Anda di halaman 1dari 80

PANDUAN PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

KATA SAMBUTAN ii

TIM PENYUSUN iv

DAFTAR ISI v

BAB I DEFINISI

BAB II. RUANG LINGKUP

C. RUANG LINGKUP

D. PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH DALAM SISTEM

KESEHATAN

E. PRINSIP-PRINSIP PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

F. PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

KESEHATAN DI RUMAH

BAB III. TATA LAKSANA

A. MANAJEMEN KASUS

B. ASUHAN KEPERAWATAN

C. PENCATATAN DAN PELAPORAN

IV. TATALAKSANA PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI

RUMAH

A. PRASYARAT PENYELENGGARA PELAYANAN

KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH


B. MEKANISME PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI

RUMAH

C. PEMBIAYAAN

V. PEMANTAUAN, PEMBINAAN DAN PENILAIAN

A. PEMANTAUAN

B. PEMBINAAN

C. PENILAIAN

DAFTAR PUSTAKA 34
BAB I

PENDAHULUAN

Visi Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah memandirikan

masyarakat untuk hidup sehat dan misinya adalah membuat rakyat sehat. Guna

mendukung terwujudnya Visi dan Misi tersebut, berbagai programkesehatan telah

dikembangkan termasuk pelayanan keperawatan kesehatan di rumah. Adapun strategi

utama ( Grand Strategy ) DepKes RI adalah menggerakkan dan memberdayakan

masyarakat untuk hidupsehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan

kesehatanyang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring daninformasi

kesehatan,meningkatkan pembiayaan kesehatan.

Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah merupakan program yang sudah

ada dan perlu dioptimalkan karena telah menjadi kebutuhan masyarakat. Hal ini

didukung dengan makin bertambahnya populasipenduduk, peningkatan umur harapan

hidup yang berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan antara lain infeksi

penyakit kronismasih tinggi diikuti pula dengan peningkatan penyakit degeneratif, dan

gangguan psikososial. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan masyarakat akan

pelayanan kesehatan jangka panjang dan berkesinambungan

menjadi meningkat. Salah satu pelayanan kesehatan yang sesuai dengankebutuhan

masyarakat tersebut antara lain melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

Berdasarkan hasil pengkajian need assessment home care yang diselenggarakan oleh

Direktorat Pelayanan Keperawatan tahun 2000 diwilayah DKI Jakarta dengan

responden pengelola program kesehatan dan konsumen diperoleh hasil : 100%

responden kelompok pengelola


program dan responden konsumen dan 96,7% pengelola pelayanan di

RS, Puskesmas, dan Yayasan menyatakan perlu dikembangkan

pelayanan keperawatan kesehatan di rumah; 91,9% (hampir seluruh

responden) menyatakan pengelola Keperawatan Kesehatan di Rumah

memerlukan izin operasional dan 87,3% responden menyatakan bahwa

perlu standarisasi tenaga, sarana, dan pelayanan.

Berbagai faktor yang mendorong perkembangan pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah antara lain; kebutuhan masyarakat, perkembangan

IPTEK bidang kesehatan, dan tersedianya SDM Kesehatan yang mampu

memberikan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah. Sehubungan

dengan hal tersebut, perlu dikembangkan ”Pelayanan Keperawatan

Kesehatan di Rumah” dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Salah satu upaya adalah menyusun panduan pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah.

B. LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2. Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Perimbangan

Keuangan Pusat dan Daerah

3. Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

4. Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran

5. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1239 tahun 2001 tentang

Registrasi dan Praktik Perawat

6. Kepmenkes No. 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar


Puskesmas

7. Kepmenkes No. 279 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan

Perkesmas di Puskesmas

8. SK Menpan No. 94/ KEP/ M.PAN/ 11/ 2001 tentang Jabatan

Fungsional Perawat

9. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

10. Permenkes 920 tahun 1986 tentang Pelayanan Medik Swasta

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

C. SASARAN

Perawat dan pemangku kepentingan (stake holder) yaitu Dinkes Propinsi,

Dinkes Kabupaten/Kota, Pemda, Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas, dan sarana

kesehatan lain yang terlibat dalam pelayanan keperawatan kesehatan di

rumah.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

BAB II

KONSEP PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DIRUMAH

A. PENGERTIAN

Menurut Rice (1996), Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah adalah

pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien di rumahnya untuk


menyembuhkan, mempertahankan, memelihara, dan meningkatkan

kesehatan fisik, mental/ emosi pasien.

Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah merupakan sintesa dari

keperawatan kesehatan komunitas dan keterampilan teknikal tertentu

yang berasal dari spesialisasi keperawatan tertentu. Pelayanan

keperawatan di rumah mencakup pencegahan primer, sekunder, dan

tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan individu dengan

melibatkan keluarga atau pemberi pelayanan yang lain (ANA, 1992).

Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah merupakan pemberian

pelayanan keperawatan yang berkualitas terhadap pasien di lingkungan

rumahnya yang disediakan secara intermitten atau part time. Pengasuh

pasien/ keluarga dan lingkungan rumah di pandang sebagai elemen

utama yang menentukan keberhasilan pelayanan. Kebijakan standar dan

prosedur perawatan juga akan mempengaruhi pelayanan perawatan

pasien sebagaimana ketersediaan sumber-sumber seperti ; peralatan,

bahan-bahan, biaya dan sistem keluarga.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

INPUT :

• SDM

PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

DILIHAT DARI PENDEKATAN SISTEM


• Dana

• Alat

• Sarana

• Peraturan

• Protap/SOP

B. TUJUAN

PROSES :

• Pengkajian keperawatan

• diagnosis keperawatan

• Rencara keperawatan

• Implementasi keperawatan

• evaluasi keperawatan

1. Umum :

Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

OUTPUT :

• Kemandirian

pasen&

keluarga

2. Khusus :

a. Terpenuhinya kebutuhan dasar (biologis, psikologis, sosiokultural

dan spiritual) bagi pasien secara mandiri


b. Meningkatnya kemandirian keluarga dalam pemeliharaan

kesehatan dan perawatan pasien di rumah

c. Meningkatnya kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

C. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pelayanan keperawatan kesehatan di rumah meliputi :

1. Memberikan pelayanan asuhan keperawatan secara komprehensif

pada proses penyembuhan kesehatan, rehabilitasi, pemeliharaan, dan

peningkatan kesehatan

2. Melakukan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarganya

tentang kondisi yang dialami

3. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga dalam rangka

mencapai kualitas hidup yang lebih baik

OUTCOME :

• Kualitas hidup

D. PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH DALAM

SISTEM KESEHATAN

Upaya kesehatan merupakan salah satu komponen dari Sistem

Kesehatan Nasional (SKN), dan salah satu bagian dari pelayanan

kesehatan adalah pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat

(Perkesmas) dengan sasaran individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat. Adapun Pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

menurut Warhola (1980) merupakan pelayanan kesehatan yang


berkesinambungan dan komprehensif pada individu dan keluarga di

tempat tinggal mereka yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian

individu/ keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya, pemulihan

kesehatan, atau meminimalkan dampak penyakit. Pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah difokuskan pada individu yang

memerlukan bantuan keperawatan paska rawat inap maupun rawat jalan

dari sarana kesehatan (RS, Puskesmas, dan sarkes lain), individu yang

berisiko atau individu yang dikirim oleh keluarga/ kelompok/ masyarakat.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada skema di bawah ini.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

SKN

Upaya

Kesehatan

Pelayanan

Keperawatan

Kesehatan

Masyarakat

SKEMA

PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

BAGIAN DARI SISTEM KESEHATAN

Kelompok/
Masyarakat

Individu

keluarga

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

sehat

sakit

Berobat (RS,

Puskesmas,

Sarkes lain

Alur prioritas pada pada pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

Alur tidak prioritas pada pada pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

Tak risti

risti

Tidak

berobat

Pulang ke

rumah

Sembuh

tak optimal

Sembuh/

mandiri

Meningal
E. PRINSIP- PRINSIP PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI

RUMAH

Penyelenggara Pelayanan

Keperawatan di rumah :

• Bagian/Unit RS

• Bagian/Unit Puskesmas

• Badan Pelayanan Keperawatan

Kesehatan di rumah

Pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah

1. Pengelolaan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

dilaksanakan oleh perawat / Tim yang memiliki keahlian khusus bidang

tersebut

2. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam

praktik

3. Mengumpulkan dan mencatat data dengan sistematis, akurat dan

komprehensif secara terus menerus.

4. Menggunakan data hasil pengkajian untuk menetapkan diagnosa

keperawatan

5. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa

keperawatan yang dikaitkan dengan tindakan-tindakan pencegahan,

terapi dan pemulihan.

6. Memberikan pelayanan keperawatan dalam rangka menjaga


Keperawatan

Kes. di rumah

kenyamanan, penyembuhan, peningkatan kesehatan dan pencegahan

komplikasi.

