Anda di halaman 1dari 48

Perizinan dan Realisasi Fisik

PT. Segara Komodo Lestari


pada
Zona Pemanfaatan Pulau Rinca
8 Agustus 2018
Ruang rapat Dit.Jen. KSDAE, Manggala Wana Bakti, lt. 8
PROSES dan TAHAPAN PERIZINAN
PROSES dan TAHAPAN PERIZINAN
Kegiatan sosialisasi dari SKL

Kegiatan koordinasi dan sosialisasi lainnya yang sudah dilakukan oleh PT.
Segara Komodo Lestari antara lain:

1) Pertemuan dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan Kepala


Resort Pulau Rinca di Labuan Bajo tanggal 12 Juli 2018;

2) Kunjungan dan pemberian bantuan biaya pengobatan kepada


masyarakat korban serangan Komodo di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo
tanggal 12 Juli 2018;

3) Pertemuan dengan Kepala Desa Pasir Panjang di Desa Pasir Panjang


tanggal 13 Juli 2018 dan 2 Agustus 2018;

4) Pertemuan dengan Dinas Pariwisata Pemerintah Kabubaten Manggarai


Barat di Labuan Bajo tanggal 3 Agustus 2018
Kegiatan sosialisasi dari SKL

5) Pertemuan dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Manggarai


Barat di Labuan Bajo tanggal 3 Agustus 2018;

6) Pertemuan dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah


(Bappeda) Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo
tanggal 3 Agustus 2018

7) Pertemuan dengan Asisten 2 Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di


Labuan Bajo tanggal 3 Agustus 2018;

8) Sosialisasi dengan Taman Nasional Komodo pada tanggal 4 Agustus 2018;


PROSES dan REALISASI FISIK SKL Tahap I

RKL I dan RKT Tahap 3

TAHAP I
Realisasi Fisik Kompleks
Visitor Center,
dengan Fasilitas Interpretasi
Komodo dan Budaya NTT,
Viewing Platform dan
Souvenir Shop
(bukan akomodasi)
DASAR & KONSEP PERANCANGAN
• Desain Arsitektural dikembangkan dengan memaksimalkan
fungsi bangunan dan potensi alamiah Pulau Rinca (Sunset,
Sunrise, Sceenery / 3S).
• Mengacu pada kaidah konservasi
• Bentuk bangunan mengadopsi arsitektural kearifan lokal
dan budaya setempat
• Menggunakan material alami Yang
recycleable dan bio-degradable
• Sustainability
• Minimal impact
• Estetika
DASAR & KONSEP PERANCANGAN
• Seluruh proses produksi (fabrikasi) di lakukan di luar Rinca
utk menghindari limbah di P Rinca (clean construction)
• Kemudahan maintenance
• Dipilih struktur yg ringan shg tdk memerlukan pondasi yg
dalam
• Struktur bangunan panggung agar
satwa msh dpt melintas
• Bangunan semi permanen
SITE PLAN
Tampak Bangunan

Tampak Muka
Tampak Samping
Screen clipping taken: 8/3/2018 6:10 AM

Tampak Belakang
Bird Eye View
Usulan jangka pendek

1) Komunikasi dan koordinasi yang ketat diantara para


stakeholder;

2) Strategi dan tim sosmed yang kuat;

3) Sosialisasi bersama antara pemerintah dan swasta


dalam rangka melanjutkan pengembangan Pariwisata
Alam di P. Rinca;

4) Agar kegiatan terkait dengan Annual Meeting World


Bank dan IMF 2018 diantisipasi.
TERIMAKASIH
Padar Eco Resort
Pemaparan Umum Mengenai Desain dan Rencana
Pembangunan

PT. Komodo Wildlife Ecotourism


Juli 2018
Rencana Kawasan
Tampak
Lokasi Dari
Arah Laut
Rencana
Induk Padar
Eco Resort
Legenda
Rencana Buggy Car & Spa Shop

Induk Padar Jetty


Eco Resort Lobby

Area Servis

5x Rumah Panggung 60 m2

Solar Farm

2x Rumah Panggung 120 m2


Rencana
Bangunan
Rumah
Panggung
Tipe 60 m2
Rencana
Bangunan
Rumah
Panggung
Tipe 120 m2
Rencana
Bangunan
Kantor
Pengelola
(Front Office)
Rencana
Bangunan
Kantor
Pengelola
(Housekeeping &
Gudang)
Rencana
Bangunan
Dapur Utama

Bahan konstruksi bangunan


ini menggunakan material
yang bersifat fire retardant
Rencana
Bangunan
Mess
Karyawan Pria
Rencana
Bangunan
Mess
Karyawan
Wanita
Rencana
Bangunan
Pengolahan
Limbah

Bahan konstruksi bangunan


ini menggunakan material
yang bersifat fire retardant
Rencana
Bangunan
Pengolahan
Air
Rencana
Bangunan
Pembangkit
Energi &
Buggy Car

Bahan konstruksi bangunan


ini menggunakan material
yang bersifat fire retardant
Manajemen Masa Konstruksi
Strategi Umum
• Manajemen konstruksi proyek yang baik akan
memastikan proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal,
anggaran, dan kualitas yang ditetapkan sejak awal.
• Jadwal pelaksanaan proyek akan disepakati bersama-
sama dengan seluruh pemangku kepentingan, sebelum
proyek mulai dilaksanakan.
• Penilaian dilakukan secara hati-hati untuk memilih
material dan bahan yang akan digunakan dalam proyek,
ditinjau dari segi kualitas, lokalitas, ketersediaan, dan
ramah lingkungan.
• Perhatian lebih akan diberikan untuk menjamin bahwa
proyek ini akan memenuhi standar ‘eco-friendly’.

