tidak diketemukan kriteria penilaian dalam proses pengambilan keputusan
evaluasi. Hal ini dapat menyulitkan PT KF dalam mendapatkan kedepannya.
Pemasok yang baik, terbukti kinerja Grafik 7.1.c.1: Kesesuaian Barang .
Yang Diminta dan Grafik 7.1.c.5: Ketepatan Barang (Bahan Pengemas)
Yang Diterima pada tahun 2014 menurun dari tahun 2013.
6.2b.(1).4 Walaupun PTKF telah mempunyai mekanisme dalam mengelola Terhadap Pemasok – Pemasok PT
pemasok yang berkinerja buruk yaitu dengan melakukan penilaian KF untuk tahun 2016 sedang
setiap 1 tahun sekali, namun PTKF tidak menggunakan hasil evaluasi dilakukan evaluasi. Dari hasil
tersebut untuk kegiatan pengadaan berikutnya terbukti terdapat evaluasi maka akan menghasilkan

35
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

Pemasok Kemasan yang tidak dapat menyerahkan barang sesuai waktu feedback bagi perusahaan dalam
yang telah ditetapkan selama 3 kali ber-turut2 tetapi tetap diikutsertakan pengambilan keputusan
dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini jika tidak dilakukan akan kedepannya.
menyulitkan PTKF dalam mengelola Pemasok yang berkinerja buruk.

6.2c.(2).2 Walaupun PTKF telah memiliki sistem tanggap darurat dan telah PTKF sangat memperhatikan upaya
memperhatikan pencegahan, kelangsungan operasional dan pemulihan pencegahan bahaya dalam
dengan cara menetapkan Pedoman P2K3 pada tanggal 5 Januari 2012 operasional perusahaan dan sudah
dan pemenuhan sarana dalam rangka keadaan darurat, namun PTKF menetapkan manajemen K3.
belum menerapkan identifikasi terhadap bahaya dan karakternya serta
usaha pencegahan dan pemulihan apabila risiko terjadi (Misal, HIRAC:
Hazard Identification, Risk Assesment and Control). Hal ini apabila tidak
dilakukan dapat menyulitkan PTKF dalam pencegahan, kelangsungan
operasional dan pemulihan apabila terjadi keadaan darurat.
6.2d.(1).1 Walaupun PTKF telah mengelola inovasi dengan cara [1] menumbuhkan
budaya inovasi dalam Tata Nilai I-CARE, [2] membuka kesempatan bagi
karyawan untuk menuangkan ide inovasinya dalam suatu karya tulis
ilmiah untuk pengembangan produk, [3] menuangkan dalam PKB
tentang pemberian penghargaan dan pegawai berprestasi, namun
PTKF belum [1] menindaklanjuti ide inovasi tersebut menjadi perluang
peningkatan produk, [2] mengevaluasi hasil-hasil inovasi yang telah
dilakukan/diteliti menjadi Peluang Strategis, [3] menetapkan target
Launching Produk, Hal ini jika tidak dilakukan dapat menyulitkan PTKF
dalam meningkatkan kinerja Perusahaan dibanding Pesaing, terbukti
dalam grafik 7.1.a.21, pada tahun 2014 trend realisasi pasar farmasi
tidak mencapai target yang telah ditetapkan dan menunjukkan kinerja di
bawah pesaing. (--)

36
Item Ref Opportunities For Improvement TINDAK LANJUT

6.2d.(1).2 Walaupun PTKF telah mempunyai mekanisme untuk mengejar Peluang PTKF dalam memanfaatkan
Strategis yang ditentukan secara Intelligent Risk dengan cara peluang-peluang strategis sudah
melakukan riset pasar atas beberapa produk potensial yang masih melakukan riset pasar terhadap
belum dimiliki oleh pesaing, namun PTKF belum menindaklanjuti potensi produk yang layak untuk
potensi pengembangan produk yang potensial tersebut, Hal ini jika tidak dikembangkan, terhadap
dilakukan dapat menyulitkan PTKF untuk meningkatkan ranking dan pengembangan tersebut memiliki
share-nya dalam Pasar Etikal dan Pasar OTC, terbukti ranking dan skala prioritas, sesuai dengan
share PT Farmasi masih jauh dibawah Pesaing (Grafik 7.1.a.16-17, 19- resources dan teknologi yang dimiliki
20). oleh perusahaan

PT Kimia Farma (Persero) Tbk 37


Jl. Veteran, Jakarta Pusat