Keperawatan

Paliatif

7. Mengevaluasi secara terus menerus respon pasien dan keluarganya

terhadap intervensi keperawatan

8. Bertanggung jawab terhadap pasien dan keluarganya akan pelayanan

yang bermutu melalui; manajemen kasus, rencana penghentian

asuhan keperawatan (discharge planning), dan koordinasi dengan

sumber-sumber di komunitas.

9. Memelihara hubungan diantara anggota tim untuk menjamin agar

kegiatan yang dilakukan anggota tim saling mendukung.

10. Mengembangkan kemampuan profesional dan berkontribusi pada

pertumbuhan kemampuan profesional tenaga yang lain.

11. Berpartisipasi dalam aktifitas riset untuk mengembangkan

pengetahuan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

12. Menggunakan kode etik keperawatan dalam melaksanakan praktik

keperawatan

F. PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DALAM PELAYANAN

KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH


Peran dan fungsi Perawat dalam penyelenggaraan pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah meliputi :

1. Peran

a. Manajer Kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan dengan

anggota keluarga dan penyedia pelayanan kesehatan atau

pelayanan sosial yang lain untuk meningkatkan pencapaian

pelayanan.

b. Pelaksana /Pemberi Asuhan : Memberikan pelayanan langsung

dan melakukan supervisi pelayanan yang diberikan oleh anggota

keluarga atau pelaku rawat (care giver).

c. Pendidik : Mengajarkan keluarga tentang sehat sakit dan bertindak

sebagai penyedia informasi kesehatan.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

d. Kolaborator : Mengkoordinir pelayanan yang diterima oleh keluarga

dan mengkolaborasikan dengan keluarga dalam merencanakan

pelayanan.

e. Pembela (Advocate) : Melakukan pembelaan terhadap pasien

melalui dukungan peraturan.

f. Konselor : Membantu pasien dan keluarga dalam menyelesaikan

masalah dan mengembangkan koping yang konstruktif.

g. Penemu Kasus dan Melakukan Rujukan : Melibatkan diri dalam


menemukan kasus di keluarga dan melakukan rujukan secara

cepat.

h. Penata lingkungan rumah : Melakukan modifikasi lingkungan

bersama pasien dan keluarga dan tim kesehatan lain untuk

menunjang lingkungan sehat.

i. Peneliti : Mengidentifikasi masalah praktik dan mencari jawaban

melalui pendekatan ilmiah.

2. Fungsi

a. Fungsi sebagai Manajer Kasus :

1) Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga terhadap

pelayanan kesehatan

2) Menyusun rencana pelayanan keperawatan dan pelayanan

kesehatan lainnya di rumah

3) Mengkoordinir aktifitas tim kesehatan multidisiplin dalam

memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien di rumah

4) Memantau kualitas pelayanan keperawatan dan pelayanan

kesehatan lainnya yang diberikan kepada pasien di rumah

b. Fungsi sebagai Pemberi Asuhan :

1) Melakukan pengkajian asuhan keperawatan secara

komprehensif

2) Menetapkan masalah (diagnosa keperawatan)

3) Menyusun rencana keperawatan dengan mempertimbangkan

kebutuhan pasien dan potensi keluarga


Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

4) Melakukan tindakan keperawatan langsung mencakup

tindakan mandiri dan tindakan kolaboratif

5) Melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan dan

perkembangan/respon pasien

6) Membantu pasien dan anggota keluarga mengembangkan

perilaku koping yang efektif

7) Melibatkan anggota keluarga dalam memberikan perawatan

pasien di rumah

8) Membimbing semua anggota keluarga dalam melakukan

aktifitas promosi dan pemeliharaan kesehatan.

9) Melakukan evaluasi asuhan keperawatan

10) Mendokumentasikan asuhan keperawatan

c. Fungsi sebagai Pendidik :

1) Mengidentifikasi pasien dan keluarga akan pendidikan

kesehatan

2) Memilih metode pembelajaran dan menyiapkan materi

pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan masalah

pasien dan keluarga

3) Menyusun rencana kegiatan pendidikan kesehatan

4) Melaksanakan pendidikan kesehatan terkait dengan masalah


kesehatan pasien.

5) Mengajarkan anggota keluarga tentang keterampilan dan

strategi yang dibutuhkan dalam mengasuh anggota keluarga

yang sakit

6) Mendorong keluarga untuk melakukan upaya pemeliharaan

dan peningkatan kesehatan melalui perilaku hidup sehat.

7) Mendokumentasikan kegiatan pendidikan kesehatan.

d. Fungsi sebagai Kolaborator :

1) Melakukan kerjasama dengan anggota tim kesehatan lain

untuk menyelesaikan masalah kesehatan pasien.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

10

2) Melakukan kerjasama dengan sumber-sumber/fasilitas

pelayanan yang ada di masyarakat untuk menyelesaikan

masalah kesehatan pasien.

e. Fungsi sebagai Pembela :

1) Mendemonstrasikan tehnik komunikasi efektif dengan pasien

dan keluarga di rumah

2) Menghormati hak pasien

3) Meminta persetujuan tindakan yang dilakukan.

4) Melaksanakan fungsi pendampingan

5) Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga terkait


dengan sumber-sumber yang dapat dimanfaatkan untuk

mengatasi masalah kesehatan.

6) Memfasilitasi pasien dalam memanfaatkan sumber-sumber

untuk mengatasi masalah kesehatannya.

f. Fungsi sebagai Konselor :

1) Membantu penyelesaian masalah pasien dan keluarganya

2) Membantu pasien dan keluarga mempertimbangkan berbagai

solusi dalam rangka menetapkan cara yang lebih baik untuk

memenuhi kebutuhan keluarga

3) Menunjang komunikasi efektif keluarga untuk meningkatkan

penyelesaian masalah.

4) Mengkomunikasikan bahwa keluarga bertanggung jawab

memilih alternatif penyelesaian masalah.

g. Fungsi Penemu Kasus dan Melakukan Rujukan :

1) Mengembangkan pengetahuan tentang tanda-tanda dan

gejala atau faktor yang berkontribusi dengan kondisi atau

masalah yang akan dicari

2) Menggunakan proses diagnostik untuk mengidentifikasi

potensi masalah kesehatan atau kondisi tertentu

3) Menetapkan kebutuhan rujukan yang sesuai

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

11
4) Melakukan rujukan terhadap kasus yang perlu penanganan

dari tim kesehatan lainnya.

5) Menyediakan pelayanan tindak lanjut terhadap kasus yang

teridentifikasi

h. Fungsi Penata Lingkungan Rumah

1) Memodifikasi lingkungan yang memungkinkan peningkatan

kesehatan pasien.

2) Memodifikasi lingkungan yang memungkinkan pasien mandiri

dalam perawatan dirinya

i. Fungsi Peneliti :

1) Mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat diteliti

2) Merancang dan melakukan penelitian keperawatan

3) Menyebarluaskan hasil penelitian

4) Mengaplikasikan temuan hasil riset ke dalam praktik

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

12

BAB III

KEGIATAN PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN

DI RUMAH

Dalam penyelenggaraan kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan di

rumah terdapat tiga kegiatan yang dilakukan oleh seorang perawat, meliputi;

Manajemen Kasus, Asuhan Keperawatan, serta Pencatatan dan Pelaporan.


A. MANAJEMEN KASUS

Model yang dapat dikembangkan dalam manajemen kasus dapat

digambarkan sebagai berikut:

Pelaku Rawat

(Care Giver)

Terapis:

1.Fisioterapis

2.Okupasi Terapis

3.Terapis Wicara

Rohaniwan

Relawan

Sanitarian

Skema Manajemen Kasus

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

Keluarga &

teman

Pasien

Perawat:

• Perawat Generalis

• Perawat Spesialis

Tenaga Penunjang

Medik :
• Ahli Gizi,

• Apoteker

• Analis

• Penata Rontgen

Terapis Komplementer

Dokter:

• Dokter Umum

• Dokter Gigi

• Dokter Keluarga

• Dokter Spesialis/Sub

Spesialis

Psikolog

13

Model manajemen kasus melibatkan pelayanan multidisiplin. Dalam

model ini, perawat sebagai manajer kasus bekerja dengan disiplin lain

memberikan pelayanan kepada pasien dengan berbagai penyakit atau

ketidakmampuan fungsional. Perawat menentukan jenis pelayanan yang

dibutuhkan pasien, membuat perencanaan kunjungan (jadwal kunjungan)

multidisiplin dan mengadakan konferensi dengan tenaga kesehatan lain

secara periodik atau sesuai kebutuhan untuk menilai perkembangan

pasien/ keluarga terhadap pelayanan yang diberikan serta menilai kualitas

pelayanan yang diberikan.

Kegiatan manajemen kasus mencakup proses manajemen yang meliputi


langkah-langkah yaitu; seleksi kasus, pengkajian kebutuhan pelayanan,

perencanaan kebutuhan pelayanan pasien, pelaksanaan koordinasi

pemenuhan kebutuhan pelayanan, dan berikutnya pemantauan dan

evaluasi penyediaan pelayanan multidisiplin.