Manajemen Konstruksi
Proyek
• Transportasi air untuk mobilisasi orang, peralatan, dan
bahan, baik menuju atau dari Pulau Padar selama masa
konstruksi akan dilakukan secara terjadwal dan
terstruktur agar memudahkan pengawasan dan efisiensi
bahan bakar yang berujung pada pengurangan emisi
karbon di sekitar lokasi.

Manajemen Transportasi
Proyek
• Sesuai dengan standar dari U.S. Green Building Council,
yaitu LEED, limbah konstruksi diwajibkan untuk dipilah
sesuai jenisnya, dan diusahakan agar dapat digunakan
kembali atau didaur ulang.
• Selama pelaksanaan proyek, limbah konstruksi akan
dibagi-bagi sesuai kategori berikut, dicatat dalam
laporan khusus, dan diangkut keluar lokasi:

1. Besi dan metal lainnya 6. Minyak


2. Kayu 7. Cairan kimia lainnya
3. Plastik 8. Elektronik
4. Kertas 9. Sisa makanan/organik
5. Kaca

Pengelolaan Limbah
Konstruksi
Contoh Pemilahan Sampah
Manajemen Masa Operasional
Konsep Dasar
Pengelolaan selama masa operasional dari proyek
resort ini akan mengedepankan prinsip-prinsip
zero impact terhadap lingkungan dari aktivitas
Zero Impact manusia yang terjadi.

Bermula dari penyediaan dan pembangkitan


energi dasar seperti air dan listrik yang ramah
lingkungan, setelahnya juga dilakukan
peningkatan kesadaran terhadap manusia yang
beraktivitas di dalam kawasan resort tersebut
untuk mengurangi konsumsi energi yang telah
dihasilkan dan secara langsung mengurangi
jumlah limbah yang dilakukan.
Pembangkitan Energi
Listrik
• Penggunaan solar panel dengan sistem
hibrida bersama-sama dengan baterai
merupakan solusi yang paling tepat untuk
penyediaan energi listrik di kawasan
resort ini.
• Sistem pembangkitan energi listrik yang
menggunakan generator tetap disediakan
sebagai tindakan antisipasi terhadap
keadaan darurat yang mungkin timbul
selama masa operasional.
Sebagai Ikon Kawasan
• Keberadaan solar farm yang besar dan
didesain secara unik di resort ini akan
menjadi suatu ikon yang akan
meningkatkan minat wisatawan untuk
berkunjung.
Penyediaan Air

• Penggunaan teknologi reverse osmosis


merupakan solusi yang paling tepat untuk
penyediaan air di kawasan resort ini.
• Sistem reverse osmosis yang ditunjang oleh
energi listrik dari solar panel membuat
dampak
Pengelolaan Limbah
Padat
• Penggunaan teknologi hidrotermal dan pyrolisis
merupakan solusi yang paling tepat untuk
mengolah limbah padat di resort ini.
• Sistem hidrotermal memungkinkan limbah padat
organik untuk diolah menjadi pupuk cair,
sementara limbah padat anorganik dapat diolah
menjadi Refused Derived Fuel (RDF) yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar padat untuk
tungku api.
• Sistem pyrolisis memungkinkan limbah plastik
untuk diolah menjadi minyak mentah yang dapat
digunakan sebagai bahan bakar bagi penerangan
(lampu obor atau petromaks)
• Hasil dari pengolahan limbah padat ini dapat
diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk
tanggung jawab sosial dan ekonomi.
Sarana Edukasi Bagi Pengunjung dan
Masyarakat
Hasil dari pengolahan limbah padat berupa
pupuk cair dapat diberikan sebagai
cinderamata bagi pengunjung resort. Selain itu,
fasilitas pengolahan limbah padat tersebut
dapat menjadi atraksi yang menarik bagi
pengunjung.

Masyarakat juga diajak untuk dapat menyadari


bahwa terdapat nilai ekonomi dari produk hasil
pengolahan limbah padat tersebut.
Pengolahan Limbah
Cair
• Penggunaan grease trap dan instalasi
pengolahan air limbah portabel (IPAL)
adalah solusi minimum untuk pegolahan
air limbah di resort ini.
• Grease trap khususnya akan dipasang di
daerah dapur dan bangunan buggy car
yang memiliki limbah cair berupa minyak.
• Sementara itu, IPAL akan dipasang secara
terpusat untuk melayani seluruh kawasan
resort yang berfungsi mengolah black
water menjadi air bersih untuk
dikembalikan ke alam.
Terima Kasih!