Proses manajemen kasus dalam pelayanan keperawatan kesehatan di

rumah mencakup :

1. Melakukan seleksi kasus yang membutuhkan pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah melalui metode manajemen kasus antara lain :

a. Resiko tinggi; Bayi, Balita, remaja, Ibu maternal, lansia

b. Cidera Tulang Belakang, Fraktur Multiple, Cidera Kepala

c. Pasien koma, Diabetes Melitus (DM), AIDS, Gagal Jantung, Asma

berat

d. Cerebro Vascular Accident (CVA, Stroke)

e. Pasien dengan amputasi

f. Ketergantungan obat

g. Pasien dengan luka kronis

h. Disfungsi kandung kemih, neurologis

i. Pasien yang menerima pelayanan rehabilitasi

j. Pasien yang mendapat terapi atau Nutrisi melalui infus

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

14

k. Masalah ibu post partum dan masalah reproduksi


l. Pasien psikiatri, demensia

m. Kekerasan dalam rumah tangga

2. Melakukan Pengkajian Kebutuhan dan Potensi pasien /keluarga

mencakup :

a. Saat melakukan kunjungan rumah, manajer kasus mengkaji faktor-

faktor yang mempengaruhi status kesehatan pasien meliputi:

1) Kondisi fisik pasien untuk menentukan tindakan yang

diperlukan, seperti pemasangan infus, pemberian oksigen,

terapi fisik, atau perlu peralatan lain

2) Kondisi psikologis pasien untuk menentukan kebutuhan

dukungan emosional yang diperlukan

3) Status sosial ekonomi pasien untuk menentukan kebutuhan

dan kemampuan mengakses pelayanan kesehatan

4) Pola perilaku pasien terkait dengan program diet, penggunaan

obat, istirahat dan latihan, untuk menentukan apakah perlu

rujukan untuk program latihan fisik atau pelayanan kesehatan

lainnya

5) Sumber-sumber yang tersedia di keluarga maupun di

masyarakat .

b. Menggunakan data-data yang telah terkumpul untuk menentukan

kebutuhan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Pilihan kebutuhan ini disesuaikan dengan kondisi pasien dan

sumber yang tersedia.


3. Membuat Perencanaan Penyediaan Pelayanan

Dalam membuat perencanaan, manajer kasus bekerja sama dengan

pasien, keluarga dan berkoordinasi dengan tim kesehatan lain.

Kegiatan yang dilakukan :

a. Membuat rencana kunjungan (jadwal kunjungan) yang berisi;

waktu, frekuensi dan tenaga yang akan melakukan kunjungan

rumah. Kunjungan biasanya lebih sering pada minggu-minggu awal

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

15

dan menurun seiring dengan adanya peningkatan keterampilan

pasien dan keluarga dalam penanganan pasien di rumah.

Frekuensi kunjungan bisa ditingkatkan jika kondisi pasien menurun

atau ada perubahan mendadak dan perlu berkolaborasi dengan

dokter.

1) Contoh frekuensi kunjungan untuk 3 minggu pertama 3 x

seminggu, untuk 2 minggu berikutnya 2 x seminggu, dan untuk

1 minggu berikutnya 1 x seminggu

2) Jadual kunjungan dibuat dalam kerangka waktu sehingga dapat

diketahui jumlah hari kunjungan untuk tiap pasien. Jika

mengunjungi beberapa pasien dalam 1 hari sebaiknya dibuat

prioritas yaitu pasien dalam kondisi akut memperoleh

kunjungan pertama
b. Membuat rencana berkaitan dengan tindakan dan pembiayaan

yang diperlukan pasien dari berbagai pemberi pelayanan

c. Menyeleksi sumber-sumber yang tersedia di masyarakat seperti

pemberi pelayanan dan pelayanan kesehatan yang tersedia sesuai

kebutuhan pasien

4. Melakukan Koordinasi Penyediaan Pelayanan

Manajer kasus melakukan koordinasi penyediaan pelayanan dengan

tim kesehatan lain serta melakukan rujukan kasus. Kegiatan yang

dilakukan, meliputi :

a. Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang

berbagai pelayanan kesehatan yang tersedia di masyarakat yang

dapat digunakan pasien sesuai dengan kebutuhan mereka

b. Membuat perjanjian (kesepakatan) dengan pasien dan keluarga

tentang tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan yang akan

diberikan (Informed Consent, Lampiran 1)

c. Mengkoordinasikan rencana manajemen kasus kepada tim

kesehatan yang akan memberikan pelayanan kepada pasien

berdasarkan jadwal kunjungan yang telah dibuat

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

16

d. Bekerjasama dengan tim kesehatan lain dalam memberikan

pelayanan kesehatan kepada pasien sepanjang rentang perawatan


yang dibutuhkan pasien

e. Melaksanakan pelayanan keperawatan berfokus pada tujuan yang

telah ditetapkan hingga pasien mampu mandiri dalam memenuhi

kebutuhannya

f. Melakukan rujukan dengan berbagai pelayanan kesehatan dengan

mempertimbangkan kondisi pasien yang akan dirujuk,

keterjangkauan pelayanan dan sumber-sumber yang tersedia

(Dokumen rujukan terlampir ).

5. Melakukan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan

Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan yang

diberikan untuk menilai perkembangan pasien dan ketercapaian tujuan

serta kualitas pelayanan yang diberikan.

a. Melakukan monitor tindakan yang dilakukan oleh tim kesehatan

serta perkembangan pasien terkait dengan perubahan status

medis, perubahan kemampuan fungsional pasien, kebutuhan

pendidikan kesehatan pasien dan keluarga.

b. Menilai respon atau hasil akhir pelayanan untuk membuat

keputusan tentang penghentian perawatan di rumah. Kriteria

penghentian perawatan di rumah adalah :

1) Kondisi pasien stabil

2) Program rehabilitasi tercapai secara maksimal

3) Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien di rumah

4) Pasien dirawat kembali di RS


5) Pasien pindah ke pelayanan kesehatan lain

6) Pasien menolak pelayanan lebih lanjut

7) Pasien pindah tempat ke lokasi lain

8) Pasien meninggal dunia

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

17

c. Mengevaluasi proses manajemen kasus

1) Menilai keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal

2) Menilai kesesuaian perencanaan dan ketepatan melakukan

rujukan

3) Menilai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan yang

dilakukan tenaga kesehatan

d. Mengevaluasi kualitas pelayanan yang diberikan. Manajer kasus

memperoleh data evaluasi ini dengan cara :

1) Secara teratur mengujungi pemberi pelayanan untuk

mengobservasi dan mendiskusikan pelayanan yang diberikan

pada pasien

2) Mengunjungi pasien dan keluarga untuk memperoleh informasi

tentang persepsi mereka terhadap pelayanan yang diberikan

3) Melakukan pertemuan dengan tim kesehatan multidisiplin untuk

menilai perkembangan pasien dan keluarga terhadap hasil

pelayanan yang diberikan. Hasil pertemuan disampaikan pada


pasien dan keluarga untuk menilai hasil yang telah dicapai dan

rencana tindak lanjut.

B. ASUHAN KEPERAWATAN

Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien di rumah menggunakan

metode proses keperawatan meliputi tahap pengkajian, diagnosis

keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi

1. Pengkajian

Pengkajian difokuskan pada:

a. Pengkajian riwayat kesehatan :

1) Respon dan persepsi pasien terhadap status kesehatan

2) Riwayat penyakit masa lalu ( riwayat dirawat di RS/ pelayanan

kesehatan lain, tindakan medik/ pemeriksaan diagnostik yang

pernah dilakukan)

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

18

3) Faktor risiko

4) Kemampuan mengatasi masalah

5) Riwayat penyakit keluarga

b. Pengkajian lingkungan sosial dan budaya yang meliputi :

1) Status sosial ekonomi

2) Kondisi tempat tinggal dan lingkungan

3) Ketersediaan sumber-sumber yang dibutuhkan pasien


4) Tersedianya dukungan keluarga

5) Faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan

c. Pengkajian spiritual mencakup nilai dan keyakinan yang dianut

yang mempengaruhi kesehatan

d. Pemeriksaan fi sik dan status kesehatan pasien saat ini

e. Pengkajian kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan

sehari-hari

f. Pengkajian kemampuan keluarga dalam merawat anggota

keluarga yang sakit.

Metoda pengumpulan data mencakup : Wawancara, Pemeriksaan

fisik, Observasi lingkungan tempat tinggal, Isian kuesioner,

Penelusuran dokumentasi/ data sekunder (Catatan medik RS /

sarana kesehatan lain)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengkajian

adalah pasien harus dilihat secara holistik dan unik, perawat harus

selalu obyektif, format-format yang digunakan harus sesuai,

memperhatikan tempat untuk wawancara, pengumpulan data

dilakukan secara terus menerus dan dicatat secara menyeluruh,

akurat dan sistimatik.

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan data yang

terkumpul untuk merefleksikan respon pasien. Diagnosa

keperawatan yang dirumuskan berkaitan dengan masalah aktual,


dan risiko, atau potensial

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

19

3. Perencanaan

Perencanaan merupakan proses penyusunan strategi atau intervensi

keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah, mengurangi,

memelihara, atau mengatasi masalah kesehatan pasien yang telah

diidentifikasi dan telah divalidasi selama fase perumusan diagnosa.

Dalam merumuskan perencanaan ini menekankan pada partisipasi

pasien, keluarga, dan koordinasi dengan anggota tim kesehatan lain.

Perencanaan mencakup penentuan prioritas masalah, penentuan

tujuan serta penyusunan rencana tindakan secara komprehensif.

4. Implementasi

Dalam melakukan tindakan keperawatan, perawat bekerjasama

dengan pasien, keluarga, pelaku rawat dan tenaga lain (kesehatan

maupun non kesehatan). Tindakan yang dilakukan mengacu pada

Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku. Jenis tindakan

yang dapat dilakukan yaitu tindakan yang bersifat mandiri maupun

tindakan kolaborasi. Kegiatan-kegiatan atau tindakan yang lazim

dilakukan pada pelayanan keperawatan kesehatan di rumah antara

lain :

a. Manajemen perawatan luka : tindakan yang dilakukan adalah


debridemen atau irigasi luka, pembalutan luka, pengkajian dan

pengambilan kultur luka, monitoring perkembangan

penyembuhan luka, mengajarkan keluarga tentang perawatan

luka di rumah.

b. Perawatan pasien dengan gangguan sistem pernapasan :

tindakan yang dilakukan antara lain pengisapan/ suction lendir,

manajemen terapi oksigen, manajemen ventilasi mekanik,

perawatan tracheostomy.

c. Perawatan pasien dengan gangguan eleminasi : tindakannya

antara lain irigasi dan perawatan kolostomi, mengajarkan pasien

dan pengasuhnya tentang cara menggunakan peralatan seperti

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

20

pispot, urinal, perawatan kateter urin, observasi adanya tandatanda

infeksi.

d. Perawatan pasien dengan gangguan nutrisi : tindakannya antara

lain memberi makan melalui NGT, mengajarkan keluarga tentang

cara memberikan makan pasien, mengkaji status nutrisi pasien,

memberikan petunjuk pelaksanaan diit.

e. Kegiatan rehabilitasi : tindakannya mengajarkan keluarga tentang

cara menggunakan alat bantu, melakukan latihan fisik, ambulasi

dan tehnik pemindahan pasien.


f. Pelaksanaan pengobatan : tindakannya memberi petunjuk dan

membimbing pasien dan keluarganya tentang cara pemberian

obat, cara kerja dan efek samping obat serta tindakan yang harus

dilakukan.

g. Kolaborasi pemberian terapi intravena antara lain dengan

pengkajian dan penatalaksanaan hidrasi, pemberian antibiotik,

pemberian nutrisi parenteral, transfusi darah, pemberian

analgetik dan chemoterapi.

5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektifitas dan efisiensi

pelayanan yang telah dilakukan dan sejauh mana pemanfaatan

sumber-sumber yang tersedia. Evaluasi dilakukan selama proses

pemberian pelayanan asuhan keperawatan maupun pada akhir

pemberian asuhan keperawatan.

C. PENCATATAN DAN PELAPORAN

1. Pencatatan

Pencatatan kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

mencakup pengelolaan kasus dan pelaksanaan asuhan

keperawatan.

a. Manajemen Kasus

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

21
Manajer kasus bertanggung jawab untuk membuat dokumentasi

tentang pelayanan yang diberikan pada pasien dan keluarga

dengan meminta masukan dari tenaga kesehatan yang merawat

pasien. Dokumentasi tersebut mencakup :

1) Lembar Persetujuan Dokter, jika pasien dirawat dokter

(Lampiran 1)

2) Lembar Persetujuan Pasien/Keluarga (Informed Consent,

Lampiran 2)

3) Jadwal Kunjungan PKKR (Lampiran 3)

4) Pertemuan Tim PKKR (Lampiran 4)

5) Lembar Pengobatan (Lampiran 5)

6) Tindakan Tim PKKR (Lampiran 6)

7) Rujukan kasus dari PKKR ke Sarana kesehatan lain

(Lampiran 7)

8) Penghentian perawatan di rumah (Lampiran 8)

b. Pelaksanaan Asuhan keperawatan

Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan bertanggung

jawab membuat dokumentasi asuhan keperawatan setiap kali

melakukan kunjungan sesuai dengan prinsip-prinsip

pendokumentasian, termasuk jika terjadi perubahan dalam

rencana tindakan, harus ditandatangani dan diberi tanggal.

Dokumentasi Asuhan Keperawatan mencakup :

1) Pengkajian Keperawatan (Lampiran 9)


2) Perencanaan Asuhan Keperawatan (Lampiran 10)

3) Implementasi dan Evaluasi Asuhan Keperawatan

(Lampiran 11)

2. Pelaporan

Alur pelaporan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah dapat

digambarkan sebagai berikut :

Manajer Kasus

Pengelola PKKR

Alur Pelaporan

Pimpinan PKKR

• Agensi

• Puskesmas

• RS

Dinkes

Manajer kasus secara rutin (bulanan, triwulan, semester, tahunan)

memberikan laporan kepada pengelola pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah. Laporan dari pengelola pelayanan tersebut

kemudian diteruskan kepada pimpinan unit pelayanan kesehatan

(Agensi/ Puskesmas/ Puskesmas Rawat Inap) disesuaikan dengan sistem

pelaporan yang sudah berlaku di Institusi (terintegrasi dengan laporan

Institusi yang bersangkutan). Selanjutnya laporan diteruskan secara

berjenjang sesuai dengan alur bagan di atas. Dinas Kesehatan

Kabupaten/Kota harus mempunyai sistem informasi yang baik tentang


pelayanan keperawatan kesehatan di rumah yang bisa di akses oleh

Propinsi maupun Depkes.

Adapun materi yang dilaporkan mencakup :

1) Jumlah pasien yang dikunjungi dan pola penyakit berdasarkan usia

2) Periode kunjungan untuk setiap kasus (frekuensi kunjungan dan lama perawatan

3) Jumlah pasien yang dapat pengobatan

4) Jumlah pasien yang dirujuk ke pelayanan kesehatan lain

5) Jumlah pasien yang meninggal dan penyebab kematian

6) Tingkat keberhasilan pelayanan yang diberikan (kemandirian pasien dan keluarga)

7) Tenaga kesehatan dan non kesehatan yang memberikanpelayanan

BAB IV

TATA LAKSANA

3.1.PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH (Home Care)


3.1.1 PRASYARAT PENYELENGGARAAN PELAYANAN KEPERAWATAN

KESEHATAN DI RUMAH

a. Ketenagaan

1) . Manajer Kasus

Adalah seorang perawat profesional yang bertugas sebagai pengendali dan koordinator

pelayanan keperawatan pasien dirumah.

Kualifikasi seorang Perawat sebagai manajer kasus adalah :

1) Minimal mempunyai ijazah formal pendidikan keperawatan yang diakui oleh

pemerintah (minimal Diploma III Keperawatan)

2) Mempunyai sertifikat pelatihan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

3) Pengalaman bekerja di unit pelayanan kesehatan minimal 3(tiga) tahun

4) Memiliki SIP (Surat Ijin Perawat), SIK (Surat ijin Kerja) dan SIPP (Surat Ijin Praktik

Perawat)

b. Pelaksana Pelayanan

Adalah pelaksana pelayanan yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga non

kesehatan (kualifikasi diatur sesuai ketentuan organisasi profesi) yang memberikan

pelayanan langsung kepada pasien dibawah koordinasi manajer kasus.

Adapun perawat pelaksana asuhan keperawatan mempunyai kualifikasi sebagai

berikut :

a. Mempunyai ijazah formal pendidikan keperawatan yang diakui oleh pemerintah

(minimal Diploma III Keperawatan)

b. Mempunyai sertifikat pelatihan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

c. Memiliki pengalaman bekerja di unit pelayanan kesehatan minimal 3 tahun


d. Memiliki SIP (Surat Ijin Perawat), SIK (Surat ijin Kerja)

2. Alat / Sarana

Peralatan kesehatan minimal yang harus dimiliki oleh penyelenggara

pelayanan keperawatan kesehatan di rumah, mencakup alat

kesehatan, alat habis pakai, dan sarana lain (uraian alat/sarana

secara rinci terlampir)

3. Perijinan

Perijinan yang menyangkut operasional pengelolaan pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah diatur sesuai dengan peraturan yang

berlaku di daerah masing-masing. Unit penyelenggara pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah yang merupakan bagian dari institusi

pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta yang sudah

memperoleh ijin penyelenggaraan sarana kesehatan, tidak

memerlukan ijin operasional. Akan tetapi institusi pelayanan kesehatan

tersebut berkewajiban melapor kepada pemerintah daerah setempat

melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, tentang pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah dan telah memenuhi persyaratan

operasional lainnya (tenaga, sarana, organisasi, dsb).

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

25

Persyaratan perijinan bagi penyelenggara pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah yang mandiri atau badan khusus adalah:


1. Berbadan hukum yang ditetapkan dalam akta notaris dan

disyahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM, berupa

yayasan atau badan hukum lainnya.

2. Mengajukan permohonan ijin usaha pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dengan melampirkan :

a. Rekomendasi dari organisasi profesi (PPNI)

b. Ijin persyaratan tenaga meliputi ; perawat memiliki SIP (surat ijin

perawat), SIK (surat ijin kerja) , SIPP (surat ijin praktek perawat)

c. Persyaratan peralatan kesehatan, sarana komunikasi dan

sarana transportasi

d. Ijin lokasi bangunan

e. Ijin lingkungan

f. Ijin usaha

g. Persyaratan tata ruang bangunan

Khusus untuk perijinan pengelolaan pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah yang akan dilakukan oleh badan swasta perlu

mengacu pada peraturan yang berlaku, antara lain mengacu

Kepmenkes 1239 tahun 2001 antara lain :

a. Pasal 8 ayat (3) Perawat yang melakukan praktik perorangan/

berkelompok harus memiliki SIPP.

b. Pasal 12 ayat (1) SIPP sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat

(3) diperoleh dengan mengajukan permohonan kepada Kepala

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat


c. Pasal 12 ayat (2) SIPP hanya diberikan kepada perawat yang

memiliki pendidikan ahli madya keperawatan atau memiliki

pendidikan keperawatan dengan kompetensi lebih tinggi

d. Pasal 12 ayat (3) Permohonan SIPP sebagaimana dimaksud pada

pasal 12 ayat (1) diajukan dengan melampirkan :

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

26

1) Foto kopi ijazah ahli madya keperawatan, atau ijazah

pendidikan keperawatan dengan kompetensi lebih tinggi yang

diakui pemerintah

2) Surat keterangan pengalaman kerja minimal 3 tahun dari

pimpinan di sarana tempat kerja, khusus bagi ahli madya

keperawatan

3) Foto kopi SIP yang masih berlaku

4) Surat keterangan sehat dari dokter

5) Pas Foto 4x6 cm sebanyak 2 (dua) lembar

6) Rekomendasi dari organisasi profesi

e. Pasal 22 ayat (1) Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan

asuhan keperawatan dalam bentuk kunjungan rumah.

f. Pasal 23 ayat (1) Perawat dalam menjalankan praktik perorangan atau berkelompok

sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan :

1) Memenuhi tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan


2) Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjungan

rumah

3) Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir

catatan tindakan asuhan keperawatan, serta formulir rujukan.

B. MEKANISME PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

1. Proses Penerimaan Kasus

a. Unit Pelayanan Keperawatan Kesehatan di rumah menerima

pasien dari Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas, sarana pelayanan

kesehatan lain dan dikirim dari keluarga/kelompok atau masyarakat

b. Pimpinan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di rumah menunjuk

dan memberikan mandat kepada salah seorang perawat untuk

menjadi seorang manajer kasus untuk mengelola kasus tersebut

c. Manajer kasus membuat surat persetujuan dan dilanjutkan untuk

melakukan proses pengelolaan kasus (Managemen Kasus)

2. Proses Pelayanan Keperawatan Kesehatan di puskesmas

a. Persiapan

1) Pastikan tentang nama, alamat, nomer telepon pasien/keluarga yang dituju.

2) Bawa denah penunjuk arah tempat tinggal pasien, kenali kondisi kemanan

dan berbagai faktor resiko di lingkungan /area yang akan di kunjungi.

3) Bawa kartu identitas diri atau identitas unit tempat kerja saudara dan

tunjukkankartu identitas saudara kepada pasien/keluarga.

4) Rencanakan kebutuhan alat untuk cuci tangan, pengkajian fisik dan intervensi

keperawatan secara langsung, pastikanperlengkapan yang dimiliki pasien di


rumah.

5) Siapkan file asuhan keperawatan pasien.

6) Dapatkan informasi tentang sumber-sumber di keluarga danmasyarakat.

7) Siapkan informasi dan alat bantu/media untuk pendidikankesehatan

b. Pelaksanaan

1) Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan

2) Observasi lingkungan berkaitan dengan keamanan perawat

3) Minta keluarga menandatangani form persetujuan (informed

consent ) pelayanan keperawatan kesehatan di rumah (untuk

kunjungan pertama kali)

4) Lengkapi pengkajian data dasar pasien, review program

pengobatan mencakup efek terapi dan efek samping obat yang

diberikan, anjurkan pasien/keluarga menginformasikan

masalah-masalah yang dihadapi

5) Diskusikan rencana pelayanan yang telah dibuat untuk pasien

dan identifikasi kemajuan atau hal lain yang perlu ditingkatkan.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

28

6) Lakukan perawatan langsung dan pendidikan kesehatan sesuai

dengan kebutuhan

7) Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi dan konsultasi yang

diperlukan
8) Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang

akan dilakukan

9) Dokumentasikan kegiatan/informasi yang diperoleh pada saat

kunjungan

c. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dilakukan oleh tim kesehatan terkait, dengan melihat

perubahan status medis, perubahan kemampuan fungsional

pasien, kebutuhan pendidikan pasien dan keluarga.

Evaluasi berdasarkan ;

1) Keakuratan dan kelengkapan pengkajian data awal

2) Menilai kesesuaian perencanaan dan ketepatan dalam

melakukan tindakan/ pelayanan

3) Menilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan yang

dilakukan oleh pelaksana

d. Proses Penghentian Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

Kriteria kegiatan penghentian pelayanan keperawatan kesehatan di

rumah :

1) Hasil pelayanan telah tercapai sesuai tujuan

2) Kondisi pasien stabil

3) Program rehabilitasi tercapai secara maksimal

4) Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien di

rumah

5) Pasien dirawat kembali di Puskesmas Rawat Inap


6) Pasien pindah ke sarana kesehatan lain

7) Pasien menolak pelayanan lebih lanjut

8) Pasien pindah tempat ke lokasi lain

9) Pasien meninggal dunia

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

29

Langkah-langkah kegiatan penghentian pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah :

1) Tentukan alasan penghentian pelayanan keperawatan kesehatan

di rumah

2) Lakukan penilaian perkembangan hasil pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah

3) Identifikasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam

pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

4) Menentukan apakah hasil pelayanan sesuai dengan tujuan

5) Kordinasikan rencana penghentian pelayanan bersama-sama

manajer kasus

6) Berikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang

perkembangan penyakit pasien sesuai dengan hasil pertemuan

koordinasi tim

7) Pengesahan penghentian yang di tanda tangani oleh manajer

kasus.
C. PEMBIAYAAN

Penentuan tarip pelayanan keperawatan kesehatan di rumah ditetapkan

berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Pemerintah dan masyarakat bertanggungjawab dalam memelihara

dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

2. Tarif pelayanan keperawatan kesehatan di rumah sebaiknya

memperhatikan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi

masyarakat

3. Penetapan tarif meskipun dimungkinkan untuk mencari laba, namun

harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat berpenghasilan

rendah dengan asas gotong royong

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

30

4. Tarif pelayanan keperawatan kesehatan di rumah untuk golongan

yang pembayarannya dijamin oleh pihak asuransi ditetapkan atas

dasar saling membantu

5. Tarif pelayanan keperawatan kesehatan di rumah harus mencakup

seluruh unsur pelayanan secara proporcional

Jenis Pelayanan yang dikenakan tarif meliputi:

1. Jasa pelayanan kesehatan dan non kesehatan meliputi:

a. Pelayanan Medik

b. Pelayanan Keperawatan
c. Pelayanan Penunjang Medik

d. Pelayanan Penunjang Non Medik

Jasa pelayanan yang dikenakan tarif mencakup pemberian bantuan,

tindakan intervensi langsung maupun konsultasi.

2. Imbalan atas pemakaian sarana, fasilitas, alat kesehatan, obat dan

bahan habis pakai yang digunakan langsung oleh pasien.

3. Dana transportasi untuk kunjungan rumah maupun rujukan,

besar nominal biaya untuk jasa tersebut di atas, ditetapkan oleh

daerah masing-masing disesuaikan dengan kondisi dan

kemampuan masyarakat setempat.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

31

BAB V

PEMANTAUAN, PEMBINAAN DAN PENILAIAN

Agar pelaksanaan kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

dapat mencapai sasaran dan sesuai dengan tujuan, maka diperlukan

pemantauan, pembinaan, dan penilaian terhadap pengelolaan pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah. Pemantauan, pembinaan dan penilaian

dilakukan oleh Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota serta

organisasi profesi ( PPNI ).

A. PEMANTAUAN

Pemantauan bertujuan untuk mengetahui gambaran kegiatan pelayanan


keperawatan kesehatan di rumah. Dalam pemantauan juga dilakukan

pengawasan baik pada saat yang sudah dijadwalkan oleh tim pemantau

maupun sewaktu–waktu.Pemantauan meliputi aspek fisik, manajerial,

sumber daya, pelayanan dan pembiayaan baik dalam hal input, process,

maupun output.

B. PEMBINAAN

Pembinaan bertujuan untuk meningkatkan mutu kegiatan pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah, dilakukan secara periodik yang

ditetapkan atas kesepakatan bersama antara pembina dengan sasaran

yang dibina. Pembinaan meliputi aspek fisik, manajerial, sumber daya,

pelayanan dan pembiayaan baik dalam hal input, proses, maupun output.

C. PENILAIAN

Penilaian dilakukan secara periodik baik di tingkat kabupaten/ kota,

dengan membandingkan kesesuaian perencanaan ataupun pelaksanaan

dengan hasil yang dicapai dalam periode tertentu. Penilaian ini

dilaksanakan untuk mengkaji, mengembangkan, atau mengganti cara/

metode pelayanan keperawatan kesehatan di rumah sesuai dengan hasil

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

32

yang dicapai. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi dan

wawancara. Penilaian meliputi :

1. Kelengkapan dokumen
2. Kesesuaian pelayanan keperawatan kesehatan di rumah yang

diberikan dari berbagai profesi dengan kontrak PKKR

3. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan keperawatan kesehatan di

rumah

4. Kemandirian pasien dan keluarga

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

33

DAFTAR PUSTAKA

Allender et al. (1999). Community Health Nursing. Philladelphia : Lippincott

Ayers et al. (1998). Community – Based Nursing Care. Philladelphia :Mosby

Clark M.J .(1999). Nursing in The Community. California : Appleton & Lange.

Departemen Kesehatan RI. (2004). Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta : Depkes.

Departemen Kesehatan RI. (2004). Pedoman Perawatan Kesehatan di Rumah. Jakarta

: Depkes.

Hanson S.M. (2001). Family Health Care Nursing : Theory, Practise, and Research.

Philladelphia : F.A Davis.

Gilliss C.L et al. (1989). Toward a Science of Family Nursing. California : Addison.

Howard J.R. (1990). Community Health Nursing. Pensylvania : Springhouse.

Humphrey C.J. (1998). Homecare Nursing Handbook. Maryland : Aspen.

Rice R. ( 1996 ). Home Health Nursing Practice : Concepts and Application. 2

ed.

Missouri : Mosby.
Stanhope et al. (1996). Nursing Community Health. Philladelphia : Mosby.

Swanson et al. (1997). Community Health Nursing: Promoting the Health of

Aggregates. Philladelphia : W.B Saunders Company.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

nd

34

LAMPIRAN

1. Lembar Persetujuan Pasien/Keluarga

2. Jadwal Kunjungan Tim PKKR

3. Pertemuan Tim PKKR

4. Lembar Pengobatan

5. Tindakan Tim PKKR

6. Rujukan kasus dari PKKR ke Sarkes lain

7. Penghentian PKKR

8. Pengkajian Keperawatan

9. Perencanaan Asuhan Keperawatan

a. Contoh Format

b. Contoh Pengisian Format

10. Implementasi dan Evaluasi Asuhan Keperawatan

a. Contoh Format

b. Contoh Pengisian Format

11. Kebutuhan alat dan sarana kesehatan dalam PKKR


Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

35

Lampiran 1 : Lembar Persetujuan Pasien/Keluarga

PERSETUJUAN (Informed Consent)

PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

Yang bertandatangan dibawah ini

Nama Pasien :………………………………………………

Tempat /Tanggal lahir :………………………………………………

No. Telepon :………………………………………………

No Register :

Penanggung jawab (Keluarga)

Nama :………………………………………………

Alamat :………………………………………………

No. Telepon :………………………………………………

Hubungan dengan pasien :……………………………………………..

Setelah mendapat penjelasan tentang pelayanan keperawatan kesehatan di rumah,

yang memuat tentang

HAK dan KEWAJIBAN PASIEN, menyatakan setuju/tidak setuju menerima pelayanan

perawatan diri

sendiri/anak/istri/suami/ayah,ibu/….............oleh tim pelayanan keperawatan kesehatan

di rumah .

HAK PASIEN :
1. Ikut menentukan rencana pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

2. Menerima pelayanan yang sesuai dengan norma yang berlaku berdasarkan kode

etik, norma

agama dan sosial budaya tanpa diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis

kelamin,

usia atau asal usul kebangsaan.

3. Mengemukakan keberatan tentang tindakan setelah menerima penjelasan yang

lengkap, kecuali

tindakan kegawatan-daruratan.

4. Mengemukakan keberatan terhadap individu petugas yang melayani, dan dapat

mengusulkan

petugas pengganti.

5. Memperoleh informasi yang berkaitan dengan setiap perubahan pelayanan,

termasuk perubahan

tarif pelayanan .

6. Memperoleh perlindungan hukum atas tindakan yang menyimpang dari standar

prosedur.

KEWAJIBAN PASIEN/KELUARGA

1. Bekerjasama dan membantu petugas untuk mendukung tercapainya tujuan

pelayanan

keperawatan kesehatan di rumah.

2. Mematuhi rencana tindakan keperawatan yang telah dibuat berdasarkan

kesepakatan bersama
petugas.

3. Membayar pelayanan yang diterima sesuai dengan tarif yang berlaku.

4. Memperlakukan petugas sesuai dengan norma yang berlaku berdasarkan etika,

norma agama dan

sosial budayanya tanpa diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis

kelamin, usia,

atau asal-usul kebangsaan.

Saya memahami bahwa persetujuan ini dibuat sebagai upaya meningkatkan rasa aman

dalam

menerima pelayanan sesuai standar dan memastikan bahwa pelayanan yang diberikan

sesuai dengan

peraturan yang ditetapkan. Saya percaya bahwa petugas pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah

akan menjaga hak-hak saya dan kerahasian pribadi saya sebagai pasien, sesuai

dengan peraturan yang

ditetapkan dan hak-hak yang berkenaan dengan kepribadian saya.

………………..,…200...

……………………………… ………………………….

Nama& tanda tangan penanggung jawab Nama & tanda tangan pasien

Dengan ini saya sebagai petugas menerangkan bahwa persetujuan ini telah ditelaah

dan telah dijelaskan

kepada Penandatangan .

…………………………….. …………………………….
Nama & tanda tangan perawat Jabatan

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

36

Lampiran 2 : Format Jadwal Kunjungan Tim PKKR

CONTOH : JADWAL KUNJUNGAN TIM PKKR

MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUM’AT SABTU MINGGU

I 7-8-06

Ahli Gizi

Perawat

II

III

IV

VI

8-8-06

Perawat

15-8-06

Perawat

9-8-06

Perawat

Fisioterapis
16-8-06

Fisioterapis -

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

10-8-06

Perawat

11-8-06

Perawat

Relawan

18-8-06

Perawat

Dokter

Catatan: Jadwal Kunjungan disesuaikan dengan kebutuhan pasien

12-8-06

Fisioterapis

Perawat

19-8-06

Fisioterapis

13-8-06

Perawat

Dokter

37
Lampiran 3 : Format Pertemuan Tim PKKR

FORMULIR PERTEMUAN

TIM PKKR

Tanggal : …………............. Nama Pasien :

…………………………….

Peserta/ Petugas yang Hadir :

1.

2.

3.

Perkembangan pasien saat pertemuan :

Tulis perkembangan terakhir pasien, terkait dengan:

§ Masalah kesehatan

§ Kemandirian pasien dan keluarga (hasil yang telah dicapai setelah dilakukan

tindakan)

…………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

Rekomendasi :

Tulis usulan-usulan terkait dengan upaya perbaikan kondisi pasien

…………………………………………………………………………………………….

……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

Manajer Kasus/Pimpinan

Rapat

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

38

Lampiran 4 : Format Lembar Daftar Pengobatan

LEMBAR DAFTAR PENGOBATAN

Nama Pasien :

Diagnosis :

Allergi :

Nama Manajer Kasus/No Telp. :

Obat-Obatan Dosis/Waktu/Cara Tgl Mulai

Tgl

1.

2.

3.

4.

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

Berhenti
Nama

Dokter

Keterangan

39

Lampiran 5 : Tindakan Tim PKKR

Panduan Pelayanan Keperawatan Kesehatan di Rumah

29/12/2006

TINDAKAN TIM PKKR

Nama Pasien : ………………………................................

Umur : ………………………...............................

Alamat : ………………………................................

Nama Penanggung Jawab/Keluarga : ………………………................................

Alamat : .................................................................

Diagnosa Medik : ..................................................................

Tanggal Data Tindakan Tindak Lanjut Disiplin Profesi

Nama/ Tanda

Tangan

Tulis kondisi terakhir

yang ditemukan pada

pasien (keluhan pasien

dan hasil observasi

/pemeriksaan)

Tulis tindakan-tindakan
yang dilakukan untuk

mengatasi masalah

Tulis rencana yang

akan datang yang

dilakukan untuk pasien

Manajer Kasus

(perawat)

dokter

Fisioterapis

40

Lampiran 6 : Format Rujukan kasus dari PKKR ke Sarkes lain

Nama Pasien :….......................

Umur :….......................

Alamat :..........................

RUJUKAN KASUS

ama Penanggung jawab (keluarga) :.......................

Alamat :............................

Diagnosa Medis (awal) : ........................

Dirujuk ke :...................................

Kondisi pasien saat di rujuk :

Tulis:

§ Kondisi terakhir pasien saat dirujuk

§ Keadaan umum (termasuk tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik)


§ Alasan pasien dirujuk

§ data-data penunjang lain

Tindakan yang telah dilakukan :

Tulis tindakan yang telah dilakukan sebelum pasien dirujuk termasuk tindakan

mandiri dan tindakan kolaboratif dengan tim PKKR

............................,...........200.......

Manajer Kasus

( )

Hasil Rujukan : (Tindakan yang dilakukan & rencana tindak lanjut)

Diisi oleh institusi yang dirujuk

Tenaga Kesehatan yang Menerima

Rujukan

( Nama & TT)

Lampiran 7 : Format Penghentian PKKR

FORMAT PENGHENTIAN

PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN DI RUMAH

Nama Pasien : ..........................................................

Nama Penanggung Jawab (Keluarga) : ..........................................................

Alamat : ..........................................................

Manajer Kasus : ..........................................................

Dokter : ..........................................................

Diagnosa Medis (awal) : ..........................................................

Periode pelayanan (Saat dimulai sampai penghentian perawatan) :


Tanda-tanda vital: : TD

…………..Nadi………………Respirasi……….Temperatur……….

Hasil Akhir Perawatan Tercapai Tdk Tercapai Alasan Tdk Tercapai

1. Mengikuti program pengobatan dengan tepat

2. Mendemonstrasikan program diet dengan tepat

3. Mengerti proses penyakit

4. Mengikuti program rehabilitasi secara maksimal

5. Melaporkan adanya penyimpangan

6. Mengerti waktu yang tepat saatmeminta bantuan

Perubahan medikasi/pengobatan/diet selama perawatan :

Tulis secara lengkap jika ada perubahan obat-obat yang diberikan atau perubahan pola

makan dan jenis makanan

Frekuensi dan waktu kunjungan yang dilakukan tenaga kesehatan :

Tulis jumlah kunjungan yang dilakukan selama pasien dalam perawatan

Perubahan dalam rencana keperawatan :

Tulis hanya jika terjadi perubahan dalam rencana keperawatan

Alasan penghentian perawatan :

Tulis alasan penghentian PKKR (lihat pada pemantauan dan evaluasi pelayanan

keperawatan pada topik manajemen kasus)

Koordinasi yang telah dilakukan diantara tenaga kesehatan yang merawat pasien :
Tanggal

:………………..

Nama / Tanda Tangan Pasien/Keluarga:................................................

Tanda tangan manajer kasus : ……………………...................................

Tanda tangan dokter : (jika dalam penanganan dokter)

……………………………......................................

Lampiran 8 : Format Pengkajian Keperawatan

No. Register :

...............

1. INFORMASI PASIEN

PENGKAJIAN AWAL

Nama : Tanggal Lahir/Umur : Jenis Kelamin :

L P

Alamat : Pekerjaan : Agama :

K.U memburuk

Telepon : Sumber Pembiayaan

Kesehatan :

Penanggung Jawab :

Alamat :

Telepon :

Dokter yang merawat/merujuk :

Telepon/HP :

Dokter Konsulen :
2. RIWAYAT PENYAKIT MASA LALU

- Pernah dirawat : Ya Tidak

Penyakit: ………………………………...……

Dimana: …………………… Kapan: ………...

- Riwayat Operasi : Ya Tidak

Jenis operasi : ………………………………..

Dimana: …………………… Kapan: ………...

- Riwayat Alergi : Ya Tidak

…………………………………………………..

3. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Hipertensi Ayah/Ibu/…………………

Asma Ayah/Ibu/…………………

……….. Ayah/Ibu/………………

4. STATUS KESEHATAN SAAT INI

- Keadaan Umum : …………………………….

- Kesadaran :……………………………………

- TD : …………mmHg - RR : … ….x/menit

- Suhu: ……….. 0C - Nadi : …. x/menit

- BB : ………….. kg - TB : ………… kg

5. SIRKULASI / CAIRAN

Tachicardi Ascites

Bradicardi Pucat

Berkeringat Pusing
Haematemesis Anemis

Acral dingin JVP›

Pengisian kapiler > 3 “ Rasa haus

Edema Kesemutan

Bunyi jantung........... Epistaksis

8. SISTEM PENCERNAAN

Anorexia Kembung

Mual Bising usus

Muntah Sulit menelan

Disphagia

Mukosa kering Stomatitis

Turgor menurun Bau nafas

Intake …………… Konyungtiva anemis

Kerusakan gigi / gusi / geraham / rahang

/palatum / lidah

Riwayat laksative Masa abdomen

Distensi abdomen Distensi abdomen

Bising usus Bising usus

Konsistensi Konsistensi

Warna Warna

Hubungan Keluarga :

Diagnosa Medik :

Tanggal dirawat :
Suku :

6. PERNAPASAN

Sianosis

Sekret / Slym

Wheezing Dispnea

Ronchi Krepirasi

Stridor Otot bantu napas

Irama ireguler Alat bantu nafas

…………………….

7. NEURO – SENSORI

Fungsi penglihatan :

Buram Tak bisa melihat

Alat bantu ………… Visus ……………

………………………………………………

Fungsi pendengaran :

Kurang jelas Tuli

Alat bantu Tinnitus

……………………………………………….

Fungsi penciuman :

……………………………………………….

Fungsi pengecapan :

……………………………………………….

Fungsi perabaan :
Kesemutan pada ………………………….

Kebas pada ………………………………..

Disorientasi Halusinasi

Amnesia Paralisis

Afasia Parese

Disartria

Refleks patologis ………………………….

Kejang : sifat …….. lama ..…… frek. ……

12. HIGIENE

Gigi Mulut kotor Mata kotor

Kulit kotor Perineal/genital

kotor

Hidung kotor Kuku kotor

Telinga kotor ………………………

Rambut- kepala kotor

13. KOMUNIKASI & INTERAKSI

Bahasa yang digunakan : ………………….

Dapat berkomunikasi

Kesulitan berkomunikasi

Tidak dapat berkomunikasi

Hubungan dengan keluarga........................

Konstipasi

Hemoroid, grade ..
Melena / darah

Diare, frek. ……

9. SISTEM PERKEMIHAN

Pola BAK …. x/hari

Hematuri

Poliuria

Oliguria

Disuria

Warna

Inkontinensia

Retensi

Nyeri saat bak

10. STATUS MENTAL / EMOSI

Cemas Denial

Marah Takut

Putus asa Depresi

Rendah diri Menarik diri

Agresif Merusak diri

Respon pasca trauma

Tak mau melihat bagian tubuh yang rusak

Lain- lain...........................................

11. MUSKULOSKELETAL

Tonus otot Kontraktur


ROM menurun …… Fraktur

Drop Foot Lokasi ……………

Tremor Jenis ……………

Malaise / fatique Kekuatan otot……..

Postur tidak normal Atropi

17. INTEGUMEN

Jaringan parut Memar

Laserasi Ulserasi

Pus ………….. Bulae/lepuh

Perdarahan bawah Luka bakar

Kulit……… Derajat …………..

Decubitus: grade … Lokasi ………….

Krustae

Perubahan warna…….

18. MAKAN DAN MINUM

Diet Khusus: Tidak Ya , ….…………

Kebiasaan makan-minum :

Mandiri Sebagian Tergantung

Nafsu makan Baik

Kurang, alasan :……………

Alergi makanan/minuman

Tidak Ya, ………………

Alat bantu Tidak Ya, ………………


14. FAKTOR KEAMANAN &

LINGKUNGAN

Faktor resiko

Merokok: …… batang/hari, lama …………

Obesitas

Ketergantungan obat: .……………………..

Alkohol : ………………………………

Lain-lain...............................................

Ventilasi

Cukup Kurang

Kondisi rumah

Permanen Semi permanen

Kebersihan rumah.............................

………………………………………..

15. FAKTOR BUDAYA & AGAMA

Kegiatan Keagamaan :

………………………………………………….

………………………………………………….

Pantangan / Keyakinan :

………………………………………………….

………………………………………………….

………………………………………………….

16. TIDUR DAN ISTIRAHAT


Susah tidur

Waktu tidur …………………………………

Bantuan obat, ………………………………

……………………………………………..

DATA PENUNJANG

Laboratorium :

…………………………………………………

…………………………………………………

…………………………………………………

…………………………………………………

…………………………………………………

Radiologi :

…………………………………………………

…………………………………………………

…………………………………………………

…………………………………………………

EKG :

…………………………………………………

DIAGNOSA KEPERAWATAN :

1. …………………………………………….

19. ELIMINASI

Kemampuan bak

Mandiri dibantu sebagian tergantung


Alat bantu Tidak Ya, ………………………

Obat Tidak Ya, ………………………

Kemampuan bab

Mandiri Sebagian tergantung

Alat bantu Tidak Ya, ………………………

Obat Tidak Ya, ………………….. ….

20. MOBILISASI

Rentang gerak

Atas : bebas/ terbatas/ kelemahan/ kelumpuhan

(kanan / kiri)

Bawah : bebas/ terbatas/ kelemahan/kelumpuhan

(kanan / kiri)

Berjalan

Mandiri dibantu sebagian Tergantung

Alat Bantu

Tidak Ya ………………………….

Nyeri : Tidak Ya, lokasi ……………………

21. KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI

Mandi :

Mandiri dibantu sebagian Tergantung

Berpakaian :

Mandiri dibantu Sebagian Tergantung

Menyisir Rambut :
Mandiri Dibantu Sebagian Tergantung

Keadaan kulit : …..…………………………

.…………………………………………….

2. …………………………………………….

……………………………………………..

3. …………………………………….……….

………………………………………………

4. ………………………………………………

……………………………………………….

5. ………………………………………………

……………………………………………….

Tanggal pengkajian : ………………………...

Nama Perawat : …………………………

Tanda tangan : …………………………

Mengetahui / Manager Kasus

Nama : …………………………

Tanda tangan : ………………………….

Lampiran 9.a : Format Perencanaan Asuhan Keperawatan

PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Kelg. Penanggung Jawab :

Umur/ Jenis Kelamin : Manajer Kasus. :

Diagnosa Medis :

Tanggal Mulai dirawat :


Tanggal Dx/

Keperawatan

Tanda Tangan :

Tujuan Rencana

Tindakan

Lampiran 9.b : Contoh Pengisian Format Perencanaan Asuhan

Keperawatan

PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Bpk W. Kelg. Penanggung Jawab : Ny. W

Umur/ Jenis Kelamin : 50 thn, Laki-laki Manajer Kasus. : Zr N

Diagnosa Medis : CVA/DM

Tanggal Mulai dirawat : 27-7-2006

Tanggal

Dx/

Keperawatan

Tujuan

27/7/06 1. Risti

gangguan

integritas kulit

berhubungan

dengan efek

tirah baring

yang lama
2. Gangguan

aktifitas fisik

b/d. efek

perdarahan

otak

3. Potensi

Peningkatan

kemampuan

melakukan

perawatan diri

Tidak terjadi

gangguan integritas

kulit (kulit utuh)

setelah tindakan

keperawatan 3 x 24

jam.

Kriteria hasil:

- Kulit tidak tampak

kemerahan.

Pasien tidak

mengalami cedera

Terpenuhinya

kebutuhan pasien
akan aktifitas fisik

Meningkatnya

kemampuan klien

untuk mandiri dalam

melakukan

perawatan diri

Tanda Tangan :

Rencana

Tindakan

a. Hindari penekanan terus menerus

b. Lakukan dan ajarkan pada keluarga

untuk massage bagian punggung

c. Buat jadwal perubahan positif

d. Lakukan dan anjurkan keluarga untuk

merubah posisi pasien sesuai jadwal

e. Pantau kondisi kulit

f. Jaga linen tetap bersih, kering dan

bebas dari lipatan

g. Beritahu pasien/keluarga untuk

melaporkan bila terjadi tanda-tanda

kemerahan, rasa tidak nyaman dan

nyeri pada daerah yang tertekan

a. Identifikasi kemampuan/ potensi pasien


untuk melakukan aktifitas fisik.

b. Lakukan pemantauan kemungkinan

adanya atrofi otot

c. Lakukan massage anggota gerak yang

mengalami kelumpuhan

d. Bantu pasien melakukan latihan fisik

(Exercise) sesuai kemampuan

e. Ajarkan pasien untuk mempertahankan

posisi anatomis saat tidur/ berbaring

f. Kolaborasi dengan petugas

kemungkinan tindakan fisioterapi

a. Jelaskan pentingnya kemandirian

dalam melakukan perawatan diri

b. Bantu pasien mengidentifikasi potensi

diri dan lingkungannya untuk

melakukan perawatan diri

c. Ajarkan klien dalam melakukan

perawatan diri

d. Ajarkan pelaku rawat untuk membantu

pasien dalam melakukan perawatan diri

e. Lakukan evaluasi dan supervisi

kemampuan pasien dan pelaku rawat

terkait dengan kemandirian pasien


melakukan perawatan diri

Lampiran 10.a : Format Implementasi dan Evaluasi Asuhan Keperawatan

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Kelg. Penanggung Jawab :

Umur/ Jenis Kelamin : Manajer Kasus. :

Diagnosa Medis :

Tanggal Mulai dirawat :

Tanda-Tangan :

Tgl./

No.

Diagnosa

Keperawatan

Implementasi

Evaluasi

(SOAPIE)

Tanda Tanda

Perawatan

Lampiran 10.b : Contoh Pengisian Format Implementasi dan Evaluasi

Asuhan Keperawatan

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN

Nama Pasien : Kelg. Penanggung Jawab :

Umur/ Jenis Kelamin : Manajer Kasus. :

Diagnosa Medis :
Tanggal Mulai dirawat :

Tgl./

No.

28/7/06

no. 1

Diagnosa

Keperawatan

Risti gangguan

integritas kulit

berhubungan

dengan efek

tirah baring yang

lama

Tanda-Tangan :

Implementasi

Evaluasi

1. Mengkaji kondisi kulit

2. Mengajarkan kepada

keluarga untuk

melakukan masaje

pada kulit dan tulang

yang menonjol

3. Melakukan dan
mengajarkan kepada

keluarga untuk

merubah posisi pasien

4. Menjelaskan kepada

keluarga untuk tetap

menjaga linen tetap

kering, bersih dan

bebas kerutan

Lampiran 11 : Peralatan dan Sarana

(SOAPIE)

Tanda Tanda

Perawatan

S: Keluarga mengatakan

pasien lebih senang ke

posisi miring kiri

O:

§ Tampak kemerahan

pada trocánter kiri grade I

§ Pasien tampak

cenderung miring ke kiri

walaupun telah dirubah

posisi

A: Masalah menjadi aktual


P:

§ Lakukan perawatan luka

1 x / hari, cuci dengan

NaCL 0,9% keringkan

dan olesi dengan vaselin

§ Pasang windring pada

daerah trochanter kiri

§ Jelaskan pada keluarga

untuk melakukan alih

baring dan masaje pada

daerah tertekan dengan

oil

I:

§ Melakukan perawatan

luka dengan cuci NaCl

0.9%, keringkan dan

diolesi vaselin

§ Memasang windring pada

trocánter kiri

§ Merubah posisi pasien

dan melakukan masage

pada daerah tertekan

E:
§ Trochanter kiri masih

tampak kemerahan

§ Keluarga mengatakan

luka pasien tidak tertekan

lagi

Kebutuhan alat dan sarana kesehatan dalam pelayanan keperawatan

kesehatan di rumah mencakup :

A. Alat kesehatan :

1. Tas perawat atau Kit

2. Alat-alat untuk pemeriksaan fisik

3. Set perawatan luka

4. Set emergency

5. Set pemasangan slang lambung

6. Set huknah/klisma

7. Set memandikan

8. Set pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi

9. Set pemenuhan kebutuhan eleminasi

10. Set untuk pengambilan preparat untuk pemeriksaan labolatorium

11. Alat untuk pemeriksaan laboratorium sederhana : Hb Sahli,

Glukotest, protein dan glukosa dalam urin.

12. Set untuk infus, injeksi/suntik

13. Sterilizator

14. Pot/urinal
15. Tiang infus

16. Tempat tidur khusus untuk orang sakit

17. Mesin penghisap lendir

18. Unit perlengkapan oxigen

19. Kursi roda

20. Tongkat/kruk/tripot

21. Perlak dan alat tenun

B. Alat habis pakai :

1. Obat-obat emergency

2. Bahan habis pakai untuk perawatan luka

3. Bahan habis pakai untuk suntik atau pengambilan darah

4. Bahan habis pakai untuk infus

5. Bahan habis pakai untuk pemasangan slang lambung

6. Huknah (selang lambung, kateter)

7. sarung tangan dan masker disposable

8. Dan lain-lain

C. Sarana lain :

1. Alat dan media Pendidikan kesehatan

2. Ruangan beserta perlengkapannya

3. Kendaraan : roda dua, roda empat, atau sesuai kondisi geografis

dan Perlengkapannya.

4. Alat komunikasi

5. Alat informasi/dokumentasi ; komputer, format-format


dokumentasi Askep dan manajemen kasus, rekam medik.

Anda mungkin juga menyukai